BAB XIX SISTEM EVALUASI
TUJUAN DAN KETENTUAN UMUM Pasal 101
Ketentuan Umum Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan :
1. Disertasi adalah karya tulis akademik hasil penelitian mendalam yang dilakukan secara mandiri dan berisi sumbangan baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan atau menemukan jawaban baru bagi masalah-masalah yang sementara telah diketahui jawabannya atau mengajukan pertanyaan -pertanyaan baru terhadap hal-hal yang dipandang telah mapan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang dilakukan calon Doktor di bawah bimbingan Tim Promotor.
2. Tim Promotor terdiri dari 1 (satu) orang Promotor dan maksimum 2 (dua) orang promotor. Apabila diperlukan bisa ada tambahan satu orang Ko-promotor, tetapi SPs tidak menanggung biaya yang diperlukan dengan adanya tambahan Ko-promotor tersebut.
3. Tim Seleksi adalah Tim Penilai Usulan Disertasi yang terdiri dari ketua Prodi dan 2 (dua) orang pakar dalam bidang Ilmu yang relevan.
4. Tim Penguji Komprehensif adalah Tim Promotor ditambah 2 (dua) sampai 4 (empat) orang pakar sebidang.
5. Tim Penilai Disertasi adalah 3 (tiga) orang yang menilai naskah disertasi bergelar doktor dengan ilmu sebidang dan mempunyai jabatan akademik atau setara.
6. Tim Kelayakan Disertasi terdiri dari direktur atau wakil direktur, pengelola prodi, Tim promotor, dan Tim penilai disertasi.
7. Tim Penguji Ujian Tertutup terdiri dari Tim Promotor, Tim Penilai Disertasi dan 2 (dua) orang bergelar doktor dalam bidang ilmu yang terkait. Salah satu anggota Tim Penguji Disertasi harus berasal dari luar UGM.
Pasal 102 Tujuan Pendidikan
1. Program Doktor bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang :
a. Berintegritas tinggi, berwawasan luas, kritis, inovatif dan tanggap terha-dap perkembangan kebutuhan masyarakat yang bersifat multidisiplin. b. Mempunyai kebebasan berfikir, bersikap terbuka, dan bertanggungjawab
terhadap perkembangan ilmu dalam kawasan keahliannya.
c. Mampu melakukan penelitian teoritik atau terapan baik mandiri maupun berkelompok dengan tujuan untuk memperluas cakrawala ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, budaya dan seni yang dimiliki serta menye-lesaikan berbagai masalah bangsa.
d. Mampu secara profesional menganalisis dan menjelaskan dengan tepat berbagai masalah bangsa dan menerapkan ilmunya demi kepentingan umat manusia.
e. Mampu mengembangkan konsep ilmu di bidang keahliannya melalui penelitian.
f. Mampu mengkomunikasikan dan atau mengaplikasikan secara kolaboratif pemikiran serta hasil karyanya kepada masyarakat ilmiah dan masyarakat umum.
g. Mampu mengelola, memimpin dan mengembangkan program penelitian. h. Mampu melakukan pendekatan multidisiplin dalam berkarya di bidang
keahliannya.
2. Penyelenggaraan Program Doktor Sekolah Pascasarjana :
a. Penyelenggaraan Program Doktor dikoordinasikan oleh Sekolah Pasca-sarjana Universitas Gadjah Mada.
b. Penyelenggaraan Program Doktor di Program Studi Sekolah Pascasarjana diketuai oleh tenaga pendidik tetap dengan jabatan akademik sekurang-kurangnya Lektor Kepala dan bergelar Doktor.
c. Penanggungjawab Program Doktor di tingkat Program Studi dipegang oleh Ketua Program Studi.
Pasal 103
Penyelenggara Program Studi
3. Sekolah Pascasarjana menyelenggarakan Program Doktor dalam Program Studi sebagai berikut:
a. Program Studi Agama dan Lintas Budaya (Minat Studi Kajian Timur Tengah) b. Program Studi Bioteknologi (Minat Studi Rekayasa Biomedis)
c. Program Studi Ilmu Administrasi Publik d. Program Studi Ilmu Lingkungan
e. Program Studi Kajian Budaya dan Media f. Program Studi Kajian Pariwisata
g. Program Studi Kebijakan h. Program Studi Kependudukan
i. Program Studi Pengkajian Amerika
j. Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa k. Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan l. Program Studi Inter-Religious Studies
Pasal 104
Organisasi Penyelenggaraan
1. Sekolah Pascasarjana menyelenggarakan kegiatan akademik Program Doktor dalam 12 Program Studi sebagaimana tersebut dalam pasal 103.
2. Tiap Program Studi dipimpin oleh seorang Ketua yang bertugas mengko-ordinasi pelaksanaan program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai bidang ilmunya.
3. Kelancaran pelaksanaan pendidikan Program Doktor pada Program Studi menjadi tanggung jawab Pengelola Program Studi.
BAGIAN KEDUA PENERIMAAN MAHASISWA
Pasal 105 Syarat-syarat Pelamar 1. Persyaratan Akademik:
a. lulusan program pendidikan S2 yang sebidang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25 atau IPK minimal 3,00 dengan 3 karya ilmiah yang telah diterbitkan dalam majalah ilmiah dan/atau buku yang bermutu secara ilmiah sesuai dengan bidang ilmunya dan diklarifikasi oleh pihak yang berwenang (Direktur dan Pengelola Program Studi)
b. lulusan program pendidikan S2 yang tidak sebidang memiliki IPK minimal 3,50 atau IPK minimal 3,25 ditambah 3 karya ilmiah yang relevan dengan bidang ilmunya dan yang telah diterbitkan dalam majalah ilmiah dan/atau buku yang bermutu secara ilmiah sesuai dengan bidang ilmunya dan diklarifikasi oleh pihak yang berwenang (Direktur dan Pengelola Program Studi). Untuk mahasiswa yang tidak sebidang Program Studi dapat memberlakukan matrikulasi atau defisiensi
c. lulusan program Sarjana (S1) UGM yang sebidang dengan predikat tertinggi (setingkat cum laude), atau IPK minimal 3,00 dengan 5 karya ilmiah hasil penelitian yang diterbitkan dalam majalah ilmiah dan buku yang bermutu secara ilmiah sesuai dengan bidang ilmunya dan diklarifikasi oleh pihak yang berwenang (Direktur dan Pengelola Program Studi)
d. lulusan program Sarjana (S1) UGM yang tidak sebidang dengan predikat kelulusan tertinggi (setingkat cum laude), atau IPK minimal 3,25 dengan 5 karya ilmiah hasil penelitian yang diterbitkan dalam majalah ilmiah dan buku yang bermutu secara ilmiah sesuai dengan bidang ilmunya dan diklarifikasi oleh pihak yang berwenang (Direktur dan Pengelola Program Studi)
e. mahasiswa program S2 UGM yang belum melaksanakan penelitian dengan IP > 3,75 dimungkinkan untuk mendaftar di program S3 yang sebidang f. Pengertian memiliki bidang ilmu yang sebidang ditentukan oleh rapat
seleksi di tingkat Program Studi
2. Mampu berbahasa Inggris yang ditunjukkan dengan skor TOEFL > 500 dari institusi yang diakui UGM/ACEPT (Academic English Proficiency Test) dari Pusat Pelatihan Bahasa UGM dan kemampuan akademik yang ditunjukkan dengan skor TPA > 550 atau PAPS (Potensi Akademik Pascasarjana) yang ditentukan oleh UGM
3. Pelamar yang memenuhi persyaratan seperti tersebut pada pasal 105 ayat 1 dan 2 dapat melamar untuk menjadi peserta program Doktor pada program studi yang sama dengan program studi kesarjanaannya atau program studi lain yang disetujui oleh Pengelola Program Studi dan Direktur
4. Pendaftaran calon mahasiswa dilaksanakan melalui internet (on line), selanjutnya calon mahasiwa mengunduh (download) isian formulir pendaftaran untuk dikirimkan ke Administrasi Program Pascasarjana Direktorat Administrasi Akademik (DAA) UGM dengan dilampiri:
a. Salinan ijazah dan transkrip S1 dan S2 yang dilegalisir b. Riwayat hidup dan riwayat pekerjaan
c. Nama calon pembimbing yang diinginkan/ yang telah dihubungi d. Surat ijin dari atasan (bagi calon yang sudah bekerja)
e. Surat keterangan jaminan biaya pendidikan f. Surat keterangan sehat dari dokter
g. Surat rekomendasi dari dua orang/ pihak yang mengetahui kemampuan akademik calon (mantan pembimbing, mantan dosen, atau atasan) h. Rancangan usulan penelitian atau layout untuk program studi tertentu
masing-masing 8 rangkap
i. Bagi yang telah memiliki sertifikat TOEFL/ACEPT atau TPA/PAPS, salinannya harus dilampirkan
j. Pelamar BPPS (hanya untuk dosen) melampirkan form a, b, c, d, e, dan f dengan dilengkapi fotokopi :
j.1 karpeg/NIK untuk PNS/ karyawan j.2 surat keputusan sebagai PNS j.3 surat keputusan jabatan dosen
k. Isian formulir lampiran dapat diunduh (download) dari website DAA UGM (www.daa.ugm.ac.id)
l. Semua persyaratan di atas dibuat dalam dua rangkap m. Amplop berperangko yang sudah bertuliskan alamat calon
Pasal 106 Waktu Melamar
1. Pelamar dapat mengajukan lamarannya setiap waktu, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Pelamar yang ingin masuk pada Semester Gasal (yang dimulai pada bulan September), harus mengisi formulir pendaftaran secara online paling lambat akhir bulan Juni
b. Pelamar yang ingin masuk pada Semester Genap (yang dimulai pada bulan Februari), harus mengisi formulir pendaftaran secara online paling lambat akhir bulan Desember tahun sebelumnya
c. Bagi yang ingin memperoleh beasiswa BPPS Departemen Pendidikan Nasional, pengisian formulir pendaftaran secara online dan pengiriman berkas-berkas persyaratan diterima DAA UGM paling lambat bulan April
Pasal 107 Seleksi Penerimaan
1. Setelah calon pelamar dinyatakan lolos seleksi TPA/PAPS dan TOEFL/ACEPT dari DAA UGM dapat dilanjutkan seleksi di tingkat Program Studi
2. Seleksi di tingkat Program Studi didasarkan atas kriteria berikut:
a. Latar belakang pengetahuan yang dimiliki pelamar mencakup: pendidikan formal yang pernah diikuti, lama studi, hasil studi (IPK), karya ilmiah yang pernah ditulis, kegiatan lain yang ada kaitannya dengan bidang studi yang diikutinya
b. Kesesuaian rancangan usulan penelitian yang diajukan pelamar dengan Program Studi yang dituju
c. Kepribadian dan integritas calon
d. Persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing Program Studi 2. Seleksi penerimaan calon peserta Program Doktor dilakukan dalam rapat
yang anggotanya adalah Pengelola Program Studi dan dosen-dosen Program Pendidikan Doktor dalam Program Studi
3. Rapat dipimpin oleh Pengelola Program Studi
4. Rapat membahas kelayakan pelamar untuk menjadi peserta Program pendidikan Doktor, rencana usulan penelitian, mata ajaran dan/atau tugas akademik yang ditetapkan bersama Tim Promotor
5. Hasil Seleksi dilaporkan oleh Pengelola Program Studi kepada Direktur 6. Keputusan diterima atau tidaknya pelamar diberitahukan kepada pelamar oleh
Pasal 108 Pendaftaran/registrasi
1. Pelamar yang diterima harus mendaftarkan diri sebagai peserta Pendidikan Doktor, dengan mengisi formulir pendaftaran/registrasi di DAA UGM, dilampiri isian formulir kesediaan calon pembimbing.
2. Pelamar yang diterima untuk mengikuti program pendidikan pada Semester Gasal diwajibkan mendaftarkan diri sebagai Peserta Program Doktor paling lambat akhir bulan Agustus, sedangkan peserta yang diterima untuk mengikuti program pendidikan pada Semester Genap, wajib mendaftarkan diri paling lambat akhir bulan Januari.
3. Pelamar yang diterima harus membayar uang pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Setiap peserta pendidikan Doktor harus melakukan pendaftaran ulang setiap semester.
BAGIAN KETIGA PROSES PENDIDIKAN
Pasal 109 Perkuliahan
1. Peserta program Doktor diwajibkan mengikuti perkuliahan sebanyak 8 - 12 SKS yang terdiri dari aras S-3 minimal 8 (delapan) SKS dengan nomor kode 800-an dan SKS lain dapat diambil dari perkuliahan aras S-2 dengan nomor kode 600-an dan 700-an.
2. Perkuliahan diselenggarakan dalam bentuk tatap muka dan tugas lain seperti membahas jurnal ilmiah internasional, membuat paper dan mempresen-tasikannya.
Pasal 110 Beban dan Lama Studi
1. Bagi peserta program Doktor yang berpendidikan S1 sebidang, ditempuh maksimum 12 (dua belas) semester dengan beban pendidikan sekurang-ku-rangnya 76 (tujuh puluh enam) SKS.
2. Bagi peserta program Doktor yang berpendidikan S2 sebidang, ditempuh maksimum 10 (sepuluh) semester dengan beban pendidikan sekurang-ku-rangnya 40 (empat puluh) SKS.
3. Bagi peserta program Doktor yang berpendidikan S1 tidak sebidang, ditempuh maksimum 13 (tiga belas) semester dengan beban pendidikan sekurang-kurangnya 88 (delapan puluh delapan) SKS.
4. Bagi peserta program Doktor yang berpendidikan S2 tidak sebidang, ditempuh maksimum 11 (sebelas) semester dengan beban pendidikan sekurang-kurangnya 52 (lima puluh dua) SKS.
5. Beban disertasi dihitung antara 28-32 SKS.
6. Peserta pendidikan Doktor yang belum dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang ditentukan tidak diperbolehkan melanjutkan studi.
7. Dalam keadaan khusus, perpanjangan masa studi dapat diberikan berdasarkan usul Tim Promotor, lama waktu perpanjangan sebanyak-banyaknya 2 (dua) semester.
8. Cuti akademik dapat diberikan sesudah calon doktor lulus ujian kualifikasi. Jangka waktu cuti sebanyak-banyaknya 2 (dua) semester. Waktu cuti tidak diperhitungkan sebagai masa studi.
Pasal 111 Pembimbingan
1. Tim Promotor berjumlah minimal dua orang, yang terdiri dari satu orang Pro-motor dan satu atau dua orang Ko-ProPro-motor.
2. Peserta program Doktor wajib secara aktif berusaha untuk mendapat bimbingan yang teratur dari Tim Promotor.
3. Peserta Program Doktor dengan bimbingan Tim Promotor wajib menyusun usulan penelitian disertasi dalam waktu selambat-lambatnya satu tahun setelah lulus perkuliahan.
4. Peserta program Doktor diwajibkan berada di kampus resmi UGM selama studi, kecuali dengan izin khusus dari Tim Promotor dapat diberikan ijin meninggalkan kampus paling lama dua semester.
5. Peserta program Doktor diwajibkan menyerahkan laporan kemajuan studi secara tertulis pada setiap akhir semester kepada Pengelola Program Studi dan Direktur, dengan pengesahan Tim Promotor.
6. Tim Promotor secara teratur dan intensif membimbing peserta program Doktor dalam penyusunan usulan penelitian, penyiapan ujian komprehensif, pelaksanaan penelitian, penulisan disertasi, dan penyiapan ujian akhir.
Pasal 112 Evaluasi Studi
1. Evaluasi terhadap kemampuan akademik dilaksanakan melalui ujian perkuliahan, seminar, penyusunan usulan penelitian disertasi, kolokium dan ujian komprehensif.
2. Evaluasi bagi peserta program Doktor dilakukan pada akhir 2x (kali) masa perkuliahan (satu tahun).
3. Bila pada akhir 2x (kali) masa perkuliahan belum lulus untuk semua mata kuliah yang dibebankan dengan IPK minimal 3,25, peserta Program Doktor dinyatakan tidak mampu menyelesaikan studi, dan tidak diperkenankan melanjutkan studi.
Pasal 113 Ujian Komprehensif 1. Ujian komprehensif mencakup:
a. penguasaan metodologi penelitian di bidang ilmunya.
b. penguasaan materi bidang ilmunya baik yang bersifat dasar maupun kekhususan.
c. kemampuan penalaran termasuk kemampuan untuk mengadakan abstraksi. d. kemampuan sistematisasi dan perumusan hasil pemikiran.
2. Ujian komprehensif dilakukan sebelum dimulainya penelitian untuk disertasi. 3. Pelaksanaan ujian komprehensif:
a. peserta program Doktor dapat mengikuti ujian komprehensif setelah memenuhi persyaratan antara lain telah menyelesaikan semua perkuliahan dengan Indeks Prestasi Kumulatif minimal 3,25, serta menyerahkan usulan penelitian yang telah disahkan oleh Tim Promotor; dan telah memenuhi skor TOEFL/ACEPT dan TPA/PAPS sesuai ketentuan UGM
b. ujian komprehensif ditempuh paling lambat satu tahun setelah terdaftar pertama kali atau setelah menyelesaikan perkuliahan.
c. ujian komprehensif dilaksanakan oleh Tim Penguji (Tim Penilai Usulan Disertasi) atas usulan Pengelola yang disahkan oleh Sekolah Pascasarjana. Tim penguji disahkan oleh Direktur Sekolah Pascasarjana, terdiri dari ketua dan anggota. Anggota tim penguji terdiri dari Tim Promo-tor, dan tiga pakar dalam bidang ilmu yang relevan, dengan kualifikasi jabatan akademik sekurang-kurangnya bergelar Doktor.
d. ujian dilaksanakan secara lisan selama 120 menit termasuk presentasi usulan penelitian untuk disertasi selama 30 menit.
e. kriteria hasil ujian dinyatakan dengan lulus atau tidak lulus.
f. keputusan hasil ujian ditentukan oleh rapat tim penguji, dan disampaikan langsung kepada peserta Program Doktor pada saat ujian berakhir. g. para peserta Program Doktor yang sudah dinyatakan lulus ujian
kompre-hensif berubah statusnya menjadi calon Doktor.
h. bila peserta dinyatakan tidak lulus, ujian ulangan hanya boleh diadakan satu kali dan harus diselesaikan dalam waktu maksimal enam bulan terhitung sejak ujian komprehensif yang pertama.
i. waktu ujian ulangan ditetapkan oleh Direktur atas usulan Tim Promotor j. bila ujian ulangan dinyatakan tidak lulus, peserta Program Doktor tidak
diperkenankan melanjutkan studi. Pasal 114 Penelitian Disertasi
1. Penelitian untuk disertasi dilaksanakan setelah lulus ujian komprehensif dan mendapat persetujuan Tim Penilai Usulan Disertasi.
2. Calon Doktor diwajibkan menyelesaikan penelitian dan penulisan disertasi dalam jangka waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3. Setiap calon Doktor diwajibkan mengisi buku catatan kegiatan penelitian disertasi (log book) yang telah disediakan.
4. Catatan kegiatan penelitian disertasi ini harus disahkan oleh promotor. 5. Setiap enam bulan sekali calon Doktor diwajibkan mempresentasikan hasil
penelitiannya di hadapan Tim Promotor dan Pengelola Program Studi. 6. Hasil penelitian disertasi harus diseminasikan dalam bentuk seminar atau
publikasi dalam jurnal ilmiah terakreditasi baik nasional maupun internasional Pasal 115
Penyusunan Disertasi
1. Disertasi disusun atas dasar hasil penelitian di bawah bimbingan Tim Promotor 2. Disertasi ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris dengan persetujuan Tim Promotor menurut format dan cara penulisan yang telah ditentukan.
3. Disertasi dilengkapi dengan intisari (abstract) maksimum 500 kata dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta ringkasan (summary) secara terpisah dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris maksimal 10 halaman.