2013 - 2018
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN PAMEKASAN
Jl. Jokotole 143 Telepon ( 0324 )
322969 Pamekasan
RENCANA STRATEGIS
DINAS KESEHATAN PAMEKASAN
Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2013 - 2018 i
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan karunia- Nya sehingga penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan pamekasan tahun 2013 – 2018 yang merupakan sebuah Rencana Strategis yang disusun sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan serta berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pamekasan.
Renstra ini dihasilkan melalui suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai sampai dengan tahun 2018 secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul, sekaligus dijadikan dasar/ pedoman dalam melaksanakan tugas dan fungsi optimalisasi kinerja pembangunan kesehatan di Kabupaten Pamekasan yang transparan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu di dalam penyusunan Rencana Strategis ini. Kami menyadari masih banyak kekurangan, oleh karenanya masukan dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaan rencana strategis berikutnya.
Akhirnya kami berharap mudah-mudahan Rencana Strategisi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan dapat dipergunakan sebagai strategi untuk pengelolaan keberhasilan, penguatan komitmen yang berorientasi pada masa depan dan peningkatan produktivitas sumber daya
Pamekasan, September 2013 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan,
Drs. M. ISMAIL BEY, Apt, M.Si
Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2013 - 2018 i
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR LAMPIRAN iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Maksud dan Tujuan 2
C. Landasan Penyusunan 2
D. Tata Urut Penulisan 3
BAB II TINJAUAN UMUM DINAS KESEHATAN KABUPATEN
PAMEKASAN
A. Struktur Organisasi 5
B. Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi 7
C. Analisis Lingkungan Strategis Organisasi 7
D. Faktor Kunci Keberhasilan 9
BAB III GAMBARAN UMUM KONDISI DINAS KESEHATAN
KABUPATEN PAMEKASAN
A. Kondisi Umum Organisasi Masa Kini 11
B. Kondisi Yang Diinginkan dan Proyeksi Ke Depan 15
BAB IV RENCANA STRATEGIS TAHUN 2009 - 2013
A. Dasar Hukum
2. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan
3. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang Melaksanakan
4 Program dan Kegiatan yang diterima dan
Pelaksanannya
5. Sumber dan Jumlah Anggaran 6. Permasalahan dan Solusi
BAB V PERMASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH
A. Permasalahan 55
Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2013 - 2018 i
BAB VI PENUTUP
A. Simpulan 57
Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2013 - 2018 i
DAFTAR LAMPIRAN
1. Formulir Rencana Stratejik (RS)
2. Formulir Rencana Kinerja Tahunan (RKT)
3. Formulir Realisasi Fisik Keuangan
4. Formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK)
5. Formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS)
6. a. Formulir Dokumen Hasil-hasil Pembangunan
b. Prestasi Kegiatan yang Dicapai
7. Realisasi APBD (kegiatan Belanja Administrasi Umum / Belanja
Tidak Langsung)
8. Realisasi PAD
9. Tabel Jenis Pelayanan
10. Tabel Tugas Pembantuan yang diterima
a. Tabel Laporan Umum Struktur Perangkat Daerah 11. Daftar Inventaris Barang
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 - 2018 1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Tahun 2013 – 2018 sebagai sebuah Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah disusun sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan serta berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pamekasan Tahun 2013 – 2018.
Dokumen Renstra ini dihasilkan melalui suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai sampai dengan tahun 2018 secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul. Proses tersebut telah menghasilkan Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, arah kebijakan dan strategi serta program dan kegiatan pokok yang akan dilaksanakan sampai dengan tahun 2018. Dokumen Renstra ini merupakan rencana pembangunan jangka menengah Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan yang dalam pelaksanaannya akan dijabarkan dan menjadi acuan penyusunan Rencana Kerja Dinas Kesehatan yang akan disusun setiap tahun sebagai Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya ditetapkan sebagai Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan.
Berkaitan dengan penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang merupakan instrumen pertanggungjawaban, Renstra ini merupakan langkah awal untuk melaksanakan mandat yang diemban Dinas Kesehatan sebagaimana ketentuan Peraturan Daerah Kabupaten Pamekasan
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 - 2018 2
Nomor 24 Tahun 2001 tentang Struktur Organisasi dan tata Kerja Dinas Kesehatan Pamekasan dan sekaligus langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah sebagaimana ketentuan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999.
1.2 Landasan Hukum
Landasan hukum penyusunan Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Tahun 2014 – 2018 adalah :
1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, khususnya pasal 7 ayat (1) : “ Renstra-SKPD memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah serta berpedoman kepada RPJM Daerah dan bersifat indikatif” ;
2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya pasal 151 ayat (1) dan (2) yang mengamanatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun Rencana Strategis yang selanjutnya disebut Renstra-SKPD yang dirumuskan dalam bentuk Rencana Kerja SKPD yang memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan SKPD ;
3. Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ;
4. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara RI Nomor : 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ;
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 - 2018 3
1.3 Maksud dan Tujuan
Penyusunan Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Tahun 2013 – 2018 dimaksudkan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan mampu menjawab tuntutan lingkungan strategis lokal, regional, nasional dan global sehingga disamping tetap berada dalam tatanan Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia, juga mampu eksis dan berkembang dalam rangka meningkatkan kinerja profesionalnya.
Adapun tujuan disusunnya Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Tahun 2013 – 2018 adalah untuk : (1) menjabarkan arahan RPJMD Kabupaten Pamekasan Tahun 2013 – 2018 ke dalam rencana instansional ; (2) menjabarkan visi dan misi Kabupaten Pamekasan 2014 – 2018 ke dalam tujuan, sasaran dan program kerja operasional ; (3) menyediakan dokumen rencana pembangunan jangka menengah sebagai acuan penyusunan rencana kerja atau rencana kinerja tahunan ; (4) menentukan strategi untuk pengelolaan keberhasilan, penguatan komitmen yang berorientasi pada masa depan, adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis, peningkatan komunikasi vertikal dan horisontal, peningkatan produktivitas dan menjamin efektivitas penggunaan sumber daya organisasi.
1.4 Sistematika Penulisan
Dokumen Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Tahun 2013 – 2018 disusun dengan tata urut sebagai berikut :
1. Pada bab I berisi uraian pendahuluan, yang secara rinci berisi uraian penjelasan umum latar belakang penyusunan Renstra, landasan hukum, maksud dan tujuan disusunnya Renstra, dan sistematika penulisan Renstra.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 - 2018 4
2. Pada bab II berisi gambaran pelayanan Satuan Kerja Perangkat Daerah, yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, yang terdiri atas uraian Tugas Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD, sumberdaya SKPD, Kinerja Pelayanan SKPD.
3. Pada bab III berisi uraiaian identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan SKPD, Telaah visi, misi dan program kepala daerah terpilih, Telaah renstra kementrian/ lembaga dan renstra SKPD, Penetapan isu – isu strategis,
4. Pada bab IV berisi uraian visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi dan kebijakan, visi dan misi SKPD yang ingin di capai serta menguraikan upaya- upaya apa yang harus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Pamekasan.
5. Bab V berisi uraian rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif.
6. Bab VI berisi uraian indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD
7. Bab VII Penutup, berisi uraian tentang renstra sebagai acuan dasar pengukuran dan evaluasi kinerja secara kumulatif, serta dapat membangun komitmen bersama dari seluruh jajaran organisasi untuk taat azas dalam perencanaan kinerja tahunan.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2014 – 2018 5
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN
DINAS KESEHATAN KABUPATEN PAMEKASAN
2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
Dalam kedudukannya sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pamekasan, Dinas Kesehatan mempunyai tugas pokok dan fungsi organik dengan tata kerja sebagai berikut :
Dinas kesehatan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pengelolaan, pembinaan dan pengawasan di bidang kesehatan daerah Dalam menyelenggarakan tugas , Dinas Kesehatan mempunyai fungsi :
1. Perumusan kebijakan teknis di bidang kesehatan daerah 2. Pemberian perijinan dan pelaksanaan pelayanan umum
3. Pembinaan terhadap Unit Pelaksana Teknis Dinas dibidang kesehatan daerah
4. Pengelolaan urusan ketatausahaan dinas.
Struktur organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pamekasan Nomor 14 Tahun 2008, adalah terdiri atas :
1. Unsur Pimpinan yaitu Kepala Dinas Kesehatan
2. Unsur Pembantu Pimpinan yaitu Sekretariat yang dibantu oleh 3 Kepala Sub Bagian, yaitu :
1) Kepala Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian 2) Kepala Sub. Bagian Keuangan
3) Kepala Sub. Bagian Perencanaan
3. Unsur Pelaksana terdiri dari 4 Bidang dan 3 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), yaitu :
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2014 – 2018 6
1) Bidang Pelayanan Kesehatan , yang dibantu oleh 3 orang kepala seksi, terdiri dari :
a) Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar, Rujukan dan Khusus b) Seksi Pelayanan Kesehatan Swasta
c) Seksi Farmasi, Makanan dan Minuman
2) Bidang Pemberantasan Penyakit & Penyehatan Lingkungan, yang dibantu oleh 3 orang kepala seksi, terdiri dari :
a). Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit b). Seksi Pemberantasan Penyakit
c). Seksi Penyehatan Lingkungan dan Kualitas Air
3) Bidang Kesehatan Keluarga, yang dibantu oleh 3 orang kepala seksi, terdiri dari :
a). Seksi Kesehatan Ibu dan Balita
b). Seksi Kesehatan Anak, Remaja dan Usia Lanjut c). Seksi Gizi
4) Bidang Pengembangan Sumber Daya Kesehatan, yang dibantu oleh 3 orang Kepala Seksi, terdiri dari :
a). Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia
b). Seksi Promosi Kesehatan dan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
c). Seksi Registrasi dan Akreditasi 4. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), Yaitu :
1) 20 buah UPTD Puskesmas dan 48 Puskesmas Pembantu yang tersebar di 13 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2014 – 2018 7
5. Kelompok Jabatan Fungsional
Dengan Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan yang telah ditetapkan tersebut diharapkan Dinas Kesehatan sebagai unsur pelaksana pemerintah daerah di bidang kesehatan dapat melaksanakan program dan kegiatan pelayanan pada masyarakat dengan optimal.
2.2 Sumber Daya Dinas Kesehatan Pamekasan
Pemerataan Sumber Daya Manusia dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan, bahwa tujuan penempatan/ distribusi tenaga kesehatan adalah untuk tercapainya pemerataan pelayanan kesehatan.
Dinas Kesehatan Pamekasan memiliki sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan dan non kesehatan pada tahun 2013 sebanyak 644 orang. Dengan jumlah dokter umum yang bekerja di puskesmas sebanyak 38 orang (PNS maupun PTT) dari jumlah puskesmas sebanyak 20 puskesmas dengan spesifikasi puskesmas rawat inap 15 puskesmas dan puskesmas rawat jalan 5 puskesmas, maka rata- rata tiap puskesmas dilayani oleh 1 sampai 2 orang dokter umum dan tidak semua puskesmas memiliki fasilitas rawat inap, jumlah dokter gigi yang bekerja di puskesmas sebanyak 13 orang, perawat gigi sebanyak 13 orang yang berarti belum semua puskesmas memiliki dokter gigi dan perawat gigi.
2.3 Analisis Lingkungan Strategis Organisasi
Analisis lingkungan strategis adalah deskripsi mengenai apa yang terjadi dalam lingkungan organisasi yang dapat memberikan pengaruh terhadap rencana strategis. Secara terstruktur, lingkungan strategis Dinas Kesehatan terdiri atas lingkungan internal dan lingkungan eksternal, yang masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut :
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2014 – 2018 8
1. Lingkungan Internal
Lingkungan internal terdiri atas dua faktor strategis yang secara keseluruhan dapat dikelola oleh manajemen Dinas Kesehatan, dan terdiri atas faktor kekuatan organisasi dan kelemahan organisasi.
Faktor Kekuatan Organisasi :
1) Adanya struktur organisasi yang cukup efektif dalam menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi.
2) Adanya standar operasi baku dalam menjalankan manajemen kesehatan.
3) Tersusunnya program pembangunan kesehatan yang berorientasi pada pencapaian misi pembangunan kesehatan.
4) Adanya komitmen seluruh jajaran organisasi untuk mewujudkan kinerja optimal dalam pembangunan kesehatan.
1.1 Faktor Kelemahan Organisasi :
1) Belum mantapnya koordinasi lintas fungsi organisasi dalam rangka meningkatkan kualitas manajemen kesehatan.
2) Belum meratanya sumberdaya kesehatan yang siap untuk didayagunakan secara maksimal pada setiap puskesmas.
3) Belum optimalnya perwujudan pemerataan pendayagunaan sumberdaya kesehatan, khususnya SDM kesehatan.
4) Belum optimalnya pengawasan dan pengendalian terhadap berbagai upaya kesehatan masyarakat.
5) Relatif terbatasnya sarana dan prasarana yang mampu mendukung akselerasi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
2. Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal terdiri atas dua faktor strategis yang karena berada pada lingkungan eksternal organisasi maka tidak dapat dikelola secara langsung oleh manajemen Dinas Kesehatan, namun dapat
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2014 – 2018 9
mempengaruhi upaya peningkatan kinerja organisasi. Dua faktor strategis dari lingkungan eksternal organisasi adalah faktor peluang organisasi dan ancaman atau tantangan organisasi.
Faktor Peluang Organisasi :
1) Berkembangnya teknologi informasi untuk mendukung pemantapan manajemen kesehatan.
2) Adanya kebijakan pemerintah yang menempatkan pembangunan kesehatan sebagai bagian penting dari pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
3) Adanya bantuan program dekonsentrasi bidang kesehatan dari Pemerintah Pusat dalam pembangunan kesehatan di daerah.
4) Adanya bantuan program DAK dan TP bidang kesehatan dari Pemerintah Pusat dalam pembangunan kesehatan di daerah.
5) Potensi sumberdaya masyarakat yang cukup kondusif untuk didayagunakan dan diberdayakan dalam pembangunan kesehatan. 2.1 Faktor Tantangan Organisasi :
1) Meningkatnya tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
2) Belum optimalnya keperansertaan para pemangku kepentingan
(stakeholders)
dan sumberdaya masyarakat dalam mewujudkan misi pembangunan kesehatan.3) Masih rendahnya tingkat keberdayaan masyarakat khususnya masyarakat miskin dalam mewujudkan kemandirian untuk hidup sehat.
4) Luasnya sasaran yang harus dijangkau dalam upaya pembangunan kesehatan secara bermutu, merata, terjangkau dan berkesinambungan.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2014 – 2018 10
2.4 Kinerja Pelayanan
Faktor-faktor kunci keberhasilan berfungsi untuk lebih memfokuskan strategi organisasi dalam rangka mencapai tujuan dan misi organisasi secara efektif dan efisien. Faktor-faktor kunci keberhasilan (
critical success factors
) merupakan faktor-faktor yang sangat berperan dalam pencapaian keberhasilan organisasi yang mencakup bidang atau aspek dari misi di mana di dalamnya sangat tergantung pada keberhasilan kinerja instansi pemerintah. Faktor-faktor kunci keberhasilan ini ditetapkan dengan terlebih dahulu menganalisis lingkungan internal dan eksternal. Selanjutnya dilakukan analisis dalam rangka menentukan tingkat urgensi dan dampak potensialnya dan kemudian dilanjutkan dengan penentuan skala prioritas. Dengan menggunakan faktor-faktor inilah diharapkan keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan akan dapat diupayakan secara maksimal guna mewujuedkan visi dan misi yang telah ditetapkan untuk dicapai pada akhir tahun 2018 yang akan datang.Dengan mempergunakan pendekatan analisis SWOT, faktor-faktor kunci keberhasilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Efektivitas dan efisiensi pendayagunaan sumberdaya kesehatan dengan sasaran optimalisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dengan pusat konsentrasi masyarakat miskin.
2. Pengembangan kualitas manajemen kesehatan berdasarkan komitmen seluruh jajaran organisasi untuk mewujudkan pembangunan kesehatan yang bermutu, merata, terjangkau dan berkesinambungan.
3. Optimalisasi pembangunan kesehatan berbasis sumberdaya masyarakat yang potensial untuk mewujudkan kemandirian hidup sehat.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2014 – 2018 11
4. Efektivitas pemanfaatan dukungan eksternal organisasi guna mengoptimalkan operasionalisasi program pembangunan kesehatan sesuai tuntutan misi organisasi.
Tabel 1
Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Kesehatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan
... Tabel 2
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan
URAIAN
ANGGARAN REALISASI
2008 2009 2010 2011 2012 2008 2009 2010 2011 2012
Pendapatan asli daerah 567.45 0.000
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 - 2018
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1 Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan SKPD
Secara umum, berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan selama ini, permasalahan pelayanan Dinas Kesehatan Pamekasan yang dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Pamekasan dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1. Tingkat pemahaman keluarga dan masyarakat yang masih rendah akan pentingnya makna kesehatan Ibu dan anak serta pemenuhan kebutuhan gizi merupakan permasalahan mendasar yang perlu penanganan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat.
2. Belum maksimalnya perwujudan lingkungan pemukiman dan tempat aktivitas penduduk yang benar- benar memenuhi syarat kesehatan. 3. Belum optimalnya hasil yang dicapai dalam pengembangan upaya
pencegahan dan pemberantasan penyakit, khususnya dalam menekan angka kesakitan, kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit menular dan tidak menular serta wabah dan bencana.
4. Belum optimalnya upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang menuhi standart, bermutu, merata dan terjangkau
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 18 BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1 Visi dan Misi 1. Visi
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, pasal 1 ayat 12, Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Penetapan visi sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan merupakan suatu langkah penting dalam perjalanan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di daerah. Pada hakikatnya membentuk visi organisasi adalah menggali gambaran bersama tentang masa depan ideal yang hendak diwujudkan oleh organisasi yang bersangkutan. Visi adalah mental model masa depan, dengan demikian visi harus digali bersama, disusun bersama sekaligus diupayakan perwujudannya secara bersama, sehingga visi menjadi milik bersama yang diyakini oleh seluruh elemen organisasi dan pihak-pihak yang terkait dengan upaya mewujudkan visi tersebut. Visi yang tepat bagi masa depan suatu organisasi diharapkan akan mampu menjadi akselerator bagi upaya peningkatan kinerja organisasi.
Dengan memperhatikan arti dan makna visi serta melalui pendekatan membangun visi bersama , maka ditetapkan Visi Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Tahun 2009-2013 yakni :
“ MASYARAKAT PAMEKASAN YANG MANDIRI UNTUK HIDUP SEHAT 2025“
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 19
Untuk dapat menangkap arti dan makna dari visi tersebut maka perlu diberikan penjelasan visi sebagai berikut :
Masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat adalah suatu kondisi dimana masyarakat di Kabupaten Pamekasan menyadari, mau dan mampu untuk mengenali, mencegah, dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi, sehingga dapat bebas dari gangguan kesehatan, baik yang disebabkan karena penyakit termasuk gangguan kesehatan akibat bencana maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat.
2. Misi
Setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah sebagai satu organisasi instansi pemerintah harus memastikan agar visi yang telah ditetapkan bersama dapat diupayakan perwujudannya. Untuk kepentingan itu harus disusun suatu tahapan yang secara umum akan terbagi kedalam dua tahapan yakni apa yang hendak dicapai dan bagaimana upaya untuk mencapainya. Salah satu unsur dalam tahapan tersebut adalah penetapan misi organisasi yang dalam hal ini adalah misi SKPD.
Dalam rangka mewujudkan visi-nya maka ditetapkan misi yang di emban Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan tahun 2013 – 2018 sebagai berikut :
1) Meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit serta kualitas lingkungan dan permukiman masyarakat.
2) Meningkatkan dan mengembangkan mutu sumberdaya kesehatan serta pemberdayaan kesehatan masyarakat.
3) Meningkatkan keluarga sehat dan sadar gizi.
4) Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang memenuhi standar, bermutu, merata dan terjangkau.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 20
4.2 Tujuan dan Sasaran
1. Tujuan
Tujuan organisasi merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi organisasi yang mengandung makna :
1) Merupakan hasil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu sampai tahun terakhir renstra ;
2) Menggambarkan arah strategis organisasi dan perbaikan-perbaikan yang ingin diciptakan sesuai tugas pokok dan fungsi organisasi ;
3) Meletakkan kerangka prioritas untuk memfokuskan arah sasaran dan strategi organisasi berupa kebijakan, program operasional dan kegiatan pokok organisasi selama kurun waktu renstra.
Berdasarkan arahan arti dan makna penetapan tujuan organisasi tersebut maka dalam kedudukannya sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah, Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan dalam mewujudkan misinya menetapkan tujuan sebagai berikut :
1) Untuk mewujudkan misi “ Meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit serta kualitas lingkungan dan permukiman masyarakat”, maka ditetapkan tujuan :
Mewujudkan masyarakat bebas dari penyakit serta lingkungan sehat
2) Untuk mewujudkan misi ” Meningkatkan dan mengembangkan mutu sumberdaya kesehatan serta pemberdayaan kesehatan masyarakat ”
maka ditetapkan tujuan :
Mewujudkan SDM kesehatan yang berkualitas serta kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 21
3) Untuk mewujudkan misi“Meningkatkan keluarga sehat dan sadar gizi“ maka ditetapkan tujuan :
Mewujudkan keluarga sehat melalui layanan kesehatan yang berkualitas
4) Untuk mewujudkan misi “ Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang memenuhi standar, bermutu, merata dan terjangkau ” maka ditetapkan tujuan :
Mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau
5) Untuk mewujudkan misi “ Meningkatkan pelaksanaan manajemen kesehatan” maka ditetapkan tujuan :
Mewujudkan sistem manajemen kesehatan yang akuntabel
2. Sasaran
Sasaran adalah merupakan penjabaran dari tujuan organisasi dan menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan secara operasional. Oleh karenanya rumusan sasaran yang ditetapkan diharapkan dapat memberikan fokus pada penyusunan program operasional dan kegiatan pokok organisasi yang bersifat spesifik, terinci, dapat diukur dan dapat dicapai.
Sasaran organisasi yang ditetapkan pada dasarnya merupakan bagian dari proses perencanaan strategis dengan fokus utama berupa tindakan pengalokasian sumber daya organisasi ke dalam strategi organisasi. Oleh karenanya penetapan sasaran harus memenuhi kriteria specific, measurable, agresive but attainable, result oriented dan time bond. Guna
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 22
memenuhi kriteria tersebut maka penetapan sasaran harus disertai dengan penetapan indikator sasaran, yakni keterangan, gejala atau penanda yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan upaya pencapaian sasaran atau dengan kata lain disebut sebagai tolok ukur keberhasilan pencapaian sasaran.
Berdasarkan makna penetapan sasaran tersebut maka sampai dengan akhir tahun 2018, Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan menetapkan sasaran dengan rincian sebagai berikut :
1) Untuk mewujudkan tujuan dari Misi 1 “Mewujudkan masyarakat bebas dari penyakit serta lingkungan sehat” maka ditetapkan sasaran :
a. Meningkatnya upaya pencegahan & pemberantasan penyakit; b. Meningkatnya kualitas lingkungan dan permukiman.
2) Untuk mewujudkan tujuan dari Misi 2 “Mewujudkan SDM kesehatan yang berkualitas serta kemandirian masyarakat untuk hidup sehat ” maka ditetapkan sasaran :
a. Meningkatnya mutu dan pemerataan SDM kesehatan, sarana dan prasarana kesehatan;
b. Meningkatnya pelayanan registrasi dan akreditasi terhadap sumber daya kesehatan yang tersedia;
c. Meningkatnya promosi kesehatan dan upaya kesehatan bersumberdaya kesehatan.
3) Untuk mewujudkan tujuan dari Misi 3 “Mewujudkan keluarga sehat melalui layanan kesehatan yang berkualitas “ maka ditetapkan sasaran :
a. Meningkatnya pelayanan kesehatan keluarga melalui pemantapan layanan kesehatan;
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 23
c. Meningkatya pelayanan kesehatan remaja melalui pendidikan formal maupun non formal;
d. Meningkatnya pelayanan kesehatan usia lanjut.
4) Untuk mewujudkan tujuan dari Misi 4 “Mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau“ maka ditetapkan sasaran :
a. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan yang memenuhi standar, bermutu, merata dan terjangkau ;
b. Meningkatnya upaya perlindungan masyarakat dari penggunaan bahan berbahaya.
5) Untuk mewujudkan tujuan dari Misi 5 “Mewujudkan sistem manajemen kesehatan yang akuntabel“ maka ditetapkan sasaran : a. Meningkatnya koordinasi untuk peningkatan manajemen
kesehatan;
b. Meningkatnya pelayanan dan pemenuhan kebutuhan administrasi, sarana dan prasarana kantor serta Puskesmas;
c. Meningkatnya layanan administasi keuangan yang akuntabel.
3. Strategi dan Kebijakan
1) Strategi
Strategi pencapaian tujuan dan sasaran adalah merupakan strategi organisasi, yakni Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berisi rencana menyeluruh dan terpadu mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan secara operasional dengan memperhatikan ketersediaan sumber daya organisasi. Sebagai satu cara untuk mewujudkan tujuan dan sasaran, maka strategi yang
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 24
ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan terdiri atas :
1.1.1. Menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit menular dan tidak menular serta mencegah / membatasi penyakit potensial wabah
1.1.2. Menurunkan angka kesakitan dan kematian dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
1.1.3. Meningkatkan dan mengembangkan usaha kesehatan matra 1.2.1. Meningkatkan cakupan lingkungan dan permukiman yang
memenuhi syarat kesehatan
1.2.2. Meningkatkan kualitas Tempat Pengolahan Makanan (TPM) 1.2.3. Meningkatkan kualitas Tempat-Tempat Umum (TTU)
2.1. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, profesionalisme dan pemerataan SDM kesehatan
2.2. Meningkatkan pelayanan registrasi dan akreditasi untuk semua tenaga dan sarana / fasilitas kesehatan
2.3. Meningkatkan kepedulian stakeholder, dunia usaha, organisasi profesi, LSM dan masyarakat dalam Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
3.1. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi dan anak
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 25
3.3. Meningkatkan akses & kualitas pelayanan kesehatan remaja 3.4. Meningkatkan akses & kualitas pelayanan kesehatan usia
lanjut
4.1.1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta sesuai standar, termasuk pelayanan kesehatan tradisional / alternatif sesuai kebutuhan masyarakat
4.1.2. Pemenuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin secara merata, terjangkau dan berkesinambungan
4.2. Melindungi masyarakat dari penyalahgunaan NAPZA dan bahan tambahan makanan serta penggunaan bahan kimia obat
5.1. Meningkatnya komitmen pengambil keputusan dalam pembangunan kesehatan serta koordinasi untuk peningkatan manajemen kesehatan
5.2.1. Meningkatnya layanan administrasi dan ketenagaan
5.2.2. Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana kantor serta Puskesmas
5.2.3. Pengamanan aset sarana kesehatan milik pemerintah 5.3. Meningkatnya tertib pengelolaan keuangan
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 26
2). Kebijakan.
Kebijakan Dinas Kesehatan dalam mewujudkan tujuan dan sasaran yang akan dicapai sampai dengan akhir tahun 2018 dirumuskan sebagai berikut :
Dalam rangka mewujudkan misi 1 “Meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit serta kualitas lingkungan dan permukiman masyarakat” maka ditetapkan kebijakan :
1. Pencegahan dan pemberantasan penyakit diarahkan untuk mengembangkan sentra rujukan, sentra pelatihan penanggulangan penyakit, sentra regional untuk kesiapsiagaan penanggulangan KLB
2. Penatalaksanaan kasus secara tepat dan cepat pada penderita penyakit menular dengan mengembangkan teknik pendekatan sosial serta memperkuat jejaring surveilans untuk antisipasi ancaman penyebaran
3. Pencegahan penyakit termasuk imunisasi diarahkan untuk memberikan kekebalan terhadap sasaran imunisasi guna menekan / mencegah terjadinya kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
4. Peningkatan sistem pengamanan kesehatan haji, profesionalisme petugas kesehatan haji dan surveilans epidemiologi
5. Peningkatan penyehatan lingkungan dan permukiman melalui upaya pembinaan, bimbingan dan penyuluhan serta pemberdayaan masyarakat secara mandiri mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan kesinambungan kegiatan
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 27
6. Peningkatan pengawasan terhadap Tempat Pengolahan Makanan (TPM)
7. Peningkatan pengawasan terhadap Tempat-Tempat Umum (TTU)
Dalam rangka mewujudkan misi 2 “Meningkatkan dan mengembangkan mutu sumber daya kesehatan serta pemberdayaan kesehatan masyarakat” maka ditetapkan kebijakan :
1. Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan 2. Penempatan SDM sesuai dengan kebutuhan
3. Peningkatan pelayanan proses perijinan sarana dan tenaga kesehatan secara tertib dan profesional
4. Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta mendorong pemberdayaan masyarakat melalui desa siaga
5. Kemitraan dengan dunia usaha, organisasi profesi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam rangka peningkatan peran serta masyarakat di bidang kesehatan 6. Peningkatan kualitas pengawasan dan pengendalian UKBM
Dalam rangka mewujudkan misi 3 “Meningkatkan keluarga sehat dan sadar gizi” maka ditetapkan kebijakan :
1. Pemenuhan kebutuhan Pondok Bersalin Desa 2. Peningkatan kemitraan bidan dan dukun
3. Pemantapan layanan kesehatan ibu dan anak sesuai kewenangan dan prosedur
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 28
4. Penyediaan Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) sesuai standar
5. Peningkatan kunjungan bayi / balita / anak dan ibu hamil melalui Posyandu
6. Peningkatan penemuan dan penanganan balita gizi buruk / gizi kurang / gizi lebih / stanting
7. Peningkatan pelaksanaan gerakan Kadarsi 8. Peningkatan pelayanan UKS
9. Peningkatan layanan kesehatan reproduksi remaja
10. Peningkatan jumlah dan pelayanan kesehatan Posyandu Lansia
Dalam rangka mewujudkan misi 4 “Meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan yang memenuhi standar, bermutu, merata dan terjangkau” maka ditetapkan kebijakan :
1. Peningkatan pelayanan kesehatan dasar, rujukan, penunjang dan khusus sesuai standar
2. Peningkatan sarana pelayanan kesehatan dasar, rujukan, penunjang dan khusus sesuai standar
3. Peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan 4. Pemantapan manajemen Puskesmas dan Rumah Sakit
5. Perluasan jangkauan pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin
6. Peningkatan pengawasan dan pengendalian peredaran NAPZA, bahan tambahan makanan serta penggunaan bahan kimia obat
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 29
Dalam rangka mewujudkan misi 5 “Meningkatkan pelaksanaan manajemen kesehatan” maka ditetapkan kebijakan :
1. Peningkatan manajemen operasional kesehatan
2. Peningkatan pengawasan dan pengendalian program kesehatan
3. Optimalisasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK)
4. Pemenuhan tenaga kesehatan melalui rekrutmen PNS / PTT 5. Pemenuhan kebutuhan administrasi serta sarana dan
prasarana kantor
6. Pemenuhan kebutuhan administrasi serta sarana dan prasarana GFK
7. Pemenuhan kebutuhan administrasi serta sarana dan prasarana Puskesmas dan jaringannya
8. Pengadaan tanah sarana pelayanan kesehatan Puskesmas / Puskesmas Pembantu
9. Sertifikasi tanah sarana pelayanan kesehatan Puskesmas / Puskesmas Pembantu
2) Program Operasional
Dalam rangka mewujudkan sasaran organisasi dengan indikator sasaran sebagai tolok ukur keberhasilannya (sebagaimana terinci pada lampiran), maka Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan menetapkan program operasional dan kegiatan pokok organisasi. Secara garis besar program-program operasional tersebut dapat diuraikan berdasarkan orientasi misi sebagai berikut :
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 30
1) Untuk mewujudkan Misi 1, dirumuskan program-progran :
a. Program pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. b. Program upaya kesehatan masyarakat.
2) Untuk mewujudkan Misi 2, dirumuskan program-program : a. Program pengembangan lingkungan sehat
b. Program upaya kesehatan masyarakat
3) Untuk mewujudkan Misi 3, dirumuskan program-program : a. Program peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur. b. Program upaya kesehatan masyarakat.
c. Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu.
d. Program standarisasi pelayanan kesehatan.
e. Program kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan. f. Program pelayanan administrasi perkantoran.
g. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur. h. Program peningkatan disiplin aparatur.
i. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. 4) Untuk mewujudkan Misi 4, dirumuskan program-program :
a. Program upaya kesehatan masyarakat.
b. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak. c. Program penijgkatan pelayanan kesehatan lansia.
d. Program perbaikan gizi masyarakat.
5) Untuk mewujudkan Misi 5, dirumuskan program-program : a. Program standarisasi pelayanan kesehatan.
b. Program pengawasan obat dan makanan. c. Program obat dan perbekalan kesehatan.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan 2013 -2018 31
d. Program pengembangan obat asli Indonesia. e. Program upaya kesehatan masyarakat.
Terhadap masing-masing program dimaksud selanjutnya dijabarkan ke dalam kegiatan indikatif sebagai langkah operasionalisasi program, sebagaimana terinci pada lampiran Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Tahun 2013 – 2018.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Pamekasan
BAB V P E N U T U P
Sebagai uraian akhir pada bab penutup Renstra Dinas
Kesehatan Kabupaten Pamekasan Tahun 2013 - 2018 ini, disampaikan kaidah pelaksanaan renstra dengan rincian penjelasan sebagai berikut : 1. Sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, maka dengan
ditetapkannya Renstra Dinas Kesehatan ini selanjutnya akan dijadikan pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja atau Rencana Kinerja Tahunan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan sampai dengan tahun 2018;
2. Dengan ditetapkanya Restra Dinas Kesehatan Tahun 2013 – 2018 ini
maka semua pihak dan pemangku kepentingan (stakeholders) yang
berkaitan dengan pembangunan bidang kesehatan, terikat untuk menjadikannya sebagai acuan dan arahan operasionalisasi peran masing-masing dalam pelaksanaan program dan rencana kegiatan tahunan ;
3. Renstra Dinas Kesehatan Tahun 2013 – 2018 ini akan dijadikan dasar
pengukuran dan evaluasi kinerja secara kumulatif dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2018 dan sekaligus sebagai dasar laporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi sampai dengan tahun 2018;
4. Diharapkan dengan tersusunnya Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten
Pamekasan Tahun 2013 – 2018 ini dapat dibangun komitmen bersama dari seluruh jajaran organisasi untuk taat azas dalam perencanaan kinerja tahunan dan dapat dihindari adanya rencana kerja atau rencana kinerja tahunan yang keluar dari kesepakatan dalam Renstra ini.
2008 2009 2010 2011 2012 2008 2009 2010 2011 2012
1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Cakupan kunjungan ibu hamil K-4 85 85 90 91 92 86,5 87 87 85,2 90,3 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 78 80 80 80 80 76 71,5 68 57,2 67,4 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi 89 90 90 93 94 92,1 92 93 89,8 94
4 Cakupan pelayanan nifas 89 90 94 95 95 88 89 89,6 88,01 91,96
5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 78,5 80 71 73 75 71,5 76 54 49,89 65,29
6 Cakupan kunjungan bayi 89 75 90 90 90 90,6 71,5 71,50 92,22 90
7 Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization ≥ 90≥ 90≥ 95≥ 95≥ 95 73,01 73,01 72,07 65,61 61,04 8 Cakupan pelayanan anak balita 71 75 79 81 83 90.2 90,51 90,44 65,61 83 9 Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan 100 100 100 100 100 100 100 100 55 56.2 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 100 100 100 100 100 72 75,80 75,68 70 93,08 12 Cakupan peserta KB aktif 60 67 68 70 70 46,5 90,60 90,56 68,99 59,49 13 Cakapan penemuan penaganan penderita penyakit :
a. Penemuan penderita AFP ≥ 1 ≥ 2 ≥ 2 ≥ 2 ≥2 2 5 5 5 5
b. Penemuan dan penanganan penderita Pneumonia balita 60 60 60 70 80 21 22 23 23,15 37,50 c. Penemuan dan penanganan pasien baru TB BTA positif 60 60 65 70 75 100 100 100 90 100 d. Penemuan dan penanganan DBD 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 e. Penanganan penderita diare 100 90 100 100 100 100 100 100 87,5 80
14 95 95 95 95 95 90 100 100 100 95
15 Cakupan desa siaga aktif 20 20 30 40 50 40 42,33 58,73 58 89
16 Persentase Seluruh Penduduk (termasuk Penduduk Miskin) yang memiliki Jaminan Kesehatan (PSD) 45 50 55 55 70 42 42,1 47,3 50,1 55,4 17 Persentase ketersediaan anggaran untuk pelayanan kesehatan bagi peserta jaminan kesehatan (PSD) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Tabel 1
Target Renstra SKPD Tahun Realisasi Capaian Tahun ke-NO
PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN DINAS KESEHATAN PAMEKASAN KABUPATEN PAMEKASAN
Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD ***) 2
2008 2009 2010 2011 2012 2008 2009 2010 2011 2012
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
PENDAPATAN DAERAH
Pendapatan Asli Daerah 567.450.000 567.450.000 3.968.197.200 6.938.284.500 8.906.924.000 611.291.194 585.585.780 2.840.474.212 4.500.642.072 10.099.074.400 - Dana alokasi umum 10,597,305,900 8,419,063,100 10,617,231,650 23,736,228,411 35,686,464,489 6,834,645,688 7,509,120,332 8,355,760,347 9,383,316,619 29,573,245,106 - Dana alokasi khusus 6,551,500,000 7,814,877,600 6,809,810,000 5,598,890,000 2,089,527,000 5,952,934,400 7,678,767,600 6,736,343,360 5,005,462,138 703,620,587
BELANJA DAERAH Belanja tidak langsung
- Belanja pegawai 15,084,456,690 19,015,486,014 21,674,157,275 25,709,865,128 28,596,656,341 14,920,902,041 17.511.677.660 20.702.379.255 24.772.095.638 27.790.184.305 Belanja langsung
- Belanja barang dan jasa 6.785.296.586 6.895.419.100 12.303.840.750 14.928.524.400 18.566.588.925 2.966.065.693 6.470.132.855 10.824.279.407 11.396.590.808 16.513.578.753 - Belanja modal 10.417.610.714 8.814.077.600 4.590.879.950 14.555.640.011 18.650.510.914 8.708.603.000 8.284.973.100 3.254.469.200 3.124.153.662 13.242.544.090
Uraian ***) Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke- Tabel 2
ANGGARAN DAN REALISASI PENDANAAN PELAYANAN DINAS KESEHATAN PAMEKASAN KABUPATEN PAMEKASAN
No Indikator Kinerja Capaian Sasaran Renstra SKPD Provinsi Sasaran pada Renstra SKPD Kabupaten/Kota*) Sasaran pada Renstra K/L 1 2 3 4 5
1 Cakupan kunjungan ibu hamil K-4
2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani
3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi 4 Cakupan pelayanan nifas
5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi
7 Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization 8 Cakupan pelayanan anak balita
9 Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan
11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 12 Cakupan peserta KB aktif
13 Cakapan penemuan penaganan penderita penyakit : a. Penemuan penderita AFP
b. Penemuan dan penanganan penderita Pneumonia balita c. Penemuan dan penanganan pasien baru TB BTA positif d. Penemuan dan penanganan DBD
e. Penanganan penderita diare 14
15 Cakupan desa siaga aktif
16 Persentase Seluruh Penduduk (termasuk Penduduk Miskin) yang memiliki Jaminan Kesehatan (PSD) 17 Persentase ketersediaan anggaran untuk pelayanan kesehatan bagi peserta jaminan kesehatan (PSD)
Tabel 3
Cakupan desa/kel mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam
Terhadap Sasaran Renstra SKPD Provinsi Dan Renstra Kementerian/Lembaga Komparasi Capaian Sasaran Renstra SKPD Dinkes
INTERNAL (KEWENANGAN SKPD)
EKSTERNAL (DILUAR KEWENANGAN SKPD)
1 2 3 4 5 6
Meningkatkan keluarga sehat dan
sadar gizi
Ibu hamil dengan komplikasi kebidanan ditangani terealisasi 67,41% dari target 80%
Kurang maksimalnya kunjungan rumah dan sosialisasi kehamilan dengan komplikasi kebidanan, pencatatan dan pelaporan yang tidak
terkoordinasi,'Koordinasi lintas program kurang maksimal
Mobilisasi penduduk tinggi, masih adanya persalinan oleh dukun, Koordinasi lintas sektor kurang maksimal
Tingkat pemahaman keluarga dan masyarakat yang masih rendah akan pentingnya makna kesehatan Ibu dan anak serta pemenuhan kebutuhan gizi merupakan permasalahan mendasar yang perlu penanganan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat
Balita ditimbang berat badannya (D/S) terealisasi
61,19% dari target 80% Metode pelaksanaan posyandu yang kurang fariatif tim pokjanal posyandu tidak berjalan maksimal Promosi di posyandu masih
kurang maksimal
pengetahuan masyarakat kurang tentang pentingnya membawa anak keposyandu Koordinasi lintas program
kurang maksimal Koordinasi lintas sektor kurang maksimal Balita umur 6 - 24 bulan mendapat MP- ASI
terealisasi 7,52% dari target 100%
Anggaran masih tergantung Pusat
Dukungan dana DAU belum ada
Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat terealisasi 88,43% dari target 100%
Minimnya ketersediaan anggaran
Koordinasi lintas program
kurang maksimal
Koordinasi lintas sektor kurang maksimal Cakupan pelayanan lansia terealisasi 42,17% dari
target 60%
Kurang maksimalnya promosi Posyandu lansia
Kurangnya kader Posyandu lansia
Koordinasi lintas program
kurang maksimal Koordinasi lintas sektor kurang maksimal Penyehatan TPM 56% dari target 72%
Penyehatan TTU 65% dari target 72% Penyehatan SPAL 37% dari target 75% Rumah sehat 49 dari target 75%
Jumlah TPM yang banyak jika
dibanding dengan petugas
Terbatasnya alat ary timer Minimnya pengetahuan masyarakat tentang pnemonia
Pencatatan dan pelaporan
yang kurang baik Minimnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya penanganan diare sedini mungkin
Sarana pendukung yang belum memadai seperti oralit dan antibiotik
Imunisasi dasar lengkap / UCI terealisasi 61,4%
dari target 90% Penyuluhan kurang maksimal tentang manfaat vaksin Asumsi masyarakat tentang komposisi vaksin yang terbuat dari minyak babi
Kerjasama lintas program masih kurang maksimal
Koordinasi lintas sektor kurang maksimal Anggaran masih tergantung
dari provinsi
Dukungan dana DAU tidak ada
Pelayanan kesehatan swasta yang memiliki ijin 17,9% dari target 100%
Kurang maksimalnya petugas dalam memberikan motifasi akan pentingnya perijinan pealayanan kesehatan swasta
kemauan dan kesadaran dari pengelola yankesta masih kurang akan fungsi dari perijinan
Belum terpenuhinya ketersediaan SDM kesehatan yang sesuai standar Aspek Kajian Capaian/Kondisi Saat ini Standar yang
Digunakan
Faktor yang Mempengaruhi
Permasalahan Pelayanan SKPD
Tabel 7
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN PAMEKASAN KABUPATEN PAMEKASAN
Dinamika Internasional Dinamika Nasional Dinamika Regional/Lokal Lain-lain
1 2 3 4 5
Perlunya upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian 1 Perlunya pengentasan
kemiskinan ekstrim & kelaparan
Optimalisasi penanganan penyakit menular
Perlunya pemenuhan sarana pelayanan kesehatan sesuai standar, bermutu, merata dan 2 Perlunya pengurangan tingkat
kematian anak
Perlunya peningkatan jaminan pelayanan kesehatan masyarakat miskin (universal coverage
Perlunya optimalisasi Peran Serta Masyarakat di bidang kesehatan 3
4
No Isu Strategis
Tabel 8
Misi dan Program
KDH dan Wakil KDH terpilih Penghambat Pendorong
1 2 3 4 5
1 Misi 2 : Meningkatkan dan mengoptimalkan hidup bersih dan sehat melalui peningkatan fasilitas layanan kesehatan
Tingkat pemahaman keluarga dan masyarakat yang masih rendah akan pentingnya makna kesehatan Ibu dan anak serta pemenuhan kebutuhan gizi merupakan permasalahan mendasar yang perlu penanganan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat
Mobilisasi penduduk tinggi, kurang maksimalnya upaya promosi
kesalahan,Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan, metode pelaksanaan posyandu kurang fariatif
Adanya komite kesehatan desa dan kader desa, adanya forum MMD
2 Belum maksimalnya perwujudan lingkungan pemukiman dan tempat aktivitas
perekonomian penduduk yang benar- benar memenuhi syarat kesehatan
Kurang maksimalnya upaya promotif tentang perwujudan lingkungan yang memenuhi syarat, Pola kebiasaan dan perilaku masyarakat yang tidak mudah berubah, Jumlah SDM yang terbatas jika dibanding dengan TPM yang banyak, Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan Merupakan indikator MDGs, adanya organisasi profesi kesehatan lingkungan, adanya CSR
3 Belum optimalnya hasil yang dicapai dalam pengembangan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit, khususnya dalam menekan angka kesakitan, kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit menular dan tidak menular serta wabah dan bencana
Kurang maksimalnya peran serta toga dan toma, koordinasi lintas program kurang maksimal, keterbatasan SDM dan sarana prasarana kesehatan
Adanya nakes yang mengikuti OJT, masuk dalam indikator MDGs
4 Belum optimalnya upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang menuhi standart, bermutu, merata dan terjangkau
Keterbatasan dukungan dana dari APBD II, minimnya sarana dan prasarana sebagai sarana penunjang pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya, SDM yang memiliki kompetensi dibidang pelayanan masih belum terpenuhi
Adanya dukungan dana APBN, adanya standarat penilaian pelayanan kesehatan
5 Belum optimalnya peran serta masyarakat dibidang kesehatan
Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan, keterbatasan sumber daya manusia terutama penyuluh kesehatan dan Minimnya ketersediaan anggaran & media promosi kesehatan
Adanya komite kesehatan desa dan kader desa, adanya forum MMD, SBH, kurangnya dukungan dana APBD
Tabel 9
Visi : Masyarakat pamekasan yang mandiri untuk hidup sehat 2025
No Permasalahan Pelayanan SKPD Sebagai Faktor FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDORONG PELAYANAN DINAS KESEHATAN PAMEKASAN TERHADAP PENCAPAIAN VISI, MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH
Penghambat Pendorong
1 2 3 4 5
1 Tingkat pemahaman keluarga dan masyarakat yang masih rendah akan pentingnya makna kesehatan Ibu dan anak serta pemenuhan kebutuhan gizi merupakan permasalahan mendasar yang perlu penanganan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat
Mobilisasi penduduk tinggi, kurang maksimalnya upaya promosi
kesalahan,Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan, metode pelaksanaan posyandu kurang fariatf
Adanya komite kesehatan desa dan kader desa, adanya forum MMD
2 Belum maksimalnya perwujudan lingkungan pemukiman dan tempat aktivitas
perekonomian penduduk yang benar- benar memenuhi syarat kesehatan
Kurang maksimalnya upaya promotif tentang perwujudan lingkungan yang memenuhi syarat, Pola kebiasaan dan perilaku masyarakat yang tidak mudah berubah, Jumlah SDM yang terbatas jika dibanding dengan TPM yang banyak, Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan Merupakan indikator MDGs, adanya organisasi profesi kesehatan lingkungan, adanya CSR
3 Belum optimalnya hasil yang dicapai dalam pengembangan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit, khususnya dalam menekan angka kesakitan, kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit menular dan tidak menular serta wabah dan bencana
Kurang maksimalnya peran serta toga dan toma, koordinasi lintas program kurang maksimal, keterbatasan SDM dan sarana prasarana kesehatan
Adanya nakes yang mengikuti OJT, masuk dalam indikator MDGs
4 Belum optimalnya upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang menuhi standart, bermutu, merata dan terjangkau
Keterbatasan dukungan dana dari APBD II, minimnya sarana dan prasarana sebagai sarana penunjang pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya, SDM yang memiliki kompetensi dibidang pelayanan masih belum terpenuhi
Adanya dukungan dana APBN, adanya standarat penilaian pelayanan kesehatan
5 Belum optimalnya peran serta masyarakat dibidang kesehatan
Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan, keterbatasan sumber daya manusia terutama penyuluh kesehatan dan Minimnya ketersediaan anggaran & media promosi kesehatan
Adanya komite kesehatan desa dan kader desa, adanya forum MMD, SBH, kurangnya dukungan dana APBD
No Sasaran Jangka Menengah Renstra K/L
Sebagai Faktor Tabel 10
PERMASALAHAN PELAYANAN DINAS KESEHATAN PAMEKASAN
BERDASARKAN RENSTRA KEMENTRIAN/ LEMBAGA BESERTA FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDORONG KEBERHASILAN PENAGANANNYA
Penghambat Pendorong
1 2 3 4 5
Tingkat pemahaman keluarga dan masyarakat yang masih rendah akan pentingnya makna kesehatan Ibu dan anak serta pemenuhan kebutuhan gizi merupakan permasalahan mendasar yang perlu penanganan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat
Mobilisasi penduduk tinggi, kurang maksimalnya upaya promosi
kesalahan,Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan, metode pelaksanaan posyandu kurang fariatf
Adanya komite kesehatan desa dan kader desa, adanya forum MMD
Belum maksimalnya perwujudan lingkungan pemukiman dan tempat aktivitas
perekonomian penduduk yang benar- benar memenuhi syarat kesehatan
Kurang maksimalnya upaya promotif tentang perwujudan lingkungan yang memenuhi syarat, Pola kebiasaan dan perilaku masyarakat yang tidak mudah berubah, Jumlah SDM yang terbatas jika dibanding dengan TPM yang banyak, Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan Merupakan indikator MDGs, adanya organisasi profesi kesehatan lingkungan, adanya CSR
Belum optimalnya hasil yang dicapai dalam pengembangan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit, khususnya dalam menekan angka kesakitan, kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit menular dan tidak menular serta wabah dan bencana
Kurang maksimalnya peran serta toga dan toma, koordinasi lintas program kurang maksimal, keterbatasan SDM dan sarana prasarana kesehatan
Adanya nakes yang mengikuti OJT, masuk dalam indikator MDGs
Belum optimalnya upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang menuhi standart, bermutu, merata dan terjangkau
Keterbatasan dukungan dana dari APBD II, minimnya sarana dan prasarana sebagai sarana penunjang pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya, SDM yang memiliki kompetensi dibidang pelayanan masih belum terpenuhi
Adanya dukungan dana APBN, adanya standarat penilaian pelayanan kesehatan
Belum optimalnya peran serta masyarakat dibidang kesehatan
Orientasi perangkat desa & masyarakat tentang bantuan/ stimulan, keterbatasan sumber daya manusia terutama penyuluh kesehatan dan Minimnya ketersediaan anggaran & media promosi kesehatan
Adanya komite kesehatan desa dan kader desa, adanya forum MMD, SBH, kurangnya dukungan dana APBD
Tabel 11
DAN PENDORONG KEBERHASILAN PENAGANANNYA
No Sasaran Jangka Menengah Renstra SKPD Kabupaten/kota
Sebagai Faktor BERDASARKAN RENSTRA SKPD PROVINSI, KABUPATEN/ KOTA BESERTA FAKTOR PENGHAMBAT
PERMASALAHAN PELAYANAN DINAS KESEHATAN PAMEKASAN
VISI POKOK - POKOK VISI PENJELASAN VISI Masyarakat Pamekasan Penduduk Kab. Pamekasan
Mandiri
Tahu, mau dan mampu untuk mengenali, mencegah & mengatasi permasalahan kesehatannya sendiri
Hidup Sehat
Bebas dari gangguan penyakit melalui upaya promotif, preventif, kuratif & rehabilitatif
2025 Batas akhir tujuan yang ingin dicapai Masyarakat Pamekasan
yang mandiri untuk hidup sehat 2025
DINAS KESEHATAN PAMEKASAN PENYUSUNAN DAN PENJELASAN VISI
(√) Rincian (x) (√) Rincian (√) Rincian 1. Masyarakat
Pamekasan
1. Meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit serta kualitas lingkungan dan permukiman masyarakat
2. Mandiri 2. Meningkatkan dan mengembangkan mutu Sumber Daya Kesehatan serta Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat 3. Hidup Sehat 3. Meningkatkan keluarga sehat dan
sadar gizi
4. 2025 4. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang memenuhi standar, bermutu, merata dan terjangkau 5. Meningkatkan pelaksanaan manajemen kesehatan
Stakeholder layanan DINAS KESEHATAN PAMEKASAN PENYUSUNAN PENJELASAN MISI
Tabel 14 Masyarakat Pamekasan yang mandiri untuk hidup sehat 2025 Misi SKPD lain Pengguna layanan Pelaku Ekonomi Lainnya Visi Pokok-pokok visi
Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan
(output) target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp
1 2 3 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
1. Mewujudkan masyarakat bebas dari penyakit serta lingkungan sehat
1. Meningkatnya upaya pencegahan & pemberantasan penyakit
02 01 22 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit
Output : terlaksananya
kegiatan imunisasi 20 Pusk 150,000 20 Pusk 160,000 20 Pusk 175,000 20 Pusk 192,500 20 Pusk 211,750 20 Pusk 889,250 Outcome : desa dengan
imunisasi lengkap 179 179 180 180 180 180
02 01 25
Program Pengadaan, Peningkatan & Perbaikan Sarana dan Prasarana Pusk / Pustu dan jaringannya
Output : pengadaan vaksin carrier dan cold chain
8 bh 310,000 8 bh 321,000 8 bh 327,600 8 bh 332,000 8 bh 338,600 40 1,629,200
Outcome : Tersedianya vaksin carier dan cold chain 179 179 180 180 180 180 02 01 16 Program Upaya Kesehatan Masyarakat Output : terlaksananya kegiatan penyelidikan epidemiologi
20 Pusk 80,000 20 Pusk 88,000 20 Pusk 96,800 20 Pusk 106,480 20 Pusk 117,128 20 Pusk 488,408
Outcome : desa / kelurahan mengalami KLB yang dilakukan PE < 24 jam 100% 100% 100% 100% 100% 100% 02 01 16 Program Upaya Kesehatan Masyarakat Output : terlaksananya pemeriksaan kesehatan CJH
20 Pusk 178,200 20 Pusk 196,020 20 Pusk 215,622 20 Pusk 237,185 20 Pusk 260,903 20 Pusk 1,087,930
Outcome : CJH yang diperiksa kesehatannya 100% 100% 100% 100% 100% 100% d. Cakupan dan penanganan penderita Pneumonia balita
02 01 16 Program Upaya Kesehatan Masyarakat
e. Cakupan dan penanganan pasien baru TB BTA positif 02 01 16 04 Output : terlaksananya kegiatan pencegahan & penanganan HIV/AIDS, TB, Kusta, ISPA dan Diare
20 Pusk 300,000 20 Pusk 330,000 20 Pusk 363,000 20 Pusk 399,300 20 Pusk 439,230 20 Pusk 1,831,530
f. Cakupan penemuan dan penanganan Diare
Outcome : penemuan kasus dan penanganan HIV/AIDS, TB, Kusta, ISPA dan Diare
100% 100% 100% 100% 100% 100%
g. Prevalensi AIDS 4
Tabel 18
Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2017 Tahun 2018
Tujuan Sasaran Program dan Kegiatan Tahun 2016
Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, Dan Pendanaan Indikator SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan
Indikator Sasaran Kode Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan (dalam ribuan)
Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra SKPD 22 12 Peningkatan Imunisasi 02 01 25 xx Pengadaan Alat Penyimpanan Vaksin b. Cakupan penemuan penderita AFP 02 01 16 xx Pengamatan Penyakit Potensial Wabah a. Cakupan desa UCI 02 01 c. Terpantaunya kesehatan haji 02 01 16 19 Operasional Pemeriksaan CJH di Puskesmas Penyelenggaraan Pemberantasan Penyakit Menular dan Wabah
h. Cakupan penemuan dan penanganan DBD
Output : terlaksananya pemberantasan vektor penyakit & penanganan DBD dan Malaria
20 Pusk 46,700 20 Pusk 51,370 20 Pusk 56,500 20 Pusk 62,150 20 Pusk 68,365 20 Pusk 285,085
i. Angka penemuan kasus Malaria per 1.000 penduduk
Outcome : menurunnya angka kesakitan DBD dan Malaria
189 desa 189 desa 189 desa 189 desa 189 desa 189 desa
02 01 25
Program Pengadaan, Peningkatan & Perbaikan Sarana dan Prasarana Pusk / Pustu dan jaringannya Output : pengadaan themefos 1 Pt 35,750 1 Pt 39,325 1 Pt 43,258 1 Pt 47,583 1 Pt 52,342 1 Pt 218,257 Outcome : meningkatnya Pemeriksaan Jentik Berkala
189 desa 189 desa 189 desa 189 desa 189 desa 189 desa
Output : pengadaan
malathion 1 Pt 18,900 1 Pt 20,790 1 Pt 22,869 1 Pt 25,156 1 Pt 27,671 1 Pt 115,386
Outcome : meningkatnya Pemberantasan Sarang Nyamuk
189 desa 189 desa 189 desa 189 desa 189 desa 189 desa
2. Meningkatnya kualitas lingkungan dan permukiman 02 01 21 Program Pengembangan Lingkungan Sehat Output : terlaksananya penyehatan rumah & lingkungan
20 Pusk 250,000 20 Pusk 275,000 20 Pusk 302,500 20 Pusk 332,750 20 Pusk 366,000 20 Pusk 1,526,250
Outcome : meningkatnya kepemilikan sarana sanitasi
50% 75% 75% 78% 79% 80% 80%
Output : terlaksananya pengawasan kualitas air bersih
20 Pusk 105,000 20 Pusk 115,500 20 Pusk 127,050 20 Pusk 140,000 20 Pusk 155,750 20 Pusk 643,300
Outcome : meningkatnya % penduduk yang memiliki akses air bersih
64.50% 67% 67% 68% 69% 70% 70%
Output : terlaksananya
kegiatan pemicuan 43 dusun 30 dusun 350,000 30 dusun 400,000 30 dusun 450,000 30 dusun 500,000 36 dusun 550,000 199 dusun 2,250,000
Outcome : dusun ODF 43 dusun 30 dusun 30 dusun 30 dusun 30 dusun 36 dusun 199 dusun
PAM STBM (APBN)
Output : terlaksananya penyediaan sarana air minum berbasis masyarakat
4 Pusk 1,300,000 4 Pusk 1,500,000 4 Pusk 1,500,000 4 Pusk 1,700,000 4 Pusk 2,000,000 20 Pusk 8,000,000
Outcome : meningkatnya akses masyarakat thdp sarana air minum berbasis masyarakat
4 Pusk 4 Pusk 4 Pusk 4 Pusk 4 Pusk 20 Pusk
Output : terlaksananya pembinaan ttg penyakit akibat lingkungan kerja pada Pasukan Kuning & Pemulung
20 Pusk 200,000 20 Pusk 225,000 20 Pusk 225,000 20 Pusk 225,000 20 Pusk 225,000 20 Pusk 1,100,000 02 01 16 xx Penyelenggaraan Pemberantasan Penyakit Tidak Menular 02 01 25 xx Pengadaan Themefos 02 01 25 xx Pengadaan Malathion a. Prosentase rumah bersanitasi 02 01 21 xx Penyehatan Lingkungan b. Prosentase rumah
tangga pengguna air
bersih
02 01 21 xx Pengawasan Kualitas Air
c. Persentase
penduduk yang
menggunakan
jamban
02 01 21 05 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
Outcome : menurunnya kasus penyakit akibat lingkungan kerja pada Pasukan Kuning & pemulung
20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk
Output : terlaksananya pembinaan dan pengawasan TTU
20 Pusk 50,000 20 Pusk 75,000 20 Pusk 100,000 20 Pusk 125,000 20 Pusk 150,000 20 Pusk 500,000
Outcome : meningkatnya TTU memenuhi syarat kesehatan
74% 77% 80% 82% 85% 85% 85%
Output : terlaksananya pembinaan dan pengawasan TPM
20 Pusk 50,000 20 Pusk 75,000 20 Pusk 100,000 20 Pusk 125,000 20 Pusk 150,000 20 Pusk 500,000
Outcome : meningkatnya TPM memenuhi syarat kesehatan 74% 77% 80% 82% 85% 85% 85% 02 01 25 Program Pengadaan, Peningkatan & Perbaikan Sarana dan Prasarana Pusk / Pustu dan jaringannya Output : pengadaan sanitarian kit 4 Pt 80,000 4 Pt 85,000 4 Pt 90,000 4 Pt 95,000 4 Pt 100,000 20 Pt 450,000 Outcome : tersedianya peralatan pengawasan kualitas lingkungan
4 Pusk 4 Pusk 4 Pusk 4 Pusk 4 Pusk 20 Pusk
2. Mewujudkan SDM kes yang berkualitas serta kemandirian masyarakat untuk hid h t 1. Meningkatnya mutu dan pemerataan SDM kesehatan, sarana d a. Kecukupan tenaga dokter terhadap penduduk 02 01 05 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur b. Rasio tenaga paramedis keperawatan dan non keperawatan terhadap penduduk Output : terlaksananya diklat teknis petugas Puskesmas
20 Pusk 90,000 20 Pusk 150,000 20 Pusk 175,000 20 Pusk 192,500 20 Pusk 211,750 20 Pusk 819,250 c. Rasio kecukupan nakes pada masing- masing sarana Outcome : meningkatnya pengetahuan & ketrampilan nakes
20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk
d. Jumlah kesesuaian kompetensi dan kewenangan nakes
Output : pemilihan nakes
teladan Kabupaten 4 or 21,000 4 or 23,100 4 or 25,410 4 or 27,951 4 or 30,746 4 or 128,207
Outcome : peningkatan
kinerja nakes 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk 20 Pusk
02 01 23 Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan
Output : pelaksanaan pembinaan pelayanan Puskesmas ISO 9001 : 2008
4 Pusk 340,000 6 Pusk 570,000 6 Pusk 570,000 6 Pusk 627,000 6 Pusk 689,700 6 Pusk 2,796,700
Outcome : peningkatan kualitas pelayanan puskesmas ISO 9001 : 2008
4 Pusk 6 Pusk 6 Pusk 6 Pusk 6 Pusk 6 Pusk
Output : audit surveilans
Puskesmas ISO 4 Pusk 150,000 6 Pusk 165,000 6 Pusk 181,500 6 Pusk 199,650 6 Pusk 219,615 6 Pusk 915,765 Output : Puskesmas dg
pelayanan sesuai ISO 9001 : 2008
4 Pusk 6 Pusk 6 Pusk 6 Pusk 6 Pusk 6 Pusk
2. Meningkatnya pelayanan registrasi dan akreditasi terhadap sumber daya kesehatan yang tersedia
02 01 23 Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan
Output : pelayanan rekomendasi perijinan & akreditasi tenaga kesehatan serta sarana / fasilitas kesehatan sesuai peraturan perundang-undangan 100% 100,000 100% 150,000 100% 165,000 100% 181,500 100% 199,650 100% 796,150 02 01 16 15 PAMUNGKAS d. Prosentase TTU memenuhi syarat kesehatan 02 01 21 xx Penyehatan TTU e. Prosentase TPM memenuhi syarat kesehatan 02 01 21 xx Penyehatan TPM
02 01 25 xx Pengadaan sanitarian kit
02 01 05 02 Pelatihan Peningkatan Kompetensi Nakes
02 01 05 03 Lomba Nakes teladan
02 01 23 08 Standarisasi Puskesmas ISO 02 01 23 07 Audit Surveilans Puskesmas ISO a. Tenaga kesehatan dan sarana / fasilitas kesehatan berijin
02 01 28 xx Registrasi & Akreditasi Sumber Daya Kesehatan