• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA ( RENJA )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA ( RENJA )"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KERJA

( RENJA )

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA

TAHUN 2015

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA

KABUPATEN MAJALENGKA

JALAN KESEHATAN NO 77 MAJALENGKA

TELP (0233) 281043-281189 FAX 282741

(2)

i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT , karena atas curahan rahmat dan hidayahnya Rencana Kerja Kegiatan dan Program ( RENJA) Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka tahun 2015 telah selesai dibuat.

RENJA Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka tahun 2015 merupakan gambaran rencana kegiatan RSUD Majalengka mulai dari input, proses sampai output yang direncanakan untuk periode kegiatan tahun 2015 di RSUD Majalengka

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan RENJA 2015 ini masih terdapat kekurangan hal ini karena keterbatasan, namun kami berharap bahwa RENJA 2015 ini merupakan gambaran kegiatan RSUD Majalengka di tahun mendatang sehingga memudahkan perencanaan kedepannya yang lebih matang, dan bisa bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

RENJA RSUD Majalengka tahun 2015 ini dapat terwujud atas bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terealisasinya RENJA 2015 ini.

(3)

ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……… i DAFTAR ISI ……….. ii BAB.I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ……….... 1 1.2 Landasan Hukum ………... 4

1.3 Maksud dan Tujuan ...……….… 9

1.4 Sistematika Penulisan ……… 10

BAB.II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA RSUD MAJALENGKA TAHUN 2012 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2013 dan Capaian Restra RSUD Majalengka ...………... 12

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan RSUD Majalengka Tahun 2013 .... 21

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi RSUD Majalengka ... 2.3.1 Tugas Pokok dan Fungsi RSUD Majalengka ... 23 23 2.3.2 Isu Strategis Eksternal yang perlu Mendapat Prioritas Penanganan dan Perhatian pada Tahun 2015 ... 24

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2015 3.1 Telaahan Terhadapap Kebijakan Nasional dan Provinsi ... 28

3.2 Tujuan dan Sasaran Rencana Kerja RSUD Majalengka … 33 3.2.1 Tujuan ... 33

3.2.2 Sasaran ... 33

3.3 Program dan Kegiatan Tahun 2015 ………. 34

BAB IV PENUTUP 36

(4)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB I

Page 1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Perencanaan Pembangunan Daerah merupakan salah satu tahapan awal proses pembangunan daerah. Perencanaan Pembangunan daerah ditujukan dalam rangka pencapaian target-target pembangunan yang akan dicapai pada tahun rencana. Ruang lingkup perencanaan pembangunan daerah meliputi tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan, Perencanaan pembangunan daerah terdiri atas; (1) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yaitu dokumen perencanaan daerah periode 20 tahun, (2) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD) adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 tahun, (3) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 tahun, (4) Rencana Strategis OPD adalah dokumen perencanaan OPD untuk periode 5 tahun, (5) Rencana Kerja OPD adalah dokumen perencanaan OPD untuk periode 1 tahun. Kelima dokumen tersebut disusun saling bersinergis dengan tujuan untuk mengarahkan pembangunan lebih terfokus pada pencapaian target pembangunan pada tahun rencana.

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majalengka merupakan Organisasi Perangkat Daerah yang akan melaksanakan Program Pembangunan Kesehatan yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yaitu dokumen perencanaan daerah periode 20 tahun dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Majalengka (RPJMD), yang merupakan penjabaran dari visi dan misi Bupati yang dituangkan dalam strategi pembangunan daerah, sasaran, arah kebijakan dan program pembangunan, kerangka pendanaan pembangunan serta kaidah pelaksanaannya. Untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan pembangunan daerah, RPJM Daerah Kabupaten Majalengka juga memperhatikan Renstrada tahun 2004-2008 dan RPJMD Kabupaten Majalengka tahun 2009-2013, dan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kabupaten Majalengka Tahun 2005-2025.

Perencanaan pembangunan Kabupaten Majalengka pada tahun 2015 merupakan tahapan lanjutan dari RPJMD Kabupaten Majalengka tahun 2014-2018.

(5)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB I

Page 2

Atas dasar hal tersebut di atas Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Majalengka Tahun 2015 yang berpedoman langsung kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Majalengka Tahun 2014-2018..

RKPD Kabupaten Majalengka Tahun 2015 disusun dengan memperhatikan Visi dan Misi Kabupaten Majalengka yang tertuang dalam RPJP Daerah Tahun 2005-2025, sebagai Guidelines dalam pelaksanaan pembangunan Kabupaten Majalengka, yaitu :

“Kabupaten Majalengka Maju dan Sejahtera Berlandaskan Masyarakat Yang Beriman Dan Bertaqwa”

Dalam rangka mencapai Visi tersebut, maka diimplementasikan misi pembangunan sebagai berikut :

1. Mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertaqwa, sehat, cerdas dan berkehidupan layak serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

2. Mewujudkan perekonomian daerah yang stabil, dengan bertumpu pada pembangunan agribisnis berbasis ekonomi kerakyatan.

3. Mewujudkan infrastruktur yang proporsional dan berkelanjutan. 4. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik.

5. Mewujudkan Kelestarian Lingkungan Hidup.

Visi dan misi Kabupaten Majalengka untuk periode perencanaan pembangunan 20 (dua puluh) tahunan tersebut kemudian dijabarkan dalam 4 (empat) tahapan pembangunan jangka menengah daerah untuk periode pembangunan 5 (lima) tahunan. Tahun 2015 merupakan tahun kedua tahap ke-3 (tiga) periode pembangunan 2014-2018 yang di definisikan sebagai tahap

pemantapan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing perekonomian dari sektor industri pengolahan berlandaskan keunggulan sumber daya manusia yang berkualitas serta kemampuan ilmu dan teknologi yang terus meningkat demi terwujudnya perekonomian daerah yang kuat dan merata.

Arah pembangunan tersebut di atas kemudian akan dipedomani dalam pelaksanaan pembangunan Kabupaten Majalengka pada periode 2014-2018, dan

(6)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB I

Page 3

dijadikan pedoman dalam penyusunan dokumen perencanaan 5 (lima) tahunan yang tertuang dalam RPJMD dan dokumen perencanaan tahunan yang tertuang dalam RKPD.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah merupakan tuntutan dalam melaksanakan pembangunan lima tahun ke depan guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang dinamis sesuai dengan aspirasi yang berkembang melalui mekanisme yang berlaku untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik. Dalam mendukung visi misi Kabupaten Majalengka maka Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka Kabupaten Majalengka melalui upaya pelayanan di bidang kesehatan khususnya pelayanan rujukan berusaha memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan tujuan dapat mencapai derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang optimal, dan pada akhirnya akan meningkatkan IPM Majalengka.

Dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, maka perlu ditetapkan suatu visi rumah sakit yang akan memberikan arah agar seluruh daya dan upaya yang dilakukan rumah sakit dapat diarahkan untuk mencapai tujuan secara bertahap, yakni memberikan pelayanan kesehatan secara optimal dengan visi :

“ Menjadi Rumah Sakit Terpercaya dan Pilihan Utama di Kabupaten Majalengka Tahun 2018”.

Definisi operasional : Terpercaya yaitu pelayanan rumah sakit yang prima, profesional, terjangkau, cepat, ramah, aman dan nyaman, refresentatif, bermutu dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan sehingga pelanggan percaya akan tujuan pelayanan rumah sakit dibanding dari rumah sakit lain di Kabupaten Majalengka, dan pada akhirnya akan menjadi pilihan utama dari masyarakat Majalengka.

Sejalan dengan visi RSUD Majalengka, maka dirumuskan beberapa misi yang pada prinsipnya lebih bersifat tujuan jangka panjang dari suatu organisasi dan berfungsi memberikan tuntutan yang teguh dalam pengambilan keputusan. Dengan dasar pemikiran tersebut, maka RSUD merumuskan misi yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai berikut : “

Melaksanakan upaya

kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan

(7)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB I

Page 4

upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilakukan secara serasi, terpadu

dengan upaya peningkatan, pencegahan dan melaksanakan upaya rujukan,

serta melaksanakan pelayanan yang bermutu sesuai standar pelayanan

Rumah Sakit dalam rangka meningkatkan IPM Kabupaten Majalengka

Tahun 2018”.

1.2 LANDASAN HUKUM

1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Djawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang dengan mengubah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Djawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2851);

2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nmor 3851);

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

(8)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB I

Page 5

6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

8. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

9. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

10. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4693);

(9)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB I

Page 6

13. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);

16. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 Tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);

17. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

18. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

19. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5103);

20. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014;

21. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2011 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2012;

(10)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB I

Page 7

22. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri Keuangan, Nomor: 28 tahun 2010, Nomor: 0199/M PPN/04/2010, Nomor: PMK 95/PMK 07/2010, tentang Penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014;

23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 tentang Pedoman Koordinasi Penataan Ruang Daerah;

25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2009 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);

26. Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 050/1369/II/Bangda Tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2012;

27. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008 Nomor 8 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 45); Sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang ( RPJP) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2005-2025 ( Lembaran Daerah Tahun 2010 Nomor 24 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 87);

(11)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB I

Page 8

28. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 Nomor 2 Seri E, Tambahan Daerah Nomor 60); Sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 ( Lembaran Daerah Tahun 2010 Nomor 25 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 88);

29. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2009 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat (Lembaran Daerah Tahun 2009 Nomor 6 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 64);

30. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2010 Tentang Rencana Tata Ruang wilayah Jawa Barat (Lembaran Daerah Tahun 2010 Nomor 21);

31. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2011 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2012 (Berita Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 Nomor 24 Seri E);

32. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 11 Tahun Tahun 2006 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW) Kabupaten Majalengka Tahun 2005-2015;

33. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 2 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten Majalengka (Lembaran Daerah Kabupaten Majalengka Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 1);

34. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 12 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kabupaten Majalengka Tahun 2005 – 2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Majalengka Tahun 2008 Nomor 12);

35. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 2 Tahun 2009 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Majalengka (Lembaran Daerah Kabupaten Majalengka Tahun 2009 Nomor 2);

(12)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB I

Page 9

36. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Majalengka (Lembar Daerah Kabupaten Majalengka Tahun 2009 Nomor 10).

37. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 11 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilyah (RTRW) Kabupaten Majalengka Tahun 2011 – 2031;

38. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 3 Tahun 2012 tentang Sesitem Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Majalengka;

39. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 5 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah Kabupaten Majalengka Tahun 2014;

40. Peraturan Bupati Nomor ... Tahun 2014 Tentang Recana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Majalengka Tahun 2015

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari penyusunan Rencana Kerja (RENJA) RSUD Majalengka Kabupaten Majalengka Tahun 2015 adalah sebagai berikut :

1. Dihasilkannya dokumen perencanaan operasional tahunan RSUD Majalengka yang menjamin adanya konsistensi perumusan kondisi atau masalah, perencanaan dan arah kebijaksanaan, serta perumusan strategi yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan RSUD Majalengka.

2. Dirumuskannya pedoman perencanaan RSUD Majalengka bagi seluruh Unit pelaksana di RSUD dalam melaksanakan kegiatan dan pembangunan.

Tujuan dari penyusunan RENJA RSUD Majalengka Tahun 2015 adalah :

1. Mengevaluasi kinerja RSUD Majalengka tahun 2013 dan menganalisis prospek RENJA tahun 2014 dengan memperhatikan kondisi pembangunan daerah. 2. Mengarahkan pencapaian visi dan misi RSUD Majalengka Tahun 2014-2018

ke dalam suatu strategi pembangunan yang akan dilaksanakan tahun 2015. 3. Menyusun kebijakan pembangunan RSUD Majalengka yang dituangkan dalam

susunan prioritas pembangunan, fokus setiap prioritas, sasaran prioritas, program dan kegiatan tahun 2015.

(13)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB I

Page 10

4. Mewujudkan sinergitas program dan kegiatan RSUD Majalengka dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan dari seluruh sektor pembangunan serta mewujudkan efisiensi alokasi sumber daya pembangunan. 5. Menyusun kaidah-kaidah pelaksanaan aspek-aspek pembangunan dan

penganggaran.

1.4 SISTEMATIKA PENULISAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.2 LANDASAN HUKUM 1.3 MAKSUD DAN TUJUAN 1.4 SISTEMATIKA PENULISAN

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA RSUD MAJALENGKA TAHUN 2013 2.1 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA RSUD MAJALENGKA TAHUN 2013

DAN CAPAIAN RENSTRA RSUD MAJALENGKA

2.2 ANALISIS KINERJA PELAYANAN RSUD MAJALENGKA

2.3 ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI RSUD MAJALENGKA

2.3.1 Tugas Pokok dan Fungsi RSUD Majalengka

2.3.2 Isu Strategis (Eksternal) yang perlu Mendapat Prioritas Penanganan dan Perhatian pada Tahun 2015

BAB III TUJUAN, SASARAN DAN KEGIATAN

3.1 TELAAHAN TERHADAP KEBIJAKAN NASIONAL DAN PROVINSI 3.2 TUJUAN DAN SASARAN RENJA RSUD MAJALENGKA

3.2.1 Tujuan 3.2.2 Sasaran

3.3 PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2015

BAB IV PENUTUP

(14)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 12

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA RSUD MAJALENGKA TAHUN 2013

2.1 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013 DAN CAPAIAN RENSTRA

RSUD MAJALENGKA

Evaluasi ditujukan untuk menilai tingkat efektivitas kebijakan publik yang Diimplementasikan pemerintah sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat, selain itu evaluasi bertujuan untuk mengetahui pencapaian target-target pembangunan yang telah ditetapkan sebelumnya sesuai dengan rencana.

Berdasarkan Undang-Undang Rumah Sakit Bab III pasal 4 Rumah Sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Sedangkan menurut Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 Tanggal 1 Desember tahun 2009 tentang Organisasi perangkat Daerah Kabupaten Majalengka Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka mempunyai tugas pokok melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilakukan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan, melaksanakan pelayanan yang bermutu sesuai standar pelayanan Rumah Sakit.

Untuk menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Rumah Sakit Bab III Pasal 5, Rumah Sakit mempunyai fungsi :

1. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit;

2. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis; 3. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka

peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan; dan

4. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan;

(15)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 13

Sedangkan menurut Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 Tanggal 1 Desember tahun 2009 tentang Organisasi perangkat Daerah Kabupaten Majalengka Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka mempunyai fungsi: 1. Pelayanan medis;

2. Pelayanan penunjang medis dan non medis; 3. Pelayanan dan asuhan keperawatan;

4. Pelayanan rujukan; 5. Pendidikan dan pelatihan; 6. Penelitian dan pengembangan;

7. Pelayanan administrasi umum dan keuangan.

Pelayanan kesehatan yang ada saat ini di Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka : 1. Instalasi Rawat Jalan

 Poli klinik Penyakit Dalam

 Poli klinik Anak

 Poli klinik Bedah

 Poli klinik Kandungan dan Kebidanan

 Poli klinik Mata

 Poli klinik THT

 Poli klinik Kulit dan Kelamin

 Poli klinik Syaraf

 Poli Klinik Jiwa

 Poli klinik Gigi

 Poli klinik Umum

 Poli klinik TB/DOTS 2. Instalasi Gawat Darurat

3. Instalasi Rawat Tinggal dengan jumlah Tempat tidur 221

 Ruang Perawatan anak

 Ruang perawatan bedah

 Ruang perawatan penyakit dalam

 Ruang perawatan kebidanan & kandungan

(16)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 14

 Ruang perawatan kelas utama

 Ruang perawatan VIP

 Ruang perawatan bayi / perinatologi

 Ruang perawatan intensif (ICU) 4. Instalasi Kamar Operasi

5. Instalasi Anesthesi 6. Instalasi Farmasi 7. Instalasi Laboratorium 8. Instalasi Radiologi 9. Instalasi Gizi 10. Instalasi Sanitasi 11. Instalasi/IPSRS

12. Instalasi Rekam Medik 13. Pelayanan Kamar Jenazah

Adapun Sumber Daya Manusia yang mendukung di RSUD Majalengka

TABEL 2.1 Distribusi Sumber Daya Manusia RSUD Majalengka Tahun 2013

NO JENIS TENAGA PNS / CPNS NON PNS JUMLAH

SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML TOTAL

A TENAGA KESEHATAN I TENAGA MEDIS 1 dr.Spesialis Anak - - - 1 1 0 1 2 dr.Spesialis Bedah - - - 1 1 0 1 3 dr.Spesialis Obgyn - - - 1 1 1 1 2 4 dr.Spesialis Peny.Dalam - - - 1 1 0 1 5 dr.Spesialis Anesthesi - - - 1 1 0 1 6 dr.Spesialis THT - - - 1 1 0 1 7 dr.Spesialis Saraf - - - 1 1 0 1 8

dr.Spesialis Kulit dan

Kelamin - - - 1 1 0 1 9 dr.Spesialis Patologi klinik - - - 1 1 - - - 0 1 10 dr.Spesialis Jiwa - - - 0 - - - 1 1 1 11 dr.Spesialis Mata 0 1 1 1 Sub.Total 0 0 0 0 0 9 9 0 0 0 0 0 3 3 12 1 Dokter Umum - - - - 13 13 - - - - 3 - 3 16

2 Dokter Gigi Umum - - - - 2 2 0 2

(17)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 15

NO JENIS TENAGA PNS / CPNS NON PNS JUMLAH

SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML TOTAL

II TENAGA PERAWATAN 0 1 Perawat 25 119 3 16 163 0 163 2 Perawat Gigi 2 2 0 2 3 Bidan 5 14 2 21 0 21 4 Perawat Anestesi 3 3 0 3 Sub.Total 25 5 138 5 16 0 189 0 0 0 0 0 0 0 189 III TENAGA KEFARMASIAN 0 1 Apoteker 2 2 0 2 2 Asisten Apoteker 8 3 11 4 4 15 Sub.Total 8 0 3 0 2 0 13 4 0 0 0 0 0 4 17 IV TENAGA KES.MASYARAKAT 0 1 MKM 2 2 0 2 2 M.Epid 2 2 0 2 3 SKM 4 4 0 4 4 Sanitarian 2 2 4 0 4 Sub.Total 0 2 2 0 4 4 12 0 0 0 0 0 0 0 12 V. TENAGA GIZI 0 1 Nutrisionis 5 1 6 1 1 7 0 VI TENAGA KETEKNISIAN MEDIS 0 0 5 0 1 0 6 0 0 1 0 0 0 1 7 1 Radiografer 1 1 0 1 2 Teknisi Elektromedis 1 1 1 1 2 3 Analis Kesehatan 9 1 10 0 10 Sub.Total 0 0 11 1 0 0 12 0 0 1 0 0 0 1 13 VII TENAGA KESEHATAN LAINNYA 0 1 Fisioterafi 1 1 0 1 2 Pasca Sarjana / MARS 2 2 0 2 3

Sarjana Fisika Medis

(Sain) 1 1 0 1 0 0 1 0 1 2 4 0 0 0 0 0 0 0 4 Sub.Total Tenaga Kesehatan 33 7 160 6 39 15 260 4 0 2 0 3 3 12 272 0

B TENAGA NON KESEHATAN

SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML SLA D1 D3 D4 S1 S2

0

1

Magister Ilmu Adm. (

Sain) 1 1 0 1

2 Sarjana Ilmu Sosial 13 13 0 13 3

Sarjana Teknik

Informatika (IT) 1 1 1 3 1 5 6 4

Sarjana Muda Analis

Kimia 0 1 4 5 5

5

Sarjana Muda

(18)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 16

NO JENIS TENAGA PNS / CPNS NON PNS JUMLAH

SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML TOTAL 6

SMA / SLTA Lainnya

yg Sederajat 70 70 56 56 126 7 SMP / SLTP Lainnya yg Sederajat 11 0 11 8 SD 9 0 9 70 0 1 0 14 1 106 57 0 4 0 5 0 66 172

Sub.Total Tenaga Non

Kesehatan 70 0 1 0 14 1 106 57 0 4 0 5 0 66 172

SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML SLA D1 D3 D4 S1 S2 JML 444

Untuk memperoleh data yang lengkap dan akurat mengenai realisasi dari masing-masing indikator kinerja, perlu didapatkan data dari sumber yang meliputi sumber internal dan external. Untuk itu data realisasi pencapaian sasaran (target) harus dilakukan melalui suatu studi/survey secara khusus. Pada pengukuran pencapaian sasaran ini dapat dinilai bahwa semakin tinggi realisasi pencapaian sasaran menunjukan pencapaian kinerja yang semakin baik.

Sedangkan Pengukuran kinerja dilakukan unutuk nilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Pengukuran Kinerja mencakup penetapan indikator kinerja kegiatan yang meliputi masukan (input), keluaran (output), hasil (outcome). Pengukuran tingkat pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja kegiatan.

Evaluasi Kinerja bertujuan agar diketahui pencapaian realisasi , kemampuan dan kendala yang dijumpai dalam rangka pencapaian Visi dan Misi, sehingga dapat dinilai dan dipelajari guna perbaikan dimasa mendatang.

Pelaksanaan evaluasi didasarkan atas hasil perhitungan format Pengukuran Kinerja Tahun 2013 seperti diuraikan dibawah ini :

1. Evaluasi Capaian Kinerja Tahun 2013 Per Tujuan:

Hasil perhitungan format Pengukuran pencapaian tujuan yang dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka Tahun 2013 menunjukan pencapaian tujuan seluruhnya sebesar 100% dengan realisasi keuangan sebesar 90,5% atat rata-rata 94,12%.

2. Evaluasi Capaian Kinerja Tahun 2013 Per Sasaran :

Dari hasil perhitungan Pengukuran Pencapaian sasaran yang dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka Tahun 2013 menunjukan pencapaian sasaran seluruhnya sebesar 100% dengan realisasi keuangan sebesar 90,5% rata-rata 94,12%.

(19)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 17

REALISASI PROGRAM DAN KEGIATAN URUSAN WAJIB

RSUD MAJALENGKA KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2013

No PROGRAM/KEGIATAN ANGGARAN (Rp) REALISASI KEUANGAN FISIK (Rp) % % 1 2 3 4 5 6 1

Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan

1 Kegiatan Pelayanan dan Pendukung Pelayanan Rumah

sakit 31.500.000.000 28.357.441.714

90,02 100,00

2

Program pengadaan; peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata

1 Pembangunan Rumah Sakit

(ICU) 1.139.198.800 1.127.144.500 98,94 100 3 Program Pembangunan Lingkungan Sosial - 1 Penyediaan Tempat Perawatan Akibat Bahaya Merokok

800.000.000 791.114.000 98,89 100

4 Program Pembinaan Lingkungan

Sosial

1

Fasilitas Alat - Alat Kesehatan Rumah Sakit dan Fasilitas Perawatan Bagi Penderita Akibat Dampak Asap Rokok

1.140.000.000 1.010.130.000 88,61 100 Jumlah 34.579.198.800

31.293.777.214

90,5 100

Sumber pembiayaan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka pada tahun 2013 selain dari pendapatan fungsional Rumah Sakit, juga berasal dari bantuan Pemerintah Pusat.

(20)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 18

1. Pendapatan Fungsional Rumah Sakit dan bantuan Pemerintah Pusat Target pendapatan asli daerah tahun 2013 sebesar Rp. 31.500.000.000,00 sedangkan realisasinya Rp 28.357.441.714,00 (90,02%). Adapun bantuan Pemerintah Pusat (DAK) dan APBD melalui Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kesehatan dengan anggaran Rp 1.139.198.800,00, program pembangunan lingkungan sosial (DBHCT) dengan anggaran Rp. 800.000.000,00, dan Program pembinaan lingkungan sosial (DBHCT) dengan anggaran Rp. 1.140.000.000,00.

2. Belanja RSUD Majalengka tahun 2013:

a. Anggaran Belanja tidak langsung APBD Rp. 17.209.384.000,00 dengan realisasi Rp. 16.621.292.470,00 (96,58%).

b. Anggaran Belanja Langsung RSUD Majalengka Tahun 2013 terdiri dari :

1) Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit / Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit Paru-paru/ Rumah Sakit Mata dengan Anggaran Rp. 1.139.198.800,00 dengan realisasi Rp. 1.127.114.500,00 (98,94%).

2) Program peningkatan mutu pelayanan kesehatan rujukan dengan anggaran Rp. 31.500.000.000,00 dan realisasimya Rp. 28.357.441.714,00 (90,02%).

3) Program pembangunan lingkungan sosial dengan anggaran Rp. 800.000.000,00 dan realisasinya Rp. 791.114.000,00 (98,89%)

4) Program pembinaan lingkungan sosial dengan anggaran Rp. 1.140.000.000,00 dan realisasinya 1.010.130.000,00 (88,61%)

2.2 ANALISIS KINERJA PELAYANAN RSUD TAHUN 2013

Dokumen Rencana Kerja (RENJA) Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka tahun 2015 akan menjadi pedoman atau acuan bagi Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka Kabupaten Majalengka dalam melaksanakan kegiatan pelayanan dan pengembangan Rumah sakit dalam kurun waktu 1 (satu) tahun, khususnya untuk kegiatan anggaran tahun 2015.

Upaya Peningkatan Pelayanan rumah sakit sangat tergantung kepada perencanaan yang baik dan ditunjang oleh realisasi dari Rencana itu sendiri. Secara umum semua program telah berjalan dengan cukup baik , baik indikator tujuan maupun indikator sasaran kegiatan dimana prosentase pencapaian fisik seluruhnya mencapai 100 %. Namun

dari sisi keuangan, realisasinya dibawah 100%, hal

(21)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 19

tersebut merupakan efisiensi untuk program/kegiatan yang bersifat pengadaan

barang/jasa. Akan tetapi khusus realisasi keuangan untuk program peningkatan

mutu pelayanan kesehatan rujukan yang hanya mencapai 90,2% disebabkan

adanya piutang Rumah Sakit dari pasien Jamkesmas yang belum dibayar, yang

akhirnya mempengaruhi pendapatan sekaligus mengurangi belanja.

Adapun hasil pelayanan selama tahun 2012-2013 adalah sebagai berikut:

No Jenis Pelayanan Jumlah Kunjungan 2012 2013 1 Rawat Jalan 60.644 62.569 2 Rawat Inap 12.926 14.400 3 Gawat Darurat 14.880 15.748 4 Radiologi 7.942 7.577 5 Laboratorium 16.894 31.918 6 Bedah Sentral 2.048 2.421

(22)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 20

2.3 ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI RSUD

MAJALENGKA

2.3. 1 Tugas Pokok dan Fungsi RSUD Majalengka

Berdasarkan Undang-Undang Rumah Sakit Bab III pasal 4 Rumah Sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Sedangkan menurut Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 Tanggal 1 Desember tahun 2009 tentang Organisasi perangkat Daerah Kabupaten Majalengka. Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka mempunyai tugas pokok melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilakukan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan, melaksanakan pelayanan yang bermutu sesuai standar pelayanan Rumah Sakit.

Untuk menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Rumah Sakit Bab III Pasal 4, Rumah Sakit mempunyai fungsi :

1. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit;

2. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis; 3. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka

peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan; dan

4. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan;

Sedangkan menurut Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 Tanggal 1 Desember tahun 2009 tentang Organisasi perangkat Daerah Kabupaten Majalengka Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka mempunyai fungsi: 1. Pelayanan medis;

2. Pelayanan penunjang medis dan non medis; 3. Pelayanan dan asuhan keperawatan;

4. Pelayanan rujukan; 5. Pendidikan dan pelatihan;

(23)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 21

6. Penelitian dan pengembangan;

7. Pelayanan administrasi umum dan keuangan

2.3.2 Isu-Isu Strategis Eksternal yang perlu Mendapat Prioritas Penanganan dan Perhatian pada Tahun 2015

1. Issue Strategis Nasional

Isu strategis merupakan permasalahan yang berkaitan dengan fenomena atau belum dapat diselesaikan pada tahun sebelumnya dan memiliki dampak jangka panjang bagi keberlanjutan pelaksanaan pembangunan, sehingga perlu diatasi secara bertahap. Terdapat 42 isu strategis yang menjadi fokus dalam skala nasional pada Tahun 2014, yaitu :(1) Isu kategori pemantapan perekonomian nasional, yaitu konektivitas mendorong pertumbuhan, perkuatan kelembagaan hubungan industrial, peningkatan kemampuan Iptek, pencapaian surplus beras 10 juta ton dan peningkatan produksi jagung, kedelai dan gula, diversifikasi pemanfaatan energi dan percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat; (2) Isu kategori peningkatan kesejahteraan rakyat, yaitu: pelaksanaan SJSN bidang kesehatan, penurunan angka kematian ibu dan bayi, peningkatan akses air minum dan sanitasi layak, perluasan program keluarga harapan, pengembangan penghidupan penduduk miskin dan rentan (MP3KI), mitigasi bencana; (3) Isu kategori pemeliharaan stabilitas sosial dan politik, yaitu : percepatan pembangunan Minimum Essential Force, pemantapan keamanan dalam negeri dan pemberantasan terorisme, pelaksanaan Pemilu 2014;(4) Isu prioritas reformasi birokrasi dan tata kelola, yaitu : pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, peningkatan kualitas pelayanan publik, peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi; (5) Isu prioritas pendidikan, yaitu : peningkatan akses pendidikan dasar dari keluarga miskin, penuntasan rehabilitasi ruang kelas (RK) rusak, pelaksanaan kurikulum baru pendidikan 2013/2014, pelaksanaan pendidikan menengah universal; (6) Isu kategori prioritas kesehatan, yaitu penurunan dan pencegahan penyakit (HIV AIDS dan Malaria), peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB yang merata; (7) Isu kategori prioritas ketahanan pangan, yaitu : kesejahteraan petani/nelayan, peningkatan produksi perikanan; (8) Isu kategori prioritas infrastruktur, yaitu : penyediaan infrastruktur dasar untuk menunjang peningkatan kesejahteraan, penyediaan infrastruktur yang mengurangi

(24)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 22

kesenjangan antar wilayah, penyediaan infrastruktur untuk mendukung ketahanan pangan dan energi; (9) Isu kategori prioritas iklim investasi dan iklim usaha, yaitu : sistem logistik nasional, pengembangan fasilitas pendukung KEK yang telah ditetapkan dan penetapan KEK Baru; (10) Isu kategori prioritas energi, yaitu : peningkatan produksi minyak dan gas bumi, peningkatan rasio elektrifikasi dan peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi; (11) Isu kategori prioritas lingkungan hidup dan pengelolaan bencana, yaitu : pengendalian perubahan iklim, peningkatan kualitas lingkungan; (12) Isu kategori prioritas daerah tertinggal, terdepan, terluar dan pasca konflik, yaitu : pembangunan daerah tertinggal, penguatan diplomasi dan pembangunan infrastruktur, hankam, serta fasilitas Custom Immigration Quarantine Security (CIQS) kawasan perbatasan; (13) Isu kategori prioritas lainnya bidang politik, hukum dan keamanan, yaitu : pembinaan pemasyarakatan; 14) Isu kategori prioritas lainnya bidang perekonomian, yaitu : akselerasi industrialisasi dengan sasaran pertumbuhan industri non-migas, peningkatan pemahaman dan kesiapan indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015; (15) Isu kategori prioritas lainnya bidang kesejahteraan rakyat, yaitu : peningkatan kerukunan beragama, peningkatan budaya dan prestasi olahraga di tingkat regional dan internasional.

Isu strategis nasional tersebut memiliki pengaruh yang tinggi terhadap beberapa rencana pembangunan pemerintah pusat yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Majalengka antara lain sebagai berikut :

a. Posisi Strategis Majalengka Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional

Dalam rangka pemetaan dan pengembangan pembangunan nasional bersinergis,pemerintah pusat melakukan pemetaan dan penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Penetapan Pengembangan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) Gerbangkertosusila, Bandung dan Semarang sebagai pusat pertumbuhan wilayah nasional berbasis jasa perdagangan dan industri.

Posisi Kabupaten Majalengka yang merupakan perlintasan antara Jawa Barat ( Bandung) dan Jawa Tengah ( Semarang) sebagai PKN Gerbangkertosusila, menjadi keuntungan sendiri dalam memanfaatkan pengaruh investasi yang mungkin menjalar ke Kabupaten Majalengka.

(25)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 23

b. Pembangunan Jalan Tol Cikopo – Palimanan

Pemerintah akan melakukan percepatan pembangunan Jalan Tol Cikopo-Palimanan sebagai kelanjutan pembangunan Jalan Tol Kanci, dimaksudkan sebagai alternatif pemecahan masalah transportasi akibat semakin beratnya beban lalu lintas kendaraan yang melewati Jalur Pantai Utara yang akan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pembangunan Jalan Tol Cikopo-Palimanan ini akan melewati Kabupaten Majalengka dengan 2 (dua) interchange utama yaitu pada ruas Jalan Provinsi (Kadipaten-Jatitujuh) dan ruas Jalan Kabupaten (Bongas- Bantarwaru), dan sekaligus akan membuka akses pada kawasan rencana Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati

c. Rencana Jalan Tol Cileunyi– Sumedang – Dawuan (Kertajati)

Pemerintah juga akan membangun Jalan Tol Cileunyi–Sumedang– Dawuan (Kertajati). Rencana jalan tol ini dimaksudkan untuk mempercepat akses dari Kawasan BIJB menuju ibu kota provinsi, dan juga untuk mengurangi beban lalu lintas jalan negara (Kadipaten–Sumedang–Bandung) yang saat ini kondisi jalurnya rentan terhadap bencana longsor.

d. Peningkatan Pelabuhan Laut Nasional di Cirebon

Peningkatan Pelabuhan laut Cirebon dimaksudkan untuk mendukung kegiatan ekonomi dan industri Jawa Barat yang cukup pesat, mendorong keseimbangan akselerasi pembangunan wilayah Jawa Barat, mendukung sektor transportasi nasional dan sebagai penyangga kegiatan Pelabuhan Tanjung Priuk.

Keuntungan yang akan diperoleh Kabupaten Majalengka dengan berkembangnya kegiatan Pelabuhan Cirebon yaitu akan terpacunya pertumbuhan kegiatan sosial ekonomi dan industri. Hasil komoditas unggulan di Kabupaten Majalengka akan lebih mudah untuk dipasarkan ke luar pulau bahkan ke luar negeri. Juga dengan adanya kegiatan pelabuhan yang memberikan akses kemudahan transportasi akan mendukung pertumbuhan

(26)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 24

industri karena di Kabupaten Majalengka memiliki potensi lahan, tenaga kerja yang banyak dan berkualitas serta sumber daya alam yang cukup.

2. Issue Strategis Regional/Jawa Barat

Pada Tahun 2014 Provinsi Jawa Barat mengangkat 17 isu strategis pembangunan daerah, sebagai berikut : 1) Aksesibilitas dan kualitas pendidikan, kepemudaan serta kualitas kesehatan; 2) Dukungan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Tahun 2014 dan Pekan Olahraga Nasional Tahun 2016 serta sarana prasarana olahraga kabupaten/kota; 3) Pertumbuhan penduduk dan persebarannya; 4) Pengangguran, ketenagakerjaan dan pengurangan kemiskinan; 5) Kualitas perekonomian, daya beli masyarakat dan Ketahanan Pangan; 6) Kualitas demokrasi dan Pemilu nasional tahun 2014; 7) Efektivitas tata kelola Pemerintahan daerah; 8) Penanganan ketertiban, Ketentraman Masyarakat; 9) Perlindungan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM); 10) Pengelolaan aset daerah; 11) Penegakan dan harmonisasi produk hukum, 12) Cakupan pelayanan infrastruktur dan permukiman serta pelibatan komunitas; 13) Ketahanan energi dan kualitas air baku; 14) Lahan kritis dan kualitas lingkungan hidup; 15) Bencana alam dan perubahan iklim; 16) Kualitas Pemerintahan Desa dan infrastruktur perdesaan; 17) Pelestarian budaya, sarana seni dan budaya, serta destinasi wisata.

Isu strategis provinsi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap rencana-rencana pembangunan pemerintah provinsi yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Majalengka, yaitu :

a. Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Kertajati Aero City.

Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Kertajati Aero City di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2010, di lokasi dengan peringkat tertinggi yaitu di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka. Pada

(27)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 25

Tahun 2005, isu Jawa Barat tersebut dikukuhkan dengan Peraturan Menteri Perhubungan R.I Nomor KM 34 Tahun 2005 tentang Penetapan lokasi pembangunan BIJB di Kabupaten Majalengka.

Pada Tahun 2012 telah dibebaskan lahan untuk Bandara seluas 718,5 Ha, pada tahun 2013 direncanakan akan dibebaskan lahan seluas 251,5 Ha, pada tahun 2014 sisa lahan yang perlu dibebaskan seluas 830 Ha. Pada awal tahun 2013 sedang dilaksanakan proses lelang, dan direncanakan pembangunan run way sepanjang 2.500 M akan dimulai pada bulan Juni 2013. Hal ini berdampak pada masalah sosial ekonomi masyarakat, yang perlu segera ditangani secara komprehensif.

b. Relokasi Kawasan Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT)

Dalam perkembangan selanjutnya, Departemen Perindustrian Republik Indonesia juga telah membuat perencanaan suatu Kawasan Industri Terpadu dalam bidang tekstil, yang diperuntukkan sebagai pengalihan kawasan industri yang ada di wilayah Bandung Timur, yang keberadaannya saat ini telah mengalami kejenuhan.

Industri TPT telah berkembang secara terintegrasi mengikuti struktur pohon industrinya, mulai dari perkembangan ke hulu (industri serat) ke intermediate (industri staple dan filamen, tenun dan rajut), hingga hilir (industri pakaian jadi dan barang jadi tekstil termasuk karpet). Struktur industri TPT telah berkembang, baik secara vertikal maupun horizontal, sehingga dapat menarik dan akan terkait dengan sektor-sektor ekonomi lainnya.

Perencanaan ini, telah sejalan dengan RT RW Kabupaten Majalengka 2005–2015, yang menetapkan Wilayah Pengembangan (WP) Utara sebagai Kawasan Industri, Perdagangan, Jasa dan Kawasan BIJB, termasuk di dalamnya Kecamatan Kertajati. Juga sejalan dengan rencana pemerintah Kabupaten Sumedang, yaitu pada wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka, pemerintah Kabupaten Sumedang telah merencanakan Kawasan Industri Terpadu Cibuluh di Kecamatan Tolengas. Oleh karena itu perencanaan kawasan industri pada kawasan sekitar BIJB perlu didukung dan ditindaklanjuti.

(28)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 26

Sebagai upaya dukungan terhadap rencana pengembangan industri TPT di Kecamatan Kertajati, Pemerintah Kabupaten Majalengka mengeluarkan Surat Bupati Majalengka Nomor : 534/4033/Dalprog tanggal 30 Nopember 2006, perihal Rencana Penetapan Lokasi Kawasan Industri Tekstil dan Produk Tekstil di Kabupaten Majalengka.

c. Pembangunan Waduk Jatigede

Pembangunan Waduk Jatigede yang berlokasi di Kabupaten Sumedang, akan berpengaruh besar terhadap kabupaten-kabupaten sekitarnya seperti: Kabupaten Indramayu, Cirebon dan Majalengka. Pengaruh pembangunan Waduk Jatigede terhadap wilayah sekitarnya antara lain meliputi aspek sosial ekonomi, sosial budaya dan biogeofisik. Pengaruh terhadap Kabupaten Majalengka antara lain pada aspek biogeofisik yang berhubungan dengan kuantitas dan kualitas sumber daya air serta perluasan prasarana fisik sungai dan irigasi. Sedangkan pengaruhnya terhadap aspek sosial ekonomi secara langsung adalah meningkatnya kegiatan perekonomian yang memanfaatkan sumber daya air untuk pertanian dan perikanan.

d. Rencana Pembangunan Rel Kereta Api Rancaekek - Jatinangor - Tanjungsari - Kertajati - Kadipaten - Cirebon

Komitmen Pemerintah Pusat dan Provinsi dalam membangun perekonomian yang kuat di daerah-daerah, dibuktikan dengan banyaknya rencana pembangunan infrastruktur transportasi di daerah. Salah satunya dengan adanya rencana pembangunan rel kereta api yang melintasi wilayah Kabupaten Majalengka.

Dalam rangka mendukung rencana sistem transportasi Kabupaten Majalengka seiring dengan akan hadirnya bandara internasional Jawa Barat, maka pembangunan jaringan kereta api akan mengisi dan melengkapi kebutuhan sistem transportasi di Kabupaten Majalengka. Berfungsinya kembali jaringan kereta api di Kabupaten Majalengka diharapkan akan memudahkan proses pergerakan barang dan jasa sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi produksi yang dapat meningkatkan perekonomian Kabupaten Majalengka. Rencana pembangunan jaringan kereta api baru

(29)

(Bandung-RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 27

Cirebon) dengan jalur Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari-Kertajati- Kadipaten-Cirebon akan mendukung keberadaan Bandara Internasional Jawa

Barat yang ada di Kabupaten Majalengka.

Keberadaan jaringan kereta api dan pelayanannya akan melengkapi pelayanan terhadap penumpang,terutama untuk mempermudah akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat serta sebagai alternatif saranatransportasi regional yang menghubungkan Majalengka–Cirebon,Majalengka – Bandung,Indramayu – Majalengka – Sumedang – Bandung.Majalengka– Sumedang–Bandung.Pembangunan InfrastrukturtransportasiKereta Api yang melintasi kawasan Kabupaten Majalengka diharapkan dapat memacu kegiatan perekonomian terutama dalam hal distribusi hasil-hasil produksi dan mobilitas penduduk yang ada di Kabupaten Majalengka.

3. Issue Strategis Pembangunan Kabupaten Majalengka

Isu strategis pembangunan Kabupaten Majalengka merupakan permasalahan yang berkaitan engan fenomena atau belum dapat diselesaikan pada periode lima tahun sebelumnya dan memiliki dampak jangka panjang bagi berkelanjutan pelaksanaan pembangunan, sehingga perlu diatasi secara bertahap. Memperhatikan Isu strategis nasional, regional dan permasalahan-permasalahan yang masih dihadapi oleh Kabuaten Majalengka, adapaun isu strategis pembangunan Kabupaten Majalengka adalah sebagai berikut :

a. Perwujudan Pendidikan gratis dalam rangka penuntasan pendidikan dua belas tahun (Pendidikan Universal).

Kebijakan otonomi satuan pendidikan dilandasi bahwa sekolah sebagai lembaga profesional yang bertanggung jawab terhadap klien yang diwakili oleh komite sekolah dan dewan pendidikan. Fungsi pemerintah adalah fasilitator untuk mendorong sekolah agar berkembang menjadi lembaga otonomi yang profesional sehingga mutu pelayanan pendidikan memberikan kepuasan terhadap masyarakat.

b. Peningkatan Tatakelola Pemerintahan yang baik (good governance).

Merupakan suatu kebutuhan dan harapan dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi yaitu terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme dengan opini Wajar Tanpa

(30)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB II

Page 28

Pengecualian (WTP); terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat dengan predikat Sangat Baik; Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja Pemerintah Kabupaten Majalengka minimal memperolah katagori “CC”.

c. Penguatan keahlian dan alih profesi ketenagakerjaan di sekitar wilayah BIJB dan kawasan industri;

d. Relokasi dan pengembangan sarana kesehatan pelayanan dasar (Puskesmas Sukamulya) di sekitar kawasan BIJB yang akan dikembangkan sebagai Puskesmas modern dengan pelayanan plus;

e. Pengembangan RSUD Cideres menjadi pusat rujukan dengan keunggulan pelayanan kegawatdarurtan (emergency);

f. Pengembangan RSUD Majalengka yang memiliki keunggulan dalam pelayanan KIA/obstretri-ginekologi dan pelayanan pengobatan penyakit infeksi;

g. Tingginya alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian h. Ketahanan pangan

i. Mitigasi bencana

j. Pembentukan Lahan sawah berkelanjutan

k. Pengelolaan kawasan lindung dalam rangka mendukung Jawa Barat Green province

l. Tingginya harga pakan ikan m. Bioteknologi pertanian

n. Pembangunan waduk kadu malik dan pasir kuda o. Pembangunan kawasan Agropolitan/Minapolitan.

(31)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB III

Page 28

BAB III

TUJUAN, SASARAN, DAN KEGIATAN

3.1 TELAAHAN TERHADAP KEBIJAKAN NASIONAL DAN PROVINSI

Rencana program dan kegiatan prioritas akan menentukan keberhasilan pembangunan dengan mempertimbangkan seluruh potensi sumber daya yang tersedia. Rencana program dan kegiatan prioritas tersebut berisikan program kegiatan, indikator kinerja, target, satuan, pagu indikatif, lokasi, Penanggungjawab kegiatan dan keterkaitan dengan prioritas dan sasaran pembangunan yang ditetapkan pada tahun 2015.

Keberhasilan pembangunan di Kabupaten Majalengka merupakan bagian integral dari keberhasilan pencapaian visi nasional dan visi regional Provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu, sangat perlu dilakukan pemaduserasian, penyelarasan, pengintegrasian dan sinergitas perencanaan dan pelaksanaan rencana pembangunan daerah Kabupaten dengan provinsi dan pembangunan nasional. Penyelasaran dimaksud antara lain dalam penetapan prioritas pembangunan, sasaran, rencana program dan kegiatan pembangunan dengan tetap memperhatikan kondisi dan potensi daerah.

Berdasarkan Peraturan Presiden R.I Nomor 5 Tahun 2010 tentang RPJMN 2010–2014 telah diamanatkan bahwa, visi nasional adalah “Indonesia Yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan” dengan menetapkan 11 prioritas nasional, yaitu (1) Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola, (2) Pendidikan, (3) Kesehatan, (4) Penanggulangan Kemiskinan, (5) Ketahanan Pangan, (6) Infrastruktur, (7) Iklim Investasi dan Iklim Usaha, (8) Energi, (9) Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana, (10) Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Pasca-Konflik, (11) Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi.

Selanjutnya, visi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sebagaimana diamanatkan dalam RPJMD Provinsi Jawa Barat 2013–2018 adalah “JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA ”, dengan 10 rencana kerja prioritas pembangunan, yaitu: (1) Meningkatkan Aksesibilitas dan Mutu Pendidikan,(2) Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan Kesehatan, (3) Mengembangkan Infrastruktur Wilayah, Energi dan Air Baku, (4) Meningkatkan Ekonomi Pertanian, (5) Meningkatkan Ekonomi Non Pertanian, (6) Meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup dan kebencanaan, (7) Meningkatkan pengelolaan seni, budaya dan wisata serta kepemudaan, (8) Meningkatkan ketahanan keluarga dan kependudukan, (9) Menanggulangi kemiskinan, Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial dan Keamanan,

(32)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB III

Page 29

(10) Tata Kelola Pemerintahan : Meningkatkan kinerja aparatur serta Birokrasi dengan penerapan IPTEK.

Sedangkan visi Kabupaten Majalengka 2014 – 2018 bertekad untuk mewujudkan “Majalengka MAKMUR”, yang setiap tahun anggaran menetapkan prioritas pembangunan dengan mengacu kepada prioritas nasional dan prioritas provinsi Jawa Barat serta potensi dan masalah daerah.

Adapun isu-isu strategis Kabupaten Majalengka yang perlu mendapat prioritas penanganan dan perhatian pada tahun 2015 adalah sebagai berikut:

1. Perwujudan Pendidikan Gratis dalam rangka penuntasan pendidikan dua belas tahun (Pendidikan Universal)

2. Kebijakan otonomi satuan pendidikan dilandasi bahwa sekolah ebagai lembaga profesional yang bertanggung jawab terhadap klien yang diwakili oleh komite sekolah dan dewan pendidikan

3. Peningkatan Tatakelola Pemerintah yang baik (God Governance)

4. Merupakan suatu kebutuhan dan harapan dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi yaitu terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepo Tisme dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP); terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat dengan predikat Sangat Baik; Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja Pemerintah Kabupaten Majalengka minimal memperoleh katagori “CC”.

5. Penguatan keahlian dan alih profesi ketenagakerjaan disekitar wilayah BIJB dan kawasan industri

6. Relokasi dan pengembangan sarana kesehatan pelayanan dasar (Puskesmas Sukamulya) di sekitar kawasan BIJB yang akan dikembangkan sebagai Puskesmas Modern dengan pelayanan plus

7. Pengembangan RSUD Cideres menjadi pusat rujukan dengan keunggulan pelayanan kegawatdaruratan (emergency)/traumatic

8. Pengembangan RSUD Majalengka menjadi pusat rujukan dengan keunggulan dalam pelayanan KIA/Obstetri Ginekologi dan pelayanan pengobatan infeksi

9. Tingginya alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian 10. Ketahanan pangan

11. Mitigasi bencana

(33)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB III

Page 30

13. Pengelolaan kawasan lindung dalam rangka mendukung Jawa Barat Green Province 14. Tingginya harga pakan ikan

15. Bioteknologi pertanian

16. Pembangunan Waduk Kadu Malik dan Pasir Kuda 17. Pembangunan kawasan agropolitan/Minapolitan

Prioritas pembangunan Kabupaten Majalengka tahun 2015 disusun bersinergi dengan kebijakan nasional untuk tahun rencana (prioritas pembangunan nasional), kebijakan provinsi untuk tahun rencana (prioritas pembangunan provinsi Jawa Barat), telaahan hasil perumusan permasalahan pembangunan daerah, dan telaahan hasil

review evaluasi RKPD tahun lalu. Berikut gambaran terkait prioritas Nasional, prioritas

Provinsi, dan MDGs (prioritas dunia).

Tabel 3.1.

Prioritas Nasional, Prioritas Provinsi, dan MDGs

NO. PRIORITAS

NASIONAL PRIORITAS PROVINSI MDGs

1. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 1. Peningkatan kualitas pendidikan 1. Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan 2. Pendidikan 2. Peningkatan kualitas

kesehatan

2. Mencapai Pendidikan Dasar Untuk Semua 3. Kesehatan 3. Peningkatan daya beli

masyarakat 3. Mendorong Kesejahteraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan 4. Penanggulangan Kemiskinan

4. Kemandirian pangan 4. Menurunkan Angka Kematian Anak 5. Ketahanan Pangan 5. Peningkatan kinerja aparatur 5. Meningkatkan Kesehatan Ibu 6. Infrastruktur 6. Pengembangan infrastruktur wilayah 6. Memerangi HIV/AIDS, Malaria, dan Penyakit Menular Lainnya 7. Iklim Investasi

dan Iklim Usaha

7. Kemandirian energi dan kecukupan air baku

7. Memastikan

Kelestarian Lingkungan Hidup

8. Energi 8. Penanganan bencana dan pengendalian lingkungan hidup 8. Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan 9. Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana 9. Pembangunan perdesaan

(34)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB III

Page 31

NO. PRIORITAS

NASIONAL PRIORITAS PROVINSI MDGs

10. Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Pasca-Konflik 10. Pemberdayaan budaya lokal dan destinasi wisata. 11. Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi. KEWILAYAHAN WKPP III 1. Pengembangan agribisnis mangga 2. Pengembangan sistem perdagangan komoditi beras dan palawija 3. Pengembangan

destinasi wisata

pilgrimage (ziarah) dan cagar budaya

4. Pengembangan Taman Hutan Raya Ciremai 5. Pengembangan batik,

industry makanan dan minuman olahan

Memperhatikan prioritas pembangunan nasional, provinsi, dan MDGs maka prioritas Pembangunan Kabupaten Majalengka juga merupakan penyokong capaian target pembangunan 5 tahunan yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Majalengka Tahun 2014-2018.

Memperhatikan isu-isu strategis yang merupakan hasil pengkajian terhadap masalah-masalah pembangun yang mendesak yang perlu mendapat prioritas penangan dan perhatian pada tahun 2015, serta mempedomani prioritas pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Majalengka Tahun 2014-2018, maka ditetapkan 12 Joint Target (12 Target Bersama) sebagai Prioritas Pembangunan Tahun 2015. Joint target tersebut kemudian harus dijadikan acuan bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka dan seluruh stakeholder pembangunan dalam agenda pembangunan tahun 2015. 12 Joint target tersebut adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan Kualitas Kesehatan 2. Peningkatan Kualitas Pendidikan

(35)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB III

Page 32

3. Peningkatan Daya Beli Masyarakat 4. Pemantapan Ketahanan Pangan

5. Pengembangan Investasi, Pariwisata, dan Energi 6. Pengembangan infrastruktur

7. Peningkatan Kualitas Kinerja Apartur

8. Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Penanganan Kebencanaan 9. Optimalisasi Pelaksanaaan Penataan Ruang

10. Penanggulangan Kemiskinan 11. Peningkatan Kapasitas Desa; dan 12. Peningkatan Kualitas Umat Beragama

Selain itu program/kegiatan pada tahun 2015 mengadopsi/mengacu pada program unggulan Bupati dn Wakil Bupati, yaitu:

1. Wajib Belajar 12 Tahun

2. Eningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Gratis di Puskesmas dan Terbangunnya PONED di seluruh Puskesmas di Kabupaten Majalengka

3. Penuntasan Program Rutilahu

4. Peningkatan PUAP dan PKH ke dalam UKM, Kperasi tau Lembaga sejenis lainnya 5. Meningkatkan program TNI Manunggal Sindangkasih, Bhakti Siliwangi Manunggal

Satata Sariksa dan TNI Manunggal Desa

6. Pengembangan Sekolah Lapangan Pertanian atau sejenisnya untuk Peningkatan Produksi Pangan

7. Pemberdayaan Ekonomi Pondok Pesantren dan Mejelis-majelis Taklim 8. Menumbuhkembangkan Perdangan dn Industri di Kabupaten Majalengka 9. Mewujudkan Desa Mandiri

Alur pikir dalam penetapan prioritas pembangunan RSUD Majalengka Tahun 2015 adalah sebagai berikut :

1. Dilakukannya evaluasi Pembangunan di RSUD Majalengka tahun 2013 yaitu dengan mengevaluasi capaian kinerja tahun 2013 dan perkiraan pencapaian kinerja tahun 2015.

2. Berdasarkan evaluasi pembangunan di RSUD Majalengka tahun 2013, maka ditemukan fokus-fokus permasalahan yang selanjutnya menjadi isu pokok yang mendesak untuk segera diselesaikan.

(36)

RENCANA KERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA TAHUN ANGGARAN 2015

BAB III

Page 33

3. Selain isu internal juga mempertimbangkan isu eksternal yang mempengaruhi pembangunan di RSUD Majalengka yaitu terdiri atas perkembangan indikator pelayanan serta rencana pembangunan yang mempengaruhi pembangunan RSUD Majalengka.

4. Berdasarkan isu internal dan eksternal serta mengacu pada RPJMD Kabupaten Majalengka Tahun 2014 – 2018 dan sinergitas dengan RKPD Provinsi Jawa Barat dan RKP Nasional Tahun 2015, selanjutnya ditentukan prioritas pembangunan yang dijabarkan dalam sasaran, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan Tahun 2015 di RSUD Majalengka.

3.2 TUJUAN DAN SASARAN RENJA RSUD MAJALENGKA 3.2.1 Tujuan

1. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan menjunjung tinggi profesionalisme pelayanan

3.2.2 Sasaran

Berdasarkan isu strategis yang telah diidentifikasi berdasarkan pencapaian indikator makro sosial ekonomi Kabupaten Majalengka Tahun 2013, dan perkiraan capaian indikator makro ekonomi tahun 2015, serta memperhatikan keselarasannya dengan prioritas pembangunan Nasional dan Regional Jawa Barat, maka telah ditetapkan sasaran prioritas pembangunan daerah tahun 2015 sebagai berikut:

1. Peningkatan Kualitas Kesehatan 2. Peningkatan Kualitas Pendidikan 3. Peningkatan Daya Beli Masyarakat 4. Pemantapan Ketahanan Pangan

5. Pengembangan Investasi, Pariwisata, dan Energi 6. Pengembangan infrastruktur

7. Peningkatan Kualitas Kinerja Apartur

8. Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Penanganan Kebencanaan

Referensi

Dokumen terkait

Keberadaan kolom-kolom doric pada bagian serambi/pendopo ini merupakan hal yang menarik dari perpaduan kedua gaya arsitektur tradisional dan Eropa karena elemen

Hormon kehamilan atau yang lebih akrab disebut HCG ini adalah salah satu penyebab morning sickness. Pelepasan hormon ke aliran darah dapat memicu rasa mual. 3) Makanan..

Kabupaten Majalengka mempunyai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majalengka yang terletak di Jl. Rumah Sakit ini merupakan salah

Penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) RSUD Muntilan dimaksudkan untuk mendukung pencapaian target kinerja RSUD Muntilan Kabupaten

Renja disusun dengan mempedomani Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah dan mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), diantaranya memuat kebijakan,

Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut Renja SKPD adalah rencana pembangunan tahunan SKPD yang merupakan dokumen perencanaan SKPD

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 25 Tahun 2009 tersebut maka kedudukan RSUD Soreang merupakan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung yang bertanggung

Rencana Pembanguan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) merupakan dokumen