Tabel 12. Jumlah Perahu/Kapal Menurut Kecamatan Tahun 2020
PROGRAM PENGEMBANGAN BUDIDAYA PERIKANAN
Pada tahun 2020 sebesar 2.158,46 ton atau mencapai 183,95% dari target RPJMD tahun 2020, capaian tersebut sudah mencapai target RPJMD tahun 2020 dicapai melalui pengembangan perikanan budidaya tambak, kolam, minapadi, karamba dan budidaya laut.
Dibandingkan dengan pencapaian tahun 2019, produksi perikanan budidaya mengalami kenaikan sebesar 183,95% kenaikan terbesar terdapat pada produksi tambak yaitu sebesar 135%. Berikut capaian produksi budidaya tahun 2020 per kecamatan.
Tabel 16. Capaian produksi budidaya tahun 2020
Kecamatan
Produksi (kg) Nilai Produksi (ribu rupiah)
Budidaya
Laut Tambak Kolam Minapadi Budidaya
Laut Tambak Kolam Minapadi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Donorojo - 51.100 39.587 - 3.545.500,00 643.711,00
Punung - - 48.658 - - 767.968,00
Pringkuku - 103.660 14.176 - 7.123.700,00 221.714,00
Pacitan - 10.500 176.774 2.355 - 701.500,00 2.884.882,00 47.100,00
Kebonagung - 520.850 17.840 - 36.097.000,00 282.050,00
Arjosari - - 26.613 - - 465.225,00
Nawangan - - 4.924 - - 93.147,00
Bandar - - 3.262 - - 64.268,00
34
Tegalombo - - 19.052 - - 323.911,00
Tulakan - - 23.345 - - 381.091,00
Ngadirojo 156.090 713.355 73.732 799.450,00 49.032.625,00 1.327.285,00
Sudimoro - 144.775 7.813 10.018.875,00 128.871,00
Jumlah 156.090 1.544.240 455.776 2.355 799.450,00 106.519.200,00 7.584.123,00 47.100.000,00
PRODUKSI BUDIDAYA TAMBAK
Budidaya tambak di Kabupaten Pacitan sudah mulai dibudidayakan sebelum tahun 2000. Budidaya tambak mulai berkembang sejak tahun 2017 dimana adanya demplot budidaya tambak yang diresmikan kegiatannya oleh Bapak Presiden RI ke -6 Ir. Susilo Bambang Yudhoyono dengan konsep BUSMETIK (Budidaya Udang Skala Kecil Empang Plastik). Komoditas yang dibudidayakan adalah udang vanname. Mulai saat itu banyak masyarakat yang mencoba untuk membudidaya udang skala kecil. Jumlah pembudidaya tambak tahun 2020 sebanyak 169 orang dengan luas 754.732 m2. Perkembangan produksi tambak di Kabupaten Pacitan lima tahun terakhir sebagaimana pada tabel berikut:
Tabel. 17 Produksi Tambak Tahun 2016-2020
No. Tahun Jumlah Produksi (kg)
1. 2016 229.030
2. 2017 329.440
3. 2018 681.786
4. 2019 1.071.161
5. 2020 1.544.240
35 PRODUKSI BUDIDAYA KOLAM
Budidaya kolam di Kabupaten Pacitan tersebar di seluruh kecamatan dengan mayoritas budidaya lele dan nila. Pada tahun 2020 pencapaian budidaya kolam sebesar 455,77 ton atau turun 15% dari produksi 2019 sebesar 536,45 ton. Penurunan ini disebabkan karena adanya kenaikan harga pakan dan terjadinya pandemic covid-19 yang menyebabkan daya beli produk perikanan menurun. Jumlah pembudidaya ikan tahun 2020 sebanyak 1.515 orang dengan jumlah kelompok 176 kelompok. Berikut ini data produksi kolam selama lima tahun terakhir
Tabel. 18 Produksi Kolam Tahun 2016-2020 No. Tahun
Jumlah Produksi
(kg) 1. 2016
684.648 2. 2017 671.788 3. 2018 594.843 4. 2019 536.447 5. 2020 455.770
PRODUKSI BUDIDAYA MINAPADI
Mina padi adalah suatu bentuk usaha tani gabungan yang memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami padi sebagai kolam untuk budidaya yang memaksimalkan hasil tanah sawah. Mina padi dengan demikian meningkatkan efisiensi lahan karena satu lahan menjadi sarana untuk budidaya dua komoditas pertanian sekaligus perikanan. Pengembangan budidaya mina padi di Kabupaten Pacitan masih sangat terbatas mengingat lahan pertanian utamanya sawah juga tidak terlalu luas. Berikut ini perkembangan produksi budidaya minapadi di Kabupaten Pacitan:
36 Tabel. 19 Produksi Minapadi Tahun 2016-2020
No. Tahun
PRODUKSI BUDIDAYA LAUT
Potensi laut bukan hanya untuk usaha penangkapan ikan tetapi juga dapat diusahakan secara budidaya. Budidaya laut di Kabupaten Pacitan dilakukan di Kecamatan Ngadirojo dikarenakan kontur perairan yang sesuai untuk budidaya hanya ada di Kecamatan Ngadirojo yaitu di Desa Sidomulyo. Komoditas yang dibudidayakan tahun 2020 adalah rumput laut dan kerapu. Terdapat satu kelompok yang mengembangkan usaha budidaya laut. Produksi budidaya laut tahun 2020 naik 171% dibandingkan tahun 2019 yaitu dari 57,63 ton menjadi 156,09 ton dikarenakan pertumbuhan rumput laut sangat tergantung kondisi perairan pantai dimana apabila terjadi ombak besar maka rumput laut akan rusak demikian pula apabila ada hewan-hewan laut yang memakan rumput laut akan menghambat pertumbuhannya.
Tabel. 20 Produksi Budidaya Laut Tahun 2016-2020 No. Tahun
Pencapaian kinerja produksi budidaya tahun 2020 ini didukung dengan Program Pengembangan Budidaya Perikanan Kegiatan Pembinaan Dan Pengembangan Perikanan, Pengembangan Balai Benih Ikan (BBI), Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Pengembangan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) dengan output yang dihasilkan sebagai berikut:
- terlaksananya bimbingan teknis 90 orang
- terlaksananya pengadaan benih ikan 200.000 ekor
37 - terlaksananya pengadaan pakan 6.000 kg
- terlaksananya pengadaan terpal 17 paket
- terlaksananya pengadaan sarana budidaya lele 6 paket - terlaksananya pengadaan sarana budidaya nila 5 paket - terlaksananya pengadaan sarana budidaya gurame 3 paket - terlaksananya pembangunan saluran perpipaan 2 paket - terlaksananya pembangunan jalan produksi 1 paket
Produksi perikanan baik tangkap maupun budidaya tercapai 13.891,53 ton atau 103,42% dari target sebesar 12.968,08 ton. Meskipun sudah mencapai target RPJMD tahun 2020 namun pencapaian ini tidak lepas dari beberapa hambatan dan kendala. Hambatan dan kendala yang dihadapi dalam mencapai sasaran “Meningkatkan Produksi Perikanan” antara lain:
- Kurang tingginya jiwa wiraswasta sehingga banyak pelaku usaha di bidang perikanan yang tidak mampu bertahan dalam usahanya. Hal ini berdampak pada tidak optimalnya penggunaan sarana dan prasarana seperti kolam, kapal, alat penangkapan dan alat pengolahan.
- Tingginya harga pakan sehingga keuntungan yang diperoleh pembudidaya ikan kecil.
- Semakin banyaknya hama dan penyakit ikan pada budidaya perikanan - Peningkatan produksi perikanan budidaya untuk mencukupi kebutuhan
lokal, regional maupun ekspor belum terpenuhi.
- Produksi perikanan tangkap yang cenderung menurun disebabkan karena peralihan jenis ikan yang ditangkap oleh nelayan dari mencari ikan menjadi pencari benur, menurunnya jumlah nelayan andon yang datang ke Pacitan dan cuaca ekstrim yang sering terjadi di perairan selatan jawa.
- Terjadinya pandemi covid-19 meskipun tidak berpengaruh besar namun menyebabkan distribusi dan permintaan produk perikanan menurun.
Untuk mengoptimalkan pencapaian sasaran ini, akan ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:
38 - Optimalisasi pembudidaya ikan terhadap setiap potensi wilayah (baik
tawar, payau dan laut) dalam melaksanakan pembudidayaan ikan dengan menerapkan tehnologi yang dianjurkan sehingga luasan lahan serta produktifitasnya akan lebih meningkat.
- Peningkatan jumlah masyarakat dalam usaha budidaya perikanan untuk mencukupi kebutuhan pangan maupun peningkatan kesejahteraan.
- Peningkatan kualitas dan kuantitas pakan mandiri.
- Pencegahan penyakit ikan melalui sistem budidaya yang baik.
- Peningkatan produksi nelayan lokal melalui upaya inovasi teknologi penangkapan ikan yang memperhatikan kaidah konservasi dan kelestarian ekosistem laut dan restrukturisasi armada perikanan tangkap.
- Peningkatan pasca panen sehingga produk perikanan yang dihasilkan berkualitas dan bernilai tinggi.
- Diversifikasi usaha untuk mengantisipasi musim paceklik.