faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan terhadap rumusan program dan kegiatan, rekapitulasi program dan kegiatan serta penjelasan jika rumusan program dan kegiatan tidak sesuai dengan rancangan awal RKPD, baik jenis program/kegiatan, pagu indikatif, maupun kombinasi keduanya
BAB IV PENUTUP, menguraikan tentang catatan penting yang perlu mendapat
perhatian, baik dalam rangka pelaksanaannya maupun seandainya ketersediaan anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan, kaidah pelaksanaannya serta rencana tindak lanjut.
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU (N-2)
2.1 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN RENSTRA SKPD
Rencana Kerja Kantor Pelayanan Pasar adalah penjabaran perencanaan tahunan dan Rencana Strategis Kantor Pelayanan Pasar tersebut. Tercapai tidaknya pelaksanaan kegiatan – kegiatan atau program yang telah disusun dapat dilihat berdasarkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah. Akuntabilitas merupakan suatu bentuk perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, melalui suatu media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik. Terkait dengan hal tersebut Rencana Kerja (RENJA) Kantor Pelayanan Pasar ini menyajikan dasar pengukuran kinerja kegiatan dan Pengukuran Kinerja Sasaran dari hasil apa yang telah diraih atau dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Pasar selama tahun 2011 dan perkiraan target tahun 2012. Pengukuran kinerja kegiatan dan Pengukuran Kinerja Sasaran melalui tahapan sebagai berikut :
A. Penetapan Indikator Kinerja
Penetapan indikator kinerja merupakan ukuran kuantitaf dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan. Indikator kinerja Kegiatan meliputi indikator masukan (inputs), keluaran (outputs), hasil (outcomes), manfaat (benefits) dan dampak (impacts). Indikator-indikator tersebut dapat berupa dana, sumber daya manusia, laporan, buku dan indikator lainnya. Penetapan indikator kinerja ini diikuti dengan penetapan besaran indikator kinerja untuk masing-masing jenis indikator yang telah ditetapkan.
B. Capaian Analisis Kinerja
Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja kegiatan. Pengukuran ini dilakukan dengan memanfaatkan data kinerja.
Evaluasi Program Tahun 2012
A. PROGRAM PENINGKATAN EFESIENSI PERDAGANGAN DALAM NEGERI.
Pada tahun 2012, jumlah anggaran Rp. 1.466,713.810,- dan realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 1,343,137.000,- atau sebesar 91,57 % yang direalisasikan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Kegiatan Penyempurnaan Perangkat Peraturan, Kebijakan dan pelaksanaan Operasional
Jumlah anggaran yang tersedia dalam melaksanakan kegiatan ini sebesar Rp. 200.000.000,- dan realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 200.000.000,- atau sebesar 100 % adapun indikator kinerja keluaran Naskah akademis tentang kebijakan pengelolaan pasar di Kota Dumai dengan target 1 paket dengan capaian realisasi 100 % dan Adanya kajian pengelolaan PKl dan kontribusi terhadap penerimaan PAD dengan target 1 kegiatan dengan capaian realisasi 100%.
2. Kegiatan Pengembangan Pasar dan Distribusi Barang/Produk
Jumlah anggaran yang tersedia dalam melaksanakan kegiatan ini sebesar Rp. 465.949.810,- dan realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 367.278.000,- atau sebesar 78,82% adapun indikator kinerja keluaran adalah terciptanya pasar yang tertib dan rapi dengan target 1 pasar dengan capaian realisasi 95 %.
3. Kegiatan Penambahan Sarana dan Prasarana Pasar
Jumlah anggaran yang tersedia dalam melaksanakan kegiatan ini sebesar Rp. 341.770.000,- dan realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 340.150.000,- atau sebesar 99,53 % adapun indikator kinerja keluaran adalah terlaksananya penambahan sarana dan prasarana pasar dengan target 2 pasar dengan capaian
realisasi 50 % dimana ada beberapa item pekerjaan tidak dapat dilaksanakan disebabkan terkendalanya pembebasan lahan di areal Pasar Bunda Sri Mersing. 4. Kegiatan Pembangunan Tempat Pelelangan Ikan
Jumlah anggaran yang tersedia dalam melaksanakan kegiatan ini sebesar Rp. 458.994.000,- dan realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 435.709.000,- atau sebesar 94,93 % adapun indikator kinerja keluaran adalah Terbangunnya Los Pelelangan Ikan dengan target 1 unit los dengan capaian realisasi 100 %.
B. PROGRAM PEMBINAAN PEDAGANG KAKI LIMA DAN ASONGAN.
Pada tahun 2012, jumlah anggaran Rp. 1.368.422.750,- dan realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 1.105.806.500,- atau sebesar 80.81 % yang direalisasikan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Kegiatan Pembinaan Organisasi Pedagang Kaki Lima Dan Asongan.
Jumlah anggaran yang tersedia dalam melaksanakan kegiatan ini sebesar Rp. 217.747.500,- dengan realisasi penyerapan anggaran dari kegiatan ini sebesar Rp. 205.127.500,- atau 94.20 % adapun indikator kinerja keluaran adalah terlaksananya operasi ketertiban pasar dengan target 12 bulan dengan capaian realisasi 100 %.
2. Kegiatan Penataan Tempat Berusaha Bagi Pedagang Kaki Lima Dan Asongan. Jumlah anggaran yang tersedia dalam melaksanakan kegiatan ini sebesar Rp. 999.265.000,- dengan realisasi penyerapan anggaran dari kegiatan ini sebesar Rp. 836.555.000,- atau 83.72% adapun indikator kinerja keluaran adalah Terlaksananya rehabilitasi/pemeliharaan pasar Kota Dumai dengan target 1 tahun dengan capaian realisasi 100% dan terlaksananya penambahan sarana dan prasarana pasar, dengan target 1 pasar dengan capaian realisasi 99 %.
3. Kegiatan Pendataan Pedagang Kaki Lima.
Jumlah anggaran yang tersedia dalam melaksanakan kegiatan ini sebesar Rp. 65.935.250,- dengan realisasi penyerapan anggaran dari kegiatan ini sebesar Rp.
64.124.000,- atau 97.25 % adapun indikator kinerja keluaran adalah data pedagang kaki lima dengan target 1 laporan dengan capaian realisasi 100 %. 4. Kegiatan Pemindahan Pedagang Kaki Lima.
Jumlah anggaran yang tersedia dalam melaksanakan kegiatan ini sebesar Rp. 85.475.000,- dengan realisasi penyerapan anggaran dari kegiatan ini adalah nihil atau 0.00 % adapun indikator kinerja keluaran adalah Terlaksananya pemindahan pedagang dengan target 1 kegitan dengan capaian realisasi 0 %, hal ini disebabkan kegiatan pemindahan belum dapat dilaksanakan disebabkan Serah Terima bangunan Pasar Kelakap Tujuh belum terlaksana dari Pemerintah Pusat ( Departemen Perdagangan) kepada Pemerintah Kota Dumai.
Tabel 2. 1 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan Pencapaian Renstra SKPD s/d Tahun 2013
Kode Urusan/Program/Kegiatan Kinerja/Output Indikator
Target Kinerja Capaian Program (Renstra SKPD 2011-2015) Realisasi Target Kinerja hasil program dan Kegiatan s/d tahun 2011
Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan
Tahun lalu (n-2) Target Progra m dan Kegiat an (Renja SKPD tahun 2013) Perkiraan Realisasi capaian target Renstra SKPD s/d tahun berjalan Target Renja SKPD tahun 2012 Realisas i Renja SKPD Tahun 2012 Tingka t Realisa si (%) Realisasi capaian program dan kegiatan s/d tahun berjalan 2013 Tingkat Capaian Realisasi Target Renstra (%) 1 2 3 4 5 6 7 8= (7/6) 9 10= (5+7+9) 11= (10/4 Program Peningkatan Efesiensi Perdagangan Dalam Negeri - Penyempurnaan perangkat peraturan, kebijakan dan pelaksanaan operasional Terlaksannya penyusunan Naskah akademis Perda tentang kebijakan pengelolaan pasar di Kota Dumai, Adanya kajian pengelolaan PKL dan kontribusi terhadap penerimaan PAD
Kode Urusan/Program/Kegiatan Kinerja/Output Indikator Target Kinerja Capaian Program (Renstra SKPD 2011-2015) Realisasi Target Kinerja hasil program dan Kegiatan s/d tahun 2011
Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan
Tahun lalu (n-2) Target Progra m dan Kegiat an (Renja SKPD tahun 2013) Perkiraan Realisasi capaian target Renstra SKPD s/d tahun berjalan Target Renja SKPD tahun 2012 Realisas i Renja SKPD Tahun 2012 Tingka t Realisa si (%) Realisasi capaian program dan kegiatan s/d tahun berjalan 2013 Tingkat Capaian Realisasi Target Renstra (%) Pengembangan pasar dan distribusi barang/produk
Terciptanya pasar yang tertib dan rapi
- 0 100% 95% 95% 90% 62% - Penambahan sarana dan prasarana Pasar Terlaksananya
peambahan sarana dan prasarana pasar buah taman lepin 5 Pasar 0 2 1 50% 90% 63% - Pembangunan Tempat pelelangan ikan Tersedianya tempat pelelangan ikan - 0 100% 100% 100% 100% 67% - Kegiatan Rehabilitasi Pasar Kota Dumai Terlsaksananya Rehabilitasi Pasar Bunda Sri Mersing
12 Pasar 8% 0% 0% - 100% 36% -
Program Pembinaan
Pedagang Kaki
Lima dan Asongan
Kode Urusan/Program/Kegiatan Kinerja/Output Indikator Target Kinerja Capaian Program (Renstra SKPD 2011-2015) Realisasi Target Kinerja hasil program dan Kegiatan s/d tahun 2011
Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan
Tahun lalu (n-2) Target Progra m dan Kegiat an (Renja SKPD tahun 2013) Perkiraan Realisasi capaian target Renstra SKPD s/d tahun berjalan Target Renja SKPD tahun 2012 Realisas i Renja SKPD Tahun 2012 Tingka t Realisa si (%) Realisasi capaian program dan kegiatan s/d tahun berjalan 2013 Tingkat Capaian Realisasi Target Renstra (%) Kegiatan pembinaan organisasi
pedagang kaki lima dan asongan Terlaksanya operasi ketertiban Pasar 90% 90% 85% 94% 90% 58% - Kegiatan penataan tempat berusaha bagi pedagang kaki lima dan asongan
Terlaksana
rehabilitasi/pemelihara anpasat kota dumai, terlaksananya
penambahan sarana dan prasarana pasar
7 Pasar 90% 90% 100% 0% 30% -
Pendataan
pedagang kaki lima
Terlaksananya pendataan pedagang kaki lima 10 Pasar 90% 100% 111% 80% 60% - Pemindahan
Pedagang kaki lima
Terlaksananya
pemindahan pedagang pedagang 730
Perkiraan pencapaian Tahun Anggaran 2013
Sedangkan untuk tahun berjalan yakni Anggaran tahun 2013 dengan usulan sebesar Rp. 4,719,651.220,00 terurai dalam 6 program dan 24 kegiatan, diharapkan keberhasilan kinerja mencapai 100 % atau minimal sama dengan tahun 2012, baik realisasi keuangan maupun realisasi fisik.
Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui penilaian kinerja terhadap program maupun kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2012 serta perkiraan capaian program dan kegiatan tahun 2013, dapat dikemukakan beberapa permasalahan dalam pelaksanaan program dan kegiatan Kantor Pelayanan Pasar sebagai berikut:
a. Keterbatasan data dan informasi yang diperlukan bagi perencanaan pembangunan;
b. Belum optimalnya kemampuan sumber daya manusia dalam perencanaan pembangunan daerah;
c. Belum optimalnya koordinasi dalam perencanaan pembangunan yang menyebabkan rendahnya keterpaduan dalam fungsi perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan;
d. Belum dipahaminya secara utuh tentang outcome yang ingin dicapai dari setiap kegiatan, sehingga masih adanya kesulitan merealisasikan sasaran program menjadi outcome kegiatan yang menunjang efektivitas program/kegiatan
e. Perlunya peningkatan komitmen dan pemahaman untuk mempedomani indikasi kegiatan dalam Renstra, RKPD maupun dalam RPJMD dalam merencanakan kegiatan.
Dari identifikasi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh Kantor Pelayanan Pasar dalam pelaksanaan urusan perencanaan pembangunan daerah, maka peningkatan kinerja organisasi melalui kegiatan tahunan yang dilaksanakannya, menjadi hal yang mutlak dilakukan secara sistematis dan terstruktur.
Dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan berdasarkan Renstra Kantor Pelayanan Pasar tahun 2011 – 2015, maka strategi dan kebijakan yang akan ditempuh Kantor Pelayanan Pasar pada tahun 2014 adalah sebagai berikut :
1. Strategi Mendorong berkembangnya tanggung jawab aparatur atas tugas– tugasnya dalam pelaksanaan tugas dilaksanakan dengan arah kebijakan :
a. Pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan kapabilitas, kompensasi (reward and punishing), dan kesejahteraan pegawai.
b. Peningkatan kemampuan teknis aparat perencanaan.
c. Peningkatan kemampuan aparatur dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sehingga dapat menyelenggarakan urusan pemerintahan dengan optimal.
d. Memberikan dukungan sarana dan prasarana bagi aparat pemerintah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan sehingga tercapai effektivitas dan effisiensi.
2. Strategi Mendorong masyarakat untuk mengetahui, memahami dan menjelaskan perencanaan pembangunan sesuai peraturan perundang– undangan yang berlaku kepastian hukumnya dilaksanakan dengan arah kebijakan :
a. Membangun bersama masyarakat melalui penyusunan program pembangunan yang transparan, akuntabel dan demokratis, efektif dan efisien.
b. Pemantapan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan c. Mewujudkan perencanaan pembangunan yang sesuai dengan aspirasi
masyarakat
3. Strategi Pemberdayaan seluruh potensi yang ada pada Kantor Pelayanan Pasar dalam rangka mewujudkan good governace dilaksanakan dengan arah
kebijakan : Meningkatkan kualitas rencana pembangunan di bidang Ekonomi, Sosial budaya dan Sarana Prasarana Wilayah
4. Strategi Membangun koordinasi yang efektif dan semangat kebersamaan dalam kepentingan yang berbeda untuk memperoleh pilihan terbaik bagi kepentingan yang lebih luas dalam hal kebijakan – kebijakan dan prosedur dilaksanakan dengan arah kebijakan :
a. Melaksanakan koordinasi melalui mekanisme yang ada dalam rangka menyusun program pembangunan sesuai dengan kebijakan publik, dan melaksanakan penelitian inovatif dalam rangka mendorong terwujudnya visi dan misi Kota Dumai dan Kantor Pelayanan Pasar Kota Dumai
b. Melaksanakan pembangunan yang terintegrasi satu daerah dengan yang lainnya dan antar sektor pembangunan.
5. Strategi Melakukan inovasi – inovasi dan terobosan – terobosan dalam bidang NSPM sebagai bagian dari operasional perencanaan pembangunan, pendataan dan pelaporan, penelitian dan pengembangan dilaksanakan dengan arah kebijakan :
a. Pembangunan sistem perencanaan dan pengendalian pembangunan melalui model aplikasi teknologi informasi dan GIS, yang mendukung manajemen pengelolaan sumber daya dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada
b. Peningkatan penelitian yang berkualitas guna mendukung disegala bidang
2.2 ANALISIS KINERJA PELAYANAN SKPD Struktur Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi
Sampai saat ini, Kantor Pelayanan Pasar Kota Dumai dipimpin oleh seorang Kepala Kantor yang bertanggung jawab langsung kepada WaliKota Dumai .
Struktur Organisasi Kantor Pelayanan Pasar Kota Dumai dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Dumai No. 15 Tahun 2008 tentang Struktur Organisasi Dan Tata Kerja Daerah.
Kantor Pelayanan Pasar Kota Dumai terdiri atas : a. Kepala Kantor;
b. Sub. Bagian Tata Usaha;
c. Seksi Retribusi Dan Pembukuan;
d. Seksi Pembinaan Dan Pengembangan Pasar; e. Seksi Ketertiban dan Keamanan Pasar; f. Kelompok Jabatan Fungsional.
Ad. 1 Kepala Kantor melaksanakan tugas dan fungsi Kantor Pelayanan Pasar Kota Dumai.
Ad. 2 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengelolaan Ketatausahaan dan kearsipan, administrasi Kepegawaian, keuangan, rumah tangga dan perlengkapan serta pelaporan dilingkungan Kantor Pelayanan Pasar. Uraian tugas dimaksud meliputi :
a. Menyusun bahan perumusan dan melaksanakan penyusunan program kerja dan anggaran serta pelaporan;
b. Menyusun bahan perumusan dan melaksanakan pengelolaan administarsi kepegawaian, keuangan dan perlengkapan;
c. Menyusun bahan perumusan dan melaksanakan pembayaran gaji dan pembayaran keuangan lainnya serta penyusunan pertanggungjawaban keuangan;
d. Melaksanakan penyusunan laporan berkala Kepala Kantor;
e. Menyusun rencana dan program kerja pengelolaan pelayanan kesekretariatan;
f. Merumuskan kebijakan koordinasi penyusunan program dan penyelenggaraan tugas-tugas seksi secara terpadu;
g. Merumuskan kebijakan pengelolaan administrasi umum dan kerumahtanggaan;
h. Merumuskan kebijakan pengelolaan kelembagaan dan ketatalaksanaan serta hubungan masyarakat;
i. Merumuskan kebijakan pengelolaan administrasi kepegawaian; j. Merumuskan kebijakan administrasi pengelolaan keuangan;
k. Merumuskan kebijakan pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas Kantor;
l. Merumuskan kebijakan pengkoordinasian publikasi pelaksanaan tugas Kantor;
m. Melaporkan pelaksanaan tugas pengelolaan pelayanan kesekretariatan; n. Mengevaluasi pelaksanaan tugas pengelolaan pelayanan kesekretariatan; o. Melaksanakan koordinasi dengan Sub Unit Kerja lain di lingkungan
Kantor;
p. Melakukan penyiapan tugas-tugas lain yang diberikan sesuai dengan lingkup tugasnya.
Ad. 3 Seksi Retribusi Dan Pembukuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, pengendalian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan laporan dibidang pengelolaan retribusi dan pembukuan. Uraian tugas dimaksud meliputi:
a. Melakukan penyiapan bahan perumusan dan melaksanakan penyusunan program kerja bidang retribusi an pembukuan;
b. Melakukan pengumpulan bahan, data dan informasi yang berhubungan dengan retribusi dan pembukuan;
c. Melakukan inventarisasi permasalahan – permaslahan dan penyiapan bahan petunjuk pemecahan masalah;
d. Melaksanakan segala usaha dan kegiatanmengenai pengaturan pengumpulan dan pemasukan Pendapatan Daerah dibidang retribusi pelayanan pasar serta perizinan dalam pasar;
e. Mengumpulkan dan menyampaikan data – data subjek dan objek retribusi pelayanan pasar;
f. Memberikan laporan segala kegiatan secara berkala kepada Kepala; g. Melakukan penelitian dan evaluasi tentang tata cara pemungutan
retribusi pasar dan kegiatan lainnya yang terkait dengan masalah retribusi;
h. Melakukan penyiapan bahan koordinasi dengan unit kerja terkait sesuai bidang tugasnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
i. Melakukan penyiapan tugas – tugas lain yang diberikan sesuai dengan lingkup tugasnya.
Ad. 4 Seksi Pembinaan Dan Pengembangan Pasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, pengendalian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan laporan dibidang pembinaan dan pengembangan pasar. Uraian tugas dimaksud meliputi :
a. Menyusun rencana dan program kerja pengelolaan dan pengembangan pasar;
b. Melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan pembinanaan dan pengembangan pasar;
c. Melakukan penyiapan pengumpulan bahan, pedoman dan petunjuk teknis pembinaan dan pengembangan pasar;
d. Merencanakan operasional kegiatan pengelolaan dan pengembangan pasar;
e. Menyusun mekanisme organisasi dan tatalaksana pengelolaan dan pengembangan pasar;
f. Mengelola anggaran pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan pasar; g. Mengembangkan kemitraan pengelolaan dan pengembangan pasar; h. Memberikan laporan segala kegiatan secara berkala kepada Kepala; i. Melakukan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;
j. Melakukan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya;
k. Melakukan koordinasi pengelolaan dan pengembangan pasar dengan sub unit kerja lain di lingkungan Kantor;
l. Melakukan tugas – tugas lain yang diberikan sesuai dengan lingkup tugasnya.
Ad. 5 Seksi Ketertiban Dan Keamanan Pasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi, pengendalian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan laporan dibidang ketertiban dan keamanan pasar. Uraian tugas dimaksud meliputi :
a. Melakukan penyusunan rencana dan program kerja penertiban dan pengamanan pasar;
b. Melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan penertiban dan pengamanan lingkungan pasar;
c. Melakukan pengumpulan bahan, pedoman dan petunjuk teknis penertiban dan pengamanan lingkungan pasar;
d. Melaksanakan pembinaan maslah kebersihan pasar secara terus-menerus;
e. Melakukan penyiapan bahan pencegahan dan penanggulangan kericuhan, kerusuhan di lingkungan pasar;
f. Melaksanakan pembinaan yang berkaitan dengan penyelesaian masalah dibidang pengaturan tata letak tempat berjualan dan kebersihan bagian dalam pasar dan lingkungan / luar pasar;
g. Melakukan pengamanan dalam hal ketertiban dan ketentraman antar pedagang pasar dan antara pedagang dengan pembeli;
h. Melakukan inventarisasi permasalahan – permasalahan dan penyiapan bahan petunjuk pemecahan masalah;
i. Melakukan koordinasi dengan unit kerja / Instansi terkait sesuai dengan bidang tugasnya dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas;
j. Melakukan penyiapan tugas – tugas lain yang diberikan sesuai dengan lingkup tugasnya.
Gambar 2. 1 Struktur Organisasi
berdasarkan Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 15 Tahun 2008 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Daerah
KASI RETRIBUSI DAN PEMBUKUAN KEPALA KANTOR KASI PEMBINAAN DAN PENGEMB. PASAR KASI KETERTIBAN DAN KEAMANAN KASUBAG TATA USAHA Kelompok Jabatan Fungsional
Dari struktur organisasi yang dimiliki oleh Kantor pelayanan pasar kota Dumai berdasarkan Perda nomor 15 Tahun 2008 tentang Struktur Orgnisasi dan Tata Kerja daerah tersebut, maka dapat dilihat bahwa pencapaian kinerja Kantor Pelayanan Pasar Kota Dumai dapat dinilai dengan baik. Tabel berikut memperlihatkan pencapaian kinerja Pelayanan Kantor Pelayanan Pasar Kota Dumai dari Tahun 2012-2013
Tabel 2. 2 pencapaian kinerja Pelayanan Kantor Pelayanan Pasar Kota Dumai dari Tahun 2012-2013 dan Proyeksi 2014
No Indikator SPM/Standar Nasional IKK
Target Renstra SKPD Realisasi Capaian Proyeksi
Catatan Analisis
2012 2013 2014 2015 2012 2013 2014 2015
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Jumlah sarana dan
prasarana pasar yang terbangun
- - 1 pasar 1 pasar 1 pasar 1 pasar 1 pasar 1 pasar 1 pasar 1 pasar
Pelayanan Pasar belum memiliki SPM/Standard nasional maupun Indikator Kinerja Kunci berdasarkan PP no.6/2008, PP no.7/2008 2 Persentase Pengelolaan Pasar yang baik - - 80.00% 85.00% 90.00% 90.00% 90.00% 90.00% 90% 90% 3 Persentase Peningkatan PAD sektor Pasar - - 23.30% 40.00% 53.30% 66.60% 157% 40.00% 53.30% 66.60% 4 Persentase kebersihan dan ketertiban dalam lingkungan pasar - - 80.00% 85.00% 90.00% 90.00% 90.00% 90.00% 90.00% 90.00%
Permasalahan
Berdasarkan Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), telah mengubah pola perencanaan yang ada, dimana Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun perencanaan berdasarkan pagu indikatif dan produk perencanaan yang disusun merupakan hasil dari proses perencanaan yang telah memadukan proses politik, proses teknokratik, proses partisipatif dan proses bottom-up dan top down, yang disebut dengan istilah dari shopping
list ke working plant.
Keterpaduan proses perencanaan ini diharapkan akan lebih banyak dapat menampung aspirasi masyarakat yang selama ini seolah-olah hanya sebagai pelengkap dalam proses perencanaan. Kecilnya realisasi dari usulan yang disampaikan masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) yang dapat tertampung dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah selama ini, memberikan indikasi terhadap kebenaran pernyataan diatas.
Untuk dapat mendukung kondisi yang diinginkan, kemampuan teknis perencanaan perlu ditingkatkan, sehingga dapat mendorong berkembangnya aspirasi masyarakat dan mengusulkannya dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang memang benar-benar dibutuhkan untuk membawa kearah yang lebih baik lagi, bukan kegiatan kegiatan yang diinginkan seperti kebanyakan usulan selama ini.
Pada umumnya kualitas penyelenggaraan perencanaan pembangunan daerah di Kota Dumai mengalami peningkatan. Beberapa indikator yang menyebabkan adanya peningkatan kualitas penyelenggaraan perencanaan tersebut meliputi :
1. Tersedianya sarana / prasarana dan sumber pembiayaan yang cukup untuk kelancaran pelaksanaan tugas-tugas Kantor Pelayanan Pasar Kota Dumai.
2. Adanya penyelenggaraan mekanisme perencanaan pembangunan yang bersifat partisipatif.
3. Adanya keterlibatan berbagai unsur pemangku kepentingan pembangunan antara lain : DPRD, LSM, Lembaga masyarakat tingkat desa, organisasi profesi, perguruan tinggi dan sektor swasta.
4. Meningkatnya konsistensi antara dokumen perencanaan dengan mekanisme penyusunan anggaran.
5. Meningkatnya efektifitas produk-produk pengembangan dan penelitian berupa hasil kajian, yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembangunan.
Namun peningkatan kualitas penyelenggaraan perencanaan pembangunan tersebut belum diikuti oleh peningkatan kualitas produk perencanaan. Beberapa permasalahan yang dihadapi Kantor Pelayanan Pasar dalam peningkatan kualitas produk perencanaan pembangunan adalah sebagai berikut :
1. Perubahan peraturan perundangan dan pedoman yang mengatur mekanisme perencanaan;
2. Kemampuan Sumber Daya Manusia yang masih terbatas;
3. Masih kurangnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan data dan informasi;
4. Belum tersedianya prosedur standar operasional perencanaan untuk mendukung pelaksanaan tupoksi;
5. Lemahnya kapasitas kelembagaan perencanaan di tingkat kelurahan dan di tingkat SKPD yang menyebabkan kurang optimalnya proses koordinasi perencanaan sehingga berdampak pada kualitas produk rencana pembangunan tahunan, contoh penyusunan prioritas usulan pembangunan;
6. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan;
7. Dalam pelaksanaannya, perencanaan pembangunan sering tidak tepat waktu/tidak sesuai jadwal yang ditetapkan. Hal ini dikarenakan proses dan mekanismenya yang membutuhkan siklus waktu yang panjang dalam rangkaian kegiatan yang berurutan; 8. Belum optimalnya pelaksanaan monitoring dan evaluasi program-program
pembangunan yang dikaitkan dengan dokumen-dokumen perencanaan;
9. Adanya kepentingan-kepentingan yang bersifat politis yang harus diakomodasi dalam perencanaan maupun penganggaran.
2.3 ISU – ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI SKPD Tugas Pokok dan Fungsi
1. Inovasi-inovasi dibidang perencanaan pembangunan dengan melibatkan masyarakat/fasilitasi untuk mengantisipasi perubahan dan dinamika yang terjadi, dan tugas-tugas lain yg diberikan pimpinan, serta tuntutan masyarakat.
2. Penelitian-penelitian dibidang lintas sektor yang memberikan dampak besar bagi pembangunan Kota Dumai dan strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan, koordinasi, dan dinamika perubahan.
3. Koordinasi internal dan eksternal sebagai bahan evaluasi.
4. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan pembangunan untuk meminimalkan deviasi terhadap Visi dan Misi.
5. Memanfaatkan peluang untuk menentukan kebijakan dan proses perencanaan pembangunan dengan melibatkan masyarakat/fasilitasi untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi pembangunan kota secara lebih terstruktur.
6. Memanfaatkan kontrol masyarakat untuk meningkatkan hasil penelitian lintas sektor untuk meningkatkan kualitas perencanaan, koordinasi, dan