HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Obyek Penelitian
6) Program Genre (Generasi Berencana)
Program Generasi Berencana (GENRE) genre adalah program BKKBN yang memang di arahkan kepada remaja dan generasi mudah. Tujuannya agar kalangan generasi muda terutama remaja tidak melakukan pernikahan usia dini, dengan kata lain genre adalah demi membangun pengertian masyarakat tentang perlunya nikah pada usia matang.
Tujuan dari program ini agar para remaja di Kota Makassar mengenal program KB (Keluarga berencana) dan kependudukan untuk menghindari sex bebas, narkoba, dan HIV/AIDS di kalangan para remaja. Permasalahan remaja memang harus di perhatiakan, karena maraknya permasalahan remaja yang paling menonjol adalah persoalan tentang seksualitas, HIV/AIDS, narkoba dan rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan median usia kawin pertama yang relative masih rendah. Hasil wawancara kasubid pelayanan KB mengatakan bahwa:
“Kami membuat program genre (generasi berencana) dan program ini di lakukan di sekolah-sekolah, kami mendekati remaja karena masa remaja merupakan masa peralihan dari anak anak menuju dewasa baik secara fisik maupun psikis.kita juga membentuk pusat informasi dan konseling mulai dari SMP, SMA sampai perguruan tinggi. (Hasil wawancara Z,B 1 Desember 2015).
Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan GENRE merupakan program
yang dilakukan olehBKKBN yang memang di arahkan kepada remaja dan generasi mudah tujuannya agar kalangan generasi muda terutama remaja tidak melakukan pernikahan usia dini. Dengan kata lain genre adalah demi membangun pengertian masyrakat tentang perlunya nikah pada usia matang. BKKBN mengadakan sosialisasi tentang genre di sekolah-sekolah seperti SMP, SMA dan perguruan tinggi, tujuan dari program ini untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi para remaya dalam hal jenjang pendidikan yang terencana.
Menikah dengan penuh perencanaan sesuai dengan siklus kesehatan reproduksi.dan kita juga menyiapkan pusat informasi konseling untuk memberikan informasi PKBR (Penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja).
Pendewasaan usia perkawinan. Hasil wawancara dari siswi mengatakan bahwa:
“Di sekolah Kami pernah mengadakan program genre (generasi berencana), oleh BKKBN mengatakan genre merupakan salah satu upaya yang di lakukan untuk menjegah pernikahan dini yang marak terjadi di Kota Makassar.Bukan hanya pernikahan dini yang mereka jelaskan tetapi seks bebas, narkoba dan penyakit HIV/AIDS.Program ini mendorong kami untuk mau mengetahui tentang kesehatan reproduksi. (hasil wawancara .S. 4 desember 2015).
Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa BKKBN sebagai wakil pemerintah yang bertanggung jawab menjalankan program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja.yang secara langsung datang ke sekolah-sekolah.Suatu program yang mendukung agar remaja memahami program GENRE yang merupakan salah satu upaya yang dilakukan BKKBN yang belajar memahami dan mempraktikan perilaku hidup sehat dan berakhlak untuk mencapai ketahanan remaja sebagai dasar mewujudkan GENRE (generasi muda).
Program GENRE (generasi muda) tidak hanya memberikan pengetahuan
mengenai pernikahan dini tetapi memberikan juga pengetahuan mengenaik bahaya seks bebas yang marak terjadi di kalangan remaja, narkoba dan penyakit HIV/AIDS yang dapat membunuh kita.Program ini mendorong siswa untuk mau mengetahui tentang kesehatan reproduksi.program genre memberikan banyak pengetahuan bagi siswa. Hal ini juga di pertegas dari hasil wawancara Kasubid Kes.dan Reproduksi remaja :
“Program genre ini dilakukan oleh BKKBN sebagai upaya dorongan agar generasi muda benar-benar menata masa depannya akan terus kami sosialisasikan ke sekolah-sekolah,dan program generasi berencana ini cocok dengan kondisi saat ini, yaitu permasalahan seputar seksualitas, HIV/AIDS, serta rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, dan usia kawin. (hasil wawancara M,N.8 desember 2015).
Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa masalah remaja yang timbul biasanya berkaitan dengan masalah seksualitas , AIDS, penyalagunaan obat-obat dan sebagainya remaja dalam kondisi ini tentu saja membutuhkan penanganan serta informasi seluas-luasnya mengenai kesehatan reproduksi.
Program genre ini di lakukan oleh BKKBN bertujuan sebagai upaya dorongan agar generasi muda benar-benar menata masa depannya agar mereka tidak menyia-nyiakan hidup mereka, kami akan terus mensosialisasikan ke sekolah-sekolah.
BKKBN mengatakan bahwa program GENRE ini cocok dengan kondisi saat ini, yaitu permasalahan seputar seksualitas,HIV AIDS,dan rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi,dan usia perkawinan yang marak terjadi. Agar kiranya dengan adanya program Genre ini remaja mengetahui tentang bahayanya menikah di usia muda, mengetahui seputar seksualitas,dan mengetahui tentang kesehatan reproduksi.hal ini di juga di tegaskan oleh salah
satu siswa yang di kunjungi oleh BKKBN mengatakan bahwa :
“Kami mendapatkan informasi dan mendapatkan pula pengetahuan dari BKKBN yang datang langsung bersosialisasi ke sekolah kami, mereka menjelaskan bahwa bahaya jika tidak menjaga alat reproduksi kita sendiri mulai sejak dini akan berdampak kepada kita sendiri dampaknya yaitu terkena penyakit HIV,dan AIDS (Hasil wawancara A.M. 7 ,Desember 2015).
Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa pendekatan BKKBN dengan melibatkan pihak sekolah sebagai bagian dari GENRE yang dilakukan di sekolah. Sesuai dengan SK yang telah di keluarkan dari pemerintah yaitu mengadakan sosialisasi. Sosialisasi inilah memberikan arahan atau pengetahuan mengenai pentingnya menjaga alat reproduksi mulai sejak dini, program ini bertujuan agar alat reproduksi mereka tidak terkena penyakit HIV dan AIDS.
Dampak ini bisa saja terjadi kepada remaja, hal ini tidak menutup kemungkinan akan bisa terjadi sebab kurangnya perhatian orang tua kepada anak.
atau tidak adanya informasi dan pengetahuan yang mereka dapatkan tentang bahaya jika tidak menjaga alat reproduksi, bahkan ada juga remaja yang terkena AIDS dan HIV karena terlalu cepat mengenal hal yang menyangkut seksual, hal ini dapat terjadi dari faktor lingkungan.
Berdasarkan Hasil observasi yang telah di dapatkan selama penelitian tidak adanya terjadi ketimpangan antara yang mereka lakukan dan mereka katakan.sesuai dengan tujuan BKKBN yang mengadakan sosialisasi yaitu untuk memahami pengetahuan dan masalah reproduksi para remaja, dan memahami penanganan dalam aspek social yang menunjang penanganan reproduksi remaja secara berhasil. Karena mereka benar melakukan sosialisasi dengan turun
langsung mengunjungi rumah-rumah warga atau door to door (pintu ke pintu) tapi kunjungan dari rumah kerumah ini masih perlu ditingkatkan lagi. Agar orang tua paham betul mengenai bahaya dari pernikahan dini sehingga tidak banyak terjadi kasus pernikahan usia dini di Kota Makassar.
Pernikahan dini memberikan dampak bagi anak yang melakukan pernikahan di usia muda, dampak dari pernikahan dini ini dapat menyebabkan kematian karena umur yang belum cukup untuk mengandung dan melahirkan.
Oleh sebab itulah pemerintah dan kantor BKKBN menganjurkan untuk tidak melakukan pernikahan di bawah umur (pernikahan dini).dan sama halnya dengan pembagian brosur dan program genre. pembagian brosur merupakan upaya untuk memberitahukan kemasyrakat lewat saran-saran.
Brosur di bagikan saat selesai melakukan pelayanan atau sosialisasi ke masyarakat.Program genre ini di lakukan oleh BKKBN sebagai upaya dorongan agar generasi muda benar-benar menata masa depannya agar mereka tidak menyia-nyiakan hidup mereka. Kami akan terus men sosialisasikan ke sekolah-sekolah, dan pihak BKKBN mengatakan bahwa program generasi berencana ini cocok dengan kondisi saat ini. Yaitu permasalahan seputar seksualitas, HIV AIDS, dan rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduks, dan usia perkawinan yang marak terjadi.
Hal ini di perkuat juga oleh seorang siswa yang mengatakan bahwa bahwa pihak BKKBN memberikan arahan dan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga alat reproduksi mulai sejak dini. Agar alat reproduksi mereka tidak terkena penyakit HIV dan AIDS, dampak ini bisa saja terjadi kepada remaja hal
ini tidak menutup kemungkinan akan bisa terjadi sebabnya kurangnya perhatian orang tua kepada anak. Kurangnya informasi atau pengetahuan yang mereka dapatkan tentang bahaya jika tidak menjaga alat reproduksi.ada juga remaja yang terkena AIDS dan HIV karena mereka terlalu cepat mengenal hal yang menyangkut seksual, hal ini dapat terjadi karena mungkin dari faktor lingkungannya. Semoga dengan adanya program Genre ini remaja mengetahui tentang bahayanya menikah di usia muda, mengetahui seputar seksualitas,dan mengetahui tentang kesehatan reproduksi.
b. Strategi Sosial Koersif
Pengertian Strategi koersif merupakan strategi yang di lakukan oleh BKKBN dalam bentuk ancaman untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk di Kota Makassar.Pengendalian social dengan cara koersif dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu. 1. Kompulsif yaitu kondisi/situasi yang sengaja diciptakan sehingga seseorang terpaksa taat atau patuh pada norma-norma. 2. Pengisian yaitu penanaman norma secara berulang-ulang.
Strategi Sosial Koersif Dalam Bentuk Ancaman
Strategi koersif dalam bentuk ancaman yang berkaitan dengan pengendalian pertumbuhan penduduk di BKKBN (Badan kependudukan dan keluarga berencana nasional) kota Makassar teridentifikasi pada dua aspek yaitu :