Pasal 9
Persyaratan Pembukaan Program Studi
1. Pembukaan Program Studi baru harus mengacu pada peraturan yang berlaku. 2. Proposal Program Studi baru diusulkan oleh fakultas atau Sekolah
Pasca-sarjana.
3. Kurikulum Program Studi baru harus mempunyai perbedaan minimal 60% dari kurikulum Program Studi lain yang sudah ada di lingkungan universitas.
Pasal 10
Kriteria Pertimbangan Pembukaan Program
1. Membuat kajian (studi) kelayakan akademik dan administratif untuk memenuhi kriteria berikut:
a. Program Studi yang dibuka harus ditujukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni.
b. Program Studi yang dibuka harus bersifat fleksibel dalam arti dapat diseleng-garakan atau tidak, sesuai dengan kebutuhan.
2. Studi kelayakan dalam pengusulan pembukaan Program Studi tersusun atas: a. Pendahuluan, meliputi :
1. Kualifikasi lulusan yang dibutuhkan 2. Gambaran jumlah kebutuhan lulusan 3. Sumber masukan program
b. Kurikulum, berisi gambaran mengenai bentuk Program Studi yang meliputi aspek:
1. Kompetensi lulusan
2. Kurikulum yang akan digunakan 3. Rujukan program yang digunakan
c. Sumberdaya, berisi gambaran mengenai kondisi sumberdaya yang ada untuk melaksanakan Program Studi yang meliputi aspek:
1. Jumlah dosen dan kualifikasinya 2. Sarana dan Prasarana
3. TenagaAdministrasi dan PenunjangAkademik
d. Pendanaan, berisi gambaran mengenai kebutuhan dan sumber dana awal, dana operasional, dana pemeliharaan, serta dana lainnya, penerimaan dana internal dan eksternal
e. Manajemen Akademik, berisi gambaran mengenai bagaimana Program Studi tersebut akan dikelola dalam jangka pendek (1 -3 tahun), menengah (3-10 tahun) dan panjang (10-20 tahun). Manajemen Akademik juga harus memuat:
1. Rencana Pengembangan Program Studi 2. Manajemen Sumberdaya
3. Manajemen Penjaminan MutuAkademik 4. Dukungan Kerjasama
f. Kesimpulan, memberikan gambaran umum tentang bagaimana Program Studi baru yang diusulkan dapat memenuhi kebutuhan yang ada, gambaran tentang kekuatan, kelemahan tantangan dan peluang (SWOT Analysis) Program Studi ke depan
g. Lampiran, terdiri atas:
1. Kurikulum, daftar matakuliah, dan silabi
2. Daftar dosen, bidang ilmu, copy ijazah S-1, S-2, dan S-3, ijin dan institusi asal serta matakuliah yang diasuh.
4. Surat Kesediaan Mengajar/Membina Program Studi 5. DaftarTenaga Administrasi dan Penunjang Akademik
6. Daftar Sarana dan Prasarana seperti ruang kuliah, ruang dosen, ruang administrasi, ruang seminar, laboratorium, perpustakaan, fasilitas komputer dan internet, fasilitas sistim informasi akademik untuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat
7. Daftar Peralatan Laboratorium
8. Daftar buku, jurnal ilmiah, majalah yang mendukung 9. Daftar fasilitas umum
10.Dokumen pendukung lain seperti perjanjian kerjasama/Memorandum of Understanding (MoU) dengan institusi lain, rekomendasi, dan lain-lain
11.Rencana Strategis dan Operasional Pasal 11
Tatacara Pengusulan Program Studi
1. Usulan Program Studi baru bagi Program Studi Multidisiplin sudah dibahas dalam rapat gabungan antara Badan Pertimbangan dan Pengembangan (BPP), Pimpinan Sekolah Pascasarjana, dan dari Fakultas-fakultas terkait.
2. Usulan Program Studi Multidisiplin yang sudah disetujui rapat gabungan diajukan ke Rektor untuk mendapat persetujuan.
3. Dalam hal usulan Program Studi Multidisiplin yang diinisiasi oleh sebuah Pusat Studi, usulan program studi tersebut harus terlebih dahulu dibahas dalam rapat gabungan wakil Pusat Studi, BPP, dan Pimpinan Sekolah Pascasarjana.
4. Keputusan Rektor tentang penetapan pembukaan Program Studi baru dikeluarkan setelah mendapat pertimbangan Senat Akademik dan Persetujuan Majelis Wali Amanat (MWA).
Pasal 12
Penyelenggaraan Program Studi
1. Program Studi multidisiplin dilaksanakan oleh Sekolah Pascasarjana. 2. Pelaksanaan Program Studi dilakukan oleh Pengelola Program Studi yang
terdiri dari Ketua dan Sekretaris dan dibantu oleh Pelaksana Administrasi. 3. Pengelola Program Studi diusulkan oleh kelompok dosen pengajar pada
program studi kepada Direktur Sekolah Pascasarjana, untuk selanjutnya Direktur Sekolah Pascasarjana meminta persetujuan Badan Pertimbangan dan Pengembangan Sekolah Pascasarjana.
4. Setelah mendapat persetujuan Badan Pertimbangan dan Pengembangan Sekolah Pascasarjana, Direktur Sekolah Pascasarjana mengusulkan kepada Rektor untuk mendapatkan persetujuan.
Pasal 13
Kewajiban dan Hak Pengelola Program Studi
1. Pengelola Program Studi secara akademik dan administratif bertanggungjawab kepada Direktur Sekolah Pascasarjana.
2. Pengelola Program Studi wajib melaporkan kemajuan penyelenggaraan kegiatan akademik secara berkala tiap semester, dan melaporkan hasil evaluasi diri setiap tahun sekali kepada Direktur Sekolah Pascasarjana 3. Isi laporan penyelenggaraan kegiatan akademik antara lain, jumlah mahasiswa,
prestasi akademik, jumlah dan judul penelitian, publikasi dosen dan mahasiswa, jumlah kerjasama penelitian, lama studi, dan informasi lain dalam bidang akademik.
4. Pengelola dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh tenaga kependidikan. 5. Pengelola, dan tenaga kependidikan yang membantu penyelenggaraan kegiatan akademik di Program Studi akan mendapatkan honorarium sesuai ketentuan yang berlaku
Pasal 14
Akreditasi Program Studi
Monitoring dan evaluasi terhadap program studi dilakukan oleh universitas antara lain dengan pelaksanaan Laporan Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED), serta diakreditasi oleh pihak yang berwenang secara periodik sesuai peraturan yang berlaku, termasuk audit internal dan eksternal.
Pasal 15
Periode Kepengurusan Pengelola Program Studi
Ketua Program Studi memiliki masa jabatan dua tahun, dan dapat dipilih kembali maksimal 2 kali.
Pasal 16
Penghentian Sementara dan Penutupan Program Studi
1. Penghentian sementara kegiatan akademik program studi dilakukan atas dasar berbagai pertimbangan dari program studi/Sekolah Pascasarjana.
2. Penghentian sementara kegiatan akademik program studi dilakukan oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UGM.
3. Penutupan Program Studi Multidisiplin dapat dilakukan atas usul Direktur Sekolah Pascasarjana UGM.
4. Penutupan atau penghentian program studi dilakukan apabila program studi yang bersangkutan tidak memenuhi ketentuan Penyelenggaraan Program Studi sebagaimana diatur dalam Bab III Peraturan Rektor UGM No. 519/P/ SK/HT/2008.
Pasal 17
Kerjasama Program Studi
1. Program Studi dimungkinkan untuk melakukan kerjasama dalam rangka meningkatkan mutu dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan Program Studi lain baik di dalam maupun di luar lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada 2. Mekanisme untuk mencari mitra kerjasama pendidikan, penelitian dan
pengabdian pada masyarakat antar program studi diserahkan sepenuhnya kepada Program Studi.
3. Bentuk-bentuk kerjasama yang dapat dilakukan antara lain transfer kredit, pertukaran mahasiswa maupun dosen, pengambilan matakuliah, penggunaan peralatan penelitian, perolehan gelar akademik.
4. Khusus untuk kerjasama pemberian gelar akademik pada lulusan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dari perguruan tinggi lain atau sebaliknya, harus sepengetahuan Direktur Sekolah Pascasarjana.
5. Program Studi dimungkinkan untuk melakukan kerjasama dengan institusi di luar institusi pendidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
BAB V
KURIKULUM PASCASARJANA Pasal 18
Pengertian dan Karakter Kurikulum
1. Kurikulum Program Studi di lingkungan Sekolah Pascasarjana UGM adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian, pelajaran, cara penyampaian dan penilaian yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di Sekolah Pascasarjana.
2. Kurikulum disusun dan dirancang secara matang melalui beberapa tahapan dengan mengacu pada pedoman penyusunan kurikulum di perguruan tinggi sesuai peraturan yang berlaku yaitu:
a. Disusun berdasarkan visi pengembangan ilmu dan / atau pemenuhan kebutuhan dunia kerja.
b. Membentuk kompetensi lulusan sesuai dengan bidang ilmu dan tingkat pendidikan program.
penge-3. Kurikulum dievaluasi tiap tahun akademik dan harus direvisi minimal sekali dalam 5 tahun.
4. Peninjauan kembali kurikulum disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.
Pasal 19
Penyusunan, Pengesahan, dan Peninjauan Kurikulum
Kurikulum program studi Multidisiplin disusun melalui tahapan sebagai berikut: a. Kurikulum disusun oleh Program Studi, Fakultas-fakultas terkait dan Pusat
Studi.
b. BPP membentuk Tim Kurikulum multidisiplin yang terdiri dari anggota BPP dan program Studi terkait untuk melakukan analisis SWOT dan lokakarya yang melibatkan para pemangku kepentingan seperti alumni, pengguna, pemerintah, swasta, dan asosiasi profesi.
c. Tim Kurikulum multidisiplin merumuskan Kurikulum baru untuk dikaji ulang baik oleh perorangan maupun tim yang memiliki bidang ilmu terkait dan dipresentasikan pada suatu forum dengan mengundang para pemangku kepentingan.
d. Kurikulum baru Program Studi multidisiplin yang disepakati, selanjutnya disyahkan oleh Direktur Sekolah Pascasarjana dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan Badan Pertimbangan dan Pengem-bangan Sekolah Pascasarjana.
Pasal 20 Komponen Kurikulum
1. Komponen kurikulum pada jenjang Magister terdiri dari Mata Kuliah Wajib jenjang Magister, Mata Kuliah Pilihan, Praktikum, Kuliah Lapangan, Penelitian dan Tesis.
2. Komponen kurikulum pada jenjang Doktor terdiri atas Mata Kuliah Wajib jenjang Doktor, Mata Kuliah Pilihan, Penelitian dan Disertasi.
3. Untuk mendukung capaian tujuan program pendidikan, kurikulum diterapkan berdasarkan Satuan Kredit Semester (SKS) atau sistem Blok.
Pasal 21 Mata Kuliah
1. Mata kuliah multidisiplin dapat diasuh oleh seorang Dosen atau Tim Dosen yang diusulkan Pengelola Program Studi yang ditetapkan oleh Direktur Sekolah Pascasarjana.
2. Mata Kuliah harus dirancang secara matang oleh dosen atau tim dosen pengasuh mengenai kedalaman isi dan luas cakupan untuk mendukung tujuan program pendidikan tingkat magister maupun doktor.
3. Materi Kuliah harus dievaluasi setiap tahun akademik oleh Program Studi. 4. Mata kuliah dapat diselenggarakan bila diikuti oleh minimal 5 (lima) orang
peserta, terkecuali dalam hal-hal khusus yang ditentukan oleh Direktur Sekolah Pascasarjana.
5. Mata kuliah dapat diikuti oleh mahasiswa antar Program Studi di lingkungan Pascasarjana UGM dengan persetujuan Pengelola Program Studi.
Pasal 22 Panduan Perkuliahan
1. Setiap mata kuliah harus memiliki panduan perkuliahan yang dituangkan dalam bentuk Rencana Program Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) yang disusun oleh Dosen/Tim Dosen pengampu matakuliah.
2. RPKPS harus dikaji ulang oleh mitra bestari dan disetujui oleh Tim Kurikulum serta disahkan oleh Ketua Program Studi .
3. Dosen/Tim Dosen harus membuat Satuan Acara Pembelajaran (SAP) yaitu rumusan tujuan dan pokok-pokok isi mata kuliah untuk satu kali tatap muka. 4. SAP harus memuat komponen-komponen nama, nomor kode (makin tinggi tingkat pendidikan makin besar nomor kode), perkiraan waktu, nomor urut tatap muka, TIK dan TIU, pokok dan sub-pokok bahasan mata kuliah, kegiatan belajar mengajar, evaluasi dan referensi.
5. Pemantauan pelaksanaan SAP dilakukan oleh Ketua Program Studi yang bersangkutan.
Pasal 23
Sistem Kredit Semester dan Sistem Blok
1. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (sks) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar dan beban penyelenggaraan program.
2. Satuan kredit semester (SKS) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal per minggu sebanyak satu jam perkuliahan atau dua jam praktikum, atau empat jam lapangan yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1 (satu) sampai 2 (dua) jam kegiatan terstruktur dan sekitar satu sampai dua jam kegiatan mandiri.
3. Sistem blok adalah sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan sistem yang diselesaikan dalam bentuk rentang waktu tertentu untuk setiap mata kuliah.
4. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang tersusun atas 16 - 18 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya termasuk 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu kegiatan penilaian.
BAB VI