• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dampak Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Menunjang Pendidikan Siswa Kurang Mampu di Desa Braja Fajar Kecamatan Way Pendidikan Siswa Kurang Mampu di Desa Braja Fajar Kecamatan Way

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Dampak Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Menunjang Pendidikan Siswa Kurang Mampu di Desa Braja Fajar Kecamatan Way Pendidikan Siswa Kurang Mampu di Desa Braja Fajar Kecamatan Way

Jepara Kabupaten Lampung Timur.

Seperti yang diketahui bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan bagi anggota Keluarga Penerima Manfaat itu sendiri diwajibkan melaksanakan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Tidak ada satu orang pun yang merasa dirugikan karena adanya program pemerintah ini, semua masyarakat baik yang termasuk dalam peserta maupun yang tidak termasuk dalam peserta bangga karena adanya program pemerintah ini, yang menurut pemahaman semua orang bahwa bantuan ini sangat membantu apalagi untuk biaya pendidikan. Karena pendidikan adalah kunci terbesar dalam meraih kesuksesan. Untuk dampak yang ditimbulkan terbagi menjadi dua yaitu:

1. Dampak Positif

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dampak adalah akibat, efek, hasil, pengaruh dll. Sedangkan positif yaitu pengaruh baik. Jadi

dampak positif yaitu pengaruh kuat yang mendatangkan akibat yang positif. Dampak positif yang ditimbulkan oleh Program Keluarga Harapan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yaitu:

a. Meringankan beban orang tua dalam hal pendidikan

Yang paling mendasar adalah meringankan beban pengeluaran bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Seperti hasil wawancara yang dikemukakan oleh informan Nengah Sriyanti (Peserta PKH), yang menyatakan bahwa berkat bantuan yang diberikan oleh pemerintah untuk masyarakat yang miskin di desa ini sangat membawa dampak yang positif salah satunya yaitu menurangi beban orang tua untuk biaya pendidikan anak.

Umi Qonaah (Peserta PKH) juga mengatakan dengan adanya PKH kami mendapatkan bantuan tiap satu kali dalam tiga bulan yang cukup menunjang sekali untuk kebutuhan dan perlengkapan sekolah anak-anak. Tidak khawatir masalah pembelian seragam sekolah, sepatu buku, tas, pensil bahkan uang jajan untuk anak.

Lilik Rahayu (peserta PKH) uang yang ia dapatkan dari Program Keluarga Harapan (PKH) di tabung untuk biaya sekolah anak agar dia mendapatkan pendidikan sekolah sesuai aturan di PKH. Diutamakan yakni kebutuhan pendidikan dan kebutuhan penunjang pendidikan.

Maryani (Peserta PKH) Dengan bantuan ini anak saya dapat melanjutkan sekolahnya karena sebelumnya akibat keterbatasan biaya sekolah ia sempat terhenti. Adanya bantuan dari PKH ia mersa sangat

terbantu untuk sehari-hari dan bisa menyekolahkan anaknya tanpa rasa khawatir.

Informan Siti Khoiriyah (Peserta PKH)di bidang pendidikan dana yang kami dapat dari PKH kami gunakan untuk keperluan sekolah dan transportasi anak untuk pergi kesekolah. Jadi dana PKH membantu kami agar anak kami tetap bisa sekolah, Anak dari peserta PKH juga lebih diutamakan jika ada beasiswa dari sekolah

b. Meningkatkan partisipasi anak untuk sekolah

Partisipasi adalah kesempatan untuk berbagi lewat mengungkapkan pandangan, mempengaruhi pengambilan keputusan dan menghasilkan perubahan.

Bagi penerima bantuan PKH yang anaknya belum sekolah diwajibkan untuk sekolah. Sedangkan yang anaknya dalam masa pendidikan diwajibkan untuk lebih rajin masuk sekolah dan rajin belajar. Karena penerima PKH harus bisa mendapat prestasi atau ranking di sekolahnya, merupakan ancaman juga bagi peserta PKH apabila anaknya tidak rajin dan malas belajar maka bantuan yang didapatkan keluarga tersebut akan dikurangi atau dipotong 10% pada tahapan bantuan tersebut. Ini semua dilihat dari nilai raport dan laporan pihak sekolah kepada petugas PKH.

Dari hasil wawancara dengan beberapa informan mengenai dampak positif yang paling utama dari pemberian bantuan Program Keluarga Harapan yaitu pengurangan beban pengeluaran bagi Keluarga

Penerima Manfaat (KPM). Mereka sangat merasakan perbedaan waktu mereka belum menerima bantuan dan waktu mereka sudah terima. Itulah alasan mereka mengatakan bahwa dampak yang paling utama yaitu mengurangi beban mereka dalam melanjutkan pendidikan anak-anaknya.

Itu artinya dari adanya PKH ini adalah meringankan beban para orang tua sangat miskin dalam membiayai putra putrinya untuk mengenyam pendidikan baik di tingkat TK, SD, SMP bahkan hingga tingkat SMA .

2. Dampak Negatif

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dampak adalah akibat, efek, hasil, pengaruh dll. Negatif adalah pengaruh buruk yang lebih besar dibandingkan dengan dampak positifnya. Dampak negatif adalah pengaruh kuat yang mendatangkan akibat yang tidak baik atau negatif.

Adapun beberapa dampak nrgatif yang timbul yakni sebagai berikut : a. Program ini kurang tepat sasaran

Data yang tidak akurat berdampak buruk dan pemicu program pengentasan kemiskina belum terlaksana secara maksimal. Di lapangan, masih ada orang yang mampu mengelabui data hanya untuk mendapatkan bantuan dari program pemerintah.

Masih banyak keluarga miskin yang semestinya mendapat bantuan namun tidak mendapatkannya. Banyak penerima PKH yang jika dilihat dari kondisi ekonomi keluarganya bisa di bilang

berkecukupan ketimbang keluarga yang tidak terpilih sebagai peseta PKH.

b. Masalah kecemburuan sosial

Kecemburuan sosial adalah suatu kondisi dimana munculnya kelas kelas sosial karena adanya perbedaan perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat seperti dari segi hukum, ideologi, politik, ekonomi, sosial,dsb, yang dapat memecah satu sama lain.

Dalam program ini kebanyakan masyarakat menganggap petugas PKH memihak kepada keluarga, atau orang terdekat yang dipilih sebagai penerima bantuan PKH.

c. Bantuan yang diberikan sering disalah gunakan.

Penyalah gunaan dapat dimaknai sebagai bentuk perilaku, perbuatan, sikap, dan pemikiran baik diri sendiri atau kelompok dengan tujuan mengambil keutungan pribadi.

Seperti pada informan Maryani (Peserta PKH), yang menyatakan bahwa terkadang uang yang saya terima dari PKH untuk pendidikan anak saya seringkali saya pakai untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras dan untuk keperluan makan sehari-hari. Tapi kalau untuk kebutuhan yang tidak terlalu mendesak saya tidak pernah gunakan seperti contohnya di pakai beli pakaian selain pakaian sekolah. Itu tidak pernah saya lakukan, dan kalaupun saya sudah punya uang biasa saya ganti itu uangnya anak-anak yang sudah dipakai. Tapi terkadang juga tidak diganti kalau sama sekali tidak ada penghasilan.

Nengah Sriyanti (Peserta PKH) yang mengatakan bahwa, kalau menurut saya itu bantuan yang diberikan Program Keluarga Harapan tidak cukup untuk biaya pendidikan anak saya karena kalau saya lagi butuh uang biasa juga itu yang langsung saya tarik dan pakai untuk beli kebutuhan pokok contohnya beli ikan dll. Tetapi kalau misalnya uang itu habis, dan anak-anak minta uang untuk keperluan sekolah saya pakai uang pribadi saya.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sebagian besar keluarga Rumah Tangga Sangat Miskin yang tidak mendapat bantuan PKH merasa petugas tidak adil terhadap mereka. Adapun dana yang digunakan oleh Peserta PKH tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sekolah anaknya yang diharuskan dalam program tersebut, tetapi digunakan pula untuk kebutuhan lain diluar ketentuan. Dana tersebut kerap digunakan untuk memenuhi kebutuhan bsehari-hari orang tua, jika mereka terdesak saat tidak bekerja

Pemberdayaan anggota sering disebut sebagai sebuah upaya untuk memampukan masyarakat dari keadaan yang kurang baik menjadi lebih baik, merupakan salah satu bentuk kegiatan yang didalam nya mengandung sebuah pembelajaran (pendidikan, dimana masyarakat diajak bersama sama untuk dapat mengidentifikasi masalah yang terjadi serta dapat menemukan solusi atas permasalahan tersebut. Proses pemberdayaan sangat identik dengan pendidikan, termasuk pernah pendidikan luar sekolah atau pendidikan non

formal merupakan usaha memberdayakan masyarakat, memampukan masyarakat dan juga usaha mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Pemberdayaan masyarakat mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman melalui suatu upaya penanganan terpadu, baik dari aspek fisik, sarana dan prasarana, maupun kondisi sosial ekonomi masyarakatnya. Program Pemberdayaan PKH, diharapkan terjadi perubahan siginifikan terutama pada pola pikir dan perilaku serta kesinambungan terhadap perbaikan kehidupan KPM.

Pada hakikatnya Program Keluarga Harapan (PKH) ini adalah sebuah program yang mensejahtrakan masyarakat miskin dengan perlindungan sosial yang dapat meringankan dan membantu keluarga miskin dalam hal mendapatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi keluarga peserta PKH dengan harapan program ini akan dapat mengurangi angka kemiskinan.

Selain untuk menunjang masalah pendidikan dan kesehatan, ternyata bantuan ini juga mampu menunjang perekonomian masyarakat. Sebelum kebutuhan pendidikan anak, uang ini dapat dimanfaatkan untuk hal lain.

Kemampuan dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan hasil bantuan sebagai tambahan modal usaha, juga salah satu yang dapat dilakukan. Dengan di jadikannya modal usaha orang tua akan mendapatkan penghasilan yang kemudian dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Kesadaran semacam ini akan lebih membantu dibandingkan memanfaatkan bantuan untuk membeli kebutuhan bahan pokok sehari-hari. Namun hanya sedikit masyarakat yang

sadar dan mencoba memanfaatkan uang bantuan secara maksimal di bidang lain sebelum kebutuhan pendidikan.

Program ini memang memaksa masyarakat sadar akan pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya. Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran guna mendapatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta meningkatkan potensi diri, yang dilakukan secara sadar. Pendidikan menjadi sangat penting untuk memupuk individu dalam mencanangkan masadepan.

Pemerintah berharap seluruh anak diindonesia mendapatkan pendidikan, agar nantinya mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi. Pendidikan adalah suatu langkah tepat yang harus diambil, guna membangun perekonomian.

Peserta PKH yang memiliki banyak anak-anaknya yang sekolah dan anak sekolahnya lebih tinggi atau yang sudah masuk sekolah SMA yang sederajat bantuan yang didapatkan lebih banyak ketimbang keluarga yang memiliki anaknya sekolah di tingkat SD yang sederajat dan SMP yang sederajat, karena tanggungan keluarga tersebut dianggap lebih besar sehingga bantuan yang didapatkan setiap peserta berbeda-beda tergantung tanggungan keluarga tersebut. Bantuan yang didapat di manfaatkan untuk kebutuhan sekolah, mulai dari seragam, perlengkapan lain, bahkan uang jajan dan transportasi untuk anak-anak. Ini merupakan upaya pemerintah dalam kontribusi mengurangi ketertinggalan pengetahuan dan menyiapkan generasi bangsa yang gemilang.

Dampak adanya program ini sangat dirasakan peserta PKH, pasalnya mereka menjadi lebih mengerti pentingnya pendidikan. selain itu juga

meningkatkan motivasi dan partisipasi belajar para penerima PKH. Menjadikan masyarakatnya mengalami perubahan signifikan terutama pada pola pikir dan prilaku serta kesinambungan terhadap perbaikan kehidupan KPM, Program ini telah membuktikan bahwa dengan adanya PKH berhasil menurunkan angka kemiskinan, seperti membawa perubahan perilaku dan kemandirian peserta PKH dalam mengakses lanyanan kesehatan dan pendidikan, meningkatnya akses pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya, meningkatnya tingkat pendidikan anak kesekolah, adanya pendampingan yang memadai serta terjalinnya koordinasi antar instansi terkait dalam mensukseskan PKH.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, paparan data dan pembahasan yang di kemukakan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Pengetahuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terhadap Program Keluarga Harapan (PKH) program Pemerintah berupa perlindungan sosial berbasis bantuan bertujuan untuk melakukan pemenuhan hak dasar, pengurangan beban hidup, seperti pemenuhan hak atas pelayanan pendidikan.

Kontribusi atau sumbangsih adanya program ini, dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban Keluarga Penerima Manfaat (KPM) utamanya dalam pembiayaan pendidikan dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan. Pemberian bantuan Program Keluarga Harapan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sangat membantu dalam hal biaya pendidikan dengan adanya program ini juga meningkatkan motivasi belajar pada anak-anak dalam mengenyam pendidikan, ada sebagian bantuan tidak tepat sasaran dan salah digunakan, peserta Program Keluarga Harapan yang menggunakan uang untuk kebutuhan pokoknya dan juga ada sebagian masyarakat yang bergantung pada banuan itu dan malas untuk bekerja.

83

B. Saran

1. Kepada pihak yang mendapatkan amanah bertugas mengelolah Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Braja Fajar mulai dari pihak pemerintahan sampai dengan pendamping dan peserta supaya menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya.

2. Kepada seluruh masyarakat yang menerima bantuan dari Programa Keluarga Harapan (PKH) supaya benar-benar memanfaatkan bantuan untuk keperluan pendidikan. Kepada orang tua penerima bantuan agar tidak menyalahgunakan bantuan yang diberikan.