• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

10. Program Pelatihan

Untuk menunjang kegiatan pelatihan digunakan program pelatihan sebagai acuan dalam pelatihan. Program pelatihan ini terdiri dari kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam setiap kejuruannya. Unit kompetensi-kompetensi tersebut terdiri atas 2 macam, yaitu :

a. Kelompok unit kompetensi inti

Adalah kompetensi dasar yang harus dicapai sebagai dasar ketrampilan kejuruan. Kompetensi-kompetensi dalam unit inti ini harus dikuasai oleh peserta pelatihan karena sebagai dasar untuk dapat mengikuti materi spesialisasi selanjutnya.

b. Kelompok unit kompetensi spesialisasi/khusus

Adalah kompetetensi lanjutan yang merupakan pengembangan dari kompetensi inti. Kompetensi ini merupakan materi-materi spesialisasi dari sub-sub kejuruan. Adapun contoh dari unit kompetensi inti dan unit kompetensi spesialisasi sebagai berikut :

Tabel 5. Unit Kompetensi Sub Kejuruan Komputer Akuntansi

No Unit Kompetensi Kode Unit JP

I. Unit Kompetensi Inti

1. Mengerjakan persamaan dasar-dasar akuntansi 2. Mengelola buku jurnal

3. Mengelola buku besar

4. Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang

1. Mengolah data akuntansi sistem komputerisasi program DEA

2. Mengolah data akuntansi sistem komputerisasi program MYOB

3. Mengolah data akuntansi sistem komputerisasi program Microsoft Excel

Sumber : Bagian Penyelenggara BBLKI Surakarta B. Deskripsi Permasalahan Penelitian

1. Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Kerja dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya yang Kompetitif di BBLKI Surakarta Tahun 2010 Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kerja yang dilaksanakan oleh Balai Besar Latihan Kerja dan Industri (BBLKI) Surakarta bertujuan untuk peningkatan kualitas sumber daya calon tenaga kerja. Hal ini sesuai dengan informasi yang diperoleh dari wawancara dengan informan I pada tanggal 18 Maret 2011 sebagai berikut :

sudah memiliki kemampuan dan keterampilan, tetapi dirasa masih belum maksimal (masih kurang), ataupun yang sama sekali tidak memiliki keterampilan. Disini kami akan membekali dengan kemampuan dan keterampilan sehingga pencari kerja tersebut akan dapat memperoleh Hal senada juga diungkapkan oleh Informan II pada wawancara tanggal 21 Maret 2011 yaitu :

akan mamasuki dunia kerja. Mereka akan dilatih keterampilan menggunakan dan mengoperasikan alat-alat khususnya yang digunakan di Dari wawancara dengan informasi di atas dapat diketahui bahwa pendidikan dan pelatihan kerja di BBLKI Surakarta bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga mampu berkembang dengan kemampuan dan keterampilan yang maksimal.

Pendidikan dan pelatihan kerja yang dilaksanakan oleh BBLKI Surakarta merupakan rangkaian proses kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan.

Dalam artian tidak hanya dididik tetapi juga dilatih. Hal ini sebagaimana yang diutarakan oleh Informan I pada wawancara tanggal 18 Maret 2011 yaitu:

mengacu pada Diknas, sedangkan pelatihan berhubungan dengan swasta.

Akan tetapi di sini kegiatan pendidikan dan pelatihan dilakukan secara bersamaan, jika pendidikan berkaitan dengan mendidik dan membimbing, dan pelatihan berkaitan dengan melatih, di BBLKI kegiatan tersebut menjadi mendidik, membimbing dan melatih. Sehingga guru disini disebut Hal ini senada dengan yang disampaikan Informan II pada wawancara tanggal 21 Maret 2011yaitu :

ibimbing saja, seperti disekolah misalnya mengerjakan PR, disini juga diberikan uji kompetensi, selain itu juga dilatih misalnya mengoperasikan

alat-Dari beberapa informasidi atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendidikan dan pelatihan di BBLKI Surakarta disebut dengan pendidikan dan pelatihan karena dalam kegiatan tersebut mencakup proses pendidikan yang meliputi mendidik dan membimbing peserta pelatihan, selain itu juga kegiatan pelatihan yang dilakukan dengan melatih peserta menggunakan alat sesuai bidang kejuruan yang dipilih peserta tersebut.

Adapun aktivitas atau kegiatan yang dilakukan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kerja (diklat) di Balai Besar Latihan Kerja Industri meliputi :

a. Recruitment dan Seleksi Peserta 1) Recruitment

Kegiatan rekruitmen merupakan aktivitas awal yang harus dilakukan pihak BBLKI Surakarta. Hal ini bertujuan untuk menjaring calon peserta yang akan mengikuti pelatihan di BBLKI Surakarta.

Publikasi harus dapat tersampaikan secara merata kepada seluruh masyarakat baik masyarakat di sekitar BBLKI maupun masyarakat yang lokasinya berada jauh dari BBLKI. Guna memberikan kesempatan pelatihan seluas-luasnya serta merata kepada seluruh lapisan masyarakat khusunya para pencari kerja, maka BBLKI Surakarta telah menempuh beberapa jalan publikasi antara lain menggunakan media cetak dan

elektronik. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Informan II pada wawancara tanggal 21 Maret 2011 yaitu :

masyarakat, kami menyebarkan leaflet dan brosur yang dibagikan kepada masyarakat secara langsung, di Kantor Kecamatan, Desa atau Kelurahan serta Dinas atau Instansi terkait. Kami juga memasang spanduk di depan pintu masuk BBLKI dan di kantor Disnakertrans Surakarta, dan juga lewat televisi yaitu TA TV dan radio-radio Solo. Selain itu juga dapat diakses melalui Kios 3 in 1.

Hal senada juga diungkapkan oleh Informan I pada wawancara tanggal 18 Maret 2011 sebagai berikut :

agar informasi sampai dipelosok pedesaan kami juga menggunakan media elektronik, yaitu melalui televisi dan radio yang disiarkan oleh radio pemerintah daerah maupun radio swasta. Dan mulai tahun 2009 kemarin sejak diluncurkannya kios 3 in 1, maka informasi pelatihan dapat diakses lewat internet

Adapun brosur yang disebarluaskan kepada masyarakat tersebut secara garis besar berisikan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelatihan meliputi jenis-jenis kejuruan, persyaratan peserta, jadwal tes, seleksi dan pengumuman seleksi, biaya pelatihan serta lama pelatihan.

Dengan brosur tersebut yang dipasang di kelurahan, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) Surakarta dan BBLKI sendiri dinilai sudah cukup menarik perhatian masyarakat dan mampu membangkitkan minat untuk mengikuti pelatihan, seperti halnya yang diungkapkan oleh Informan IV pada wawancara tanggal 29 Maret 2011 yaitu :

tahu kalau ada pelatihan Hal senada juga diungkapkan oleh Informan IX pada wawancara tanggal 31 Maret 2011 sebagai berikut :

Dari wawancara juga diperoleh keterangan bahwa penyebaran informasi juga dilakukan melalui mulut ke mulut. Informasi ini bermula

ketika peserta mengikuti pelatihan di BBLKI Surakarta karena ajakan orang lain maupun mendengar dan melihat pengalaman orang yang pernah ikut pelatihan. Hal ini seperti yang dikemukakan olehInforman VII pada wawancara tanggal 30 Maret 2011 yakni :

ikut pelatihan, saya dari STM Listrik dulunya, maka saya daftar di kejuruan Listrik dan gratis mbak kalau ikut pelatihan di sana.

Hal senada seperti yang diungkapkan oleh Informan VIII pada wawancara tanggal 30 Maret 2011 yaitu :

lagi lewat di depan BBLKI Surakarta terus lihat spanduk kalau BBLKI mau ada pelatihan. Dulunya tetanggaku juga pernah ikut Selain itu penyebaran informasi juga dilakukan melalui sosialisasi dari petugas BBLKI Surakarta dan Depnakertrans dengan perusahaan sekitar khususnya wilayah Surakarta serta instansi yang berkaitan. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Informan I pada wawancara tanggal 18 Maret 2011 bahwa :

diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra kami, perguruan tinggi sekitar BBLKI seperti UNS dan Akademi Teknologi Warga, dinas yang terkait, SMA atau SMK dengan Dari informasi di atas dapat diketahui bahwa usaha BBLKI untuk menyebarluaskan pelatihan dilakukan melalui berbagai cara yaitu melalui media cetak dan elektronik. Melalui media cetak diantaranya dengan pemasangan spanduk informasi pelatihan di depan pintu masuk BBLKI dan di kantor Depnakertrans Surakarta. Disamping itu juga melalui leaflet dan brosur yang disebarluaskan kepada para pencari kerja, kelurahan, kecamatan serta dinas yang terkait.

Dan untuk menjangkau ke seluruh masyarakat sekitar kota Surakarta yang tidak terjangkau dengan media cetak maka dilakukan melalui media elektronik yaitu dengan melalui televisi Surakarta yakni TA TV dan radio-radio baik radio Pemerintah Kota Surakarta maupun

radio swasta. Selain itu juga dilakukan dengan penyebaran informasi dari mulut ke mulut dan melalui sosialisasi dengan perusahaan dan dinas mitra. Bahkan sejak diluncurkan sejak tahun 2009 lalu, masyarakat juga dapat memanfaatkan Kios 3 In 1 untuk mengakses pelatihan, serta mencari informasi yang berkaitan dengan lowongan pekerjaan.

2) Pendaftaran

Setelah penyebaran informasi, tahap selanjutnya diadakan pendaftaran calon peserta pelatihan. Pendaftaran dibuka bagi siapa saja yang merasa membutuhkan pelatihan serta memenuhi persyaratan dan kriteria sebagai calon peserta pelatihan di BBLKI Surakarta. Peserta pelatihan berasal dari daerah eks Karesidenan Surakarta seperti Wonogiri, Karanganyar, Klaten, Boyolali dan Sukoharjo. Hal ini seperti dikemukakan oleh Informan I pada wawancara tanggal 18 maret 2011 yaitu :

daerah sekitar Surakarta seperti Wonogiri, Klaten, Sukoharjo, Boyolali dan Karanganyar. Tetapi ada juga dari daerah lain yang Peserta pelatihan di BBLKI Surakarta berasal dari para pencari kerja, siswa SMK yang sedang mengikuti kegiatan magang industri maupun masyarakat yang pekerjaannya tidak tetap namun ingin meningkatkan keterampilannya. Hal ini seperti diungkapkan oleh Informan II pada wawancara tanggal 21 Maret 2011 bahwa :

persyaratan administrasi, tetapi kami tetap memiliki kriteria tersendiri yakni mengutamakan para pencari kerja. Peserta pelatihanpun tidak sembarangan, dia harus memiliki niat untuk bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan dan memiliki motivasi yang tinggi. Jika dalam wawancara niat mengikuti pelatihan hanya untuk mengisi waktu kosong karena mengganggur, meskipun dia Adapun untuk prosedur pendaftaran peserta pelatihan di BBLKI Surakarta terdiri dari dua macam, yaitu :

a) Untuk pelatihan institusional peserta diharuskan datang sendiri ke BBLKI Surakarta dengan membawa syarat-syarat pendaftaran.

Sedangkan untuk siswa Prakerin yang mengikuti pelatihan swadana maka pendaftaran dilakukan dengan cara kolektif melalui sekolah masing-masing, selanjutnya pihak sekolah akan mengajukan pendaftaran ke BBLKI Surakarta untuk diadakan pelatihan.

b) Untuk pelatihan non institusional, pendaftaran dilakukan secara kolektif dengan dikoordinir oleh Kepala Desa setempat. Permohonan pelatihan tersebut diajukan ke Bapeda Kota Surakarta dan tembusannya dikirimkan ke BBLKI Surakarta dan Disnakertrans Surakarta.

Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Informan I pada wawancara pada tanggal 18 Maret 2011 yaitu :

dengan membawa syarat-syaratnya. Kalau yang swadana (Prakerin) kolektif melalui sekolah masing-masing. Dan untuk yang non institusional, karena dilaksanakan di daerah, maka pendaftaran kolektif melalui Kepala Desa atau Lurah, yang selanjutnya mengajukan dulu ke Bapeda Kota Surakarta, tembusannya baru Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon peserta pelatihan di BBLKI Surakarta dan persyaratan ini berlaku untuk semua pendaftar meliputi :

a) Foto copy kartu kuning (AK 1) sebanyak satu lembar b) Foto copy ijasah terakhir sebanyak 1 lembar

c) Foto copy kartu identitas diri sebanyak satu lembar d) Pas foto ukuran 3 x 4 dan 4 x 6

Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Informan VII pada wawancara tanggal 30 Maret 2011 yaitu :

Hal senada juga diungkapkan oleh Informan VIII pada wawancara tanggal 30 Maret 2011 :

fotocopy Dari informasi di atas dapat diketahui bahwa peserta pelatihan adalah masyarakat yang mengajukan permohonan menjadi peserta pelatihan serta mampu memenuhi persyaratan yang diberikan. Di samping itu peserta juga harus memiliki motivasi tinggi untuk mengikuti pelatihan, serta bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan pelatihan dengan baik. Peserta pelatihan berasal dari daerah sekitar eks Karesidenan meliputi Boyolali, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten dan Wonogiri. Peserta pelatihan terdiri dari pencari kerja, siswa Prakerin, maupun masyarakat yang sudah bekerja namun pekerjaannya tidak tetap dan ingin meningkatkan keterampilannya. Mereka dapat mengikuti pelatihan baik institusional maupun non institusional. Prosedur pendaftaran pelatihan institusional dilakukan dengan cara peserta datang ke BBLKI Surakarta, sedangkan yang non institusional dilakukan secara kolektif melalui Kepala Desa atau Lurah masing-masing daerah. Adapun persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh pendaftar adalah kartu kuning, foto copy ijasah dan kartu identitas diri serta pas foto.

3) Seleksi Peserta

Proses seleksi dilakukan untuk mendapatkan input yang terbaik sehingga output yang dihasilkan akan baik pula. Apabila masukannya sudah baik maka setelah mengikuti proses kegiatan, hasil keluaranpun akan maksimal. Diadakannya seleksi peserta bertujuan untuk memperoleh peserta pelatihan yang tepat sasaran, sesuai minat dan bakat sehingga dalam proses kelanjutannya tidak menemui kesulitan dalam mengikuti pelatihan. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Informan II pada wawancara tanggal 21 Maret 2011 sebagai berikut :

minat peserta, karena mereka berasal dari latar belakang yang berbeda. Di dalam seleksi ada tes akademik, tes psikotes dan wawancara yang dikaitkan dengan minat peserta, selain itu juga dapat mengetahui seberapa besar motivasinya mengikuti

Hal senada juga dikemukakan oleh Informan VII yang juga mengikuti proses seleksi, pada wawancara tanggal 30 Maret 2011 yaitu:

tertulis juga tes wawancara. Karena saya dari STM Listrik maka saya ditanya seputar listrik, dan akhirnya saya masuk Kejuruan Informasi yang sama juga disampaikan oleh Informan IX pada wawancara tanggal 31 Maret 2011 :

kayak di SMK tetapi saya sedikit bisa komputer maka saya memilih jurusan Komputer Akuntansi. Saya juga ikut tes tertulis,

Seleksi peserta pelatihan hanya diperuntukkan bagi calon peserta pelatihan institusional, sedangkan untuk non institusional tidak dilakukan seleksi tergantung pemohon dalam lampiran permohonan. Hal ini sesuai dengan informasi yang dikemukakan oleh Informan I pada wawancara tanggal 18 Maret 2011 sebagai berikut :

BBLKI Surakarta atau institusional, sedangkan untuk yang diadakan di luar atau non institusional tidak diadakan seleksi Informasi lain ditambahkan Informan II pada wawancara tanggal 21 Maret 2011 yaitu :

pelatihan, maka peserta pelatihan didasarkan usulan yang kemudian diseleksi dan dibahas oleh tim identifikasi kebutuhan latihan, dengan mempertimbangkan petunjuk dan saran-saran dari Bappeda Surakarta, seleksi dilakukan oleh tim rekruitmen bekerjasama Pendaftaran peserta non institusional dilakukan secara kolektif dan diajukan oleh Kepala Desa atau Lurah. Apabila permohonan telah disetujui oleh Bapeda Kota Surakarta, maka pihak BBLKI tinggal datang untuk melakukan pelatihan. Adapun peserta pelatihan ditentukan oleh Kepala Desa/Lurah setempat dengan mempertimbangkan masukan dari warga yang akan dilatih.

Sedangkan untuk pelatihan swadana selama tahun 2010 diikuti oleh pencari kerja serta siswa SMK yang mengadakan Praktek Kerja Industri (Prakerin). Dari pihak sekolah yang mengadakan Prakerin mengusulkan diadakannya pelatihan di BBLKI Surakarta untuk siswa yang mengikuti Prakerin. Lama pelatihanpun juga berbeda, untuk program pelatihan swadana yang diikuti oleh pencari kerja jumlah jam pelatihan sebanyak480 jam, sedangkan untuk Prakerin diadakan 1 sampai dengan 2 minggu. Hal ini dikarenakan siswa Prakerin sudah mendapatkan teori di sekolah, sehingga di BBLKI hanya mengikuti pelatihan praktek. Hal ini sesuai dengan informasi dari Informan II pada wawancara tanggal 21 Maret 2011 yaitu :

ikuti oleh para pencari kerja dan siswa SMK yang mengadakan Prakerin di BBLKI. Pencaker datang langsung ke sini dan mengikuti proses pendaftaran dan seleksi, sedangkan yang Prakerin yang mengusulkan adalah dari pihak sekolah masing-masing. Waktu pelatihanpun juga berbeda, yang Prakerin lebih cepat biasanya hanya 1 minggu, karena mereka sudah dapat teori di sekolah, sehingga di sini hanya mengikuti Dari data di atas dapat diketahui bahwa seleksi diadakan untuk mengetahui minat dan bakat peserta yang mengikuti pelatihan, sehingga dalam mengikuti kegiatan pelatihan tidak menemui kesulitan. Proses seleksi dilakukan hanya pada pelatihan institusional yang terdiri atas pelatihan non swadana dan swadana, sedangkan untuk non institusional tidak diadakan seleksi oleh BBLKI akan tetapi oleh Kepala pemerintahan atau Lurah setempat.

4) Penerimaan Calon Peserta

Peserta yang sudah mendaftar dan lolos seleksi administrasi tahap selanjutnya adalah seleksi tertulis dan wawancara. Dalam penyeleksian tersebut diadakan perankingan yang disusun berdasarkan nilai yang paling tinggi hingga paling rendah. Dari jumlah yang lolos seleksi maka akan diambil 16 hingga 20 besar tiap kelasnya untuk

menjadi peserta pelatihan. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Informan II pada wawancara tanggal 21 Maret 2011 sebagai berikut :

selanjutnya peserta yang lolos kami panggil lagi untuk ikut seleksi.

Seleksinya meliputi tes akademik, tes kemampuan umum dan wawancara. Dari situ nanti dibuat ranking dari nilai yang paling tinggi hingga rendah, dan dapat diketahui mana-mana peserta yang lolos seleksi yang akan diambil 16 sampai 20

Pembatasan peserta pelatihan untuk tiap kelasnya sesuai dengan ketentuan dari ILO (International Labour Organization) yang membatasi jumlah pelatihan sebanyak 16 hingga 20 orang untuk masing-masing kelasnya. Hal ini bertujuan agar lebih mudah dan efisien dalam proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Informan II pada wawancara tanggal 21 Maret 2011 yaitu :

sudah ditentukan dari ILO (International Labour Organization), dan dalam kenyataanya akan lebih mudah dengan peserta yang sedikit dibanding dengan peserta yang banyak seperti di sekolah konvensional (umum) akan lebih mudah dalam pengawasan dan melatih mereka, karena terkadang kita harus mengajari satu-satu.

Dari informasi di atas dapat diketahui bahwa tujuan dibuatnya ranking dalam penerimaan calon peserta adalah untuk mengetahui peserta yang lolos seleksi dan memperoleh jumlah peserta sesuai dengan batas ketentuan. Adapun jumlah peserta pelatihan dibatasi antara 16 hingga 20 orang untuk masing-masing kelas berdasarkan ketentuan dari ILO. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pembelajaran serta instruktur akan lebih mudah untuk mengawasi dan memberikan materi kepada peserta pelatihan.

b. Pelaksanaan Pelatihan

Dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di BBLKI Surakarta pada dasarnya dibagi menjadi dua yaitu pelatihan institusional yang

diselenggarakan di dalam BBLKI Surakarta, dan pelatihan non institusional yang diselenggarakan di luar BBLKI.

1. Pelatihan Institusional

Pelaksanaan pelatihan institusional, dilakukan dengan cara penyesuaian antara peserta dan pelatih, kegiatan tatap muka, praktek, seminar dan diskusi. Kegiatan tatap muka dilakukan di dalam kelas.

Sedangkan kegiatan praktek dilakukan di bengkel kerja atau ruang praktek yang telah disediakan.

Adapun kompetensi yang harus dicapai oleh peserta sesuai dengan kejuruannya masing-masing, terdiri atas 60% sikap dalam bekerja, 20% pengetahuan (knowledge), dan 20% keterampilan (skill). Aspek sikap mencakup bagaimana sikap seseorang bekerja meliputi kebersihan, kerapian, dan hasil yang memuaskan. Di dalam dunia kerja yang paling dibutuhkan adalah performancepekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Keberhasilan dalam menyelesaikan pekerjaan dapat dilihat dari ketepatan waktu dan hasil dari pekerjaan tersebut sesuai dengan yang diharapkan. Apabila pekerjaan tersebut diselesaikan tepat pada waktunya akan tetapi hasilnya kurang memuaskan maka dapat dikatakan pekerjaan tersebut tidak berhasil. Selain itu dengan melihat sikap seorang bekerja pada saat bekerja akan dapat diketahui sejauh mana penguasaan pengetahuan dan keterampilannya. Dengan mampu menganalisis penyebab suatu permasalahan dan tindakan yang dilakukan akan membuktikan bahwa pekerja tersebut mempunyai penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang baik. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Informan II pada wawancara tanggal 21 Maret 2011 yaitu :

masing-masing jurusannya dengan komposisi 60% sikap,20%

knowledge, dan 20% skill. Kenapa lebih banyak ke sikap? karena nanti di dalam dunia kerja yang paling penting adalah performance Hal senada juga disampaikan oleh Informan I pada wawancara tanggal 18 Maret 2011 :

atihan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan di pasar kerja. Dan saat ini yang dibutuhkan adalah performance dalam bekerja.

Performance akan membuktikan apakah pekerja ini bisa bekerja atau tidak, misalnya jika dalam listrik terjadi konsleting maka pekerja ini harus tahu kenapa kok terjadi konsleting, mana saja yang mati, terus Dari informasi di atas maka dapat diketahui bahwa kompetensi yang harus dicapai oleh peserta setelah mengikuti pelatihan adalah sikap, keterampilan dan pengetahuan. Aspek sikap merupakan aspek yang penting, sebab sikap seseorang dalam bekerja akan menentukan hasil pekerjaanya, di samping itu juga akan membuktikan bahwa pekerja tersebut memiliki tingkat penguasaan keterampilan dan pengetahuan yang baik.

Pelaksanaan diklat institusional dilakukan dalam 3 tahap yakni angkatan I, II dan III. Untuk angkatan I dilaksanakan pada bulan April 2010 hingga Juli 2010, angkatan II pada bulan Mei hingga Agustus 2010 dan angkatan III dimulai pada bulan Juli hingga Oktober 2010. Setiap kejuruan diselenggarakan selama 480 jam (1 jam = 45 menit), kecuali untuk jurusan Operator Komputer 1 dan Bahasa Inggris yang dilaksanakan dalam waktu 260 jam. Pada tahun diklat 2010 diklat institusional diikuti oleh 435 peserta yang terdiri atas 128 peserta pada angkatan I, 109 peserta pada angkatan II dan 198 peserta pada angkatan III. Jumlah tersebut terdiri atas 141 peserta wanita dan 294 peserta laki-laki. Adapun biaya pendidikan dan pelatihan ini dibebankan pada anggaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) No. 099/026-13.1/-/2009 tanggal 31 Desember 2009. Hal ini sesuai dengan keterangan dari Informan I pada wawancara tanggal 18 Maret 2011 yaitu :

angkatan, yakni angkatan I dimulai dari tanggal 5 April 2010 sampai 20 Juli 2010. Angkatan II dimulai pada tanggal 3 April 2010 sampai dengan 16 Agustus 2010. Angkatan III dimulai pada tanggal 5 Juli 2010 sampai dengan 21 Oktober 2010. Pelatihannya sendiri pada angkatan I meliputi jurusan Mobil Bensin, Sepeda Motor, Las, Audio Video, Wiekel, Administrasi Bisnis, Operator Komputer, Bahasa Inggris, CNC,Akuntansi, Pendingin, Menjahit, Mesin

Logam, Listrik,dan Sekretaris Kantor. Sedangkan untuk biayanya berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) No 099/026-

13.1/-Sedangkan untuk pelatihan diklat dasar instruktur dilaksanakan hanya dalam satu angkatan dan dengan waktu pelatihan selama 7 bulan yang dimulai pada 14 April 2010 hingga 24 November 2010. Diklat dasar instruktur dibuka 3 jurusan yaitu jurusan otomotif, menjahit dan teknologi mekanik. Adapun diklat ini diikuti oleh 48 peserta yang terdiri atas 30 peserta laki-laki dan 18 perempuan.

Pola pelatihan institusional yang diselenggarakan oleh BBLKI Surakarta lebih menekankan pada pemberian praktek daripada teori, dengan prosentase 30% pemberian materi teori dan 70% materi praktek.

Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Informan III pada wawancara tanggal 25 Maret 2011 yaitu :

keterampilan biar mereka bisa langsung mempraktekannya sehingga

keterampilan biar mereka bisa langsung mempraktekannya sehingga