• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Dalam dokumen WALIKOTA PAREPARE KATA PENGANTAR (Halaman 109-113)

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

A. URUSAN WAJIB YANG DILAKSANAKAN

2) Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Pelaksanaan program direalisasikan dalam 1 (Satu) bentuk kegiatan, dengan anggaran sebesar Rp. 75.000.000,-.

b. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan Program Pemeliharaan Jalan Umum

Pada program ini terdapat 9 kegiatan diantaranya yakni Pemeliharaan rutin lampu jalan, yaitu untuk mengganti lampu-lampu jalan yang mati, trafo, material lampu dan lain-lain berdasarkan pemantauan di lapangan PJU menyiapkan 2000 titik lampu dari 2500 titik yang ada tersebar sekota Parepare untuk pemeliharaan; Meterisasi lampu penerangan jalan, dimaksudkan untuk pemasangan meteran lampu, jaringan kabel dan tersebar sekota Parepare; Pengadaan, pemasangan dan rekondisi lampu Jalan Umum, bertujuan untuk pengadaan tiang, kabel, daya dan lampu 1 (satu) set yang diberikan kepada masyarakat yang belum tersentuh penerangan jalan, yaitu dilokasi sekitar sumpang minangae, kebun sayur dan timurama; Pengadaan dan pemasangan lampu hias, bertujuan untuk memperindah Kota Parepare pada malam hari yang terdiri dari 3 titik, yakni di Jembatan Sumpang Minangae )

berupa lampu hias selang; Pemantauan dan Pengawasan yaitu memantau lampu-lampu yang ada dikota Parepare baik yang rusak maupun yang masih bagus dan pengawasannya dilakukan setelah perbaikan; Relokasi dan pemasangan lampu jalan yaitu pemindahan dan pergantian tiang lampu jalan yang pelaksanaanya dilokasi sekitar lumpue ke jalan Mattirotasi; Pengadaan perlengkapan dan peralatan kerja PJU yaitu pengadaan baju seragam lapangan, tool set, genset, trafo las, tangga guna meningkatkan kinerja

Program Perencanaan Tata Ruang

Kegiatan yang dilaksanakan pada program ini yaitu survey penetapan Garis Sempadan Bangunan (GSB) yang merupakan survey untuk menetapkan batas-batas dimana bangunan boleh dibangun dari batas lahan depan atau batas sungai atau batas alam lainnya, dilaksanakan di 4 (empat) kecamatan sekota Parepare

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dalam pelaksanaan program perencanaan tata ruang, dilaksanakan dalam bentuk kegiatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan, menghasilkan Dokumen Rencana Detail Tata Ruang kawasan dokumen RDTR kota Parepare sesuai arahan dari RTRW kota parepare tahun 2008 – 2028 sejumlah 80 eksamplar 5 Compac Disc kegiatan ini terealisasi 100% Perdagangan dan Jasa Lekssi serta Pesisir Pantai Kota Parepare dengan jumlah dokumen 40 Examplar, 2 Album Peta Uk.A1, 3 Album Peta Uk. A3 dan 6 CD dengan anggaran sebesar Rp 403.085.000,-. Realisasi keuangan adalah sebesar Rp 357.162.500,- dan realisasi fisik sebesar 100%. Program pengendalian pemanfaatan ruang, dilaksanakan dalam bentuk Tim Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kota Parepare, meningkatkan pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang yang menyangkut peraturan zonasi, tapal batas sempadan, perizinan, pemanfaatan dan evaluasi serta penertiban, dan realisasi kegiatan 100% dengan menghasilkan Surat Keputusan Walikota tentang Tim BKPRD dengan jumlah personil 37 orang yang mengkoordinasikan substansi pedoman teknis operasional program percepatan pembangunan sanitasi perkotaan, penyusunan anggaran dan bantuan teknis berbagai kegiatan program sektor dan

mensinergikan kegiatan pusat dan daerah serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan sanitasi perkotaan.

Untuk Program Perencanaan Tata Ruang tertuang dalam kegiatan Penyusunan rencana detail tata ruang kawasan yakni dokumen RDTR kota Parepare sesuai arahan dari RTRW kota parepare tahun 2008 – 2028 sejumlah 80 eksamplar 5 Compac Disc kegiatan ini terealisasi 100%. Serta Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang tertuang pada kegiatan Pengawasan pemanfaatan ruang dengan terbentuknya tim operasional BKPRD Kota Parepare yang melaksanakan pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang yang menyangkut peraturan zonasi, tapal batas sempadan, perizinan, pemanfaatan dan evaluasi serta penertiban kegiatan ini terealisasi 100%.

c. Permasalahan dan Solusi

Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan 1) Permasalahan

Dalam pelaksanaan kegiatan di Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan ada beberapa permasalahan yang dihadapi adalah sebagai berikut :

(a) Kondisi medan yang sulit yaitu lorong/gang yang tidak dijangkau oleh mobil operasional, posisi tiang yang jauh dari bahu jalan, kemiringan jalan terlalu curam yang bisa membahayakan teknisi diatas hidrolik/lift;

(b) Kabel jaringan induk bawah tanah yang sudah rusak parah (terlalu banyak sambungan) yang menyebabkan losses/rugi yang sangat besar;

(c) Keterbatasan daya listrik yang menyebabkan sebagian lampu PJU belum bisa dinyalakan / over load;

(d) Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap aturan atau perda perizinan

(e) Perlu direvisi perda tentang bangunan yang telah mencapai 10 tahun lebih

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

Dalam pelaksanaan kegiatan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Parepare, ada beberapa permasalahan yang dihadapi, sebagai berikut :

(a) Penyesuaian peta administrasi pemerintahan, peta tataguna lahan dan lain-lain mengalami hambatan karena belum ada batas-batas resmi hasil pemekaran Kecamatan dan Kelurahan sehingga membutuhkan waktu dan koordinasi yang lebih intens dengan pihak Kecamatan dan Kelurahan; dan

(b) Proses penyesuaian RTRW Kota Parepare msih terkendala pada penentuan batas daerah berbatasan. Sehingga harus segera dilaksanakan rapat koordinasi daerah-daerah perbatasan dengan difasilitasi oleh BKPRD Prov. Sulsel.

2) Solusi

Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan

(a) Diperlukan alat penunjang efektif yang bisa menggantikan posisi mobil hidrolik pada medan sulit tersebut seperti tangga fibber ringan dan alat safety belt;

(b) Jaringan induk bawah tanah harus direhab;

(c) Diperlukan penambahan daya pada panel-panel tertentu (yang dayanya rendah)

(d) Supaya diadakan Sosialisasi

(e) Segera perlu diadakan tindak lanjut revisi perda dimaksud

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

(a)

Memperhatikan ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan;

(b) segera ada kajian atau pengukuran lebih lanjut hasil pemekaran wilayah Kecamatan dan Kelurahan; dan

(c) Agar terjadi singkronisasi perencanaan, maka pembahasan ranperda RPJMD harus segera diselesaikan, walaupun sesuai

aturan dokumen RTRW yang harus menjadi acuan dari semua perencanaan di Kota Parepare.

(d) Segera dilaksanakan revisi ranperda RTRW yang sesuai dengan undang-undang no. 26 thn 2007 dan segera diadakan penyesuaian dengan RTRW Prop. Sulsel.

(e) Dokumen RDTRK yang disusun Thn 2009 diharapkan sudah mengacu pada draf revisi RTRW Kota Parepare tahun 2008-2028

(f) Segera mengaktifkan kembali fungsi dan peran BKPRD Kota Parepare sesuai petunjuk yang ada.

6. Urusan Perencanaan Pembangunan

Dalam dokumen WALIKOTA PAREPARE KATA PENGANTAR (Halaman 109-113)