• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Rencana Strategis Tahun 2015 -2019

4. Program Pendidikan Islam

Program Pendidikan Islam bertujuan untuk meningkatkan akses, mutu, relevansi dan daya saing serta tata kelola, akuntabilitas, pencitraan, dan penguatan Pendidikan Islam.

Indikator yang menjadi acuan untuk mengukur keberhasilan pencapaian tujuan program dimaksud adalah meningkatnya Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM).

Tujuan program dapat dicapai melalui pelaksanaan kegiatan sebagai berikut:

a. Dukungan manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.

Keluaran yang dapat dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Tersedianya data dan informasi perencanaan; 2) Tersedianya dokumen perencanaan dan angaran;

3) Meningkanyanya kualitas pelayanan administrasi keuangan;

4) Meningkatnya kualitas pelayanan ketatalaksanaan, kepegawaian, serta Tersedianya peraturan perundang- undangan;

5) Meningkatnya kualitas administrasi perkantoran dan pelayanan umum.

Keluaran hasil kegiatan dapat dicapai melalui koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi, satuan organisasi; penyusunan rencana dan program kegiatan; penyiapan dan pengolahan data; pengembangan sistem informasi; penyusunan laporan dan evaluasi program serta akuntabilitas kinerja; pembinaan dan pelayanan administrasi keuangan; pelaksanaan anggaran dan perbendaharaan; penyusunan laporan akuntasi dan verifikasi keuangan; pembinaan dan pelayanan organisasi dan tata laksana; pengelolaan

kepegawaian; dan pelayanan ketatausahaan. b. Peningkatan akses dan mutu Madrasah Ibtidayah.

1) Tersedianya layanan pendidikan MI;

2) Meningkatnya mutu layanan pendidikan MI; 3) Meningkatnya mutu dan daya saing MI; 4) Meratanya mutu pendidikan MI;

5) Meningkatnya mutu tata kelola MI.

Capaian kegiatan dapat diperoleh melalui penyediaan dan pengembangan sarana prasarana MI termasuk di daerah bencana, terpencil dan tertinggal; pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan pembelajaran dan pengelolaan pendidikan; penyediaan bantuan peningkatan mutu madrasah; pengembangan kurikulum dan bahan ajar; peningkatan partisipasi masyarakat; penilaian dan pelaksanaan akreditasi; peningkatan kualitas

manajemen madrasah; serta peningkatan mutu tata kelola pendidikan. Selain itu untuk mencapai kegiatan ini juga perlu memperhatikan berbagai hal yang terkait pendidikan anak usia dini dan RA/BA.

c. Peningkatan Akses dan Mutu Madrasah Tsanawiyah Capaian hasil dari kegiatan ini adalah:

1) Tersedia dan terjangkaunya layanan pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs);

2) Meningkatnya mutu layanan pendidikan MTs; 3) Meningkatnya mutu dan daya saing lulusan MTs; 4) Meningkatnya mutu tata kelola MTs;

5) Terciptanya pemerataan mutu MTs.

Keluaran tersebut dapat dicapai melalui penyediaan dan pengembangan sarana prasarana MTs, termasuk di daerah bencana, terpencil dan tertinggal; pemanfaatan teknologi

informasi dalam kegiatan pembelajaran dan pengelolaan pendidikan; penyediaan bantuan peningkatan mutu madrasah; pengembangan kurikulum dan bahan ajar; peningkatan partisipasi masyarakat; penilaian dan pelaksanaan akreditasi; peningkatan kualitas manajemen madrasah; serta peningkatan mutu tata kelola madrasah. d. Peningkatan Akses dan Mutu Madrasah Aliyah

Keluaran yang dapat dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Tersedia dan terjangkaunya layanan pendidikan

Madrasah Aliyah (MA);

2) Meningkatnya mutu layanan pendidikan MA; 3) Meningkatnya mutu dan daya saing lulusan MA; 4) Meningkatnya mutu tata kelola MA;

5) Terciptanya pemerataan mutu madrasah.

Keluaran tersebut dapat dicapai melalui penyediaan dan pengembangan sarana prasarana MA, termasuk di daerah bencana, terpencil dan tertinggal; pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan pembelajaran dan pengelolaan pendidikan; penyediaan bantuan peningkatan mutu madrasah; pengembangan kurikulum dan bahan ajar; peningkatan partisipasi masyarakat; penilaian dan pelaksanaan akreditasi; peningkatan kualitas manajemen madrasah; serta peningkatan mutu tata kelola madrasah. e. Penyediaan Subsidi Pendidikan Madrasah Bermutu

Keluaran yang dapat dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Tersedianya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi

MI dan MTs;

2) Tersalurkannya beasiswa untuk siswa miskin.

Keluaran tersebut dapat dicapai melalui penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi madarasah

ibtidaiyah dan madrasah tsanawiyah; penyediaan beasiswa bagi siswa berprestasi dan siswa miskin, termasuk didaerah bencana, terpencil dan tertinggal; serta penyediaan safeguarding (monitoring, rakor, evaluasi) bagi BOS pada tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

f. Peningkatan Mutu dan Kesejahteraan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah

Keluaran yang dapat dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Meningkatnya profesionalisme tenaga pendidik dan

tenaga kependidikan;

2) Meningkatnya kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Keluaran tersebut dapat dicapai melalui penyediaan dan peningkatan kualifikasi guru, pengawas, dan tenaga kependidikan; penyediaan beasiswa dan bantuan pendidikan lainnya; peningkatan kompetensi kepala madrasah; serta penyediaan tunjangan fungsional, profesi, dan purna bakti. g. Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Keagamaan Islam

Keluaran yang dapat dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Tersedia dan terjangkaunya layanan Pendidikan Non

Formal, Diniyah, dan Pondok Pesantren;

2) Meningkatnya mutu layanan Pendidikan Non Formal, Diniyah, dan Pondok Pesantren;

3) Meningkatnya mutu dan daya saing lulusan Pendidikan Non Formal, Diniyah, dan Pondok Pesantren;

4) Meningkatnya mutu tata kelola Pendidikan Non Formal, Diniyah, dan Pondok Pesantren.

Keluaran tersebut dapat dicapai melalui penyediaan BOS pada pondok pesantren penyelenggara program Wajar

Dikdas; penyediaan dan pengembangan sarana prasarana Pendidikan Non Formal, Diniyah, dan Pondok Pesantren, termasuk di daerah bencana, terpencil dan tertinggal; peningkatan mutu lulusan dan daya saing; penyaluran beasiswa; pengembangan kurikulum dan bahan ajar; peningkatan partisipasi masyarakat; pengembangan kemitraan dengan berbagai pihak; pengembangan Ma'had Aly pada pondok pesantren; serta peningkatan mutu tata kelola pondok.

h. Penyediaan Subsidi Pendidikan Keagamaan Islam Bermutu Keluaran yang hendak dihasilkan dari kegiatan ini adalah tersedia dan tersalurkannya BOS pada pendidikan keagamaan dan beasiswa bagi santri yang berprestasi. Keluaran ini dapat dicapai melalui penyaluran BOS pada satuan pendidikan keagamaan dan penyediaan beasiswa bagi santri berprestasi.

i. Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Agama Islam pada Sekolah

Keluaran yang dapat dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Tersedianya layanan pendidikan agama Islam pada

sekolah;

2) Meningkatnya mutu layanan pendidikan agama Islam pada sekolah;

3) Meningkatnya kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama peserta didik.

Keluaran tersebut dapat dicapai melalui penyediaan dan pengembangan sarana prasarana Pendidikan Agama Islam

(PAI) pada sekolah, termasuk di daerah bencana, terpencil dan tertinggal; pembentukan dan peningkatan kapasitas Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI, dan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Pendidikan Agama Islam; pengembangan kurikulum dan bahan ajar PAI; pengembangan standar model PAI pada sekolah; serta peningkatan partisipasi dan kemitraan sekolah, masyarakat dan pihak terkait lainnya dalam pengembangan PAI.

j. Peningkatan Mutu dan Kesejahteraan Pendidik dan Pengawas Pendidikan Agama Islam

Keluaran yang dapat dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Meningkatnya profesionalisme tenaga pendidik dan

tenaga kependidikan agama Islam;

2) Meningkatnya kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan agama Islam.

Keluaran ini dapat dicapai melalui peningkatan kompetensi dan kualifikasi pendidikan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan agama Islam; penyediaan beasiswa dan bantuan pendidikan lainnya bagi guru; peningkatan wawasan guru melalui program pertukaran guru PAI; penyediaan subsidi tunjangan fungsional bagi guru PAI

non-PNS; penyediaan tunjangan profesi bagi guru PAI; dan tunjangan khusus bagi guru PAI di daerah terpencil. 5. Program Bimbingan Masyarakat Islam

Tujuan utama program ini adalah terselenggaranya pembinaan dan pelayanan bimbingan Masyarakat Islam, baik menyangkut sumber daya manusia, manajemen, pelayanan, dan

maupun sarana prasarana. Hasil yang dicapai dalam jangka menengah adalah meningkatnya kualitas bimbingan, pelayanan, pemberdayaan, dan pengembangan potensi umat.

Program dimaksud dikembangkan melaui komponen- komponen kegiatan sebagai berikut:

a. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.

Keluaran yang hendak dihasilkan dari kegiatan ini adalah:

1) Tersedianya perencanaan program, data, dan informasi perencanaan;

2) Terlaksananya administrasi keuangan.

3) Terlaksananya pelayanan administrasi organisasi dan tata laksana serta kepegawaian.

4) Terlaksananya administrasi dan manajemen tugas umum.

Keluaran tersebut dicapai antara lain melalui koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi satuan organisasi, penyusunan rencana dan program kegiatan, penyiapan dan pengolahan data, pengembangan sistem informasi serta penyusunan laporan dan evaluasi program dan akuntabilitas kinerja; pembinaan dan pelayanan administrasi keuangan, penyusunan rencana dan pengelolaan keuangan, pelaksanaan anggaran dan perbendaharaan, serta penyusunan laporan akuntansi dan verifikasi keuangan; pembinaan dan pelayanan di bidang ortala, pengelolaan kepegawaian dan penyiapan peraturan perundang-undangan; serta pelayanan dan pembinaan urusan ketatausahaan, kearsipan, BMN, kerumahtanggaan, dan perlengkapan.

b. Pengelolaan Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah. Keluaran yang hendak dihasilkan dari kegiatan ini adalah:

1) Meningkatnya dukungan manajemen adminstrasi urusan agama Islam dan pembinaan Syariah;

2) Meningkatnya pelayanan kepenghuluan dan pemberdayaan KUA;

3) Meningkatnya pembinaan dan pemberdayaan keluarga sakinah;

4) Meningkatnya pembinaan dan pemberdayaan masjid; 5) Meningkatnya pelayanan bimbingan dan jaminan

produk halal;

6) Meningkatnya pelayanan pembinaan Syariah dan hisab rukyat.

Keluaran tersebut dicapai melalui bimbingan dan pelayanan di bidang kepenghuluan dan pemberdayaan Kantor Urusan Agama; bimbingan dan pelayanan jaminan produk halal; pemberdayaan keluarga dan konsultasi keluarga, bimbingan dan pembinaan keluarga sakinah; bimbingan dan pelayanan pembinaan kemakmuran, manajemen dan sarana kemasjidan; bimbingan dan pelayanan, pengembangan, dan pembinaan hukum Islam; penyelenggaraan dan pembinaan hisab rukyat dan pelayanan sumpah keagamaan; serta pelayanan dan penyelenggaraan tata usaha.

c. Pengelolaan dan Pembinaan Penerangan Agama Islam. Keluaran yang hendak dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Meningkatnya dukungan manajemen administrasi

urusan agama Islam dan pembinaan syariah; 2) Meningkatnya kualitas penyuluhan agama Islam; 3) Terwujudnya kemitraan dan pemberdayaan umat

4) Meningkatnya kualitas penyelenggaraan MTQ dan pengembangan Tilawatil Quran;

5) Terselenggaranya publikasi dakwah dan Hari Besar Islam;

6) Berkembangnya seni dan budaya Islam.

Keluaran tersebut dicapai melalui bimbingan dan pelayanan penyuluhan agama Islam; pemberdayaan lembaga, pengembangan materi dan metode penyuluhan; pengembangan jalinan kemitraan dan ukhuwah Islamiyah; pembinaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) serta pembinaan Qari dan Hafidz; penyusunan bahan pembinaan penyelenggaraan publikasi dakwah dan Hari Besar Islam (HBI) serta penyiapan naskah rekaman dan siaran keagamaan; pengembangan perpustakaan keagamaan dan pembinaan seni keagamaan pada masyarakat; serta pelayanan dan penyelenggaraan tata

usaha.

d. Pengelolaan dan Pembinaan Pemberdayaan Zakat. Keluaran yang hendak dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Meningkatnya dukungan manajemen adminstrasi

pemberdayaan dan pengembangan zakat;

2) Terselenggaranya bimbingan dan penyuluhan zakat; 3) Terlaksananya pengelolaan dan pemberdayaan zakat; 4) Meningkatnya pembinaan lembaga zakat;

5) Meningkatnya pembinaan ibadah sosial.

Keluaran tersebut dapat dicapai melalui bimbingan dan pelayanan penyusunan materi dan metode pengumpulan, pengolahan, dan analisis data penyuluhan zakat; pengelolaan dan pemberdayaan zakat, pengembangan potensi ekonomi dan model zakat produktif; pembinaan dan kerja sama

antar lembaga pengelola zakat; pembinaan dan pelayanan pemberdayaan ibadah sosial; serta pelayanan ketatausahaan.

e. Pengelolaan dan Pembinaan Pemberdayaan Wakaf. Keluaran yang hendak dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Meningkatnya dukungan manajemen adminstrasi

pemberdayaan dan pengembangan wakaf;

2) Terlaksananya inventarisasi, sertifikasi, dan terlindunginya aset wakaf;

3) Terselenggaranya bimbingan dan penyuluhan wakaf; 4) Terselenggaranya pemberdayaan wakaf produktif; 5) Meningkatnya pembinaan lembaga wakaf.

Keluaran tersebut dicapai melalui bimbingan dan pelayanan inventarisasi data dan sertifikasi wakaf; pelayanan advokasi dan perlindungan wakaf; pengumpulan, pengolahan, dan analisis data penyuluhan wakaf; penyusunan materi dan metode penyuluhan; pengelolaan dan pemberdayaan wakaf produktif; pengembangan kemitraan kelembagaan wakaf; pelayanan bina lembaga wakaf dan kemitraan; serta pelaksanaan pelayanan ketatausahaan.

Dokumen terkait