Perilaku Hidup Bersih dan Sehat hakikatnya merupakan kesadaran tiap individu. Bagaimanapun juga, perilaku hidup bersih dan sehat dapat diterapkan pada anak sejak usia dini. Dengan mengajarkan menggosok gigi dan mencuci tangan dengan benar, anak akan terbiasa melakukan hidup bersih dan sehat.
Hari/Tanggal : Sabtu, 20 Juli 2019 Waktu : 08.00 WIB
Tempat : SD N PANDANAN
Dewasa ini, penyakit pencernaan dan penyakit yang menyerang mulut rentan di derita oleh anak-anak. Penyakit yang menyerang pencernaan antara lain diare, maag, dan lain sebagainya. Sementara itu, penyakit atau kelainan mulut meliputi gigi karies, gigi berlubang, dan bau mulut. Anak-anak merupakan subjek yang sering terinveksi penyakit tersebut, karena daya imun anak masih belum maksimal, selain itu anak-anak belum sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, baik diri sendiri maupun lingkungan. Mereka cenderung masih memilih makanan yang kurang bersih dan sedikit nutrisi.Sementara itu, penyakit/kelainan dalam mulut seperti karies gigi, gigi berlubang, dan bau mulut.
Oleh karena itu, perlu adanya upaya dalam segi kesehatan untuk mencegah anak-anak menderita penyakit-penyakit tersebut. Dalam hal ini, dilaksanakan sosialisasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat agar anak-anak sadar dan membiasakan berperilaku sehat dalam kehidupan sehari-harinya. Perilaku hidup bersih dan sehat meliputi mencuci tangan dengan sabun dan gosok gigi yang baik dan benar.
Kegiatan sosialisasi PHBS dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2019 di SD N Pandanan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh murid kelas 1, 2, dan 3 sebanyak 70 siswa. Kegiatan ini diawali dengan pemberian materi tentang mencuci tangan dengan sabun dan menggosok gigi yang baik dan benar, kemudian dilaksanakan praktek untuk kedua materi tersebut.
Dengan adanya kegiatan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat diharapkan agar anak-anak dapat mengenal dan membiasakan diri untuk berperilaku sehat mulai dari mencuci tangan dengan sabun dan menggosok gigi dengan baik dan benar.
PROGRAM KESEHATAN
Leptospirosis merupakan penyakit yang berbahaya bagi masyarakat yang bermata pencaharian petani. Maka dari itu, kami melaksanakan kegiatan sosialisasi ini guna untuk meningkatkan masyarakat akan pentingnya kebersihan yang bermanfaat bagi kesehatan diri, serta keselamatan dalam bekerja.
Hari/Tanggal : Rabu, 14 Agustus 2019 Waktu : 21.00-22.00
Tempat : Dukuh Padasan RT 07 RW 03
Leptospirosis merupakan salah satu penyakit bersumber binatang (zoonosis) yang memerlukan upaya penanggulangan yang serius. Data dari
International Leptospirosis Society (ILS) menyebutkan bahwa Indonesia
dinyatakan sebagai negara insiden leptospirosis tingkat tiga di dunia untuk mortalitas (Astuti, 2015). Penularan leptospirosis dari manusia ke manusia jarang terjadi. Menurut World Health Organization (WHO), leptospirosis menjadi masalah di negara yang mempunyai iklim tropis dan subtropis. WHO menyebutkan kejadian leptospirosis untuk negara subtropis berkisar antara 0,1-1 kejadian tiap 100.000 penduduk per tahun, sedangkan di negara tropis berkisar antara 10-100 kejadian tiap 100.000 penduduk per tahun (WHO, 2003).
Kabupaten Klaten adalah daerah endemis leptospirosis. Penyebaran lokasi penderita dari satu-dua kecamatan menjadi ke seluruh wilayah Kbupaten Klaten. Insidens leptospirosis di Kbaupaten 5 tahun terakhir dilaporkan adanya kejadian leptospirosis pada setiap tahunnya. Tahun 2010 insiden penyakit leptospirosis sbesar 1,14 per 100.000 penduduk pertahuan dengan CFR 33,3%, pada tahun 2011 sebesar 2,59 per 100.000 penduduk pertahuan dengan CFR 3%, pada tahun 2012 sebesar 1,44 per 100.000 penduduk pertahuan dengan CFR 11%, pada tahun 2013 sebesar 2,05 per 100.000 penduduk pertahuan dengan CFR 7,4%. Sedangkan pada tahun 2014 sampai bulan mei sebesar 0,91 per 100.000 penduduk pertahuan. Kasus
tersebut tersebar secara sporadic, tidak menegelompok di satu tempat. (DinKes Klaten, 2012)
Berdasarkan data jumlah kasus leptospirosis dari tahun ke tahun di Kabupaten Klaten selalu ada maka diperlukan pemberian sosialisasi terkait pencegahan dan penanggulangan penyakit leptospirosis, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi penyakit leptospirosis.
Kegiatan sosialisasi pencegahan leptospirosis ini dilaksanakan di Dukuh Padasan RT 07 RW 03, Desa Pandanan, Kec. Wonosari, Kab. Klaten. Kegiatan ini berbentuk sosialisasi berupa pengenalan definisi, sumber, gejala dan pencegahan penyakit leptospirosis kepada para masyarakat khususnya para petani. Dalam kegiatan tersebut dijelaskan definisi sumber, gejala dan pencegahan penyakit leptospirosis, serta membagikan leaflet pencegahan leptospirosis kepada masyarakat.
Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat, khususnya para petani yang merupakan pekerja yang beresiko terjangkit penyakit leptospirosis bagaimana cara pencegahan dan penanggulangan leptospirosis. Sosialisasi ini dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan penggunaan alat pelindung diri jika sedang melakukan pekerjaan. Selain itu, juga dapat memberikat pengetahuan terhadap masyarakat bahwa sangat berbahayanya penyakit leptospirosis yang bahkan dapat menimbulkan kematian.
Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat mengetahui mengenai apa itu penyakit Leptospirosis, apa saja gejala yang ditimbulkan oleh penyakit Leptospirosis, bagaimana cara pencegahan dan penanggulanagan penyakit Leptospirosis. Pada pelaksanaan ini masyarakat di Dukuh Padasan RT 07 RW 03, Desa Pandanan, Kec. Wonosari, Kab. Klaten sangat antusisas
terhadap sosialisasi pencegahan penyakit Leptospirosis yaitu mengikuti sosialisasi dengan tertib dan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sekiranya masyarakat belum memahami materi.
Luaran yang dihasilkan dari kegiatan sosialisasi ini yaitu berupa Leaflet. Tujuan dan fungsi pembuatan leaflet yaitu untuk memudahkan masyarakat untuk membaca dan mengingat materi yang telah di berikan pada saat sosialisasi.
Berikut adalah Leaflet yang digunakan pada saat sosialisasi pencegahan Leptospirosis :
Kesimpulan dari kegiatan ini adalah dilaksanakan guna membentuk kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan penyakit Leptospirosis dan kebersihan lingkungan sekitar yang dapat memicu sumber penyakit Leptospirosis. Diharapkan dari kegiatan ini masyarakat dapat lebih waspada lagi terhadap gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit Leptospirosis. Sosialisasi ini dilaksanakan di Dukuh Padasan RT 07 RW 03, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten dengan subjek bapak-bapak petani Dukuh Padasan RT 07 RW 03. Masyarakat yang mengikuti kegiatan ini antusias, tertib dan mereka juga aktif bertanya saat sosialisasi berlangsung.