BAB I V. SASARAN, PROGRAM STRATEGI S DAN I NDI KATOR KI NERJA
4.2. Program Strategis
Seperti yang sudah dijelaskan di Bab 2, ada 12 program penelitian strategis yang direncanakan, sebagai berikut:
1. Menciptakan suasana akademis sehingga terbentuknya kelompok peneliti pada berbagai disiplin ilmu dan pertemuan ilmiah secara rutin
2. Mendukung dan membuka peluang pengembangan sumber daya manusia dalam bidang penelitian pada jenjang pendidikan berkelanjutan dan visiting professor. 3. Mengembangkan POS yang secara konsisten memberlakukan penghargaan dan
sanksi dalam penelitian
4. Mengembangan produk penelitian yang berpotensi HKI , paten sederhana, buku, dan paten komersial
5. Mengembangkan jejaring penelitian secara nasional dan internasional, baik dengan peneliti di universitas maupun industri
6. Pengadaan literatur, sebagai sumber rujukan terbaru
7. Pengadaan dan pengembangan sarana & prasarana yang menunjang pengembangan kegiatan penelitian
8. Menjalin kerja sama dengan industri dan pengguna hasil penelitian lainnya 9. Penyediaan dana internal bagi penelitian dengan skema yang telah ditentukan 10. Pengembangan organisasi untuk mendukung kegiatan penelitian
11. Pengembangan komitmen pimpinan dalam menghargai penelitian
12. Mengidentifikasi kebutuhan industri dan pengguna hasil penelitian lainnya
Keberhasilan pelaksanaan ke-12 program strategis seperti dinyatakan di Pasal 4.2 akan diukur dengan sejumlah indikator, baik indikator utama (I KUP, I ndikator Kinerja Utama Penelitian) seperti yang ditetapkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Ditjen Dikti – Depdiknas maupun indikator
tambahan yang ditetapkan Lembaga Penelitian UG. Kondisi awal indikator ini adalah data sampai dengan Maret 2011. Berikut ini adalah penjelasan setiap program strategis.
4.2.1. Menciptakan Suasana Akademis Sehingga Terbentuk
Kelompok Peneliti pada Berbagai Disiplin I lmu dan
Pertemuan I lmiah Secara Rutin
Saat ini di lingkungan UG sudah dilaksanakan beberapa pertemuan ilmiah internal secara rutin. Materi pertemuan ilmiah internal tersebut di antaranya adalah hasil-hasil penelitian dalam rangka penyusunan disertasi, berbagai skim penelitian yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas) Dikti Depdiknas, insentif Ristek, serta berbagai penelitian yang didanai berbagai Program Hibah Kompetisi yang juga didanai Dikti Depdiknas.
Program peningkatan suasana akademis yang dimaksud adalah memperluas lingkup pertemuan ilmiah sehingga mencakup hasil penelitian kolaborasi internal PS di lingkungan UG. I ndikator kinerja program strategis ini ditampilkan pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1. I ndikator Peningkatan Suasana Akademis
Capaian s.d. Tahun ke- I ndikator Jenis I ndikator Kondisi Aw al 2 3 4 5
Pertemuan ilmiah internal PS mandiri Tambahan 5 10 15 20 25 Pertemuan ilmiah internal kolaborasi
PS internal
Tambahan 2 4 6 8 10
4.2.2. Mendukung dan Membuka Peluang Pengembangan
Sumber Daya Manusia di Bidang Penelitian pada
Jenjang Pendidikan Berkelanjutan dan Visiting
Professor
Pengembangan sumber daya manusia dalam bidang penelitian telah berlangsung terutama sejak bergulirnya Program Studi S3 Ekonomi pada tahun 2000 yang diikuti
oleh Program Studi S3 Teknologi I nformasi pada tahun 2002 dan Program Studi Psikologi pada tahun 2010. Budaya penelitian di kalangan para mahasiswa S3 tersebut tentu tidak perlu diragukan lagi karena memang sudah menjadi suatu keniscayaan bagi mereka. Hal yang sama juga tentu dimiliki oleh para profesor yang membimbing para mahasiswa S3 tersebut. Walaupun demikian di antara para profesor itu masih sedikit yang mendapat kepercayaan sebagai nara sumber dalam kegiatan visiting professor sebagaimana UG mendatangkan nara sumber, terutama dari PT luar negeri, dalam kegiatan yang sama.
Program ini akan dilakukan dengan membuka peluang bagi SDM untuk meningkatkan jenjang pendidikan ke S3 baik nasional maupun internasional, bagi yang masih memiliki jenjang pendidikan S2, dan kesempatan mengikuti post doc bagi yang sudah memiliki jenjang pendidikan S3. SDM difasilitasi untuk mendapatkan beasiswa nasional dan internasional, juga untuk pendaftaran universitas dan/ atau profesor pada universitas yang sudah kerja sama dengan UG sampai saat ini di berbagai negara.
Selain itu universitas juga akan mengaktifkan kerja sama yang sudah ada dalam tindakan nyata dalam penelitian dan pertukaran profesor sebagai visiting professor. Sampai saat ini UG sudah membangun kerjasama dan menandatangani MOU dalam hal penelitian, pertukaran profesor, dan pertukaran mahasiswa dengan sekitar 30 universitas di berbagai negara. Kerja sama penyelenggaraan konferensi internasional juga sudah dirintis, diantaranya dengan Perancis, Kanada, dan juga dengan Badan koordinasi Credit Union (BKCU) Kalimantan. Kerja sama ini akan membuka kesempatan bagi profesor dari UG untuk menjadi pembicara utama.
Seperti pada Program Strategis lainnya, peningkatan pengembangan sumber daya manusia di bidang penelitian serta peningkatan kegiatan dan visiting professor
dimaksudkan untuk meningkatkan suasana akademis di bidang penelitian. Selain itu program ini juga dimaksudkan untuk mencetak peneliti yang berkualifikasi pembicara utama dan sebagai nara sumber dalam kegiatan konferensi nasional dan
internasional, dan juga sebagai visiting professor. I ndikator kinerja program strategis ini ditampilkan pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2. I ndikator Peningkatan Sumber Daya Manusia di Bidang Penelitian
Capaian s.d. Tahun ke- I ndikator Jenis I ndikator Kondisi aw al 2 3 4 5
Angka Partisipasi dosen dalam penelitian (% )
I KUP 11.6 16 21 26 32 Pembicara utamalokal (frekuensi) I KUP 15 20 25 30 35 Pembicara utamanasional (frekuensi) I KUP 6 7 9 11 13
Visiting professor internasional (jumlah orang)
I KUP 2 2 3 3 4
4.2.3. Mengembangkan POS yang Secara Konsisten
Memberlakukan Penghargaan dan Sanksi dalam
Penelitian
Ketersediaan panduan penjaminan mutu yang memuat pernyataan mutu, kebijakan mutu, standar mutu, prosedur penjaminan mutu, POS, dan sasaran mutu adalah komitmen dan kebijakan mutu akademik yang selalu diberikan oleh pimpinan UG. POS disusun berdasarkan best practice yang dimiliki UG. Di bidang penelitian, POS ini perlu dilengkapi dengan penghargaan dan sanksi yang terukur. Penghargaan dapat berupa tambahan biaya penelitian sampai percepatan pengajuan kenaikan pangkat, sedangkan sanksi dapat berupa teguran, penarikan kembali biaya penelitian, mengeluarkan dari daftar peneliti, sampai penundaan pengajuan kenaikan pangkat.
Tujuan program strategis ini adalah mengembangkan POS sebagaimana dijelaskan di atas sehingga indikator kinerja program strategis ini dapat ditunjukkan dengan Tabel 4.3.
Tabel 4.3. I ndikator Pengembangan POS
Capaian s.d. Tahun ke- I ndikator I ndikator Kondisi Aw alJenis
2 3 4 5
4.2.4. Mengembangan Produk Penelitian yang Perpotensi
HAKI , Paten Sederhana, Buku dan Paten Komersial
Sampai saat ini UG telah mengembangkan 230 HAKI dan 234 buku ajar, tetapi paten sederhana dan paten komersial masih sangat sedikit. Karya ilmiah yang sudah didaftarkan paten sederhana dan paten komersial ditunjukkan pada Tabel 4.4. Program strategis ini ditujukan untuk meningkatkan HAKI dan buku yang merupakan output penelitian serta mengembangkan penelitian yang dapat menghasilkan paten sederhana maupun paten komersial. HAKI juga dapat dikembangkan dari penelitian yang sudah ada sebagaimana buku ajar dapat dikembangkan dari catatan kuliah.
Tabel 4.4. Data Paten Sederhana dan Paten Komersial Universitas Gunadarma
No Nama
Pencipta Jenis Judul
Tanggal dan Nomor Publikasi 1 Lusiana ETP, Sarifuddin, MSC Paten sederhana
Filter Adaptif Berdasarkan Pendekatan Karakteristik Region Untuk Optimalisasi Pendeteksian Tepi Citra 9 Oktober 2008/ 048.4013 A 2 Johan Harlan Paten sederhana
Alat Mekanik Pengukur Besar Tekanan Mekanis Terhadap Permukaan Kulit 14 Januari 2010/ 050.0149 A 3 Nur Sultan Salahuddin Paten sederhana
Prototipe Sensor Photodioda Sensitif Terhadap Sinar Merah dan Hijau UntukAplikasi Medikal Nuclear
15 Oktober 2009/ 049.3636 A 4 Nur Sultan Salahuddin Paten sederhana
Prototipe Sensor Photodioda Sensitif Terhadap Sinar Biru UntukAplikasi Medikal Nuclear
18 Juni 2009/ 049.2272 A 5 Ernastuti Paten
sederhana
Model Jaringan I nterkoneksi Baru : Extended Lucas Cube
26 Februari 2009/ 049.0817 A 6 Retno Maharesi Paten sederhana
Formula Enumerasi Siklus
Hamiltonian Pada Graf Sederhana 07 April 2010*
7 Sarifuddin Madenda
Paten komersial
Pengembangan Teknik Pengamanan Data dan I nformasi Multimedia Melalui Proses Penyisipan Kedalam I nformasi Pembawa dan Encoding
01 September 2010* 8 Sarifuddin Madenda, Edi Sukirman, Ernastuti Paten sederhana
Pengembangan Quantized Discret Cosin Transform (DCT-Terkuantisasi) untuk Meningkatkan Performance Kompresi Citra JPEG dan Video MPEG
21 April 2011 / 051.1856 A 9 Suryarini Widodo, Paten sederhana
Metode Segmentasi Karakter Tulisan Tangan Online Menggunakan
23 September 2010*
No Nama
Pencipta Jenis Judul
Tanggal dan Nomor Publikasi
Sarifuddin Madenda
Karakteristik Perubahan Nilai Koordinat Y 10 Karmilasari, Sarifuddin Madenda Paten sederhana
Sistem Pengenalan Biometrik Melalui Pengkodean Potongan Pola I ris Mata
23 September 2010* 11 Tubagus Maulana Kusuma, Ruddy John Suhatril, Avinanta Tarigan Paten sederhana
Perangkat Pengukuran Kualitas Gambar Secara Objektif yang Berbasis Persepsi Pemirsa Televisi untuk Adaptasi Link Pada Sistem Transmisi Televisi Digital
21 Januari 2011*
12 Bertalya, Prihandoko
Paten sederhana
Metode Pengklasifikasian Citra X-ray
Menggunakan Pendekatan Grid 21 Januari 2011* 13 Syahbuddin Paten
komersial
Metode Pembuatan Panduan Hipereutektik A1-Si Setengah padat (Semi-Solid)
28 Januari 2010 / 050.0175 A
* tanggal pemeriksaan substantif
Paten sederhana dan paten komersial diharapkan akan tercapai dengan mengarahkan penelitian ke topik unggulan. Produk TI K dalam bentuk aplikasi akan tetap menjadi primadona dalam pasar. Setiap sistem dan industri memiliki karakteristik masing-masing yang memerlukan pengembangan perangkat lunak sendiri. Kebutuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang memiliki dana investasi terbatas dalam pengembangan TI K menjadi pasar potensial bagi paten komersial.
I ndikator kinerja program strategis ini, dengan demikian, dapat ditunjukkan dengan Tabel 4.5.
Tabel 4.5. I ndikator Pengembangan HAKI , Paten, dan Buku
Capaian s.d. Tahun ke-I ndikator I ndikatorJenis Kondisi Aw al
2 3 4 5
Sertifikat HAKI I KUP 230 250 270 290 310 Paten Sederhana I KUP 11 15 20 25 30 Paten Komersial/ Tepat Guna I KUP 2 4 8 13 20 Buku ajar I KUP 234 238 244 250 256
4.2.5. Mengembangkan Jejaring Penelitian Secara Nasional
dan I nternasional, Baik dengan Peneliti di Universitas
Maupun I ndustri.
Program strategis ini merupakan perluasan dari program strategis pertama sebagaimana dijelaskan pada Pasal 4.2.1. Perluasan dimaksud adalah melibatkan para peneliti PT mitra, baik dalam negeri maupun luar negeri. Materi pertemuan ilmiah nantinya mencakup hasil penelitian kolaborasi penelitian PS antar universitas. Program strategis ini juga diharapkan dapat menghasilkan dana penelitian. I ndikator kinerja program strategis ini, dengan demikian, dapat ditunjukkan melalui Tabel 4.6.
Tabel 4.6. I ndikator Pengembangan Jejaring Penelitian Nasional dan I nternasional
Capaian s.d. Tahun ke- ( juta rupiah) I ndikator Jenis I ndikator Kondisi Aw al 2 3 4 5
Pertemuan ilmiah PS lintas universitas
Tambahan 0 2 4 6 8 Pertemuan ilmiah kolaborasi PS
lintas universitas
Tambahan 0 1 2 3 4 Jumlah dana kerjasama
regional
I KUP - 300 500 700 1.000 Jumlah dana kerjasama
nasional
I KUP 1.484.758.000 2.200 2.800 3.40 0
4.000 Jumlah dana kerjasama
internasional
I KUP - 300 550 850 1.250
4.2.6. Pengadaan Literatur Sebagai Sumber Rujukan Terbaru
Literatur untuk kegiatan penelitian di UG sudah disediakan oleh Pimpinan UG walau dengan keragaman yang tidak terlalu luas; literatur dimaksud misalnya: (i) jurnal ilmiah internal yang diterbitkan oleh UG; (ii) akses ke jurnal elektronik internasional, melalui bekerjasama dengan ProQuest; (iii) media publikasi internal berbasis internet (dengan situs jurnal elektronik dengan alamat http: / / ejournal.gunadarma.ac.id), dan (iv) akses layanan perpustakaan melalui penyediaan basis data elektronik penulisan ilmiah (PI ) tugas akhir (skripsi/ tesis/ disertasi) yang bisa diakses melalui internet.
Mengingat ilmu dan teknologi selalu berkembang, program pengadaan literatur sebagai rujukan terbaru dimaksudkan untuk menyediakan bahan rujukan terbaru dengan cakupan lebih luas untuk kegiatan penelitian. I ndikator kinerja program strategis ini ditampilkan dalam Tabel 4.7.
Tabel 4.7. I ndikator Pengadaan Literatur sebagai Sumber Rujukan Terbaru
Capaian s.d. Tahun ke- I ndikator I ndikatorJenis Kondisi
Aw al 2 3 4 5
Akses ke jurnal elektronik internasional
Tambahan 7 1 1 1 1 I si repositori tentang penelitian
internal UG, relatif terhadap jumlah PS
Tambahan 50 60 70 80 90
4.2.7. Pengadaan dan Pengembangan sarana dan Prasarana
yang Menunjang Pengembangan Kegiatan Penelitian
Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya kegiatan dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Sarana lebih ditujukan untuk benda-benda yang bergerak seperti komputer dan mesin-mesin sedangkan prasarana lebih ditujukan untuk benda-benda yang tidak bergerak seperti gedung, ruang, dan tanah.
Sarana seperti laboratorium dan prasarana seperti komputer dan berbagai mesin untuk kegiatan penelitian di UG telah tersedia, namun demikian, sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi, masih perlu ditingkatkan kuantitas, ragam, spesifikasi, maupun kualitasnya; itulah tujuan program strategis ini. I ndikator kinerja program strategis ini dengan demikian dapat ditampilkan seperti pada Tabel 4.8.
Tabel 4.8. I ndikator Pengadaan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Capaian s.d. Tahun ke- I ndikator Jenis I ndikator Kondisi Aw al 2 3 4 5
Laboratorium penelitian, relatif terhadap jumlah PS
Tambahan 50 60 70 80 90 Kelengkapan sarana, relatif terhadap
jumlah PS Tambahan
50 60 70 80 90
4.2.8. Menjalin Kerja Sama dengan I ndustri dan Pengguna
Hasil Penelitian Lainnya
Kerja sama dengan industri dan pengguna hasil penelitian lainnya merupakan hal yang diidam-idamkan peneliti di I ndonesia selama ini. Banyak hasil penelitian yang tertumpuk begitu saja di perpustakaan. Topik penelitian unggulan di bidang TI K berpeluang besar untuk dimanfaaatkan sebesar-besarnya oleh industri di I ndonesia. Program ini diharapkan dapat tercapai karena sudah terbentuknya kerjasama UG dengan beberapa industri, khususnya dengan UKM, AAMAI , dan BKCU Kalimantan. Kerja sama dengan industri lain baik UKM maupun besar, atau organisasi nirlaba lainnya akan tetap ditingkatkan. Program strategis ini diharapkan akan memberikan capaian seperti yang ditunjukkan Tabel 4.9.
Tabel 4.9. I ndikator kerja sama dengan industri
Capaian s.d. Tahun ke- I ndikator Jenis I ndikator Kondisi Aw al 2 3 4 5
Jumlah kerja sama Tambahan 1 4 6 8 10
4.2.9. Penyediaan Dana I nternal bagi Penelitian dengan
Skema yang Telah Ditentukan
Dana internal penelitian berasal dari UG melalui Lembaga Penelitian. Dana yang selama ini dicairkan tidaklah terlalu besar bagi institusi sebesar UG dengan 14 PS.
Sebagai ilustrasi untuk periode 2008 - 2010 besar dana tersebut adalah Rp. 305 juta karena hanya 5 dari 14 PS ini yang mengajukan pendanaan penelitian. Tidak ada kategorisasi atau skema penelitian; klasifikasi yang ada adalah PS dan Program Studi.
Program penyediaan dana dan skema penelitian dimaksudkan untuk membuat skema penelitian dan menyusun rancangan alokasi untuk setiap skema. Dengan skema ini diharapkan akan lebih banyak lagi PS yang melaksanakan penelitian dan menciptakan banyak kolaborasi penelitian. I ndikator kinerja program strategis ini ditampilkan dalam Tabel 4.10.
Tabel 4.10. I ndikator Peningkatan Pendanaan dan Pengembangan Skema Penelitian
Capaian s.d. Tahun ke- I ndikator Jenis I ndikator Kondisi Aw al 2 3 4 5
Skema penelitian internal Tambahan 3 4 5 6 7 Presentase PS yang melakukan penelitian Tambahan 50 60 70 80 90 Presentase PS yang berkolaborasi dalam
penelitian
Tambahan 50 60 70 80 90
4.2.10. Pengembangan Organisasi Untuk Mendukung Kegiatan
Penelitian.
Pengelolaan penelitian dilakukan oleh Lembaga Penelitian dengan unit pelaksana penelitian adalah PS. Kemampuan manajemen selalu dituntut untuk ditingkatkan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Manajemen perlu melakukan
benchmark dengan institusi lain yang menunjukkan kinerja penelitian di atas kinerja yang ditunjukkan oleh Lembaga selama ini.
Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian, peta jalan dan payung penelitian menjadi penting untuk mengarahkan kebijakan penelitian tiap tahunnya sesuai visi dan misi. Sampai saat ini peta dan payung penelitian masih dalam tahap pengembangan.
Benchmarking sangat diperlukan dalam tahap pengembangan peta dan payung penelitian. Tabel 4.11 memperlihatkan 4 dari beberapa PS yang sudah mempunyai peta jalan penelitian.
Tabel 4.11. Ketersediaan Payung Penelitian pada PS 2008-2012
No PS Judul Payung Penelitian
1 PS Adaptasi dan Mitigasi
Bencana Adaptasi dan Mitigasi Bencana
2 PS Terapan Kombinatorik
1. Matematika Kontemporer 2. Kombinatorika
3. Terapan Kombinatorika
3 Center Desain Otomotif
1. Computational Fluid Dynamics
2. Experimental Aerodynamics
3. Energy and Fuel Alterna ive t
4. Design and Simulation
4 PS Kriptografi dan Keamanan Sistem
1.Audit Teknologi Sistem I nformasi dan Forensik Digital
2.Pembangkitan Kunci Terdistribusi dan Group Signature
3.Sistem Rekomendasi dan Reputasi Untuk Pengamanan Transaksi (Soft Security)
4.Pengembangan Protokol Autentikasi 5.Analisis Formal Keamanan Sistem dan
Pengembangan Sistem Verifikasi Terotomasi
Beberapa PS mempunyai frekuensi penelitian yang tinggi yang di antaranya ditunjukkan dengan nilai kontrak penelitian seperti terlihat pada Tabel 4.12.
Tabel 4.12. Nilai Kontrak 2009-2011 terbesar Lemlit UG dengan PS
No PS Nilai Kontrak ( Rp)
1 PS Kriptogradi dan Keamanan Sistem 177.500.000 2 PS Multimedia dan Robotika 85.000.000
3 PS Terapan Kombinatorik 69.500.000 4 Pusat Stusi Desain Otomotif 67.500.000
Pengembangan PS dilaksanakan ke arah tiga aspek: penguatan PS yang ada, peningkatan kolaborasi penelitian yang melibatkan dua atau lebih PS, serta pengembangan PS baru. Pengembangan PS aspek pertama ini dimaksudkan untuk melengkapi peta jalan penelitian serta meningkatkan frekuensi dan kualitas penelitian. Pengembangan PS aspek kedua dimaksudkan untuk memperluas sudut
pandang setiap topik penelitian. Pengembangan PS aspek ketiga dimaksudkan untuk memperluas ragam penelitian. I ndikator kinerja program strategis ini ditampilkan pada Tabel 4.13.
Tabel 4.13. I ndikator Keberhasilan Pengembangan Unit Kerja
Capaian s.d. Tahun ke- I ndikator Jenis I ndikator Kondisi Aw al 2 3 4 5
Benchmarking di PT yang lebih maju Tambahan 0 1 2 2 2 PS yang memiliki peta jalan
penelitian (% )
Tambahan 23.5 50 75 100 100 PS yang berkolaborasi (% ) Tambahan 17.6 30 50 70 90
4.2.11. Pengembangan Komitmen dan Apresiasi Pimpinan
terhadap Kegiatan Penelitian
Komitmen dan apresiasi pimpinan terhadap kegiatan penelitian sudah nyata di lingkungan UG. Komitmen dan apresiasi tersebut di antaranya adalah: penyediaan dana paket penelitian seperti yang diilustrasikan melalui Tabel 4.14, insentif tetap bagi para peneliti, pendanaan untuk mengikuti diseminasi hasil penelitian melalui seminar atau conference baik nasional maupun internasional, serta publikasi jurnal ilmiah nasional maupun internasional.
Pengembangan program strategis ini dimaksudkan untuk meningkatkan komitmen yang sudah ada seperti yang disebutkan di atas ditambah dengan peningkatan fasilitas dan perangkat penunjang penelitian baik berupa perangkat keras, perangkat lunak, maupun peningkatan kualitas sumber daya peneliti. I ndikator kinerja program strategis ini ditampilkan pada Tabel 4.14.
Tabel 4.14. I ndikator peningkatan komitmen pimpinan
Capaian s.d. Tahun ke-I ndikator I ndikatorJenis Base
Line 2 3 4 5
Judul penelitian yang didanai Tambahan 95 115 135 155 175 Seminar dalam negeri yang didanai I KUP 121 155 185 220 260 Seminar luar negeri yang didanai I KUP 68 100 135 170 205
Capaian s.d. Tahun ke-I ndikator I ndikatorJenis Base
Line 2 3 4 5
Publikasi jurnal dalam negeri yang didanai I KUP 176 211 246 281 320 Publikasi jurnal luar negeri yang didanai I KUP 54 100 130 160 190 Laporan penelitian tidak dipublikasikan I KUP 77 150 210 280 350
4.2.12. Mengidentifikasi Kebutuhan I ndustri dan Pengguna
Hasil Penelitian lainnya
Kurang dimanfaatkannya hasil penelitian oleh industri disinyalir disebabkan peneliti tidak melakukan penelitian sesuai dengan kebutuhan industri. Meskipun sudah banyak penelitian terapan yang dilakukan, tapi masih jarang yang dimanfaatkan oleh industri. Program strategis ini dengan demikian diharapkan mampu mendorong peneliti melakukan penelitian sesuai dengan kebutuhan industri.