• Tidak ada hasil yang ditemukan

Setelah pembahasan sebelumnya tentang studi proyek sejenis, selanjutnya dilakukan proses programming yang akan diterapkan proyek yang akan dilaksanakan. Programming merupakan sebuah langkah yang penting dalam proses perancangan karena merupakan standard dari yang seharusnya diterapkan. Programming dapat berupa jumlah stand, batasan fasilitas, tata ruang, luas kebutuhan ruang, serta ruang-ruang sebagai kebutuhan dari pengguna baik berupa turis lokal dan mancanegara, maupun untuk penghuni kawasan.

Mengacu pada bab-bab sebelumnya, dijelaskan bahwa plaza yang mempunyai luas 30.851 m2 dan keliling 625 meter ini memiliki sebuah tower yang terdapat di pusatnya dan dinamakan Ya’ahowu Tower. Ya’ahowu Tower dan plaza ini adalah sebuah vista atau orientasi dari jalan utama dari gerbang masuknya kawasan. Karena tidak adanya landmark pada Kabupaten Nias Selatan, maka ini menara dengan ketinggian puncak mencapai 167 m ini akan menjadi satu-satunya landmark yang menjulang tinggi di kawasan ini. Terdapat 3 bagian besar dari kawasan ini yakni : plaza, menara, dan townhouse sekitar yang berbentuk sirkular dan mengelilingi menara.

Pertama adalah plaza. Plaza yang berbentuk lingkaran dan merupakan sebuah ruang terbuka hijau adalah merupakan paru-paru dari lokasi ini. Fungsi dari RTH ini antara lain :

 Fungsi utama yaitu berupa fungsi ekologis

o Fungsi ekologis dalam arti berfungsi pada suatu kawasan sebagai bentuk dari arsitektur yang sustainable atau berkelanjutan. Fungsi lain adalah untuk memperluas daerah resapan air, menambah jumlah oksigen, mengurangi pencemaran kota, menyerap gas rumah kaca, dan konservasi air tanah. Tumbuhan yang tumbuh di plaza akan secara langsung menyerap gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) dan menghasilkan gas oksigen. Dalam pelestarian tanah adalah akibat perakaran tanaman yang akan mengurangi tingkat pengikisan tanah. Sesuai dengan Urban Forest Research, 2002), ruang terbuka hijau dengan luas minimal setengah hektar mampu menahan aliran permukaan akibat hujan dan meresapkan air ke dalam tanah sejumlah 10.000 m3 setiap tahunnya.

o Ruang terbuka hijau yang dibangun pada kawasan perkotaan akan menurunkan suhu pada siang hari yang terik dan menjaga suhu tetap hangat pada malam hari.

o Ruang terbuka hijau secara tidak langsung akan memunculkan ekosistem baru karena menjadi habitat bagi berbagai jenis kehidupan liar. Ini merupakan bentuk dari lingkungan alami yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

 Fungsi tambahan (ekstrinsik) yakni dalam segi arsitektur, sosial, dan ekonomi.

o Ruang terbuka hijau dapat secara tidak langsung menjadi paru-paru untuk suatu kawasan, menjadi vista dan tempat berkumpul dari kawasan tersebut. Ruang terbuka hijau juga akan menambah nilai estetika dari suatu kota. Penanaman akan menambah kesan hijau pada kota yang aktifitasnya padat.

o Ruang terbuka hijau dapat menurunkan tingkat stress dari masyarakat yang hidup di daerah tersebut. Karena faktor ini maka RTH secara tidak langsung meningkatkan produktivitas masyarakat dan menurunkan konflik sosial.

Oleh karena besarnya peran ruang terbuka hijau dalam suatu kawasan perkotaan, maka tower dan plaza ini akan terletak di depan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Idealand. Peletakan tower di tengah juga akan bertindak sebagai landmark yang menyatu dengan ruang terbuka hijau di sampingnya. Ya’ahowu Tower sebagai landmark diharuskan memiliki fasilitas penunjang untuk masyarakat sekitar.

Selanjutnya adalah pusat perbelanjaan dan pusat kuliner. Pusat perbelanjaan adalah sebuah fasilitas yang haruslah dimiliki oleh sebuah kawasan, khususnya kawasan turis. Bangunan yang berarsitektur Post-modern yang didirikan di atas lahan seluas 8.5 hektar ini akan juga menjadi landmark dari kawasan ini yang untuk selanjutnya dikelompokkan menjadi kawasan komersial.

Ada beberapa klasifikasi pusat perbelanjaan, namun yang dibahas adalah berdasarkan aspek perkotaan, yakni :

 Pusat perbelanjaan lokal

Melayani kebutuhan sehari-hari dengan luas antara 2800 – 9300 m2. Jangkauan pelayanan antara 5.000 – 40.000 penduduk, luas site yang dibutuhkan biasanya 3 – 10 Ha.

 Pusat perbelanjaan distrik

Melayani jenis barang yang lebih luas lagi dengan luas antara 9300 – 28000 m2. Jangkauan pelayanan antara 40.000 – 150.000 penduduk. Luas site yang dibutuhkan biasanya 10 – 30 Ha.

 Pusat perbelanjaan regional

Bertindak sebagai pusat perbelanjaan berskala kota yang melayani di atas 150.000 penduduk, dengan fasilitas yang sangat lengkap meliputi pasar, toko, bioskop, dan dekat dengan daerah komersial. Luas yang dibutuhkan biasanya 28.000 – 93.000 m2.

Dengan demikian pusat perbelanjaan ini boleh diklasifikasikan sebagai pusat perbelanjaan regional dengan fasilitas seperti yang terdapat pada studi banding Cihampelas Walk yaitu Shop, Dine, dan Entertaint. Tujuan dibentuknya pusat perbelanjaan ini juga dikarenakan bangunan ini melayani seluruh kawasan pariwisata ini dan juga menarik pengunjung dari Teluk Dalam sebagai ibukota dari Nias Selatan.

Karakteristik fasilitas perbelanjaan meliputi :

o Adanya kegiatan perbandingan harga dan kegiatan jual beli

Sedangkan untuk karakteristik fisik pusat perbelanjaan itu sendiri meliputi :

o Koridor tunggal

o Lebar koridor biasa 8 – 10 meter o Jumlah lantai maksimal 3 lantai

o Parkir memadai dan sepanjang/mengelilingi pusat perbelanjaan o Pintu masuk yang dapat dicapai dari segala arah

o Adanya atrium, di sepanjang koridor

Untuk standar kebutuhan ruang, secara umum terdapat beberapa pedoman yang dapat digunakan dalam proses perancangan pusat perbelanjaan, yaitu pada tabel 4.1 dan 4.2.

Jenis Fungsi Jenis

Ruang Standar Jumlah (unit) Kapasita s (orang) Luas (m2) Sumber R. Informasi R. Informasi 2 m2/orang 1 4 8 NAD

Hall Hall 1,5 m2/orang 1 360 450 SB ATM Centre ATM Centre 1,5 m 2 /orang 1 4 30 SB Musholla

Area Sholat 2 m2/orang 1 50 100 NAD

Toilet 1,5 m2/orang 2 2 3 NAD

Wudhu 1,2 m2/orang 1 10 12 NAD

Toilet Pria

Bilik KM 1,5 m2/unit 25 25 38 NAD

Urinoir 0,24 m2/unit 20 20 4,8 NAD

Wastafel 0,3 m2/unit 15 15 4,5 NAD

Toilet Wanita

Bilik KM 1,5 m2/unit 25 25 3,75 NAD

Wastafel 0,3 m2/unit 25 25 7,5 NAD

Jenis Fungsi Jenis Ruang Standar (m2) Jumlah (unit) Kapasita s (orang) Luas (m2) Sumber Ruang Pengelola Front Manager 20 1 5 20 SB R. Manager 20 1 3 20 SB R. Personalia 20 1 3 20 SB R. Rapat 20 1 10 50 SB R. Karyawan 20 1 10 29 SB Ruang ME R. Genset - 1 1 128 SB R. Trafo - 1 1 10 SB R. Pompa 15 1 2 30 SB R. AHU & Chiller - 1 1 36 SB R. Pengendali Kebakaran - 1 1 30 SB R. Panel - 1 1 10 SB R. GWT 45 1 1 45 SB R. Boiler - 1 1 10 SB R. PABX - 1 1 30 SB R. CCTV - 1 1 20 SB R. STP 10 1 2 20 SB

Tabel 4.2 Program Ruang Fasilitas Administrasi

Pusat perbelanjaan di Indonesia terlalu mengalami banyak fase perkembangan, mulai dari pasar tradisional sampai pasar modern. Kondisi demografi, sosial-ekonomi, dan perubahan gaya hidup menyebabkan terjadinya perubahan tema dan konsep industri jual-beli di Indonesia. Sesuai dengan pertumbuhan ekonomi

yang tinggi di Indonesia sebagai sebuah negara berkembang, kemampuan mengkonsumsi pun semakin tinggi pula, sehingga mengakibatkan perkembangan dan pembangunan industri jual-beli semakin pesat. Beberapa ide desain yang kreatif seperti desain toko dan restoran, retail, hingga arsitektur dan tata ruang dari sebuah pusat perbelanjaan bertujuan untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan konsumen, sehingga tujuan masyarakat datang ke pusat perbelanjaan tidak hanya untuk membeli kebutuhan sehari-hari, namun juga memenuhi kebutuhan gaya hidup mereka.

5.

BAB V

Dokumen terkait