Dari program/ kegiatan ini sasaran yang hendak dicapai adalah Tersedianya sarana prasarana yang cukup terutama dikawasan utama pengembangan ternak unggul.
Pada program/kegiatan ini indikator kinerja yang hendak dicapai adalah Terpenuhinya kebutuhan bibit unggul/ komoditi peternakan :
- Gedung BIB Tuah Sakato yang representatif sebanyak 1 unit - Jumlah peralatan laboratorium BIB Tuah Sakato sebanyak 8 unit
- Jumlah produksi semen beku yang berkualitas sebanyak 100.000 dosis
Anggaran sebelum perubahan sebesar Rp. 2.474.900.000,- dan setelah perubahan Rp. 2.575.061.100,- dengan realisasi Rp. 2.520.565.600,- (97,88%) dan realisasi fisik 100% terdiri dari :
1) Pembangunan Pagar pada Gedung Pusat Pelatihan Peternakan
sebesar Rp. 500.000.000,- dan setelah perubahan Rp. 226.500.000,- dengan realisasi Rp. 220.910.500,- (97,53%)
dan realisasi fisik 100%.
2) Rehab Gedung Kantor BIB Tuah Sakato sebesar Rp 750.000.000,- dan setelah perubahan sebesar Rp. 653.365.000,- dengan realisasi Rp. 648.127.000,- (99,20%) dan realisasi fisik 100%
3) Penyediaan Alat – Alat Laboratorium UPTD BIB Tuah Sakato sebesar Rp. 76.000.000,- dengan realisasi Rp. 75.900.000,- (99,87%) dan realisasi fisik 100%
4) Optimalisasi Produksi Semen Beku UPTD BIB Tuah Sakato sebesar
Rp. 741.000.000,- dan setelah perubahan sebesar Rp. 733.707.300,- dengan realisasi Rp. 704.371.900,- (96,00%)
dan realisai fisik 100%
5) Optimalisasi Bibit Unggul UPTD BPPMT Simpang IV sebesar
Rp. 407.900.000,- dan setelah perubahan sebesar Rp. 461.488.800,- dengan realisasi Rp. 453.892.700,- (98,35%) dan
realisasi fisik 100%
6) Rehabilitasi Atap Gedung Pusat Pelatihan Peternakan/ ITC setelah
perubahan sebesar Rp. 202.000.000,- dengan realisasi Rp. 197.860.500,- (97,95%) dan realisasi fisik 100%
7) Pemasangan Instalasi Listrik pada Gedung Pusat Pelatihan Peternakan/ ITC setelah perubahan sebesar Rp. 72.000.000,- dengan realisasi Rp. 70.733.000,- (98,24%) dan realisasi fisik 100%
8) Rehab Gedung RPH-M Payakumbuh setelah perubahan sebesar Rp. 150.000.000,- dengan realisasi Rp. 148.770.000,- (99,18%) dan
8. Program Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pertanian
Sesuai dengan kebijakan pembangunan peternakan dalam peningkatan produksi dan produktifitas setiap komoditi peternakan, penanganan kesehatan hewan dan pengamanan produk pangan asal ternak melalui kegiatan – kegiatan yang terfokus dalam suatu kawasan yang sesuai dengan spesifik daerah / wilayah. Kawasan peternakan adalah kawasan yang secara khusus diperuntukkan untuk kegiatan peternakan atau terpadu sebagai usaha tani (berbasis tanaman pangan, holticultura, perkebunan atau perikanan) dan terpadu sebagai komponen ekosistem tertentu (kawasan hutan lindung dan suaka alam). Melanjutkan konsep kawasan yang telah ada yaitu kawasan sentra produksi peternakan (kawasan agribisnis peternakan) dan kawasan agropolitan, disempurnakan menjadi 3 (tiga) bentuk kawasan peternakan yaitu kawasan prioritas (komoditi unggulan peternakan) dan kawasan integrasi (basis komoditi tanaman pangan, holticultura, perkebunan dan perikanan) serta kawasan industri (perunggasan).
a. Kawasan Prioritas terdiri dari :
- Kawasan Peternakan Sapi Pembibitan/Kereman .
- Kawasan Peternakan Kerbau
- Kawasan Peternakan Kambing dan Domba (Kado) - Kawasan Peternakan Ayam Buras
b. Kawasan Integrasi terdiri dari :
- Kawasan Integrasi dengan Tanaman Pangan - Kawasan Integrasi dengan Holticultura - Kawasan Integrasi dengan Perkebunan - Kawasan Integrasi dengan Perikanan c. Kawasan Industri terdiri dari :
- Kawasan Industri Perunggasan
Dari program/kegiatan ini sasaran yang hendak dicapai adalah terbentuknya kawsan-kawasan utama pengembangan ternak unggul di Sumatera Barat. Pada program/kegiatan ini indikator hasil yang hendak dicapai adalah kawasan sentra produksi peternakan sebanyak 8 Kabupaten.
Anggaran sebelum perubahan sebesar Rp. 664.820.000,- dan setelah perubahan sebesar Rp. 593.070.000,- dengan realisasi Rp. 583.675.400,- (98,42%) dan realisasi fisik 100% terdiri dari :
1) Fasilitasi Pakan Ternak Untuk Kelompok Ternak Sapi Perah sebesar Rp. 244.000.000,- dan setelah perubahan sebesar Rp.
234.250.000,-dengan realisasi Rp. 229.510.500,- (97,98%) dan realisasi fisik 100% 2) Koordinasi dan Pembinaan Kawasan Sentra Produksi Peternakan sebesar
Rp. 134.320.000,- dengan realisasi Rp. 133.972.900,- (99,74%) dan realisasi fisik 100%
3) Pengembangan Kawasan Ternak Kambing sebesar Rp. 286.500.000,- dan
setelah perubahan sebesar Rp. 224.500.000,- dengan realisasi Rp. 220.192.000,- (98,08 %) dan realisasi fisik 100%
9. Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian
Untuk mendukung penyelenggaraan penyuluhan pertanian diperlukan penataan penyuluhan pertanian secara komprehensif dengan sasaran yang mencakup aspek kelembagaan, aspek ketenagaan, aspek penyelenggaraan dan aspek pendanaan serta aspek hukum dan perundang-undangan.
Agenda ini diwujudkan dalam bentuk revitalisasi penyuluhan pertanian yang diperlukan untuk menunjang terlaksananya revitalisasi pertanian yang merupakan salah satu prioritas pembangunan Nasional.
Dengan revitalisasi penyuluhan maka kelembagaan penyuluhan yang ada di Propinsi, Kabupaten dan Kecamatan kembali dioptimalkan fungsinya. Demikian juga halnya dengan ketenagaan. Fungsi dan peranan penyuluh pertanian yang diperlukan sebagai pendamping mengisyaratkan perlunya peningkatan profesionalisme dan keahlian melalui pelatihan-pelatihan.
Dari program/kegiatan ini sasaran yang hendak dicapai adalah Meningkatnya pengetahuan, keterampilan dan pendidikan aparatur pemerintahan dibidang peternakan dan kesehatan hewan.
Pada program/ kegiatan ini indikator hasil yang hendak dicapai adalah : Jumlah peserta peningkatan kompetensi petugas teknis peternakan (penyuluh peternakan) sebanyak 30 orang.
Anggaran sebesar Rp. 64.000.000,- dengan realisasi Rp. 61.093.300,- (95,46%) dan realisasi fisik 100% terdiri dari :
1) Peningkatan Kapasitas SDM Penyuluh Pertanian sebesar Rp. 64.000.000,- dengan realisasi Rp. 61.093.300,- (95,46%) dan realisasi fisik 100%
10. Program Pengembangan Teknologi Informasi Pertanian dan Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian Tepat Guna
Dalam meningkatkan mutu genetik ternak maka telah dikembangkan teknologi Embryo Transfer (ET) di masyarakat peternak, saat ini telah banyak dihasilkan ternak – ternak sapi potong hasil embryo trasfer yang manfaatnya untuk replecement bull pada BIB Tuah Sakato dan BIB-BIB Daerah lainnya di Indonesia. Sehubungan prospek ET ini sangat cerah di masa depan yang didukung oleh kultur budaya dan kemampuan masyarakat serta petugas kita dalam teknologi ET maka ke depan kita akan memproduksi Embryo sendiri dengan bekerja sama BET Cipelang dan BIB Tuah Sakato Payakumbuh.
Dari program/ kegiatan ini sasaran yang hendak dicapai adalah meningkatnya produktifitas ternak.
Pada program/kegiatan ini indikator hasil yang hendak dicapai adalah : Jumlah akseptor Embrio Transfer (ET) untuk meningkatkan mutu genetik ternak sebanyak 30 akseptor.
Anggaran sebesar Rp. 400.000.000,- dengan realisasi Rp. 358.828.000,- (89,21%) dan realisasi fisik 100% terdiri dari :
1) Pelaksanaan Embrio Transfer (ET) di lokasi Pembibitan Ternak Rakyat sebesar Rp. 150.000.000,- dengan realisasi Rp. 140.558.000,- (93,71%) dan realisasi fisik 100%
2) Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2013 sebesar Rp. 50.000.000,- dengan realisasi Rp. 44.250.000,- (88,50%) dan realisasi
3) Gelar Teknologi Dalam Rangka Hari Pangan Se Dunia sebesar Rp. 200.000.000,- dengan realisasi Rp. 172.020.000,- (86,01%) dan realisasi
fisik 100%