• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN DINAS PERIKANAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN DINAS PERIKANAN"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

1

PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN

DINAS PERIKANAN

Jln. Dr. Soetomo No. 41 Telp/Fax. 0357-881 044 PACITAN, 63512

(2)

2 DAFTAR ISI

Daftar Isi ... 2

Daftar Tabel ... 3

BAB I PENDAHULUAN ... 4

A. Gambaran Umum ... 4

B. Kepegawaian ... 6

C. Sarana dan Prasarana ... 7

D. Potensi Perikanan ... 7

E. Aspek Strategis dan Permasalahan ... 8

BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 10

Arah kebijakan sesuai dengan RPJMD ... 11

Perjanjian Kinerja ... 16

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA... 18

A. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2020 ... 19

B. Evaluasi & Analilis Akuntabilitas Kinerja Th. 2020 ... 21

BAB IV PENUTUP . ... 55

LAMPIRAN …………. ... 57

(3)

3 DAFTAR TABEL

Tabel 1 ... 6

Tabel 2 ... 13

Tabel 3 ... 14

Tabel 4 ... 15

Tabel 5 ... 17

Tabel 6 ... 19

Tabel 7 ... 20

Tabel 8 ... 21

Tabel 9 ... 22

Tabel 10 ... 25

Tabel 11 ... 26

Tabel 12 ... 28

Tabel 13 ... 29

Tabel 14 ... 30

Tabel 15 ... 31

Tabel 16 ... 33

Tabel 17 ... 34

Tabel 18 ... 35

Tabel 19 ... 36

Tabel 20 ... 36

Tabel 21 ... 40

Tabel 22 ... 44

Tabel 23 ... 47

Tabel 24 ... 48

Tabel 25 ... 49

Tabel 26 ... 50

Tabel 27 ... 52

Tabel 28 ... 53

Tabel 29 ... 54

(4)

4 BAB I

PENDAHULUAN

A. GAMBARAN UMUM

Organisasi Dinas Perikanan terbentuk sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor: 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pacitan. Tugas dan fungsi Dinas Perikanan seperti tertuang pada Peraturan Bupati Pacitan No 71 tahun 2016 dimana Dinas Perikanan mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan Urusan Kelautan dan Perikanan yang meliputi perikanan budidaya, perikanan tangkap, pengelolaan produk perikanan, serta tugas pembantuan yang diberikan kepada Kabupaten. Sedangkan fungsi dari Dinas Perikanan adalah perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta pelaksanaan administrasi perikanan budidaya, perikanan tangkap, pelaksanaan pengelolaan produk perikanan.

Susunan organisasi Dinas terdiri dari:

a. Sekretariat;

b. Bidang Perikanan Budidaya;

c. Bidang Perikanan Tangkap;

d. Bidang Pengelolaan Produk Perikanan; dan e. UPT Dinas;

Sekretariat berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas dipimpin oleh Sekretaris dengan tugas menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan kegiatan, pembinaan dan pemberian dukungan pelayanan administratif yang meliputi umum, kepegawaian, keuangan, program, evaluasi, dan pelaporan kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Dinas.

(5)

5 Dinas Perikanan terdapat tiga bidang yaitu Bidang Perikanan Budidaya, Perikanan Tangkap dan Bidang Pengelolaan Produk Perikanan.

a. Bidang Perikanan Budidaya melaksanakan sebagian tugas Dinas yang meliputi pengembangan budidaya, pengendalian lingkungan dan penyakit, serta sarana dan prasarana budidaya.

b. Bidang Perikanan Tangkap melaksanakan sebagian tugas Dinas yang meliputi penangkapan ikan, pengelolaan sumberdaya ikan, dan pemberdayaan nelayan.

c. Bidang Pengelolaan Produk Perikanan melaksanakan sebagian tugas Dinas yang meliputi bina mutu, pelayanan usaha, dan pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan.

Selain bidang terdapat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perikanan Budidaya Air Tawar / Air Payau yang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas di bidang budidaya pembenihan ikan.

Kelompok jabatan fungsional yang ada di Dinas Perikanan merupakan tenaga penyuluh yang dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada pemerintah pusat dan melakukan koordinasi/ sinkronisasi dengan Dinas Perikanan selaku pemerintah daerah.

(6)

6 B. KEPEGAWAIAN

Pegawai di Dinas Perikanan Tahun 2020 berjumlah 28 orang terdiri dari pejabat eselon 16 orang dan staf 12 orang sehingga terdapat beberapa kasi yang tidak memiliki staf dikarenakan berkurangnya jumlah PNS tidak adanya angkatan PNS baru.

Untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Perikanan dibantu tenaga penyuluh PNS dan Penyuluh Bantu Perikanan (PPB) yang merupakan tenaga fungsional Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pada tabel berikut merupakan kondisi tenaga kepegawaian di Dinas Perikanan Tahun 2020.

Tabel. 1

Kepegawaian Dinas Perikanan

Kabupaten Pacitan Tahun 2020 berdasarkan Jabatannya

NO URAIAN JUMLAH

SATUAN KETERANGAN

L P

1 Pejabat struktural eselon II-b

- - ORANG Kepala Dinas 2 Pejabat struktural

eselon III-a/III-b

2 2 ORANG Sekretaris / Kabid 3 Pejabat struktural

eselon IV-a

6 5 ORANG Kasubag, Kasi

4 Pejabat UPT 1 - ORANG

5 Pejabat fungsional - - ORANG

6 Staf Dinas 10 2 ORANG

7 Tenaga Kontrak - - ORANG

Jumlah 19 9 ORANG

28 ORANG

(7)

7 C. SARANA DAN PRASARANA

Aset yang dikuasai Dinas Perikanan Tahun 2020 antara lain:

Tanah : 5 bidang : Rp. 852.185.000,00 Peralatan dan Mesin : 517 unit : Rp. 5.797.074.670,00 Gedung dan Bangunan : 113 unit : Rp. 13.478.306.149,00 Jalan, jaringan dan irigasi : 141 unit : Rp. 18.929.371.338,00 Aset tetap lainnya : 1 unit : Rp. 168.923.000,00 Konstruksi dalam pengerjaan: 4 unit : Rp. 7.304.900,00

JUMLAH Rp. 39.233.165.058,00

Selain sarana dan prasarana yang merupakan aset Dinas Perikanan, pada kelompok perikanan juga didukung sarana prasarna perikanan yang menjadi aset kelompok yang menunjang pengembangan usaha perikanan baik Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) maupun Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar).

D. POTENSI PERIKANAN

Kabupaten Pacitan merupakan wilayah Jawa Timur sebelah selatan dengan potensi bidang kelautan dan perikanan yang cukup besar. Kabupaten Pacitan terbagi menjadi 12 kecamatan. Luas keseluruhan Kabupaten Pacitan 1.389,8742 km2 dengan luas wilayah laut mencapai 523,82 km2 panjang pantai 47,02 km. Jumlah nelayan sebanyak 3.999 orang, pembudidaya 1.593 orang dan 87 pelaku usaha pengolahan. Produksi perikanan tangkap 11.733,07 ton dengan jenis ikan dominan seperti tuna, cakalang, layur, tongkol dan layang dengan tempat pendaratan ikan yang tersebar pada 7 kecamatan pesisir yaitu Kec. Donorojo, Kec. Pringkuku, Kec. Pacitan, Kec. Kebonagung, Kec. Tulakan, Kec. Ngadirojo dan Sudimoro.

Produksi perikanan budidaya dengan komoditas utama lele, nila dan udang sebanyak 2.158,46 ton tersebar di 12 kecamatan. Produksi pengolahan hasil perikanan sebanyak 1.017,92 ton dengan produk olahan dominan berupa tahu tuna, terasi, nugget,

(8)

8 pengasinan/pengeringan, pengasapan, pembuatan abon ikan banyak terdapat di Kecamatan Pacitan dan Ngadirojo.

E. ASPEK STRATEGIS DAN PERMASALAHAN

Pelaksanaan pembangunan perikanan yang telah dilaksanakan pada tahun 2020 dapat memberikan manfaat maupun dampak positif yang bisa dirasakan oleh nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasaran ikan, tentunya tidak terlepas dari berbagai permasalahan ataupun kendala yang dihadapi. Melihat hasil capaian kinerja, kedepan kondisi yang diinginkan, tentunya ada peningkatan serta pengembangan yang selama ini telah dicapai, disamping itu perlu peningkatan dan pengembangan dalam sistim pelayanan yang meliputi aspek :

1. Memperkuat Kelembagaan dan SDM secara Terintegrasi:

2. Mengelola sumber daya perikanan secara berkelanjutan:

3. Meningkatkan produktivitas dan daya saing berbasis pengetahuan:

4. Memperluas akses pasar domestik dan internasional:

Sejalan dengan visi, misi Kepala Daerah diharapkan sampai dengan 5 (lima) tahun masa kerja, sub sektor perikanan akan mengalami peningkatan, dengan proyeksi kedepan kondisi masyarakat akan meningkat kemampuan ekonomi dan kesadarannya akan arti pentingnya pelayanan prima yang telah menjadi kebutuhan.

Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan menetapkan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyelenggarakan pembangunan selama lima tahun kedepan, sebagai berikut :

a. Peningkatan produksi optimal

b. Pengelolaan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan yang berkelanjutan dan diwujudkan dengan penataan kawasan pesisir sesuai kaidah pelestarian.

(9)

9 c. Penjagaan Sumberdaya Perikanan melalui konservasi hutan

mangrove dan terumbu karang, serta meningkatkan Sumberdaya Manusia (SDM) masyarakat Perikanan untuk menjaga kualitas perairan, penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan dan penaatan terhadap peraturan perundang-undangan pengelolaan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan

d. meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kebutuhan dasar dan penanggulangan kemiskinan, meningkatkan kualitas pemerataan dan pertumbuhan ekonomi, bagi pelaku usaha baik Nelayan, Pembudidaya Ikan, Pengolah, Pemasar dalam maupun luar negeri bahkan para stake holder

(10)

10 BAB II

PERENCANAAN KINERJA

Strategi dan kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka pendek harus selaras dengan strategi dan kebijakan daerah serta rencana program prioritas dalam Rencana Strategis. Strategi dan kebijakan jangka pendek menunjukkan bagaimana cara mencapai tujuan, sasaran dalam satu tahun, dan target kinerja hasil (outcame) program prioritas yang menjadi tugas dan fungsi. Strategi dan kebijakan dalam Rencana Kinerja Tahunan selanjutnya menjadi dasar perumusan kegiatan bagi setiap program prioritas Dinas Perikanan yang menjadi tugas dan fungsi.

Prioritas pembangunan Kabupaten Pacitan selama 5 (lima) tahun diarahkan pada 8 (delapan) agenda Prioritas Utama yang dapat disingkat menjadi HASTA TAMA. HASTA TAMA terdiri dari:

1. Layanan Pendidikan 2. Layanan Kesehatan

3. Penanggulangan Kemiskinan 4. Ketahanan Pangan Daerah 5. Daya Saing Ekonomi

6. Infrastruktur Dasar Berkelanjutan 7. Tata Kelola Pemerintahan

8. Kehidupan Beragama Dan Sosial Kemasyarakatan

Peranan Dinas Perikanan dalam mendukung program prioritas berada pada agenda kelima yaitu peningkatan Daya Saing Ekonomi dengan mengembangkan sektor-sektor unggulan di bidang perikanan.

Berdasarkan visi misi Bupati yang tertuang dalam RPJMD, tugas fungsi Dinas Perikanan tercantum pada misi ke 3 “Membangun Perekonomian Masyarakat Dengan Menggerakkan Potensi Daerah Didukung ketersediaan infrastruktur yang memadai” dengan tujuan

(11)

11 meningkatnya daya saing ekonomi daerah dan sasaran meningkatnya daya saing sektor pertanian dengan indikator prosentase pertumbuhan PDRB sub sektor pertanian dan perikanan maka tujuan pembangunan perikanan Kabupaten Pacitan Tahun 2016-2021 yaitu

“meningkatnya daya saing sektor perikanan”. Rencana Strategis Perubahan Dinas Perikanan Tahun 2016-2021 sebagaimana tercantum pada Surat Keputusan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan Nomor 188.45/67/408.31/III/2018.

Strategi sesuai dengan RPJMD yaitu Meningkatkan kualitas produksi dan produktifitas sektor pertanian yang termasuk didalamnya produksi sektor perikanan. Dalam mendukung pencapaian strategi RPJMD maka strategi Dinas Perikanan adalah :

1. Fasilitasi sarana prasarana budidaya, penangkapan serta pengolahan dan pemasaran hasil perikanan

2. Peningkatan SDM perikanan, fasilitasi sarana dan prasarana, akses permodalan

3. Meningkatkan pertumbuhan pelaku usaha perikanan

4. Mendorong pelaku usaha melaksanakan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan

5. Melaksanakan pembinaan, sosialisasi, pelatihan teknologi dan informasi perikanan

Arah kebijakan sesuai dengan RPJMD :

1. Pemenuhan infrastruktur perikanan di sentra produksi pangan;

2. Penguatan dan pemberdayaan pelaku usaha sektor perikanan.

Kebijakan pembangunan perikanan tahun 2017-2021 ditetapkan dengan memperhatikan arah kebijakan RPJMD yaitu:

1. pemenuhan sarana prasarana sentra produksi perikanan 2. Peningkatan kapasitas SDM

3. Peningkatan akses permodalan

4. Peningkatan sarana prasarana pengolahan dan pemasaran

(12)

12 5. peningkatan promosi produk perikanan

6. peningkatan pembinaan dan pengawasan produk perikanan 7. peningkatan kapasitas kelembagaan

8. peningkatan akses informasi dan teknologi melalui pembinaan dan sosialisasi

Sasaran strategis pembangunan perikanan berdasarkan tujuan yang akan dicapai adalah :

1. Meningkatkan produksi perikanan;

2. meningkatnya mutu dan nilai tambah hasil perikanan;

3. Meningkatnya pemberdayaan kelompok perikanan terhadap faktor produksi, teknologi dan informasi.

Berikut ini matrik keselarasan antara RPJMD Kabupaten Pacitan dan Renstra Dinas Perikanan.

(13)

13 Tabel 2. Keselarasan Rpjmd Kab. Pacitan Dengan Rencana Strategis Dinas Perikanan

RPJMD KAB. PACITAN RENSTRA DINAS PERIKANAN

TUJUAN RPJMD

INDIKATOR TUJUAN

RPJMD

SASARA N RPJMD

INDIKATOR SASARAN

RPJMD

TUJUAN INDIKATOR

TUJUAN SASARAN INDIKATOR

SASARAN PROGRAM INDIKATOR PROGRAM meningkatnya

daya saing ekonomi daerah

pertumbuhan

ekonomi meningkat nya daya saing sektor pertanian

prosentase pertumbuhan PDRB sub sektor pertanian dan perikanan

meningkatnya daya saing sektor perikanan

prosentase pertumbuhan PDRB sub sektor perikanan

Meningkatnya

produksi perikanan produksi perikanan (ton)

Pengembangan Perikanan Tangkap

Produksi perikanan kelompok nelayan (ton)

Pengembangan Budidaya Perikanan

Produksi perikanan budidaya (kolam, Keramba, Minapadi, tambak) (ton) meningkatnya mutu

dan nilai tambah hasil perikanan

peningkatan prosentase nilai tambah hasil

perikanan (%)

Optimalisasi pengelolaan produksi Perikanan

Produksi produk hasil olahan perikanan (ton)

Meningkatnya pemberdayaan kelompok perikanan terhadap faktor produksi, teknologi dan informasi

prosentase kelompok perikanan yang berdaya (%)

Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Perikanan

Cakupan masyarakat perikanan yang mandiri (orang)

(14)

14 Dari rencana strategis yang telah ditentukan dibuatlah rencana kinerja tahunan sebagai berikut:

Tabel 3. Rencana Kinerja Tahunan 2020

NO SASARAN STRATEGIS PROGRAM INDIKATOR CAPAIAN

PROGRAM

TARGET

2020 SATUAN

1 Meningkatnya produksi perikanan Pengembangan Perikanan Tangkap

Produksi perikanan kelompok nelayan

12.258,39 ton

Pengembangan

Budidaya Perikanan

Produksi perikanan budidaya (kolam, Keramba, Minapadi, tambak)

1.173,40 ton

2 meningkatnya mutu dan nilai tambah hasil perikanan

Optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi Perikanan

Produksi produk hasil olahan perikanan

1.699,62 ton

3 Meningkatnya pemberdayaan kelompok perikanan terhadap faktor produksi, teknologi dan informasi

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Perikanan

Cakupan masyarakat perikanan yang mandiri

5.486 orang

(15)

15 Dari sasaran yang terdapat dalam rencana strategis disusun indikator kinerja utama Dinas Perikanan dengan target tahun 2020 sebagai berikut:

Tabel 4. Indikator Kinerja Utama Tahun 2020

NO TUJUAN INDIKATOR

TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA

TAHUN 2020 1 meningkatnya

daya saing sektor perikanan

prosentase pertumbuhan PDRB sub sektor perikanan

Meningkatkan produksi perikanan produksi perikanan (ton) 13.431,79

meningkatnya mutu dan nilai tambah hasil perikanan

peningkatan prosentase nilai tambah hasil perikanan (%)

2

Meningkatnya pemberdayaan kelompok perikanan terhadap faktor produksi, teknologi dan informasi

prosentase kelompok perikanan yang berdaya (%)

77

(16)

16 Perjanjian Kinerja

Penetapan Kinerja Dinas Perikanan Tahun 2020 merupakan pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja, dan merupakan komitmen yang akan dicapai antara pimpinan unit kerja yang menerima amanah/tanggung jawab/ kinerja dengan pihak yang memberikan amanah/tanggung jawab/ kinerja.

Penetapan Kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen pimpinan yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Tujuan khusus Perjanjian Kinerja antara lain untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah. Penetapan Kinerja digunakan sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi, menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur. Berikut ini merupakan perjanjian Kinerja Kepala Dinas Perikanan kepada Bupati Pacitan.

(17)

17 Tabel 5.

Perjanjian Kinerja Perubahan Tahun 2020 Dinas Kelautan Dan Perikanan

Kabupaten Pacitan

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target 1. Meningkatnya produksi

perikanan

1.1 Produksi perikanan (ton) 13.431,79 ton 2. meningkatnya mutu dan

nilai tambah hasil perikanan

2.1 peningkatan prosentase nilai tambah hasil

perikanan (%)

2 %

3. Meningkatnya

pemberdayaan kelompok perikanan terhadap faktor produksi, teknologi dan informasi

3.1 prosentase kelompok perikanan yang berdaya (%)

77 %

No Program Anggaran

Keterangan Sebelum Perubahan Sesudah perubahan

1. Program Pelayanan Administrasi

Perkantoran

Rp. 490.459.000,00 Rp. 711.586.300,00 APBD Kabupaten 2. Peningkatan

Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan

Rp. 216.700.000,00 Rp. 66.805.175,00 APBD Kabupaten

3. Pengembangan

Perikanan Budidaya Rp. 1.327.204.851,00 Rp. 1.280.020.000,00 APBD Kab.

4. Pengembangan

Perikanan Tangkap Rp. 2.336.997.360,00 Rp. 1.785.950.000,00 APBD Kab.

7% dan DAK 93%

5. Optimalisasi Pengelolaan

Produksi Perikanan

Rp. 565.559.089,00 Rp. 291.564.200,00 APBD Kabupaten 6. Program

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Perikanan

Rp. 504.765.000,00 Rp. 169.559.000,00 APBD Kabupaten

Jumlah Rp. 5.441.685.300,00 Rp. 4.305.484.675,00

(18)

18 BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Sebagai media pertanggungjawaban atau menerangkan atas capaian kinerja yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun anggaran dalam tahun 2020, maka disusun pertanggungjawaban ini agar dapat diketahui atas keberhasilan dan kegagalan yang disesuaikan dengan visi dan misi yang ditetapkan.

Dalam akuntabilitas kinerja ini akan disajikan capaian kinerja dan pengukuran kinerja, evaluasi dan analisis atas akuntabilitas kinerja termasuk di dalamnya menguraikan secara sistematis atas keberhasilan dan ketidaktercapaian atas program dan kegiatan yang ditetapkan, dengan ketidaktercapainya atas program dan kegiatan akan diketahui permasalahan yang timbul untuk diadakan langkah antisipatif.

Pengukuran kinerja dilakukan secara periodik. Untuk Indikator Kinerja yang capaiannya diukur secara triwulan/semester/tahunan diperhitungkan sesuai dengan karakteristik Indikator Kinerja dimaksud. Proses penghitungan kinerja menggunakan Manual IKU yang telah disusun sebelumnya, serta menilai capaian kinerja dari kegiatan-kegiatan yang mendukung pencapaian kinerja program. Koordinasi proses penghitungan dilakukan oleh para pengelola kinerja setiap sasaran strategis sesuai dengan tanggung jawabnya.

Akuntabilitas Kinerja organisasi merupakan kinerja secara kolektif dari seluruh Unit Kerja di lingkungan Dinas Perikanan. Dengan didasarkan atas perjanjian kinerja tersebut di atas serta seluruh perjanjian kinerja di level Satuan Kerja, telah dilakukan pengukuran dan evaluasi kinerja secara berkala.

Pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan misi dan visi instansi pemerintah.

Pengukuran kinerja dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/618/2004 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun

(19)

19 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. pengukuran atas indikator kinerjanya masing-masing, sedangkan capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis. Cara penyimpulan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran strategis dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran.

Predikat nilai capaian kinerjanya dikelompokan dalam skala pengukuran ordinal dengan pendekatan petunjuk pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, sebagai berikut :

Tabel 6. Skala Pengukuran Capaian Kinerja No Katagori Nilai Angka Interpretasi 1.

2.

3.

4.

5.

6.

AA A B CC C D

> 85 – 100

> 75 – 85

> 65 – 75

> 50 – 65

> 30 – 50 0 – 30

Memuaskan Sangat Baik Baik

Cukup Baik Agak Kurang Kurang

Penetapan angka capaian kinerja terhadap hasil prosentase capaian indikator kinerja sasaran yang mencapai lebih dari 100% termasuk pada angka capaian kinerja sebesar 100. Angka capaian kinerja terhadap hasil prosentase capaian indikator kinerja sasaran yang mencapai kurang dari 0% termasuk pada angka capaian kinerja sebesar 0. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisis pencapaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapai atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan.

A. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2020

Indikator kinerja daerah pada Dinas Perikanan yang mendukung visi, misi, tujuan dan sasaran RPJMD Kabupaten Pacitan Tahun 2017-2021 sebagaimana pada Peraturan Daerah Nomor 5 tentang Rencana Pembangunan jangka Menengah Daerah Kabupaten Pacitan Tahun 2016- 2021 BAB IX tingkat pencapaian sebagai berikut:

(20)

20 Tabel 7. Pencapaian Atas Rencana Kinerja Tahunan

NO SASARAN

STRATEGIS PROGRAM INDIKATOR CAPAIAN

PROGRAM TARGET

2020 REALISASI %

CAPAIAN 1 Meningkatnya produksi

perikanan Pengembangan Perikanan

Tangkap Produksi perikanan

kelompok nelayan 12.258,39 11.733,07 95,71 Pengembangan Budidaya

Perikanan Produksi perikanan

budidaya (kolam, Keramba, Minapadi, tambak)

1.173,40 2.158,46 183,95

2 meningkatnya mutu dan nilai tambah hasil perikanan

Optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi Perikanan

Produksi produk hasil

olahan perikanan 1.699,62 1.017,92 60,97

3 Meningkatnya pemberdayaan kelompok perikanan terhadap faktor

produksi, teknologi dan informasi

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Perikanan

Cakupan masyarakat perikanan yang mandiri

5.486 5.315 96,87

RATA-RATA CAPAIAN 109,375

(21)

21 Capaian Dinas Perikanan dalam Indikator Kinerja daerah sebagaimana pada tabel berikut:

Tabel 8. Capaian Kinerja Indikator Kinerja Daerah

NO INDIKATOR KINERJA PEMBANGUNAN DAERAH

KONDISI KINERJA PADA AWAL PERIODE

RPJMD

TARGET 2020

REALISASI TAHUN

2020

REALISASI CAPAIAN

TAHUN 2020

STATUS CAPAIAN 2020 PER INDIKATOR

1 2 3 4 5 6 7

ASPEK PELAYANAN UMUM

Fokus Pelayanan Urusan Pilihan

Kelautan dan Perikanan

1.1 Produksi perikanan budidaya (ton) 801,45 1173,4 2.158,46 183,95 TERCAPAI 1.2 Produksi perikanan kelompok nelayan (ton) 10.891,42 12.258,39 11.733,07 95,71 TIDAK TERCAPAI 1.3 Konsumsi ikan masyarakat (Kg/kapita/thn) 16,26 19,76 32,83 166,14 TERCAPAI 1.4 Peningkatan Produksi benih ikan (ekor) 1.480.000 2.166.868 1.766.484 81,52 TIDAK TERCAPAI 1.5 Produksi hasil olahan perikanan (ton) 1.398,28 1.669,62 1.017,92 60,97 TIDAK TERCAPAI 1.6 Cakupan masyarakat perikanan yang mandiri

(orang)

4.514,00 5.487 5.315,00 96,87 TIDAK TERCAPAI

KET

1 Jumlah Indikator 6

2 Jumlah Indikator tercapai 2

3 Jumlah Indikator Tidak Tercapai 4

4 Tingkat Capaian

114,19

(22)

22 Analisis capaian kinerja Dinas Perikanan setiap Sasaran Strategis untuk setiap perspective dilakukan untuk menjelaskan realisasi indikator kinerja utama, permasalahan dan kendala yang dihadapi serta upaya perbaikan yang dilakukan kedepan dalam rangka peningkatan kualitas pengelolaan kinerja.

Analisis untuk setiap sasaran strategis dan indikator kinerja utama dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 9. Capaian Indikator Kinerja Utama Tahun 2020

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI SATUAN % CAPAIAN Meningkatkan

produksi perikanan

produksi

perikanan (ton)

13.431,79 13.891,53 Ton 103,42

meningkatnya mutu dan nilai tambah hasil perikanan

peningkatan prosentase nilai tambah hasil perikanan (%)

2 1,98 % 99,00

Meningkatnya pemberdayaa n kelompok perikanan terhadap faktor produksi, teknologi dan informasi

prosentase kelompok perikanan yang berdaya (%)

77 75,98 % 98,68

CAPAIAN RATA-RATA 100,37

(23)

23 B. EVALUASI DAN ANALISIS AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2020

Sesuai dengan RPJMD perubahan 2016-2021, indikator kinerja Sasaran Dinas Perikanan sebanyak 3 sasaran dengan indikator sasaran 4 indikator dan 4 program dengan 4 indikator kinerja program. Capaian sasaran rata-rata sebesar 100,37%. Pencapaian ini termasuk kategori MEMUASKAN. Untuk mencapai target indikator kinerja tersebut, Dinas Perikanan mempunyai 3 sasaran yaitu:

1. Meningkatkan produksi perikanan

2. meningkatnya mutu dan nilai tambah hasil perikanan

3. Meningkatnya pemberdayaan kelompok perikanan terhadap faktor produksi, teknologi dan informasi

Didukung 4 (empat) program antara lain:

1. Program Pengembangan Budidaya Perikanan 2. Program Pengembangan Perikanan Tangkap

3. Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan 4. Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Perikanan

Program ini ditunjang dengan beberapa kegiatan. Pada tahun 2020 kegiatan yang dilaksanakan Dinas Perikanan sebanyak 19 kegiatan termasuk kegiatan Peningkatan dan Pengelolaan Administrasi Perkantoran, Kegiatan Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan Program Perangkat Daerah, serta Pengelolaan Keuangan Perangkat Daerah.

(24)

24 Berdasarkan pelaksanaan program dan kegiatan yang sudah dilakukan pada tahun 2020, capaian sasaran Dinas Perikanan menunjukkan perkembangan sebagai berikut :

SASARAN 1 “MENINGKATKAN PRODUKSI PERIKANAN”

Sasaran “Meningkatkan Produksi Perikanan” diarahkan pada peningkatan produksi perikanan budidaya (kolam, karamba, minapadi, tambak), peningkatan jumlah pembudidaya ikan, peningkatan luas areal budidaya, peningkatan produksi perikanan tangkap, peningkatan jumlah nelayan yang bergerak dalam usaha penangkapan ikan, peningkatan jumlah kapal dan peningkatan produksi perairan umum. Dengan peningkatan produksi dan nilai produksi diharapkan akan meningkatan pendapatan pekerja sektor perikanan. Untuk mewujudkan sasaran tersebut, diharapkan dapat dicapai melalui 2 (dua) program yaitu program Pengembangan Perikanan Tangkap dan Program Pengembangan Budidaya Perikanan dengan indikator program sebagaimana pada tabel berikut:

(25)

25 Tabel 10. Sasaran “Meningkatkan Produksi Perikanan”

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI SATUAN %

CAPAIAN PROGRAM

INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM

TARGET

2020 REALISASI % CAPAIAN Meningkatkan

produksi perikanan

Peningkatan produksi perikanan

13.431,79 13.891,53 ton 103,42 Pengembangan Perikanan Tangkap

Produksi perikanan kelompok nelayan (ton)

12.258,39 11.733,07 95,71

Pengembangan Budidaya Perikanan

Produksi perikanan budidaya (kolam, Keramba, Minapadi, tambak) (ton)

1.173,40 2.158,46 183,95

(26)

26

SASARAN 1 . MENINGKATKAN PRODUKSI PERIKANAN

PROGRAM PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP

Produksi perikanan kelompok nelayan pada tahun 2020 sebesar 11.733,07 ton atau mencapai 95,71% dari target RPJMD tahun 2020. Capaian tersebut belum mencapai target RPJMD tahun 2020 namun jika dibandingkan dengan capaian tahun 2019 produksi perikanan tangkap mengalami kenaikan 29,62%. Berikut ini capaian produksi kelompok nelayan laut dan perairan umum tahun 2020 berdasarkan kecamatan.

Tabel 11. Produksi Perikanan Tangkap Berdasarkan Kecamatan Tahun 2019 dan 2020

Kecamatan Perikanan Laut Perairan Umum Jumlah

2019 2020 2019 2020 2019 2020

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Donorojo 349.915 330.685 5.915 19.337 355.830 350.022

2 Punung - - 13.047 33.150 13.047 33.150

3 Pringkuku 1.027.378 1.402.952 86.304 35.360 1.113.682 1.438.312 4 Pacitan 4.901.817 4.720.308 169.196 99.450

5.071.013 4.819.758 5 Kebonagung 1.171.428 1.792.764 11.130 51.382

1.182.558 1.844.146

6 Arjosari - - 14.851 71.825

14.851 71.825

7 Nawangan - - 14.787 23.757

14.787 23.757

8 Bandar - - 12.349 23.205

12.349 23.205

9 Tegalombo - - 5.724 54.145

5.724 504.145 10 Tulakan 200.529 589.708 9.553 38.675

210.082 628.383 11 Ngadirojo 1.207.486 1.917.109 134.449 60.775

1.341.935 1.977.884 12 Sudimoro 2.312 427.048 9.582 41.437

11.894 468.485 Jumlah 8.860.865 11.180.574 486.887 552.499 9.347.752 11.733.073

(27)

27 Potensi perikanan tangkap laut terdapat pada 7 Kecamatan Pantai yaitu Kec. Sudimoro, Kec. Ngadirojo, Kec. Tulakan, Kec.

Kebonagung, Kec. Pacitan, Kec. Pringkuku, Kec. Donorojo. Produksi perikanan tangkap terbesar ada di Kecamatan Pacitan, hal ini dikarenakan di Kecamatan Pacitan terdapat Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan yang merupakan pelabuhan perikanan type c atau kelas II.

Pelabuhan ini dirancang untuk melayani kapal perikanan berukuran 5 – 15 GT. Pelabuhan ini dapat menampung 50 kapal atau 500 GT sekaligus.

Jumlah kapal dan nelayan di Kec. Pacitan juga lebih besar dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Berikut jumlah kapal dan nelayan tahun 2020

(28)

28

Tabel 12. Jumlah Perahu/Kapal Menurut Kecamatan Tahun 2020

NO KECAMATAN Tanpa Motor

Motor Tempel

Kapal Motor (Motor Dalam) JUMLAH TOTAL

ANDON

KAPAL KECIL JUMLAH TEMPAT BERLABUH

> 5-10 GT > 10-30 GT > 30 GT

1 Sudimoro 115 115 115

-Sumberejo 100 100 TPI Ngobyok, Ds. Sumberejo

- Pagerkidul 20 20 TPI Tawang Ds. Sidomulyo

2 Ngadirojo 330 330 330 TPI Tawang Ds. Sidomulyo

- Sidomulyo 316 316 316

- Hadiwarno 14 14 14

3 Tulakan 3 76 79 79 TPI Tawang Ds. Sidomulyo

4 Kebonagung 369 369 369

- Worawari 8 8 8 Pantai dangkal

- Wawaran 205 205 205 TPI Wawaran

- Klesem 95 95 95 TPI Klesem Pantai Kaliuluh

- Karangnongko 17 17 17 Pantai bakung

- Kalipelus 2 2 2 Pantai Srengit

- Katipugal 25 25 25 Pantai Tawang Katipugal

- Plumbungan 17 17 17 Pantai Gelon

5 Pacitan 391 - 20 7 366 80 446

- Sidoharjo 72 - 20 7 99 80 179 PPP Tamperan, TPI Teleng

- Ploso 11 11 11 PPP Tamperan

- sirnoboyo 144 144 144 Pancer dan Sungai Grindulu

- Kembang 112 112 112 Pancer dan Sungai Grindulu

6 Pringkuku 12 259 - - - 271 - 271

- Watukarung 3 127 130 130 TPI Watukarung, Ds. Watukarung

- Srau 6 19 25 25 Pantai Srau dan TPI Watukarung

- Dersono 3 106 109 109 Sungai Maron Ds. Dersono

(29)

29 NO KECAMATAN Tanpa

Motor

Motor Tempel

Kapal Motor (Motor Dalam) JUMLAH TOTAL

ANDON

KAPAL KECIL JUMLAH TEMPAT BERLABUH

> 5-10 GT > 10-30 GT > 30 GT

- Jlubang 2 2 2 TPI Watukarung, Ds. Watukarung

- Poko 1 1 1 PPP tamperan

- Dadapan 4 4 4 PPP tamperan

7 Donorojo - 52 - - 52 - 52

- Widoro - - -

- Kalak 2 2 2

- Sendang 50 50 50 Muara Sungai Maron

- Cemeng - - -

JUMLAH 15 1.592 - 20 7 1.582 80 1.662

Tabel 13. Jumlah Nelayan Tahun 2020 NO KECAMATAN Nelayan Penuh Nelayanan

Sambilan TOTAL

1 DONOROJO 369 49 418

2 PRINGKUKU 463 93 556

3 PACITAN 713 191 904

4 KEBONAGUNG 590 119 709

5 TULAKAN 174 12 186

6 NGADIROJO 421 84 505

7 SUDIMORO 287 39 326

Jumlah 3.017 587 3.604

Jumlah kapal tahun 2020 sebanyak 1.662 unit lebih banyak dibandingkan jumlah kapal tahun 2019 sebanyak 1.568 unit atau naik sebesar 5,99%. Untuk jumlah nelayan tahun 2020 sebanyak 3.604 orang turun dibandingkan tahun

(30)

30 2019 sebanyak 4.419 orang atau turun 18%. Meskipun jumlah kapal naik, jumlah nelayan turun dikarenakan nelayan yang terdata termasuk nelayan andon yang tidak mempunyai kapal. Jumlah nelayan andon Tahun 2020 turun dari 1.690 orang pada Tahun 2019 menjadi 1.125 orang pada Tahun 2020 atau turun 33,43%

Pencapaian produksi perikanan tangkap juga didukung dari produksi perairan umum yaitu telaga, sungai dan cekdam. Potensi perairan umum di Kabupaten Pacitan tidak terlalu besar selain karena luasannya yang tidak besar juga karena tipe perairan sungai yang deras dan berbatu sehingga tidak banyak ikan yang hidup di perairan tersebut. Kebanyakan nelayan yang mencari ikan di perairan umum merupakan nelayan sambilan bukan seseorang yang matapencaharian utamanya mencari ikan. Alat tangkap yang banyak digunakan yaitu pancing, jala tebar dan bubu.

Produksi Perairan Umum sebesar 552,5 ton seperti pada tabel 10 diatas sedangkan Luasan perairan umum berdasarkan kecamatan seperti pada tabel berikut ini:

Tabel 14. Luas Perairan Umum Berdasarkan Kecamatan

NO KECAMATAN LUAS / PANJANG

TELAGA SUNGAI CEKDAM 1 Donorojo 5,45 Ha

2 Punung 14,15 Ha 2,5 Km 0,25 Ha

3 Pringkuku 4,6 Ha 7 Km 2 Ha

4 Pacitan - 7,39 Km 3 Ha

5 Kebonagung - 117 Km 0,4 Ha

6 Arjosari - 30,2 Km 2,75 Ha

7 Nawangan 1,5 Ha 5 Km 2,75 Ha

8 Bandar 0,5 Ha 5 Km

9 Tegalombo - 47 Km

10 Tulakan 1,5 Ha 10 Km

11 Ngadirojo 0,75 Ha 1o Km 0,55 Ha

12 Sudimoro 0,81 Ha 5 Km

Jumlah 29,26 Ha 246,09 Km 11,7 Ha

(31)

31 Produksi perikanan kelompok nelayan didukung melalui kegiatan pembinaan kelompok nelayan, pemberian bantuan sarana perikanan tangkap dan sosialisasi pengelolaan sumberdaya laut. Kelompok nelayan yang dibina Dinas Perikanan tahun 2020 sebanyak 88 KUB yang merupakan KUB nelayan laut dan KUB nelayan perairan umum. Pembinaan dilakukan secara langsung dengan sosialisasi ataupun secara tidak langsung melalui monitong evaluasi ke lapangan mengingat kondisi Tahun 2020 sedang terjadi pandemi wabah Corona.Tahun 2020 Dinas Perikanan juga memberikan bantuan sarana perikanan tangkap dari anggaran DAK sebagai stimulan kepada nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan ataupun menggantikan sarana tangkap mereka yang rusak. Sarana perikanan tangkap yang diberikan tahun 2020 dari anggaran DAK sebagaimana pada table berikut:

Tabel 15. Bantuan Sarana Perikanan Tangkap Tahun 2020

KEGIATAN / PAKET LOKASI

Program Pengembangan Perikanan Tangkap

Pengadaan Sarana dan Prasarana Pemberdayaan Usaha Skala Kecil Masyarakat Nelayan

1 Pengadaan Perahu 3 unit Kec. Pacitan

2 Pengadaan jaring gondrong 125 unit Kec. Kebonagung 3 Pengadaan jaring parel 125 unit Kec. Pacitan 4 Pengadaan pancing rawai layur 100 unit Kec. Kebonagung 5 Pengadaan pancing rawai dasar 100 unit Kec. Pacitan 6 Pengadaan pancing handline 1.000 unit Kec. Donorojo 7 Pengadaan bubu krendet 1.500 unit Kec. Pringkuku

8 Pengadaan cool box 170 unit Kec. Kebonagung

9 Pengadaan alat navigasi 40 unit Kec. Sudimoro, Kec. Tulakan

Selain dari dana DAK bantuan sarana juga diberikan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jawa Timur berupa batuan sarana pengembangan usaha nelayan yaitu 2 unit mesin temple 15 PK dan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dirjen Perikanan Tangkap (DJPT) berupa 2 unit kendaraan roda 3 dan Chest freezer 8 unit untuk 8 Kelompok Usaha Perikanan (KUB).

(32)

32 Capaian kinerja tahun 2020 didukung dengan Program Pengembangan Perikanan Tangkap Kegiatan Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pemberdayaan Usaha Skala Kecil Masyarakat Nelayan, Optimalisasi Pendataan Perikanan Tangkap, Restocking Ikan dan Pembinaan Pokmaswas, Sosialisasi dan penegakan peraturan perundang- undangan dan regulasi bidang kelautan dan perikanan, fasilitasi bidang kelautan dan perikanan, pemberdayaan nelayan dengan output yang dihasilkan sebagai berikut:

- Terlaksananya pengadaan sarana perikanan tangkap 9 paket - Terlaksananya pendataan perikanan tangkap 1 dokumen - Terlaksananya pembinaan dan sosialisasi 180 orang nelayan

Beberapa output belum tercapai dikarenakan adanya refocusing anggaran yaitu pengadaan benih untuk restocking, pengadaan papan larangan dan pendampingan program nasional bidang perikanan.

(33)

33

SASARAN 1 . MENINGKATKAN PRODUKSI PERIKANAN

PROGRAM PENGEMBANGAN BUDIDAYA PERIKANAN

Pada tahun 2020 sebesar 2.158,46 ton atau mencapai 183,95% dari target RPJMD tahun 2020, capaian tersebut sudah mencapai target RPJMD tahun 2020 dicapai melalui pengembangan perikanan budidaya tambak, kolam, minapadi, karamba dan budidaya laut.

Dibandingkan dengan pencapaian tahun 2019, produksi perikanan budidaya mengalami kenaikan sebesar 183,95% kenaikan terbesar terdapat pada produksi tambak yaitu sebesar 135%. Berikut capaian produksi budidaya tahun 2020 per kecamatan.

Tabel 16. Capaian produksi budidaya tahun 2020

Kecamatan

Produksi (kg) Nilai Produksi (ribu rupiah)

Budidaya

Laut Tambak Kolam Minapadi Budidaya

Laut Tambak Kolam Minapadi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Donorojo - 51.100 39.587 - 3.545.500,00 643.711,00

Punung - - 48.658 - - 767.968,00

Pringkuku - 103.660 14.176 - 7.123.700,00 221.714,00

Pacitan - 10.500 176.774 2.355 - 701.500,00 2.884.882,00 47.100,00

Kebonagung - 520.850 17.840 - 36.097.000,00 282.050,00

Arjosari - - 26.613 - - 465.225,00

Nawangan - - 4.924 - - 93.147,00

Bandar - - 3.262 - - 64.268,00

(34)

34

Tegalombo - - 19.052 - - 323.911,00

Tulakan - - 23.345 - - 381.091,00

Ngadirojo 156.090 713.355 73.732 799.450,00 49.032.625,00 1.327.285,00

Sudimoro - 144.775 7.813 10.018.875,00 128.871,00

Jumlah 156.090 1.544.240 455.776 2.355 799.450,00 106.519.200,00 7.584.123,00 47.100.000,00

PRODUKSI BUDIDAYA TAMBAK

Budidaya tambak di Kabupaten Pacitan sudah mulai dibudidayakan sebelum tahun 2000. Budidaya tambak mulai berkembang sejak tahun 2017 dimana adanya demplot budidaya tambak yang diresmikan kegiatannya oleh Bapak Presiden RI ke -6 Ir. Susilo Bambang Yudhoyono dengan konsep BUSMETIK (Budidaya Udang Skala Kecil Empang Plastik). Komoditas yang dibudidayakan adalah udang vanname. Mulai saat itu banyak masyarakat yang mencoba untuk membudidaya udang skala kecil. Jumlah pembudidaya tambak tahun 2020 sebanyak 169 orang dengan luas 754.732 m2. Perkembangan produksi tambak di Kabupaten Pacitan lima tahun terakhir sebagaimana pada tabel berikut:

Tabel. 17 Produksi Tambak Tahun 2016-2020

No. Tahun Jumlah Produksi (kg)

1. 2016 229.030

2. 2017 329.440

3. 2018 681.786

4. 2019 1.071.161

5. 2020 1.544.240

(35)

35 PRODUKSI BUDIDAYA KOLAM

Budidaya kolam di Kabupaten Pacitan tersebar di seluruh kecamatan dengan mayoritas budidaya lele dan nila. Pada tahun 2020 pencapaian budidaya kolam sebesar 455,77 ton atau turun 15% dari produksi 2019 sebesar 536,45 ton. Penurunan ini disebabkan karena adanya kenaikan harga pakan dan terjadinya pandemic covid-19 yang menyebabkan daya beli produk perikanan menurun. Jumlah pembudidaya ikan tahun 2020 sebanyak 1.515 orang dengan jumlah kelompok 176 kelompok. Berikut ini data produksi kolam selama lima tahun terakhir

Tabel. 18 Produksi Kolam Tahun 2016-2020 No. Tahun

Jumlah Produksi

(kg) 1. 2016

684.648 2. 2017 671.788 3. 2018 594.843 4. 2019 536.447 5. 2020 455.770

PRODUKSI BUDIDAYA MINAPADI

Mina padi adalah suatu bentuk usaha tani gabungan yang memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami padi sebagai kolam untuk budidaya yang memaksimalkan hasil tanah sawah. Mina padi dengan demikian meningkatkan efisiensi lahan karena satu lahan menjadi sarana untuk budidaya dua komoditas pertanian sekaligus perikanan. Pengembangan budidaya mina padi di Kabupaten Pacitan masih sangat terbatas mengingat lahan pertanian utamanya sawah juga tidak terlalu luas. Berikut ini perkembangan produksi budidaya minapadi di Kabupaten Pacitan:

(36)

36 Tabel. 19 Produksi Minapadi Tahun 2016-2020

No. Tahun

Jumlah Produksi

(kg) 1. 2016 3.055 2. 2017 1.710

3. 2018 0

4. 2019 0

5. 2020 2.355

PRODUKSI BUDIDAYA LAUT

Potensi laut bukan hanya untuk usaha penangkapan ikan tetapi juga dapat diusahakan secara budidaya. Budidaya laut di Kabupaten Pacitan dilakukan di Kecamatan Ngadirojo dikarenakan kontur perairan yang sesuai untuk budidaya hanya ada di Kecamatan Ngadirojo yaitu di Desa Sidomulyo. Komoditas yang dibudidayakan tahun 2020 adalah rumput laut dan kerapu. Terdapat satu kelompok yang mengembangkan usaha budidaya laut. Produksi budidaya laut tahun 2020 naik 171% dibandingkan tahun 2019 yaitu dari 57,63 ton menjadi 156,09 ton dikarenakan pertumbuhan rumput laut sangat tergantung kondisi perairan pantai dimana apabila terjadi ombak besar maka rumput laut akan rusak demikian pula apabila ada hewan-hewan laut yang memakan rumput laut akan menghambat pertumbuhannya.

Tabel. 20 Produksi Budidaya Laut Tahun 2016-2020 No. Tahun

Jumlah Produksi

(kg) 1. 2016 1.600 2. 2017 23.110

3. 2018 0

4. 2019 57.630 5. 2020 156.090

Pencapaian kinerja produksi budidaya tahun 2020 ini didukung dengan Program Pengembangan Budidaya Perikanan Kegiatan Pembinaan Dan Pengembangan Perikanan, Pengembangan Balai Benih Ikan (BBI), Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Pengembangan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) dengan output yang dihasilkan sebagai berikut:

- terlaksananya bimbingan teknis 90 orang

- terlaksananya pengadaan benih ikan 200.000 ekor

(37)

37 - terlaksananya pengadaan pakan 6.000 kg

- terlaksananya pengadaan terpal 17 paket

- terlaksananya pengadaan sarana budidaya lele 6 paket - terlaksananya pengadaan sarana budidaya nila 5 paket - terlaksananya pengadaan sarana budidaya gurame 3 paket - terlaksananya pembangunan saluran perpipaan 2 paket - terlaksananya pembangunan jalan produksi 1 paket

Produksi perikanan baik tangkap maupun budidaya tercapai 13.891,53 ton atau 103,42% dari target sebesar 12.968,08 ton. Meskipun sudah mencapai target RPJMD tahun 2020 namun pencapaian ini tidak lepas dari beberapa hambatan dan kendala. Hambatan dan kendala yang dihadapi dalam mencapai sasaran “Meningkatkan Produksi Perikanan” antara lain:

- Kurang tingginya jiwa wiraswasta sehingga banyak pelaku usaha di bidang perikanan yang tidak mampu bertahan dalam usahanya. Hal ini berdampak pada tidak optimalnya penggunaan sarana dan prasarana seperti kolam, kapal, alat penangkapan dan alat pengolahan.

- Tingginya harga pakan sehingga keuntungan yang diperoleh pembudidaya ikan kecil.

- Semakin banyaknya hama dan penyakit ikan pada budidaya perikanan - Peningkatan produksi perikanan budidaya untuk mencukupi kebutuhan

lokal, regional maupun ekspor belum terpenuhi.

- Produksi perikanan tangkap yang cenderung menurun disebabkan karena peralihan jenis ikan yang ditangkap oleh nelayan dari mencari ikan menjadi pencari benur, menurunnya jumlah nelayan andon yang datang ke Pacitan dan cuaca ekstrim yang sering terjadi di perairan selatan jawa.

- Terjadinya pandemi covid-19 meskipun tidak berpengaruh besar namun menyebabkan distribusi dan permintaan produk perikanan menurun.

Untuk mengoptimalkan pencapaian sasaran ini, akan ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:

(38)

38 - Optimalisasi pembudidaya ikan terhadap setiap potensi wilayah (baik

tawar, payau dan laut) dalam melaksanakan pembudidayaan ikan dengan menerapkan tehnologi yang dianjurkan sehingga luasan lahan serta produktifitasnya akan lebih meningkat.

- Peningkatan jumlah masyarakat dalam usaha budidaya perikanan untuk mencukupi kebutuhan pangan maupun peningkatan kesejahteraan.

- Peningkatan kualitas dan kuantitas pakan mandiri.

- Pencegahan penyakit ikan melalui sistem budidaya yang baik.

- Peningkatan produksi nelayan lokal melalui upaya inovasi teknologi penangkapan ikan yang memperhatikan kaidah konservasi dan kelestarian ekosistem laut dan restrukturisasi armada perikanan tangkap.

- Peningkatan pasca panen sehingga produk perikanan yang dihasilkan berkualitas dan bernilai tinggi.

- Diversifikasi usaha untuk mengantisipasi musim paceklik.

SASARAN 2 “MENINGKATNYA MUTU DAN NILAI TAMBAH HASIL PERIKANAN”

Salah satu faktor yang menentukan daya saing suatu produk pangan dalam perdagangan bebas adalah jaminan mutu dan keamanan pangan bagi konsumen. Jaminan mutu dan keamanan produk tidak hanya untuk melindungi konsumen domestik namun juga untuk mengantisipasi meningkatnya persyaratan dalam perdagangan internasional. Globalisasi memaksa produsen untuk meningkatkan mutu dan keamanan produk yang dihasilkan tidak terkecuali untuk pengelolaan produk perikanan. Dengan meningkatnya mutu produk maka nilai tambah untuk produk perikanan juga akan meningkat. Nilai tambah adalah selisih lebih di antara harga jual barang dengan harga beli bahan baku, suku cadang, bahan penolong serta jasa yang dibutuhkan dalam proses produksi barang tersebut. Nilai tambah produk perikanan tahun 2020 sebesar Rp.9.537.498.266,00. Prosentase pencapaian peningkatan prosentase nilai tambah hasil perikanan (%) tahun 2020

(39)

39 dibandingkan tahun 2019 sebesar sebesar 1,98% atau mencapai 99% dari target RPJMD.

(40)

40 Sasaran “Meningkatnya Mutu dan Nilai Tambah Hasil Perikanan” dengan indikator peningkatan prosentase nilai tambah hasil perikanan dilaksanakan melalui program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi hasil perikanan diarahkan pada peningkatan jumlah unit pengolahan, peningkatan jumlah produk olahan, tingkat konsumsi ikan dan peningkatan kualitas produk perikanan.

Untuk mewujudkan sasaran tersebut, diharapkan dapat dicapai melalui 1 (satu) program dengan indikator program sebagaimana pada tabel berikut:

TABEL 21. SASARAN “MENINGKATNYA MUTU DAN NILAI TAMBAH HASIL PERIKANAN”

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI SATUAN %

CAPAIAN PROGRAM

INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM

TARGET

2020 REALISASI % CAPAIAN meningkatnya

mutu dan nilai tambah hasil

perikanan

peningkatan prosentase nilai tambah hasil

perikanan (%)

2 1,98 % 99 Optimalisasi

pengelolaan dan

pemasaran produksi Perikanan

Produksi produk hasil olahan perikanan (ton)

1.669,62 1.017,92 60,97

(41)

41 Indikator Kinerja produksi hasil olahan perikanan pada tahun 2020 mencapai 1.017,92 ton atau mencapai 60,97% dari target RPJMD tahun 2020. Capaian tersebut belum mencapai target RPJMD tahun 2020, hal ini disebabkan karena selama pandemi covid-19 permintaan produk olahan menurun serta kesulitan pengiriman produk ke luar daerah. Capaian kinerja tahun 2020 mengalami penurunan dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2019.

Capaian kinerja tahun 2020 didukung program optimalisasi pengelolaan produksi perikanan kegiatan Bimbingan teknis pelaku utama perikanan, peningkatan mutu hasil perikanan dan promosi produk perikanan dengan output yang dihasilkan sebagai berikut:

- pengawasan mutu produk perikanan 6 kecamatan - bimbingan teknis pengolahan ikan 60 orang

- Terlaksananya kegiatan gemarikan 1 kali

Beberapa kegiatan yang semestinya dapat dilaksanakan namun karena adanya pandemi maka anggaran dialihkan untuk penanganan covid- 19.

Meningkatnya produksi hasil perikanan dan produk olahan hasil perikanan meningkatkan angka konsumsi ikan Kabupaten Pacitan. Indikator Kinerja konsumsi ikan pada tahun 2020 sebesar 32,83 kg/kapita/thn atau mencapai 166,14% dari target RPJMD tahun 2020, capaian tersebut sudah mencapai target RPJMD tahun 2020 dicapai melalui promosi produk perikanan, diversifikasi pengolahan hasil perikanan, peningkatan mutu hasil perikanan dan gerakan memasyarakatkan gemar makan ikan Capaian kinerja tahun 2020 ini didukung dengan program optimalisasi pengelolaan produksi perikanan kegiatan promosi produk perikanan, peningkatan mutu hasil perikanan, dengan output yang dihasilkan sebagai berikut:

- Terlaksananya gemarikan, pameran, dan lomba masak ikan, lomba cipta menu ikan

- Upaya diversifikasi olahan produk perikanan melalui temu usaha 30 orang poklahsar

Referensi

Dokumen terkait

( Sembilan P Puluh Ribu Ru etapan ini akan diusulkan kepada Pejaba ) agar dapat segera memulai proses penga. pan ini diperbuat, apabila dikemudian hari t ali

normal.  Penilaian tanpa pengukuran, pengetahuan, intuisi dan perkiraan. 3) Standar penilaian untuk ketidak-normalan.  Metode inspeksi yang bisa digunakan oleh siapapun.

Undang­Undang  Nomor  19   Tahun   1997  tentang   Penagihan  Pajak

Mengingat pentingnya data dan informasi remunerasi jasa pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Kepahiang agar dapat dihasilkan informasi yang baik dan dapat

[r]

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8A ayat (2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun

Perencanaan dan perancangan Gelanggang Renang Undip merupakan kolam renang indoor di Semarang dengan penekanan desain hi tech building ini diharapkan dapat menjadi

Melalui kegiatan diskusi tentang gerakan daun berguguran dan burung terbang, siswa dapat membedakan gerak cepat dan lambat anggota tubuh dalam suatu gerak tari dengan tepat6.