BAB III GAMBARAN UMUM BAZDA KOTA TANGERANG SELATAN
G. Program BAZDA Kota Tangerang Selatan
Program-program yang ada di BAZDA Kota Tangerang Selatan dibuat meurut dengan ashnaf, sebagai berikut:
1. Asnaf Riqab terdiri dari: a. Bantuan Kesehatan b. Rehab / Bedah Rumah
2. Asnaf Gharimin terdiri dari:
a. Bantuan sarana keagamaan yaitu: 1) TPQ / TPA
2) Majlis Taklim 3) Mushalla / Masjid 3. Asnaf Muallaf terdiri dari:
a. Bantuan Pembinaan Muallaf b. Bantuan Masyarakat Dhu’afa
4. Asnaf Ibnu Sabil terdiri dari:
a. Bantuan Beasiswa Berkelanjutan: 1) Siswa SD / MI
2) Siswa SLTP 3) Siswa SLTA
5. Asnaf fi sabilillah terdiri dari a. Bantuan Guru Ngaji b. Bantuan Guru TPQ / TPA
59 BAB 1V
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Mekanisme Pendistribusian dana ZIS di BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Dalam pembahasan ini penulis akan memaparkan tentang mekanisme yang digunakan oleh BAZNAS Kota Tangerang Selatan dalam mendistribusikan dana ZIS. Sejak tahun 2009 (sejak terbentuknya BAZDA Kota Tangerag Selatan) ZIS yang terkumpul dari para muzzaki di wilayah Kota Tangerang Selatan telah didistribusikan dan didayagunakan melalui penggolongan asnaf sesuai dengan Keputusan Walikota sebagai berikut:34
1. Zakat Fitrah
a. Sebesar 60% didistribusikan di DKM / UPZ setempat sebagai berikut: 1) Asnaf fakir 12,5% 2) Asnaf miskin 12,5% 3) Asnaf amilin 7,0% 4) Asnaf muallaf 7,5% 5) Asnaf riqab 3,0% 6) Asnaf gharimin 5,0% 7) Asnaf fi sabilillah 10,0% 8) Asnaf ibnu sabil 2,5%
34
Kasmarang H. Muchtar, BAZDA Kota Tangerang Selatan, (Tangerang Selatan: 2011), Cet. 1 hal, 29
b. Sebesar 5,0% didistribusikan di UPZ Kelurahan sebagai berikut: 1) Asnaf amilin 3,0%
2) Asnaf riqab 2,0%
c. Sebesar 20% didistribusikan di BAZCAM sebagai berikut: 1) Asnaf amilin 2,5%
2) Asnaf muallaf 2,5% 3) Asnaf riqab 5,0%
4) Asnaf gharimin 5,0% 5) Asnaf ibnu sabil 5,0%
d. Sebesar 15% didistribusikan di BAZDA Kota Tangerang Selatan sebagai berikut:
1) Asnaf muallaf 2,5% 2) Asnaf riqab 2,5%
3) Asnaf gharimin 2,5% 4) Asnaf ibnu sabil 5,0% 5) Asnaf fi sabilillah 2,5%
e. Zakat fitrah yang di kumpulkan di UPZ Kantor Dinas / Badan / Instansi / Lembaga dan BUMN / BUMD, Perusahaan Swasta didistribusikan sebesar 32% sebagai berikut:
1) Asnaf Fakir 12,5% 2) Asnaf Miskin 12,5%
3) Asnaf Amilin 7,0%
Sisanya sebesar 68% didistribusikan / didayagunakan di BAZDA Kota Tangerang Selatan sebagai berikut:
1) Asnaf Amilin 5,5% 2) Asnaf muallaf 12,5% 3) Asnaf riqab 12,5%
4) Asnaf gharimin 12,5% 5) Asnaf ibnu sabil 12,5% 6) Asnaf fi sabilillah 12,5% 2. Zakat Profesi dan ZIS lainnya
Sejak tahun 2009 sampai saat ini zakat profesi dan ZIS lainnya hanya dipungut dari SKPD / Dinas / Badan / Instansi Pemerintah dari Kantor Kecamatan wilayah Kota Tangerang Selatan yang didistribusikan sebagai berikut:35
a. Di UPZ yang bersangkutan: 1) Asnaf Amilin 5,5%
b. Di BAZDA Kota Tangerang Selatan 1) Asnaf fakir 12,5%
2) Asnaf miskin 12,5% 3) Asnaf amilin 7,0%
35
4) Asnaf muallaf 12,5% 5) Asnaf riqab 12,5% 6) Asnaf gharimin 12,5% 7) Asnaf fi sabilillah 12,5% 8) Asnaf ibnu sabil 12,5%
Keseluruhan penggolonga dana zakat tersebut diatas, didistribusikan dan didayagunakan oleh BAZDA Kota Tangerang Selatan sebagai berikut: 1. Asnaf Riqab terdiri dari:
d. Bantuan Kesehatan e. Rehab / Bedah Rumah
f. Bantuan berdasarkan proposal 2. Asnaf Gharimin terdiri dari:
b. Bantuan sarana keagamaan yaitu: 1) TPQ / TPA
2) Majlis Taklim 3) Mushalla / Masjid 3. Asnaf Muallaf terdiri dari:
a. Bantuan Pembinaan Muallaf b. Bantuan Masyarakat Dhu’afa
4. Asnaf Ibnu Sabil terdiri dari:
a. Bantuan Beasiswa Berkelanjutan: 1) Siswa SD / MI
2) Siswa SLTP 3) Siswa SLTA
5. Asnaf fi sabilillah terdiri dari a. Bantuan Guru Ngaji b. Bantuan Guru TPQ / TPA
Penggolongan bantuan ini sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan ketersediaan dana dan kebutuhan bantuan. Selain bantuan kelima asnaf di atas, BAZDA Kota Tangerang Selatan melayani pula bantuan spontanitas (sewaktu-waktu) yang kemudian disesuaikan dengan asnaf pemohon.
Selain mekanisme pendistribusian yang telah di jelaskan di atas BAZDA Kota Tangerang Selatan mempunyai model pendistribusian yaitu pentasharufan, model ini dilakukan dengan 2 tahapan yaitu:36
1. Pentasharufan Tahap Pertama di distribusikan kepada: a. Asnaf Riqab terdiri dari:
1) Bantuan Kesehatan 2) Rehab / Bedah Rumah
3) Bantuan berdasarkan proposal
b. Asnaf Ibnu Sabil (Beasiswa Berkelanjutan) terdiri dari: 1) Siswa SD / MI
2) Siswa SLTP
36
Endang saefudin, Drs.K.H, Ketua BAZ Kota Tangerang Selatan, Wawancara Pribadi, Tangerang Selatan, 26 September
3) Siswa SLTA
c. Asnaf fi sabilillah terdiri dari 1) Bantuan Guru Ngaji 2) Bantuan Guru TPQ / TPA
2. Pentasharufan Tahap Kedua di distribusikan kepada: A. Gharimin teridri dari:
a. Sarana keagamaan: 1) TPQ/TPA 2) MI 3) SD 4) MTs 5) Majelis Ta’lim 6) Mushallah 7) Masjid b. Dana Bergulir B. Muallaf a. Bantuan Muallaf b. Bantuan Dhuafa
Berikut adalah uraian pentasharufan tahap pertama dan kedua yang dilakukan oleh BAZDA Kota Tagerang Selatan pada tahun 2013
Table 4.1
Rekapitulasi pentasharufan tahap pertama dan kedua tahun 2013
NO URAIAN VOLUME SATUA
N
JUMLAH
Dana zis yang terkumpul pada tahun 2013 1.683.004.207
Pentasharufan Tahap Pertama 1.049. 400.000
1. Bantuan Kesehatan 12 pkt 2.500.000 30.000.000 2. Bantuan Dhuafa 270.000.000 3. Bantuan temporer+diklat 1 pkt 100.000.000 100.000.000
4. SLTA (lanjutan) 2 org/kel 1.350.000 145.8000.000 5. SLTP (lanjutan) 2 org,kel 1.350.000 145.800.000 6. SD/MI (lanjutan) 4 org/kel 300.000 64.800.000 7. Bantuan guru ngaji 324 org 250.000 81.000.000
8. Bantuan guru
TPQ/TPA
216 org 250.000 54.000.000
9. Majelis talim 108 1.000.000 108.000.000
10. MTs 50.000.000
Pentasharufan Tahap Kedua 660.000.000
1. Rehab Rumah 28 Rumah 12.000.000 336.000.000 2. Mushalla 108 buah 1.000.000 108.000.000 3. Masjid 108 buah 1.500.000 162.000.000 4. Mu’allaf 540 orang 100.000 54.000.000
Model pentasharufan BAZDA Kota Tangerang Selatan seperti data di atas tersebut dilakukan setiap tahunnya pada awal dan pertengahan tahun. Tahap pertama di lakukan pada awal tahun yaitu sekitar bulan januari dan tahap kedua di lakukan pada pertengahan tahun yaitu biasanya sebelum bulan Ramadhan.
Pendistribusian dana tersebut di sebar ke tujuh kecamatan yang ada di Kota Tangerang Selatan yaitu Kecamatan Pamulang, Kecamatan Ciputat, Kecamatan Ciputat Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kecamatan Serpong, Kecamatan Serpong Utara dan Kecamatan Setu. Para mustahik atau penerima dana tersebut di tujuk langsung oleh kecamatan-kecamatan setempat karena mereka yang mengetahui keadaan masyarakatnya, pihak BAZDA hanya membagikan dana tersebut langsung ke kecematan yang telah di tetukan dengan porsi-porsi yang sudah di tentukan pula..
B. Analisis Manajemen Pendistribusian pada Program Program Beasiswa BAZDA Kota Tangerag Selatan
Dalam sebuah yayasan atau lembaga, apabila menginginkan tujuan dan programya dapat tercapai maka diperlukan penerapan fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan) harus dapat dilaksanakan dengan baik. Apabila kepegurusan BAZDA Kota Tangerang Selatan menggunakan manajemen yang baik, ada banyak manfaat yang dapat diperoleh. Pertama tujuan atau target untuk penerima beasiswa yang aka dicapai akan
terumuskan dengan jelas. Karena salah satu fungsi utama manajemen adalah perencanaan. Kedua usaha mencapai tujuan untuk kemakmuran program beasiswa bisa dilaksanakan secara bersama-sama dengan kerjasama yang baik melalui koordinasi yang rapi, agar pekerjaan yang berat akan terasa ringan. Ketiga, dapat dihindari adanya tumpang tindih antara pengurus yang satu dengan yang lain, karena dalam kepengurusan sudah dijelaskan Job Description masing-masing pengurus yang telah disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Keempat, pelaksanaan tugas-tugas untuk memajuka program beasiswa data dilaksanakan secara efektif dan efisien. Kelima, pengontrolan dan evaluasi bisa dilaksanakan dengan menggunakan standart dan tolak ukur yang jelas. Keenam, gejala penyimpagan kerja dapat dihindari, karena mudah mendeteksinya dan bila penyimpangan betul-betul terjadi bisa dihentikan.
Hal seperti ini, harus disadari oleh para pengurus program beasiswa BAZDA Kota Tangerang Selatan, sehingga dalam pelaksanaannya para pengurus tidak ambil resiko untuk keluar dari fungsi-fungsi manajemen, artinya, fungsi manajemen sangat dibutuhkan dan penting untuk diterapkan di BAZDA Kota Tangerang Selatan untuk program beasiswa. Fungsi-fungsi manajemen yang telah dilaksanakan atara lain: perencanaan (Planning), yang dilakukan setiap kali sebuah program akan dilakukan, pengorganisasian (Organizing) sebagai pembagian kerja pada setiap pengurus, pelaksanaan (Actuating) yang merumuskan bagaimaa pelaksanaan teknis dan yang terakhir adalah fungsi pengawasan (Controling).
Sebagaimana telah di jelaskan pada Bab 2 secara garis besarnya, menurut Sondang P. Siagian pada buku Fungsi-Fungsi Manajerial bahwa fungsi manajemen umumya disingkat POAC (Planning, Organizing,Actuating, dan Controllig). Berikut adalah hasil penelitian penulis di BAZDA Kota Tangerang Selatan khususnya di program beasiswa tentang penerapan fungsi-fungsi manajemen diantaranya:
1. Perencanaan (Planning)
Setiap kegiatan apapun tujuannya hanya dapat berjalan secara efektif dan efisien bilamana sebelumnya sudah dipersiapkan dan direncanakan terlebih dahulu denga matang. Perencanaan (Planning) adalah suatu usaha yang dilakukan oleh sebuah yayasan, lembaga ataupun perusahaan untuk merencanakan kegiatannya selama satu tahun kedepan. Demikian pula usaha BAZDA Kota Tangerang Selatan dalam menigkatkan perencanaan utuk program beasiswa agar lebih baik dan terencana seluruh kegiatan yang akan diadakan.
Perencanaan yang dilakukan untuk program beasiswa di BAZDA Kota Tangerang Selatan adalah meningkatkan prestasi dan mencerdaskan anak bangsa. Setiap program acara dan kegiatan yang akan diadakan oleh program beasiswa BAZDA Kota Tangerang Selatan telah direncanakan terlebih dahulu, setiap kegiatan yang aka diadakan telah disesuaikan dengan perencaaan yang telah ditetapkan.
a. Perkiraan (Forecasting)
Perkiraan adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan dasar persangkaan, dugaan, perasaan hati, taksiran atau perhitungan yang dilakukan secara belum tepat.
Langkah pertama yang dilakukan oleh BAZDA Kota Tangerang dalam menjalankan program beasiswa adalah melakukan perkiraan (forecastig) terhadap program beasiswa tersebut. Perkiraan yang dilakuka adalah memperkiraan seluruh kegiatan yang akan dilakukan dalam kurun waktu satu tahun mendatang. Perkiraan-perkiraan tersebut meliputi segala hal yang berhubungan dengan perencanaan diantaranya menentukan perkiraan anggaran yang akan dikeluarkan selama satu tahun untuk program beasiswa ini yang telah dirinci dengan baik dan telah dibuat laporan keuangan agar terlihat jelas pengeluaran dan pemasukan yang terjadi setiap tahunnya. Di dalam laporan keuangan berisi tentang pengeluaran yang dibutuhkan setiap tahun dengen memperkirakan uang yang keluar untuk pemberian beasiswa kepada peserta tingkat SD/MI, SLTP dan SLTA.
Berikut ini adalah pengeluaran utuk program beasiswa BAZDA Kota Tangerang Selatan dapat dilihat pada table sebagai berikut:
Tabel 4.2
Rekapitulasi PengeluaranProgram beasiswa 2013
NO URAIAN SLTA (2org/kel@Rp. 1.350.000) SLTP (2 org/kel @ Rp. 1.350.000 SD/MI (4 org/kel @ Rp. 300.000 1 PAMULANG 21.600.000 21.600.000 9.600.000 2 CIPUTAT 18.900.000 18.900.000 8.400.000 3 CIPUTAT TIMUR 16.200.000 16.200.000 7.200.000 4 PONDOK AREN 29.700.000 29.700.000 13.200.000 5 SERPONG 24.300.000 24.300.000 10.800.000 6 SERPONG UTARA 18.900.000 18.900.000 8.400.000 7 SETU 16.200.000 16.200.000 7.200.000 JUMLAH 145.800.000 145.800.000 64.800.000
Sumber: data sekunder di BAZDA Kota Tangerang Selatan
Dari tabel diatas tentang pengeluaran program beasiswa dapat di simpulkan bahwa BAZDA Kota Tangerang Selatan telah melakukan perkiraan yang baik, disesuaikan dengan laporan-laporan keuangan tentang pengeluaran yang telah di uraikan diatas.
b. Tujuan (Objective)
Tujuan adalah segala sesuatu yang menjadi arah akhir yang akan dituju oleh organisasi dengan memanfaatkan rencana satu kali pakai dan rencana yang terus menerus dipakai.
Setelah melakukan tindakan perkiraan, langkah selanjutya dalam kegiatan perencanaan adalah menentukan tujuan. Program beasiswa BAZDA Kota Tangerang Selatan telah memiliki tujuan yang akan dicapai. Tujuan dari program beasiswa di BAZDA Kota Tangerang Selatan ini adalah untuk membantu mencerdaskan anak bangsa37. Untuk mewujudkan hal tersebut para pengurus BAZDA Kota Tangerang Selatan telah membantu setiap siswa-siswa yang membutuhkan bantuan beasiswa tanpa terkecuali selama siswa tersebut memang bener-bener membutuhkan karena seseorang pinter bukan karena otaknya yang jenius tetapi sejauh mana kebutuhan-kebuthannya itu terpenuhi atau tidak. Jadi BAZDA Kota Tangerang Selatan ini memberikan kesempatan-kesempatan kepada siswa-siswa yang putus sekolah ingin melanjutkan sekolahnya.
Dengan adanya program beasiswa ini diharapkan dapat membantu para pelajar yang kurang mampu dan berprestasi untuk melanjutkan
37
Endang saefudin, Drs.K.H, Ketua BAZ Kota Tangerang Selatan, Wawancara Pribadi, Tangerang Selatan, 26 september
pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dan dapat mengurangi pelajar yang putus sekolah di Kota Tangerang Selatan.
c. Program (programming)
Program adalah rencana sekali pakai yang meliputi serangkaian kegiatan dan berisi langkah untuk mencapai tujuan.
Program beasiswa merupakan program pendidikan yang diadakan oleh BAZDA Kota Tangerang Selatan yang telah berjalan sejak beridirnya BAZDA pada tahun 2009.
Program beasiswa ini memiliki 2 jenis bantuan beasiswa, pertama, bantuan beasiswa temporer ini merupakan bantuan beasiswa yang di berikan oleh BAZDA Kota Tangerang Selatan untuk melengkapi kekurangan atau kebutuhan pelajar atau siswa pada pendidikan dengan melalui proposal dan ini tidak dibataskan waktunya seperti membantu kekurangan biaya sekolah 1 bulan, seragam sekolah dan lain-lain. Kedua, bantuan beasiswa berkelanjutan ini merupakan bantuan yang di berikan oleh BAZDA Kota Tangerang Selatan kepada para pelajar atau siswa dengan bantuan yang di salurkan setiap tahun sampai menyelesaikan sekolah tingkat SLTA, dan bantuan tersebut langsung di berikan kepada pihak sekolah38.
38
Endang saefudin, Drs.K.H, Ketua BAZ Kota Tangerang Selatan, Wawancara Pribadi, Tangerang Selatan, 26 september
Dari uraian tentang program diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa program beasiswa BAZDA Kota Tangerang Selatan telah melakukan programnya dengan baik dan dapat di pertanggung jawabkan. d. Prosedur (Procedure)
Prosedur adalah serangkaian perintah yang terperinci untuk menjalankan kegiatan yang berurutan yang sering atau tidak terjadi dalam suatu lembaga atau yayasan yang harus dikelola dengan baik.
Prosedur yang dilakukan oleh BAZDA Kota tangerang Selatan pada program beasiswa adalah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan jika ingin menjadi anggota program beasiswa, dengan syarat memnuhi kriteria sebagai anggota program beasiswa yaitu pelajar tingkat SD/MI, SLTP dan SLTA dengan klasifikasi yatim dan dhuafa dengan melampirkan:39
1. Surat permohonan dari pihak kepala sekolah. 2. Slip pembayaran setiap bulannya.
3. SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). 4. KK (Kartu Keluarga).
39
Endang saefudin, Drs.K.H, Ketua BAZ Kota Tangerang Selatan, Wawancara Pribadi, Tangerang Selatan, 26 september
Dari uraian tentang prosedur diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa program beasiswa yang diadakan di BAZDA Kota Tangerang Selatan telah melakukan prosedur yang baik.
e. Anggaran (Budget)
Anggaran merupakan kumpulan angka-angka yang akan dicapai oleh perusahaan. BAZDA Kota Tangerang Selatan telah melakukan penganggaran (budget) yang telah dirinci dalam laporan keuangan. Setiap tahun BAZDA Kota Tangerang Selatan mengadakan rapat atau RAKER untuk menentukan anggaran biaya yang akan dikeluarkan selama satu tahun mendatang dan dirinci untuk apa saja dana yang dikeluarkan setiap bulan sesuai dengan kegiatan atau program yang telah disepakati pada rapat yang membahas tentang rencana kegiatan didalam laporan keuangan berisi tentang pengeluaran yang dibutuhkan setiap bulan dengan memperkirakan uang yang keluar untuk pemberian beasiswa kepada peserta tingkat SD/MI, SLTP dan SLTA.
Dengan uraian tentang laporan keuangan realisasi keuangan untuk program beasiswa tahun 2013 dan didistribusikan kepada 7 kecamatan yaitu kecamatan pamulang, ciputat, ciputat timur, pondok aren, serpong, serpong utara dan setu yang ada di Kota Tangerang Selatan adalah:
1. Beasiswa SLTA ( 2 org/kel @ Rp. 1.350.000) 2. Beasiswa SLTP ( 2 org/kel @ Rp. 1.350.000) 3. Beasiswa SD/MI ( 4 org/kel @ Rp. 300.000 )
Setiap tahun jumlah yang harus di keluarkan adalah SLTA Rp. 145.800.000, SLTP Rp. 145.800.000, SD/MI Rp. 64.800.000 dan jumlah keselurahn untuk program beasiswa ini adalah Rp. 356.400.000.
Anggaran biaya untuk program beasiswa berasal dari dana zakat yang berasal dari UPZ DKM, Kantor Kelurahan dan Kantor Kecamatan setiap bulannya dikumpulkan oleh pengurus BAZDA dan digunakan untuk keperluan mengembangkan program yang terdapat di BAZDA termasuk program beasiswa.
2. Pengorganisasian (Organizing)
Langkah selanjutnya setelah perencanaan adalah pengorganisasian sebab dengan adanya pengorganisasian maka rencana pemberian beasiswa menjadi lebih mudah pelaksanaannya karena adanya spesialisasi kegiatan.
Pengorganisasian dapat didefinisikan sebagai proses penetapan pekerjaan-pekerjaan yang efektif untuk dikerjakan, pengelompokkan pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan bagian kerjanya agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Proses pengorganisasian dapat ditunjukkan dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki oleh setiap pengurus BAZDA Kota Tangerang Selatan.
Dalam melakukan pengorganisasian dilakukan adalah membagi dan menggolongkan tindakan yang akan dikerjakan dalam kesatuan tertentu. Hal tersebut penting untuk dilaksanakan karena dengan cara membagi dan menggolongkan tindakan yang akan dikerjakan dapat memudahkan para pengurus untuk melaksanakan tugasnya.
Dalam membentuk tugas-tugas untuk program beasiswa, BAZDA Kota Tangerang Selatan telah menetapkan BAZCAM (Koordinator) yang menentukan siapa saja yang berhak menerima program beasiswa tersebut karena pihak kecamatanlah yang sangat mengetahui keadaan masyarakatnya seperti apa. Selanjutnya pihak sekolah (Pembimbing) yang mengontrol atau mengawasi peserta beasiswa karena sekolahlah yang mengetahui bagaimana sikap dan prestasi peserta beasiswa tersebut. BAZCAM dan sekolah melaporkan semua kegaitannya itu kepada pihak BAZDA.
Langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian adalah menetapkan jalinan hubungan. Hal ini penting karena dengan adanya cara ini dapat memudahkan jaringan komunikasi diantara BAZDA dengan pihak sekolah agar dapat melakukan kegiatan atau tugasnya dengan baik. Jalinan hubungan yang pertama dihubungi apabila terjadi suatu masalah adalah pihak sekolah kemudian pihak sekolah mengubungi BAZDA.
Dari uraian tentang membagi-bagi dan menggolong-golongkan tindakan yang akan dikerjakan dalam kesatuan tertentu dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam melakukan hal tersebut BAZDA Kota Tangerang Selatan telah melakukannya dengan baik, agar setiap pihak dapat bekerja sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
3. Pengarahan (Actuating)
Setelah melakukan pengorganisasian dengan baik langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah pengarahan (actuating). Pengarahan (actuating)
adlah memberikan tugas kepada para pengurus suatu organisasi untuk bergerak menuju tujuan yang telah ditentukan.
Dari analisis tentang pengarahan diatas dapat disumpulkan bahwa pengarahan yang dilakukan oleh BAZDA Kota Tangerang Selatan untuk program beasiswa telah dilaksanakan dengan baik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya pengarahan yang jelas dan terarah untuk memajukan program beasiswa.
a. Memotivasi
Motivasi adalah proses kejiwaan yang merupakan tujuan dan arah dari setiap perilaku.
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam actuating adalah motivasi. Motivasi sangat penting untuk dilaksanakan dalam pengarahan karena dengan adanya motivasi dapat meningkatkan semangat kerja koordinator dan pendamping program dalam melaksanakan tugasnya. Dengan adanya motivasi juga dapat menentukan tujuan yang akan dicapai dalam satu tahun kedepan terhadap program beasiswa ini. Motivasi harus dimiliki oleh setiap koordinator dan pendamping program dari dalam diri masing-masing orang, karena motivasi merupakan tujuan dan arah yang dilakukan dari setiap perilaku. Koordinator program beasiswa di BAZDA Kota Tangerang Selatan telah memiliki motivasi serta dorongan yang kuat untuk dapat mengembangkan program beasiswa yang lebih baik dan lebih terarah.
Motivasi yang diberikan oleh pendamping program terhadap para peserta beasiswa adalah meningkatkan semangat belajar para peserta dengan mengajak para peserta untuk belajar lebih giat lagi guna mendapatkan hasil atau prestasi yang baik.
b. Perjalinan Hubungan
Perjalinan hubungan adalah suatu hal yang dilakukan oleh suatu lembaga atau organisasi untuk dapat menjalin hubungan yang baik antara ketua dan sesama pengurus.
Perjalinan hubungan atara koordinator dan pmbimbing program beasiswa telah dilakukan dengan baik. Hubungan antara koordinator dengan pendamping program sudah terjalin dengan naik dan sangat erat, komunikasi juga telah dilakukan dengan baik. Antara sesama pengurus telah mengetahui tugas dan tanggung jawabnya masing-masing dan selalu berkomunikasi dengan baik sesuai dengan jalinan hubungan yang telah dibuat untuk membicarakan hal-hal penting yang terjadi untuk meningkatkan mutu dan kualitas para pengurus agar dapat bekerja secara optimal, sehingga apabila ada masalah dapat diselesaikan dengan baik melalui musyawarah dan mufakat.
Perjalinan hubungan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam pengarahan. Karena dengan adanya penjalinan hubungan dapat memudahkan para pengurus untuk berkomunikasi dengan pengurus yang
lain. Untuk program beasiswa perjalinan hubungan telah dilakukan dengan baik oleh seluruh pendamping program.
Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam melakukan penjalinan hubungan program beasiswa telah melakukannya dengan baik. Jalinan hubungan yang dilakukan oleh koordinator terhadap para pendamping program telah dilakukan dengan baik dan memiliki jalinan hubungan yang erat.
4. Pengawasan (Controling)
Untuk mengefektifkan seluruh fungsi manajemen yang telah dijelaskan diatas, hal yang tak kalah penting dan harus dilaksanakan adalah pengawasan (controlling). Pengawasan (controlling) adalah proses untuk menjamin bahwa tujuan organisasi dan manajemen dapat tercapai dan berjalan dengan efektif dan efisien.
Pengawasan (controlling) sangat penting untuk dilaksanakan. Didalam program beasiswa kegiatan pengawasan (controlling) telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan ilmu manajemen. Langkah-langkah pengawasan yang dilakukan BAZDA Kota Tangerang Selatan untuk program beasiswa.
a. Menetapkan Standard
Stadard merupakan suatu kriteria untuk mengukur hasil pekerjaan yang sudah dilakukan. Standard yang dibuat biasanya didasarkan pada suatu kondisi atau kemampuan kerja yang normal. Bentuk standard dapat
dibedakan kedalam dua macam bentuk, yaitu standard kuantitatif dan standard kualitatif.
Standard kuantitatif merupakan suatu standard yang dinyatakan didalam satuan tertentu. Didalam manajemen program beasiswa standard kuantitatif yang dimaksud adalah melakukan suatu tindakan koreksi terhadap perilaku peserta dengan cara menghitung jumlah koreksi yang dilakukan untuk program beasiswa di BAZDA Kota Tangerang Selatan ini berdasarkan satuan tertentu agar dapat menilai dan memeriksa kesalahan dan masalah yang terdapat untuk program beasiswa ini agar dapat melakukan perbaikan. Tindakan koreksi yang dilakukan adalah memeriksa jumlah kesalahan dan masalah yang ada sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati oleh para pendamping program agar dapat segera melakukan perbaikan.
Standard kualitatif dapat berupa pendapat umum, langganan, dan lain sebagainya. Yang dimaksud dengan standard kualitatif adalah menjelaskan serta menjabarkan pendapat yang dimiliki dan didapat dari pendapat para orang tua anggota beasiswa tentang program beasiswa ini dan kontribusinya bagi yang menerima dana beasiswa tersebut. Dalam suatu pengawasan melakukan standard merupakan hal yang penting untuk dilakukan agar dapat mengukur standard kualitatif yang telah dilakukan.
Dari uraian tentang menetapkan standard diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam menetapkan tsndard besiswa BAZDA Kota Tangerang Selatan telah melakukannya dengan baik.