(PNBP) BLU Biaya Langsung
B.3 Program, Kegiatan dan Output Tahun 2019
Secara administratif pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BLU Pusat P2H merupakan bagian dari pelaksanaan Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis lainnya Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Kegiatan BLU-Pusat P2H yang ditetapkan adalah Pembiayaan Pembangunan Hutan. Adapun kerangka kebijakan pencapaian target pembiayaan usaha kehutanan dan investasi lingkungan adalah:
a. Memperluas kemitraan dalam pelayanan usaha kehutanan dan investasi lingkungan yang efektif dan efisien;
b. Meningkatkan portofolio layanan pembiayaan kehutanan dan investasi lingkungan (on farm atau off farm) untuk meningkatkan hasil hutan kayu, bukan kayu dan jasa lingkungan serta meningkatkan efisiensi proses produksi dan pemanfaatan sumberdaya yang berkelanjutan;
c. Menjadikan Pusat P2H sebagai organisasi pembelajar (continual improvement);
d. Meningkatkan akuntabilitas publik dalam pelayanan FDB dengan melibatkan tanaga profesional yang kredibel dan akuntabel (bersesertifikat) dalam penyiapan dan penilaian calon penerima FDB;
e. Penguatan kapasitas kelembagaan Pusat P2H dalam pelayanan pembiayaan usaha kehutanan dan investasi lingkungan;
f. Pengelolaan keuangan yang menjamin kesinambungan pembiayaan dana bergulir secara prudent dan professional;
g. Membangun citra Pusat P2H (branding image) yang merefleksikan 7(tujuh) nilai dasar Pusat P2H meliputi integritas, professional, komitmen, kerjasama, service oriented, disiplin, kerja keras dan kerja cerdas dalam pelayanan.
Adapun Jenis Layanan yang diemban ada 2(dua) program layanan:
1) Layanan Pembiayaan Usaha Kehutanan On Farm yang meliputi:
a) Pembiayaan Usaha Hutan Tanaman Rakyat (HTR);
b) Pembiayaan Usaha Hutan Rakyat (HR);
c) Pembiayaan Usaha Hutan Tanaman Industri (HTI);
d) Pembiayaan Usaha Hutan Deasa (HD);
e) Pembiayaan Usaha pemanfaatan Hasil Htan Bukan Kayu (HHBK);
f) Pembiayaan Usaha Pemanfaatan hutan alam dengan teknik pengayaan Silin; dan
g) Pembiayaan Usaha Restorasi Ekosistem (RE)
Prioritas layanan untuk pengembangan UMKN meliputi HTR, HKm, HD, HHBK, dan HR
29 2) Layanan Pembiayaan Usaha Kehutanan Off Farm, meliputi:
a). Pembiayaan usaha pembibitan b). Pembiayaan sarana produksi
Output Kegiatan adalah Nilai Komitmen pembiayaan fasilitas dana bergulir untuk mitra pembangunan hutan.
Sasaran umum adalah Nilai komitmen pembiayaan fasilitas dana bergulir minimal Rp2 T untuk mitra pembangunan hutan pada KPH, dan non KPH (HTR, HKm, HD, HR dan Off Farm)
Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) yaitu:
1. Jumlah Dana yang terkomitmen Pembiayaan FDB kepada mitra kerja KPH dan Non KPH (HKm, HD, HR, dan Hutan Tanaman) sebesar Rp500.000.000.000,-
2. Jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BLU Pusat P2H sebesar Rp. 130.800.000.000,-
Agar Kegiatan, Sasaran dan Indikator Kinerja Kegiatan dapat dilaksanakan pada tingkat operasional, maka ditetapkan Unit Kegiatan yaitu:
1. Analisis Pembiayaan Kehutanan
2. Analisis Pembiayaan Usaha Kehutanan Off Farm
3. Operasionalisasi Pembiayaan Kehutanan dan Usaha Kehutanan Off Farm 4. Pengelolaan Keuangan dan umum
Selanjutnya untuk mencapai Kegiatan, ditetapkanlah Sasaran Unit Kegiatan untuk setiap bidanga Bidang dan Bagian lingkup Pusat P2H yaitu untuk:
1. Unit Kegiatan Analisis Pembiayaan Usaha Kehutanan On Farm (UK1) dengan Sasaran “Terlaksananya analisis pembiayaan dana bergulir untuk usaha kehutanan sesuai prosedur yang berlaku” dengan Kegiatan :
a. Penyiapan calon penerima FDB b. Penilaian proposal
c. Mobilisasi tenaga lapangan
d. Peningkatan kapasitas penilai proposal FDB e. Pelaksanaa Evaluasi Kinerja Penerima FDB
2. Unit Kegiatan Analisis Pembiayaan Usaha Kehutanan Off Farm (UK2) dengan Sasaran “ Terlaksananya analisis pembiayaan dana bergulir untuk usaha kehutanan off farm sesuai prosedur yang berlaku” dengan Kegiatan:
a. Penyiapan penerima FDB b. Penilaian proposal
c. Evaluasi Kinerja Penerima FDB Pembiayaan Usaha Kehutanan Off Farm 3. Unit Kegiatan Operasionalisasi Pembiayaan Kehutanan On Farm dan Usaha Kehutanan Off Farm (UK3) dengan Sasaran “ Terlaksananya penyaluran, evaluasi penerima FDB dan pengendalian resiko yang tepat
30 sasaran sesuai ketentuan yang berlaku” dengan Kegiatan :
a. Persiapan perikatan dengan mitra KPH/non KPH/BUMN b. Pelaksanaan perikatan dengan mitra KPH/non KPH/BUMN c. Penagihan Pengembalian FDB
d. Pelaksanaan Pengelolaan Resiko/pembahasan komite dan Kepatuhan Penerima FDB
e. Monitoring Kinerja Penerima FDB
f. Pendampingan Debitur Pinjaman Tunda Tebang dalam rangka Pemasaran Hasil Hutan
g. Pembahasan/penyusunan/penyempurnaan
peraturan/pedoman/juknis/pedoman penanganan pembiayaan FDB bermasalah
h. Pembinaan/Penguatan Kelembagaan Penerima FDB i. Pembahasan Ketentuan Pembiayaan Penerima FDB
4. Unit Kegiatan Pengelolaan Keuangan dan Umum dengan Sasaran
“Terlaksananya pengelolaan keuangan dan umum sesuai ketentuan yang berlaku” dengan Indikator Kegiatan :
a. Penyusunan/penyempurnaan dokumen RSB/RBA/RKA-KL b. Penyusunan/review keuangan keuangan
c. Pelaksanaan Audit Kinerja Penerima FDB/BLU Pusat P2H d. Pengembangan Kelembagaan BLU Pusat P2H
e. Administrasi Umum dan Ketatausahaan f. Kehumasan BLU Pusat P2H
g. Pelaksanakan Satuan Pengendalian Internal
h. Pelaksanaan penyusunan/penyiapan dokumen pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja pusat
i. Rekonsiliasi Penyaluran dan Pengembalian FDB/Pembinaan Pengelolaan Keuangan Penerima FDB (Bagi Hasil/Pinjaman)
j. Rapat koordinasi pembahasan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) non layanan/layanan
2. Basis Kas
Basis Akuntansi yang digunakan dalam penyusunan anggaran Satker BLU Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan berdasarkan Basis Kas, yang berarti bahwa pendapatan diakui pada saat Kas diterima oleh Satker BLU, serta belanja pada saat kas dikeluarkan dari Satker BLU.
3. Basis Akrual
Basis Akuntansi yang digunakan dalam rangka perhitungan biaya layanan per unit kerja berdasarkan Basis Akrual, yang berarti biaya diakui dan dicatat saat terjadinya transaksi tanpa memperhatikan saat kas dibayarkan atau belum oleh Satker BLU seperti biaya penyusutan dan biaya dibayar dimuka.
Terkait dengan hal ini, tarif layanan BLU Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan pada Kementerian Kehutanan telah ditetapkan dengan Paraturan Menteri Keuangan RI Nomor 138/PMK.05/2012 tanggal 24 Agustus 2012 Jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.05/2015 tanggal 8 Juni 2015.
31
C. Ambang Batas Belanja BLU Dana operasional yang tersedia :
Tabel 17 Ambang Batas Belanja BLU
No. Tahun Total Anggaran/sumber Realisasi/
Prognosa %
BLU Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan mendapat alokasi anggaran dari PNBP BLU terhitung mulai sejak tahun 2012 dengan peningkatan kenaikan anggaran di tahun 2013 sebesar 128,25% dan selanjutnya peningkatan sebesar 15%, namun ditahun 2015 terjadi peningkatan anggaran yang sangat tinggi diluar usulan sehingga pencapaian penyerapan hanya 35,76% namun secara nominal sesuai dengan target yang diharapkan yaitu Rp36,062 Milyar, sedangkan pertumbuhan PNBP BLU terjadi kenaikan yang sangat significan sampai dengan tahun 2016. Tahun 2017 terjadi penurunan sejalan dengan meningkatnya penyaluran Dana Bergulir kepada masyarakat, namun masih terjadi surplus pendapatan dibanding dengan rencana pengeluaran, sebagaimana tertuang pada rencana PNBP per tahun sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2021 yaitu:
Tabel 18 Rencana PNBP per tahun sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2021
No. Tahun Target Realisasi/ Penurunan PNBP BLU Pusat Pembiayaan Pembangunan di Tahun 2018 dibanding tahun 2017, sejalan dengan meningkatnya penyaluran dana bergulir yang mengakibatkan berkurangnya dana idle kas. Disamping itu Kebijakan Pemerintah menurunkan suku bunga deposito dilevel 6,00% tahun 2017, dan diawal tahun 2018 sampai dengan akhir bulan Maret tingkat bunga deposito 6,00% dan ini diperkirakan akan terus menurun dengan membaiknya ekonomi Nasional.
Namun penerimaan dapat meningkat dengan adanya pengembalian dana bergulir yang telah jatuh tempo dan pengembalian angsuran dana bergulir berikut jasa layanan yang diperkirakan meningkat ditahun 2019, sehingga
32 penerimaan tahun 2019 penerimaan layanan meningkat lebih baik dari tahun 2018. Dari hasil Pendapatan BLU 2(dua) tahun terakhir dan perkembangan peningkatan kebutuhan pembiayaan operasional BLU untuk pelayanan, maka ambang batas yang diperoleh sebesar 100% dari jumlah PNBP tahun 2019.