• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian / Perkebunan

DINAS TANAMAN PANGAN HORTIKULTURA DAN PETERNAKAN TAHUN 2016-2021

C. REALISASI ANGGARAN

5. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian / Perkebunan

Program ini di danai dengan anggaran Rp. 5.678.388.905 dan realisasi sebesar Rp. 5.117.944.815 atau sebesar 98,74. Program ini diimpolementasikan dengan kegiatan sebagai berikut :

Kegiatan Pendampingan pengembangan pupuk Organik

Berdasarkan hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebagian besar dari lahan pertanian telah mengalami penurunan produktivitas dengan ditandadi rendahnya kandungan karbon organic dalam tanah, yaitu hanya sekitar 2%. Kandungan karbon organik yang normal adalah lebih dari 2,5% untuk mendapatkan produktivitas yang optimal. Pupuk organik bermanfaat untuk meningkatkan produksi pertanian dari segi kualitas maupun kuantitas.Delain itu pupuk organic juga berperan mengurangi meningkatkan kualitas lahan dan mengurangi pencemaran lingkungan secara berkala. Penggunaan pupuk organik secara berkelanjutan bisa meningkatkan kualitas tanah sehingga mencegah degradasi lahan dan meningkatkan produktivitas.

Dengan pemakaian pupuk organik dapat meningkatkan produksi pertanian dari segi kualitas dan kuantitas.Dari segi ekonomi, pemakaian pupuk organik lebih efektif dan efisien untuk mengantisipiasi kekurangan ketersediaan pupuk kimia dan dapat memanfaatkan sumber bahan organik yang banyak tersedia baik bahan pertanian maupun sampah organik dari rumah tangga.

Kegiatan yang telah dilakukan dalam pendampingan pengembangan Pupuk Organik tahun 2019 adalah pemberian bantuan mesin APPO (Alat Pengolah Pupuk Organik) dan bahan pembuatan pupuk, Bahan PPAH (Pos Pengendali Agen Hayati) dan kegiatan pendampingan pembuatan pupuk Organik.

Tabel 9. Kelompok Penerima Bantuan Mesin APPO (Alat Pengolah Pupuk Organik), bahan PPAH Tahun 2019

No Penerima Manfaat Kampung Kecamatan Jenis Bantuan

1. Gapoktan Tunggal Negeri Sungkai Gunung Labuhan Mesin APPO + Bahan 2. Poktan Bina Karya II Bumi Agung Bumi Agung Mesin APPO + Bahan 3. Upja Karya Tani Karang Agung Pakuan Ratu Mesin APPO + Bahan

Tabel 10. Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan Pengembangan Pupuk Organik

Program

Kegiatan

Uraian Indikator

Kinerja Satuan Target Realisasi %

Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkeb unan Pendampingan Pengembanga n Pupuk Organik Input: Dana SDM Output: Mesin APPO Pelatihan Rp 3 unit 3 klpk 122.589.884 121.826.000 99%

Pembinaan kelompok unit pelayanan jasa alsintan (UPJA)

Untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional diperlukan dukungan inovasi teknologi mekanisasi pertanian secara lebih tepat, selektif, komprehensif dan progresif. Dalam rangka optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian diperlukan usaha pengelolaan alsintan melalui kelompok Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA).Keberadaan UPJA diharapkan dapat meningkatkan dan mengoptimalkan fungsi dan peran alsintan yang merupakansalahsatukomponen input sistemagribisnis yang memiliki peran signifikan dalam kaitannya

dengan produktivitas dan peningkatan mutu produk. Melalui perkembangan UPJA diharapkan UPJA tidak hanya menerima bantuan alsintan tetapi dapat meningkatkan optimalisasi pemanfaatan alsintan yang ada dan untuk jangka panjang UPJA yang sudah ada dapat berkembang sehingga UPJA yang dikelola kelompok tani, tidak hanya mengelola alsintan yang pemerintah berikan, tapi bisa mengembangkan, bahkan menambah alsintan sehingga ketergantungan terhadap pemerintah berkurang. Untuk meningkatkan SDM bagi pengelola UPJA di Kabupaten Way Kanan dilakukan pembinaan administratif kepada 26 kelompok UPJA yang terdiri dari ketua dan sekretaris UPJA, dan pembinaan ke lapangan (14 kecamatan) terkait dengan pelaksaaan operasioanl Kegiatan UPJA.

Tujuan Pembinaan UPJA di Kabupaten Way Kanan:

1) Terwujudnya peningkatan kemampuan pengelola UPJA tidak saja secara teknis tetapi secara administratif diharapkan akan mampu mengembangkan UPJA yang dikelolanya dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

2) Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman bagi pengurus UPJA yang telah terbentuk untuk mewujudkan sumber daya manusia UPJA yang professional

3) Terwujudnya kelompok UPJA yang telah terbentuk dapat berkembang dan dapat menciptakan inovasi alsintan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan kelompok, menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan terbentuknya UPJA diharapkan petani dapat memanfaatkan alat dan mesin pertanian secara optimal dengan inovasi dibentuknya unit bengkel keliling. Unit bengkel keliling diharapkan dapat bermanfaat dan membantu dalam melaksanakan pemeliharaan, perawatan dan perbaikan alat mesin pertanian dan ke depan tidak ada lagi hambatan bagi kelompok tani apabila ada kerusakan alsintan.

4) Kelompok UPJA yang telah terbentuk diharapkan dapat memberikan keuntungan secara ekonomis, berorientasi bisnis dan kelembagaan UPJA dapat berubah dari klasifikasi pemula menjadi UPJA dengan klasifikasi professional

Tabel 11. Pelaksanaan kegiatan Pembinaan Kelompok Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Tahun 2019

Program

Kegiatan Uraian Indikator

Kinerja Satuan Target Realisasi %

PeningkatanPenera panTeknologiPerta Pembin aan Input: Dana Rp 209.527.080 209.267.080 100%

nian/Perkebunan ok Unit Pelayan an Jasa Alsintan (UPJA) SDM Output: 35 Kelompok UPJA (70 orang)

Pendampingan program kegiatan sarana dan prasarana pertanian

Pertanian merupakan salah satu sektor yang paling vital di negara kita.Mengapa sektor ini bisa dikategorikan vital?Salah satunya adalah sebagian besar penduduk kita bergantung kepadanya dalam hal kebutuhan pangan, juga tak dapat dipungkiri bahwa sektor ini banyak sekali menyerap tenaga kerja.Seharusnya dengan sektor pertanian yang sangat vital, Indonesia mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor ini.Sedangkan infrastruktur menjadi faktor yang sangat menunjang bagi pemanfaatan lahan pertanian itu sendiri. Berbicara mengenai infrastruktur pertanian tentu tak lepas dari sarana dan prasarana yang menunjang pemanfaatan lahan pertanian.Pembangunan di suatu daerah sangat erat kaitannya dengan adanya fasilitas pendukung yang dapat memudahkan aktifitas warga dalam melakukan kegiatan ekonomi dan sosial baik berupa sarana maupun prasarana pertanian. Sarana adalah segala sesautu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Dengan kata lain sarana lebih ditujukan untuk benda-benda atau peralatan yang bergerak. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses dan merupakan barang-barang yang tidak bergerak.Ada 3 kegiatan yang tergabung ke dalam Program Sarana dan Prasarana Bidang Pertanian yaitu lahan dan irigasi, Pupuk, Pestisida Alsintan dan Pembiayaan investasi. Guna memenuhi 3 kegiatan tersebut,maka dipeelukan adanya fasilitasi dan pendampingan.

Fasilitas,diartikan:

1. Proses mempermudah sesuatu di dalam mencapai tujuan tertentu 2. Melayani dan memperlancar suatu kegiatan untuk mencapai tujuan Tujuan

1) Membantu dan menguatkan masyarakat agar dapat memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhannya sendiri sesuai potensi yang dimilikinya agar dapat berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.

2) Kegiatan yang dilakukan secara bersamaan dengan pendampingan yang merujuk pada bentuk dukungan tenaga dan metodologi dalam berbagai program pembangunan di Kab. Way Kanan 3) Kegiatan pendampingan sebagai upaya mendorong partisipasi dan kemandirian masyarakat Keluaran

Terlaksananya fasilitasi dan pendampingan Prasarana dan Sarana Pertanian bagi kelompok tani, sehingga ikut serta AUTP, Billing Sistem, LP2B dan KUR

Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah:

1. Workshop di 7 kecamatan yaitu Buay Bahuga, Negeri Agung, Way Tuba, Bahuga, Pakuan Ratu, Banjit, Kasui.

2. Workshop APLIKASI Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP) di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikutura dan Peternakan

Tabel 12. Pelaksanaan Kegiatan Pembiayaan dan Investasi

Program

Kegiatan

Uraian Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi %

Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/ Perkebunan Pendampingan Kegiatan Prasarana dan Sarana Pertanian Input:Dana Output: Terlaksana kegiatan Workshop AUTP, LP2B, Billing Sistem Terlaksananya Workshop Aplikasi SIAP 59.999.900 56.099.400 93,5

Dokumen terkait