• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program-program pengelolaan Zakat Online PKPU

BAB IV : ANALISIS HASIL PENELITIAN

C. Program-program pengelolaan Zakat Online PKPU

Dalam mempermudah muzakki dalam membayar zakatnya. PKPU mempunyai beberapa program layanan zakat online yang akan di pakai muzakki untuk membayarkan zakatnya, antara lain adalah zakat lewat ATM, melalui internet dengan melalui website PKPU itu sendiri, melalui ponsel dengan cara SMS ,dan juga yang terbaru yaitu membayar zakat lewat kantor pos yang baru ini di luncurkan PKPU dengan tujuan yang sama untuk lebih mempermudah tidak hanya mempermudah muzakki, tapi juga mempermudah para amilin PKPU untuk lebih gampang mengelola menghitung zakat dari para muzakki. PKPU juga ikut dalam layanan ZIS( zakat infaq shodaqoh) bersama online untuk mempermudah berzakat. 1. Zakat melalui ATM

Zakat melaui ATM adalah muzakki membayar zakatnya dengan cara via transfer zakat melalui rekening amil zakat PKPU. Dan PKPU mengharapkan dengan layanan ini akan dapat meningkatkan jumlah pembayar zakat. Penerimaan serta penyalurannya diharapkan juga lebih terkoordinasi, sehingga pendayagunaan hasil penerimaan zakat dari PKPU dapat menjadi lebih terasa bagi masyarakat.

2.Zakat melalui internet

Zakat melaui internet hampir sama dengan zakat melalui internet yaitu lebih dahulu membuka website PKPU www.pkpu.or.id lalu di situ terdapat registrasi online muzakki untuk membayar zakat tentunya dicantumkan nomer rekening muzakki dan rekening PKPU, di internet muzakki cukup mengisi dan mengikuti peraturan zakat melalui registrasi yang di buat PKPU. PKPU juga akan memberikan

fasilitas bagi amil untuk menyampaikan laporan pemanfaatan dana zakat untuk program−programnya via situs ini. Masyarakat akan menilai sendiri amil mana yang telah menerima zakat serta dapat menjalankan programnya dengan amanah.

3. Zakat SMS

Program zakat online ini juga diluncurkan PKPU dan banyak masyarakat yang belum mengeahui bagaimana cara membayar zakat dengan melalui program tersebut, zakat sms atau bisa di sebut dengan m-zakat.

PKPU merasa perlu menanggapi dengan meluruskan beberapa hal agar masyarakat tidak salah mengerti terhadap layanan m−Zakat yang baru−baru ini diluncurkan guna mempermudah pembayaran zakat. PKPU khawatir masyarakat memiliki pemahaman negatif terhadap layanan ini mungkin lebih tepat apabila

m−Zakat disebut sebagai fasilitator.

Dari awal konsep m−Zakat dikembangkan dengan sangat hati−hati untuk menghindari fitnah, sebab sebagaimana kita ketahui zakat adalah masalah yang sangat sensitif. Salah satu faktor utama enggannya masyarakat membayar zakat adalah karena ketidakpercayaan terhadap amil. Itulah sebabnya dibentuk majelis pengawas syariah untuk menyaring amil yang diajak bekerjasama serta memastikan

m−Zakat berjalan sesuai aturan agama.

Namun PKPU tetap berprinsip ''semua boleh dilakukan kecuali yang dilarang ''ketimbang'' semua tidak boleh dilakukan kecuali yang diizinkan''. Tentunya dengan tetap memperhatikan etika.

Maka m−Zakat atau zakat sms berkomitmen tidak akan memposisikan diri sebagai amil, melainkan cukup sebagai pelaksana syi'ar zakat serta penyedia sarana pembayaran zakat dengan memanfaatkan teknologi komunikasi selular.

Selanjutnya terserah muzakki untuk memutuskan apakah akan menggunakan layanan ini atau tidak. Tidak ada satu pun operator selular akan dengan rela memberikan layanannya secara gratis. Konsep bisnis seperti ini adalah hal biasa, dan tidak merupakan dosa bagi siapapun memberikan jasanya for a price.

Namun, m−Zakat justru diminati karena fasilitasnya yang tersedia didepan mata muzakki. Banyak barrier dapat dihilangkan karena fenomena virtual dapat mendorong seseorang untuk lebih berani melakukan pembayaran zakat tanpa harus merasa malu bahwa selama ini tidak pernah berzakat (hal ini akan terbaca oleh amil apabila zakat dilakukan secara fisik). Rasa malu, malas, repot, rumit, tidak percaya serta sederet alasan lain yang menjadi hambatan seseorang melakukan pembayaran zakat, insya Allah, akan dapat dikurangi dengan m−Zakat.

PKPU juga akan memberikan fasilitas bagi amil untuk menyampaikan laporan pemanfaatan dana zakat untuk program−programnya via situs ini. harapan PKPU m−Zakat dapat menjadi salah satu sarana yang mudah untuk membayar zakat, tetapi bukan satu−satunya. Mengapa operator selular hanya bersedia memotong pulsa sejumlah Rp 12.500, tentunya mereka punya rumus tersendiri. Tapi dalam setiap kesempatan, kami selalu berusaha menyampaikan detail layanan dengan baik kepada calon muzakki. Kami tidak mengambil alih tugas para ulama untuk

menerangkan cara−cara merumuskan zakat, tapi menyediakan layanan yang dibutuhkan untuk menghitungnya.

Fungsi laporan zakat yang dapat dikirim melalui SMS oleh muzakki akan memberikan respons kepada pemilik ponsel berapa jumlah akumulasi zakat yang sudah dibayarkannya melalui m−Zakat selama tahun berjalan, yang notabene berasal dari pemotongan pulsa muzakki. Dengan cara ini, muzakki dapat memperkirakan berapa kekurangan zakat yang perlu dibayar olehnya.

Apabila kita biarkan pilihan kepada muzakki, bukan berarti kita memaksakan harus memilih, atau sebaliknya ekstrim tidak boleh memilih, maka kita dapat menghindari kesempitan dalam pelaksanaan pengumpulan zakat. Dengan diberikan kebebasan apakah mau membebaskan pada amil atau ingin membuat pilihan sendiri, seseorang punya alasan tersendiri. Tidak ada ayat Alquran secara eksplisit mengharuskan salah satunya.

Saat ini laporan zakat ke PKPU melalui SMS dapat dilihat website M−Zakat.Com kolom Ringkasan Zakat (berdasarkan lembaga amil) cara membayar zakat melalui sms adalah melalui zakat pkpu fakir dengan mengirim sms ke PKPU dengan nomer 92528.

4. Zakat melalui Jasa Pos

Paradigma lama mengenai Kantor Pos yang hanya menangani surat-menyurat saja kini mulai berubah. Di kantor Pos, kita bisa melakukan berbagai transaksi. Mulai dari transaksi perbankan yang bekerja sama dengan salah satu bank syariah, pembayaran tagihan telepon, pembayaran pulsa selular bagi pelanggan pascabayar,

hingga menunaikan rukun Islam kelima sebagai seorang muslim, yakni berzakat. Umat Islam saat ini mendapatkan berbagai kemudahan, kini dapat membayar zakat di mana saja. Berbagai terobosan dalam kemudahan membayar zakat yang dilakukan para amil, yaitu dapat meningkatkan perolehan dana zakat dari tahun ke tahun. Sebanyak 3. 600 kantor pos dapat menerima pembayaran zakat. Kemudahan itu, seperti melalui transfer bank, via ATM, SMS dan yang tak kalah menarik kini bisa melalui kantor Pos di seluruh Indonesia. Gebrakan baru ini dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) bersama dengan PT Pos Indonesia, untuk memberikan kemudahan kaum muslim menunaikan zakatnya. Tidak hanya zakat, pembayaran infak pun bisa dilakukan di sini. Caranya sangat mudah, cukup dengan datang ke kantor Pos terdekat, kemudian mengisi formulir aplikasi zakat atau infak, lalu bayarkan sejumlah uang sesuai dengan yang dimaksud dan selesailah salah satu kewajiban Anda sebagai seorang muslim.Program ini diluncurkan pada Rabu (19/9) di Gedung Pos, Jakarta. Dengan kemudahan yang diberikan, PT Pos Indonesia bersama Laznas PKPU, rasanya tak pantas bagi kaum muslim untuk menunda dalam pembayaran zakat, infak atau sedekah mereka. Jaringan kantor Pos yang menjangkau seluruh Indonesia, membuat zakat semakin dekat dan mudah bagi masyarakat. Ini sesuai dengan jargon program ini, yaitu

“mudah dan ada di mana-mana ."

Pemilihan kantor pos yang dikelola PT Posindo sebagai salah satu tempat untuk membayar zakat adalah untuk mewujudkan jargon bahwa membayar zakat

adalah mudah dan bisa dilakukan dimana saja,” kata Wildhan Dewayana, Direktur Penghimpunan PKPU.

Caranya pun sangat mudah, kata Wildhan, cukup datang ke kantor pos terdekat (ada spanduk, x−banner, poster) dan kemudian meminta formulir aplikasi zakat atau infak serta menyerahkan uang sesuai dengan niatnya.

PENUTUP

A. Kesimpulan

PKPU adalah salah satu lembaga kemanusiaan yang selain itu juga sebagai lembaga amil zakat, dalam mengelola zakatnya PKPU mengemban amanah dan ikhlas dalam mengelola zakat untuk kemaslahatan ummat, begitupun dalam pengelolaan zakat online itu sendiri. Walaupun banyak kendala dan hambatan dalam menjalankan program zakat online itu sendiri.

Dalam program zakat online PKPU ada beberapa yang akan digunakan oleh muzakki diantaranya adalah zakat ATM banking, zakat internet, zakat SMS, dan program zakatnya yang terbaru yaitu zakat melalui kantor pos. keempat program zakat online itu sendiri sudah dikelola dengan baik dan maksimal. Juga PKPU ikut dalam ZIS online bersama dengan tujuan lebih memudahkan muzakki dalam membayar zakatnya. Dalam sistem manajemen yang digunakan lebih kepada analisis POAC yaitu Planning, Organizing,Actuating, dan Controlling.

Dalam mengelola Zakat Online ini PKPU di dalam manajemennya tidak ada manajemen khusus untuk zakat online, berupa Job Description dari struktur organisasi, beserta bagian-bagiannya. manajemen yang dipakai PKPU sama dengan manajemen zakat yang lain seperti zakat fitrah,zakat maal dll. Cuma cara

mekanismenya saja yang berbeda, kelebihan dalam mengelola zakat online PKPU ada kelebihan dan kekurangannya, kelebihannya antara lain adalah:

1. Dapat memudahkan muzakki dalam membayarkan zakatnya 2. Mempermudah amil dalam mengelola zakat dan menyalurkannya

Sedangkan kekurangannya adalah:

1. Kurang mempublikasikan kepada masyarakat tentang program zakat online ini 2. masyarakat masih ada yang kurang memahami serta ada perasaan takut jika

membayarkan zakatnya jika tidak melalui amil secara langsung, misalnya lewat ATM yang kurang aman atau sebab yang lainnya.

Pos Keadilan Peduli Ummat juga tergabung dalam ZIS Online bersama, dengan tujuan yang sama yaitu mempermudah muzakki dalam membayar zakat.

ZIS Bersama adalah Sistem Penerimaan Zakat, Infaq/Shadaqah, Wakaf, Qurban dan Kemanusiaan, yang terhubung dengan Badan/Lembaga Amil Zakat dan Bank, yang dapat digunakan oleh Muzakki yang telah menjadi Anggota ZIS Bersama, dengan cara:

1. Melakukan perekaman data Zakat, Infaq/Shadaqah, Wakaf, Qurban atau Kemanusiaan, yang akan dibayar di Sistem Registrasi Pembayaran (SRP)

2. Melakukan pembayaran melalui fasilitas electronic banking (Internet Banking, ATM, SMS Banking, dan sejenisnya) yang disediakan oleh Bank

B. Saran

1. Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan dan memberikan kontribusi pemahaman kepada masyarakat tentang zakat online ini.

2. PKPU lebih mengoptimalkan layanan zakat online ini dengan menambah dukungan atau kerjasama antar bank yang lain

3. Dengan perkembangan teknologi ini lembaga zakat lebih optimal lagi dalam mengelola zakat dan muzakki juga harus lebih optimal lagi dalam menjalankan kewajibannya dalam membayar zakat dengan program yang sudah dipermudah oleh lembaga zakat.

Sebagai penutup skripsi ini marilah kita sama-sama memahami serta merealisasikan program zakat online secara bijak dan efisien agar nantinya mendapat kepuasan dan manfaat yang maksimal kepada seluruh masyarakat

Bhumi,1997.

Arikonto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta: Bina Aksara, 1985

Bariadi, Lili Dkk,Zakat dan Wirausaha. Cet.1-Jakarta.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai pustaka,1989.

Effendi, Manajemen suatu pendekatan berdasarkan ajaran Islam.

Effendi, Mochtar, Manajemen Suatu Pendekatan Berdasarkan Ajaran Islam,Jakarta: Bhatara Karya Aksara,1986.

Foste, Douglas, Manajemen Perusahaan, Manajemen yang Sukses I Negara berkembang, Jakarta: Erlangga,1984,cet.ke-2.

Handoko, Manajemen,Edisi ke-II.

Handoko, T.Hani, Manajemen Edisi II,Yogyakarta: BPFF,1984.

Hasibuan, SP. Malayu, Manajemen dasar pengertian dan masalah, Jakarta: Bina Aksara,2001.

Manullang,M.,Dasar-dasar Manajemen, Yogyakarta; Al-Amin Press,1996.

Mckenna, Eugene, Nicbeech, The Essence of Manajemen Sumber daya manusia, Yogyakarta: Andi, 1995, edisi ke-II.

Meleong, Lexi, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,2002,cet.ke-17.

Muchtaram, Zaini, Dasar-dasar manajemen dakwah, Yogyakarta: Al-Amin dan Ikfa, 1996, cet.ke-1.

Qardawi, Yusuf Permono,H. Sjechul, Sumber-sumber penggalian zakat, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1992.

Gajah Mada, 1996.

Ridho, T.Muhammad, Zakat Profesi dan Perusahaan, Jakarta: Institut Manajemen Zakat,2007.

Siswanto, Bedjo, Manajemen Modern, Bandung: Sinar Baru, 1990, cet.ke.1. Situs Perpustakaan Online Indonesia.Org, Peranan manajemen dalam organisasi. Sumarsono, Soni, Manajemen Koperasi, Teori dan Praktek, Yogyakarta: Graha Ilmu,

2004, edisi 1.

Terry R George, Prinsip-prinsip Manajemen, Jakarta: Ghalia Indonesia,1988,cet.ke- 7 Tim penyusun,Al Qur’an dan Terjemahannya

Www.PKPU.com Www.Rumahzakat.com

Dokumen terkait