5.1. Kelompok Tebu
a) Program peningkatan produksi dan produktivitas
1. Untuk mencapai produksi gula bagian PG sejumlah 141.760 ton dilakukan budidaya tebu pada lahan HGU dan tebu sendiri seluas 13.660 Hektar, dan 40.115 hektar tebu rakyat. Dengan sasaran tebu sejumlah 4.224.603 Ton dan rendemen 7,35%.
2. Mendukung kegiatan budidaya kebun tersebut ditekankan beberapa program yang dipandang berdampak signifikan yakni:
a) Managemen menetapkan target produksi dan produktivitas secara berjenjang, tingkat kebun, mandor, SKW dan SKK, serta program insentif atau dis-insentif terkait prestasi pencapaian produksi.
b) Pengintensifkan operasional alat mesin pertanian, pompa kebun, traktor pengolahan kebun, harvester dan grab loader. Khusus untuk harvester dan grab loader disiapkan kebun khusus agar dapat dioperasikan sesuai kapasitas dan ekonomis.
c) Pengawasan operasional dan keuangan secara lebih efektif dan lebih intensif memanfaatkan teknologi (IT dan foto udara) dengan memfokuskan pengawasan kepada variable yang berdampak significant yakni: ketepatan varietas, kerapatan populasi tanaman, ketepatan aplikasi sarana produksi (pupuk dan herbisida), irigasi dan drainase, kesiapan jalan kebun serta sarana keamanan kebakaran kebun.
d) Evaluasi lebih intensif meliputi evaluasi mingguan dan bulanan melibatkan SPI holding. Evaluasi progress pencapaian produksi digunakan sebagai penetapan insentif dan dis insentif untuk memicu prestasi.
b) Optimalisasi Kapasitas PT PG Rajawali I
Optimalisasi Kapasitas giling PT PG Rajawali I sebesar 17.200 TCD dengan: 1. Meminimalisir loses dalam pabrik : HK Tetes < 32%
2. Mekanisasi Discharge Valve Pan untuk effisiensi tenaga kerja 3. KB I : Kapasitas produksi 6.300 TCD
a) Memaksimalkan kinerja gilingan : HPB I gilingan = 78% b) Ozonisasi menggantikan pemakaian biocide
c) Effisiensi Boiler : Uap % tebu < 48% dg melakukan full bleeding 4. KB II : Kapasitas produksi 5.200 TCD
a) Memaksimalkan kinerja gilingan : HPB I gilingan = 78% b) Ozonisasi menggantikan pemakaian biocide
c) Effisiensi Boiler : Uap % tebu < 48% dg melakukan full bleeding 5. RA : Kapasitas produksi 5.700 TCD
c) Program Pengembangan Puslitagro
Mengkoordinir pengelolaan aset dan SDM Puslitagro, sebagai bagian dari pengembangan dan pengelolaan RNI Research Center serta mengoptimalkan diseminasi produk Puslitagro sampai ketingkat komersialisasi. Program kerja 2017 Puslitagro adalah sbb :
1) Sistem seleksi varietas Family Rendemen Tinggi dengan Perluasan Lokasi Uji multilokasi di PG JT dan PG SB
2) Orientasi varietas/uji multilokasi berkelanjutan dan penambahan sumber materi uji varietas.
3) Penyediaan sumber bibit bermutu melalui Mikropropagasi 4) Pemanfaatan bibit mikro s.d kelas KBN
5) Program seleksi pada setiap kelas bibit, Penseleksian varietas bertahap sesuai kelas & umur bibit
6) Pola pembibitan sesuai baku teknis & kondisi lingkungan setempat melalui Orvar dan Warteb.
7) Sosialisasi konsep penataan varietas PG-PG melalui pelatihan, training dan konsolidasi program penataan varietas.
8) Sistem evaluasi varietas Komersial dan Unggul Harapan sebagai varietas pendamping dengan pengamatan lapang dan analisa varietas di PG-PG. 9) Evaluasi kebun bibit.
10) Rekomendasi varietas-varietas untuk PG-PG
11) Sampling tanah & daun di lahan HGU yang meliputi 30% luas areal HGU 12) Sistem data analisa tanah (pH, C, N, K, P & S) dan Daun (N, P, K dan S). 13) Sistem Data Analisa Pupuk, Nira, Preparation Index, Jeffco dan ICUMSA
yang mengacu standar P3GI SNI.
14) Sistem validasi & Ketelitian Analisa Lab dengan Cross Checking & studi banding dengan lab penelitian lain.
15) Mengkaji hasil photo udara untuk dijadikan pedoman perbaikan kebun.
d) Program khusus perbaikan kinerja PT PG Rajawali II
Untuk memperbaiki kinerja PT PG Rajawali II direncanakan program khusus meliputi KSO dengan partner strategis dan revitalisasi pabrik.
e) Program Improvement 2017 bidang gula antara lain :
1) Penerapan aplikasi Ozoniser sebagai pengganti penggunaan Biocide yang memberikan nilai tambah penurunan biaya, non residual dan daya pembunuh bakteri lebih kuat.
2) Kajian Cogen pada PG Jatitujuh dan PG Subang
Hasil ekses tebu giling berupa ampas tebu dapat dimanfaatkan menjadi energi panas yang dapat menggerakan generator listrik serta uap panas yang dihasilkan berguna untuk proses pengolahan gula. Dengan pemanfaatan
ampas yang maksimal akan dapat menurunkan biaya energi di PG. Kajian biaya terhadap Cogen direncanakan pada PG Jatitujuh dan PG Subang.
f) Program meningkatkan mutu gula
PT PG Rajawali I & II : Mutu Gula setara GKP I SNI : Warna gula < 200 IU
g) Program meningkatkan harga penjualan gula
Mendukung pencapaian harga gula ditekankan beberapa program yang dipandang berdampak signifikan yakni:
1) Peningkatan mutu produksi gula melalui pengawasan produksi. 2) Pengamanan gudang penyimpanan gula
3) Pengawasan kemasan gula
4) Penjualan gula retail dan bulk retail
Target kegiatan dibidang industri gula, antara lain meliputi :
1) Luas Areal Tebu 53.775 Ha
2) Produktivitas Tebu 79/Ha
3) Jumlah Produksi Tebu 4.224.603 Ton
4) Rendemen 7,35 %
5) Total Produksi Gula 310.302 Ton
6) Gula Bagian PG 141.760 Ton
7) Gula Bagian Petani 168.542 Ton
8) Total Produksi Tetes 215.278 Ton
9) Tetes Bagian PG 125.039 Ton 10) Tetes Bagian Petani 90.239 Ton
5.2. Kelompok Perkebunan
a) Program peningkatan produksi dan produktivitas
1. Untuk mencapai produksi CPO sejumlah 51.726 ton dilakukan pemeliharaan lahan inti 14.963 hektar, lahan plasma 20.749 hektar dan penerimaan TBS dari pihak luar sebesar 30.176 Ton dengan Rendemen 20,42%.
2. Untuk mencapai produksi Karet sejumlah 1.096 ton dilakukan pemeliharaan lahan inti 983 hektar,
3. Untuk mencapai produksi Teh sejumlah 4.700 ton dilakukan pemeliharaan lahan 1.481 hektar,
4. Mendukung kegiatan tersebut ditekankan beberapa program yang dipandang berdampak signifikan yakni :
CPO & Karet :
a) Optimalisasi Panen dan Angkut b) Perawatan tanaman sesuai rotasi
c) Pemupukan dilakukan sesuai rekomendasi d) Optimalisasi Pengolahan
e) Perbaikan infrastruktur (jalan, jembatan dan barak)
h) Pengawasan sistem panen sesuai SOP
i) Sistem rotasi bagian sortasi tanaman dan pabrik j) Out sourcing tenaga sortasi
k) Perawatan PKS 1 (pembangunan Boiler No. 2, pengadaan lori, perbaikan Rail track, Sludge Separator, Press Digester dan CBS lane 2)
l) Perawatan PKS 2 (rekondisi pintu rebusan, penggantian Lori, Over hole boiler no 1 dan Penggerak press)
b) TEH :
1) Pembibitan Teh dan Makadamia 2) Infilling Areal & Organic Tea 3) Mitigasi CAP & Hama Penyakit 4) Penambahan Kapasitas Pabrik 5) Perbaikan Fasilitas Produksi 6) Peningkatan Mutu Produksi
c) Program Optimalisasi Utilisasi SDA
1. Kajian pemanfaatan biomas (limbah PKS) untuk pembangkit energi listrik PLTBS
Dilakukan dalam rangka penyelesaian masalah limbah dan mendapatkan nilai tambah. Limbah PKS berupa janjang kosong dan cangkang digunakan sebagai bahan bakar boiler untuk menghasilkan listrik dijual ke Pihak III. Dari limbah cair dilakukan penangkapan gas metan digunakan untuk bahan bakar menghasilkan listrilk dijual ke Pihak III.
2. Pembangungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
PLTA dibangun dengan membentuk badan usaha dalam bentuk join ventur dengan PT Brantas Energi, total potensial listrik 15,6 MW untuk digunakan oleh PT PLN (Persero).
d) Program meningkatkan harga penjualan
Mendukung pencapaian harga Jual rata- rata CPO minimal Rp. 7.400/kg, Karet minimal Rp. 14.200/kg, dan Teh Hitam Rp. 16.000/kg serta Teh Hijau Rp16.210/kg, ditekankan beberapa program yang dipandang berdampak signifikan yakni:
1) Peningkatan mutu produksi CPO terutama kadar ALB melalui pengawasan proses produksi dan penyimpanan.
2) Peningkatan mutu produksi Karet 3) Peningkatan mutu produksi Teh 4) Penetrasi Pasar Ekspor Teh 5) Pengembangan Premium Tea
e) Target kegiatan dibidang perkebunan, antara lain meliputi : 1) Luas Areal TM Sawit 28.776 Ha
2) Produktivitas TBS 8,9 Ton/Ha 3) Jumlah TBS di olah 253.272 Ton
4) Produksi CPO 51.726 Ton 5) Produksi PK 11.485 Ton 6) Rendemen Sawit 20,42 % 7) Luas Areal TM Karet 983 Ha 8) Produktivitas Karet 1,12 Ton/Ha 9) Produksi Karet 1.096 Ton
10) Luas Areal TM Teh 1.481 Ha
11) Produktivitas Pucuk Basah 13,5 Ton/Ha 12) Produktivitas Teh Jadi 3,2 Ton/Ha 13) Produksi Pucuk Basah 20.000 Ton 14) Produksi Teh Jadi 4.700 Ton
15) Rendemen Teh 23,50 %
5.3. Kelompok Farmasi & Alkes
Mendukung pencapaian target RKAP ditekankan: program peningkatan penjualan, pencapaian margin kotor, pengendalian biaya usaha, pengendalian biaya non usaha serta investasi sebagai berikut:
a) Pencapaian target penjualan
Untuk mencapai target penjualan bidang Farmasi dilakukan:
1) Membangun networking dengan perusahaan farmasi dalam / luar negeri
yang potensial untuk kerjasama (co-marketing, co-branding, kerjasama operasi & alih teknologi).
2) Membangun networking & mencari informasi melalui agen expor/impor di negara-negara tujuan ekspor, buyer, DJPEN, Atase Perdagangan & Kedutaan Besar di negara-negara ASEAN, Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan & lainnya
3) Melakukan promosi & persiapan infrastruktur untuk penjualan ke pasar ekspor.
4) Penyempurnaan pola & aktifitas promosi ATL maupun BTL yang sesuai
dengan karakter produk, target pelanggan, dan tingkat persaingan yang ada.
5) Fokus promosi hanya pada beberapa produk terpilih untuk meningkatkan
skala aktivitas untuk mendapatkan awareness yang layak bagi produk OTC.
6) Implementasi aktivitas promosi yang mengedepankan aspek Kontinuitas
(ATL) dan Skala aktivitas yg masif (BTL).
7) Co-promotion antar produk yang memiliki Target Pelanggan yang
berdekatan.
8) Perluasan & pembenahan channel distribusi berbasis pada chain store outlet dan online selling maupun perubahan sistem kerjasama distribusi.
9) Peningkatan soft competency tenaga pemasaran OTC di lini depan.
10) Penambahan lini produk OTC untuk melengkapi muatan aktivitas pada existing market perusahaan.
12) Bersaing disektor Rumah sakit Pemerintah dan Swasta diproduk injeksi 13) Meraih peluang pembiayaan BPJS khusus obat PRB (Pengobatan Rujuk
Balik): Terapy Hyperensi; Asma; Diabetes melitus dan enyakit metabolik lainnya.
14) Melakukan percepatan peningkatan cakupan outlet dengan menerapkan tatakelola proses bisnis yang terencana efektif dan efisien
15) Memperluas jejaring komunitas sektor Faskes, pemerhati obat TB, Apotek, Obat publik, satker obat e-catalogue.
16) Penetrasi pasar Rumah Sakit, klinik / Faskes 1, pasar produk e-catalog dan Penetrasi produk PR.
b) Untuk mencapai target penjualan bidang Alat Kesehatan dilakukan:
1) Penetrasi pasar Kondom Artika Buaya dengan Sales Reward System untuk salesman dan general trading activity (discount/bonus) KSOdengan SBF 2) Co-operational production untuk Kondom dan ADS
3) Co-Programme dengan BKKBN untuk KB dan AIDs
4) Penjualan oleh Nusindo pasar reguler dan E-Catalog produk Artika, ADS Skifa, RD disposible syringe dan produk lainnya
c) Pembangunan Pabrik Baru PT Phapros, Tbk
PT Phapros, Tbk berencana membangun pabrik baru di Kecamatan Pring Apus Kabupaten Semarang. Tanah untuk pabrik ini telah dibeli pada tahun 2013. Pembangunan pabrik ini terkait peraturan Pemda (RUTK Kota Semarang) dimana peruntukan lahan kawasan Simongan (lokasi Pabrik PT Phapros, Tbk saat ini) adalah untuk perumahan dan perdagangan (bukan untuk industri) yang mengharuskan PT Phapros, Tbk merelokasi Pabriknya.
d) Pencapaian margin kotor
Untuk mencapai target margin kotor dilakukan: 1) Selective produk yang bermargin tinggi 2) Mengefektifkan pengawasan operasional, 3) Meningkatkan produktivitas pegawai, 4). Menekan produk gagal, 5) Meminimalkan produk retur, 6) Mengatur jumlah dan waktu pengadaan bahan baku untuk mendapatkan biaya pengadaan yang lebih murah/efisien memperhatikan variable, harga, nilai tukar rupiah serta biaya persediaan, 7) Mengoptimalkan komposisi bahan baku untuk memenuhi standar kualitas dengan biaya optimal dan 8) Menekan kehilangan (losses) bahan baku dan sebagainya.
e) Mengendalikan biaya usaha dan Biaya Non Usaha.
Untuk mencapai target biaya dilakukan:
1. Pengendalian biaya kantor, biaya listrik, lembur. 2. Penyempurnaan SOP,
3. Mengefektifkan pengendalian persediaan,
4. Mengefektifkan pengendalian piutang dan hutang,
5. Menetapkan sumber pendanaan yang lebih murah, dan mengendalikan investasi.
5.4. Kelompok Distribusi dan Perniagaan
Mendukung pencapaian target RKAP dengan program peningkatan penjualan, pencapaian margin kotor, pengendalian biaya usaha, pengendalian biaya non usaha serta investasi sebagai berikut:
Pencapaian target penjualan
a) Peningkatan Service Level
1) Product Availability Program (Produk wajib outlet untuk Phapros OTC, Alpha, Gamma dan Produk RN sendiri )
2) Effective Reach Growth ( Program Peningkatan pelanggan aktif )
3) KPI untuk kepala Cabang, khusus untuk distribusi produk RN di Modern Market
4) Meningkatkan sinergi dengan prinsipal khususnya Phapros, baik di pusat maupun di cabang-cabang.
b) Peningkatan Produktifitas
1) Pipeline Method (Program penggarapan sebanyak-banyaknya prospek dan user sehingga lebih mempermudah pencapaian TOP )
2) Mempertajam penetrasi pasar dengan produk fokus dengan tetap memperhatikan STP.
c) Peningkatan aktifitas promosi
1) Secara aktif diseluruh Indonesia melakukan presentasi produk, baik oleh team cabang maupun di bantu kantor pusat/principal.
2) Pembuatan brusor dan gimmik yang lebih informatif dan menarik. 3) Melakukan kunjungan malam ke user-user potensial.
4) Melakukan pelatihan dan edukasi ke dokter ahli, perawat dan analis khususnya untuk produk- produk Medica dan Laboratorium.
d) Program peningkatan penjualan lainnya :
1) Penambahan prinsipal baru, khususnya produk yang inline dengan divisi Rajawali Nusindo yang ada, baik produk luar negeri maupun dalam negeri. 2) Penambahan Kerjasama LTS ke Rumah sakit Vertikal minimal 3 rumah sakit
per tahun.
3) Penambahan produk sendiri di e-catalog dari semua divisi yang ada di Rajawali Nusindo.
4) Penambahan Kerjasama e-catalog trading produk Pharmaceutical minimal 3 prinsipal bertambah setiap tahun.
e) Pencapaian margin kotor
Untuk mencapai target margin kotor dilakukan: 1. Penyempurnaan SOP,
2. Mengefektifkan pengawasan operasional, 3. Meningkatkan produktivitas pegawai, 4. Menekan produk gagal,
5. Meminimalkan produk retur,
6. Mengatur jumlah dan waktu pengadaan bahan baku untuk mendapatkan biaya pengadaan yang lebih murah/efisien memperhatikan variable, harga, nilai tukar rupiah serta biaya persediaan,
f) Mengendalikan biaya usaha dan Biaya Non Usaha
Untuk mencapai target biaya dilakukan:
1. Pengendalian biaya kantor, biaya listrik, lembur. 2. Penyempurnaan SOP,
3. Mengefektifkan pengendalian persediaan,
4. Mengefektifkan pengendalian piutang dan hutang,
5. Menetapkan sumber pendanaan yang lebih murah dan mengendalikan investasi.
Pada tahun 2017 kelompok Perdagangan & Lain- lain mentargetkan: 1) Omzet/Penjualan karung plastik 110.500.000 lembar
2) Omzet/Penjualan Kulit Hewan 1.369.983 Sqf
5.5. Pengembangan produk dan bisnis baru
Pengembangan produk baru untuk membangun portofolio yang lebih efektif, mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis yang lebih kompetitif antara lain :
a. Bisnis properti
Properti memanfaatkan asset tanah strategis yang belum produktif di Jakarta melalui pembangungan Hotel dan perkantoran di MT Haryono.
b. Revitalisasi PT Rajawali Tanjungsari Enjiniring
Revitalisasi PT Rajawali Tanjungsari Enjiniring dilakukan dengan penambahan portofolio bisnis bekerjasama dengan PT Rajawali Citramass untuk memproduksi karung plastik
c. Proyek PLTA
Proyek PLTMH di PT Mitra Kerinci diubah menjadi PLTA yang dibangun dengan membentuk badan usaha dalam bentuk join ventur dengan PT Brantas Energi, total potensial listrik 15,6 MW dengan nama PT Rajawali Liki Energi.