DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BERAU PER KEGIATAN PER 31 DESEMBER 2020
2) Program Pendidikan Anak Usia Dini, pagu anggaran sebesar Rp
12.629.270.500,00sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp.
11.937.092.801,66atau 94,52% dengan jumlah kegiatan sebanyak 28 kegiatan.
Dari 28 kegiatan tersebut ada beberapa kegiatan yang capaian realisasinya belum maksimal antara lain :
· Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini, dengan pagu anggaran sebesar Rp 3.774.948.000,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 3.609.162.000,00 atau 95,61% kegiatan tersebut terkait dengan tambahan penghasilan bagi pendidik dan tenaga kependidikan dengan sasaran satuan pendidikan baik negeri maupun swasta yang berada di dalam 4 kecamatan yaitu kecamatan Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk Bayur yang merupakan daerah yang berada diperkotaan tidak termasuk PAUD yang mendapatkan bantuan dari dana ADK Pemerintah Daerah. Permasalahannya adalah anggaran tersebut belum terserap maksimal karena jumlah penerima yang terdata hanya 476 orang sehingga ada sisa atau kelebihan anggaran.
solusinya adalah mulai dari tahap perencanaan sampai penganggaran harus
53 | P a g e L K J I P D i n a s P e n d i d i k a n K a b . B e r a u 2 0 2 1 mempunyai data base jumlah sasaran yang dibantu sehingga outputnya bisa maksimal.
· Kegiatan Akreditasi Lembaga PAUD, LKP dan PKBMdengan pagu anggaran sebesar Rp 64.726.100,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 48.220.100,00 atau 74,50%. Permasalahannya adalah pada saat perencanaan awal menggunakan jasa narsum dari Provinsi atau Pusat karena pandemic Covid-19 untuk dana akomodasi dan transportasi tidak terealisasi. Solusinya adalah kegiatan tetap berjalan hanya saja narsum yang mengisi kegiatan tersebut adalah narsum local atau tingkat Kabupaten.
· Kegiatan Bimtek Kurikulum 13 daerah 3T PAUD, dengan pagu anggaran sebesar Rp 143.178.600,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 109.052.600,00 atau 76,17%. Bimtek tersebut dilaksanakan di Kabupaten Berau pada daerah 3T yaitu Kecamatan Pulau Derawan dan Kecamatan Maratua.
Adapun permasalahannya adalah karena pandemic Covid-19 rencana awal pesertanya 50 orang menjadi 30 orang saja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Solusinyasemoga pandemik Covid-19 di Indonesia segera berakhir dan bisa normal kembali sehingga kegiatan sesuai dengan perencanaan dan penganggaran.
· Kegiatan Penambahan ruang kelas sekolah, dengan pagu anggaran sebesar Rp 2.811.500.000,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 2.586.543.969,66 atau 92,00%. Kegiatan penambahan ruang kelas sekolah yang dilaksanakan pada TK Negeri Pembina Teluk Bayur di kecamatan Teluk Bayur. Solusinya adalah Pelaksanaan Kegiatan Penambahan Ruang Kelas sekolah telah dilaksanakan dan dibayarkan sesuai dengan besaran progres yang telah dikerjakan selebihnya tidak dicairkan dana nya masih tetap pada Anggaran Kas Daerah
· Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana SKB dan TK Negeri (Dak Fisik) dengan sasaran lembaganya adalah SKB Kab. Berau, TK negeri Pembina Tanjung Redeb, TK Negeri Tanjung Batu,TK Negeri Batu Putih, TK Negeri Sambaliung dan TK Negeri Biatan. Adapun permasalahannya adalah Dari Pagu Anggaran yang ada yang tidak terlaksana adalah pengadaan APE Rp.
160.000.000,00 dan dana tersebut masih di dalam Anggaran KAS Daerah , demikian juga sisa yang tidak terealisasi tetap berada diposisi Anggaran Kas
54 | P a g e L K J I P D i n a s P e n d i d i k a n K a b . B e r a u 2 0 2 1 Daerah. Solusinya adalah untuk lebih tepat sasaran kedepannya harus melakukan pendataan dan perencanaan yang akurat dan terukur sehingga output capaian realisasinya menjadi lebih maksimal.
3) Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, pagu anggaran sebesar Rp. 140.513.067.431,00sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp.
134.930.986.738,29atau 96,03% dengan jumlah kegiatan sebanyak 255 kegiatan. Dari 255 kegiatan tersebut ada beberapa kegiatan yang persentase capaian realisasinya kurang maksimal antara lain :
Kegiatan Pelatihan Kompetensi Siswa Berprestasi, dengan pagu anggaran sebesar Rp 123.597.850,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 51.755.850,00 atau 41,87%. Kegiatan ini di ikuti oleh 13 Kecamatan di Kabupaten Berau yaitu sekolah yang berada di Kecamatan Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Sambaliung, Gunung Tabur, Tabalar, Biduk-Biduk, Pulau Derawan dan Segah. Adapun permasalahannya adalah belanja makan minum tidak terserap dengan optimal karena tidak ada bimbel peserta yang bertepatan dengan Pandemi Covid-19 dan perjalanan dinas luar daerah, belanja kontribusi dan kepesertaan, uang saku . Solusinya adalahkegiatan tetap dilaksanakan di tingkat Kabupaten, Propinsi maupun Nasional dengan cara daring (Online)
Kegiatan Pembinaan Minat, Bakat dan Kreativitas Siswa, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 232.053.500,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 82.102.500,00 atau 35,38%. Kegiatan tersebut adalah pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa, kegiatan FLS2N SD, kegiatan turnamen futsal dan kegiatan MTQ SD. Adapun permasalahannya yaitu dana kegiatan tidak semua terserap karena situasi pandemi Covid-19.Solusinya adalahkegiatan tetap dilaksanakan dengan cara daring (online)
Kegiatan Penyediaan Beasiswa Bagi keluarga Yang Tidak Mampu dan Siswa Berprestasi Jenjang SD, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 1.036.200.000,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 928.967.500,00 atau 89,65%.
Kelompok sasaran dari kegiatan tersebut diatas adalah kategori siswa tidak mampu dan berprestasi tingkat SD dalam Kabupaten Berau pada 13 kecamatan dengan kouta kategori tidak mampu sebanyak 897 siswa sedangkan siswa berprestasi sebanyak 75 siswa. Adapun permasalahannya adalah belanja
55 | P a g e L K J I P D i n a s P e n d i d i k a n K a b . B e r a u 2 0 2 1 perjalanan dinas luar daerah tidak terserap karena situasi pandemi Covid-19 kemudian beasiswa tidak mampu yang di SK Bupati Berau sebanyak 897 siswa sedangkan beasiswa berprestasi 13 siswa yang pencairannya hanya 880 siswa.
Pencairan dilakukan LS dan NPD, dari data tersebut beasiswa tidak mampu ada 30 siswa yang belum melakukan pencairan karena siswa tersebut tidak bisa melengkapi berkas persyaratan yang sudah ditentukan dalam surat edaran.
Sedangkan beasiswa berprestasi dengan kouta 75 siswa hanya bisa pencairan sebanyak 13 siswa sesuai SK Bupati. Kouta tersisa 62 siswa tidak bisa di SK kan karena kegiatan FLS2N tidak bisa dilaksanakan karena situasi pandemi Covid-19. Solusinya adalah semoga pandemi Covid-19 bisa segera berakhir dan kegiatan yang direncanakan bisa dilaksanakan dan bagi siswa yang belum bisa mencairkan dana beasiswa tidak mampu akan di informasikan ke sekolah-sekolah pada tahun 2021 dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan Biaya Pengelolaan BOSDA Kabupaten Berau untuk Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 600.088.000,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 453.275.000,00 atau 75,53 %. Adapun permasalahannya adalah belanja honorarium panitia pelaksana kegiatan tidak terserap dengan optimal karena Pembina atau pengarah tidak bisa dicairkan disebabkan mengundurkan diri dan anggota non pegawai juga tidak bisa dicairkan karena mutasi kesekolah, kemudian terkait dengan belanja bahan bakar minyak juga tidak terserap secara maksimal karena kegiatan monev hanya bisa dilakukan pada 4 kecamatan terdekat. Selanjutnya belanja makan dan minum tidak terserap karena tidak ada rapat yang disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19. Untuk belanja perjalanan dinas luar daerah tidak terserap dikarenakan dari propinsi atau pusat tidak mengadakan kegiatan atau acara workshop bos karena pandemi Covid-19. Solusinya adalah semoga pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga kegiatan yang sudah direncanakan dan dianggarkan sesuai pagu dapat dilaksanakan dengan baik.
Kegiatan Pembangunan Gedung Sekolah, dengan pagu anggaran sebesar Rp.
1.500.000.000,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 1.319.548.544,00 atau 87,97%. Pembangunan gedung sekolah pada Tahun 2020 dilaksanakan pada sekolah SD Negeri 001 Suaran Kecamatan Sambaliung. Adapun permasalahannya adalah sisa anggaran yang sebesar Rp. 180.451.456,00
56 | P a g e L K J I P D i n a s P e n d i d i k a n K a b . B e r a u 2 0 2 1 merupakan sisa dari lelang pekerjaan konstruksi. Solusinya adalah dalam hal efisiensi, semakin banyak sisa dana maka akan semakin memberikan masukan keuangan pada kas daerah atau Negara.
Kegiatan Penambahan Ruang Kelas Sekolah, Pekerjaan Penambahan Ruang Kelas Sekolah dengan pagu anggaran sebesar Rp. 9.813.941.360 dengan realisasi keuangan sebesar Rp. 8.963.001.019,25 atau 91,33%. Kegiatan tersebut terdapat pada Kecamatan Kelay, Segah, Talisayan, Tanjung Redeb, Pulau Derawan dan Batu Putih tepatnya di SD Negeri 003 Tanjung Redeb, SD Negeri 002 Talisayan, SD Negeri 016 Tanjung Redeb, SD Negeri 001 Batu Putih, SD Negeri 001 Long Beliu, SD Negeri 001 Tanjung Batu, SD Negeri 001 Bumi Jaya dan SD Negeri 001 Batu Rajang. Adapun permasalahannya diantaranya sisa anggaran yang belum terserap secara optimal disebabkan merupakan anggaran perjalanan dinas luar daerah yang tidak dapat dilaksanakan karena pandemi Covid-19, kemudian merupakan sisa dari lelang pekerjaan konstruksi dan merupakan akumulasi dari honor yang melebihi standar, belanja BBM, ATK dan lain-lain. Solusinya adalah mengalihkan anggaran belanja perjalanan dinas luar daerah untuk anggaran fisik yang lainnya dan penyesuaian dengan standar belanja.
Kegiatan Rehabilitasi sedang/berat rumah dinas kepala sekolah, guru, penjaga sekolah, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 2.470.000.000,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 2.215.918.673,74 atau 89,71%. Pembangunan yang dimaksud terdapat pada Kecamatan Talisayan, Kelay, Biduk-Biduk, Batu Putih dan Pulau Derawan. Tepatnya di SD Negeri 001 Bumi Jaya, SD Negeri 001 Tanjung Prepat, SD Negeri 001 Long Suluy, SD Negeri 001 Teluk Sumbang, SD Negeri 001 Kasai, SD Negeri 001 Kayu Indah dan SD Negeri 001 Balikukup.
Adapun permasalahannya antara lain akses jalan darat yang terputus dengan curah hujan cukup tinggi dengan waktu pelaksanaan juga kurang memadai dan selanjutnya akumulasi honor yang melebihi standar, belanja BBM, ATK dan lain-lain. Solusinya adalah melakukan pergeseran anggaran untuk TA. 2021
Kegiatan Rehabilitasi sedang/berat ruang kelas sekolah, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 15.217.333.000,00 dengan realisasi keuangan sebesar Rp.
14.459.309.557,09 atau 95,02%. Pada kegiatan tersebut pelaksanaannya pada Kecamatan Sambaliung, Teluk Bayur, Tanjung Redeb, Kelay dan Biduk-Biduk
57 | P a g e L K J I P D i n a s P e n d i d i k a n K a b . B e r a u 2 0 2 1 tepatnya di SD Negeri 001 Pegat Bukur, SD Negeri 004 Teluk Bayur, SD Negeri 007 Tanjung Redeb, SD Negeri 001 Panaan, SD Negeri 001 Teluk Sumbang, SD Negeri 009 Tanjung Redeb, SD Negeri 001 Tembudan, SD Negeri 001 Giring-Giring, SD Negeri 002 Semurut, SD Negeri 006 Tanjung Redeb, SD Negeri 005 Tanjung Redeb dan SD Negeri 001 Teluk Bayur. Adapun permasalahannya antara lain merupakan sisa dari lelang pekerjaan konstruksi, anggaran perjalanan dinas luar daerah yang tidak dapat terlaksana karena pandemi Covid-19 dan selanjutnya akumulasi honor yang melebihi standar, belanja BBM, ATK dan lain-lain.Solusinya adalah melakukan pergeseran anggaran perjalan dinas luar daerah ke anggaran yang lain yang bisa terlaksana dan penyesuaian dengan standar belanja.
Kegiatan Pembangunan ruma dinas kepala sekolah, guru, penjaga sekolah, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 2.960.500.000,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 2.778.681.628,21 atau 93,86% terdapat pada Kecamatan Kelay, Tabalar, Segah, Talisayan, Maratua, Biduk-Biduk dan Segah yang tepatnnya di SDNegeri 002 Merapun, SD Negeri 001 Tubaan, SD Negeri 001 Bukit Makmur, SD Negeri 001 Suka Murya, SD Negeri 001 Tunggal Bumi, SD Negeri 001 Long Ayan, SD Negeri 001 Merabu, SD Negeri 001 Teluk Alulu dan SD Negeri 001 Teluk Sumbang. Adapun permasalahannya adalah dana tidak terserap disebabkan karena merupakan sisa dari lelang pekerjaan konstruksi.
Solusinya adalah dalam hal efisiensi semakin banyak sisa dana akan semakin baik dana masukan pada Kas Daerah/Negara.
Kegiatan Penunjang DAK SD, dengan pagu anggaran sebesar Rp.
250.000.00,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 216.319.000,00 atau 86,53%. Adapun permalasahannya adalah honor tim review tidak terserap karena telah dianggarkan melalui DPA Inspektorat. Solusinya adalah untuk tahun selanjutnya jika ada usulan murni dari inspektorat akan diusulkan kembali pada bidang SD.
Penunjang Kegiatan DAK SMP, dengan pagu anggaran sebesar Rp.
501.000.000,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 406.147.000,00 atau 81,07%. Adapun permasalahannya adalah (a). Honor Tim Review Rp.
30.000.000 tidak terserap karena telah dianggarkan melalui DPA Inspektorat, sehingga anggaran di bidang SMP tidak terserap, (b). Perjalanan Dinas Luar
58 | P a g e L K J I P D i n a s P e n d i d i k a n K a b . B e r a u 2 0 2 1 Daerah Rp. 40.000.000 tidak terserap karena kegiatan tidak dilaksanakan sehubungan dengan pandemi Covid-19, (c). Sisanya Rp. 24.853.000 merupakan akumulasi dari sisa belanja BBM, Belanja makan minum rapat, dan sisa honor yang melebihi dari standar. Solusinya adalah untuk tahun anggaran selanjutnya tidak perlu dianggarkan pada kegiatan bidang terkait dengan permasalahan point a, mengurangi anggaran perjalanan dinas luar daerah dan menyesuaikan standar belanja.
Kegiatan Pembangunan Gedung Sekolah Bidang Pembinaan SMP, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 9.138.136.700,00 atau 86,33%. Adapun permasalahannya adalah (a). Sisa Dana Konstruksi Pembangunan SMPN 3 Teluk Bayur Rp. 954.379.656 adalah merupakan efisiensi anggaran (sisa dana lelang), (b). Sisa Dana Konsturksi Pembangunan SMPN 1 Biduk-Biduk Rp.
266.281.000 adalah merupakan efisiensi anggaran (sisa dana lelang), (c).
Sisanya Rp. 26.573.000 merupakan akumulasi dari Honor yang melebihi standar Belanja BBM, ATK dan lain-lain. Solusinya adalah Dalam hal efisiensi, semakin banyak sisa dana akan semakin menguntung kan keuangan daerah/Negara, Menyesuaikan dengan standar belanja.
Kegiatan Penambahan Ruang Kelas Sekolah Bidang Pembinaan SMP, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 11.959.561.000,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 11.727.067.500,00 atau 98,06%. Adapun permasalahannya adalah Sisa anggaran adalah merupakan efisiensi anggaran (sisa dari lelang pekerjaan konstruksi). Solusinya adalah adalah Dalam hal efisiensi, semakin banyak sisa dana akan semakin menguntung kan keuangan daerah/Negara.
4) Program Pendidikan Non Formal, pagu anggaran sebesar Rp.
336.782.875,00sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 317.141.775,00atau 94,17% dengan jumlah kegiatan sebanyak 3 kegiatan. Dari 3 kegiatan yang ada, salah satu kegiatan yang capaian realisasinya belum maksimal adalah Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal (di UPTD SKB) dengan pagu anggaran sebesar Rp. 105.537.875,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 91.039.875,00 atau 86,26%. Permasalahannya adalah dalam perencanaan narasumber kegiatan hantaran pengantin berasal dari Samarinda. Dalam pelaksanaannya kota Samarinda dan Kabupaten Berau termasuk Zona merah
59 | P a g e L K J I P D i n a s P e n d i d i k a n K a b . B e r a u 2 0 2 1 daerah yang terpapar Covid-19, untuk menjaga hal – hal yang tidak diinginkan narasumber yang berasal dari Samarinda dibatalkan. Solusinya adalah narasumber pengganti berasal dari Kabupaten Berau yang telah memiliki sertifikat pelatihan sesuai kompetensi bidang Hantaran pengantin.
5) Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 5.552.911.050,00sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 4.815.081.149,00atau 86,71% dengan jumlah kegiatan sebanyak 14 kegiatan. Dari 14 kegiatan tersebut ada beberapa kegiatan yang persentase capaian realisasinya kurang maksimal antara lain :
Kegiatan Pelaksanaan Sertifikasi Pendidik, dengan pagu anggaran sebesar Rp 771.008.000,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 487.588.899,00 atau 63,24% Pelaksanaan sertifikasi pendidik dengan target 75 orang pendidik tingkat SD dan SMP yang melalui proses konfirmasi kesediaan guru yang telah dinyatakan sebagai mahasiswa PPG dalam jabatan dari masing-masing perguruan tinggi wajib lapor diri, maka dalam DPA tersedia dana bantuan transport mahasiswa ke Perguruan Tinggi masing-masing yang tersebar didalam 7 (tujuh) Perguruan Tinggi di Indonesia dalam waktu yang berbeda mulai bulan Juni – Nopember 2020. Adapun permasalahannya adalah belanja bantuan transport dan akomodasi luar daerah tidak terserap karena situasi pandemi Covid-19 yang membatasi dan melarang adanya perjalanan dinas ke luar daerah.Solusinya adalah pihak universitas masing-masing peserta PPG pada saat lapor diri hingga pelaksaan berjalan dengan menggunakan media daring sampai dengan ujian terakhir.
Kegiatan Diklat Kepala Sekolah, dengan pagu anggaran sebesar Rp 160.209.500,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 109.749.000,00 atau 68,50% Pelaksanaan Diklat Kepala Sekolah pada bulan Oktober - Desember 2020 dalam 5 kegiatan bekerjasama dengan Lembaga LP2KS Solo dan LPMP Samarinda, maka dalam DPA tersedia dana Honorarium Instruktur Luar Daerah.
Diklat ini mendidik Calon Kepala Sekolah sebanyak 64 orang calon dan lolos berkas ada 52 orang calon Kepala Sekolah.Melalui Proses Diklat hanya 25 orang calon Kepala Sekolah yang lulus Seleksi. Adapun permasalahannya adalah belanja honorarium Instruktur luar daerah tidak terserap semua karena dibulan
60 | P a g e L K J I P D i n a s P e n d i d i k a n K a b . B e r a u 2 0 2 1 Oktober - Desember 2020 lembaga LP2KS Solo dengan LPMP Samarinda selain waktu 3 bulan tidak bisa melaksanakan 5 kegiatan, lembaga banyak menerima tugas Widyasuara dari berbagai daerah lain
Solusinya adalah Lembaga LP2KS Solo dan LPMP samarinda hanya bisa melaksanakan 3 kegiatan saja dalam Diklat Calon Kepala Sekolah Tahun 2020.
· Kegiatan Pelatihan Bagi Pendidik Untuk Memenuhi Standar Kompetensi Bagi Pendidikan Dasar, dengan pagu anggaran sebesar Rp 157.785.550,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 129.146.000,00 atau 81,85%.
Pelaksanaan Pelatihan Bagi Pendidik Untuk Memenuhi Standar Kompetensi Pendidikan Dasar diselenggarakan dalam 4 Diklat Guru Mata Pelajaran SMP dan Diklat Guru Kelas SD bekerjasama dengan lembaga yang terkait yaitu,P4TK Bandung dan LPMP Samarinda masing-masing dengan 2 orang Instruktur, maka dalam DPA tersedia dana Honorarium Instruktur Luar Daerah. Pelaksanaan dimulai pada bulan Oktober - Desember 2020. Adapun permasalahannya adalah Belanja Honorarium Instruktur Luar Daerah tidak terserap semua karena pada bulan Oktober - Desember 2020 lembaga P4TK Bandung dengan LPMP Samarinda banyak menerima tugas Widyasuara dari berbagai daerah lain.
Solusinya adalah Lembaga P4TK Bandung dan LPMP Samarinda hanya bisa menyiapkan 1 orang Instruktur di 5 kegiatan anggaran tahun 2020. Selain itu juga kegiatan tersebut melibatkan Instruktur Lokal.
· Kegiatan Seleksi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Berprestasi, dengan pagu anggaran sebesar Rp 288.178.000,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 241.339.300,00 atau 83,75%. Pelaksanaan Seleksi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Berprestasi adalah kegiatan rutin setiap tahun yang pemenangnya di kirim ke tingkat Provinsi untuk mengikuti serangkaian tes lagi untuk ke tingkat Pusat. Peserta yang mengikuti sebanyak 22 orang terlaksana pada bulan Oktober - Desember 2020. Adapun permasalahannya adalah dalam proses pelaksanaan melalui konsultasi dan koordinasi, ternyata dari pihak Provinsi ditahun 2020 ini tidak melaksanakan Seleksi Lanjutan karena situasi Pandemi Covid-19, sehingga dana honorarium Instruktur luar daerah tidak terserap. Solusinya adalah pihak penyelenggara Seleksi Guru, Kepala sekolah dan Pengawas Berprestasi tetap dilaksanakan dan menghasilkan pemenang
61 | P a g e L K J I P D i n a s P e n d i d i k a n K a b . B e r a u 2 0 2 1 dalam daerah yang tetap mendapat dan semoga pandemic Covid-19 segera berakhir dan kembali normal lagi.
· Kegiatan Pelatihan Penguatan Bagi Kepala Sekolah TK, SD dan SMP dengan pagu anggaran sebesar Rp 29.377.000,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 23.901.000,00 atau 78,60%. Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah adalah kegiatan Diklat evaluasi Kepala Sekolah dengan peserta sebanyak 50 orang Kepala Sekolah dilaksanakan pada triwulan 1 tahun 2020. Adapun permasalahannya adalah dalam proses pelaksanaan melalui konsultasi dan koordinasi, dengan berjalannya waktu kegiatan tersebut ternyata Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah diambil alih oleh pihak Pusat dengan Biaya APBN.
Solusinya adalah pihak penyelenggara Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah Dana dalam DPA dialihkan ke dalam kegiatan Bidang yang membutuhkan dan masuk ke dalam ABT tahun 2020 melalui perubahan.
· Kegiatan Diklat Tenaga Kependidikan TK, SD dan SMP, dengan pagu anggaran sebesar Rp 25.560.000,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 13.885.000,00 atau 54,32%.Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2020 dengan 50 orang peserta bekerjasama dengan LPMP Samarinda yang menugaskan 3 orang Widyaswara sebagai Instruktur Diklat ini.
Adapun permasalahannya adalah dana honorarium Instruktur luar daerah tidak terserap semua selain karena honor melebihi standar harga, juga karena situasi Pandemi COVID-19 sehingga jumlah jamnya juga berkurang. Solusinya adalah pihak penyelenggara diklat tetap terlaksana dengan membayar Instruktur dengan standar harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
· Kegiatan Fasilitasi Pelaksanaan Afirmasi Pendidikan (ADIK), dengan pagu anggaran sebesar Rp 157.785.550,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 129.146.000,00 atau 81,85%. Pelaksanaan Dana Akomodasi ADIK adalah program siswa Berau diterima dibeberapa Universitas di Indonesia yang melalui Ujian tertulis yang berhasil lolos 10 orang siswa. Program ADIK ada sejak tahun 2018. Pada tahun 2019 dan tahun 2020 ini DPA tersedia dana Perjalanan Dinas Luar Daerah dalam rangka Monev Mahasiswa Berau yang lolos. Adapun permasalahannya adalah belanja perjalanan dinas luar daerah dalam rangka Monev mahasiswa Berau di berbagai Universitas di Indonesia tidak terserap semua Karena situasi Pandemi COVID-19 yang membatasi Perjalanan Dinas
62 | P a g e L K J I P D i n a s P e n d i d i k a n K a b . B e r a u 2 0 2 1 Luar Daerah. Solusinya adalah perjalanan dinas luar daerah hanya bisa digunakan untuk konsultasi dan koordinasi ke Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, dalam rangka persiapan pelaksanaan tahun 2021 dan semoga pandemi Covid-19 cepat berlalu dan kembali normal lagi.
· Kegiatan Penyediaan Beasiswa Bagi Keluarga Tidak Mampu dan Siswa Berprestasi Jenjang SMP, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 1.845.125.500,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 1.711.615.100,00 atau 92,76%.
Dengan rincian belanja jasa belanja beasiswa tidak mampu Rp.
1.654.000.000,00 siswa berprestasi Rp. 18.000.000,00 dengan alokasi sesuai dengan usulan kepala sekolah dan hasil seleksi SK Bupati sebanyak 809 orang.
Pencairan tahap I sebanyak 524 orang dengan besaran Rp.2000.000,00 per anak dan pencairan tahap II sebanyak 273 orang dengan besaran Rp.
2000.000,00 per anak selanjutnya pencairan tahap III dengan SK yang disusulkan siswa tidak mampu dan berprestasi sebanyak 42 orang x Rp 84.0000. Adapun permasalahannya adalah belanja barang dan jasa tidak dapat terealisasi secara optimal disebabkan masa pandemi Covid-19 yang tidak mungkin dilaksanakan dimana banyak kurang lengkapnya berkas pengajuan usulan siswa dan banyak rekening siswa yang sudah tidak aktif. Solusinya adalah pelaksanaan kegiatan tetap terlaksana dengan berkoordinasi melalui telepon/hp dan permintaan penambahan waktu untuk pembuatan SK Bupati tentang penetapan siswa yang mendapat beasiswa.
· Kegiatan Pembinaan MGMP SMP dan MKKS SMP, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 160.209.500,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp.
109.749.000,00 atau 62,02% kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang, dihadiri tatap muka di ruang pertemuan dinas pendidikan sebanyak 20 orang dan 80 orang melaksanakan dengan mode daring / online dari rumah dan sekolah masing – masing. Adapun permasalahannya adalah Belanja perjalanan Dinas luar daerah dalam rangka koordinasi dan konsultasi instruktur dan belanja akomodasi dan transportasi narasumber / instruktur tidak dapat terealisasi karena masa pandemi covid 19 tidak memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Solusinya adalah Pelaksanaan Diklat tetap dilaksanakan dengan mode daring / online, koordinasi
63 | P a g e L K J I P D i n a s P e n d i d i k a n K a b . B e r a u 2 0 2 1 dan konsultasi dengan istruktur / narasumber terkait dilakukan via telfon dan whatsapp.
· Diklat Guru Inklusi jenjang SD dan SMP, dengan pagu anggaran sebesar Rp.
136.666.500,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 70.625.000,00 atau 51,68%. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang, dihadiri tatap muka di ruang pertemuan dinas pendidikan sebanyak 20 orang dan 80 orang melaksanakan dengan mode daring / online dari rumah dan sekolah masing – masing. Adapun permasalahannya adalah Belanja perjalanan Dinas luar daerah dalam rangka koordinasi dan konsultasi
136.666.500,00 sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 70.625.000,00 atau 51,68%. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang, dihadiri tatap muka di ruang pertemuan dinas pendidikan sebanyak 20 orang dan 80 orang melaksanakan dengan mode daring / online dari rumah dan sekolah masing – masing. Adapun permasalahannya adalah Belanja perjalanan Dinas luar daerah dalam rangka koordinasi dan konsultasi