• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Operasional

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS DINAS KESEHATAN PAMEKASAN (Halaman 29-49)

Dalam rangka mewujudkan sasaran organisasi dengan indikator sasaran sebagai tolok ukur keberhasilannya (sebagaimana terinci pada lampiran), maka Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan menetapkan program operasional dan kegiatan pokok organisasi. Secara garis besar program-program operasional tersebut dapat diuraikan berdasarkan orientasi misi sebagai berikut :

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 30

1) Untuk mewujudkan Misi 1, dirumuskan program-progran :

a. Program pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. b. Program upaya kesehatan masyarakat.

2) Untuk mewujudkan Misi 2, dirumuskan program-program : a. Program pengembangan lingkungan sehat

b. Program upaya kesehatan masyarakat

3) Untuk mewujudkan Misi 3, dirumuskan program-program : a. Program peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur. b. Program upaya kesehatan masyarakat.

c. Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu.

d. Program standarisasi pelayanan kesehatan.

e. Program kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan. f. Program pelayanan administrasi perkantoran.

g. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur. h. Program peningkatan disiplin aparatur.

i. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. 4) Untuk mewujudkan Misi 4, dirumuskan program-program :

a. Program upaya kesehatan masyarakat.

b. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak. c. Program penijgkatan pelayanan kesehatan lansia.

d. Program perbaikan gizi masyarakat.

5) Untuk mewujudkan Misi 5, dirumuskan program-program : a. Program standarisasi pelayanan kesehatan.

b. Program pengawasan obat dan makanan. c. Program obat dan perbekalan kesehatan.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 31

d. Program pengembangan obat asli Indonesia. e. Program upaya kesehatan masyarakat.

Terhadap masing-masing program dimaksud selanjutnya dijabarkan ke dalam kegiatan indikatif sebagai langkah operasionalisasi program, sebagaimana terinci pada lampiran Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Tahun 2013 – 2018.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan BAB V

P E N U T U P

Sebagai uraian akhir pada bab penutup Renstra Dinas

Kesehatan Kabupaten Pamekasan Tahun 2013 - 2018 ini, disampaikan kaidah pelaksanaan renstra dengan rincian penjelasan sebagai berikut : 1. Sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, maka dengan ditetapkannya Renstra Dinas Kesehatan ini selanjutnya akan dijadikan pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja atau Rencana Kinerja Tahunan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan sampai dengan tahun 2018;

2. Dengan ditetapkanya Restra Dinas Kesehatan Tahun 2013 – 2018 ini maka semua pihak dan pemangku kepentingan (stakeholders) yang berkaitan dengan pembangunan bidang kesehatan, terikat untuk menjadikannya sebagai acuan dan arahan operasionalisasi peran masing-masing dalam pelaksanaan program dan rencana kegiatan tahunan ;

3. Renstra Dinas Kesehatan Tahun 2013 – 2018 ini akan dijadikan dasar pengukuran dan evaluasi kinerja secara kumulatif dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2018 dan sekaligus sebagai dasar laporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi sampai dengan tahun 2018;

4. Diharapkan dengan tersusunnya Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Tahun 2013 – 2018 ini dapat dibangun komitmen bersama dari seluruh jajaran organisasi untuk taat azas dalam perencanaan kinerja tahunan dan dapat dihindari adanya rencana kerja atau rencana kinerja tahunan yang keluar dari kesepakatan dalam Renstra ini.

2008 2009 2010 2011 2012 2008 2009 2010 2011 2012

1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Cakupan kunjungan ibu hamil K-4 85 85 90 91 92 86,5 87 87 85,2 90,3 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 78 80 80 80 80 76 71,5 68 57,2 67,4 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi 89 90 90 93 94 92,1 92 93 89,8 94 4 Cakupan pelayanan nifas 89 90 94 95 95 88 89 89,6 88,01 91,96 5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 78,5 80 71 73 75 71,5 76 54 49,89 65,29 6 Cakupan kunjungan bayi 89 75 90 90 90 90,6 71,5 71,50 92,22 90 7 Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization ≥ 90 ≥ 90 ≥ 95 ≥ 95 ≥ 95 73,01 73,01 72,07 65,61 61,04 8 Cakupan pelayanan anak balita 71 75 79 81 83 90.2 90,51 90,44 65,61 83 9 Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan 100 100 100 100 100 100 100 100 55 56.2 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 100 100 100 100 100 72 75,80 75,68 70 93,08 12 Cakupan peserta KB aktif 60 67 68 70 70 46,5 90,60 90,56 68,99 59,49 13 Cakapan penemuan penaganan penderita penyakit :

a. Penemuan penderita AFP ≥ 1 ≥ 2 ≥ 2 ≥ 2 ≥ 2 2 5 5 5 5 b. Penemuan dan penanganan penderita Pneumonia balita 60 60 60 70 80 21 22 23 23,15 37,50 c. Penemuan dan penanganan pasien baru TB BTA positif 60 60 65 70 75 100 100 100 90 100 d. Penemuan dan penanganan DBD 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 e. Penanganan penderita diare 100 90 100 100 100 100 100 100 87,5 80 14 95 95 95 95 95 90 100 100 100 95 15 Cakupan desa siaga aktif 20 20 30 40 50 40 42,33 58,73 58 89 16 Persentase Seluruh Penduduk (termasuk Penduduk Miskin) yang memiliki Jaminan Kesehatan (PSD) 45 50 55 55 70 42 42,1 47,3 50,1 55,4 17 Persentase ketersediaan anggaran untuk pelayanan kesehatan bagi peserta jaminan kesehatan (PSD) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Tabel 1

Target Renstra SKPD Tahun Realisasi Capaian Tahun ke-NO

PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN DINAS KESEHATAN PAMEKASAN KABUPATEN PAMEKASAN

Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD ***) 2

2008 2009 2010 2011 2012 2008 2009 2010 2011 2012

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

PENDAPATAN DAERAH

Pendapatan Asli Daerah 567.450.000 567.450.000 3.968.197.200 6.938.284.500 8.906.924.000 611.291.194 585.585.780 2.840.474.212 4.500.642.072 10.099.074.400 - Dana alokasi umum 10,597,305,900 8,419,063,100 10,617,231,650 23,736,228,411 35,686,464,489 6,834,645,688 7,509,120,332 8,355,760,347 9,383,316,619 29,573,245,106 - Dana alokasi khusus 6,551,500,000 7,814,877,600 6,809,810,000 5,598,890,000 2,089,527,000 5,952,934,400 7,678,767,600 6,736,343,360 5,005,462,138 703,620,587

BELANJA DAERAH Belanja tidak langsung

- Belanja pegawai 15,084,456,690 19,015,486,014 21,674,157,275 25,709,865,128 28,596,656,341 14,920,902,041 17.511.677.660 20.702.379.255 24.772.095.638 27.790.184.305 Belanja langsung

- Belanja barang dan jasa 6.785.296.586 6.895.419.100 12.303.840.750 14.928.524.400 18.566.588.925 2.966.065.693 6.470.132.855 10.824.279.407 11.396.590.808 16.513.578.753 - Belanja modal 10.417.610.714 8.814.077.600 4.590.879.950 14.555.640.011 18.650.510.914 8.708.603.000 8.284.973.100 3.254.469.200 3.124.153.662 13.242.544.090

Uraian ***) Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke- Tabel 2

ANGGARAN DAN REALISASI PENDANAAN PELAYANAN DINAS KESEHATAN PAMEKASAN KABUPATEN PAMEKASAN

No Indikator Kinerja Capaian Sasaran Renstra SKPD Provinsi Sasaran pada Renstra SKPD Kabupaten/Kota*) Sasaran pada Renstra K/L 1 2 3 4 5

1 Cakupan kunjungan ibu hamil K-4

2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi 4 Cakupan pelayanan nifas

5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi

7 Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization 8 Cakupan pelayanan anak balita

9 Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan

11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 12 Cakupan peserta KB aktif

13 Cakapan penemuan penaganan penderita penyakit : a. Penemuan penderita AFP

b. Penemuan dan penanganan penderita Pneumonia balita c. Penemuan dan penanganan pasien baru TB BTA positif d. Penemuan dan penanganan DBD

e. Penanganan penderita diare 14

15 Cakupan desa siaga aktif

16 Persentase Seluruh Penduduk (termasuk Penduduk Miskin) yang memiliki Jaminan Kesehatan (PSD) 17 Persentase ketersediaan anggaran untuk pelayanan kesehatan bagi peserta jaminan kesehatan (PSD)

Tabel 3

Cakupan desa/kel mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam

Terhadap Sasaran Renstra SKPD Provinsi Dan Renstra Kementerian/Lembaga Komparasi Capaian Sasaran Renstra SKPD Dinkes

INTERNAL (KEWENANGAN SKPD)

EKSTERNAL (DILUAR KEWENANGAN SKPD)

1 2 3 4 5 6

Meningkatkan keluarga sehat dan

sadar gizi

Ibu hamil dengan komplikasi kebidanan ditangani terealisasi 67,41% dari target 80%

Kurang maksimalnya kunjungan rumah dan sosialisasi kehamilan dengan komplikasi kebidanan, pencatatan dan pelaporan yang tidak

terkoordinasi,'Koordinasi lintas program kurang maksimal

Mobilisasi penduduk tinggi, masih adanya persalinan oleh dukun, Koordinasi lintas sektor kurang maksimal

Tingkat pemahaman keluarga dan masyarakat yang masih rendah akan pentingnya makna kesehatan Ibu dan anak serta pemenuhan kebutuhan gizi merupakan permasalahan mendasar yang perlu penanganan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat

Balita ditimbang berat badannya (D/S) terealisasi

61,19% dari target 80% Metode pelaksanaan posyandu yang kurang fariatif tim pokjanal posyandu tidak berjalan maksimal Promosi di posyandu masih

kurang maksimal

pengetahuan masyarakat kurang tentang pentingnya membawa anak keposyandu Koordinasi lintas program

kurang maksimal Koordinasi lintas sektor kurang maksimal Balita umur 6 - 24 bulan mendapat MP- ASI

terealisasi 7,52% dari target 100%

Anggaran masih tergantung Pusat

Dukungan dana DAU belum ada

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat terealisasi 88,43% dari target 100%

Minimnya ketersediaan anggaran

Koordinasi lintas program kurang maksimal

Koordinasi lintas sektor kurang maksimal Cakupan pelayanan lansia terealisasi 42,17% dari

target 60%

Kurang maksimalnya promosi Posyandu lansia

Kurangnya kader Posyandu lansia

Koordinasi lintas program

kurang maksimal Koordinasi lintas sektor kurang maksimal Penyehatan TPM 56% dari target 72%

Penyehatan TTU 65% dari target 72% Penyehatan SPAL 37% dari target 75% Rumah sehat 49 dari target 75%

Jumlah TPM yang banyak jika

dibanding dengan petugas

Terbatasnya alat ary timer Minimnya pengetahuan masyarakat tentang pnemonia

Pencatatan dan pelaporan

yang kurang baik Minimnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya penanganan diare sedini mungkin

Sarana pendukung yang belum memadai seperti oralit dan antibiotik

Imunisasi dasar lengkap / UCI terealisasi 61,4%

dari target 90% Penyuluhan kurang maksimal tentang manfaat vaksin Asumsi masyarakat tentang komposisi vaksin yang terbuat dari minyak babi

Kerjasama lintas program masih kurang maksimal

Koordinasi lintas sektor kurang maksimal Anggaran masih tergantung

dari provinsi

Dukungan dana DAU tidak ada

Pelayanan kesehatan swasta yang memiliki ijin 17,9% dari target 100%

Kurang maksimalnya petugas dalam memberikan motifasi akan pentingnya perijinan pealayanan kesehatan swasta

kemauan dan kesadaran dari pengelola yankesta masih kurang akan fungsi dari perijinan

Belum terpenuhinya ketersediaan SDM kesehatan yang sesuai standar Aspek Kajian Capaian/Kondisi Saat ini Standar yang

Digunakan

Faktor yang Mempengaruhi

Permasalahan Pelayanan SKPD

Tabel 7

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN PAMEKASAN KABUPATEN PAMEKASAN

Dinamika Internasional Dinamika Nasional Dinamika Regional/Lokal Lain-lain

1 2 3 4 5

Perlunya upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian 1 Perlunya pengentasan

kemiskinan ekstrim & kelaparan

Optimalisasi penanganan penyakit menular

Perlunya pemenuhan sarana pelayanan kesehatan sesuai standar, bermutu, merata dan 2 Perlunya pengurangan tingkat

kematian anak

Perlunya peningkatan jaminan pelayanan kesehatan masyarakat miskin (universal coverage

Perlunya optimalisasi Peran Serta Masyarakat di bidang kesehatan 3

4

No Isu Strategis

Tabel 8

Misi dan Program

KDH dan Wakil KDH terpilih Penghambat Pendorong

1 2 3 4 5

1 Misi 2 : Meningkatkan dan

mengoptimalkan hidup bersih

dan sehat melalui peningkatan fasilitas layanan kesehatan

Tingkat pemahaman keluarga dan masyarakat yang masih rendah akan pentingnya makna kesehatan Ibu dan anak serta pemenuhan kebutuhan gizi merupakan permasalahan mendasar yang perlu penanganan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat

Mobilisasi penduduk tinggi, kurang maksimalnya upaya promosi

kesalahan,Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan, metode pelaksanaan posyandu kurang fariatif

Adanya komite kesehatan desa dan kader desa, adanya forum MMD

2 Belum maksimalnya perwujudan lingkungan

pemukiman dan tempat aktivitas

perekonomian penduduk yang benar- benar memenuhi syarat kesehatan

Kurang maksimalnya upaya promotif tentang perwujudan lingkungan yang memenuhi syarat, Pola kebiasaan dan perilaku masyarakat yang tidak mudah berubah, Jumlah SDM yang terbatas jika dibanding dengan TPM yang banyak, Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan Merupakan indikator MDGs, adanya organisasi profesi kesehatan lingkungan, adanya CSR

3 Belum optimalnya hasil yang dicapai dalam

pengembangan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit, khususnya dalam menekan angka kesakitan, kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit menular dan tidak menular serta wabah dan bencana

Kurang maksimalnya peran serta toga dan toma, koordinasi lintas program kurang maksimal, keterbatasan SDM dan sarana prasarana kesehatan

Adanya nakes yang mengikuti OJT, masuk dalam indikator MDGs

4 Belum optimalnya upaya pemenuhan

kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang menuhi standart, bermutu, merata dan terjangkau

Keterbatasan dukungan dana dari APBD II, minimnya sarana dan prasarana sebagai sarana penunjang pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya, SDM yang memiliki kompetensi dibidang pelayanan masih belum terpenuhi

Adanya dukungan dana APBN, adanya standarat penilaian pelayanan kesehatan

5 Belum optimalnya peran serta masyarakat

dibidang kesehatan

Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan, keterbatasan sumber daya manusia terutama penyuluh kesehatan dan Minimnya ketersediaan anggaran & media promosi kesehatan

Adanya komite kesehatan desa dan kader desa, adanya forum MMD, SBH, kurangnya dukungan dana APBD

Tabel 9

Visi : Masyarakat pamekasan yang mandiri untuk hidup sehat 2025

No Permasalahan Pelayanan SKPD Sebagai Faktor

FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDORONG PELAYANAN DINAS KESEHATAN PAMEKASAN TERHADAP PENCAPAIAN VISI, MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

Penghambat Pendorong

1 2 3 4 5

1 Tingkat pemahaman keluarga dan

masyarakat yang masih rendah akan pentingnya makna kesehatan Ibu dan anak serta pemenuhan kebutuhan gizi merupakan permasalahan mendasar yang perlu penanganan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat

Mobilisasi penduduk tinggi, kurang maksimalnya upaya promosi

kesalahan,Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan, metode pelaksanaan posyandu kurang fariatf

Adanya komite kesehatan desa dan kader desa, adanya forum MMD

2 Belum maksimalnya perwujudan lingkungan

pemukiman dan tempat aktivitas

perekonomian penduduk yang benar- benar memenuhi syarat kesehatan

Kurang maksimalnya upaya promotif tentang perwujudan lingkungan yang memenuhi syarat, Pola kebiasaan dan perilaku masyarakat yang tidak mudah berubah, Jumlah SDM yang terbatas jika dibanding dengan TPM yang banyak, Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan Merupakan indikator MDGs, adanya organisasi profesi kesehatan lingkungan, adanya CSR

3 Belum optimalnya hasil yang dicapai dalam

pengembangan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit, khususnya dalam menekan angka kesakitan, kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit menular dan tidak menular serta wabah dan bencana

Kurang maksimalnya peran serta toga dan toma, koordinasi lintas program kurang maksimal, keterbatasan SDM dan sarana prasarana kesehatan

Adanya nakes yang mengikuti OJT, masuk dalam indikator MDGs

4 Belum optimalnya upaya pemenuhan

kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang menuhi standart, bermutu, merata dan terjangkau

Keterbatasan dukungan dana dari APBD II, minimnya sarana dan prasarana sebagai sarana penunjang pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya, SDM yang memiliki kompetensi dibidang pelayanan masih belum terpenuhi

Adanya dukungan dana APBN, adanya standarat penilaian pelayanan kesehatan

5 Belum optimalnya peran serta masyarakat

dibidang kesehatan

Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan, keterbatasan sumber daya manusia terutama penyuluh kesehatan dan Minimnya ketersediaan anggaran & media promosi kesehatan

Adanya komite kesehatan desa dan kader desa, adanya forum MMD, SBH, kurangnya dukungan dana APBD

No Sasaran Jangka Menengah

Renstra K/L

Sebagai Faktor Tabel 10

PERMASALAHAN PELAYANAN DINAS KESEHATAN PAMEKASAN

BERDASARKAN RENSTRA KEMENTRIAN/ LEMBAGA BESERTA FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDORONG KEBERHASILAN PENAGANANNYA

Penghambat Pendorong

1 2 3 4 5

Tingkat pemahaman keluarga dan masyarakat yang masih rendah akan pentingnya makna kesehatan Ibu dan anak serta pemenuhan kebutuhan gizi merupakan permasalahan mendasar yang perlu penanganan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat

Mobilisasi penduduk tinggi, kurang maksimalnya upaya promosi

kesalahan,Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan, metode pelaksanaan posyandu kurang fariatf

Adanya komite kesehatan desa dan kader desa, adanya forum MMD

Belum maksimalnya perwujudan lingkungan pemukiman dan tempat aktivitas

perekonomian penduduk yang benar- benar memenuhi syarat kesehatan

Kurang maksimalnya upaya promotif tentang perwujudan lingkungan yang memenuhi syarat, Pola kebiasaan dan perilaku masyarakat yang tidak mudah berubah, Jumlah SDM yang terbatas jika dibanding dengan TPM yang banyak, Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan Merupakan indikator MDGs, adanya organisasi profesi kesehatan lingkungan, adanya CSR

Belum optimalnya hasil yang dicapai dalam pengembangan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit, khususnya dalam menekan angka kesakitan, kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit menular dan tidak menular serta wabah dan bencana

Kurang maksimalnya peran serta toga dan toma, koordinasi lintas program kurang maksimal, keterbatasan SDM dan sarana prasarana kesehatan

Adanya nakes yang mengikuti OJT, masuk dalam indikator MDGs

Belum optimalnya upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang menuhi standart, bermutu, merata dan terjangkau

Keterbatasan dukungan dana dari APBD II, minimnya sarana dan prasarana sebagai sarana penunjang pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya, SDM yang memiliki kompetensi dibidang pelayanan masih belum terpenuhi

Adanya dukungan dana APBN, adanya standarat penilaian pelayanan kesehatan

Belum optimalnya peran serta masyarakat dibidang kesehatan

Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan, keterbatasan sumber daya manusia terutama penyuluh kesehatan dan Minimnya ketersediaan anggaran & media promosi kesehatan

Adanya komite kesehatan desa dan kader desa, adanya forum MMD, SBH, kurangnya dukungan dana APBD

Tabel 11

DAN PENDORONG KEBERHASILAN PENAGANANNYA

No Sasaran Jangka Menengah

Renstra SKPD Kabupaten/kota

Sebagai Faktor BERDASARKAN RENSTRA SKPD PROVINSI, KABUPATEN/ KOTA BESERTA FAKTOR PENGHAMBAT

PERMASALAHAN PELAYANAN DINAS KESEHATAN PAMEKASAN

VISI POKOK - POKOK VISI PENJELASAN VISI Masyarakat Pamekasan Penduduk Kab. Pamekasan

Mandiri

Tahu, mau dan mampu untuk mengenali, mencegah & mengatasi permasalahan kesehatannya sendiri

Hidup Sehat

Bebas dari gangguan penyakit melalui upaya promotif, preventif, kuratif & rehabilitatif

2025 Batas akhir tujuan yang ingin dicapai Masyarakat Pamekasan

yang mandiri untuk hidup sehat 2025

DINAS KESEHATAN PAMEKASAN PENYUSUNAN DAN PENJELASAN VISI

(√) Rincian (x) (√) Rincian (√) Rincian 1. Masyarakat

Pamekasan

1. Meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit serta kualitas lingkungan dan permukiman masyarakat

2. Mandiri 2. Meningkatkan dan mengembangkan

mutu Sumber Daya Kesehatan serta Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat

3. Hidup Sehat 3. Meningkatkan keluarga sehat dan

sadar gizi

4. 2025 4. Meningkatkan kualitas pelayanan

kesehatan yang memenuhi standar, bermutu, merata dan terjangkau 5. Meningkatkan pelaksanaan manajemen kesehatan

Stakeholder layanan DINAS KESEHATAN PAMEKASAN PENYUSUNAN PENJELASAN MISI

Tabel 14 Masyarakat Pamekasan yang mandiri untuk hidup sehat 2025 Misi SKPD lain Pengguna layanan Pelaku Ekonomi Lainnya

Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan

(output) target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp

1 2 3 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

1. Mewujudkan masyarakat bebas dari penyakit serta lingkungan sehat

1. Meningkatnya upaya pencegahan & pemberantasan penyakit

02 01 22 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit

Output : terlaksananya

kegiatan imunisasi 20 Pusk 150,000 20 Pusk 160,000 20 Pusk 175,000 20 Pusk 192,500 20 Pusk 211,750 20 Pusk 889,250

Outcome : desa dengan

imunisasi lengkap 179 179 180 180 180 180

02 01 25

Program Pengadaan, Peningkatan & Perbaikan Sarana dan Prasarana Pusk / Pustu dan jaringannya

Output : pengadaan vaksin carrier dan cold chain

8 bh 310,000 8 bh 321,000 8 bh 327,600 8 bh 332,000 8 bh 338,600 40 1,629,200

Outcome : Tersedianya vaksin carier dan cold chain 179 179 180 180 180 180 02 01 16 Program Upaya Kesehatan Masyarakat Output : terlaksananya kegiatan penyelidikan epidemiologi

20 Pusk 80,000 20 Pusk 88,000 20 Pusk 96,800 20 Pusk 106,480 20 Pusk 117,128 20 Pusk 488,408

Outcome : desa / kelurahan mengalami KLB yang dilakukan PE < 24 jam 100% 100% 100% 100% 100% 100% 02 01 16 Program Upaya Kesehatan Masyarakat Output : terlaksananya pemeriksaan kesehatan CJH

20 Pusk 178,200 20 Pusk 196,020 20 Pusk 215,622 20 Pusk 237,185 20 Pusk 260,903 20 Pusk 1,087,930

Outcome : CJH yang diperiksa kesehatannya 100% 100% 100% 100% 100% 100% d. Cakupan dan penanganan penderita Pneumonia balita

02 01 16 Program Upaya Kesehatan Masyarakat

e. Cakupan dan penanganan pasien baru TB BTA positif 02 01 16 04 Output : terlaksananya kegiatan pencegahan & penanganan HIV/AIDS, TB, Kusta, ISPA dan Diare

20 Pusk 300,000 20 Pusk 330,000 20 Pusk 363,000 20 Pusk 399,300 20 Pusk 439,230 20 Pusk 1,831,530

f. Cakupan penemuan dan penanganan Diare

Outcome : penemuan kasus dan penanganan HIV/AIDS, TB, Kusta, ISPA dan Diare

100% 100% 100% 100% 100% 100%

g. Prevalensi AIDS 4

Tabel 18

Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2017 Tahun 2018

Tujuan Sasaran Program dan Kegiatan Tahun 2016

Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, Dan Pendanaan Indikator SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan

Indikator Sasaran Kode Data Capaian pada Tahun

Awal Perencanaan

Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan (dalam ribuan)

Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra SKPD 22 12 Peningkatan Imunisasi 02 01 25 xx Pengadaan Alat Penyimpanan Vaksin b. Cakupan penemuan penderita AFP 02 01 16 xx Pengamatan Penyakit Potensial Wabah a. Cakupan desa UCI 02 01 c. Terpantaunya kesehatan haji 02 01 16 19 Operasional Pemeriksaan CJH di Puskesmas Penyelenggaraan Pemberantasan Penyakit Menular dan Wabah

h. Cakupan penemuan dan penanganan DBD

Output : terlaksananya pemberantasan vektor penyakit & penanganan DBD dan Malaria

20 Pusk 46,700 20 Pusk 51,370 20 Pusk 56,500 20 Pusk 62,150 20 Pusk 68,365 20 Pusk 285,085

i. Angka penemuan kasus Malaria per 1.000 penduduk

Outcome : menurunnya angka kesakitan DBD dan Malaria

189 desa 189 desa 189 desa 189 desa 189 desa 189 desa

02 01 25

Program Pengadaan, Peningkatan & Perbaikan Sarana dan Prasarana Pusk / Pustu dan jaringannya Output : pengadaan themefos 1 Pt 35,750 1 Pt 39,325 1 Pt 43,258 1 Pt 47,583 1 Pt 52,342 1 Pt 218,257 Outcome : meningkatnya Pemeriksaan Jentik Berkala

189 desa 189 desa 189 desa 189 desa 189 desa 189 desa

Output : pengadaan

malathion 1 Pt 18,900 1 Pt 20,790 1 Pt 22,869 1 Pt 25,156 1 Pt 27,671 1 Pt 115,386

Outcome : meningkatnya Pemberantasan Sarang Nyamuk

189 desa 189 desa 189 desa 189 desa 189 desa 189 desa

2. Meningkatnya kualitas lingkungan dan permukiman 02 01 21 Program Pengembangan Lingkungan Sehat Output : terlaksananya penyehatan rumah & lingkungan

20 Pusk 250,000 20 Pusk 275,000 20 Pusk 302,500 20 Pusk 332,750 20 Pusk 366,000 20 Pusk 1,526,250

Outcome : meningkatnya kepemilikan sarana sanitasi

50% 75% 75% 78% 79% 80% 80%

Output : terlaksananya pengawasan kualitas air bersih

20 Pusk 105,000 20 Pusk 115,500 20 Pusk 127,050 20 Pusk 140,000 20 Pusk 155,750 20 Pusk 643,300

Outcome : meningkatnya % penduduk yang memiliki akses air bersih

64.50% 67% 67% 68% 69% 70% 70%

Output : terlaksananya

kegiatan pemicuan 43 dusun 30 dusun 350,000 30 dusun 400,000 30 dusun 450,000 30 dusun 500,000 36 dusun 550,000 199 dusun 2,250,000

Outcome : dusun ODF 43 dusun 30 dusun 30 dusun 30 dusun 30 dusun 36 dusun 199 dusun

PAM STBM (APBN)

Output : terlaksananya penyediaan sarana air minum berbasis masyarakat

4 Pusk 1,300,000 4 Pusk 1,500,000 4 Pusk 1,500,000 4 Pusk 1,700,000 4 Pusk 2,000,000 20 Pusk 8,000,000

Outcome : meningkatnya akses masyarakat thdp sarana air minum berbasis masyarakat

4 Pusk 4 Pusk 4 Pusk 4 Pusk 4 Pusk 20 Pusk

Output : terlaksananya pembinaan ttg penyakit akibat lingkungan kerja pada Pasukan Kuning & Pemulung

20 Pusk 200,000 20 Pusk 225,000 20 Pusk 225,000 20 Pusk 225,000 20 Pusk 225,000 20 Pusk 1,100,000

02 01 16 xx Penyelenggaraan Pemberantasan Penyakit Tidak Menular 02 01 25 xx Pengadaan Themefos 02 01 25 xx Pengadaan Malathion a. Prosentase rumah  bersanitasi 02 01 21 xx Penyehatan Lingkungan b. Prosentase rumah  tangga pengguna air  bersih

02 01 21 xx Pengawasan Kualitas Air

c. Persentase   penduduk yang  menggunakan  jamban

02 01 21 05 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

Outcome : menurunnya kasus penyakit akibat lingkungan kerja pada Pasukan Kuning & pemulung

20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk

Output : terlaksananya pembinaan dan pengawasan TTU

20 Pusk 50,000 20 Pusk 75,000 20 Pusk 100,000 20 Pusk 125,000 20 Pusk 150,000 20 Pusk 500,000

Outcome : meningkatnya TTU memenuhi syarat kesehatan

74% 77% 80% 82% 85% 85% 85%

Output : terlaksananya pembinaan dan pengawasan TPM

20 Pusk 50,000 20 Pusk 75,000 20 Pusk 100,000 20 Pusk 125,000 20 Pusk 150,000 20 Pusk 500,000

Outcome : meningkatnya TPM memenuhi syarat kesehatan 74% 77% 80% 82% 85% 85% 85% 02 01 25 Program Pengadaan, Peningkatan & Perbaikan Sarana dan Prasarana Pusk / Pustu dan jaringannya Output : pengadaan sanitarian kit 4 Pt 80,000 4 Pt 85,000 4 Pt 90,000 4 Pt 95,000 4 Pt 100,000 20 Pt 450,000 Outcome : tersedianya peralatan pengawasan kualitas lingkungan

4 Pusk 4 Pusk 4 Pusk 4 Pusk 4 Pusk 20 Pusk

2. Mewujudkan SDM kes yang berkualitas serta kemandirian masyarakat untuk hid h t 1. Meningkatnya mutu dan pemerataan SDM kesehatan, sarana d a. Kecukupan tenaga dokter terhadap penduduk 02 01 05 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur b. Rasio tenaga paramedis keperawatan dan non keperawatan terhadap penduduk Output : terlaksananya diklat teknis petugas Puskesmas

20 Pusk 90,000 20 Pusk 150,000 20 Pusk 175,000 20 Pusk 192,500 20 Pusk 211,750 20 Pusk 819,250

c. Rasio kecukupan nakes pada masing- masing sarana Outcome : meningkatnya pengetahuan & ketrampilan nakes

20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk

d. Jumlah kesesuaian kompetensi dan kewenangan nakes

Output : pemilihan nakes

teladan Kabupaten 4 or 21,000 4 or 23,100 4 or 25,410 4 or 27,951 4 or 30,746 4 or 128,207

Outcome : peningkatan

kinerja nakes 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk

02 01 23 Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

Output : pelaksanaan pembinaan pelayanan Puskesmas ISO 9001 : 2008

4 Pusk 340,000 6 Pusk 570,000 6 Pusk 570,000 6 Pusk 627,000 6 Pusk 689,700 6 Pusk 2,796,700

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS DINAS KESEHATAN PAMEKASAN (Halaman 29-49)

Dokumen terkait