• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS (Halaman 71-96)

BAB III ISU ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

1. Program

Jalan dan Jembatan 52.000.000 73.544.000 134.554.100 4.Pembangunan Jalan dan Jembatan Perdesaan 14.220.000.000 24.814.607.000 -

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 64

No Peruntukan/

Alokasi

Dana APBD (Juta Rupiah) DAK(Juta Rupiah)

Sumber Lain (Juta Rupiah) berupa hibah / swadaya

masyarakat, sponsor, perusahaan, dll Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) TOTAL 40.979.174.000 45.897.794.000 47.349.361.100 Penerangan Jalan Umum 1. Perbaikan Saluran Tutup (Trotoar) - - 400.000.000 2. Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) - 300.000.000 2.085.000.000 3. Pemeliharaan Rutin Penerangan Jalan Umum (PJU) - 1.700.000.000 375.000.000 TOTAL - 2.000.000.000 2.860.009.000

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 65

-2.3.6 Peningkatan Mutu Pelayanan

Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan pada tahun 2015 Dinas Perhubungan telah mengupayakan sistem pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Adapun Indek Kepuasan Masyarakat ( IKM ) adalah sebagai berikut :

Tabel II.36 Penilaian Indek Kepuasan Masyarakat

No Periode Penilaian Nilai IKM Predikat

1. Juni – Desember 12,25 Baik

2. Januari – Juni 12,14 Baik

Sumber: Dishubkominfo Kabupaten Pacitan (2016)

2.3.7 Peningkatan Kesadaran Masyarakat

Dalam rangka peningkatan kesadaran masyarakat khususnya kesadaran tertib Lalu Lintas dan Angkutan pada Tahun 2016 telah di laksanakan kegiatan, antara lain :

1. Kegiatan sosialisasi dan pembinaan kepada pengusaha dan pengemudi Angkutan serta lomba juru mudi dan awak angkutan umum teladan;

2. Kegiatan sosialisasi keselamatan transportasi darat dan laut (kapal ≤ 7 GT);

3. Lomba Pelajar Pelopor tertib lalu lintas; 4. Operasi penertiban.

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 66 Tabel II.37 Pencapaian Kinerja PelayananDinas Perhubungan

Kabupaten Pacitan NO ASPEK/FOKUS/BIDANG URUSAN/ INDIKATOR KINERJA PEMBANGUNAN DAERAH KONDISI KINERJA AWAL PERIODE RPJMD

REALISASI CAPAIAN 2011-2015 TARGET CAPAIAN 2016 REALISASI CAPAIAN 2016 2010 2011 2012 2013 2014 2015 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

ASPEK PELAYANAN UMUM

Fokus Layanan Urusan Wajib

7 Perhubungan

7.1 Jumlah arus penumpang angkutan umum

6.901.200 7.019.808 6.537.696 6.537.696 6.210.811 6.520.078 6.537.696 6.510.227

7.2 Jumlah ijin trayek yang dikeluarkan setiap tahun (%)

11 12 12 20 25 51 87 87

7.3 Jumlah wajib uji KIR 2.209 2.283 2.466 3.152 2.464 3.957 2.610 2.472

7.4 Jumlah pelabuhan laut/udara 2 3 3 3 3 3 3 3

7.5 Jumlah Terminal Bis/sub terminal

6 6 6 6 6 6 6 6

7.6 Jumlah Angkutan darat 8.668 9.470 7.519 7.652 8.570 8.483 7.820 8.873 7.7 Jumlah uji KIR angkutan

umum

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 67 7.8 Lama pengujian kelayakan

angkutan umum (KIR) (menit)

45 40 30 30 30 30 30 30

7.9 Tersedianya angkutan umum yang melayani wilayah yang telah tersedia jaringan jalan untuk jaringan jalan kabupaten/kota

- 19 59,19 74,37 70 73,4 75 73,4

7.10 Tersedianya angkutan umum yang melayani jaringan trayek yang menghubungkan daerah tertinggal dan terpencil dengan wilayah yang telah berkembang pada wilayah yang telah tersedia jaringan jalan

kabupaten/kota

- 25 43,24 60 43,32 62,8 60 62,8

7.11 Tersedianya halte pada setiap kab/kota yang telah dilayani angkutan umum dalam trayek

- 17 18 41,67 91,67 108 100 108

7.12 Tersedianya terminal angkutan penumpang pada setiap kab/kota yang telah dilayani angkutan umum

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 68 dalam trayek

7.13 Tersedianya fasilitas perlengkapan jalan (rambu, marka dan guardrill) dan penerangan jalan umum (PJU) pada jalan kabupaten/kota

- 26 34,9 60 46,7 60,00 60 60

7.14 Tersedianya unit pengujian kendaraan bermotor bagi kab/kota yang memiliki populasi kendaraan wajib uji minimal 4000(empat ribu) kendaraan wajib uji

- 30 56 60 38 60 60 61,8

7.15 Tersedianya SDM di bidang terminal pada kab/kota yang telah memiliki terminal

- 17 57 50 17 50 50 50

7.16 Tersedianya SDM di bidang pengujian kendaraan bermotor pada kab/kota yang telah melakukan pengujian berkala kendaraan bermotor

- 86 75 100 80 100 100 100

7.17 Tersedianya SDM di bidang MRLL, Evaluasi Andalalin,

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 69 Pengelolaan Parkir pada

Kab/kota

7.18 Tersedianya SDM yang memiliki kompetensi sebagai pengawas kelaikan

kendaraan pada setiap perusahaan angkutan umum

- 57 100 100 100 100 100 100

7.19 Terpenuhinya standar keselamatan bagi angkutan umum yang melayani trayek di dalam kab/kota

- 57 59,19 59,33 59,07 97,8 100 97,8

7.20 Terpenuhinya standar keselamatan kapal dengan ukuran dibwah 7 GT yang beroperasi pada lintas dalam kab/kota

- 10 55 60 71,62 100 100 100

7.21 Tersedianya SDM yang mempunyai kompetensi sebagai awak kapal

angkutan laut dengan ukuran dibawah 7 GT

- 40 33 55 55 100 100 100

7.22 % penerapan norma, standar, kebijakan bidang perhubungan

47 56 65 79 82 91 100 100

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 70 perhubungan dalam kondisi

baik

7.24 % angkutan laik jalan 71 77 73 74 74,24 75 75 75

7.25 % pemenuhan sarana prasarana perhubungan

13 46 58 72 87,5 90 92 90

7.26 Tersedianya fasilitas perlengkapan jalan (rambu, marka dan guardril) pada jalan Kabupaten (%)

26,09 27,8 27,01 28,29 28,62 29,12 39,82 33,78

25 Komunikasi dan Informatika

25.1 Jumlah jaringan komunikasi 24 34 171 108 88 118 188 118

25.2 Jumlah surat kabar nasional/lokal

3 3 3 3 3 5

5

5

25.3 Jumlah penyiaran radio/TV lokal

4 6 19 20 20 26

26

26

25.5 Cakupan pengembangan dan pemberdayaan KIM tingkat kecamatan (%)

17 17 17 17 17 91,67 100 100

25.6 Pelaksanaan diseminasi dan pendistribusian informasi nasional melalui:

25.7 Media massa seperti majalah, radio, dan tv (kali/th)

12 12 24 24 12 12 12 12

25.8 Media baru seperti website (media online)

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 71 25.9 Media tradisional seperti

pertunjukan rakyat (kali/th)

6 6 9 9 10 12 12 12

25.10 Media interpersonal seperti sarasehan, ceramah/diskusi, dan lokakarya (kali/th)

16 8 36 36 36 12 12 12

25.11 Media luar ruang seperti media buletin, leaflet, booklet, brosur, spanduk, baliho (kali/th)

12 51 36 36 36 12 12 12

25.12 Cakupan masyarakat yang terlayani TI (%)

45 47 54 60 62 75,3 83 80

25.13 % pengelolaan informasi publik

14 21 44 46 46 100 53 55

ASPEK DAYA SAING DAERAH

Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastuktur

1 Perhubungan

1.1 Rasio panjang jalan per jumlah kendaraan

0,00611 0,00895 0,00888 0,1186 0,00788 0,01219 0,01504 0,011654

1.2 Jumlah orang/ barang yang terangkut angkutan umum

- 11.849.010 11.857.260 11.871.100 10.683.990 10.873.146 11.872.260 10.855.174

1.3 Jumlah orang/barang melalui dermaga/bandara/ terminal per tahun

506.067 448.871 473.075 666.295 342.102 526.674 2.856.026 495.256

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 72 2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Organisasi

Perangkat Daerah

2.4.1 Tantangan Pengembangan Pelayanan

Didalam pengembang pelayanan Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan memiliki bebera tantangan yang dihadapi. Tantangan tersebut meliputi internal maupun eksternal Organisasi Perangkat Daerah

1) Weakness (Kelemahan)

a) Kurang optimalnya SDM pelaksana dari segi kualitas dan kuantitas;

b) Sarana dan prasarana yang kurang memadai; c) Mekanisme dan perencanaan kerja kurang optimal;

d) Belum optimalnya pengelolaan administrasi dan pelayanan publik yang masih tradisional walaupun sudah ada aplikasi sistem informasi;

e) Kurangnya dukungan dana operasional. 2) Treath (Ancaman)

a) Kondisi geografis yang bergunung-gunung sehingga sistem transportasi tidak efektif dan efisien;

b) Rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengujian

kendaraan bermotor, perijinan angkutan, dan ketertiban lalu lintas;

c) Sering terjadinya kecelakaan lalu lintas;

d) Kemacetan lalu lintas di pasar tumpah dan tanah longsor; e) Meningkatnya jumlah kendaraan.

2.4.2 Peluang Pengembangan Pelayanan

Selain tantangan ada beberapa hal yang menjadi kekuatan dalam pengembangan pelayanan Organisasi Perangkat Daerah.,

Kekuatan dan peluang pengembangan pelayanan bidang

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 73 1) Strength (Kekuatan)

a) Adanya peraturan perudang-undangan yang mendasari kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan;

b) Tersedianya sumber daya manusia yang telah mengikuti diklat teknis fungsional/struktural;

c) Terdapat sistem informasi yang mendukung pelayanan publik di Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan;

d) Motivasi dan dedikasi karyawan cukup tinggi. 2) Opportunity (Peluang)

a) Wilayah jaringan transportasi di wilayah kabupaten Pacitan cukup luas

b) Adanya dukungan stakeholder (Organda, BPTD,

Paguyuban dll)

c) Adanya program jalur lintas selatan (JLS)

d) Adanya dukungan dari APBD II,APBD I dan APBN e) Berkembangnya pusat perekoniman di wilayah

f) Berkembangnya jumlah kendaraan sehingga

meningkatkan PAD

g) Adanya perintisan transportasi laut dan udara.

Berdasarkan analisa lingkungan tersebut di atas maka dapat dilakukan analisa swot dengan mengitegrasikan kekuatan (S) – ,Kelemahan (W), - Peluang (O), dan – Ancaman (T), sebagai berikut:

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 74 Tabel II.38 ANALISA SWOT

A L I A L E

Strength/Kekuatan (S) Weakness/Kelemahan (W)

Adanya peraturan perudang-undangan yang

mendasari kinerja Dinas Kabupaten Pacitan

Tersedianya sumber daya manusia yang telah

mengikuti diklat teknis fungsional/struktural

Terdapat sistem informasi yang mendukung

pelayanan publik di Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan

Motivasi dan dedikasi karyawan cukup tinggi

Kurang optimalnya SDM pelaksana darisegikualitas

dan kuantitas

Sarana dan prasarana yang kurang memadai

Mekanisme dan perancanaan kerja kurang optimal

Belum optimalnya sistem pengelolaan administrasi

dan pelayanan yang masih tradisional walaupun sudah ada aplikasi sistem informasi

Kurangnya dukungan dana operasional

Opportunity/Peluang (O) SO WO

Wilayah jaringan transportasi di wilayah kabupaten

Pacitan cukup luas

Adanya dukungan stacke holder (Organda, BPTD,

Paguyuban dll)

Adanya program jalur lintas selatan (JLS)

Adanya dukungan dari APBD II,APBD I dan APBN

Berkembangnya pusat perekoniman di wilayah

Berkembangnya jumlah kendaraan sehingga

meningkatkan PAD

Adanya perintisan transportasi laut dan udara.

Mewujudkan kelancaran jaringan transportasi dan

program JLS

Meningkatkan pelayanan publik yang berorientasi

pada ketepatan, kecepatan dan kepuasan masyarakat dengan pelayanan berbasis Information Tecnology (IT)

Meningkatkan kerjasama dengan stacke holder

yang berkesinambungan

Meningkatkan kemampuan SDM yang proporsional

Meningkatkan sarana dan prasarana lalu lintas dan

angkutan jalan serta pelayanan publik

Meningkatkan sistem pelayanan dan administrasi

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 75

Threat/Ancaman(T) ST WT

Kondisi geografis yang bergunung-gunung

sehingga sistem transportasi tidak efektif dan efisien

Rendahnya kesadaran masyarakat dalam

pengujuan kendaraan bermotor, perijinan angkutan dan ketertiban lalu lintas.

Sering terjadinya kecelakaan lalu lintas

Kemacetan lalu lintas di pasar tumpah dan tanah longsor

Meningkatnya jumlah kendaraan

Meningkatkan kesadaran dan peran serta

masyarakat bidang lalu lintas dan angkutan jalan

Meningkatkan pembinaan dan penertiban lalu lintas

dan angkutan jalan

Efisiensi dalam penganggaran

Mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada

Mengoptimalkan SDM yang ada

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 76 BAB III

ISU - ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah

Beberapa permasalahan yang terkait dengan bidang Perhubungan sebagai berikut:

1. Kebutuhan sarana dan prasarana transportasi belum memadahi;

2. Tingginya tingkat kecelakaan di jalan raya;

3. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengujian

kendaraan bermotor, perijinan angkutan, dan ketertiban lalu lintas;

4. Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor khususnya

kendaraan bermotor pribadi.

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Penyusunan Rencana Strategis Perangkat Daerah sangat dipengaruhi dan merupakan penjabaran yang lebih detail dari perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Pacitan sehingga semua langkah-langkah yang disusun dalam Renstra Dinas Perhubungan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pacitan Tahun 2016 – 2021.

Visi Kabupaten Pacitan:

”MAJU DAN SEJAHTERA BERSAMA RAKYAT”

Misi Kabupaten Pacitan:

Sesuai dengan visi “Maju dan Sejahtera Bersama Rakyat”, maka

2016-Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 77 2021sebagai upaya yang ditempuh dalam mewujudkan visi, sebagaimana berikut :

Misi 1 : Profesionalisme birokrasi dalam rangka meningkatkan

pelayanan prima dan mewujudkan tata kelola

pemerintahan yang baik.

Misi 2 Meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan sosial masyarakat, melalui pembangunan bidang pendidikan,

bidang kesehatan, kesejahteraan sosial, dan

penanggulangan kemiskinan

Misi 3 : Meningkatkan daya saing daerah dengan memacu pertumbuhan ekonomi yang didukung ketersediaan infrastruktur yang memadai

Misi 4 : Mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis

Telaahan terhadap visi, misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah memberikan gambaran peran serta dan keterlibatan langsung Dinas Perhubungan . Hal ini ditunjukkan melalui:

a. Pernyataan misi ke 2: Meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan sosial masyarakat, melalui pembangunan bidang pendidikan, bidang kesehatan, kesejahteraan sosial, dan penanggulangan kemiskinan.

Pada misi kedua ini, Dinas Perhubungan berperan dalam kemudahan aksebilitas masyarakat, pengendalian terhadap polusi melalui pengawasan emisi gas buang kendaraan serta sarana keselamatan sekolah.

b. Pernyataan misi ke 3: Meningkatkan daya saing daerah dengan memacu pertumbuhan ekonomi yang didukung ketersediaan infrastruktur yang memadai.

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 78 Pada misi ketiga ini, Dinas Perhubungan berperan dalam

penyediaan angkutan, penyedian sarana prasarana

transportasi (terminal, halte, pelabuhan, dan bandara).

c. Pernyataan misi ke 4: Mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Pada misi keempat ini Dinas Perhubungan berperan dalam peningkatan aksesibiltas antar wilayah sehingga arus barang dan jasa di Kabupaten Pacitan dapat lancar sehingga pertumbuhan di berbagai bidang (ekonomi, pendidikan, kesehatan) dapat meningkat.

Selain telaahan terhadap visi dan misi Kepala Daerah terpilih yang telah diuraikan di atas, Dinas Perhubungan juga memiliki keterkaitan langsung dalam menunjang pelaksanaan pembangunan dalam bentuk program-program pembangunan, sebagai berikut:

a. Program pembangunan prasarana fasilitas perhubungan

b. Program rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana dan fasilitas LLAJ

c. Program peningkatan pelayanan angkutan

d. Program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan e. Program pengendaliandan pengamanan lalu lintas

f. Program peningkatan kelayakan pengoperasian kendaraan bermotor

3.3 Telaahan Renstra Kementerian/Lembaga 3.3.1 Renstra Kementerian Perhubungan

Kebijakan Umum Kementerian Perhubungan dalam

pembangunan dan penyelenggaraan transportasi (2015-2019) meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Menurunnya angka kecelakaan transportasi; Strategi:

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 79

 Peningkatan efektivitas pengawasan terhadap pemenuhan standar keselamatan transportasi;

 Peningkatan peran serta masyarakat dan badan usaha;

 Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana keselamatan transportasi;

 Penguatan kelembagaan.

2. Menurunnyajumlahgangguankeamanandalam penyelenggaraan transportasi;

Strategi:

 Peningkatan efektivitas pengawasan terhadap pemenuhan standar keamanan transportasi;

 Peningkatan koordinasi dalam rangka mencegah terjadinya tindakan melawan hukum di sektor transportasi.

3. Meningkatnya kinerja pelayanan sarana dan prasarana transportasi;

Strategi:

 Peningkatan kehandalan sarana dan prasarana transportasi sertapenataanJaringan / rute;

 Penyusunan pedoman standar pelayanan sarana dan

prasarana transportasi;

 Implementas istandar pelayanan public padasarana dan prasarana transportasi.

4. Terpenuhinya SDM Transportasi dalam jumlah dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan;

Strategi:

 Menyusun Man Power Planning SDM transpotasi;

 Menyusun Training Needs Analysis (TNA) SDM transportasi;

 Mengembangkan kapasitas diklat SDM transportasi;

 Menata regulasi penyelenggaraan diklat SDM transportasi;

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 80

 Meningkatkan penyerapan lulusan diklat transportasi. 5. Meningkatnya kualitas penelitian sesuai dengan kebutuhan;

Strategi:

 Peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya peneliti;

 Peningkatan sinergitas antara Badan Litbang Perhubungan dengan pengguna jasa penelitian;

 Peningkatan kerjasama penelitianan antar lembaga riset & industri;

 Penyempurnaan regulasi dan kelembagaan untuk penguatan peran Badan Litbang Perhubungan.

6. Meningkatnya kinerja capaian dalam mewujudkan good governance;

Strategi:

 Penuntasan agenda reformasi birokrasi;

 Integrasi system manajemen dan pelaporan kinerja dan keuangan;

 Penyederhaan perizinan dan penerapan e-government dilingkungan Kemenhub.

7. Meningkatnya penetapan regulasi dalam implementasi

kebijakan bidang perhubungan; Strategi:

 Pemetaan arah/kebutuhan kerangka regulasi;

 Peningkatan koordinasi dengan instansi lainnya;

 Percepatan penyusunan peraturan perundang-undangan;

 Percepatan pelaksanaan penyederhanaan dan harmonisasi regulasi dan evaluasi peraturan perundang-undangan yang tumpang tindih.

8. Menurunnya emisi gas rumah kaca (GRK) dan meningkatnya

penerapan teknologi ramah lingkungan pada sektor

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 81 Strategi:

 Pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang ramah lingkungan dan tahan terhadap dampak perubahan iklim;

 Pemanfaatan bahan bakar yang berbasis energi baru terbarukan;

 Penerapan system manajemen transportasi dalam rangka peningkatan penggunaan angkutan umum.

9. Meningkatnya kualitas kinerja pengawasan dalam rangka mewujudkan Clean Governance;

Strategi:

 Mengoptimalkan peran Inspektorat Jenderal sebagai consultant dan quality assurance;

 Peningkatan kualitas hasil pengawasan serta SDM

pengawasan.

10. Meningkatnya kapasitas sarana dan prasarana transportasi dan keterpaduan system transportasiant armoda/multimoda;

Strategi:

 Peningkatan kualitas perencanaan pembangunan sarana dan prasarana transportasi;

 Pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang berdasarkan outcomes;

 Pembangunan jaringan pelayanan yang terintegrasi

antarmoda;

 Mendorong pembangunan infrastruktur transportasi melalui kerjasama Pemerintah dan badan usaha serta melalui pembiayaan swasta;

 Penyiapan konsep dan implementasi angkutan laut dari barat ke timur Indonesia.

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 82 11. Meningkatnya layanan transportasi di daerah rawan bencana,

perbatasan, terluar, terpencil dan khususnya di wilayah timur Indonesia (WTI).

Strategi:

 Mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi guna memperkecil kesenjangan antar wilayah timur dan barat;

 Meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana transportasi;

 Penyediaan sarana angkutan keperintisan di wilayah perbatasan, terluar, terpencil dan rawanbencana.

3.3.2 Renstra Dinas Perhubungan Propinsi Jawa timur A. Program

1. Program Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Berdasarkan sasaran dan arah kebijakan tersebut di atas, maka langkah-langkah yang akan dilaksanakan dijabarkan ke dalam program-program pembangunan, yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu program prioritas dan penunjang, disertai kegiatan-kegiatan pokok yang akan dijalankan.

a) Program Prioritas Utama Program Pembangunan,

Pemeliharaan dan Perbaikan Prasarana dan Fasilitas LLAJ

Program ini bertujuan meningkatkan pembangunan,

pemeliharaan, dan perbaikan prasarana dan saran lalu lintas jalan raya untuk mendukung tercapainya system transportasi jalan yang memadai. Kegiatan pokok yang dilaksanakan dititikberatkan, antara lain, pada :

(1) Penataan sistem transportasi wilayah di Jawa Timur. (2) Peningkatan keselamatan transportasi jalan.

(3) Peningkatan pelayanan dan kelancaran angkutan umum dan barang, serta penanggulangan muatan lebih melalui penindakan secara tegas.

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 83 (4) Peningkatan dan pengembangan fasilitas jalan, serta

efektivitas peran dan fungsi jembatan timbang

b) Pembangunan transportasi berkelanjutan, terutama di perkotaan.

Program Penunjang Program Peningkatan Aksesibilitas Pelayanan Angkutan LLAJ

Program ini bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan angkutan lalu lintas jalan raya, yang aman, murah dan terjangkau. Kegiatan pokok yang dilaksanakan dititikberatkan, antara lain, pada:

(1) Pembangunan transportasi umum perkotaan, dan juga pedesaan, yang terpadu dan terjangkau, berbasis masyarakat dan wilayah.

(2) Peningkatan kesadaran masyarakat untuk

menggunakan angkutan umum.

(3) Pengembangan keterpaduan transportasi dan tata guna lahan dan demand management.

(4) Fasilitasi pengembangan angkutan massal berbasis jalan dan rel di perkotaan yang padat (Kota Metropolitan).

(5) Penyediaan pelayanan angkutan umum perintis, terutama bagi masyarakat di wilayah yang masih terisolasi dan daerah terpencil

(6) Pengembangan system kerja sama swasta dan

koperasi dalam pelayanan angkutan perintis

(pengadaan sarana dan operasi), dan angkutan perkotaan dan pedesaan yang berbasis masyarakat dan berwawasan lingkungan

c) Penataan untuk menciptakan kemudahan akses

transportasi antar-moda ke pelabuhan bandara,

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 84 2. Program Transportasi Laut

Transportasi laut mempunyai peran sangat penting bagi perekonomian Jawa Timur. Hampir 99% kegiatan ekspor-impor diangkut menggunakan transportasi laut. Transportasi laut juga sangat penting bagi pergerakan perdagangan antar pulau (dalam negeri) yang dilayani armada pelayaran nasional. Berdasarkan sasaran dan arah kebijakan tersebut diatas, maka langkah-langkah yang akan dilaksanakan dijabarkan kedalam program pembangunan prioritas dan penunjang, disertai kegiatan-kegiatan pokok yang akan dijalankan

a) Program Prioritas Program Pembangunan dan Perbaikan Prasarana dan Fasilitas Transportasi Laut

Progam ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitsa

prasarana transportasi laut untuk mendukung

pengembangan perekonomian Jawa Timur. Kegiatan pokok yang dilaksanakan dititik beratkan, antara lain pada:

(1) Pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan prasarana transportasi laut.

(2) Pengembangan pembangunan terminal peti kemas (3) Peningkatan pelayanan transportasi laut bagi wilayah

kepulauan

(4) Pemeliharaan dan Perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran (SNBP)

(5) Pengembangan usaha di bidang pelabuhan melalui kerjasama pihak swasta, out-sourching maupun public private partnership, pada lokasi pelabuhan potensial sebagai akses sentra produksi dan pemasaran komoditas antar-wilayah, termasuk untuk penumpang.

b) Program Penunjang Program Pembangunan dan

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 85 Program ini bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan transportasi laut yang nyaman, murah dan terjangkau. Kegiatan pokok yang dilaksanakan dititikberatkan, antara lain, pada

(1) Fasilitasi pembangunan pelabuhan laut di dearah (2) Fasilitasi pengopersian kapal laut perintis

3. Program Transportasi Udara

Transportasi udara memiliki keunggulan kecepatan dibanding moda transportasi lainnya, menjadi sarana transportasi bagi wisatawan, pengusaha, dan masyarakat. Transportasi udara di Jawa Timur perlu dikelola sesuai standart keselamatan penerbangan internasional dan interkoneksi dengan moda lainnya. Wisatawan mancanegara yang datang Jawa Timur menggunakan transportasi udara, karena itu untuk menarik wisatawan mancanegara, selain promosi tempat daerah tujuan wisata dan jaminan keamanan di daerah tersebut, diperlukan adanya jaminan keselamatan penerbangan di wilayah udara Indonesia. Jaminan itu dapat diwujudkan, baik oleh lembaga pemerintah pemegang otoritas pengelola transportasi udara maupun operator bandara dan perusahaan penerbangan dengan memenuhi standar keselamatan penerbangan Internasional yang telah ditetapkan oleh ICAO (Internasional Civil Aviation Organization)

Berdasarkan sasaran dan arah kebijakan tersebut di atas, maka langkah-langkah yang akan dilaksanakan dijabarkan kedalam program pembangunan prioritas dan penunjang, disertai kegiatan-kegiatan pokok yang akan di jalankan.

a) Program Prioritas Program Pembangunan dan Perbaikan Prasarana dan Fasilitas Transportasi Udara

Progam ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan transportasi udara di bandara yang sudah ada, serta

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 86 mengembangkan pembangunan prasarana transportasi udara di daerah-daerah potensial strategis untuk mendukung pengembangan perekonomian Jawa Timur. Kegiatan pokok yang dilaksanakan dititik beratkan, antara lain pada :

(1) Peningkatan dan pengembangan kualitas pelayanan transportasi udara di Bandara Juanda, baik terminal internasional maupun domestic.

(2) Pemeliharaan, dan perbaikan sarana prasarana

transportasi udara di Bandara juanda

(3) Fasilitasi revitalisasi lapangan udara Trunojoyo, Sumenep.

(4) Penyelesaian pembangunan Lapangan udara perintis di Kabupaten Pacitan dan Pulau Bawean, Kebupaten Gresik.

(5) Peningkatan sarana dan prasarana Bandara Militer Abdulrahman Saleh dan Iswahyudi untuk melayani penerbangan sipil

(6) Fasilitasi pembangunan lapangan udara di wilayah kabupaten / kota yang strategis dan potensial

b) Program Penunjang Program Pembangunan dan

Peningkatan Prasarana Transportasi Udara

Program ini bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan transportasi laut yang nyaman, murah dan terjangkau

Kegiatan pokok yang dilaksanakan dititikberatkan, antara lain, pada:

(1) Pembangunan jalan akses Bandara Abdurrahman Saleh, Malang

(2) Fasilitasi pembangunan Bendara Blimbingsari,

Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan 87 (3) Fasilitasi pembangunan Bandara Notohadinegoro,

Jember.

B. Prioritas Pembangunan

Proses Pembangunan pada dasarnya untuk mencapai berbagai tujuan untuk seluruh lapisan masyarakat, namun demikian, mengingat keterbatasan sumber daya yang ada, maka rencana pembangunan tidak dapat dilaksanakan secara serentak, sehingga diperlukan adanya prioritas pelaksanaan pembangunan. Penentuan prioritas pembangunan didasarkan pada pemikiran berikut ini:

1. Tingkat permasalahan yang ada di lapangan 2. Tingkat manfaat terhadap kebutuhan masyarakat 3. Multiplier effect terhadap kegiatan pembangunan 4. Efisiensi dan efektifitas kegiatan pembangunan

5. Kebijakan dan program strategis skala makro regional atau nasional

6. Ketersediaan sumber daya, baik sumber dana, Sumber Daya Manusia, teknologi maupun sumber daya pembangunan lainnya.

Berdasarkan kriteria tersebut, maka prioritas pembangunan Bidang Perhubungan dan Postel adalah sebagai berikut :

1. Prioritas pembangunan sangat mendesak

a. Pembangunan dan Penataan Angkutan Umum Perkotaan. b. Peningkatan standard an kualitas pelayanan yang

menyangkut aspek keamanan dan keselamatan, sehingga bisa menekan angka kecelakaan.

c. Pembangunan infrastruktur perhubungan dan LLAJ pada wilayah kepulauan dan wilayah selatan Jawa Timur.

d. Peningkatan Kapasitas pelabuhan Tanjung Perak untuk jangka Pendek dan Pembangunan pelabuhan Peti Kemas di Tanjung Bulu Kab. Bangkalan

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS (Halaman 71-96)

Dokumen terkait