• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program dan Kegiatan Tahun 2015

Dalam dokumen RENCANA KERJA ( RENJA ) (Halaman 13-48)

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2015

3.3 Program dan Kegiatan Tahun 2015

BAB IV PENUTUP

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II Page 12

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA RSUD MAJALENGKA TAHUN 2013

2.1 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013 DAN CAPAIAN RENSTRA

RSUD MAJALENGKA

Evaluasi ditujukan untuk menilai tingkat efektivitas kebijakan publik yang Diimplementasikan pemerintah sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat, selain itu evaluasi bertujuan untuk mengetahui pencapaian target-target pembangunan yang telah ditetapkan sebelumnya sesuai dengan rencana.

Berdasarkan Undang-Undang Rumah Sakit Bab III pasal 4 Rumah Sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Sedangkan menurut Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 Tanggal 1 Desember tahun 2009 tentang Organisasi perangkat Daerah Kabupaten Majalengka Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka mempunyai tugas pokok melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilakukan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan, melaksanakan pelayanan yang bermutu sesuai standar pelayanan Rumah Sakit.

Untuk menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Rumah Sakit Bab III Pasal 5, Rumah Sakit mempunyai fungsi :

1. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit;

2. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis; 3. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka

peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan; dan

4. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan;

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II Page 13

Sedangkan menurut Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 Tanggal 1 Desember tahun 2009 tentang Organisasi perangkat Daerah Kabupaten Majalengka Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka mempunyai fungsi: 1. Pelayanan medis;

2. Pelayanan penunjang medis dan non medis; 3. Pelayanan dan asuhan keperawatan;

4. Pelayanan rujukan; 5. Pendidikan dan pelatihan; 6. Penelitian dan pengembangan;

7. Pelayanan administrasi umum dan keuangan.

Pelayanan kesehatan yang ada saat ini di Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka : 1. Instalasi Rawat Jalan

 Poli klinik Penyakit Dalam

 Poli klinik Anak

 Poli klinik Bedah

 Poli klinik Kandungan dan Kebidanan

 Poli klinik Mata

 Poli klinik THT

 Poli klinik Kulit dan Kelamin

 Poli klinik Syaraf

 Poli Klinik Jiwa

 Poli klinik Gigi

 Poli klinik Umum

 Poli klinik TB/DOTS 2. Instalasi Gawat Darurat

3. Instalasi Rawat Tinggal dengan jumlah Tempat tidur 221

 Ruang Perawatan anak

 Ruang perawatan bedah

 Ruang perawatan penyakit dalam

 Ruang perawatan kebidanan & kandungan

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II Page 14

 Ruang perawatan kelas utama

 Ruang perawatan VIP

 Ruang perawatan bayi / perinatologi

 Ruang perawatan intensif (ICU) 4. Instalasi Kamar Operasi

5. Instalasi Anesthesi 6. Instalasi Farmasi 7. Instalasi Laboratorium 8. Instalasi Radiologi 9. Instalasi Gizi 10. Instalasi Sanitasi 11. Instalasi/IPSRS

12. Instalasi Rekam Medik 13. Pelayanan Kamar Jenazah

Adapun Sumber Daya Manusia yang mendukung di RSUD Majalengka

TABEL 2.1 Distribusi Sumber Daya Manusia RSUD Majalengka Tahun 2013

NO JENIS TENAGA PNS / CPNS NON PNS JUMLAH

SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML TOTAL

A TENAGA KESEHATAN I TENAGA MEDIS 1 dr.Spesialis Anak - - - - - 1 1 0 1 2 dr.Spesialis Bedah - - - - - 1 1 0 1 3 dr.Spesialis Obgyn - - - - - 1 1 1 1 2 4 dr.Spesialis Peny.Dalam - - - - - 1 1 0 1 5 dr.Spesialis Anesthesi - - - - - 1 1 0 1 6 dr.Spesialis THT - - - - - 1 1 0 1 7 dr.Spesialis Saraf - - - - - 1 1 0 1 8

dr.Spesialis Kulit dan

Kelamin - - - - - 1 1 0 1 9 dr.Spesialis Patologi klinik - - - - - 1 1 - - - - - 0 1 10 dr.Spesialis Jiwa - - - - - 0 - - - - - 1 1 1 11 dr.Spesialis Mata 0 1 1 1 Sub.Total 0 0 0 0 0 9 9 0 0 0 0 0 3 3 12 1 Dokter Umum - - - - 13 13 - - - - 3 - 3 16

2 Dokter Gigi Umum - - - - 2 2 0 2

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II Page 15

NO JENIS TENAGA PNS / CPNS NON PNS JUMLAH

SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML TOTAL

II TENAGA PERAWATAN 0 1 Perawat 25 119 3 16 163 0 163 2 Perawat Gigi 2 2 0 2 3 Bidan 5 14 2 21 0 21 4 Perawat Anestesi 3 3 0 3 Sub.Total 25 5 138 5 16 0 189 0 0 0 0 0 0 0 189 III TENAGA KEFARMASIAN 0 1 Apoteker 2 2 0 2 2 Asisten Apoteker 8 3 11 4 4 15 Sub.Total 8 0 3 0 2 0 13 4 0 0 0 0 0 4 17 IV TENAGA KES.MASYARAKAT 0 1 MKM 2 2 0 2 2 M.Epid 2 2 0 2 3 SKM 4 4 0 4 4 Sanitarian 2 2 4 0 4 Sub.Total 0 2 2 0 4 4 12 0 0 0 0 0 0 0 12 V. TENAGA GIZI 0 1 Nutrisionis 5 1 6 1 1 7 0 VI TENAGA KETEKNISIAN MEDIS 0 0 5 0 1 0 6 0 0 1 0 0 0 1 7 1 Radiografer 1 1 0 1 2 Teknisi Elektromedis 1 1 1 1 2 3 Analis Kesehatan 9 1 10 0 10 Sub.Total 0 0 11 1 0 0 12 0 0 1 0 0 0 1 13 VII TENAGA KESEHATAN LAINNYA 0 1 Fisioterafi 1 1 0 1 2 Pasca Sarjana / MARS 2 2 0 2 3

Sarjana Fisika Medis

(Sain) 1 1 0 1 0 0 1 0 1 2 4 0 0 0 0 0 0 0 4 Sub.Total Tenaga Kesehatan 33 7 160 6 39 15 260 4 0 2 0 3 3 12 272 0

B TENAGA NON KESEHATAN

SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML SLA D1 D3 D4 S1 S2

0

1

Magister Ilmu Adm. (

Sain) 1 1 0 1

2 Sarjana Ilmu Sosial 13 13 0 13

3

Sarjana Teknik

Informatika (IT) 1 1 1 3 1 5 6

4

Sarjana Muda Analis

Kimia 0 1 4 5 5

5

Sarjana Muda

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II Page 16

NO JENIS TENAGA PNS / CPNS NON PNS JUMLAH

SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML TOTAL 6

SMA / SLTA Lainnya

yg Sederajat 70 70 56 56 126 7 SMP / SLTP Lainnya yg Sederajat 11 0 11 8 SD 9 0 9 70 0 1 0 14 1 106 57 0 4 0 5 0 66 172

Sub.Total Tenaga Non

Kesehatan 70 0 1 0 14 1 106 57 0 4 0 5 0 66 172

SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML 444

Untuk memperoleh data yang lengkap dan akurat mengenai realisasi dari masing-masing indikator kinerja, perlu didapatkan data dari sumber yang meliputi sumber internal dan external. Untuk itu data realisasi pencapaian sasaran (target) harus dilakukan melalui suatu studi/survey secara khusus. Pada pengukuran pencapaian sasaran ini dapat dinilai bahwa semakin tinggi realisasi pencapaian sasaran menunjukan pencapaian kinerja yang semakin baik.

Sedangkan Pengukuran kinerja dilakukan unutuk nilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Pengukuran Kinerja mencakup penetapan indikator kinerja kegiatan yang meliputi masukan (input), keluaran (output), hasil (outcome). Pengukuran tingkat pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja kegiatan.

Evaluasi Kinerja bertujuan agar diketahui pencapaian realisasi , kemampuan dan kendala yang dijumpai dalam rangka pencapaian Visi dan Misi, sehingga dapat dinilai dan dipelajari guna perbaikan dimasa mendatang.

Pelaksanaan evaluasi didasarkan atas hasil perhitungan format Pengukuran Kinerja Tahun 2013 seperti diuraikan dibawah ini :

1. Evaluasi Capaian Kinerja Tahun 2013 Per Tujuan:

Hasil perhitungan format Pengukuran pencapaian tujuan yang dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka Tahun 2013 menunjukan pencapaian tujuan seluruhnya sebesar 100% dengan realisasi keuangan sebesar 90,5% atat rata-rata 94,12%.

2. Evaluasi Capaian Kinerja Tahun 2013 Per Sasaran :

Dari hasil perhitungan Pengukuran Pencapaian sasaran yang dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka Tahun 2013 menunjukan pencapaian sasaran seluruhnya sebesar 100% dengan realisasi keuangan sebesar 90,5% rata-rata 94,12%.

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II Page 17

REALISASI PROGRAM DAN KEGIATAN URUSAN WAJIB

RSUD MAJALENGKA KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2013

No PROGRAM/KEGIATAN ANGGARAN (Rp) REALISASI KEUANGAN FISIK (Rp) % % 1 2 3 4 5 6 1

Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan

1 Kegiatan Pelayanan dan Pendukung Pelayanan Rumah

sakit 31.500.000.000 28.357.441.714

90,02 100,00

2

Program pengadaan; peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata

1 Pembangunan Rumah Sakit

(ICU) 1.139.198.800 1.127.144.500 98,94 100 3 Program Pembangunan Lingkungan Sosial - 1 Penyediaan Tempat Perawatan Akibat Bahaya Merokok

800.000.000 791.114.000 98,89 100

4 Program Pembinaan Lingkungan

Sosial

1

Fasilitas Alat - Alat Kesehatan Rumah Sakit dan Fasilitas Perawatan Bagi Penderita Akibat Dampak Asap Rokok

1.140.000.000 1.010.130.000 88,61 100 Jumlah 34.579.198.800

31.293.777.214

90,5 100

Sumber pembiayaan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka pada tahun 2013 selain dari pendapatan fungsional Rumah Sakit, juga berasal dari bantuan Pemerintah Pusat.

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II Page 18

1. Pendapatan Fungsional Rumah Sakit dan bantuan Pemerintah Pusat Target pendapatan asli daerah tahun 2013 sebesar Rp. 31.500.000.000,00 sedangkan realisasinya Rp 28.357.441.714,00 (90,02%). Adapun bantuan Pemerintah Pusat (DAK) dan APBD melalui Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kesehatan dengan anggaran Rp 1.139.198.800,00, program pembangunan lingkungan sosial (DBHCT) dengan anggaran Rp. 800.000.000,00, dan Program pembinaan lingkungan sosial (DBHCT) dengan anggaran Rp. 1.140.000.000,00.

2. Belanja RSUD Majalengka tahun 2013:

a. Anggaran Belanja tidak langsung APBD Rp. 17.209.384.000,00 dengan realisasi Rp. 16.621.292.470,00 (96,58%).

b. Anggaran Belanja Langsung RSUD Majalengka Tahun 2013 terdiri dari :

1) Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit / Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit Paru-paru/ Rumah Sakit Mata dengan Anggaran Rp. 1.139.198.800,00 dengan realisasi Rp. 1.127.114.500,00 (98,94%).

2) Program peningkatan mutu pelayanan kesehatan rujukan dengan anggaran Rp. 31.500.000.000,00 dan realisasimya Rp. 28.357.441.714,00 (90,02%).

3) Program pembangunan lingkungan sosial dengan anggaran Rp. 800.000.000,00 dan realisasinya Rp. 791.114.000,00 (98,89%)

4) Program pembinaan lingkungan sosial dengan anggaran Rp. 1.140.000.000,00 dan realisasinya 1.010.130.000,00 (88,61%)

2.2 ANALISIS KINERJA PELAYANAN RSUD TAHUN 2013

Dokumen Rencana Kerja (RENJA) Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka tahun 2015 akan menjadi pedoman atau acuan bagi Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka Kabupaten Majalengka dalam melaksanakan kegiatan pelayanan dan pengembangan Rumah sakit dalam kurun waktu 1 (satu) tahun, khususnya untuk kegiatan anggaran tahun 2015.

Upaya Peningkatan Pelayanan rumah sakit sangat tergantung kepada perencanaan yang baik dan ditunjang oleh realisasi dari Rencana itu sendiri. Secara umum semua program telah berjalan dengan cukup baik , baik indikator tujuan maupun indikator sasaran kegiatan dimana prosentase pencapaian fisik seluruhnya mencapai 100 %. Namun

dari sisi keuangan, realisasinya dibawah 100%, hal

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II Page 19

tersebut merupakan efisiensi untuk program/kegiatan yang bersifat pengadaan

barang/jasa. Akan tetapi khusus realisasi keuangan untuk program peningkatan

mutu pelayanan kesehatan rujukan yang hanya mencapai 90,2% disebabkan

adanya piutang Rumah Sakit dari pasien Jamkesmas yang belum dibayar, yang

akhirnya mempengaruhi pendapatan sekaligus mengurangi belanja.

Adapun hasil pelayanan selama tahun 2012-2013 adalah sebagai berikut:

No Jenis Pelayanan Jumlah Kunjungan 2012 2013 1 Rawat Jalan 60.644 62.569 2 Rawat Inap 12.926 14.400 3 Gawat Darurat 14.880 15.748 4 Radiologi 7.942 7.577 5 Laboratorium 16.894 31.918 6 Bedah Sentral 2.048 2.421

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II Page 20

2.3 ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI RSUD

MAJALENGKA

2.3. 1 Tugas Pokok dan Fungsi RSUD Majalengka

Berdasarkan Undang-Undang Rumah Sakit Bab III pasal 4 Rumah Sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Sedangkan menurut Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 Tanggal 1 Desember tahun 2009 tentang Organisasi perangkat Daerah Kabupaten Majalengka. Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka mempunyai tugas pokok melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilakukan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan, melaksanakan pelayanan yang bermutu sesuai standar pelayanan Rumah Sakit.

Untuk menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Rumah Sakit Bab III Pasal 4, Rumah Sakit mempunyai fungsi :

1. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit;

2. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis; 3. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka

peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan; dan

4. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan;

Sedangkan menurut Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 Tanggal 1 Desember tahun 2009 tentang Organisasi perangkat Daerah Kabupaten Majalengka Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka mempunyai fungsi: 1. Pelayanan medis;

2. Pelayanan penunjang medis dan non medis; 3. Pelayanan dan asuhan keperawatan;

4. Pelayanan rujukan; 5. Pendidikan dan pelatihan;

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II Page 21

6. Penelitian dan pengembangan;

7. Pelayanan administrasi umum dan keuangan

2.3.2 Isu-Isu Strategis Eksternal yang perlu Mendapat Prioritas Penanganan dan Perhatian pada Tahun 2015

1. Issue Strategis Nasional

Isu strategis merupakan permasalahan yang berkaitan dengan fenomena atau belum dapat diselesaikan pada tahun sebelumnya dan memiliki dampak jangka panjang bagi keberlanjutan pelaksanaan pembangunan, sehingga perlu diatasi secara bertahap. Terdapat 42 isu strategis yang menjadi fokus dalam skala nasional pada Tahun 2014, yaitu :(1) Isu kategori pemantapan perekonomian nasional, yaitu konektivitas mendorong pertumbuhan, perkuatan kelembagaan hubungan industrial, peningkatan kemampuan Iptek, pencapaian surplus beras 10 juta ton dan peningkatan produksi jagung, kedelai dan gula, diversifikasi pemanfaatan energi dan percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat; (2) Isu kategori peningkatan kesejahteraan rakyat, yaitu: pelaksanaan SJSN bidang kesehatan, penurunan angka kematian ibu dan bayi, peningkatan akses air minum dan sanitasi layak, perluasan program keluarga harapan, pengembangan penghidupan penduduk miskin dan rentan (MP3KI), mitigasi bencana; (3) Isu kategori pemeliharaan stabilitas sosial dan politik, yaitu : percepatan pembangunan Minimum Essential Force, pemantapan keamanan dalam negeri dan pemberantasan terorisme, pelaksanaan Pemilu 2014;(4) Isu prioritas reformasi birokrasi dan tata kelola, yaitu : pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, peningkatan kualitas pelayanan publik, peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi; (5) Isu prioritas pendidikan, yaitu : peningkatan akses pendidikan dasar dari keluarga miskin, penuntasan rehabilitasi ruang kelas (RK) rusak, pelaksanaan kurikulum baru pendidikan 2013/2014, pelaksanaan pendidikan menengah universal; (6) Isu kategori prioritas kesehatan, yaitu penurunan dan pencegahan penyakit (HIV AIDS dan Malaria), peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB yang merata; (7) Isu kategori prioritas ketahanan pangan, yaitu : kesejahteraan petani/nelayan, peningkatan produksi perikanan; (8) Isu kategori prioritas infrastruktur, yaitu : penyediaan infrastruktur dasar untuk menunjang peningkatan kesejahteraan, penyediaan infrastruktur yang mengurangi

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II Page 22

kesenjangan antar wilayah, penyediaan infrastruktur untuk mendukung ketahanan pangan dan energi; (9) Isu kategori prioritas iklim investasi dan iklim usaha, yaitu : sistem logistik nasional, pengembangan fasilitas pendukung KEK yang telah ditetapkan dan penetapan KEK Baru; (10) Isu kategori prioritas energi, yaitu : peningkatan produksi minyak dan gas bumi, peningkatan rasio elektrifikasi dan peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi; (11) Isu kategori prioritas lingkungan hidup dan pengelolaan bencana, yaitu : pengendalian perubahan iklim, peningkatan kualitas lingkungan; (12) Isu kategori prioritas daerah tertinggal, terdepan, terluar dan pasca konflik, yaitu : pembangunan daerah tertinggal, penguatan diplomasi dan pembangunan infrastruktur, hankam, serta fasilitas Custom Immigration Quarantine Security (CIQS) kawasan perbatasan; (13) Isu kategori prioritas lainnya bidang politik, hukum dan keamanan, yaitu : pembinaan pemasyarakatan; 14) Isu kategori prioritas lainnya bidang perekonomian, yaitu : akselerasi industrialisasi dengan sasaran pertumbuhan industri non-migas, peningkatan pemahaman dan kesiapan indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015; (15) Isu kategori prioritas lainnya bidang kesejahteraan rakyat, yaitu : peningkatan kerukunan beragama, peningkatan budaya dan prestasi olahraga di tingkat regional dan internasional.

Isu strategis nasional tersebut memiliki pengaruh yang tinggi terhadap beberapa rencana pembangunan pemerintah pusat yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Majalengka antara lain sebagai berikut :

a. Posisi Strategis Majalengka Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional

Dalam rangka pemetaan dan pengembangan pembangunan nasional bersinergis,pemerintah pusat melakukan pemetaan dan penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Penetapan Pengembangan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) Gerbangkertosusila, Bandung dan Semarang sebagai pusat pertumbuhan wilayah nasional berbasis jasa perdagangan dan industri.

Posisi Kabupaten Majalengka yang merupakan perlintasan antara Jawa Barat ( Bandung) dan Jawa Tengah ( Semarang) sebagai PKN Gerbangkertosusila, menjadi keuntungan sendiri dalam memanfaatkan pengaruh investasi yang mungkin menjalar ke Kabupaten Majalengka.

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II Page 23

b. Pembangunan Jalan Tol Cikopo – Palimanan

Pemerintah akan melakukan percepatan pembangunan Jalan Tol Cikopo-Palimanan sebagai kelanjutan pembangunan Jalan Tol Kanci, dimaksudkan sebagai alternatif pemecahan masalah transportasi akibat semakin beratnya beban lalu lintas kendaraan yang melewati Jalur Pantai Utara yang akan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pembangunan Jalan Tol Cikopo-Palimanan ini akan melewati Kabupaten Majalengka dengan 2 (dua) interchange utama yaitu pada ruas Jalan Provinsi (Kadipaten-Jatitujuh) dan ruas Jalan Kabupaten (Bongas- Bantarwaru), dan sekaligus akan membuka akses pada kawasan rencana Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati

c. Rencana Jalan Tol Cileunyi– Sumedang – Dawuan (Kertajati)

Pemerintah juga akan membangun Jalan Tol Cileunyi–Sumedang– Dawuan (Kertajati). Rencana jalan tol ini dimaksudkan untuk mempercepat akses dari Kawasan BIJB menuju ibu kota provinsi, dan juga untuk mengurangi beban lalu lintas jalan negara (Kadipaten–Sumedang–Bandung) yang saat ini kondisi jalurnya rentan terhadap bencana longsor.

d. Peningkatan Pelabuhan Laut Nasional di Cirebon

Peningkatan Pelabuhan laut Cirebon dimaksudkan untuk mendukung kegiatan ekonomi dan industri Jawa Barat yang cukup pesat, mendorong keseimbangan akselerasi pembangunan wilayah Jawa Barat, mendukung sektor transportasi nasional dan sebagai penyangga kegiatan Pelabuhan Tanjung Priuk.

Keuntungan yang akan diperoleh Kabupaten Majalengka dengan berkembangnya kegiatan Pelabuhan Cirebon yaitu akan terpacunya pertumbuhan kegiatan sosial ekonomi dan industri. Hasil komoditas unggulan di Kabupaten Majalengka akan lebih mudah untuk dipasarkan ke luar pulau bahkan ke luar negeri. Juga dengan adanya kegiatan pelabuhan yang memberikan akses kemudahan transportasi akan mendukung pertumbuhan

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II Page 24

industri karena di Kabupaten Majalengka memiliki potensi lahan, tenaga kerja yang banyak dan berkualitas serta sumber daya alam yang cukup.

2. Issue Strategis Regional/Jawa Barat

Pada Tahun 2014 Provinsi Jawa Barat mengangkat 17 isu strategis pembangunan daerah, sebagai berikut : 1) Aksesibilitas dan kualitas pendidikan, kepemudaan serta kualitas kesehatan; 2) Dukungan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Tahun 2014 dan Pekan Olahraga Nasional Tahun 2016 serta sarana prasarana olahraga kabupaten/kota; 3) Pertumbuhan penduduk dan persebarannya; 4) Pengangguran, ketenagakerjaan dan pengurangan kemiskinan; 5) Kualitas perekonomian, daya beli masyarakat dan Ketahanan Pangan; 6) Kualitas demokrasi dan Pemilu nasional tahun 2014; 7) Efektivitas tata kelola Pemerintahan daerah; 8) Penanganan ketertiban, Ketentraman Masyarakat; 9) Perlindungan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM); 10) Pengelolaan aset daerah; 11) Penegakan dan harmonisasi produk hukum, 12) Cakupan pelayanan infrastruktur dan permukiman serta pelibatan komunitas; 13) Ketahanan energi dan kualitas air baku; 14) Lahan kritis dan kualitas lingkungan hidup; 15) Bencana alam dan perubahan iklim; 16) Kualitas Pemerintahan Desa dan infrastruktur perdesaan; 17) Pelestarian budaya, sarana seni dan budaya, serta destinasi wisata.

Isu strategis provinsi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap rencana-rencana pembangunan pemerintah provinsi yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Majalengka, yaitu :

a. Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Kertajati Aero City.

Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Kertajati Aero City di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2010, di lokasi dengan peringkat tertinggi yaitu di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka. Pada

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II Page 25

Tahun 2005, isu Jawa Barat tersebut dikukuhkan dengan Peraturan Menteri Perhubungan R.I Nomor KM 34 Tahun 2005 tentang Penetapan lokasi pembangunan BIJB di Kabupaten Majalengka.

Pada Tahun 2012 telah dibebaskan lahan untuk Bandara seluas 718,5 Ha, pada tahun 2013 direncanakan akan dibebaskan lahan seluas 251,5 Ha, pada tahun 2014 sisa lahan yang perlu dibebaskan seluas 830 Ha. Pada awal tahun 2013 sedang dilaksanakan proses lelang, dan direncanakan pembangunan run way sepanjang 2.500 M akan dimulai pada bulan Juni 2013. Hal ini berdampak pada masalah sosial ekonomi masyarakat, yang perlu segera ditangani secara komprehensif.

b. Relokasi Kawasan Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT)

Dalam perkembangan selanjutnya, Departemen Perindustrian Republik Indonesia juga telah membuat perencanaan suatu Kawasan Industri Terpadu dalam bidang tekstil, yang diperuntukkan sebagai pengalihan kawasan industri yang ada di wilayah Bandung Timur, yang keberadaannya saat ini telah mengalami kejenuhan.

Industri TPT telah berkembang secara terintegrasi mengikuti struktur pohon industrinya, mulai dari perkembangan ke hulu (industri serat) ke intermediate (industri staple dan filamen, tenun dan rajut), hingga hilir (industri pakaian jadi dan barang jadi tekstil termasuk karpet). Struktur industri TPT telah berkembang, baik secara vertikal maupun horizontal, sehingga dapat menarik dan akan terkait dengan sektor-sektor ekonomi lainnya.

Perencanaan ini, telah sejalan dengan RT RW Kabupaten Majalengka 2005–2015, yang menetapkan Wilayah Pengembangan (WP) Utara sebagai Kawasan Industri, Perdagangan, Jasa dan Kawasan BIJB, termasuk di dalamnya Kecamatan Kertajati. Juga sejalan dengan rencana pemerintah Kabupaten Sumedang, yaitu pada wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka, pemerintah Kabupaten Sumedang telah merencanakan Kawasan Industri Terpadu Cibuluh di Kecamatan Tolengas. Oleh karena itu perencanaan kawasan industri pada kawasan sekitar BIJB perlu didukung dan ditindaklanjuti.

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II Page 26

Sebagai upaya dukungan terhadap rencana pengembangan industri TPT di Kecamatan Kertajati, Pemerintah Kabupaten Majalengka mengeluarkan Surat Bupati Majalengka Nomor : 534/4033/Dalprog tanggal 30 Nopember 2006, perihal Rencana Penetapan Lokasi Kawasan Industri Tekstil dan Produk Tekstil di Kabupaten Majalengka.

c. Pembangunan Waduk Jatigede

Pembangunan Waduk Jatigede yang berlokasi di Kabupaten Sumedang, akan berpengaruh besar terhadap kabupaten-kabupaten sekitarnya seperti: Kabupaten Indramayu, Cirebon dan Majalengka. Pengaruh pembangunan Waduk Jatigede terhadap wilayah sekitarnya antara lain meliputi aspek sosial ekonomi, sosial budaya dan biogeofisik. Pengaruh terhadap Kabupaten Majalengka antara lain pada aspek biogeofisik yang berhubungan dengan kuantitas dan kualitas sumber daya air serta perluasan prasarana fisik sungai dan irigasi. Sedangkan pengaruhnya terhadap aspek sosial ekonomi secara langsung adalah meningkatnya kegiatan perekonomian yang memanfaatkan sumber daya air untuk pertanian dan perikanan.

d. Rencana Pembangunan Rel Kereta Api Rancaekek - Jatinangor - Tanjungsari - Kertajati - Kadipaten - Cirebon

Komitmen Pemerintah Pusat dan Provinsi dalam membangun perekonomian yang kuat di daerah-daerah, dibuktikan dengan banyaknya rencana pembangunan infrastruktur transportasi di daerah. Salah satunya dengan adanya rencana pembangunan rel kereta api yang melintasi wilayah Kabupaten Majalengka.

Dalam rangka mendukung rencana sistem transportasi Kabupaten Majalengka seiring dengan akan hadirnya bandara internasional Jawa Barat, maka pembangunan jaringan kereta api akan mengisi dan melengkapi kebutuhan sistem transportasi di Kabupaten Majalengka. Berfungsinya kembali jaringan kereta api di Kabupaten Majalengka diharapkan akan memudahkan proses pergerakan barang dan jasa sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi produksi yang dapat meningkatkan perekonomian Kabupaten Majalengka. Rencana pembangunan jaringan kereta api baru

(Bandung-RENCANA KERJA

Dalam dokumen RENCANA KERJA ( RENJA ) (Halaman 13-48)

Dokumen terkait