BAB II DESKRIPSI LOKASI
E. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan d
1. Proses Pembentukan BKM
BKM ”Ngudi Sejahtera” terbentuk dari hasil rembug masyarakat, dengan beberapa pertimbangan, antara lain:
1. Pembentukan lembaga/organisasi baru dikarenakan lembaga-lembaga desa
yang sudah ada (Pemerintah Desa, BPD, LKMD, PKK) mempunyai hierarki organisasi sendiri dan pola kepemimpinan yang sentralis, selain BPD. Apalagi dari kesemua lembaga/organisasi diatas sudah mampunyai rutinitas kegiatan/kerja sendiri, sehingga dikhawatirkan akan memecah konsentrasi terhadap pelaksanaan program PNPM-MP di desa Denggungan. Sehingga dalam Rembug Warga Masyarakat Desa Denggungan disepakati untuk membentuk organisasi baru.
2. Bahwa Organisasi masyarakat Warga yang harus dibentuk haruslah
mencerminkan nilai-nilai kepedulian, konsisten, transparansi,
akuntabilitas, responsible, jujur dan lain-lain yang mampu memenuhi harapan masyarakat dalam iklim demokrasi sekarang ini.
3. Bahwa Organisasi Masyarakat Warga yang akan dibentuk haruslah
beranggotakan orang-orang yang benar-benar dipercaya dan dipilih oleh masyarakat dari tingkat RT dan kemudian dilanjutkan di tingkat desa, tanpa memandang strata sosial, ekonomi, jenis kelamin, agama, keyakinan politik, profesi dan lain-lain.
commit to user
Dari hasil rembug warga juga disepakati untuk membentuk Panitia Pemilihan BKM tingkat RT dan tingkat desa. Panitia Pemilihan tingkat RT bertugas untuk menjaring orang-orang yang dipercaya oleh warga masyarakat dan akan mewakili untuk melakukan pemilihan (memilih dan dipilih) anggota BKM di tingkat desa. Pemilihan tingkat RT tidak bisa dilaksanakan serentak dalam 1 hari mengingat kesiapan panitia dan warga tiap-tiap RT.
Setelah terpilih utusan RT, masing-masing RT 3 orang, kemudian dilakukan pemilihan anggota BKM di tingkat desa. Sebanyak 13 orang yang mendapatkan urutan suara terbanyak, terpilih menjadi anggota BKM. Sementara untuk urutan ke- 14 dan seterusnya akan menjadi pengganti apabila ada anggota BKM yang mengundurkan diri atau keluar dari BKM.
2. Lokasi dan Status BKM/Paguyuban
Nama BKM : Ngudi Sejahtera
Alamat Sekretariat :Kantor Desa Denggungan, Desa Denggungan
Kec. Banyudono, Kab. Boyolali
Bentuk : Paguyuban
Status : Pencatatan di Notaris Adang Tri Sunoko, SH,
Pada tanggal 29 September 2005 No. 50
commit to user
Tabel 2.7
Nama-Nama Anggota BKM Ngudi Sejahtera
No Nama P/L Usia
(Thn)
Alamat
(RT/RW) Pendidikan Jabatan
1 Dra. Choiriyah P 47 10/03 S1 Koordinator
2 Sunarto, BA L 58 06/02 D2 Anggota
3 Drs. Wasul
Hidayat L 45 03/01 S1 Anggota
4 W. Budiharto,
S.Ag L 45 02/01 S1 Anggota
5 Mutholib, S.Ag L 45 03/01 S1 Anggota
6 Darmini, Spd. P 44 11/03 S1 Anggota
7 Luluk Y P 38 05/02 SMA Anggota
8 Karno S L 30 02/01 SLTP Anggota
9 Jumiyo, S.Pt. L 45 04/02 S1 Anggota
10 Ngatini, A.Ma.Pd P 39 01/03 D2 Anggota
11 Joko P L 28 08/02 SMA Anggota
12 Sri Utami P 43 07/02 SLTA Anggota
13 Hartanto L 41 01/01 SMA Anggota
Sumber: Profil BKM Ngudi Sejahtera
3. Visi, Misi, Tujuan dan Keorganisasian BKM
Visi BKM Ngudi Sejahtera
Masyarakat Desa Denggungan dengan dukungan semua lapisan masyarakat, pemerintah, serta kelompok peduli menjadi sejahtera dan mandiri.
Misi BKM Ngudi Sejahtera
Meningkatkan pendapatan masyarakat miskin melalui penyediaan
commit to user
Menyediakan sarana dan prasarana dasar pendukung kegiatan ekonomi,
sosial dan budaya.
Meningkatkan ikatan dan kepedulian sosial masyarakat terhadap anggota
masyarakat lainnya yang sangat membutuhkan.
Tujuan BKM Ngudi Sejahtera
a) Tersedianya tambahan modal kerja bagi warga miskin yang membutuhkan
sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat
b) Terlaksananya pelatihan dan meningkatkan ketrampilan produksi
c) Tersalurkannya santunan bagi warga jompo yang telah disepakati
d) Tersalurkannya beasiswa bagi anak warga miskin dan kembalinya anak
putus sekolah mengikuti pendidikan
e) Terbangunnya kesadaran tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan
kaum perempuan
f) Berkurangnya angka balita yang mengalami gizi buruk maupun kematian
balita serta peningkatan kesehatan ibu hamil
g) Terciptanya kemitraan dengan lembaga atau dinas serta kelompok peduli
dalam penanggulangan kemiskinan.
Tanggung jawab anggota BKM adalah sebagai berikut:
1. Menyetujui dan menetapkan sistem, prosedur dan manajemen keuangan
2. Menyetujui dan menetapkan anggaran tahunan
3. Memonitoring penerimaan dan pengeluaran keuangan
4. Menyetujui honorarium atau insentif, pos-pos baru dan perjanjian-
commit to user
5. Melakukan otorisasi dan menandatangani semua rekening Bank.
Bagan 2.1
Bagan Keorganisasian BKM
Proses Pembentukan Unit Pengelola UPK (Unit Pengelola Keuangan)
BKM menyampaikan sosialisasi akan kebutuhan unit-unit pengelola dalam membantu kerja BKM melalui pengumuman di Kelurahan maupun di tingkat
RT. Selanjutnya calon UPK mengirimkan berkas lamaran ke BKM “Ngudi
Sejahtera”, kemudian berdasarkan waktu yang telah ditetapkan oleh BKM,
calon UPK mengikuti test tertulis dan wawancara yang dilakukan oleh TIM Penguji baik dari BKM maupun TIM Fasilitator. Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui test tersebut maka ditetapkan calon UPK tersebut menjadii UPK lewat pengumuman yang ditempel di Papan Pengumuman Kelurahan.
BKM
SEKRETARIAT
UPS
UPL UPK
commit to user
UPL (Unit Pengelola Lingkungan)
BKM menyampaikan sosialisasi akan kebutuhan unit-unit pengelola dalam membantu kerja BKM melalui pengumuman di Kelurahan maupun di tingkat
RT. Selanjutnya calon UPL mengirimkan berkas lamaran ke BKM “Ngudii
Sejahtera”, kemudian berdasarkan waktu yang telah ditetapkan oleh BKM,
calon UPL mengikuti test tertulis dan wawancara yang dilakukan oleh TIM Penguji baik dari BKM maupun TIM Fasilitator. Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui test tersebut maka ditetapkan calon UPL tersebut menjadi
UPL lewat pengumuman yang ditempel di Papan Pengumuman Kelurahan.
UPS (Unit Pengelola Sosial)
BKM menyampaikan sosialisasi akan kebutuhan unit-unit pengelola dalam membantu kerja BKM melalui pengumuman di Kelurahan maupun di tingkat
RT. Selanjutnya calon UPS mengirimkan berkas lamaran ke BKM “Ngudi Sejahtera”, kemudian berdasarkan waktu yang telah ditetapkan oleh BKM,
calon UPS mengikuti test tertulis dan wawancara yang dilakukan oleh TIM Penguji baik dari BKM maupun TIM Fasilitator. Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui test tersebut maka ditetapkan calon UPS tersebut menjadi UPS lewat pengumuman yang ditempel di Papan Pengumuman Kelurahan. Tanggung jawab Unit Pengelola (UP) adalah sebagai berikut:
1. Menjamin semua sistem keuangan dan prosedur dalam kebijakan BKM
ditaati dan dijalankan
2. Melaksanakan operasional keuangan organisasi setiap hari (day to day
commit to user
Sekretariat
Bila dianggap perlu disamping unsur pengelola keuangan untuk mengadministrasikan kegiatan sehari-hari BKM dapat membentuk sekretariat sebagai unsur pelaksana harian, yang bekerja purna waktu.
Tanggung jawab sekretariat:
1. Mencatat semua penerimaan kas dan memastikan pengamanannya sampai
dengan sektor Bank
2. Memelihara semua asset selalu up to date dan melakukan pengecekan
secara reguler untuk memastikan pengamananya
3. Menyiapkan dokumen pengeluaran untuk diotoritaskan oleh pihak yang
berwenang
4. Mengelola kas, bertanggung jawab atas perhitungan dan pengecekan kas
apabila diperlukan dan pengisian kembali oleh BKM
5. Menyiapkan catatan semua kegiatan dan pengelolaan dana di BKM.
Dengan adanya pembagian tanggung jawab yang telah ditetapkan bertujuan agar pelaksanaan PNPM-MP dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Tabel 2.8
Daftar Nama Personil Unit Pengelola dan Sekretaris
NO NAMA P/W USIA
(TAHUN)
ALAMAT
(RT/RW) PENDIDIKAN JABATAN 1 Wiwin Aryani SE P 27 02/01 S1 Manajer UPK 2 Rusmala Dwi. S P 23 03/01 SLTA Pembuku
3 Suroto L 30 11/03 STM Manajer UPL
4 Nanik Lestari P 18 10/03 SLTA Manajer UPS 5 Nanang Baidhowi L 26 03/01 SLTA Sekretaris BKM
commit to user
Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)
Selain membentuk BKM sebagai wadah untuk masyarakat dalam berpartisipasi dan sarana pemberdayaan masyarakat Denggungan maka dibentuk KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat). KSM merupakan suatu kelompok swadaya masyarakat yang terdiri dari anggota masyarakat miskin yang mempunyai keinginan untuk membentuk usaha di sektor kegiatan ekonomi produktif untuk mengembangkan usaha yang telah ada. Usaha tersebut dapat berupa usaha bersama maupun usaha sendiri-sendiri yang membentuk satu kelompok.
Jenis usaha yang dikembangkan oleh KSM tersebut antara lain distributor kedelai, sabun mandi susu, beras organik. Dalam pelaksanaan PNPM-MP ini KSM juga mendapat beragam pelatihan yang difasilitasi oleh BKM seperti pelatihan pembuatan sabun mandi, pelatihan manjahit, penanganan wabah dan lain-lain.
4. Hubungan fungsional antara BKM dengan pemerintah desa
BKM Ngudi Sejahtera yang lahir dan berdiri dalam rangka membangun modal sosial di masyarakat, sehingga diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan kemiskinan yang ada. Dalam rangka merealisasi kegiatan- kegiatan penanggulangan kemiskinan, BKM tidak dapat berjalan sendirian, namun selalu berkerja sama dengan lembaga-lembaga yang ada termasuk dengan Pemerintah desa sebagai lembaga formal. Hal ini dapat dilihat dari setiap pelaksanaan kegiatan, dimana BKM selalu melibatkan Pemerintah Desa secara aktif, misalnya dalam rangka rembug warga tingkat desa, penyusunan
commit to user
perencanaan jangka menengah (PJM) Pronangkis tingkat desa, penyelesaian permasalahan yang dihadapi oleh BKM dan masih banyak lagi bentuk-bentuk kerjasama BKM dengan Pemerintah Desa.
Dan sebaliknya, pemerintah desa juga menaruh perhatian besar terhadap keberadaan lembaga BKM. Hal ini dapat dilihat dengan pemberian fasilitas berupa gedung/bangunan sebagai tempat sekretariat BKM. Selain itu juga pemberian berupa sarana penunjang lainnya, berupa meja/kursi, dan almari. Itu semua merupakan bentuk kerjasama yang saling mendukung dalam rangka merealisasi kegaiatan-kegiatan Penanggulangan Kemiskinan.
5. Bentuk Kemitraan antara BKM, Pemerintah Desa, Dinas, Swasta, dan kelompok peduli lainnya.
BKM Ngudi Sejahtera Desa Denggungan merupakan salah satu BKM
yang berada di wilayah Boyolali yang telah mampu merealisasi kegiatan –
kegiatan yang bersifat kemitraan dengan pihak lain. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang telah di biayai oleh dana PAKET ( Program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu ) tahun 2007 dengan 2 kegiatan yaitu :
Rehab rumah gakin yang dilaksanakan oleh PAKEM ’RAPI” dan Perbaikan
jalan oleh PAKEM ”MARGI LANCAR”
Kegiatan tersebut dapat terrealisasi karena kerjasama antara BKM dengan Stackholder lain (Pem-Des, Dinas, Swasta dan kelompok peduli lainnya). Kegiatan tersebut dapat dikatakan cukup berhasil, hal ini terbukti dengan dapat diraihnya swadaya yang cukup besar, akuntable, transparan dan yang terpenting adalah tepat sasaran. Bukti yang cukup nyata adalah tidak
commit to user
diketemukannya temuan yang berarti pada saat dilakukan pemeriksaan administrasi keuangan/audit, yang dilakukan oleh audit independent dari kantor akuntan publik.
Adapun beberapa chanelling yang telah dirintis oleh BKM ”Ngudi Sejahtera”
antara lain yaitu Lembaga Pengemban Dana Amanah (LPDA), PT. TELKOM Surakarta, Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Boyolali dan Dinas Kesehatan serta Pemerintah Propinsi Jawa Tengah.
commit to user
BAB III