• Tidak ada hasil yang ditemukan

Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

Dalam dokumen WALIKOTA PAREPARE KATA PENGANTAR (Halaman 167-173)

Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Bacukiki dan sasarannya 40 KK

15. Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan a. Program dan Kegiatan

1) Program pelayanan administrasi perkantoran. Dilaksanakan dengan pengalokasian anggaran sebesar Rp. 305.227.500. yang kegiatannya antara lain :

(a) Penyediaan jasa surat menyurat

(b) Penyediaan jasa kumunikasi sumber daya air dan listrik (c) Penyediaan jasa dan perlengkapan kantor

(d) Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional

(e) Penyediaan jasa administrasi keuangan (f) Penyediaan jasa kebersihan kantor

(g) Penyediaan komponen instalsi listrik /penerangan bangunan kantor

(h) Penyediaan bahan bacaan dan peralihan per undang-undangan (i) Penyediaan bahan logistik kantor

(j) Penyediaan makanan dan minuman

(k) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah

2) Program peningkatan sarana dan prasaran aparatur. Program ini dilaksanakan dengan alokasi anggaran Rp. 243.807.000 yang kegiatannya antara lain :

(a) Pemeliharaan rutin / berkala kendaraan dinas operasional (b) Pemeliharaan rutin/ berkala peralatan gedung kantor (c) Pemeliharaan rutin / berkala mebelur

(d) Rehabilitasi sedang/ berat gedung kantor

3) Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur. Dengan alokasi anggaran Rp.47.862.000. Adapun kegiatannya sebagai berikut :

(a) Pendidikan dan pelatihan formal

4) Program peningkatan Pengembangan system pelaporan capaian kinerja dan keuangan dengan alokasi anggaran Rp. 15.000.000.

adapun kegiatannya sebagai berikut :

(a) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD

(b) Penyusunan laporan keungan semesteran (c) Penyusunan laporan keuangan akhir tahun (d) Penyusunan anggaran SKPD

5) Program Keluarga Berencana

Program ini dilaksanakan dengan pengalokasian anggaran Sebesar Rp. 310.358.000. dengan kegiatan sebagai berikut :

a) Penyediaan pelayanan KB dan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin.

b) Pelayanan KIE, ( Komunikasi, informasi dan edukasi) c) Promosi pelayanan Khiba

d) Pembinaan keluarga berencana

e) Peningkatan partisipasi pria dalam KB dan kesehatan Reproduksi Remaja ( KRR)

6) Program Kesehatan reproduksi Remaja

Program ini dilaksanakan dengan pengalokasian anggaran Adalah sebesar Rp. 30.000.000. dengan kegiatan sebagai Berikut :

a) Advokasi dan KIE tentang kesehatan Reproduksi Remaja ( KRR )

7) Program Pelayanan Kontrasepsi

Program ini dilaksanakan dengan pengalokasian anggaran Adalah sebesar Rp. 922.936.000. dengan kegiatan sebagai Berikut :

a) Pelayanan konseling KB

b) Pelayanan pemasangan kontrasepsi KB c) Pengadaan alat kontrasepsi

d) Pelayanan KB medis operasi

8) Program Pembinaan Peran serta Masyarakat dalam Pelayanan KB/KR yang mandiri

Program ini dilaksanakan dengan pengalokasian anggaran Adalah sebesar Rp. 55.000.000. dengan kegiatan sebagai Berikut :

a) Koordinasi pengelolaan program KB

b) Pengelolaan data dan informasi program KB

b. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

1) Penyediaan pelayanan KB dan alat kontrasepsi bagi kelurga miskin (a) Pemberian pelayanan KB dan alat kontasepsi bagi keluarga

miskin terlaksana dengan baik melalui kegiatan Bulan bakti IBI, KB-Kesehatan, TNI maninggal, KB kesehatan dan kesatuan gerak PKK KB kesehatan serta kegiatan strategis lainnya.

2) Pelayanan KIE

Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang ber KB dan yang tidak ber KB sebanyak 18.781 orang, Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menjadi Peserta KB sebanyak 12.295 orang sedangkan Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang bukan Peserta KB sebanyak 6.486 orang. Pemberian Penyuluhan kepada Pasangan Usia Subur (PUS) yang belum ber KB untuk menjadi peserta KB berjalan dengan baik.

3) Promosi Pelayanan Khiba

Pemberian pemahaman kepada masyarakat tentang kelangsungan hidup ibu,bayi, dan anak. Melalui sosialisasi dan kegiatan ini terlaksana dengan baik. Yang dilaksanakan 1 kali dengan menghadirkan 69 peserta yang terdiri dari Kader dan PKB Se-Kota Parepare.

4) Pembinaan Keluarga Berencana

Peran serta kader dalam melakukan pengelolaan program ditingkat lini lapangan semakin meningkat ini dilihat dari tingkat pencapaian Akseptor/ peserta KB semakin meningkat dengan Akseptor Baru dari target 6.006 ,yang dicapai 6.146 Akseptor atau 102.33% dari target.

5) Peningkatan Partisipasi pria dalam KB dan kesehatan reproduksi Meningkatnya peserta KB Pria dalam pemakaian alat kontrasepsi KB khususnya Kondom dengan Jumlah Peserta KB dari 1.051 pada tahun 2009 dan yang dicapai pada tahun 2010 sebanyak 1.224 peserta dengan persentase kenaikan 16.46% peserta.

6) Advokasi dan KIE tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) (a) Meningkatnya peran remaja dalam mengikuti lomba penyuluhan

dan karya tulis tentang KB, kesehatan reproduksi remaja, seksualitas, nafsu dan HIV/AIDS. Jumlah yang ikut lomba penyuluhan sebanyak 30 orang dan Jumlah yang ikut lomba karya tulis sebanyak 15 orang.

(b) Yang menjadi indicator penilaian lomba penyuluhan : 1) Isi Materi

2) Retorika

3) Ketepatan waktu

4) Gerakan selama ikut lomba

(c) Yang menjadi indicator penilaian karya tulis 1) Materi

2) Kualitas

3) Berdasar pada acuan 4) Penulisan

(d) Kriteria Kebersihan

1) Dari individu yang bersangkutan 2) Telah dipenuhi syarat-syarat

3) di evaluasi sesuai hasil yang diperoleh

7) Orientasi BKB, BKR, BKL, dengan jumlah dana Rp. 87.860.000.

Kegiatannya sbb :

Untuk menigkatkan kualitas para kader BKB,BKR,BKL Yang ada di Kelompok tersebut. Kelompok BKB : 22 Klp., BKR : 10 Klp, BKL : 10 Klp, BLK : 4 Klp, UPPKS : 94 Klp, sehingga pertemuan kelompok dapat terlaksana dengan baik sesuai petunjuk pelaksanaannya.

8) Orientasi keluarga bagi PUS menuju keluarga sakinah dengan jumlah dana Rp. 16.000.000,-

(a) Untuk meningkatkan pengetahuan bagi ibu-ibu yang ber-KB maupun yang belum ber-KB sehingga keluarga bisa secara terus menerus harmonis kata lain tidak membentuk KDRT.

Dilaksanakan dalam bentuk orientasi yang dihadirkan adalah Anggota Dharma Wanita, Majelis Taklim, Anggota PKK Kelurahan, Kecamatan dan Kota. Baik yang sudah ber-KB maupun yang belum ber-KB tapi sudah berstatus Pasangan Usia Subur (PUS).

(b) Jumlah peserta yang dihadirkan 220 orang.

(c) Hasil yang dicapai

1) Meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang keluarga sakinah

2) Mengurangi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

3) Mengajak ibu-ibu hidup secara sederhana.

9) Sosialisasi Bina Keluarga (BLK) dengan jumlah dana Rp.21.325.000.

Untuk meningkatkan kualitas peran ibu-ibu khususnya Pembinaan dalam rumah tangganya agar dapat mengatur/ membina anak-anaknya khusus dilingkungan keluarganya.

Dilaksanakan tiga kali kegiatan

Yang dihadirkan adalah ibu-ibu yang sudah ber KB pada setiap Kelurahan se Kota Parepare, dengan jumlah peserta 150 orang.

Hasil Yang Dicapai :

(a) Diharapkan para ibu-ibu agar dapat mengatur kegiatannya khususnya di lingkungan keluarganya.

(b) Diharapkan agar ibu-ibu memanfaatkan halaman rumahnya agar dapat menanam tanaman obat keluarga (TOGA)

10) Orientasi kelompok UPPKS dengan dana Rp. 25.500.000

(a) Untuk meningkatkan kualitas SDM para anggota kelompok UPPKS sehingga kelompok tersebut dapat lebih berkembang dalam peningkatan usahanya.

1) Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk orientasi

2) Yang dihadirkan oleh para pengurus / anggota UPPKS yang ada di Kecamatan / Kelurahan se-Kota Parepare.

3) Jumlah peserta sebanyak 180 orang dengan 4 kali kegiatan dan setiap kegiatan diikuti 45 orang.

4) Tujuan / hasil yang dicapai :

 Mengavaluasi kegiatan sebelumnya

 Menerima materi baru yang merupakan program khususnya pengembangan modal usaha

 Mengupayakan usaha yang ditekuni dapat berkembang sesuai kegiatannya.

11) Penilaian lomba UPPKS, keluarga harmonis, balita ideal, BKB,BKR,BKL, kader BKR dengan dana Rp. 56.000.000

Untuk lebih meningkatkan kualitas para kader dimaksud diatas sehinngga setiap tahunnya kegiatan ini secara rutin dilaksanakan.

(a) Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk orientasi

1) Mengevluasi hasil kegiatan SDM kader dalam bentuk:

2) Meningkatkan kualitas SDM kader dalam bentuk :

 Mengetahui lebih luas tentang tugas pokoknya

 Para Kader dapat mengetahui kekurangan-kekurangan selama setahun yang lalu.

 Melihat secara cermat hasil kerjanya selama setahun.

 Mengetahui masalah yang dihadapi kader selama ini

(b) Pelaksanaan lomba ini dilaksanakan setiap tahunnya dengan catatan :

1)

Yang sudah diikuti tahun sebelumnya tidak boleh lagi ikut tahun berikutnya (pembagian secara bergilir)

2)

Agar seluruh kader dapat mengikuti semua program secara merata

(c) Yang membedakan tahun sebelumnya.

1) Kader lebih mengetahui program yang sedang berjalan.

2) Meningkatkan kader terhadap program baru (penyesuaian) 3) Kader lebih mengerti setelah dilaksanakan langsung saat

penilaian (d) Peserta Lomba

1) Seluruh Kader Kelompok BKB, BKR, BKL, Keluarga Harmonis dan Balita Ideal.

c. Permasalahan dan Solusi 1. Permasalahan

(a) Persoalan yang sering muncul adalah factor pendanaan yang belum memenuhi kebutuhan pembiayaan sesuai dengan target Capaian kinerja kegiatan, terutama pada kegiatan pengadaan Alat kontrasepsi serta proses pendistribusiannya yang sering Terkendala dengan jumlah yang masi sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah keluarga miskin yang membutuhkan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi, hal ini yang juga sering muncul adalah factor pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengetahuan tentang kontrasepsi yang masi sangat rendah. Termasuk yang menjadi pokok permasalahan adalah dukungan data base keluarga miskin yang hendak mendapatkan alat kontrasepsi gratis tidak terdata dengan baik sehinngga menyulitkan pendistribusiannya.

(b) Khususnya kelompok UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera ), Kelompok ini sangat membutuhkan bantuan modal sementara pihak BUMN sangat terbatas pemberian bantuan modal, sehingga kelompok ini sangat lambat pengembangan usahanya

2. Solusi

(a) Diperlukan pemahaman dalam kebersamaan dalam upaya untuk memikirkan pengalokasian anggaran yang lebih besar, sehingga pelayanan terhadap pengadaan alat kontrasepsi secara gratis. Disamping itu pelaksanaan sosialisai juga perlu diperbanyak frekuensinya, dengan menyisir pelosok pemukiman penduduk sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat miskin.

(b) Mengupayakan pihak BUMN untuk membantu pengembangan modal usaha UPPKS khususnya pihak pegadaian ( kredit Krista) dan BRI sehinngga modal kelompok bisa berkembang.

Dalam dokumen WALIKOTA PAREPARE KATA PENGANTAR (Halaman 167-173)