HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Obyek Penelitian
1) Sosialisasi dalam Program KB
Program keluarga berencana adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran itu bermakna adalah perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa di lakukan dengan pengguaan alat-alat kontrasepsi .Program KB bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma keluarga kecil bahagia sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk.
Program pengendalian penduduk di Kota Makassar yang di lakukan oleh BKKBN tidak terlepas dari upaya mensosilisasikan program KB. Untuk menuju normal keluarga kecil bahagia sejahtera sehingga dapat mencetak SDM (sumber
daya manusia) yang berkualitas.Pihak BKKBN sering melakukan sosilisasi baik dalam bentuk formal bermitra dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan maupun dalam bentuk non formal.Petikan wawancara dengan Kepala BKKBN Kota Makassar memaparkan bahwa:
“Dalam mengajak masyarakat untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk BKKBN meminta masyarakat untuk mau mengikuti sosialisasi program KB dan kami di sini turun langsung ke masyarakat untuk memaparkan pentingnya menunda masa kehamilan gunanya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Kota Makassar. Tetapi masih perlu di tingkatkan lagi program-program yang dapat mencuri perhatian masyarakat agar mereka lebih tertarik untuk berpartisipasi dalam pengendalian pertumbuhan penduduk di kota Makassar. (Hasil wawancara D. P , 29 Oktober 2015)”.
Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa BKKBN Kota Makassar sebagai institusi yang menangani pengendalian pertumbuhan penduduk turun langsung ke masyarakat untuk berpartisipasi dalam sosialisasi program KB.
Tujuan program KB untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Kota Makassar.
Lembaga yang berperan dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk di anggap perlu meningkatkan kinerjanya, diperlukan perhatian yang intensif mengenai kebijakan ini sehingga kelancaran strategi untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk para pelaksana dapat tercapai. Tetapi dalam hal mengajak masyarakat di kantor BKKBN sebagai eksekutor di lapangan sudah tersalurkan. Penyampaian dalam bentuk mengajak masyarakat telah berjalan dengan sesuai yang diinginkan, dan jelas akan membuat para eksekutor lapangan maupun pihakyang terkait tidak kebingungan sehingga dapat berjalan dengan baik. Berikut ini juga penuturan Kasubid Jam & pelayanan KB menyatakan bahwa:
“Strategi sosial persuasif dalam bentuk mengajak masyarakat untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan bersosialisasi untuk memakai KB perlu ditingkatkan. Tetapi strategi mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan menyarangkan untuk memakai KB ini tingat keberhasilan sudah mencapai 68% bisa dikatakan strategi dengan memakai KB ini sudah jelas ada peningkatannya.Karena ini sebagai eksekutor lapangan (Hasil wawancara Z.B, 29 oktober 2015)”.
Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa dalam mengajak masyarakat sering terjadi pro dan kontra untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk di karenakan kurangnya pemehaman masyarakat tentang program KB.
Namun demikian hasil yang diperoleh sudah cukup baik. Untuk menguatkan posisi para petugas KB maka terlebih dahulu orang-orang yang akan ditunjuk untuk melakukan pengajakan masyarakat dalam mengatasi pertumbuhan penduduk ini di SK-kan dan diberikan pengarahan oleh Kepala Bidang Kabid pengendalian KB mengenai deskripsi kerja masing-masing anggota dalam melaksanakan tugas KB. Penyuluhan kesehatan reproduksi dan menunda masa perkawinan.Sosialisasi kepada Masyarakat dilakukan agar masyarakat tahu bahwa pentingnya memakai KB. Berikut ini juga penuturan dari warga Makassar:
“BKKBN sering turun lansung ke lapangan untuk melakukan pembagian pil KB atau alat kontropeksi yang lainnya yang patut untuk kami gunakan.
Tetapi masih banyak tetangga saya yang tidak mau berpartisipasi memakai KB mereka masih menggap alat kontropeksi KB negatife”.(Hasil wawancara I.F, 2 November 2015)”.
Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa BKKBN selaku lembaga yang menjalankan tugas pemerintah yaitu bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk di Kota Makassar sering turun kelapangan untuk mengajak masyarakat agar mengikuti sosialisasi program KB, membagikan
pil KB dan alat kontropeksi lainnya yang aman untuk di gunakan ke masyarakat sehingga tidak terjadi hal-hal yang diluar keinginan. Sosialisasi ini bertujuan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Kota Makassar.
BKKBN memberitahukan kepada masyarakat mengenai tujuan dari KB yaitu Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk. Tujuan BKKBN untuk memberitahukan kepada masyarakat agar tidak memiliki pikiran negative mengenai KB karena masih banyak masyarakat yang menganggap KB itu negatife. Hal ini juga dibenarkan oleh salah satu warga masyarakat :
“BKKBN rutin dalam membagikan alat-alat kontropeksi yang kami butuhkan bisa dikatakan pihak BKKBN mengadakan kunjungan dengan turun langsung sebulan sekali, alat kontropeksi yang mereka bagikan baik dalam bentuk Pil ataupun bentuk lainnya, yang pastinya aman untuk kami gunakan agar jarak kehamilan dapat teratur, dan bisa mengurangi laju pertumbuhan penduduk di Kota Makassar. dan masih banyak masyarakat yang tidak ingin memakai KB alasan mereka itu karena mereka mengalami alergi ataupun kegemukan jika meminum pil atau pun dalam bentuk suntikan, tetapi hal tersebut tidak mempengaruhi saya untuk tetap ikut KB Hasil wawancara I.K. 2 November 2015).
Berdasarkan hasil wawancara menunjukan bahwa Strategi dalam bentuk mengajak masyarakat dapat mengurangi laju pertumbuhan penduduk yang semakin mengalami peningkatan di Kota Makassar.Dalam rangka mengajak masyarakat agar berpartisipasi terhadap program yang dikeluarkan oleh BKKBN yang turun langsung ke masyarakat.Strategi sosial persuasif mengajak masyarakat untuk memakai alat kontropeksi, pil ataupun bentuk lainnya.
Kunjungan yang diadakan sebulan sekali dan alat-alat kontropeksi yang mereka bagikan aman untuk digunakan.Masih banyak masyarakat yang tidak tertarik dan tidak mau memakai KB dengan alasan mereka takut mengalami kegemukan dan mengalami alergi, Jika meminum pil KB ataupun mendapat suntikan KB.Mereka masih menggap KB negatif tidak perlu untuk mereka gunakan. Padahal program pemerintah inilah yang dapat menyelamatkan keadaan ekonomi mereka, mereka tidak terpikirkan dampak jika kita tidak memakai KB baik dalam bentuk ekonomi, dari segi lapangan kerja, pendidikan, dan kesehatan , mereka tidak memikirkan dampak tersebut.