• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA BISNIS ANGGARAN (RBA) DEFINITIF REVISI 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA BISNIS ANGGARAN (RBA) DEFINITIF REVISI 1"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA BISNIS ANGGARAN (RBA) DEFINITIF

REVISI 1

BLU PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

BADAN LAYANAN UMUM PUSAT P2H www.blup3h.id

2019

TAHUN

d e f i n i t i v e

PROMiSe BLUProfesional, Melayani, Bersinergi

(2)

LEMBAR PERSETUJUAN RBA DEFINITIF (Revisi-1)

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 92/PMK.OS/2011 bahwa RBA dan Ikhtisar RBA ditandatangani oleh Pemimpin BLU, diketahui oleh Dewan Pengawas dan disetujui Menteri/Pimpinan Lembaga.

RBA definitif (Revisi-1) Tahun 2019 merupakan acuan pelaksanaan kegiatan BLU Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan Tahun 2019, dalam melaksanakan kegiatan dan pencapaian kinerja layanan.

Mengetahui : Disusun oleh :

Ketua Dewan Pengawas Ke al Pusat P2H,

Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM.

NIP. 19640930 198903 1 001

~nhlllng Hendroyono, MM.

~-""' 30 198903 1 001

-

o Rahmadi, M.Sc 198903 1 001

(3)

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, BLU - Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan telah merevisi Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Definitif Tahun 2019.

Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Definitif Tahun 2019 Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (BLU-Pusat P2H) disusun berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-20/PB/2012 tentang Pedoman Teknis Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran Satuan Kerja Badan Layanan Umum. Revisi RBA ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dari PPK-BLU dan perubahan pada DIPA BLU Pusat P2H dan Kontak Kinerja dengan Kementerian Keuangan Tahun Anggaran (TA) 2019 .

Dengan dilakukannya revisi RBA Definitif ini, diharapkan penyusunan rencana kegiatan pelaksanaan tugas BLU-Pusat P2H tahun 2019 khususnya dalam mendukung pembiayaan pembangunan hutan tanaman dapat berjalan lebih efektif dan berkualitas.

April 2019

ntio Rahmadi, M.Sc

13 198903 1 001

(4)

v

RINGKASAN EKSEKUTIF

Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (Pusat P2H) didirikan berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.31/Menhut-II/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan. Pusat P2H ditetapkan sebagai instansi pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK- BLU) dengan status Badan Layanan Umum Bertahap (BLU Bertahap) berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 137/KMK.05/2007, yang selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.

105/KMK.05/2010 statusnya ditingkatkan menjadi BLU Penuh. Tahun 2014 terjadi penggabungan Kementerian Kehutanan dengan Kementerian Lingkungan Hidup menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P. 18/MenLHK-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan terjadi penambahan 1(satu) Bidang yaitu Bidang Pembiayaan Investasi Lingkungan.Namun hingga tahun 2018, pembiayaan investasi lingkungan belum dpat dialksanakan. Oleh karena itu, pembiayaan investasi lingkungan difokuskan pada kegiatan off farm yang mendukung kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan.

Fasilitas Dana Bergulir (FDB) yang tersedia sejak tahun 2008 sebesar Rp2.014.582.699.000,- digunakan untuk memberikan dukungan bagi pembangunan hutan tanaman baik di dalam maupun di luar kawasan hutan. Penyaluran Dana Begulir ke dalam kawasan hutan diberikan kepada pemegang ijin (HTR, HTI, HD, HKm, Silin, HHBK) sedangkan penyaluran di luar kawasan hutan diberikan kepada pemilik lahan HR dan pengelola HR yang telah mendapat hak pengelolaan dari pemilik lahan HR. Penerima Fasilitas Dana Bergulir dapat berupa perorangan yang tergabung dalam kelompok tani, koperasi, BUMD, BUMN maupun BUMS. Kondisi Keuangan Dana Bergulir pada BLU Pusat P2H sampai dengan Desember 2018, dengan rincian:

• Dana Terkomitmen s.d 2018 Rp Rp 1.729.727.534.780,-

• Dana tersalurkan s.d 2018 sebesar Rp 768.030.323.087,-

• Sisa Dana (Pokok-komitmen) Rp 284.855.164.220,- Pencapaian Kinerja tahun 2018 sesuai dengan kontrak kinerja antara Kepala Pusat P2H dengan Kementerian Keuangan sampai dengan Desember 2018 telah melampaui target yang ditetapkan. Pencapaian kinerja 2018 disajikan pada tabel berikut:

(5)

vi

No. Sasaran Strategis Target 2018 Kondisi s/d Desember 2018 Satuan Jumlah

1 Pembiayaan FDB 1. On Farm 2. Off Farm

3. Lembaga Perantara

Rupiah Rupiah Rupiah

425.000.000.000

75.000.000.000 354.867.790.933 50.890.473.456 275.000.000.000

Total Nilai Komitmen 500.000.000.000 680.758.264.389

2 Penyaluran FDB.

1. On Farm

2. Off Farm Rupiah

Rupiah 243.891.940.409

45.871.696.200

Total Penyaluran 250.000.000.000 289.763.636.609

3 Pendapatan 1. Layanan

2. Non Layanan Rupiah

Rupiah 1.744.282.772

127.965.717.228 2.674.985.199 141.698.574.493,79

Total Pendapatan 129.710.000.000 144.373.559.692,79

4 Sistem IT % 100 70

Total IT 100 70

5 Penilaian Proposal

a. Pembiayaan Usaha Kehutanan

b.Pembiayaan Investasi Lingkungan (Off Farm)

Proposal Proposal

230 20

261 51

Jumlah proposal 250 312

Pencapaian target pada tahun 2018 diharapkan dapat terus ditingkatkan terutama pada pencapaian indikator yang belum mencapai target. Oleh karena itu pada tahun 2019, BLU Pusat P2H menetapkan target kinerja tahun 2019 sebagai berikut:

No Indikator Kinerja Uraian Indikator

Kinerja Utama Target

1 Terlayaninya Permohonan Dana Bergulir

Nilai Pembiayaan Pinjaman Dana Bergulir yang dikomitmenkan

Rp500.000.000.000,-

2 Penyelenggaraan Penyaluran Dana yang efektif

Realisasi Penyaluran

Dana Bergulir Rp450.000.000.000,-

3 Rasio Dana Bergulir

Diragukan Tertagih 5%

4 Realisasi Pendapatan

BLU Realisasi PNBP BLU Rp130.800.000.000,-

5 Peningkatan pengelolaan Badan Layanan Umum yang berkesinambungan

Penyelesaian rekomendasi hasil monitoring dan evaluasi dari Direktorat

Pembinaan Pegelolaan Keuangan Badan Layanan Umum secara tepat waktu yang memadai dan sesuai dengan ketentuan

80%

(6)

vii Dana operasional untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Komitmen dan Penyaluran FDB tahun 2019 yaitu sebesar Rp80,487 Milyar, yang direncanakan bersumber dari PNBP BLU Tahun berjalan (Tahun 2019) dengan Unit Kegiatan yang ditetapkan yaitu :

1. Analisis Pembiayaan Kehutanan

2. Analisis Pembiayaan Kehutanan Off Farm

3. Operasionalisasi Pembiayaan Kehutanan on farm dan off farm 4. Pengelolaan Keuangan dan Umum

No Indikator Kinerja Uraian Indikator

Kinerja Utama Target

6 Pengembangan Sistem Informasi BLU dan Pemanfaatan Teknologi secara Optimal

Persentase Penyelesaian Modernisasi Pengelolaan BLU

70%

(7)

iii

DAFTAR ISI

Lembar Persetujuan . . . . . . . .. . . i Kata Pengantar . . . ii Daftar Isi . . . Daftar Tabel . . .

iii iv Ringkasan Eksekutif . . . v

Bab I Pendahuluan 1

1. Umum . . . 1 2. Visi, Misi dan sasaran Strategis . . . 2 3. Budaya BLU-Pusat P2H . . . 2 4. Struktur Organisasi, Susunan Pejabat Pengelola BLU-

Pusat P2H dan Dewan Pengawas . . . 3

Bab II Kinerja BLU-Pusat P2H Tahun Berjalan (2018) dan Rencana Bisnis dan Anggaran BLU-Pusat P2H TA. 2019 7 A. Gambaran Kondisi Satker BLU Pusat P2H . . . 7 B.

C.

D.

Pencapaian Kinerja dan Target Kinerja Satker BLU-Pusat P2H . . . Ambang Batas Belanja BLU . . . Prakiraan Maju Pendapatan dan Prakiraan Maju Belanja..

14 31 32 Bab III Penutup . . . 35

(8)

iv

DAFTAR TABEL

Tabel 1

Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10

Tabel 11

Tabel 12 Tabel 13

Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18

Tabel 19 Tabel 20

Susunan Pejabat Pengelola dan Pegawai BLU-Pusat

P2H...

Susunan keanggotaan Dewas BLU Pusat P2H...

Pendapatan BLU Pusat P2H Tahun 2018………...

Volume Layanan Sesuai Tenor...

Pencapaian Kinerja tahun 2018...

Pencapaian Target Jumlah Proposal FDB Tahunan TA 2018…

Rincian Pendapatan BLU Pusat P2H tahun 2018...

Rincian Belanja Per Unit Kegiatan...

Sasaran Bidang Pelayanan……...

Ikhtisar Target Pendapatan menurut Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2019...

Ikhtisar Belanja/Pembiayaan menurut Program dan Kegiatan TA 2019...

Pendapatan dan Belanja Agregat 2019………

Perhitungan Biaya Layanan Per Unit Kegiatan Tahun

Anggaran 2019...

Sasaran Aspek Administrasi………

Sasaran Aspek Sumber Daya Manusia...

Sasaran Aspek Organisasi...

Ambang Batas Belanja BLU...

Rencana PNBP per tahun sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2021 ...

Prakiraan Maju Pendapatan BLU ...

Prakiraan Maju Belanja BLU ...

4 6 10 13 15 15 16 17 18

21

22 23

24 25 26 27 31

31 33 34

(9)

1 BAB I

PENDAHULUAN 1. Umum

Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (Pusat P2H) didirikan berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.31/Menhut-II/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan. Pusat P2H ditetapkan sebagai instansi pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) dengan status Badan Layanan Umum Bertahap (BLU Bertahap) berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.

137/KMK.05/2007, yang selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 105/KMK.05/2010 statusnya ditingkatkan menjadi BLU Penuh.

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.

P.18/MenLHK-II/2015 pasal 1450 – 1469, ditetapkan bahwa:

a. Pusat P2H berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, secara teknis dibina oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan serta secara administratif dibina oleh Sekretaris Jenderal.

b. Pusat P2H mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan, serta penyaluran dan pengembalian Dana Bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman.

Sumber pendanaan BLU Pusat P2H adalah dari Dana Reboisasi yang ditampung di Rekening Pembangunan Hutan (RPH), berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Kehutanan No.04/PMK.02/2012 &

PB.1/Menhut-II/2011 tentang pengelolaan DR dalam RPH. Dana bergulir diperuntukan bagi pembangunan dan pemeliharaan tanaman Hutan Rakyat (HR), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Tanaman Industri (HTI), Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa (HD), Usaha pemanfaatan HHBK, Pengayaan tegakan di hutan alam pada kawasan hutan produksi dengan teknik Silin, dan Restorasi ekosistem. Pola penyaluran Dana Bergulir dapat menggunakan skema pinjaman, skema bagi hasil, dan pola syariah.

Keberadaan Dana Bergulir untuk pembangunan hutan yang dikelola Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat terutama di daerah pedesaan maupun masyarakat disekitar hutan sesuai Visi dan Misi Presiden yang dijabarkan kedalam Program dan Kegiatan yang tertuang dalam salah satu Nawa Cita Presiden dan Wakil Presiden yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan; dan Meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing dipasar internasional.

(10)

2 2. Visi dan Misi Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan

Hutan (BLU Pusat P2H) Visi BLU-Pusat P2H yaitu:

“Menjadi Pusat pembiayaan yang profesional dan terpercaya untuk mendukung usaha kehutanan dan investasi lingkungan”.

Misi:

1. Membangun jejaring pembiayaan untuk usaha kehutanan dan investasi lingkungan , terutama skala mikro, kecil dan menengah;

2. Mewujudkan pelayanan prima dalam pembiayaan usaha kehutanan dan investasi lingkungan yang didukung oleh organisasi yang handal, SDM yang profesional, sarana prasarana yang memadai dan pengelolaan keuangan yang akuntabel.

3. Mendukung program perhutanan sosial melalui pembiayaan fasilitas dana bergulir untuk mitra pembangunan hutan pada KPH dan Non KPH (HKm, HD, HR, dan Hutan Tanaman).

3. Budaya BLU-Pusat P2H

Dalam melaksanakan tugas sehari-hari seluruh pejabat dan karyawan pengelola BLU-Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan mengedepankan budaya kerja sebagai berikut :

a. Integritas : membangun kepercayaan dengan kejujuran, tanggungjawab, moral, dan satu kata dengan perbuatan serta selalu berusaha menjadi bagian tidak terpisahkan dari pencapaian visi dan misi BLU Pusat P2H;

b. Profesional : Menjalankan tugas sesuai dengan keahlian, keterampilan dan pengetahuan di bidangnya untuk mencapai kinerja terbaik dengan tetap menjunjung tinggi kode etik Pegawai BLU Pusat P2H;

c. Komitmen : Menjunjung tinggi nilai-nilai institusi BLU Pusat P2H dan bertanggungjawab dengan sepenuh hati;

d. Kerjasama (team work) : Kerjasama yang dilandasi semangat saling menghargai dan menghormati untuk mencapai yang terbaik;

e. Berorientasi pada Pelayanan (service oriented) : Memberikan layanan terbaik kepada masyarakat pengguna jasa BLU Pusat P2H dengan sikap ramah, sopan, tulus dan rendah hati sehingga dapat memberikan kepuasan;

f. Disiplin : Melaksanakan tugas dengan mengoptimalkan waktu untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien;

g. Kerja Keras, Kerja Cerdas dan kerja ikhlas : Melaksanakan tugas dengan segala upaya untuk mencapai hasil yang terbaik.

(11)

3 4. Struktur Organisasi, susunan Pejabat Pengelola BLU-Pusat P2H dan

Dewan Pengawas

a. Struktur Organisasi BLU P3H

Struktur organisasi BLU Pusat P2H ditetapkan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.18/MenLHK-II/2015 pasal 1450- 1469.

Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan

Bagian Keuangan dan Umum

Bidang Analisis Pembiayaan Kehutanan

Subbidang Analisis Pinjaman

Subbidang Analisis Bagi Hasil dan

Syariah

Bidang Analisis Pembiayaan Investasi Lingkungan

Subbidang Analisis Teknis

Subbidang Analisis Finansial

Bidang Operasional

Subbidang Hukum dan Perikatan

Subbidang Monitoring dan

Evaluasi Kelompok Jabatan

Fungsional

Subbagian Perencanaan dan Keuangan

Subbagian Umum STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN

(Berdasarkan PERMENLHK No: P18/MenLHK-II/2015)

SPI (Satuan Pengendalian Intern)

Dewas Pusat P2H

(12)

4 b. Pejabat Pengelola

1) Susunan Pejabat Pengelola dan Pegawai BLU-Pusat P2H sebagaimana pada Tabel 1.

Tabel 1. Susunan Pejabat Pengelola BLU-Pusat P2H

Jabatan Nama

Kepala Pusat Pembiayaan

Pembangunan Hutan Ir. Agus Isnantio Rahmadi, M.Sc.

Kepala Bagian Keuangan dan

Umum Ir. Karman, MM.

Kepala Sub Bagian Perencanaan

dan Keuangan PM

Kepala Sub Bagian Umum M. Zakat Anugrah, S.Hut., M.Si Kepala Bidang Analisis Pembiayaan

Kehutanan Drs. Djoko Purnomo, MM.

Kepala Sub Bidang Analisis

Pinjaman Zubaidi Susanto, S. Hut.

Kepala Sub Bidang Analisis Bagi

Hasil dan Syariah Dinni Malati Indriasti, S.Hut.

Kepala Bidang Analisis Pembiayaan

Investasi PM

Kepala Sub Bidang Analisis Teknis Ir. Katrina Ginting Kepala Sub Bidang Analisis

Financial Sri Saptaningsih, ST

Kepala Bidang Operasional Ir. Petrus Daru Darmojo, M.Hut Kepala Sub Bidang Hukum dan

Perikatan Drs. P. Sihombing, M.Si

Kepala Sub Bidang Monitoring dan

Evaluasi Edy Subiyanto, S.Hut.T., M.Si.

2) Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.18/MENLHK-II/2015, pejabat pengelola BLU Pusat P2H masing-masing mempunyai tugas sebagai berikut:

a. Kepala Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan bertugas melaksanakan pengelolaan keuangan serta penyaluran dan pengembalian dana bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman

b. Kepala Bidang Analisis Pembiayaan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan analisis pembiayaan dana bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman.

c. Kepala Bidang Analisis Pembiayaan Investasi Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kegiatan, analisis teknis dan analisis pembiayaan untuk investasi lingkungan

d. Kepala Bidang Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyaluran, evaluasi kinerja penerima pembiayaan dan pengendalian resiko pembiayaan dana bergulir skema pinjaman, bagi hasil dan syariah.

e. Kepala Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas

(13)

5 melaksanakan penyusunan program dan anggaran, pengelolaan keuangan, ketatausahaan, rumah tangga dan kehumasan.

f. Kepala Subbidang Analisis Pinjaman mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan dalam rangka analisis proposal pembiayaan dana bergulir skema pinjaman langsung atau melalui lembaga perantara serta pengelolaan data dan informasi pembiayaan dana bergulir skema pinjaman.

g. Kepala Subbidang Analisis Bagi Hasil dan Syariah mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan dalam rangka analisis proposal serta pengelolaan data dan informasi pembiayaan dana bergulir skema bagi hasil dan syariah untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman.

h. Kepala Subbidang Analisis Teknis mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan penyiapan penyusunan rencana kegiatan, analisis kelayakan teknis lingkungan, menyusun daftar teknologi ramah lingkungan, menentukan indikator keberhasilan lingkungan serta pengelolaan data dan informasi serta pendampingan penyusunan proposal.

i. Kepala Subbidang Analisis Finansial mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan penyiapan penyusunan rencana kegiatan, analisis kelayakan finansial, dan kelayakan usaha, kesesuaian harga, serta pengelolaan data dan informasi serta pendampingan penyusunan proposal.

j. Kepala Subbidang Hukum dan Perikatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan penelaahan hukum, perjanjian, penyiapan naskah perjanjian, perikatan perjanjian pengelolaan dana bergulir.

k. Kepala Subbidang Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan monitoring, evaluasi kinerja penerima pembiayaan dana bergulir.

l. Kepala Subbagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata laksana keuangan, penyusunan rancangan rencana strategis bisnis dan rencana bisnis dan anggaran, penyiapan dokumen pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Pusat serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rencana strategi bisnis, rencana bisnis dan anggaran dan dokumen pelaksanaan anggaran.

m. Kepala Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan sistem informasi manajemen, pengelolaan urusan ketatausahaan, perlengkapan, kepegawaian dan kehumasan.

c. Dewan Pengawas

1) Dewan Pengawas BLU Pusat P2H ditetapkan dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. SK.431/MenLHK-Setjen/2015, dengan susunan sebagaimana tabel berikut:

(14)

6 Tabel 2

Susunan keanggotaan Dewas BLU Pusat P2H.

Jabatan Nama Jumlah Orang Kebutuhan

Ketua Dewan

Pengawas Ir. Bambang Hendroyono, MM 1 1

Anggota Dewan Pengawas

1. Dr.Ir. Ida Bagus Putera Parthama, M.Sc.

2. Drs. Agung Widiadi, M.Sc.

3. Dra. Niken Pudyastuti, M.M.

4. Dr.Ir. Arief Daryanto, M.Ec.

4 4

Sekretaris

Dewas Drs. Suwarto, MM. 1 1

2) Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan PMK. 109/PMK.05/2007 tentang Dewan Pengawas Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan, diatur Kewenangan Dewan Pengawas sebagai berikut:

a. Memberikan pendapat dan saran kepada Menteri Kehutanan Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengenai Rencana Strategi Bisnis serta Rencana Bisnis dan Anggaran yang diusulkan oleh Pejabat Pengelola Pusat Pembiayaan Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

b. Melaporkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan apabila terjadi gejala menurunnya kinerja Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan;

c. Mengikuti perkembangan kegiatan Pusat Pembiayaan Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, memberikan pendapat dan saran kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengenai setiap masalah yang dianggap penting bagi pengelolaan Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan;

d. Memberikan saran/masukan kepada Pejabat Pengelola Pusat Pembiayaan Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan; dan e. Memberikan masukan, saran atau tanggapan atas laporan keuangan

dan laporan kinerja Pusat Pembiayaan Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Pejabat Pengelola Pusat Pembiayaan Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

3) Tugas Dewan Pengawas:

Melakukan pengawasan terhadap pengelolaan Badan Layanan Umum yang dilakukan oleh Pejabat Pengelola Badan Layanan Umum mengenai pelaksanaan Rencana Strategi Bisnis, Rencana Bisnis dan Anggaran dan Peraturan Perundang-undangan.

(15)

7 BAB II

KINERJA BLU-PUSAT P2H TAHUN BERJALAN (2018) DAN RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN

BLU-PUSAT P2H TAHUN 2019 A. Gambaran Kondisi BLU-Pusat P2H

1. Kondisi Internal BLU-Pusat P2H a. Pelayanan

1) Pembiayaan Pembangunan Hutan

Fasilitas Dana Bergulir (FDB) dimaksudkan untuk memberikan dukungan permodalan bagi pembangunan hutan tanaman baik di dalam maupun di luar kawasan hutan.

Berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Kehutanan No.04/PMK.02/2012 & PB.1/Menhut-II/2011 tentang pengelolaan DR dalam RPH, diatur sebagai berikut:

a). Kegiatan RHL yang dapat dibiayai, antara lain pembangunan usaha HTI, HTR, HR, HD, HKm, HHBK, restorasi ekosistem dan Silvikultur Intensif,

b). Penerima FDB dapat berupa BUMN, BUMD, BUMS, koperasi dan perorangan yang tergabung dalam kelompok tani hutan,

c). FDB dapat diberikan dalam bentuk fasilitas pinjaman, skema kerjasama bagi hasil, atau pola syariah,

d). Penyaluran FDB dapat dilakukan secara langsung oleh BLU Pusat P2H atau melalui Lembaga Perantara (LP) yang bersifat eksekuting.

Sejalan dengan perkembangan dan kebutuhan akan peningkatan perekonomian masyarakat disekitar hutan berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor :P.59/Menlhk-Setjen/2015 tentang Tatacara Penyaluran dan Pengembalian Dana Bergulir untuk Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Fasilitas DB ditujukan untuk mendukung pembiayaan usaha kehutanan baik yang bersifat on farm maupun off farm yaitu usaha yang secara tidak langsung mendukung dan atau berdampak positif dan atau menghasilkan nilai tambah terhadap kegiatan on farm.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 112/PMK.05.05/2015, ditetapkan tarif layanan BLU Pusat P2H, sebagai berikut:

a) Bunga pinjaman untuk korporasi (BUMN, BUMD, BUMS) ditetapkan sebesar BI rate+4%, dengan ketentuan maksimum 10%, sedangkan bunga pinjaman untuk masyarakat sebesar BI rate, dengan ketentuan maksimum 8%;

b) Bagian Hasil BLU Pusat P2H pada FDB skema bagi hasil ditetapkan sebesar minimal 35%;

c) Bunga pinjaman untuk Lembaga Perantara ditetapkan sebesar 50% BI rate, dengan ketentuan maksimum BI Rate 8%. Oleh

(16)

8 Lembaga Perantara, dana bergulir disalurkan ke masyarakat dengan tingkat suku bunga BI rate maksimum 8%.

Prosedur pemberian layanan, secara singkat dapat disampaikan sebagai berikut:

a) Pemohon FDB mengajukan surat permohonan kepada BLU Pusat P2H dengan dilampiri proposal,

b) BLU Pusat P2H melaksanakan penilaian persyaratan administratif dan penilaian lapangan. Penilaian dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip 4T, yaitu tepat lokasi, tepat pelaku, tepat kegiatan dan tepat penyaluran dan pengembalian.

c) Permohonan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan lapangan maka kepada pemohon disampaikan penawaran ketentuan pinjaman. Ketentuan pinjaman diantaranya memuat besarnya nilai pinjaman, suku bunga, tatacara penyaluran dan pengembaliannya.

d) Pemohon yang telah menyetujui ketentuan pinjaman yang ditawarkan selanjutnya menandatangani perjanjian pinjaman di depan notaris. Selanjutnya dilakukan penyaluran pinjaman (FDB) tahap I. Penyaluran FDB tahap lanjutan dilakukan setelah dilakukan evaluasi terhadap penggunaan FDB oleh penerima FDB.

2) Pembiayaan Investasi Lingkungan

Eks. Kementerian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) sebagai lembaga keuangan untuk mengimplementasikan Program DNS. Dana yang disalurkan ke UMK untuk investasi lingkungan sampai Juli 2011 sebesar Rp89.388.481.844,- termasuk dana yang dialokasikan yang merupakan sharing pembiayaan BSM untuk 144 nasabah. Dana tersebut terdiri dari dana DNS eks.KLH sebesar Rp71.698.066.872,- dan dana yang dialokasikan BSM sebesar Rp17.690.414.973,-.

Sebaran wilayah penyaluran Program DNS adalah sebagai berikut:

(17)

9 Sumatera, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi dan Kalimantan.

Sesuai dengan Separate Arrangement to the Amanding Agreement (SAA), Pemerintah Jerman telah menghapus hutang Pemerintah Indonesia sebesar dua kali dana yang dialokasikan bagi Program DNS berdasarkan hasil audit akuntan publik berafiliasi Internasional pada tahun 2008 dan 2011. Total penghapusan utang Pemerintah Indonesia terhadap Pemerintah Jerman melalui Program DNS sebesar EUR12.182.322,22 (kurang lebih Rp165.692.523.256).

Sampai dengan 31 Desember 2018, saldo rekening Pengembalian Pokok dan Bagi Hasil DNS-KLH sebesar Rp57.747.109.111,51 yang terdiri dari pengembalian pokok sebesar Rp53.551.987.841,79. Bagi hasil Rp3.141.007.128,92 dan jasa giro sebesar Rp1.054.114.140,80. Tahun 2018 BLU Pusat P2H telah mendapat persetujuan dari DPR-RI alokasi dana bergulir untuk pembiayaan investasi lingkungan sebesar Rp500 Milyar dari APBN Tahun 2018 namun sampai dengan bulan Desember 2018, DIPA belum diterbitkan Kementerian Keuangan. Sehingga pembiayaan Investasi Lingkungan belum dapat dilaksanakan pada tahun 2018.

3) Penerapan Teknologi Informasi

Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan, tahun 2018 BLU Pusat P2H telah membangun aplikasi pelayanan Fasilitas Dana Bergulir (FDB) yang teritegrasi, fleksibel, efektif, efisien, stabil dan aman serta mampu memproses permohonan pembiayaan FDB secara cepat, tepat dengan mobilitas yang tinggi serta dapat menangani pembiayaan FDB mulai dari penyaluran hingga pengembalian dengan harapan proses pelayanan FDB akan menjadi lebih mudah, efisien, efektif, memenuhi azas kehati-hatian (prudent) dan bertanggung gugat (akuntabel). Aplikasi tersebut dinamakan Aplikasi Sistem Pelayanan Fasilitas Dana Bergulir (SIMPEL FDB). Pada tahun 2018 juga telah dilakukan migrasi data debitur ke dalam sistem SIMPEL FDB dan pada tahun 2019 SIMPEL FDB ini akan berjalan secara penuh. Selain itu, data base penerima dana bergulir yang saat ini sudah berjalan pada BLU Pusat P2H akan terintegrasi dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) dan akan menerapkan Automation Office (AO).

b. Keuangan

1) Dana Bergulir Pembangunan Hutan Tanaman a). Dana yang ditempatkan

Dana bergulir yang ditempatkan pada BLU Pusat P2H seluruhnya berjumlah Rp. 2.014.582.699.000,-, dengan rincian diterima pada tahun 2008 sebesar Rp 1.393.600.000.000,- dan diterima pada tahun 2009 sebesar Rp620.982.699.000,-. Dana tersebut pada saat ini ditempatkan pada Bank Pemerintah yaitu BRI dan BNI.

b). Perkembangan Dana Bergulir s/d 30 Desember 2018

(18)

10 Kondisi Keuangan Dana Bergulir pada BLU Pusat P2H sampai dengan Desember 2018, dengan rincian:

 Dana Terkomitmen Rp Rp 1.729.727.534.780,-

 Dana tersalurkan sebesar Rp 768.030.323.087,-

 Sisa Dana yang belum terkomitmen Rp 284.855.164.220,- c). Pendapatan BLU Pusat P2H (PNBP)

Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) BLU dari penempatan dana Idle Cash dan jasa layanan dalam bentuk deposito dan Jasa Giro sampai dengan akhir Triwulan IV bulan Desember 2018 : Tabel 3 Pendapatan BLU Pusat P2H Tahun 2018

No Uraian Jasa Perbankan Jasa Layanan Jumlah

1. Saldo Awal Th 839.952.533.771,- - 839.952.533.771,-

2018

2. Triwulan I 30.144.842.553,- 325.371.787,- 30.440.214.340,- 3. Triwulan II 28.664.399.970,- 393.451.131,- 29.057.851.101,- 4. Triwulan III 33.101.213.902,- 681.962.800,- 33.783.176.702,- 5. Triwulan IV 49.807.355.304,79,- 1.274.199.481,- 51.092.317.950,- Jumlah Pendapatan th 141.687.811.330,- 2.674.985.199,- 144.362.796.529,- 2018 s/d bln Des 2018

Pendapatan s/d Des

981.640.345.101,- 2.674.985.199,- 984.315.330.300,- 2018

Realisasi Belanja s/d Des 2018 62.012.171.703,-

Saldo Pendapatan s/d bulan Desember 2018 922.303.158.597,-

Pendapatan BLU Pusat P2H Tahun 2018 s/d bulan Desember sebesar Rp144.362.796.529,- (atau 136% dari target yang ditetap kan dengan sebesar Rp129,7 Milyar) yang terdiri dari penerimaan jasa perbankan sebesar Rp 141.687.811.330,- dan dari jasa layanan sebesar Rp 2.674.985.199,- dan saldo PNBP tahun 2018 Rp 922.303.158.597,- dengan realisasi belanja tahun 2018 sampai dengan Triwulan IV sebesar 62.012.171.703,- (99,71% dari pagu anggaran tahun 2018 sebesar Rp62.190.750.000,-)

c. Kelembagaan

BLU Pusat P2H bertugas memberikan pelayanan Fasilitas Dana Bergulir bagi pembangunan hutan tanaman diseluruh Indonesia, Untuk mendukung proses layanan perlu didukung dengan Sumber Daya Manusia yang memadai. Jumlah pegawai yang ada sampai dengan bulan Desember 2018 sebanyak 290 orang yang terdiri dari Pegawai Pusat dari golongan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 38 Orang, Pegawai Pusat Non PNS 87 orang dan Petugas Lapangan (PO) 165 Orang, dengan latar belakang SMA sebanyak 18 Orang, D3 sebanyak 22 orang, Sarjana sebanyak 239 orang serta Pendidikan S2 sebanyak 11 orang.

BLU Pusat P2H juga telah membentuk unit Sistem Pengendalian Intern (SPI) dan menunjuk personil SPI melalui Keputusan Kepala Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan Nomor

(19)

11 SK.432/P2H/KU/ SET.1/9/2018. Pembentukan SPI ini didasarkan dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 200/PMK.05/2017 tentang Sistem Pengendalian Intern pada Badan Layanan Umum. Satuan Pengawasan Intern BLU ini adalah unit kerja BLU yang menjalankan fungsi Pengawasan Intern yang bertujuan untuk mewujudkan tercapainya efektivitas dan efisiensi kegiatan BLU, keandalan dan integritas informasi keuangan dan kinerja BLU, pengamanan aset BLU, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

d. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana BLU Pusat P2H saat ini masih cukup memadai, namun untuk lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas perlu dilakukan penambahan alat pengolah data dan alat lainnya yang menunjang pelayanan FDB seperti pengembangan Automation Office (AO) yang bekerjasama dengan PK-BLU, dan pengembangan aplikasi lainnya seperti E-DIPA, E-Logistik, E-kinerja dan E-Pegawai.

2. Kondisi Eksternal BLU-Pusat P2H

Beberapa hal yang diperkirakan akan mempengaruhi pencapaian kinerja penyaluran Fasilitas Dana Bergulir BLU-Pusat P2H antara lain:

a. Adanya program pemerintah terkait Perhutanan Sosial (PS) yang akan menyediakan ijin PS kepada masyarakat seluas 12,7 juta ha. Sampai dengan tahun 2018 baru terealisasi seluas ± 2,2 juta Ha, dan tahun 2019 direncanakan akan menambah ijin seluas 1,2 juta ha, oleh sebab itu BLU Pusat P2H harus mampu meningkatkan kapasitasnya untuk menyediakan layanan FDB yang mendukung kegiatan perhutanan sosial tersebut.

b. Adanya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Pemerintah yang memiliki jejaring yang cukup luas, dan menawarkan bunga sangat rendah akan menjadi pesaing pembiayaan skala mikro bagi BLU.

c. Adanya rencana penggabungan BLU Pusat P2H dengan BLU Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) akan mempengruhi kebijakan kedepannya.

d. Adanya rencana penarikan dana Rp500 Milyar untuk BPDLH akan mempengaruhi cadangan keuangan BLU.

3. Asumsi Makro

a. Tingkat inflasi : 3,5%

b. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi : 5,3%

c. Kurs 1US$ : Rp14.400,-

d. Bunga Deposito : 4,25 - 6,25 % e. Tingkat Bunga SPN 3 Bulan : 5,3 %

f. Tingkat BI Rate : 4,25-6,25 % g. Tingkat Bunga Pinjaman Komersil : 11 - 12 %

(20)

12 Tingkat inflasi yang diperkirakan Bank Indonesia sampai dengan akhir tahun 2018 sekitar ±3,5%. Kondisi ini diperkirakan belum banyak mempengaruhi anggaran belanja BLU Pusat P2H terutama terhadap pengadaan sarana dan prasarana perkantoran khususnya pengadaan barang operasional, suku bunga deposito tahun 2018 diperkirakan akan terus menurun sejalan dengan membaiknya ekonomi nasional dan kebijakan Pemerintah yang akan terus menurunkan suku bunga terutama suku bunga deposito yang diharapkan tahun ini 4,25-6,25% hal ini akan sangat mempengaruhi penerimaan dari sektor jasa lembaga keuangan, dan untuk tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 diperkirakan akan terus menurun sejalan dengan penurunan tingkat suku bunga dan cadangan dana idle BLU yang semakin menurun.

4. Asumsi Mikro

a. Kebijakan Akuntansi

Kebijakan akuntansi untuk pencatatan dan pelaporan keuangan BLU berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76/OMK.05/2008. Sistem Akuntansi BLU Pusat P2H terdiri dari: (a) sistem akuntansi keuangan, yang menghasilkan Laporan Keuangan pokok untuk keperluan akuntabilitas, manajemen, dan transparansi dan (b) sistem akuntansi aset tetap, yang menghasilkan laporan aset tetap untuk keperluan manajemen aset tetap dengan menggunakan SIMAK BMN.

b. Dana Operasional dari APBN

Untuk Periode 2019 BLU Pusat P2H merencanakan mengalokasikan dana dari APBN untuk anggaran operasional BLU Pusat P2H sebesar Rp80,487,- Milyar yang bersumber dari PNBP BLU Pusat P2H tahun berjalan dan dengan Target pendapatan dari jasa layanan dan non layanan sebesar Rp130,- Milyar.

c. Tarif Layanan Tarif layanan BLU Pusat P2H yang berlaku saat ini masih didasarkan

pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.05/2015 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan pada Kementerian Lingkuingan Hidup dan Kehutanan, yaitu untuk masyarakat dan koperasi sebesar BI Rate dengan masimum 8%, dan untuk korporasi (BUMN/BUMD/BUMS) sebesar BI Rate + 4%

maksimum 10%, Bagi Hasil 35% dari omset, dan untuk Lembaga Perantara sebesar 50% dari BI Rate maksimal 4 %, dan provisi bagi lembaga perantara adalah maksimal 2 % dari realisasi penyaluran pinjaman. Dengan adanya tambahan jenis layanan dan perkembangan sistem dan layanan perbankan, serta kondisi ekonomi saat ini, perlu dilakukan penyesuaian tarif layanan pada BLU Pusat, namun sampai dengan akhir bulan Desember 2018 pembahasan penyusunan tarif

(21)

13 masih dalam proses.

d. Asumsi Volume Pelayanan

Skema layanan yang telah eksis pada BLU Pusat P2H yaitu skema pinjaman dan bagi hasil. Pelayanan fasilitas Dana Bergulir telah dikembangkan untuk kegiatan On Farm dan Off Farm. Usaha kehutanan On Farm merupakan usaha yang secara langsung memproduksi hasil hutan dan hasil hutan lainnya melalui pola murni atau pola agroforestry (wanatani) sedangkan Off Farm merupakan usaha yang secara tidak langsung mendukung dan/atau berdampak positif dan/atau menghasilkan hutan dan hasil lainnya maupun segmentasi dari proses produksi hasil hutan dan hasil hutan lainnya. Secara umum volume pelayanan berupa target komitmen pada tahun 2019 sesuai RSB 2014- 2019 adalah sebesar Rp400 Milyar. Tetapi melihat perkembangan dari realisasi komitmen pada tahun-tahun sebelumnya, penetapan target komitmen sebesar Rp500 Milyar pada tahun 2019 adalah target yang realistis untuk dicapai. Pencapaian layanan komitmen tersebut dibagi dalam pembiayaan on farm dan off farm dengan tenor pembiayaan jangka pendek, menengah dan panjang. Untuk memenuhi target pengembalian yang lebih besar pada tahun 2019, maka pembiayaan dengan tenor jangka pendek akan menjadi prioritas. Volume pembiayaan sesuai tenor seperti tabel berikut:

Tabel 4. Volume Layanan Sesuai Tenor

Jangka Waktu Kegiatan Total Pembiayaan ON FARM

Jangka Pendek Pembibitan 10.000.000.000 Agroforestry 5.000.000.000 Komoditas Non Kehutanan 20.000.000.000 Jangka Menengah Tunda Tebang HR 200.000.000.000

Refinancing 35.000.000.000 Jangka Panjang Pembuatan Tanaman 80.000.000.000 Jumlah 350.000.000.000

OFF FARM

Jangka Menengah Mikro 180.000.000

Kecil -

Menegah 12.000.000.000

Jangka Panjang Mikro

Kecil 3.820.000.000 Menegah 134.000.000.000 Jumlah 150.000.000.000 Target 500.000.000.000

(22)

14 e. Pengembangan Pelayanan Baru

Sejalan dengan perkembangan layanan, disamping skema pinjaman dan bagi hasil yang sudah berjalan, BLU akan mengembangkan pola syariah untuk tahun 2019, dan juga akan mulai mengembangkan skema penjaminan/asuransi dan tanggung renteng.

Dengan peningkatan pelayanan ini diharapkan pelayanan kepada masyarakat lebih beragam dan bagi BLU sendiri akan meningkatkan mitigasi resiko dengan adanya perbaikan sistem ini.

Selain itu, untuk menunjang kinerja dalam pemberian fasilitas dana bergulir yang tepat pelaku, tepat lokasi, tepat kegiatan serta tepat penyaluran dan pengembalian perlu didukung Petugas lapangan yang Kompeten. Kompetensi masing-masing petugas lapangan dibagi menjadi 3 jenis jabatan fungsional yaitu: Promotor, Asesor, dan Petugas Operasional. Penentuan jabatan fungsional untuk petugas di lapangan dilakukan dengan melakukan uji komptensi. Standar dan uji kompetensi petugas lapangan sudah diatur dalam Peraturan Meneteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.13/MENLHK/SETJEN/KUM.1/5/2018.

Sehingga diharapkan pada 2019, BLU Pusat P2H sudah didukung dengan petugas lapangan yang profesional.

Peningkatan penyaluran dana bergulir akan dilakukan dengan menambah kerjasama dengan lembaga perantara. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemberian pembiayaan maka Pusat P2H menggunakan pola kerjasama dengan lembaga keuangan sebagai pelaksana atau penyalur. Bentuk kerjasama dengan lembaga keuangan terbagi 2 (dua) pola yaitu Pola Executing dan Chanelling. Prinsip kerja Pola Executing, peran Lembaga Keuangan Pelaksana atau Lembaga Keuangan melakukan analisa finansial dan teknis atas permohonan pembiayaan yang diajukan oleh calon Debitur. Lembaga Keuangan Pelaksana dapat meminta Pusat P2H untuk melakukan analisa kelayakan teknis terhadap calon Debitur dan keputusan akhir penyaluran pembiayaan berada di Lembaga Keuangan Pelaksana. Pola Chanelling adalah analisis teknis dan finansial berada ditangan Pusat P2H. Pusat P2H mempunyai kewenangan dalam menentukan diterima atau tidaknya calon Debitur yang mengajukan. Pusat P2H menunjuk Lembaga Keuangan Penyalur untuk menyalurkan dana kepada nasabah yang telah disetujui oleh Pusat P2H. Nasabah mengembalikan dana kepada Lembaga Keuangan Penyalur, dan Lembaga Keuangan Penyalur akan mengembalikan dana tersebut kepada Pusat P2H.

B. Pencapaian Kinerja dan Target Kinerja BLU-Pusat P2H B.1 Pencapaian Kinerja 2018

- Realisasi Layanan dan Keuangan

Pencapaian Kinerja tahun 2018 sesuai dengan kontrak kinerja antara Kepala Pusat P2H dengan Kementerian Keuangan sampai dengan Desember 2018 seperti tabel berikut:

(23)

15 Tabel 5. Pencapaian Kinerja tahun 2018

No Indikator Kinerja Target Realisasi

1 Nilai pembiayaan dana

bergulir yang

dikomitmenkan

500.000.000.000 680.758.264.389

2 Realisasi penyaluran

dana bergulir 250.000.000.000 289.763.636.609 3 Realisasi pendapatan

BLU 129.710.000.000 144.362.796.529,-

Layanan 1.744.282.772 2.674.985.199,-

Non Layanan 127.965.717.228 141.687.811.330,- 4 Pengembangan sistem

IT BLU 100% 70%

Pencapaian 4 indikator kinerja tahun 2018 telah dicapai dengan baik.

Realisasi komitmen yang diperoleh yaitu sebesar Rp680.758.264.389,- (136,15%) dari target Rp500.000.000.000,-. Realisasi penyaluran dana bergulir sebesar Rp289.763.636.609,- (115,78%) dari target Rp250.000.000.000,-.

Pencapaian lain dari kinerja BLU Pusat P2H yang tidak termasuk kedalam kontrak kinerja dengan instansi lain, tetapi merupakan satu kesatuan pencapaian kinerja adalah terlayaninya pelayanan pembiayaan Fasilitas Dana Bergulir melalui proposal yang diterima. Jumlah proposal permohonan dana bergulir yang terlayani pada tahun 2018 dapat dilihat pada tabel 6.

Tabel 6 Pencapaian Target Jumlah Proposal FDB Tahunan TA 2018 No Skema

Pembiayaan

Jenis Usaha Kehutanan

Jumlah Proposal Terlayani Jumlah Proposal Diproses lebih

lanjut

Ditolak

1. Bagi Hasil HR 43 Proposal - 43 Proposal Jumlah Proposal Bagi Hasil 43 Proposal - 43 Proposal

2. Pinjaman On Farm

HR 253 Proposal - 253 Proposal

Hkm 9 Proposal - 9 Proposal

HTI 1 Proposal - 1 Proposal

HD 5 Proposal 5 Proposal

HHBK 1 Proposal - 1 Proposal

3. Pinjaman Off Farm

Kop, CV, PT, UD

51 Proposal - 51 Proposal

Jumlah Proposal Pinjaman On Farm

269 Proposal - 269 Proposal

Jumlah proposal yang terlayani 312 Proposal - 312 Proposal

(24)

16 Pendapatan layanan dan non layanan yang diperoleh sebesar Rp144.362.796.529,- dari target Rp129.710.000.000,-. Namun terjadi penurunan pendapatan Tahun 2018 sebesar Rp 144.373.559.692,- dibanding tahun 2017 (Rp 162.799.381.113,-) hal ini diakibatkan karena meningkatnya penyaluran kepada masyarakat dan menurunnya dana idle yang dikelola BLU Pusat P2H. Pengembalian Pinjaman FDB dinilai belum maksimal karena jatuh tempo pengembalian pinjaman selama 8 tahun. Namun demikian, pengembalian bunga pinjaman FDB terus meningkat dari tahun 2017 sebesar Rp 137.365.042,- menjadi Rp 2.674.985.199,- pada tahun 2018. Rincian Pendapatan BLU Pusat P2H tahun 201 disajikan pada tabel 7.

Tabel 7 Rincian Pendapatan BLU Pusat P2H tahun 2018

Sasaran pengembangan sistem informasi BLU (IT) yang saat ini baru tercapai sebesar 70% dikarenakan pada salah satu komponen penilaian pencapaian sasaran IT yang mengharuskan data base penerima dana bergulir yang saat ini sudah berjalan pada BLU Pusat P2H terintegrasi dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) dan Automation Office (AO) belum tercapai.

Hingga Desember 2018 sistem IT yang ada dapat mendukung proses pelayanan dari kegiatan rekomendasi dari petugas lapangan hingga persetujuan prinsip dengan menggunakan aplikasi SIMPEL FDB. Aplikasi lain yang telah dimiliki untuk mendukung proses administrasi antara lain E-Arsip, E- Gallery dan Dashboard.

- Realisasi Kegitan DIPA 029 Tahun 2018

Disamping pengelolaan Fasilitas Dana Bergulir DIPA 999.03, Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan mendapat alokasi dana operasional dari DIPA 029 tahun 2018 sebasar Rp62.190.750.000,- seluruhnya bersumber dari PNBP BLU dengan penyerapan sampai dengan akhir bulan Desember 2018 sebesar Rp62.012.171.703,- atau 99,71%. Rincian Belanja Per Unit Kegiatan disajikan pada table 8.

Program/Kegiatan/Sumb er Pendapatan

2018 2019

Target Realisasi Target

Program : Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan tugas lainnya Kementeriana Kehutanan

Kegiatan : Pembiayaan Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Sumber Pendapatan : - Pendapatan Jasa Layanan

Umum

- Pendapatan Hibah BLU - Pendapatan Hasil

Kerjasama BLU

- Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan

1.744.282.772 0,- 0,- 127.965.717.228

2.674.985.199,-

141.687.811.330,-

9.200.000.000,- 0,- 0,- 120.600.000.000,- Jumlah Pendapatan 129.710.000.000 144.362.796.529,- 130.800.000.000,-

(25)

17 Tabel 8 Rincian Belanja Per Unit Kegiatan

Kode

Uraian unit/ Program/IKU Program/Kegiatan/IKK/

Output/Sumber Dana

TA 2018 TA 2019

volume Dana Dana

Target

Realisa si

Target Rp.

Realisasi s/d Des

2018 % Vol

Sat Target SD

1 2 3 4 5 6 7 8 9

029.01.01 Program Dukungan Managemen dan Pelaksanaan Tugas lainnya IKU Program :

01. Tersedianya regulasi dgn prioritas mendorong pening katan produksi dan nilai ekspor hasil hutan (kayu, HHBK, TSL), HKm, HD, HR, HTR, KPS, sebanyak 2 regulasi

14.Terdistribusinya pendana an mitra kerja KPH sebe sar Rp0,4 T

15. Kerjasama ….. dst.

400 M 680 M 62,190

M 62.01

M 99,7 Rp 80,48 7 M BLU

5371 Kegiatan : Pembiayaan Pembangun an Lingkungan Hidup dan Kehutanan

5371. 051 5371. 052

5371. 053

5371. 054

Indikator Kinerja Kegiatan : 001 Terdistribusinya pendanaan

mitra kerja KPH Rp0,4 T Analisis Pembiayaan Kehutanan

Analisis Pembiayaan Investasi Lingkungan

Operasional Pembiayaan Kehutanan dan Investasi Lingkungan

Pengelolaan Keuangan dan Umum

0,4 T 8,9 M 2,3 M

9,57 M

41.41 M

680 M 8,9 M 2,28 M

9,55 M

41,28 M

136 99.8 99.8

99.8

99.7 Rp Rp Rp

Rp

Rp

0,4 T

10.03 M 4.91M

11.32 M 54M

BLU

Jumlah APBN 62.19 M 62.01 M 99.7 80,48

M

- Capaian Kelembagaan

Pada tahun 2018 Blu Pusat P2H telah menetapkan Unit Kompetensi Khusus bagi tenaga lapangan sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.13/MENLHK/SETJEN/KUM.1/5/2018 tentang Standar dan Uji Kompetensi Petugas Lapangan Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan, yaitu yaitu unit kompetensi Promotor, Unit kompetensi Asesor dan unit kompetensi Petugas Operasional. Pada tahun 2018 juga telah dilakukan uji kompetensi terhadap 100 tenaga lapangan untuk 3 jenis kompetensi khusus tersebut. Selain itu, Pusat P2H juga telah didukung dengan Satuan Pengawasan Intern yang berfungsi sebagai unit kerja BLU yang menjalankan fungsi Pengawasan Intern.

(26)

18 B.2 Target Kinerja Tahun 2019

Kerangka kebijakan pencapaian target pembiayaan usaha kehutanan Periode tahun 2015-2019 sebagai berikut :

1. Memperluas kemitraan dalam pelayanan usaha kehutanan

2. Meningkatkan portofolio layanan pembiayaan usaha kehutanan (on farm dan off farm) untuk meningkatkan hasil hutan kayu, bukan kayu dan jasa lingkungan serta meningkatkan efisiensi proses produksi dan pemanfaatan sumberdaya yang berkelanjutan.

3. Menjadikan Pusat P2H sebagai organisasi pembelajar (continual improvement)

4. Meningkatkan akuntabilitas publik dalam pelayanan FDB dengan melibatkan tenaga profesional yang kredibel dan akuntable (bersertifikat) dalam penyiapan dan penilaiaan calon penerima FDB

5. Penguatan kapasitas kelembagaan Pusat P2H dalam pelayanan pembiayaan usaha kehutanan dan investasi lingkungan

6. Pengelolaan keuangan yang menjamin kesinambungan pembiayaan dana bergulir secara prudent dan profesional.

7. Membangunan citra Pusat P2H (branding image) yang merefleksikan 7(tujuh) Nilai Dasar Pusat P2H

8. Pengembangan Pola Syariah

9. Peningkatan kepatuhan SPM dan pengelolaan petugas lapangan 10. Akuntabilitas remunerasi dan sistem kepegawaian

11. Penanganan pinjaman bermasalah (NPL)

12. Fokus Layanan FDB untuk Perhutanan Sosial (HTR, HKm, HD, Hutan Adat, dan Kemitraan) memerlukan upaya yang lebih dalam persiapan kelembagaan calon penerima FDB.

13. Penurunan potensi alokasi pendanaan sebagai dampak revisi PP 35 tahun 2002 tentang Dana Reboisasi

Pada tahun 2019 yang merupakan tahun terakhir dalam pencapaian RSB, Pusat P2H menetapkan sasaran kinerja sebagai berikut:

a. Sasaran Bidang Pelayanan

Kontrak kinerja dengan Kementrian Keuangan memuat 3 jenis indikator kinerja yang termasuk di bidang Pelayanan, yaitu:

Tabel 9 Sasaran Bidang Pelayanan

No Indikator Kinerja Uraian Indikator Kinerja

Utama Target

1 Terlayaninya Permohonan Dana Bergulir

Nilai Pembiayaan Pinjaman Dana Bergulir yang

dikomitmenkan

Rp500.000.000.000,-

2 Penyelenggaraan Penyaluran Dana yang efektif

Realisasi Penyaluran Dana

Bergulir Rp450.000.000.000,-

3 Rasio Dana Bergulir

Diragukan Tertagih 5%

(27)

19

 Target pada sasaran pertama akan dicapai dengan beberapa kegiatan antara lain:

1) Mengembangkan s k e m a pembiayaan Pola Syariah sebagai komplementer pembiayaan usaha kehutanan skema pinjaman dan skema bagi hasil sebagaimana yang telah diamanatkan dalam permen LHK nomor P.59/Menlhk-setjen/2015. Kegiatan ini akan ditempuh melalui langkah-langkah:

a) Penyusunan pedoman pola syariah dengan melibatkan pihak ketiga/mitra.

b) Membangun jejaring strategis dengan DSN (Dewan Syariah Nasional) dan stakeholders lainnya

c) Diseminasi pedoman pola syaria

2) Mendukung usaha kehutanan perhutanan sosial. Kegiatan ini akan ditempuh melalui langkah-langkah:

a) Membangun jejaring kemitraan strategis b) Penyusunan hot pipeline Perhutanan Sosial

c) Penyusunan pedoman pembinaan kelompok Perhutanan Sosial 3) Kerjasama dengan lembaga perantara untuk memperluas jangkauan FDB.

Kegiatan ini akan ditempuh melalui:

a) Diseminasi dengan stakeholders

b) Memperbanyak mitra salur dengan lembaga perantara terutama di luar Jawa

 Target pada sasaran kedua akan dicapai dengan melakukan:

1) Penyederhanaan proses pelayanan tanpa meninggalkan asas kehati-hatian.

Kegiatan ini akan ditempuh melalui:

a) Penyederhanaan syarat administrasi permohonan pembiayaan FDB dan proses dengan menyempurnakan pedoman skema pinjaman dan bagi hasil.

b) Pendelegasian wewenang dalam tahapan pelayanan sesuai dengan skala pembiayaan.

c) Pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pelayanan.

2) Optimalisasi petugas lapangan untuk memonitoring para debitur agar dapat disalurkan tepat waktu

3) Peningkatan penyaluran dana bergulir akan dilakukan dengan menambah kerjasama dengan lembaga perantara. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemberian pembiayaan maka Pusat P2H menggunakan pola kerjasama dengan lembaga keuangan sebagai pelaksana atau penyalur. Bentuk kerjasama dengan lembaga keuangan terbagi 2 (dua) pola yaitu Pola Executing dan Chanelling. Prinsip kerja Pola Executing, peran Lembaga Keuangan Pelaksana atau Lembaga Keuangan melakukan analisa finansial dan teknis atas permohonan pembiayaan yang diajukan oleh calon Debitur. Lembaga Keuangan Pelaksana dapat meminta Pusat P2H untuk melakukan analisa kelayakan teknis terhadap calon Debitur dan keputusan akhir penyaluran pembiayaan berada di Lembaga Keuangan Pelaksana. Pola Chanelling adalah analisis teknis dan finansial berada ditangan Pusat P2H. Pusat P2H mempunyai kewenangan dalam menentukan diterima atau tidaknya calon Debitur yang mengajukan. Pusat

(28)

20 P2H menunjuk Lembaga Keuangan Penyalur untuk menyalurkan dana kepada nasabah yang telah disetujui oleh Pusat P2H. Nasabah mengembalikan dana kepada Lembaga Keuangan Penyalur, dan Lembaga Keuangan Penyalur akan mengembalikan dana tersebut kepada Pusat P2H.

4) Pembiayan diutamakan pada jenis yang memiliki turn over ang lebih cepat seperti pada pembiayaan off farm.

 Target pada sasaran kedua akan dicapai dengan melakukan melalui:

1) Pengembangan skema penjaminan. Kegiatan ini akan ditempuh melalui langkah-langkah:

a) Pengembangan skema asuransi/lembaga penjamin untuk mengurangi resiko pembiayaan FDB.

b) Kerjasama dengan lembaga asuransi yang kredibel.

c) Penyusunan segmentasi layanan dan perhitungan pembiayaan yang akan melalui penjaminan

d) Memperluas kerjasama dengan lembaga penjamin

2) Pengembangan skema tanggung renteng. Kegiatan ini akan ditempuh melalui langkah-langkah:

a) Penguatan kapasitas petugas layanan untuk mendukung skema tanggung renteng

b) Penyebaran petugas lapangan berbasis NoA

3) Pembenahan pengelolaan piutang. Kegiatan ini akan ditempuh melalui:

a) Menerapkan mekanisme penanganan pembiayaan bermasalah:

(1) Penyelamatan pembiayaan kategori pengembalian bermasalah (Non Performing Financing) melalui:

(a) Penjadwalan kembali (reshceduling). Dilaksanakan dengan cara meliputi memperpanjang jangka waktu pembiayaan dan jangka waktu angsuran, menurunkan jumlah setiap angsuran.

(b) Persyaratan kembali (reconditioning). Dilaksanakan dengan cara kapitalisasi bunga, dimana bunga dijadikan utang pokok, penundaan pembayaran bunga, penurunan dan pembebasan bunga serta pengkonversian pembiayaan jangka pendek menjadi jangka panjang.

(c) Penataan kembali (restructuring). Dilaksanakan dengan cara: penambahan pembiayaan dan equity, serta penambahan modal dari pemilik atau pemegang saham.

(2) Penyelesaian pembiayaan bermasalah

Upaya-upaya yang dilakukan sehingga pembiayaan dapat kembali antara lain meliputi:

(a) Secara persuasif, melalui Pemanggilan Debitur, Kunjungan Lokasi Usaha & Jaminan, Penagihan Rutin dan Penjualan Agunan Secara Sukarela.

(b) Secara legal, melalui Surat Peringatan I, II, III (Somasi) dan penagihan, atau penyerahan hak penagihan kepada Penyelesaian Urusan Piutang Negara (PUPN).

(29)

21 4) Meningkatkan efektifitas pengawasan dan pengendalian internal dan

terhadap penerima FDB. Kegiatan ini akan ditempuh melalui:

a) Mengefektifkan peran Satuan Pengawas Internal (SPI) BLU Pusat P2H.

b) Pengembangan sistem monitoring kinerja penerima FDB berbasis teknologi informasi dengan melibatkan Petugas Lapangan Pusat P3H.

c) Pembinaan terhadap penerima FDB sesuai hasil monitoring.

d) Evaluasi kinerja penerima FDB sebagai dasar penyaluran FDB tahap berikutnya.

b. Sasaran Bidang Keuangan

Sisa dana pokok yang tidak terikat komitmen adalah sebesar Rp284.855.164.220,-. Jika target komitmen ditetapkan sebesar Rp500 milyar, maka terdapat kekurangan dana pokok untuk dikomitmenkan sebesar Rp 215.144.835.780 oleh sebab itu perlu penambahan dana pokok dana bergulir. Jika diasumsikan penetapan komitmen layanan tahun 2019 sd 2024 sebesar Rp 500 Milyar pertahun, maka perlu penempatan dana pokok ± sebesar Rp2,5 Trilyun. Selain itu, dengan tercapainya target kinerja tahun 2018, maka terdapat kenaikan target kinerja pada tahun 2019. Tahun 2019 ditetapkan target kinerja bidang layanan seperti pada table 10.

Tabel 10 Ikhtisar Target Pendapatan menurut Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2019

Dengan semakin besarnya target penyaluran pada tahun 2019, maka jumlah dana yang digulirkan akan meningkat. Hal ini akan mempengaruhi jumlah pendapatan yang diterima oleh Pusat P2H. Selain terdapat peningkatan besaran target terdapat juga penambahan indikator kinerja utama di bidang keuangan yaitu rasio Dana Bergulir diragukan tertagih. Pada tahun 2019, beberapa debitur telah memasuki jatuh tempo pengembalian, sehingga

Program/Kegiatan/Sumber Pendapatan Target

Program : Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan tugas lainnya Kementeriana Kehutanan

Kegiatan : Pembiayaan Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Sumber Pendapatan :

- Pendapatan Jasa Layanan Umum - Pendapatan Hibah BLU

- Pendapatan Hasil Kerjasama BLU - Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan

9.200.000.000,- 0,- 121.600.000.000,- 0,-

Jumlah Pendapatan ... 130.800.000.000,-

(30)

22 pengembalian dan pendapatan jasa layanan mejadi salah satu target utama Pusat P2H pada tahun 2019. Untuk mendukung pencapaian target-target kinerja tersebut, Pusat P2H mengalokasikan dana belanja operasional sebesar Rp. 80.487.000.000,-.

Tabel 11. Ikhtisar RBA : Belanja/Pembiayaan menurut Program dan Kegiatan TA 2019

kode Uraian Program/IKU Program/ Ke

giatan/IKK/Output/Sumber Dana Alokasi Target/

Volume Unit P.

jawab

BP BB BM BS PP

1 2 3 4 5 6 7 8 9

029.01.

01 Program Dukungan Managemen dan Pelak sanaan Tugas lainnya IKU Program :

01. Tersedianya regulasi dgn prioritas mendorong pening katan produksi dan nilai ekspor hasil hutan (kayu, HHBK, TSL), HKm, HD, HR, HTR, KPS, sebanyak 2 regulasi

O2. Gugatan ……….. dst. s/d 13 14. Terdistribusinya pendana

an mitra kerja KPH sebe sar Rp0,4 T

15. Kerjasama ….. dst s/d 22 5371 Kegiatan : Pembiayaan Pembangu

nan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

5371.

001

5371.

002

Indikator Kinerja Kegiatan : 001 Terdistribusinya pendanaan

mitra kerja KPH dan Non KPH Rp0,4 T

Nilai Komitmen pembiayaan FDB minimal sebesar Rp 2T untuk Mitra pembangunan hutan pada KPH dan Non KPH

1. RM 2. PNBP 3. BLU

Jumlah Penerimaan Bukan Pajak (PNBP) BLU

1. RM 2. PNBP 3. BLU

78,83M

1,65 M

78,83 M

1,65 M BLU

80,487 M 80,487 M

Catatan :

BP : Belanja Pegawai BB : Belanja Barang BM : Belanja Modal BS : Bantuan Sosial

PP : Pengeluaran Pembiayaan

(31)

23 Tabel 12 Pendapatan dan Belanja Agregat 2019

Kegiatan yang akan ditempuh untuk mencapai target pada sasaran bidang keuangan antara lain melalui:

1) Optimalisasi penggunaan IT untuk seluruh proses bisnis 2) Penyempurnaan pedoman penyaluran & pengembalian 3) Penerapan beauty contest dalam penempatan dana idle 4) Penyelesaian pembiayaan bermasalah

No. Uraian TA 2018 (Rp.) 2019

1 2 3

I. Pendapatan BLU

1. Pendapatan Jasa Layanan Umum 2. Pendapatan Hibah BLU

3. Pendapatan Hasil Kerjasama BLU 4. Pendapatan BLU Lainnya

2.674.985.199,-

141.698.574.493,-

9.200.000.000

121.600.000.000

Total I 144.373.559.692,- 130.800.000.000

II Belanja Operasional A. Belanja Barang BLU

1. Belanja Gaji dan Tunjangan BLU 2. Belanja Barang BLU

3. Belanja Jasa BLU

4. Belanja Pemeliharaan BLU 5. Belanja Perjalanan BLU 6. Belanja Barang Persediaan Lainnya - BLU

B. Belanja RM 1. Belanja Pegawai 2. Belanja Barang 3. Belanja Lainnya

13.173.599.362,- 24.421.032.863,- 2.790.280.000,- 398.700.344,- 18.285.687.834,- -

0 0 0

31.281.607.000,- 25.641.840.000,- 2.652.600.000,- 974.730.000,- 18.986.490.000,- 300.000.000,-

0 0 0

Total II 59.069.300.403,- 79.837.267.00,-

III Belanja Modal

1. Belanja Modal Gedung dan Bangunan

2. Belanja Modal Peralatan dan Mesin

482.869.500,- 2.460.001.800,-

-

649.733.000,-

Total III 2.942.871.300,- 649.733.000,-

IV

V Surplus/(defisit) (I-II-III)

Penggunaan Saldo Kas BLU 82.361.387.989,-

0 50.313.000.000,- 0 VI Surplus/(defisit) sebelum

Penerimaan RM (IV-V) 82.361.387.989,- 50.313.000.000 VII

VIII Penerimaan RM

Surplus (defisit) setelah Penerimaan dr RM

0

0 0

0

IX Total Anggaran Pendapatan

(I+VII) 144.373.559.692,- 130.800.000.000 X Total Anggaran Belanja (II+III) 62.012.171.703,- 80.487.000.000,-

Gambar

Tabel 1. Susunan Pejabat Pengelola BLU-Pusat P2H
Tabel 4. Volume Layanan Sesuai Tenor
Tabel 6 Pencapaian Target Jumlah Proposal FDB Tahunan TA 2018  No  Skema
Tabel 7  Rincian  Pendapatan BLU Pusat P2H tahun 2018
+6

Referensi

Dokumen terkait

Hanya dengan transformasi internal dan interaksi dengan gagasan-gagasan modern, agama akan mampu melakukan reformulasi sintesis kreatif terhadap runtutan multikulturalisme

Kompetensi  5. Menguasai  substansi dan  metodologi dasar  keilmuan  Pendidikan  Kewarganegaraa n (PKn) yang  mendukung  pembelajaran 

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berpembuluh yang tidak berbiji, memiliki susunan tubuh khas yang membedakannya dengan tumbuhan yang lain. Tumbuhan paku disebut sebagai

(Menjaga ucapan seperti ini, saya ketika kecil dulu sering dinasihati orang tua saya mas. Kalau berbicara dengan orang harus sopan, tidak menyinggung perasaannya orang

47 Perhitungan umur simpan produk pada suhu tertentu selanjutnya dapat ditentukan dengan menghubungkan nilai ln k yang telah diperoleh dengan nilai suhu yang diinginkan

ingin memisahkan diri dari NKRI seperti kelompok OPM di Papua, menambah permasalahan di daerah perbatasan. Oleh karenanya, daerah perbatasan menuntut adanya peran serta masyarakat

Marx menawarkan preposisi dasar dalam proses teoretisasi sebagai implikasi ideologi normatif yang dimilikinya, antara lain melalui perbedaan kelas sosial yang dikritik

Karena aliran elektron berlawanan dengan arah arus, maka dengan perkataan lain ada aliran arus i dari anoda ke katoda, arus mana akan mengalir searah jarum jam.