• Tidak ada hasil yang ditemukan

NO JENIS JAMINAN PEMELIHARAAN

II. PROGRAM PENDUKUNG 1. Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran

12.118.179.067 10.782.833.763 88,98

2.

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

6.709.146.805 4.733.711.602 70,56

3. Program Peningkatan Displin Aparatur

405.000.000 396.218.535 97,83 TOTAL 128.493.686.998 108.491.240.272 84,43

Tabel 19

Realisasi Anggaran per 31 Desember 2015

NO Uraian Anggaran Realisasi

Angggaran % 1 Realisasi Pendapatan Asli

Daerah

- Hasil Restribusi Daerah 3.769.502.250 4.997.156.559 132,57

2 Realisasi Belanja

a. Belanja Tidak Langsung 95.139.982.000 84.929.873.656 89,27

b. Belanja Langsung 128.493.686.998 108.491.240.272 84,43

- Belanja pegawai 7.731.425.000 5.241.807.200 67,80

- Belanja barang dan jasa 115.857.675.400 99.414.704.772 85,81

- Belanja Modal 4.904.586.600 3.834.728.300 78,19

Adapun penjelasan per pos dari realisasi anggaran adalah sebagai berikut:

1. Realisasi Pendapatan Asli Daerah

 Anggaran Restribusi Daerah

Anggaran Pendapatan Asli Daerah di SKPD Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara per 31 Desember 2015 sebesar Rp. 3.769.502.250,-,- yang merupakan pendapatan asli daerah bersumber dari Restribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (Rumah Dinas),

Retribusi Tempat Penginapan/Villa/Mess dan Retribusi Jasa Umum-Pelayanan Kesehatan.

 Realisasi Restribusi Daerah

Realisasi Pendapatan Asli Daerah di SKPD Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara per 31 Desember 2015 sebesar Rp. 4.997.156.559,- (132,57%) yang merupakan pendapatan asli daerah bersumber dari:

a. Restribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (Rumah Dinas) : Rp. 76.522.500,- b. Retribusi Tempat Penginapan/Villa/Mess : Rp. 16.000.000,- c. Retribusi Jasa Umum-Pelayanan Kesehatan. : Rp. 4.885.778.859,-

2. Realisasi Belanja Daerah

Realisasi belanja daerah SKPD Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara per 31 Desember 2015 setelah dikurangi dengan pengembalian belanja adalah sebesar Rp. Rp.

193.421.113.928,- dengan perincian realisasi Belanja Tidak Langsung sebesar Rp.

84.929.873.656 dan realisasi Belanja Langsung sebesar Rp. 108.491.240.272,- (84,43%).

Realisasi belanja langsung mengalami peningkatan sebesar 4% bila dibandingkan dengan tahun 2014 yaitu 80,34%. Hal ini dikarenakan pagu yang dianggarkan tahun anggaran 2015 lebih kecil dari pagu tahun anggaran 2014 yaitu Rp. 192.595.976.750,-

 Belanja Pegawai

Pagu Anggaran Belanja Pegawai SKPD Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2015 adalah sebesar Rp. 7.731.425.000,- dengan nilai realisasi belanja pegawai sebesar Rp. 5.241.807.200,- atau sebesar 67,80%.

 Belanja Barang

Pagu Anggaran Belanja Barang SKPD Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2015 adalah sebesar Rp. 115.857.675.400,- dengan nilai realisasi belanja barang sebesar Rp. 99.414.704.772,- atau sebesar 85,81%.

 Belanja Modal

Pagu Anggaran Belanja Modal SKPD Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2015 adalah sebesar Rp. 4.904.586.600,- dengan nilai realisasi belanja modal sebesar Rp. 3.834.728.300,- atau sebesar 78,19%.

Beberapa faktor penyebab rendahnya penyerapan anggaran di SKPD Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2015 adalah sebagai berikut :

a) Adanya efisiensi anggaran menyebabkan beberapa kegiatan yang disusun tidak dapat dilaksanakan karena dana setelah efisiensi tidak mencukupi untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Selanjutnya efisiensi anggaran juga menyebabkan keragu-raguan pada pelaksana program untuk melaksanakan atau tidak kegiatan tersebut, terutama kegiatan yang dipihak ketiga-kan.

b) Adanya peraturan Menpan tentang pembatasan pelaksanaan kegiatan di hotel, walaupun telah diubah kemudian, namun masih menimbulkan keraguan bagi pelaksana program dalam melaksanakan kegiatan terutama belum jelasnya batas kegiatan yang diizinkan di hotel dan yang tidak.

c) Dengan semakin ditertibkannya persyaratan perlaksanaan pekerjaan terutama yang akan dilaksanakan secara swakelola, maka sampai dengan akhir semester I jumlah usulan untuk pekerjaan yang akan diswakelola masih sangat sedikit.

d) Ada perubahan mekanisme pembayaran khususnya pada akun belanja akomodasi dan konsumsi (kegiatan pertemuan/pelatihan) yang sebelumnya pembayarannya tidak LS namun diakhir tahun mekanisme pembayaran berubah menjadi LS; sehingga mendekati akhir tahun anggaran 2015 terjadi penumpukan SPM (Surat Perintah Membayar).

e) Kegiatan yang melibatkan pihak ketiga (rekanan) yang mendapat alokasi pagu kegiatan yang cukup besar tidak di dorong sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan.

3. Catatan Penting Lainnya

a) Adanya efisiensi anggaran belanja langsung dari Rp. 189.806.320.000,- menjadi Rp.

128.493.686.998,- menyebabkan adanya kegiatan-kegiatan yang hilang; hal ini mengakibatkan beberapa indikator yang sebelumnya tertulis pada Perjanjian Kinerja yang ditanda-tangani antara Gubernur Sumatera dan Kepala Dinas Kesehatan pada bulan Agustus 2015 namun pada Perjanjian Kinerja Anggaran P-APBD 2015 tidak tercantum lagi oleh karena tidak tercantum di dalam DPA P-APBD TA 2015. Oleh sebab itu maka kinerja yang diukur dan dianalisa adalah kinerja yang tercantum pada Perjanjian Kinerja P-APBD 2015 yang ditanda-tangani Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

b) Pada bulan September 2015 diterima surat feedback dari BPKP Provinsi Sumatera Utara hasil evaluasi terhadap Renstra, Penetepan Kinerja dan LAKIP 2014 Dinas

penyusunan Misi, Tujuan, dan Sasaran Strategis agar memiliki kesinambungan dengan Program Utama yang dilaksanakan di SKPD Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara telah melakukan revisi terhadap penyusunan Misi, Tujuan, dan Sasaran Strategis. Dan pada Penetapan Kinerja P-APBD TA 2015 telah dipergunakan Sasaran Strategis sesuai hasil revisi. Sehingga bila dibandingkan Penetapan Kinerja yang ditetapkan pada bulam Mei 2015 dan Penetapan Kinerja P-APBD TA 2015 terdapat perubahan yang cukup jelas pada Sasaran Strategis.

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan

1. SKPD Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara merupakan instansi Pemerintah Daerah Sumatera Utara yang diberikan tugas, tanggungjawab dan amanah untuk melakukan urusan pemerintahan daerah/kewenangan provinsi di bidang kebijakan teknis pembinaan pengendalian masalah kesehatan, pelayanan kesehatan, pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan, dan jaminan kesehatan serta tugas pembantuan sebagaimana ditegaskan dalam Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor: 34 Tahun 2011. Dalam melaksanakan tugasnya, SKPD Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara berlandaskan pada tujuan, sasaran dan program kerja yang ditetapkan baik dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2013-2018, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kontrak Kinerja Kepala Dinas Keehatan Provinsi Sumatera Utara dengan Gubernur maupun Rencana Strategis (Renstra) Dinas Keehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2013-2018.

2. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) SKPD Dinas Keehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015 ini menyajikan berbagai keberhasilan maupun kegagalan capaian strategis yang ditunjukkan oleh Dinas Keehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015. Berbagai apaian strategis tersebut tercermin dalam capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), maupun analisis kinerja berdasarkan tujuan dan sasaran.

3. Hasil capaian kinerja sasaran yang ditetapkan secara umum dapat memenuhi target dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, berbagai pencapaian target indikator kinerja Dinas Keehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015 memberikan gambaran bahwa keberhasilan dalam pelaksanaan pembinaan pengendalian masalah kesehatan, pelayanan kesehatan, pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan, dan jaminan kesehatan sangat ditentukan oleh komitmen, keterlibatan dan dukungan aktif segenap komponen aparatur Pemda Provinsi Sumatera Utara, masyarakat, dunia usaha dan civil society sebagai bagian integral dari pembangunan kesehatan.

4.2 Saran

a. Lebih meningkatkan koordinasi, bimbingan dan fasilitasi ke kabupaten/kota (baik Dinas Kesehatan, RSUD maupun Puskesmas) untuk meningkatkan mutu perencanaan, pelaksanaan serta pengendalian program/kegiatan kesehatan sehingga terciptanya sinergisme dan sinkronisasi di dalam penetapan kebijakan, perencanaan dan penggangaran bidang kesehatan serta pelaksanaan program/kegiatan di daerah, Provinsi dan pusat.

b. Lebih memantapkan koordinasi, kerjasama dan membangun jejaring (networking) antar lintas sektor, masyarakat dan swasta dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan pelayanan kesehatan.

c. Lebih meningkatkan kegiatan promosi kesehatan terutama mengikutsertakan swasta serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di dalam pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan agar lebih dapat menjangkau target group dan memberikan dampak yang luas dalam perubahan perilaku sehat masyarakat.

d. Lebih meningkatkan kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan baik yang bersifat tehnis maupun fungsional berdasarkan keahlian dan kebutuhan daerah untuk meningkatkan kualitas, kepekaan dan profesionalisme tenaga kesehatan.

e. Lebih meningkatkan dan mengembangkan berfungsinya Sistem Informasi Kesehatan (SIK) melalui peningkatan kemampuan tenaga kesehatan di dalam pengolahan dan analisa data dan penyediaan fasilitas SIK sehingga tersedia data yang valid dan akurat yang dapat digunakan sebagai bahan perencanaan pembangunan kesehatan.

f. Lebih mengembangkan kegiatan penelitian terutama yang mendukung pengukuran kinerja/sasaran pembangunan kesehatan, serta evaluasi efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kegiatan.

Medan, Februari 2016 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara,

dr. S.H Surjantini, M.Kes Pembina Utama Muda NIP. 195907121988012002

Dokumen terkait