• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

H. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian adalah tata urutan atau langkah-langkah rinci yang harus ditempuh untuk melaksanakan penelitian. Hal ini dimaksudkan agar penelitian dapat berjalan teratur sehingga hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan.

Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini secara garis besar dapat dibagi menjadi beberapa tahap yaitu: 1) tahap persiapan, yaitu pengumpulan informasi sampai pada bahan teori yang mendukung perumusan masalah; 2) tahap pelaksanaan, peneliti mulai mengadakan observasi, survey dan pengumpulan data di lapangan; 3) tahap akhir penelitian, kegiatannya terdiri dari analisis data, penarikan kesimpulan dan penyusunan laporan penelitian.

Secara terperinci, prosedur penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Studi pendahuluan Penyediaan Data

Data Reduksi Data

Display Data

commit to user

Tahap ini dilakukan sebelum penyusunan proposal dan pengurusan ijin penelitian. Pada tahap ini peneliti belum memulai pengumpulan data.

Kegiatan ini dilakukan untuk pengenalan kondisi lapangan untuk memahami kondisi local yang dijadikan latar belakang penelitian.

2. Tahap pra lapangan

Pada tahap ini dilakukan berbagai kegiatan sebelum peneliti terjun ke lapangan seperti penyusunan proposal penelitian danpengajuanperijinan penelitian kepada pihak-pihak yang terkait untuk memenuhi syarat administrasi sebuah penelitian.

3. Tahap lapangan

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah kegiatan pengumpulan data yang diperlukan.

4. Tahap analisis data

Pada tahap ini peneliti membaca, menelaah, menafsirkan, mengklasifikasikan serta menginterpretasikan data yang diperoleh. Untuk memperkuat analisis tersebut, peneliti membandingkan data yang diperoleh dari lapangan dengan teori yang relevan. Tahap analisis data diakhiri dengan pengambilan kesimpulan.

5. Tahap penyusunan laporan penelitian

Pada tahap ini peneliti menulis laporan penelitian berikut dengan penggandaannya.Tahap ini merupakan tahap akhir dari suatu penelitian.

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada skema prosedur penelitian di

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Lokasi penelitian

1. Sejarah Berdirinya Balai Besar Latihan Kerja Industri(BBLKI) Surakarta Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Surakarta berdiri sejak tahun 1947, ide pendirian berasal dari Tentara Pelajar di Surakarta sebagai ungkapan rasa patriotisme dan cinta tanah air. Sebelum menjadi BBLKI, lembaga ini mengalami beberapa kali pergantian nama. Hal ini dikarenakan untuk menyesuaikan dengan peran dan fungsi dalam mengantisipasi kebutuhan industri.

Pada awal pendiriannya yaitupada tahun 1947 memiliki nama Perindustrian Lawu Komplek (PLK) Jawatan Pembangunan Perusahaan Kementerian Pembangunan dan Pemuda. PLK bertempat di Desa Balong Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar, dengan jenis pelatihan yang dilakukan yaitu: pande besi/kerajinan kayu dan listrik. Kemudian pada tahun 1950 PLK berubah menjadi Pusat Latihan Kerja (PLK) Surakarta Jawatan Penempatan Kerja Kementrian Perburuhan RI dan dipindahkan ke Jalan Jebres No 184 Surakarta. Kegiatan pelatihannya juga bertambah antara lain : kerja plat, modevak, tata buku, dan montir mobil. Pada tahun 1953 PLK Surakarta dipindahkan ke Jalan Slamet Riyadi No 252 Surakarta sampai dengan tahun 1955.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perburuhan RI No. 5636/55 Tanggal 19 September 1955 tentang Penyelenggaraan Tugas-Tugas PLK, nama PLK diubah menjadi Pusat Latihan Kerja Industri (PLKI). PLKI berada di bawah Lembaga Pembinaan Tenaga Kerja Menteri Tenaga Kerja RI, dan berpindah ke Jalan Bhayangkara No 38 Surakarta. Kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan PLKI adalah melatih para eks pejuang yang membutuhkan keterampilan/keahlian dengan bekerjasama dengan BRN (Biro Rekonstruksi Nasional).

Pada tahun 1972 Departemen Tenaga Kerja dirubah menjadi Departemen Tenaga Kerja Transmigrasi dan Koperasi (Depnakertranskop), dan pergantian nama ini terus berlanjut hingga tahun tahun 1983 berganti nama menjadi Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). Sehingga pada tahun 1984 PLKI berubah menjadi BLK (Balai Latihan Kerja) berdasarkan SK. Menaker No.

181/MEN/1984 tanggal 26 Juli 1984. Selanjutnya pada tahun 1997 berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep.88/MEN/1997 BLK Surakarta berubah nama menjadi Balai Latihan Kerja Industri (BLKI).

BLKI Surakarta adalah instansi pemerintah atau Unit Pelaksana Teknis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Tengah yang merupakan unsur pelaksana operasional Pmerintah Daerah Propinsi Jawa Tengah. Sejak tanggal 12 Januari 2005 BLKI menjadi Unit Pelaksana Teknis Pusat di Lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri, hal ini sesuai dengan Berita Acara Serah Terima Satuan Kerja dari Tim Keppres No. 157 tahun 2000 kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No 047/OTDA/2005 tanggal 12 Januari 2005.

Pada tahun 2006 BLKI Surakarta berubah nama menjadi Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Surakarta dan nama tersebut berlaku sampai sekarang. Perubahan tersebut mengacupada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor PER. 06/MEN/III/2006 tanggal 15 Maret 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT di Lingkungan Departemen Tenaga Kerja Transmigrasi. Eselonisasi di Lembaga inipun meningkat, semula IIIa menjadi IIb.

2. Visi dan Misi BBLKI Surakarta

Sebuah organisasi harus memiliki Visi dan Misi. Visi merupakan suatu pernyataan tentang gambaran keadaan atau suatu pandangan ke depan berkaitan dengan sasaran atau tujuan akhir yang ingin dicapai organisasi pada masa yang akan datang. Sedangkan misi merupakan pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan dan merupakan petunjuk garis besar dari suatu organisasi dalam usaha pencapaian visi. Dalam usaha untuk mencapai tujuannya, BBLKI Surakarta memiliki visi dan misi yaitu :

a. Visi

Adapun visi BBLKI Surakarta yaitu sebagai pusat pengembangan sumberdaya manusia melalui pelatihan. BBLKI Surakarta adalah salah satu dari 11 BBLKI yang ada di seluruh Indonesia yang bergerak dibidang pengembangan sumber daya manusia melalui program pelatihan.

b. Misi

Guna mewujudkan visi yang ditetapkan, maka perlu didukung oleh misi sebagai suatu pernyataan dalam menetapkan tujuan dan sasaran yang dicapai. Adapun misi BBLKI Surakarta adalah :

1) Mengembangkan sistem dan metode pelatihan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja

2) Mengimplementasikan sistem dan metode pelatihan kerja

3) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana pelatihan sesuai dengan perkembangan iptek

4) Mengembangkan jejaring kerjasama dan komunikasi antar lembaga

5) Meningkatkan pemberdayaan lembaga pelatihan dan pengabdian masyarakat

3. Tugas Pokok dan Fungsi BBLKI Surakarta

Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. No.

PER. 06/MEN/III/2006 tanggal 15 Maret 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, tugas pokok dan fungsi BBLKI Surakarta sebagai berikut :

a. Tugas Pokok

BBLKI Surakarta mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan pelatihan, peningkatan produktivitas, sertifikasi, konsultasi dan kerjasama serta pemberdayaan lembaga pelatihan.

b. Fungsi BBLKI Surakarta

Berkaitan dengan tugas pokok di atas maka BBLKI Surakarta mempunyai beberapa fungsi antara lain:

1) Penyusunan rencana, program dan anggaran, pengembangan program pelatihan dan produktivitas dan sertifikasi pelatihan kerja industri.

commit to user

2) Penyelenggaraan program pelatihan dan produktivitas, sertifikasi, pengembangan program dan konsultasi pelatihan kerja industri.

3) Pelaksanaan koordinasi dan evaluasi pelatihan, sertifikasi, pemasaran dan kerjasama kelembagaan serta pelaporan.

4) Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga BBLKI Surakarta 4. Struktur Organisasi BBLKI Surakarta

Struktur organisasi BBLKI Surakarta pada awal berdiri masih sangat sederhana, namun seiring berjalan waktu dengan perkembangan yang semakin pesat, struktur organisasipun semakin kompleks. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pembagian tugas, mempermudah pengawasan, serta memperlancar arus administrasi dan koordinasi seluruh bagian. Berikut ini struktur organisasi di BBLKI Surakarta

Adapun pembagian tugas dan tanggung jawab serta wewenang dari masing-masing jabatan di BBLKI Surakarta adalah sebagai berikut :

Gambar 7.Struktur Organisasi BBLKI Surakarta

a) Kepala BBLKI Surakarta membawahi bagian tata usaha, dua bidang yaitu bidang program dan evaluasi, dan bidang penyelenggara dan kerjasama serta tenaga fungsional. Kepala BBLKI memimpin semua program dan kegiatan dengan melalui bidang-bidang kerjanya.

b) Bagian Tata Usaha memiliki dua sub bagian yaitu sub bagian keuangan dan kepegawaian serta sub bagian tata usaha dan rumah tangga. Bagian Tata Usaha ini mengurusi semua kegiatan yang berkaitan dengan administrasi di BBLKI Surakarta.

c) Bidang Program dan Evaluasi terdiri dari dua seksi yaitu seksi program dan seksi pelaporan dan evaluasi. Bidang program dan evaluasi memiliki tugas untuk menyusun program diklat, melakukan evaluasi diklat serta menyusun laporan dari program-program yang telah dijalankan.

d) Bidang Kerjasama dan penyelenggara terdiri dari dua seksi yaitu seksi penyelenggara dan seksi kerjasama antar lembaga. Adapun tugas pokok dari bidang ini adalah mengatur dan menyelenggarakan program-program diklat serta melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga yang berkaitan dengan diklat maupun penempatan magang, serta menjalin hubungan dengan stakeholder berkaitan dengan penempatan kerja baik instansi pemerintah maupun swasta.

e) Tenaga fungsional yang terdiri dari instruktur dalam berbagai kejuruan, yang memiliki tugas pokok yaitu melaksanakan diklat berkaitan dengan fungsi membimbing, mendidik dan melatih siswa dalam meningkatkan kualitas siswa pelatihan sesuai dengan masing-masing bidang kejuruan.

5. Sumber Daya Manusia

BBLKI Surakarta memiliki cukup banyak sumber manusia sebagai pegawai dan karyawan. Untuk memperlancar kegiatan organisasi mereka dibagi atas beberapa unit kerja. Adapun sumber daya manusia di BBLKI Surakarta adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Sumber Daya Manusia Di BBLKI Surakarta

Unit Kerja dan Status Kepegawaian Jumlah

Orang

Pejabat Struktural

Kepala BBLKI 1

Bagian Tata Usaha

1. Kepala Bagian Tata Usaha

2. Sub Bag Umum dan Rumah

1. Kabid. Program dan Evaluasi 2. Seksi Program

3. Seksi Evaluasi dan Pelaporan

1

1. Kabid. Penyelenggaraan dan Kerjasama

2. Seksi Penyelenggaraan

3. Seksi Kerjasama Antar Lembaga

1

Sumber : Bagian Kepegawaian BBLKI Surakarta

Sumber daya manusia yang terdapat di BBLKI Surakarta terdiri atas pejabat struktural dan pejabat fungsional. Pejabat struktural memegang tugas yang berkaitan dengan tugas-tugas struktural lembaga. Sedangkan pejabat fungsional memiliki tugas yang berkaitan dengan pelaksanaan teknis pelatihan.

6. Jenis Kejuruan

BBLKI Surakarta adalah lembaga pelatihan yang memberikan pelatihan di bidang kejuruan. Sehingga peserta pelatihan yang mengikuti pelatihan dapat

memiliki kemampuan dan keahlian di bidang kejuruan tertentu. Adapun beberapa program pelatihan kejuruan yang dilaksanakan oleh BBLKI Surakarta antara lain :

Tabel 3. Jenis Program Kejuruan

No Jenis Kejuruan Jenis Sub Kejuruan

1. Otomotif a) Mobil Bensin/Diesel

b) Sepeda Motor

2. Mesin Logam

a) Mesin Logam b) CNC

c) LAS

3. Listrik

a) Elektronika b) Instalasi Listrik c) Teknik Pendingin d) Rewinding/Weikel

e) Programmable Logic Controller

4. Konstruksi a) Finishing

b) Konstruksi Batu / Kayu

5. Tata Niaga

a) Komputer Akuntansi b) Operator Komputer c) Administrasi Bisnis d) Bahasa Inggris e) Sekretaris Kantor

6. Aneka Kejuruan

a) Menjahit b) Bordir c) Ukir Kayu

Sumber : Bagian Penyelenggara BBLKI Surakarta

Program Pelatihan Kejuruan yang diselenggarakan di BBLKI Surakarta dibagi dalam 6 jenis kejuruan yaitu kejuruan otomotif, kejuruan mesin logam, kejuruan listrik, kejuruan konstruksi/bangunan, kejuruan tata niaga dann aneka kejuruan. Masing-masing kejuruan tersebut terdiri atas beberapa macam sub kejuruan/jurusan. Adapun pembagian sub kejuruan ini didasarkan pada kompetensi dasar yang dipelajari.

7. Jenis Pelatihan

Dalam upayanya untuk pengembangan sumber daya manusia, pelatihan yang diselenggarakan oleh BBLKI Surakarta dapat dikelompokkan dalam beberapa jenis. Adapun uraiannya adalah sebagai berikut :

a. Tempat Pelatihan

Berdasarkan lokasi atau tempat pelatihan, BBLKI Surakarta menyelenggarakan pelatihan dalam 2 jenis yaitu institusional dan non institusional. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan sasaran pelatihan, sehingga tidak hanya masyarakat yang berdada disekitar BBLKI Surakarta saja yang dapat mengikuti pelatihan tetapi juga masyarakat yang lokasinya berada di pedesaan

1) Pelatihan Institusional

Pelatihan institusional adalah pelatihan yang kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di dalam lingkungan BBLKI Surakarta. Sehingga peserta pelatihan mengikuti proses pelatihan dilokasi BBLKI Surakarta.

Adapun pelatihan institusional ini terdiri atas pelatihan berbasis kompetesi, diklat dasar instruktur dan pelatihan swadana.

2) Pelatihan Non Institusional

Pelatihan non institusional adalah pelatihan yang pelaksanaannya di luar lingkungan BBLKI Surakarta. Pelatihan ini dilaksanakan di daerah yang mengusulkan pelatihan. Pelatihan ini terdiri atas pelatihan berbasis masyarakat dan pelatihan pemagangan berbasis pengguna dalam negeri.

b. Biaya Pendidikan

Biaya pendidikan adalah salah satu penunjang kelancaran dalam proses pelatihan. Sebagai salah satu lembaga pemerintah di bawah Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dalam penyelenggaraan pelatihan BBLKI Surakarta memperoleh bantuan dana dari pemerintah, akan tetapi dalam jumlah yang terbatas. Berdasarkan biaya yang digunakan, pelatihan di BBLKI Surakarta dibagi menjadi 2 jenis yaitu:

1) Pelatihan yang dibiayai Pemerintah

Pelatihan ini memperoleh dana bantuan dari pemerintah melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) No. 099/026-13.1/-/2009 tanggal 31 Desember 2009. Adapun pelatihan yang memperoleh dana tersebut adalah pelatihan berbasis kompetensi, pelatihan berbasis masyarakat, diklat dasar instruktur dan pelatihan pemagangan berbasis pengguna dalam negeri.

2) Pelatihan Swadana

Pelatihan ini diselenggarakan berdasarkan biaya dari pemohon yang mengusulkan diadakannya pelatihan. Adapun peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah siswa Praktek Kerja Industri (Prakerin) dan pencari kerja.

8. Pelayanan Publik

Sebagai lembaga pemerintah yang bergerak dibidang pelatihan, BBLKI Surakarta memberikan pelayanan kepada masyarakat baik pelatihan, sertifikat maupun informasi yang berkaitan dengan lowongan pekerjaan.

a. Pelayanan Pelatihan

Pelayanan pelatihan yang diselenggarakan oleh BBLKI Surakarta meliputi :

1) Pelatihan Berbasis Kompetensi

Pelatihan berbasis kompetensi adalah pelatihan institusional yang didanai oleh pemerintah. Selama tahun 2010 pelatihan berbasis kompetensi dilaksanakan dalam tiga angkatan yaitu :

a) Angkatan I meliputi jurusan mobil bensin, sepeda motor 1, Las, audio video, wiekel, administrasi bisnis operator komputer 1 dan bahasa

inggris. Pelatihan ini dilaksanakan sebanyak 480 jam atau 4 bulan, kecuali jurusan Bahasa Inggris 1 dan Operator Komputer 1 sebanyak 160 jam

b) Angkatan II meliputi jurusan CNC, pendingin, akuntansi, menjahit, operator komputer 2, bahasa Inggris 2 dan sekretaris kantor. Pelatihan ini dilaksanakan sebanyak 480 jam, kecuali untuk jurusan Bahasa Inggris 2 dan Operator Komputer 2 sebanyak 160 jam

c) Angkatan III meliputi jurusan mobil diesel, sepeda motor, mesin logam, las listrik, CNC, PLC, Radio dan audio, dan Bordir. Pelatihan ini dilaksanakan sebanyak 480 jam, sedangkan untuk Bahasa Inggris 3 dan 4 serta jurusan Operator Komputer 3 dan 4 sebanyak 160 jam

2) Diklat Dasar Instruktur

BBLKI Surakarta juga menyelenggarakan diklat dasar instruktur yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi para calon instruktur yang ada di seluruh Indonesia, baik yang bernaung dalam UPTP ataupun UPTD. Adapun tujuan dari diklat dasar instruktur adalah untuk persiapan pesertadalam mengajar, sehingga apabila mereka lulus diklat ini akan mendapatkan lisensi untuk dapat mengajar di daerah masing-masing. Pada tahun 2010 diklat dasar instruktur meliputi jurusan otomotif, menjahit dan teknik mekanik.

3) Pelatihan Berbasis Masyarakat

Adalah pelatihan yang dilaksanakan di luar lingkungan Balai Besar Latihan Kerja dan Industri Surakarta, yakni bertempat di kelurahan atau desa yang mengusulkan diadakannya pelatihan. Selama tahun 2010 telah diadakan sebanyak lima (5) kali pelatihan dengan lokasi di sekitar BBLKI Surakarta

4) Pelatihan Pemagangan Berbasis Pengguna Dalam Negeri

Adalah pelatihan yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja dengan melakukan magang di perusahaan-perusahaan mitra BBLKI. Pada tahun 2010 pelatihan ini meliputi jurusan las listrik, logam, sepeda motor, dan menjahit.

5) Pelatihan Up-Grading

Selain pelatihan yang bersifat teknis untuk beberapa kejuruan, BBLKI Surakarta juga menyelenggarakan Up-Grading yang bertujuan untuk menyegarkan kembali pikiran setelah mengadakan pelatihan.

Disamping itu juga menambah pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pelaksanakan yang baik, efektif dan profesional sesuai dengan standar pelatihan yang ditetapkan. Tujuan utama Up-Gradingadalah untuk membentuk peserta pelatihan yang memiliki kompetensi dalam hal-hal berikut :

a) Menganalisis kebutuhan pelatihan b) Merancang program pelatihan c) Menyajikan program pelatihan d) Mengelola kelas dan tempat praktek e) Memimpin dan memberikan teladan f) Melakukan pembinaan pelatihan b. Pelayanan Sertifikasi

Disamping memberikan pelatihan, BBLKI Surakarta juga melayani sertifikasi kompetensi. Sertifikasi kompetensi merupakan bentuk pengakuan formal terhadap kualitas lulusan pelatihan kerja atau tenaga kerja setelah mengikuti proses uji kompetensi. Adapun bidang pelayanan sertifikasi meliputi bidang otomotif, bidang Las, bidang mesin logam, bidang listrik instalasi serta bidang menjahit

c. Kios 3 In 1

Sebagai salah satu implementasi kebijakan dari Pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI adalah menerapkan Three In One (3 In 1) yaitu Pelatihan, Sertifikasi dan Penempatan dalam satu lokasi.

Program pelatihan yang dilaksanakan harus terkait dengan sertifikasi dan penempatan baik dalam hubungan kerja maupun usaha mandiri.Oleh karena itu BBLKI Surakarta menerapkan KIOS 3 In 1 (sebagai pusat informasi pelatihan, sertifikasi dan penempatan secara online).

9. Tenaga Pelatih dan Sarana Pelatihan

Untuk menunjang jalannya pelatihan salah satu faktor yang penting adalah tersedianya fasilitas yang memadai baik tenaga pelatih maupun sarana pelatihan.

a. Tenaga Pelatih/Instruktur

Berdasarkan tingkat pendidikan formal dari instruktur di BBLKI Surakarta secara rinci adalah sebagai berikut:

1) Magister (S2) sebanyak 2 orang berasal dari kejuruan Otomotif dan kejuruan Tata Niaga

2) Sarjana sebanyak 47 orang

3) Sarjana muda (DI/DIII) sebanyak 12 orang 4) SMA sebanyak 6 orang

Adapun tingkat pendidikan formal instruktur untuk setiap kejuruannya adalah sebagai berikut :

Tabel 4. Pendidikan Formal Instruktur

No Kejuruan

Jenis

Kelamin Tingkat pendidikan

Jumlah L P S-2 S-1 D-4 D-3 D-2 SMA

1 Teknologi Mekanik 17 - - 13 - 3 - 1 17

2 Otomotif 10 - 1 8 - 1 - - 10

3 Listrik 17 - - 10 - 6 1 - 17

4 Bangunan 3 - - 1 - 1 - 1 3

5 Tata Niaga 6 6 1 10 - - - 1 12

6 Aneka Kejuruan 3 5 - 5 - - - 3 8

Jumlah 67

Sumber : Bagian Kepegawaian BBLKI Surakarta

Instruktur memiliki peran penting dalam pelatihan, tidak hanya sebagai fasilitator tetapi juga sebagai pusat pelatihan. Instruktur dituntut harus memiliki pengetahuan yang memadai serta kemampuan melatih dengan baik. Dengan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh seorang instruktur, maka instruktur harus

mampu memberikan materi dengan jelas dan mampu mengelola suasana kelas menjadi kondusif.

b. Sarana Pelatihan

BBLKI Surakarta memiliki berbagai sarana untuk menunjang proses pelatihan yakni sebagai berikut: gedung administrasi,gedung serbaguna, Kios 3 in 1, ruangan teori, ruang workshop/bengkel kerja, asrama, penginapan tamu VIP, masjid, sarana olah raga, kantin, dan area Hot Spot.

10. Program Pelatihan

Untuk menunjang kegiatan pelatihan digunakan program pelatihan sebagai acuan dalam pelatihan. Program pelatihan ini terdiri dari kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam setiap kejuruannya. Unit kompetensi-kompetensi tersebut terdiri atas 2 macam, yaitu :

a. Kelompok unit kompetensi inti

Adalah kompetensi dasar yang harus dicapai sebagai dasar ketrampilan kejuruan. Kompetensi-kompetensi dalam unit inti ini harus dikuasai oleh peserta pelatihan karena sebagai dasar untuk dapat mengikuti materi spesialisasi selanjutnya.

b. Kelompok unit kompetensi spesialisasi/khusus

Adalah kompetetensi lanjutan yang merupakan pengembangan dari kompetensi inti. Kompetensi ini merupakan materi-materi spesialisasi dari sub-sub kejuruan. Adapun contoh dari unit kompetensi inti dan unit kompetensi spesialisasi sebagai berikut :

Tabel 5. Unit Kompetensi Sub Kejuruan Komputer Akuntansi

No Unit Kompetensi Kode Unit JP

I. Unit Kompetensi Inti

1. Mengerjakan persamaan dasar-dasar akuntansi 2. Mengelola buku jurnal

3. Mengelola buku besar

4. Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang

1. Mengolah data akuntansi sistem komputerisasi program DEA

2. Mengolah data akuntansi sistem komputerisasi program MYOB

3. Mengolah data akuntansi sistem komputerisasi program Microsoft Excel

Sumber : Bagian Penyelenggara BBLKI Surakarta B. Deskripsi Permasalahan Penelitian

1. Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Kerja dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya yang Kompetitif di BBLKI Surakarta Tahun 2010 Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kerja yang dilaksanakan oleh Balai Besar Latihan Kerja dan Industri (BBLKI) Surakarta bertujuan untuk peningkatan kualitas sumber daya calon tenaga kerja. Hal ini sesuai dengan informasi yang diperoleh dari wawancara dengan informan I pada tanggal 18 Maret 2011 sebagai berikut :

sudah memiliki kemampuan dan keterampilan, tetapi dirasa masih belum maksimal (masih kurang), ataupun yang sama sekali tidak memiliki keterampilan. Disini kami akan membekali dengan kemampuan dan keterampilan sehingga pencari kerja tersebut akan dapat memperoleh Hal senada juga diungkapkan oleh Informan II pada wawancara tanggal 21 Maret 2011 yaitu :

akan mamasuki dunia kerja. Mereka akan dilatih keterampilan menggunakan dan mengoperasikan alat-alat khususnya yang digunakan di Dari wawancara dengan informasi di atas dapat diketahui bahwa pendidikan dan pelatihan kerja di BBLKI Surakarta bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga mampu berkembang dengan kemampuan dan keterampilan yang maksimal.

Pendidikan dan pelatihan kerja yang dilaksanakan oleh BBLKI Surakarta merupakan rangkaian proses kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan.

Dalam artian tidak hanya dididik tetapi juga dilatih. Hal ini sebagaimana yang diutarakan oleh Informan I pada wawancara tanggal 18 Maret 2011 yaitu:

mengacu pada Diknas, sedangkan pelatihan berhubungan dengan swasta.

Akan tetapi di sini kegiatan pendidikan dan pelatihan dilakukan secara bersamaan, jika pendidikan berkaitan dengan mendidik dan membimbing, dan pelatihan berkaitan dengan melatih, di BBLKI kegiatan tersebut menjadi mendidik, membimbing dan melatih. Sehingga guru disini disebut Hal ini senada dengan yang disampaikan Informan II pada wawancara tanggal 21 Maret 2011yaitu :

ibimbing saja, seperti disekolah misalnya mengerjakan PR, disini juga diberikan uji kompetensi, selain itu juga dilatih misalnya mengoperasikan

alat-Dari beberapa informasidi atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendidikan dan pelatihan di BBLKI Surakarta disebut dengan pendidikan dan pelatihan karena dalam kegiatan tersebut mencakup proses pendidikan yang meliputi mendidik dan membimbing peserta pelatihan, selain itu juga kegiatan pelatihan yang dilakukan dengan melatih peserta menggunakan alat sesuai bidang kejuruan yang dipilih peserta tersebut.

Adapun aktivitas atau kegiatan yang dilakukan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kerja (diklat) di Balai Besar Latihan Kerja Industri meliputi :

a. Recruitment dan Seleksi Peserta 1) Recruitment

Kegiatan rekruitmen merupakan aktivitas awal yang harus dilakukan pihak BBLKI Surakarta. Hal ini bertujuan untuk menjaring calon peserta yang akan mengikuti pelatihan di BBLKI Surakarta.

Kegiatan rekruitmen merupakan aktivitas awal yang harus dilakukan pihak BBLKI Surakarta. Hal ini bertujuan untuk menjaring calon peserta yang akan mengikuti pelatihan di BBLKI Surakarta.