Informasi yang terdapat dalam dokumen ini merupakan rencana perusahaan sehingga bersifat rahasia dan tidak boleh digunakan, dipublikasikan atau disebarkan ke pihak-pihak luar, baik perseorangan maupun institusi. Penggunaan Informasi secara tidak sah adalah tanggung jawab pribadi dan dapat dikenakan sanksi oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Rencana Kerja Dan Anggaran Perusahaan (RKAP)
Tahun 2017
Kata Pengantar
Segenap rasa syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya yang diberikan kepada segenap keluarga besar PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2017 ini dapat diselesaikan dengan baik.
Target PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) tahun 2017 kami pandang sudah cukup wajar bila melihat faktor-faktor eksternal dan internal yang akan berpengaruh pada jalannya perusahaan. Laba Sebelum Pajak Konsolidasi tahun 2017 diproyeksikan sebesar Rp. 193 milyar. Apa yang menjadi isu pada tahun 2016 dan berdampak besar diperkirakan akan tetap relevan untuk tahun 2017. Beberapa lainnya merupakan isu baru yang diperkirakan akan efektif berdampak pada tahun 2017 ini.
Kebijakan dan regulasi pemerintah terkait Upah, Tarif listrik, Pajak, Bea Masuk, Kuota impor komoditas dan lain-lain sangat mempengaruhi operasional dan kinerja perusahaan. Kebijakan peningkatan upah buruh dan tarif listrik, peningkatan target penerimaan negara dari sektor pajak diperkirakan akan terjadi dan secara langsung ataupun tidak akan meningkatkan beban Harga Pokok Produksi (HPP).
Pemberlakuan regulasi ekspor-impor tentu sangat mempengaruhi kinerja perusahaan. Pembebasan Bea Masuk dan dampaknya terhadap penurunam harga barang di dalam negeri secara langsung menurunkan tingkat daya saing produk perusahaan. Efektifitas pemberlakuan regulasi terkait MEA juga merupakan ancaman yang sangat serius pada seluruh kelompok usaha perusahaan.
Dalam menghadapi isu-isu strategis tahun 2017, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) akan melakukan pembenahan kinerja di semua aspek dengan mempertajam perannya sebagai Investment Holding. Penciptaan daya saing anak perusahaan melalui peningkatan sinergi antar anak perusahaan yaitu mendorong sinergi melalui Integrated Supply Chain (ISC). Disamping optimalisasi bisnis inti dan aset, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) juga tetap akan melakukan pengembangan bisnis berbasis kompetensi inti. Properti merupakan bisnis yang akan digeluti PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) untuk memperkuat finansial perusahaan. Aset tanah di Jakarta, Surabaya dan Cirebon akan dijadikan area komersil. Pembenahan organisasi dan upgrade SDM tentu saja dibutuhkan untuk menunjang perubahan lingkungan bisnis. Dalam pembenahan tersebut perusahaan juga bertekad meningkatkan kualitas implementasi prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang baik, good corporate governance (GCG) serta Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU). Dengan perbaikan kinerja diharapkan perusahaan mampu memberikan shareholder value yang lebih baik.
Akhirnya kami berharap kepada semua pemangku kepentingan (stakeholders) dapat memberikan dukungan sesuai peran dan fungsinya sehingga sasaran Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan tahun 2017 ini dapat dicapai. Amin.
Daftar Isi
Ringkasan Eksekutif ………. v-xii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Maksud dan Tujuan Penyusunan RKAP ... 1
1.2. Gambaran Umum ... 2
BAB II SASARAN USAHA ... 10
2.1. Visi Perusahaan ... 10
2.2. Misi Perusahaan ... 10
2.3. Sasaran Korporasi Tahun 2017 ... 10
2.4. Asumsi dan parameter RKAP Tahun 2017 ... 27
BAB III STRATEGI ... 31
3.1. Isu Strategis ... 31
3.2. Strategi Korporasi ... 32
3.3. Strategi Bisnis ... 32
3.4. Strategi Fungsional ... 34
BAB IV KEBIJAKAN MANAJEMEN ... 36
4.1 Bidang Keuangan ... 36
4.2 Bidang Organisasi dan Manajemen ... 36
4.3 Bidang Pengendalian Usaha ... 36
4.4 Bidang Pengembangan Usaha dan Investasi... 37
4.5 Bidang Pemasaran ... 38
BAB V PROGRAM KEGIATAN ... 39
5.1. Kelompok Tebu ... 39
5.2. Kelompok Perkebunan ... 41
5.3. Kelompok Farmasi & Alkes ... 43
5.4. Kelompok Distribusi dan Perniagaan ... 45
5.5. Pengembangan produk dan bisnis baru ... 46
BAB VI HAL-HAL YANG PERLU DISAMPAIKAN KEPADA PEMEGANG SAHAM ... 47
6.1 Usulan Persetujuan RUPS RKAP Tahun 2017 ... 47
6.2 Hal-hal yang Perlu Mendapat Perhatian Pemegang Saham ... 48
BAB VII PROYEKSI KEUANGAN ... 49
7.1 PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) ... 49
7.2 PT RNI Holding ... 74
7.3 PT PG Rajawali I ... 76
7.4 PT PG Rajawali II... 78
7.5 PT PG Candi Baru ... 80
7.6 PT Perkebunan Mitra Ogan ... 82
7.7 PT Laras Astra Kartika ... 84
7.8 PT Mitra Kerinci ... 86
7.9 PT Phapros, Tbk. ... 88
7.10 PT Mitra Rajawali Banjaran ... 90
7.11 PT Rajawali Nusindo ... 92
7.12 PT GIEB Indonesia ... 94
7.13 PT Rajawali Citramass ... 96
Daftar Tabel
Tabel 7.1 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian... 49
Tabel 7.2 : Laba (Rugi) Konsolidasian ... 51
Tabel 7.3 : Penjualan Konsolidasian ... 53
Tabel 7.4 : Beban Pokok Penjualan Konsolidasian ... 57
Tabel 7.5 : Laba Kotor Konsolidasian ... 59
Tabel 7.6 : Beban Usaha Konsolidasian... 61
Tabel 7.7 : Pendapatan & Beban Lain-lain Konsolidasian ... 61
Tabel 7.8 : Investasi Konsolidasian ... 63
Tabel 7.9 : Angka Produksi Konsolidasian ... 66
Tabel 7.10 : Formasi Karyawan Konsolidasian ... 71
Tabel 7.11 : Arus Kas Konsolidasian ... 72
Tabel 7.12 : Tingkat Kesehatan Konsolidasian ... 73
Tabel 7.13 : Proyeksi Keuangan PT RNI Holding ... 74
Tabel 7.14 : Proyeksi Keuangan PT PG Rajawali I ... 76
Tabel 7.15 : Proyeksi Keuangan PT PG Rajawali II ... 78
Tabel 7.16 : Proyeksi Keuangan PT PG Candi Baru ... 80
Tabel 7.17 : Proyeksi Keuangan PT Perkebunan Mitra Ogan ... 82
Tabel 7.18 : Proyeksi Keuangan PT Laras Astra Kartika ... 84
Tabel 7.19 : Proyeksi Keuangan PT Mitra Kerinci ... 86
Tabel 7.20: Proyeksi Keuangan PT Phapros, Tbk. ... 88
Tabel 7.21: Proyeksi Keuangan PT Mitra Rajawali Banjaran ... 90
Tabel 7.22: Proyeksi Keuangan PT Rajawali Nusindo ... 92
Tabel 7.23: Proyeksi Keuangan PT GIEB Indonesia ... 94
Tabel 7.24: Proyeksi Keuangan PT Rajawali Citramass... 96
Ringkasan Eksekutif
A. Tinjauan Rencana Hasil Usaha
PT RNI adalah perusahaan investment holding yang memproduksi gula, CPO, obat - obatan dan alkes melalui kepemilikan mayoritas perusahaan pada anak perusahaan.
Visi RNI adalah Menjadi perusahaan investment holding terbaik di tingkat regional dengan basis agro industri, farmasi, alat kesehatan, distribusi, perniagaan dan properti. “Terbaik” dipahami sebagai memiliki kinerja di atas rata-rata kelompok industri yang beroperasi secara efektif dan efisien serta siap menghadapi tantangan.
1) Pendapatan Usaha
Prognosa pada 31 Desember 2016 perusahaan membukukan penjualan sebesar Rp 5,69 triliun yang terdiri dari kelompok industri tebu Rp 1,75 triliun, perkebunan Rp 286 milyar, obat-obatan dan alat kesehatan 2,17 triliun, Perdagangan Umum Rp 1,33 triliun serta barang dan jasa lainnya Rp 140 milyar.
Hasil usaha perusahaan pada RKAP Tahun 2017 mencerminkan pertumbuhan pendapatan pada semua kelompok usaha. Kontribusi pendapatan tebu 26% dan diproyeksikan turun 8%. Pendapatan perkebunan memberikan kontribusi 9% dan diproyeksikan naik 101%. Pendapatan obat-obatan dan alkes memberikan kontribusi 38% dan diproyeksikan naik 12%. Pendapatan perdagangan umum lainnya memberikan kontribusi 27% dan diproyeksikan naik 15%.
Pendapatan usaha perusahaan pada RKAP Tahun 2017 diproyeksikan sebesar Rp 6,31 triliun, naik 11% dari prognosa tahun 2016 yang sebesar Rp. 5,69 triliun. Hampir semua sektor memberikan kontribusi kenaikan pendapatan kecuali tebu karena adanya penataan ulang (regrouping) pabrik gula. Pendapatan usaha perusahaan pada RKAP Tahun 2017 dikelompokan sesuai dengan produk utama PT RNI (Persero) sebagai berikut:
Milyar Rupiah
B/A C/B Industri Agro
Tebu 1.833 1.750 1.613 95% 92% Perkebunan 307 286 576 93% 201%
Obat-obatan & Alat kesehatan 2.434 2.176 2.429 89% 112%
Perdagangan umum 1.283 1.334 1.563 104% 117%
Barang dan Jasa Lainnya 148 141 131 96% 93%
Total penjualan konsolidasian 6.004 5.688 6.313 95% 111%
% REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017
2) Total Biaya
Rencana hasil usaha perusahaan untuk tahun 2017 juga menunjukkan pertumbuhan beban usaha sebesar 10% dari prognosa 2016. Pertumbuhan beban dipicu oleh beban pegawai, beban administrasi umum, dan beban promosi & distribusi. Beban usaha perusahaan pada RKAP Tahun 2017 sebesar Rp. 1,18 triliun mengalami pertumbuhan beban yang lebih tinggi dari prognosa 2016 selaras dengan pertumbuhan pendapatan. Beban Usaha PT RNI pada RKAP Tahun 2017 terinci sebagai berikut :
3) Hasil Usaha Perusahaan
Kinerja perusahaan pada RKAP Tahun 2017 mencapai laba kotor sebesar Rp. 1,57 triliun (123% dari Prognosa tahun 2016), Laba Sebelum Pajak sebesar Rp. 193 milyar (482% dari Prognosa tahun 2016) dan Laba Setelah Pajak sebesar Rp. 97 milyar (581% dari Prognosa tahun 2016).
Laba Rugi Konsolidasi RKAP Tahun 2017 adalah sebagai berikut:
Milyar Rupiah
B/A C/B
Beban pegawai 458 428 469 93% 110% Beban administrasi dan umum 305 315 364 103% 115% Beban promosi dan distribusi 297 294 316 99% 107% Beban penyusutan 29 34 31 115% 91%
Total beban usaha konsolidasian 1.089 1.071 1.179 98% 110%
% REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017 Milyar Rupiah B/A C/B PENJUALAN 6.004 100 5.688 100 6.313 100,0 95% 111%
BEBAN POKOK PENJUALAN 4.615 77 4.415 78 4.747 75,2 96% 108%
LABA (RUGI) BRUTO 1.389 23 1.273 22 1.566 24,8 92% 123%
BEBAN USAHA 1.089 18 1.071 19 1.179 18,7 98% 110%
LABA (RUGI) USAHA 300 5 202 4 387 6,1 67% 192% PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan lain-lain 70 1 73 1 85 1,3 104% 116% Biaya lain-lain (225) (4) (236) (4) (280) (4,4) 105% 119% Pendapatan (Beban) lain-lain bersih (154) (3) (162) (3) (195) (3,1) 105% 120%
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 145 2 40 1 193 3,1 27% 482%
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Kini (103) (2) (81) (1) (112) (1,8) 121% 73%
Tangguhan 6 0 16 0 16 0,3 279% 101% Pajak penghasilan (97) (2) (65) (1) (96) (1,5) 133% 68% LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 48 1 (25) (0) 97 1,5 -53% 581%
PENDAPATAN (BEBAN) KOMPREHENSIF LAIN
Pendapatan (beban) komprehensif lain 328 5 255 4 (74) (1,2) 78% -29% TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF 377 6 229 4 23 0,4 61% 10%
% REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017
B. Tinjauan Keuangan
a) Pendapatan
Jumlah pendapatan RKAP Tahun 2017 sebesar Rp. 6,31 triliun mencapai 11% dibanding Prognosa tahun 2016. Sebagian pilar usaha kecuali tebu mengalami kenaikan bila dibandingkan Prognosa tahun 2016. Adapun rincian pendapatan usaha adalah sebagai berikut:
1) Pendapatan Industri Gula
Pendapatan industri gula direncanakan sebesar Rp. 1,61 triliun atau 92% terhadap prognosa 2016 dan mengalami penurunan sebesar Rp. 136 milyar. Penurunan pendapatan industri gula disebabkan oleh proses penutupan beberapa Pabrik Gula serta penurunan harga jual gula turun 12% dan tetes turun 6% dari prognosa 2016.
2) Pendapatan Perkebunan
Pendapatan Perkebunan direncanakan sebesar Rp. 576 milyar atau 201% terhadap prognosa tahun 2016. Prognosa 2016 hanya mencapai sebesar Rp. 286 milyar. Kenaikan pendapatan di RKAP Tahun 2017 pada kelompok perkebunan disebabkan oleh adanya peningkatan produksi CPO, PK dan penjualan TBS serta system penjualan menggunakan FOB.
3) Pendapatan Farmasi & Alkes
Pendapatan Farmasi & Alkes direncanakan sebesar Rp. 2,42 triliun atau 112% terhadap prognosa 2016. Peningkatan pendapatan Farmasi & Alkes disebabkan oleh meningkatnya penjualan obat di Phapros.
4) Pendapatan Perdagangan Umum & Lainnya
Pendapatan Perdagangan Umum & Lainnya tercapai sebesar Rp. 1,69 triliun atau 116% terhadap prognosa 2016. Peningkatan pendapatan Perdagangan Umum & Lainnya disebabkan oleh meningkatnya produksi karung plastik, kulit hewan dan penjualan consumer goods.
b) Beban Usaha
Jumlah Beban Usaha atas RKAP Tahun 2017 sebesar Rp. 1,18 triliun atau 10% di atas prognosa tahun 2016. Beban pegawai naik 10% dari prognosa 2016, beban Administrasi dan Umum yang di atas prognosa 15% disebabkan oleh kenaikan Discount Factor Gula atas dana talangan sebesar Rp. 48 Milyar Rupiah
B/A C/B Industri Agro
Tebu 1.833 1.750 1.613 95% 92%
Perkebunan 307 286 576 93% 201%
Obat-obatan & Alat kesehatan 2.434 2.176 2.429 89% 112%
Perdagangan umum 1.283 1.334 1.563 104% 117%
Barang dan Jasa Lainnya 148 141 131 96% 93%
Total penjualan konsolidasian 6.004 5.688 6.313 95% 111%
% REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017
milyar serta biaya pemasaran naik 7% di PT Phapros Tbk, PT PG Rajawali II, PT Mitra Rajawali Banjaran, PT Rajawali Citramass dan PT Rajawali Tanjungsari Enjiniring (biaya kirim).
c) Arus Kas Bersih
Arus Kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi surplus Rp. 124 milyar yang disebabkan oleh:
1) Penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp. 6,16 triliun diimbangi dengan pembayaran kas ke pemasok sebesar Rp. 5,53 triliun.
2) Sedangkan pembayaran beban pajak, biaya bunga dan biaya operasional lainnya sebesar Rp. 501 milyar.
Saldo Kas Akhir Rp. 326 milyar dengan defisit kas sebesar Rp. 183 milyar akibat aktivitas investasi utamanya pengembangan pabrik gula.
d) Laporan Posisi Keuangan Per Akhir Periode
Total aset 2017 direncanakan sebesar Rp. 9,01 triliun meningkat sebesar Rp. 1,60 triliun dari prognosa 2016 yaitu Rp 7,4 triliun. Peningkatan sebesar 22% memenuhi shareholder aspiration Kementrian BUMN yang diuraikan sebagai berikut:
d.1. Aset Lancar
Aset lancar RKAP Tahun 2017 berjumlah Rp 3,07 triliun naik sebesar Rp. 232 milyar atau 8% dari prognosa tahun 2016 utamanya berasal dari:
1) Kas dan setara Kas turun sebesar Rp. 183 milyar
2) Piutang usaha naik sebesar Rp. 163 milyar
3) Piutang lain-lain naik sebesar Rp. 44 milyar
4) Sedangkan Persediaan naik sebesar Rp. 32 milyar.
d.2. Aset tidak lancar naik sebesar 30% atau Rp. 1,37 triliun utamanya karena meningkatnya investasi jangka panjang sebesar Rp 707 milyar sehubungan dengan adanya rencana investasi pada pabrik gula dan pabrik gula cair.
d.3. Dari sisi Liabilitas
Total liabilitas naik sebesar 30% atau Rp. 1,52 triliun dari prognosa 2016 utamanya dari peningkatan :
1) Utang bank jangka pendek naik sebesar Rp. 245 milyar.
2) Utang bank jangka panjang meningkat sebesar Rp. 1,24 triliun. 3) Hutang usaha naik sebesar Rp. 168 milyar
4) Hutang Imbalan Kerja naik sebesar Rp. 30 milyar.
Milyar Rupiah
B/A C/B
Beban pegawai 458 428 469 93% 110% Beban administrasi dan umum 305 315 364 103% 115% Beban promosi dan distribusi 297 294 316 99% 107% Beban penyusutan 29 34 31 115% 91%
Total beban usaha konsolidasian 1.089 1.071 1.179 98% 110%
% REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017
C. Rencana Kinerja Operasional Produksi
1). Industri Gula
Total produksi gula masa giling 2017 direncanakan sebesar 310.302 ton atau mencapai 106% terhadap prognosa tahun 2016 sebesar 293.408 ton. Hal ini rendemen RKAP Tahun 2017 sebesar 7,35% lebih tinggi dari prognosa 2016 sebesar 6,68% dikarenakan di tahun 2017 diasumsikan masuk pada musim kemarau kering.
2). Perkebunan
a) Produksi CPO pada tahun 2017 direncanakan sebesar 51.726 ton atau 216% dari prognosa 2016 sebesar 23.935 ton dan produksi PK 2017 direncanakan sebesar 11.485 ton atau 222% terhadap prognosa 2016 sebesar 5.183 ton. Hal ini karena meningkatnya produktivitas TBS yang yang direncanakan di atas prognosa tahun 2016. Sehingga jumlah TBS yang diolah PKS di atas prognosa 2016. Peningkatan produktivitas TBS disebabkan pencapaian rendemen yang lebih tinggi dibanding prognosa tahun 2016.
b) Produksi Karet Kering RKAP Tahun 2017 sebesar 1.096 ton mencapai 109% terhadap prognosa tahun 2016.
c) Produksi Teh RKAP Tahun 2017 sebesar 4.700 ton atau di atas prognosa 4%.
3). Produk Lainnya
a) Produksi Kondom RKAP Tahun 2017 sebesar 184.000 gross atau naik 9% dari prognosa 2016, hal ini diakibatkan oleh penyesuaian permintaan pasar.
b) Produksi karung plastik RKAP Tahun 2017 sebesar 104.500 ribu lembar, diatas prognosa 2016 sebesar 94%, sedangkan produksi kantong plastik kemasan direncanakan sebesar 67.330 ribu lembar di atas prognosa sebesar 48% kenaikan tersebut karena adanya sinergi antar BUMN.
c) Produksi kulit hewan direncanakan sebanyak 882 ribu square feet atau naik dari prognosa 2016 sebesar 134%.
D. Investasi
Investasi RKAP Tahun 2017 secara konsolidasi sebesar Rp. 1,64 triliun atau naik sebesar 80% dari prognosa 2016, yang terdiri dari investasi rutin Rp. 508 milyar dan investasi pengembangan Rp. 1,14 triliun.
Investasi rutin RKAP Tahun 2017 sebesar Rp. 508 milyar antara lain pembelian mesin dan instalasi sebesar Rp. 279 milyar, Investasi alat pertanian Rp. 15 milyar, Investasi kendaraan sebesar Rp. 20 milyar, Investasi bangunan sebesar Rp. 80 milyar, Jalan dan Jembatan sebesar Rp. 19 milyar, Tanah sebesar Rp 32,8 milyar, Sertifikasi-sertifikasi Rp. 15,8 milyar dan inventaris kantor Rp. 32,6 milyar.
Investasi Pengembangan RKAP Tahun 2017 sebesar Rp. 1,14 triliun utamanya berasal dari pengembangan industri gula Rp. 530 milyar, gula cair Rp. 250 milyar serta tanaman dan non tanaman di PT Mitra Ogan dan PT Laras Astra Kartika sebesar Rp. 115 milyar.
E. Sumber Daya Manusia
RKAP Tahun 2017 Total karyawan PT RNI Group adalah sebanyak 13.845 orang atau naik dari prognosa tahun 2016 sebanyak 242 orang yang terinci atas karyawan pimpinan naik sebanyak 53 orang, karyawan pelaksana naik sebanyak 326 orang dan jumlah karyawan KKWT turun 137 orang. Kenaikan jumlah karyawan utamanya terjadi di PT Phapros, Tbk naik sebanyak 265 orang, PT Rajawali Nusindo naik sebanyak 109 orang dan PT PG Rajawali II naik sebanyak 252 orang dan PT PG Rajawali I naik sebanyak 69 orang. Dampak program regrouping, jumlah karyawan PT PG Candi Baru turun sebanyak 484 orang.
F. Program Kerja
Untuk mencapai sasaran diatas, program kerja per kelompok usaha adalah sebagai berikut:
1. Kelompok Tebu
Untuk mencapai laba target RKAP 2017, dicapai melalui upaya peningkatan produksi dan produktivitas on farm maupun off farm.
Pada sisi on farm, program kerja yang direncanakan adalah peningkatan pemeliharaan tanaman, penataan varietas mengarah pada komposisi ideal pemenuhan tenaga tebang dan sarana transportasi tebang angkut serta mekanisme seleksi (kualitas) penerimaan bahan baku tebu mengacu kriteria MBS (Manis, Bersih, Segar).
Pada sisi off farm, pemantapan kapasitas dengan mengoptimalkan kapasitas giling disemua pabrik gula. Sedangkan untuk meningkatkan rendemen serta efisiensi biaya operasional dilakukan dengan cara:
a) Peningkatan kualitas gula mengacu pada standar SNI melalui pengawasan proses lebih intensif.
b) Efisiensi biaya produksi melalui pengendalian biaya pada proses perencanaan, proses pengadaan sampai dengan aplikasi atau penggunaan sarana produksi.
c) Beberapa program Improvement 2017 antara lain : 1) Meningkatkan kapasitas air dan luas siraman
2) Mengantisipasi musim kemarau yang panjang dengan cara menambah jumlah pompa untuk kecukupan jumlah penyiraman.
2. Kelompok Perkebunan
Dalam rangka menekan kerugian direncanakan program kerja sebagai berikut:
Sawit & Karet :
1) Peningkatan produktivitas kebun melalui peningkatan intensifikasi pemeliharaan (sanitasi) kebun sesuai rotasi, pemupukan tanaman sesuai rekomendasi serta penyiangan/perbaikan sarana kebun, perbaikan jalan & jembatan untuk mendukung pemanenan.
2) Melakukan sortasi TBS ketat pada setiap lini dari kebun sampai pabrik. 3) Pengoperasian PKS disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku. 4) Optimalisasi manajemen panen dan angkut.
Teh :
1) Meningkatkan produksi teh hijau. 2) Meningkatkan penjualan retail.
3) Pembangunan PLTA dibangun dengan membentuk badan usaha dalam bentuk join ventur dengan PT Brantas Energi, total potensial listrik 15,6 MW untuk digunakan oleh PT PLN Persero).
3. Kelompok Farmasi dan Alkes
Untuk mencapai target laba, kelompok Farmasi & Alkes mengembangkan program kerja fokus kepada upaya sebagai berikut:
Farmasi :
a) Meningkatkan item produk yang masuk dalam e-catalog. b) Bersaing di sektor rumah sakit untuk produk injeksi.
c) Meraih peluang pelayanan BPJS khususnya obat PRB (Pengobatan Rujuk Balik) : Hipertensi, Asma, Diabetes dan penyakit metabolik lainnya diseluruh Rumah Sakit.
d) Meningkatkan coverage area dengan menerapkan proses bisnis yang terencana, efektif dan efisien.
e) Penyempurnaan pola & aktivitas promosi ATL (Above The Line) maupun BTL (Below The Line) yang sesuai dengan karakter produk, target pelanggan dan tingkat persaingan yang ada.
f) Perluasan & pembenahan channel distribusi berbasis pada chain store outlet dan online selling maupun perubahan sistem kerjasama distribusi. g) Peningkatan soft-competency tenaga pemasaran di lini depan.
h) Penambahan lini produk OTC untuk melengkapi muatan aktivitas pada existing market.
i) Membangun networking dengan perusahaan farmasi dalam dan luar negeri yang potensial untuk kerjasama (co-marketing, co-branding, kerjasama operasi & alih teknologi).
j) Organisasi marketing berbasis produktivitas.
k) Pembangunan fasilitas produksi baru untuk peningkatan kapasitas produksi obat-obatan, produksi alat kesehatan dan reagensia melalui program investasi penyertaan modal dengan investor lain (di luar Phapros).
Alat Kesehatan :
a) Co-operational production ADS.
b) Peningkatan penjualan pasar reguler dan e-catalog untuk produk Artika, ADS Skifa, RD disposible syringe.
4. Kelompok Perdagangan & Lainnya
Untuk mencapai target laba, Kelompok Perdagangan mengembangkan Program Kerja fokus kepada upaya peningkatan omset melalui :
a) Penambahan principle, produk, outlet dan penguatan sarana prasarana logistik (untuk PT GIEB Indonesia dan PT Rajawali Nusindo) serta peningkatan utilisasi kapasitas produksi pada produk karung plastik.
b) Penerapan Integrated Supply Chain untuk mendapatkan nilai tambah dalam pengadaan kebutuhan group RNI terutama kebutuhan rutin kelompok Tebu dan Perkebunan.
c) Selektif produk yang bermargin tinggi.
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Maksud dan Tujuan Penyusunan RKAP
1.1.1 Maksud Penyusunan RKAP
RKAP adalah rencana tahunan, penjabaran RJPP pada tahun takwim, sebagai pedoman dalam pelaksanakan dan evaluasi kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam anggaran dan sasaran yang harus dicapai selama masa satu tahun.
1.1.2 Tujuan Penyusunan RKAP
Tujuan penyusunan RKAP adalah:
a. Sebagai acuan sasaran, strategi, dan pedoman kerja perusahaan selama satu tahun
b. Sebagai alat koreksi Arah, Rencana dan Strategi dalam RJPP agar sesuai dengan kondisi terkini
c. Memastikan bahwa rencana yang dibuat didalam RJPP tetap dalam posisi yang dapat dilaksanakan oleh Perusahaan
d. Sebagai acuan pengukuran dan penilaian kinerja Perusahaan
1.1.3 Dasar Penyusunan RKAP
Dasar penyusunan RKAP 2016, yaitu berdasarkan Surat keputusan menteri Negara BUMN sebagai berikut:
a. Kep 100/MBU/2002; tanggal 4 Juni 2002 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan
b. Kep 101/MBU/2002; tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)
c. Kep 102/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan rencana jangka panjang (RJP).
d. Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor : PER-09/MBU/2012 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara.
e. Kriteria Penilaian Kinerja Unggul BUMN (KPKU) sebagaimana surat Kementerian BUMN Nomor : S-153/S.MBU/2012 tanggal 19 Juli 2012. f. Shareholder Aspiration dari Pemegang Saham sesuai surat dari
Kementerian BUMN Nomor : S-513/MBU/08/2016 tanggal 30 Agustus 2016.
1.2. Gambaran Umum
1.2.1. Dasar Hukum Perusahaan
PT Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional (PPEN) Rajawali Nusantara Indonesia didirikan pada tanggal 12 Oktober 1964, sesuai dengan akte Notaris Ny. Adasiah Harahap, Jakarta No 5 tanggal 12 Oktober 1964, kemudian diubah dengan Akta Notaris Joeni Moelyani Semarang No. 26 tanggal 30 Juni 1969 dan No. 17 tanggal 16 Juli 1969.
Berdasarkan Undang-Undang No. 6 tahun 1968 dan Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1974, PT PPEN Rajawali Nusantara Indonesia disesuaikan bentuk hukumnya menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dengan nama yang sama. Perubahan bentuk badan hukum tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman No. J.A.S/25/13 tanggal 20 April 1976 dan No. C.24260-HT01-05 tahun 1983 tanggal 3 Juni 1983. Penyesuaian terhadap Anggaran Dasar Perusahaan juga telah dilakukan dengan Akta Notaris Imas Fatimah S.H, No. 87 tanggal 3 September 1986 serta telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman dengan No. C-2-160-HT-.01.04 tahun 1987 tanggal 9 Januari 1987.
Perubahan nama PT Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional (PPEN) Rajawali Nusantara Indonesia menjadi PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dilakukan dengan Akta Notaris Sutjipto, SH., No. 188 tanggal 28 Desember 1995, serta pengesahan dari Menteri Kehakiman No. C2-10.785.HT.01.04. TH 98 tanggal 10 Agustus 1998.
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menjadi Holding Company dinyatakan dalam Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan dengan Akta yang dibuat oleh Notaris Sutjipto, SH., No. 32 tanggal 12 Juni 2001 dan telah mendapat persetujuan Menteri kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam keputusannya No. C-05796.HT.01.04 TH.2001 tanggal 14 Agustus 2001.
Modal dasar Perusahaan sebesar Rp. 600 milyar terbagi atas 600.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp. 1.000.000. Nilai saham tersebut telah diaktakan dengan No. 188 oleh notaris Sutjipto SH., di Jakarta tanggal 28 Desember 1995.
1.2.2. Bidang Usaha Perusahaan
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) adalah perusahaan induk (Holding Company) yang memiliki 4 (empat) kelompok usaha yaitu Agro Industri, Farmasi dan Alat Kesehatan, Distribusi & Perniagaan serta Properti. Gambaran umum dari ke 4 (empat) kelompok usaha tersebut sebagai berikut:
1.2.2.a. Agro Industri
Kelompok usaha Agro Industri, terdiri dari Industri tebu yang menghasilkan gula dan turunannya, Industri kelapa Sawit yang menghasilkan minyak Sawit (CPO) dan Palm Kernel (PK), Industri Karet yang menghasilkan Karet Kering, Industri Teh yang menghasilkan Teh Hitam dan Teh Hijau. Perusahaan dalam kelompok ini adalah sebagai berikut:
Perusahaan Agro Industri yang dikonsolidasi
PT PG Rajawali I
PT PG Rajawali I berkedudukan di Surabaya, Jawa Timur, Perusahaan mengelola 2 (dua) unit pabrik gula yaitu PG Krebet Baru dan PG Rejo Agung Baru. Sumber bahan baku sebagian besar adalah tebu petani di wilayah Jawa Timur. Nilai saham penyertaan PT RNI (Persero) pada PT PG Rajawali I sebesar Rp. 62,5 milyar atau 100%.
PT PG Rajawali II
PT PG Rajawali II berkedudukan di Cirebon, Jawa Barat, mengelola 5 (lima) unit pabrik gula yaitu PG Sindang Laut, PG Karangsuwung, PG Tersana Baru, PG Jatitujuh, PG Subang, serta Pabrik Kampas Rem, PT Inti Bagas Perkasa. Sumber bahan baku adalah tebu lahan sendiri (HGU) seluas 12.000 Ha dan tebu petani di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Nilai saham penyertaan PT RNI (Persero) pada PT PG Rajawali II dan anak perusahaan sebesar Rp. 410 milyar atau 100%.
PT PG Candi Baru
PT PG Candi Baru berkedudukan di Sidoarjo, Jawa Timur, Perusahaan saat ini mengelola 1 (satu) unit pabrik gula yaitu PG Candi Baru. Sumber bahan baku sebagian besar adalah tebu petani di wilayah Jawa Timur. Nilai saham penyertaan PT RNI (Persero) pada PT PG Candi Baru sebesar Rp. 48,6 milyar atau 98,85%.
PT Perkebunan Mitra Ogan
PT Perkebunan Mitra Ogan berkedudukan di Palembang, Sumatera Selatan, Perusahaan bergerak di bidang pengolahan kebun kelapa Sawit dan kebun Karet serta Pabrik PKS. Sumber bahan baku diperoleh dari 37% lahan inti dan 63% lahan plasma. Perusahaan memiliki 2 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas 90 ton/jam. Nilai saham penyertaan PT RNI (Persero) pada PT Perkebunan Mitra Ogan sebesar Rp. 97,8 milyar atau 73,58%.
PT Laras Astra Kartika
PT Laras Astra Kartika berkedudukan di Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, mengelola perkebunan kelapa Sawit dan PKS. Sumber bahan baku diperoleh dari lahan Inti 40% dan lahan plasma 60%. Perusahaan memiliki 1 unit PKS. Nilai saham penyertaan PT RNI (Persero) pada PT Laras Astra Kartika sebesar Rp. 39,5 milyar dengan kepemilikan saham sebesar 100%.
PT Mitra Kerinci
PT Mitra Kerinci berkedudukan di Padang, Sumatera Barat, mengelola 2 (dua) unit pabrik Teh yaitu 1 (satu) pabrik Teh Hijau dan 1 (satu) pabrik Teh Hitam yang terletak di Solok Selatan. Nilai saham penyertaan PT RNI (Persero) pada PT Mitra Kerinci sebesar Rp. 141 milyar atau 100%.
Perusahaan Industri Agro yang tidak dikonsolidasi
PT PG Madu Baru
PT PG Madu Baru berkedudukan di Yogyakarta mengelola 1 (satu) unit pabrik gula. Nilai saham penyertaan PT RNI (Persero) pada PT PG Madu Baru sebesar Rp. 24,3 milyar atau 35%.
1.2.2.b. Farmasi dan Alat Kesehatan
Kelompok usaha Farmasi menghasilkan produk obat–obatan dalam beberapa bentuk sediaan seperti Tablet, Tablet salut, Kapsul, Salep, Sirup dan Injeksi. Produk tersebut berupa produk dengan formulasi sendiri maupun lisensi. Sedangkan kelompok usaha Alat Kesehatan menghasilkan produk seperti Alat Suntik Sekali Pakai (ASSP), Kondom dan Sarung Tangan.Perusahaan dalam kelompok Farmasi dan Alat Kesehatan adalah sebagai berikut:
PT Phapros. Tbk
PT Phapros, Tbk berkedudukan di Semarang, Jawa Tengah, Perusahaan memproduksi obat-obatan. Nilai saham penyertaan PT RNI (Persero) pada PT Phapros, Tbk sebesar Rp. 57,21 milyar atau 56,57%.
PT Mitra Rajawali Banjaran
PT Mitra Rajawali Banjaran berkedudukan di Banjaran, Bandung, bergerak di bidang Industri dan perdagangan khususnya Alat-alat Kesehatan. Nilai saham PT RNI (Persero) pada PT Mitra Rajawali Banjaran sebesar Rp. 71 milyar atau 100%.
1.2.2.c. Distribusi & Perniagaan
Kelompok ini terdiri dari Perdagangan Obat & Alat Kesehatan, Perdagangan umum, dan Perdagangan Agro. Distribusi obat-obatan terdiri dari obat-obatan yang dihasilkan oleh group maupun dihasilkan oleh prinsipal lain. Perdagangan umum yang dilakukan oleh RNI memiliki cakupan di 50 kota di Indonesia sehingga dapat dikembangkan sesuai dengan potensi yang ada di daerah masing-masing. Sedangkan perdagangan Agro memperdagangkan produk Agro hasil dari perusahaan anak RNI dan produk turunannya baik dari internal maupun prinsipal lain.
Perusahaan Kelompok Distribusi & Perniagaan yang dikonsolidasi
PT Rajawali Nusindo
PT Rajawali Nusindo berkedudukan di Jakata bergerak di bidang perdagangan dan distribusi. Perusahaan memiliki 42 cabang yang tersebar di wilayah Indonesia. Nilai saham penyertaan PT RNI (Persero) pada PT Rajawali Nusindo sebesar Rp. 160 milyar atau 100%.
PT GIEB Indonesia
PT GIEB Indonesia berkedudukan di Denpasar, Bali, bergerak di bidang perdagangan termasuk perdagangan lokal dan antar pulau. Perusahaan memiliki 7 cabang yang tersebar di wilayah Bali dan 1 cabang di Malang, Jawa Timur. Nilai saham penyertaan PT RNI (Persero) pada PT GIEB Indonesia sebesar Rp. 8,6 milyar atau 65,92%.
PT Rajawali Citramass
PT Rajawali Citramass berkedudukan di Mojokerto, Jawa Timur, memproduksi karung dan kantong plastik. Nilai saham penyertaan PT RNI (Persero) pada PT Rajawali Citramass sebesar Rp. 16 milyar atau 100%.
PT Rajawali Tanjungsari Enjiniring
PT Rajawali Tanjungsari Enjiniring berkedudukan di Sidoarjo, Jawa Timur, bergerak di bidang perdagangan dan perindustrian kulit hewan. Nilai saham penyertaan PT RNI (Persero) pada PT Rajawali Tanjungsari Enjiniring sebesar Rp. 51 milyar atau 100%.
1.2.2.d. Properti
Inisiasi bisnis properti memanfaatkan aset tanah strategis yang belum produktif di beberapa kota besar yaitu Jakarta (MT Haryono), Cirebon (jl. Dr. Wahidin) dan Surabaya (Jl. Undaan Kulon, Jl.Karet, Jl. Jimerto) dengan peruntukkannya sebagai hotel dan pergudangan.
1.2.3. Tata Nilai (Budaya Perusahaan)
Untuk mencapai visi - misi dan sasaran strategi perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menetapkan 5 (lima) nilai perusahaan (corporate values) sebagai landasan dalam beraktivitas yang dianut oleh seluruh insan PT RNI (Persero).
Lima nilai perusahaan tersebut adalah: a. Profesionalism b. Integrity c. Teamwork d. Excellence e. Respect Profesionalism
- Insan RNI bekomitmen menerapkan standar profesionalisme tertinggi melalui upaya mengejar inovasi, menata imajinasi, terbuka terhadap gagasan baru, bertindak dengan perhitungan matang, dan konsisten - Sebagai insan yang memegang prinsip profesionalisme, insan RNI
senantiasa meningkatkan tanggung jawab pribadi,terbuka terhadap perubahan dan perbaikan, serta terus belajar demi mencapai taraf kompetensi dan keahlian seiring dengan kebutuhan dalam perkembangan PT RNI (Persero)
- Insan RNI dituntut kompeten dalam bidang kerjanya, dengan terus meningkatkan kapasitas mental, untuk mengambil keputusan yang dapat dipertanggung jawabkan
- Insan RNI dituntut memiliki pengetahuan terkini, serta memiliki kemampuan mengolah informasi sesuai dengan tuntutan tugas dan pekerjaannya.
Integrity
- Integrity adalah kesetaraan pemikiran, perkataan dan tindakan secara konsisten oleh sekumpulan nilai yang sama.
- Perilaku yang tercakup dalam konsep integritas ini antara lain:jujur, tulus, dapat dipercaya, dapat diandalkan, tepat waktu, etis dan adil. Memahami diri sendiri akan menambah integritas seseorang.
Teamwork
- Sikap dalam berinteraksi atau berhubungan sosial yang efektif antar individu, kelompok unit kerja, antar kelompok kerja dananak perusahaan di lingkungan PT RNI (Persero) yang bersama-sama melaksanakan kegiatan mewujudkan tujuan perusahaan.
- Sikap kerjasama ini diwujudkan dalam kemauan saling berbagi dan saling mendukung sesama insan RNI.
- Insan RNI menyadari bahwa terdapat banyak tuntutan tugas dan pekerjaan, dimana semangat kerjasama akan menghasilkan prestasi yang lebih baik, sekaligus memungkikan solusi permasalahan, dibandingkan jika bekerja sendiri.
Excellence
- Semangat untuk memberikan yang terbaik harus menjadi komitmen seluruh insan RNI dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.
- Menerapkan semangat meningkatkan kualitas pada semua dimensi pekerjaan, diyakini dapat mempercepat pencapaian tugas pokok, sasaran, tujuan, misi dan visi yang diemban masing masing insan RNI.
- Proses untuk mencapai hasil terbaik, melampaui ekpektasi normal, adalah proses yang tiada akan berakhir. Keunggulan, kecemerlangan, kesempurnaan tercipta dari hal – hal kecil, namun semua itu bukan hal – hal kecil.
Respect
- Insan RNI memiliki komitmen untuk memperlakukan orang lain dengan penuh rasa hormat yang dilandasi oleh kepercayaan dan harga diri. Segala hal yang dikerjakan oleh insan RNI senantiasa harus saling menghargai dan saling menghormati dalam menyikapi ide dan saran sesama insan RNI.
- Komitmen saling menghargai dan menghormati ini menyangkut aspek menghargai dan menghormati keragaman, individualitas, perbedaan profesional dan personal, aset-aset RNI, serta perasaan ikut memiliki perangkat kerja yang dipercayakan pada masing masing insan RNI.
1.2.4. Kegiatan Perusahaan
Sesuai dengan ketentuan pasal 25 ayat (8) Anggaran Dasar Perseroan, kegiatan usaha utama Perseroan adalah sebagai berikut:
a. Bidang pertanian dan perkebunan meliputi; perkebunan Tebu, perkebunan Karet, perkebunan tanaman obat/bahan Farmasi, perkebunan Teh, pertanian buah-buahan musiman, perkebunan kelapa Sawit, pertanian padi dan palawija, pembibitan dan budidaya sapi potong.
b. Bidang Industri meliputi: pembuatan gula pasir dan produk turunan dari tanaman Tebu, pengolahan Karet mentah, Industri pengolahan Teh, Industri minyak mentah dan nabati, Industri minyak goreng dan kelapa Sawit, Industri penyamakan kulit, Industri barang dari kulit dan kulit
buatan, Industri kemasan plastik, Industri obat – obatan dan vitamin serta
Industri Alat Kesehatan.
c. Bidang Industri perdagangan meliputi; obat-obatan, Alat Kesehatan, reagenesia, Alat laboratorium, Alat peraga Kesehatan, bahan kimia, hasil pertanian dan perkebunan, makanan dan minuman ringan.
d. Bidang real–estate meliputi; pembangunan kawasan, perumahan, hotel
dan perkantoran serta persewaan gedung.
e. Bidang jasa meliputi jasa pengelolaan perusahaan dan jasa konsultasi manajemen.
1.2.5. Struktur Bisnis RNI Group
Struktur bisnis berdasarkan kelompok Industrinya adalah sebagai berikut:
1.2.6. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)
a. Dewan Komisaris
Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: SK-56/MBU/5/2015 tanggal 5 Mei 2015 tentang pemberhentian dan pengalihan tugas Komisaris Utama serta pengangkatan Komisaris Perusahaan PT RNI, Nomor: SK-192/MBU/10/2015 tanggal 20 Oktober 2015 tentang pengangkatan anggota dewan komisaris perusahaan perseroan (persero) PT RNI dan Nomor: SK-251/MBU/11/2016 tanggal 7 November 2016 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT RNI, sehingga susunan Dewan Komisaris menjadi sebagai berikut :
Komisaris Utama : Ramelan
Anggota Komisaris : Sudarsono Hardjosoekarto
Anggota Komisaris : Muhammad Yamin
Anggota Komisaris : Suripto
Anggota Komisaris : Aditya Dhanwantara
PT PG Rajawali I (100%) PT Phapros, Tbk (56,57%) PT Rajawali Nusindo (100%)
Gula dan Tetes Obat-obatan (farmasi) Trading
PT PG Rajawali II (100%) PT Mitra Rajawali Banjaran (100%) PT GIEB Indonesia (65,92%)
Gula dan Tetes Kondom, Alat Suntik Sekali Pakai, Trading Alkohol dan Spiritus Sarung tangan, dan Pakaian
PT Inti Bagas Perkasa (100%) operasi sekali pakai PT Rajawali Citramass (100%)
Kampas rem Karung Plastik
PT PG Candi Baru (98,85%) PT Rajawali Tanjungsari Enjiniring (100%)
Gula dan Tetes Kulit
PT Perkebunan Mitra Ogan (73,58%)
CPO, PK dan Karet
PT Laras Astra Kartika (100%)
CPO dan PK
PT Mitra Kerinci (100%)
Teh
Industri Agro Farmasi & Alkes Distribusi & Perniagaan RNI (Persero)
b. Direksi
Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No. SK-57/MBU/5/2015 tanggal 5 Mei 2015 tentang pemberhentian Direktur Utama Perusahaan PT RNI dan No. SK-101/MBU/6/2015 tanggal 23 Juni
2015 tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota – anggota
Direksi PT RNI, sehingga Dewan Direksi menjadi sebagai berikut:
Direktur Utama : B. Didik Prasetyo
Direktur Keuangan : Mochammad Yana Aditya
Direktur Pengembangan Usaha
dan Investasi : Agung Primanto Murdanoto
Direktur Pengendalian Usaha
dan Manajemen Risiko : Elka Wahyudi
Direktur SDM dan Manajemen Aset : Djoko Retnadi
BAB II SASARAN USAHA
2.1. Visi Perusahaan
Visi PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) adalah:
Menjadi perusahaan investmen holding terbaik di tingkat regional dengan basis agro industri, farmasi, alat kesehatan, distribusi, perniagaan dan properti.
“Terbaik” dipahami sebagai memiliki kinerja di atas rata-rata kelompok industri dan beroperasi secara efektif dan efisien serta siap menghadapi tantangan.
2.2. Misi Perusahaan
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) merumuskan misi perusahaan sebagai:
- Mengelola kelompok usaha secara terintegrasi dengan mengedepankan prinsip sinergi antar kelompok usaha.
- Menjalankan perusahaan secara profesional dengan kualitas produk dan layanan yang prima.
- Mengembangkan budaya perusahaan dan sumber daya manusia yang handal serta berkinerja tinggi dengan menerapkan prinsip-prinsip tatakelola perusahaan yang baik.
- Menerapkan strategi usaha yang berkomitmen tinggi dalam rangka memberikan nilai tambah yang optimal bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.
- Menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
2.3. Sasaran Korporasi Tahun 2017
2.3.1. Sasaran Umum
Sasaran umum perusahaan untuk RKAP Tahun 2017 adalah sebagai berikut : 1. Laba sebelum pajak sebesar Rp. 193 Milyar.
2. Total aset sebesar Rp. 9,01 triliun
3. Tingkat kesehatan “Sehat A”
Sasaran laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp. 193 milyar, yang terinci sebagai berikut:
a) Realisasi Laba Usaha diproyeksikan tercapai Rp. 387 milyar atau naik 92% dari prognosa sebesar Rp. 202 milyar.
b) Realisasi Laba Setelah Pajak sebesar Rp. 97 milyar, naik 481% dari prognosa 2016 rugi sebesar Rp. 25 milyar. Tingginya laba setelah pajak
dibandingkan prognosa dikarenakan adanya peningkatan penjualan di semua kelompok produk, terutama pada peningkatan penjualan obat-obatan dan alat kesehatan serta perdagangan. Adapun penjelasan kinerja Laba Rugi Konsolidasi di RKAP Tahun 2017 dapat dijelaskan secara terinci sebagai berikut :
EBITDA Margin tahun 2017 ditargetkan sebesar 11% dari penjualan.
b.1) Penjualan
Pendapatan usaha perusahaan pada RKAP Tahun 2017 dikelompokan sesuai dengan produk utama PT RNI (Pesero) sebagai berikut :
Milyar Rupiah
B/A C/B
PENJUALAN 6.004 100 5.688 100 6.313 100,0 95% 111% BEBAN POKOK PENJUALAN 4.615 77 4.415 78 4.747 75,2 96% 108% LABA (RUGI) BRUTO 1.389 23 1.273 22 1.566 24,8 92% 123% BEBAN USAHA 1.089 18 1.071 19 1.179 18,7 98% 110% LABA (RUGI) USAHA 300 5 202 4 387 6,1 67% 192% PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan lain-lain 70 1 73 1 85 1,3 104% 116% Biaya lain-lain (225) (4) (236) (4) (280) (4,4) 105% 119% Pendapatan (Beban) lain-lain bersih (154) (3) (162) (3) (195) (3,1) 105% 120%
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 145 2 40 1 193 3,1 27% 482%
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Kini (103) (2) (81) (1) (112) (1,8) 121% 73% Tangguhan 6 0 16 0 16 0,3 279% 101% Pajak penghasilan (97) (2) (65) (1) (96) (1,5) 133% 68%
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 48 1 (25) (0) 97 1,5 -53% 581%
PENDAPATAN (BEBAN) KOMPREHENSIF LAIN
Pendapatan (beban) komprehensif lain 328 5 255 4 (74) (1,2) 78% -29%
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF 377 6 229 4 23 0,4 61% 10% % REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017 Milyar Rupiah B/A C/B Industri Agro Tebu 1.833 1.750 1.613 95% 92% Perkebunan 307 286 576 93% 201%
Obat-obatan & Alat kesehatan 2.434 2.176 2.429 89% 112%
Perdagangan umum 1.283 1.334 1.563 104% 117%
Barang dan Jasa Lainnya 148 141 131 96% 93%
Total penjualan konsolidasian 6.004 5.688 6.313 95% 111%
% REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017
b.1.1. Pendapatan Industri Tebu
Pendapatan industri Tebu pada RKAP Tahun 2017 direncanakan sebesar Rp.1,61 triliun dengan rincian sebagai berikut :
b.1.2. Pendapatan Perkebunan
Pendapatan Perkebunan pada RKAP Tahun 2017 direncanakan sebesar Rp. 576 milyar dengan rincian sebagai berikut:
b.1.3. Pendapatan Obat dan Alat Kesehatan
Pendapatan Obat dan Alat Kesehatan pada RKAP Tahun 2017 direncanakan sebesar Rp 2,43 triliun dengan rincian sebagai berikut :
Milyar Rupiah
B/A C/B
Nilai penjualan (Rp. milyar)
- Gula 1.604 1.460 1.374 91% 94%
- Tetes 204 264 202 130% 76%
- Etiil Alkohol 95% 19 19 31 104% 158% - Spiritus 0 0 0 100% 100% - Etiil Alkohol 65% 6 6 6 100% 101% Total penjualan industri tebu 1.833 1.750 1.613 95% 92%
% REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017 Milyar Rupiah B/A C/B
Nilai penjualan (Rp Milyar)
- Minyak Kelapa Sawit (CPO) 186 166 380 89% 229% - Inti Sawit (PK) 26 23 61 88% 261% - Tandan Buah Segar (TBS) 8 11 44 141% 410% - Karet Kering 13 13 16 101% 117%
- Teh 74 73 75 99% 103%
Total penjualan industri perkebunan 307 286 576 93% 201% % REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017 Milyar Rupiah B/A C/B Industri obat-obatan 723 823 1.143 114% 139% Obat-obatan non Phapros 603 573 616 95% 108% Industri Alat kesehatan
- Kondom 15 15 18 100% 123%
- Alat Suntik Sekali Pakai/ASSP 19 19 44 100% 226% Alat kesehatan lainnya 1.074 745 608 69% 82% Jumlah penjualan alat kesehatan 1.108 780 670 70% 86% Total penjualan obat dan alat kesehatan 2.434 2.176 2.429 89% 112%
% REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017
b.1.4. Pendapatan Perdagangan, Barang dan Jasa Lainnya
Pendapatan Perdagangan, Barang dan Jasa Lainnya pada RKAP Tahun 2017 direncanakan sebesar Rp 1,69 triliun dengan rincian sebagai berikut:
b.2.) Beban Pokok Penjualan
Total Beban Pokok Penjualan konsolidasi RKAP Tahun 2017 diproyeksikan sebesar Rp. 4,75 triliun, berasal dari kontribusi kelompok Tebu sebesar Rp. 1,29 triliun (27%), kelompok Perkebunan sebesar Rp. 507 miliar (11%), kelompok Farmasi & Alkes sebesar Rp. 1,46 triliun (31%), kelompok Perdagangan Umum sebesar Rp. 1,4 triliun (29%) serta Barang & Jasa Lainnya sebesar Rp. 92 milyar (2%) dengan rincian sebagai berikut :
Milyar Rupiah B/A C/B Perdagangan Umum - Karung plastik 174 160 287 92% 179% - Kulit 25 23 35 92% 152% Produk Philips 630 617 549 98% 89% Consumer goods 454 535 693 118% 130% Pupuk 5 32 32 703% 101%
Veterinary & Chemical 43 7 11 15% 166% Sewa Gedung 4 5 9 134% 178%
Beras 20 20 26 100% 132%
Rajawalimart 24 24 - 100% 0% KSO Properti MT. Haryono 40 40 - 100% 0% Penjualan tebu - - 26 0% 0% Peralatan dan perlengkapan pabrik 6 8 19 134% 231% Lain-lain 6 6 8 97% 140%
Total penjualan perdagangan 1.431 1.475 1.694 103% 115%
% REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017 Milyar Rupiah B/A C/B Industri Agro Tebu 1.393 1.427 1.292 102% 91% Perkebunan 354 312 508 88% 163%
Obat-obatan & Alat kesehatan 1.620 1.358 1.455 84% 107%
Perdagangan umum 1.139 1.216 1.400 107% 115%
Barang dan Jasa Lainnya 109 102 92 94% 91%
Total beban pokok penjualan konsolidasian 4.615 4.415 4.747 96% 108%
% REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017
b.3.) Beban Usaha
Adapun rincian Biaya Usaha adalah sebagai berikut: b.3.1. Biaya Pegawai
RKAP Tahun 2017 atas kelompok Biaya Pegawai sebesar Rp. 469 milyar mencapai 10% di atas prognosa tahun 2016 terutama berasal dari kenaikan rutin gaji dan tunjangan. Rincian biaya pegawai sebagai berikut:
b.3.2. Biaya Umum dan Administrasi
RKAP Tahun 2017 atas kelompok Biaya Umum Administrasi sebesar Rp.363 milyar mencapai 15% di atas prognosa tahun 2016 utamanya ada beban discount factor di PG Rajawali II dengan rincian sebagai berikut :
Milyar Rupiah RKAP 2016 PROGNOSA RKAP
REVISI 2016 2017
A B C B/A C/B
Gaji & Tunjangan 392 363 404 93% 111% Imbalan Paska Kerja 63 62 59 98% 96% Perjalanan Dinas 3 3 5 114% 159% 458 428 469 93% 110% Uraian % JUMLAH Milyar Rupiah RKAP 2016 PROGNOSA RKAP
REVISI 2016 2017
A B C B/A C/B
Jasa Produksi & Tantiem 52 52 69 102% 131% Discount Faktor Gula - - 30 0% 0% Biaya Kantor Dan Umum 33 29 29 87% 101% Beban Pemeliharaan 23 21 26 89% 128% Beban Jasa Profesi & Konsultan 36 35 25 98% 71% Biaya Umum Lain Phapros 13 13 23 100% 181% Beban Pajak 14 20 22 137% 111% Beban Perjalanan Dinas 18 19 20 102% 109% Pengelolaan Perusahaan 14 14 19 101% 134% Selisih Harga Gula Talangan - 12 18 0% 154% Beban Sewa & Asuransi 28 29 18 104% 62% Beban Jasa Dan Profesi, Perijinin 16 16 16 98% 102% Listrik Air Telp 13 12 12 97% 94% Biaya Honorarium 10 11 10 119% 87% Training/Pengembangan 16 15 7 89% 46% Beban Pengangkutan Pegawai 5 5 6 117% 114% Biaya Umum Lainnya 5 4 4 68% 101% Penguruan Ijin & Sumbangan 3 3 3 99% 100% Biaya Umum Lain Pg Rajawali I 3 3 3 116% 101% Rekreasi & Olah Raga 3 2 3 76% 124%
305
315 364 103% 115%
Uraian %
b.3.3 Biaya Promosi dan Distribusi
RKAP Tahun 2017 atas kelompok Biaya Promosi dan Distribusi sebesar Rp. 315,8 milyar mengalami kenaikan 7% dari prognosa 2016 dengan perincian biaya per perusahaan sebagai berikut :
b.3.4. Biaya Penyusutan
Beban Penyusutan diproyeksikan sampai dengan 2017 yang melekat pada beban usaha adalah sebesar Rp 30,5 milyar atau 9% di bawah prognosa 2016, dengan perincian per perusahaan sebagai berikut:
Milyar Rupiah RKAP 2016 PROGNOSA RKAP
REVISI 2016 2017 A B C B/A C/B PT. Phapros, Tbk 173 173 192 100% 111% PT Rajawali Nusindo 79 78 76 98% 98% PT Mitra Ogan 8 8 26 103% 318% PT Mitra Kerinci 5 5 5 102% 104% PT Rajawali Tanjungsari Enjiniring 0 0 4 93% 2258% PT. Mitra Rajawali Banjaran 3 1 4 42% 299% PT. GIEB Indonesia 3 3 3 100% 110% PT Rajawali Citramass 2 2 3 97% 194% PT PG Rajawali I 2 2 2 75% 93% PT Laras Astra Kartika 0 0 1 97% 283% PT PG Rajawali II 22 22 0 102% 2% PT PG Candi Baru - - 0 0% 0% 297 294 316 99% 107% Uraian % JUMLAH Milyar Rupiah RKAP 2016 PROGNOSA RKAP
REVISI 2016 2017 A B C B/A C/B PT RNI Holding 12 12 13 100% 110% PT Rajawali Nusindo 9 10 7 117% 70% PT PG Rajawali II 2 5 5 221% 101% PT. Phapros, Tbk 2 2 2 100% 73% PT. GIEB Indonesia 2 1 1 95% 101% PT Mitra Ogan 2 2 1 100% 49% PT Rajawali Citramass 0 0 0 188% 91% PT PG Rajawali I 0 0 0 86% 298% PT Rajawali Tanjungsari Enjiniring 0 0 0 93% 107% PT. Mitra Rajawali Banjaran 0 0 0 44% 1481% PT Mitra Kerinci 0 0 0 102% 141% PT Laras Astra Kartika 0 0 0 102% 164%
29
34 31 115% 91% JUMLAH
b.4.) Pendapatan Lain-Lain
Pendapatan lain-lain sebesar Rp. 84,99 milyar atau naik 16% dari prognosa 2016 sebesar Rp. 73,45 milyar dengan perincian sebagai berikut:
b.5.) Beban Lain-Lain
RKAP Tahun 2017 atas Beban lain-lain sebesar Rp. 279,9 milyar atau naik 19% dari prognosa 2016 sebesar Rp 235,6 milyar utamanya berasal dari bunga sebesar Rp. 246 milyar.
Milyar Rupiah
B/A C/B
Pendapatan lain-lain
Bunga Deposito dan Jasa Giro 5 4 4 79% 92% Sewa gedung,gudang dan mesin 2 0 2 14% 720% Penjualan Aset Tetap 1 1 1 123% 69% Penjualan Barang Bekas 1 3 1 334% 25% Denda keterlambatan 9 8 1 90% 12%
Diskon - 1 1 0% 98%
Tambahan Laba Penjualan angsuran 0 0 0 100% 98% Makloon Kulit 1 1 1 125% 72% Pendapatan lainnya 52 55 75 105% 138%
Total pendapatan lain-lain 70 73 85 104% 116%
% REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017 Milyar Rupiah B/A C/B Beban lain-lain Beban keuangan 170 193 246 114% 128% Penghapusan Piutang 4 3 3 75% 94% Selisih Kurs 0 1 1 809% 118% Penyisihan dan penurunan nilai persediaan 2 6 3 257% 53% Biaya keamanan 2 11 2 532% 16% Biaya sumbangan 1 1 1 87% 114% Jaminan sosial pensiun - 0 0 0% 75% Beban tagihan pajak kurang bayar - 1 0 0% 8% Beban lain-lain 46 21 24 46% 116%
Total beban lain-lain 225 236 280 105% 119%
% REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017
c) Tingkat Kesehatan
Tingkat kesehatan pada tahun 2017 diproyeksikan sehat (A) dengan skor 75,50 sedangkan realisasi tahun 2016 Kurang sehat (BBB) dengan skor 60,75. Tingkat kesehatan tersebut memenuhi Shareholder Aspiration yang mentargetkan tingkat kesehatan minimal A. Untuk detilnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
2.3.2. Sasaran per Bidang Usaha a. Kelompok Tebu
Produksi dan Produktivitas Tebu Giling
Total luas areal Kebun Tebu Giling (KTG) diproyeksikan sebesar 53.775 hektar meliputi 13.660 hektar (25%) areal Kebun Tebu Sendiri (TS) dan 40.115 hektar (75%) Kebun Tebu Rakyat (TR). Dibandingkan tahun 2016, luas areal KTG berkurang 939 hektar (2%). Hal ini dikarenakan adanya regrouping pabrik gula, dengan perincian sebagai berikut:
% Skor Hasil Skor Hasil Skor
Aspek keuangan
Imbalan Kepada Pemegang Saham (ROE) % 5,99 8,50 (3,57) - 11,53 16,00 Imbalan Investasi (ROI) % 8,09 6,00 6,99 5,00 8,38 6,00 Rasio Kas % 17,40 3,00 17,48 3,00 10,36 2,00 Rasio Lancar % 110,17 4,00 97,45 2,00 97,62 2,00 Collection periods Hari 26,44 5,00 29,33 5,00 35,86 5,00 Perputaran persediaan Hari 51,03 5,00 53,19 5,00 49,75 5,00 Perputaran total aset % 90,20 4,00 87,26 3,50 77,95 3,50 Rasio modal sendiri terhadap total aktiva % 21,69 7,25 22,19 7,25 18,16 6,00
42,75 30,75 45,50
Aspek operasional 15,00 15,00 15,00
Aspek administrasi 15,00 15,00 15,00
Total Skor 72,75 60,75 75,50
Tingkat kesehatan SEHAT A KURANG
SEHAT BBB SEHAT A
RKAP 2016 PROGNOSA RKAP
Revisi 2016 2017
Produksi tebu giling diproyeksikan sebesar 4,22 juta ton. Dibandingkan tahun 2016, produksi tebu giling berkurang 170.607 ton atau turun 4%.
Rendemen
Rendemen tebu giling diproyeksikan sebesar 7,35%. Dibandingkan tahun 2016, rendemen tebu giling naik 10%. Kenaikan ini terkait dengan iklim kemarau kering tahun 2017 yang berpengaruh baik untuk tanaman tebu dan produksi gula. Perusahaan terus berupaya menjaga stabilitas rendemen
B/A C/B
Industri Tebu Luas Areal (ha)
- Tebu Sendiri 12.649 12.655 13.660 100% 108%
- Tebu Rakyat 42.049 42.060 40.115 100% 95%
54.698
54.714 53.775 100% 98% Jumlah tebu giling (ton)
- Tebu Sendiri 818.879 845.255 965.652 103% 114%
- Tebu Rakyat 3.390.823 3.549.955 3.258.951 105% 92%
4.209.702
4.395.209 4.224.603 104% 96%
Tebu per Ha (ton/ha)
- Tebu Sendiri 64,74 66,79 70,69 103% 106% - Tebu Rakyat 80,64 84,40 81,24 105% 96% 76,96 80,33 78,56 104% 98% Rendemen (%) - Tebu Sendiri 7,09 6,71 6,94 95% 103% - Tebu Rakyat 7,63 6,67 7,46 87% 112% 7,52 6,68 7,35 89% 110% Produksi Gula (ton)
- Tebu Sendiri 58.059 56.747 67.032 98% 118%
- Tebu Rakyat 258.646 236.661 243.270 91% 103%
316.705
293.408 310.302 93% 106%
Produktivitas Gula (Ton/ha)
- Tebu Sendiri 4,59 4,48 4,91 98% 109%
- Tebu Rakyat 6,15 5,63 6,06 91% 108%
5,79
5,36 5,77 93% 108% Bagi hasil gula (ton)
- Gula bagian Pabrik 142.349 123.627 141.760 87% 115%
- Gula bagian Petani 174.356 169.781 168.542 97% 99%
316.705
293.408 310.302 93% 106%
Produksi Tetes (Ton)
- Tetes bagian Pabrik 128.930 136.583 125.039 106% 92%
- Tetes bagian Petani 101.312 106.083 90.239 105% 85%
230.242
242.666 215.278 105% 89%
Produksi PSA
- Etiil Alkohol 95% (liter) 1.930.155 1.991.584 3.000.000 103% 151%
- Etiil Alkohol 65% (liter) 184.000 184.000 200.000 100% 109%
- Spiritus (liter) 5.000 5.000 5.000 100% 100% % REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017
dengan merencanakan perbaikan mesin pabrik serta peningkatan pengawasan proses (off farm dan on Farm). Upaya bidang tanaman (on farm) yakni: perbaikan budidaya tanaman, perbaikan perencanaan serta persiapan sarana dan prasarana tebang angkut serta perbaikan sistem seleksi pemasukan/ penerimaan bahan baku.
Produktivitas Gula dan Produksi Gula Bagian PG
Produksi Gula Bagian PG diproyeksikan sebesar 141.760 ton. Dibandingkan tahun 2016, Produksi Gula Bagian PG naik 18.134 ton (15%). Peningkatan produksi Gula Bagian PG tersebut dipicu oleh peningkatan produktivitas tanaman baik bobot dan rendemen.
b. Kelompok Perkebunan Kelapa sawit
Produksi dan Produktivitas TBS
Total luas areal Tanaman Menghasilkan (TM) kelapa sawit diproyeksikan sebesar 28.776 hektar meliputi 12.177 hektar (42%) areal kebun inti dan 16.598 hektar (58%) areal kebun plasma.
Produksi TBS diproyeksikan sebesar 254.852 ton. Dibandingkan tahun 2016, produksi TBS naik 129.786 ton atau 104%. Produksi kebun inti naik 66.916 ton atau 76% dan Kebun Plasma naik 62.870 ton atau 170%. TBS yang berasal dari kebun pihak III diproyeksikan sebanyak 30.176 ton atau naik 29.369 ton (3.639%). TBS dari pembelian pihak III ini sangat penting bagi PT Perkebunan Mitra Ogan dan PT Laras Astra Kartika dalam rangka mengoptimalkan kapasitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sehingga lebih efisien.
Rendemen
Rendemen CPO diproyeksikan sebesar 20,42%. Dibandingkan tahun 2016, Rendemen CPO meningkat 0,14 poin atau 1%. Peningkatan rendemen tersebut dikaitkan dengan upaya bidang tanaman (on farm) yakni perbaikan budidaya tanaman, perbaikan perencanaan serta persiapan sarana dan prasarana tebang angkut serta perbaikan sistem seleksi pemasukan/ penerimaan bahan baku. Peningkatan rendemen juga dikaitkan dengan rencana perbaikan mesin pabrik serta peningkatan pengawasan proses (off farm).
Produktivitas CPO
Produksi CPO diproyeksikan sebesar 51.726 ton. Dibandingkan tahun 2016, Produksi CPO naik 27.791 ton atau 116%. Kenaikan tersebut terkait dengan naiknya TBS diolah PKS.
Produktivitas CPO ini berkaitan langsung dengan profitabilitas kebun serta kepuasan petani.
Karet
Produksi dan Produktivitas Karet
Total luas areal Tanaman Menghasilkan (TM) karet diproyeksikan sebesar 983 hektar sedangkan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) sebesar 259 hektar. Dibandingkan tahun 2016, total luas areal TM maupun TBM tidak ada penambahan.
Produksi Karet diproyeksikan sebesar 1.096 ton. Dibandingkan tahun 2016, produksi Karet meningkat 86 ton atau 9%. Peningkatan lebih tinggi
B/A C/B
Industri Kelapa Sawit Luas Areal Sawit (Ha) Kebun inti
- TU 100 - 150 0% 0% - TBM 3.032 3.032 2.635 100% 87% - TM 11.830 11.931 12.177 101% 102% Jumlah areal sawit inti 14.963 14.963 14.963 100% 100% Kebun plasma
- TU 233 150 500 64% 333% - TBM 3.708 3.708 3.650 100% 98%
- TM 16.891 16.891 16.598 100% 98%
Jumlah areal sawit plasma 20.832 20.749 20.749 100% 100% Luas Areal inti Karet (Ha)
- TU - - - 0% 0% - TBM 259 259 259 100% 100% - TM 983 983 983 100% 100% Jumlah Areal Karet 1.242 1.242 1.242 100% 100% Total Luas Areal (Ha) 37.037 36.954 36.954 100% 100% Produktivitas TBS per ha (Ton)
Inti 7,83 7,38 12,72 94% 172% Plasma 2,64 2,19 6,02 83% 274% Produktivitas TBS rata-rata (Ton) 4,78 4,34 8,86 91% 204% Produksi TBS (Ton)
Inti 92.651 88.010 154.926 95% 176%
Plasma 44.563 37.056 99.926 83% 270% Jumlah produksi TBS (Ton) 137.213 125.066 254.852 91% 204% TBS pihak ketiga (Ton) 1.833 807 30.176 44% 3739% TBS siap diolah (Ton) 139.046 125.873 285.027 91% 226% Penjualan TBS ke pihak ketiga (Ton) 5.485 7.759 31.755 141% 409% TBS Diolah PKS (Ton) 133.348 118.022 253.272 89% 215% Hasil Produksi (Ton)
- CPO 27.343 23.935 51.726 88% 216% - Inti Sawit (PK) 6.031 5.183 11.485 86% 222% - Karet 1.038 1.010 1.096 97% 109% Rendemen (%) - CPO 20,50 20,28 20,42 99% 101% - Inti Sawit (PK) 4,52 4,39 4,53 97% 103% % REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017
direncanakan pada jenis Karet Olahan dengan pertimbangan untuk mendapatkan nilai penjualan yang lebih tinggi.
Teh
Produksi dan Produktivitas Teh
Total luas areal Tanaman Menghasilkan (TM) diproyeksikan sebesar 1.481 hektar. Dibandingkan tahun 2016, total luas areal TM tidak mengalami penambahan.
Produksi teh diproyeksikan sebesar 4.700 ton, meliputi Black Tea 467 ton (10%) dan Green Tea 4.233 ton (90%). Dibandingkan tahun 2016, produksi Teh meningkat 176 ton atau 4%. Peningkatan lebih tinggi direncanakan pada jenis Green Tea dengan pertimbangan untuk mendapatkan nilai penjualan yang lebih tinggi.
c. Kelompok Farmasi & Alkes Obat-obatan
Proyeksi produksi obat-obatan tahun 2017 mengacu pada permintaan marketing dengan memperhitungkan persediaan.
Alat Kesehatan
Proyeksi produksi alat-alat kesehatan adalah sebagai berikut:
1) Produksi Kondom sejumlah 184.000 gross atau naik 9% karena tahun 2017 diproyeksikan ada kerjasama dengan distributor baru yang menangani pemasaran dan penjualan.
B/A C/B
Industri Teh
Luas Areal (Ha)
- TM 1.481 1.481 1.481 100% 100% - TBM - - - 0% 0% Jumlah 1.481 1.481 1.481 100% 100% Pucuk Basah (Ton) 19.603 19.364 20.000 99% 103% Protas pucuk basah (Ton/Ha) 13,24 13,07 13,50 99% 103% Protas teh jadi (Ton/Ha) 3,08 3,05 3,17 99% 104% Teh Jadi (Ton)
- Black Tea 557 522 467 94% 90% - Green Tea 3.998 4.002 4.233 100% 106% Jumlah 4.555 4.524 4.700 99% 104% Rendemen (%) 23,24 23,36 23,50 101% 101% % REVISI A B C POS RKAP 2016 PROG 2016 RKAP 2017