• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III : PERAN, FUNGSI, KOORDINASI PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN

A. Peran dan Fungsi dalam Penyelenggaraan Pembelajaran

5. Program Studi

Ketua : dr. Mokhamad Noryanto,SpOG Sekretaris : dr. Rita Rosita,M.Kes

6. Program Studi Farmasi

Ketua : Drs.Bambang Sidharta,Apt.MS Sekretaris : Dr. Atikah,Apt,MSi

Kontributor Buku Pedoman Akademik TA 2009/2010

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Dekan : Dr. Samsul Islam,dr.,SpMK,M.Kes

Pembantu Dekan I : Prof. Dr. Edi widjajanto,dr.,MS,SpPK (K)

Pembantu Dekan II : Dr. Setyawati Soeharto,dr.,M.Kes

Pembantu Dekan III : M.Hanafi,dr.,MPH

Jurusan Pendidikan Dokter

Ketua Jurusan : Dr. Karyono Mintaroem,dr.,SpPA

Sekretaris Jurusan : Dr. Sri Winarsih Apt. MKes

Anggota : dr. Andi Ansharullah, dr.,DAAK

Dr. Nurtjahjo Budi Santoso,SpA (K) dr. Harijanto,MSPH

dr. Roekistiningsih,MS,SpMK

Jurusan Keperawatan

Ketua Jurusan : dr. Subandi,M.Kes,DAHK PA (K)

Sekretaris Jurusan : Ahsan,S.Kp,M.Kes

Anggota : Asti Melani Astari,S.Kp,M.Kep,SpMat

Dian Susmarini,Ns.,S.Kep,MN Tina Handayani,Ns.,S.Kep

Dina Dewi Sartika Lestari,Ns.,M.Kep.

Dewi Kartikawati, Ns.,S.Kep

Jurusan Gizi Kesehatan

Ketua Jurusan : Dr.dr. Endang Sriwahyuni,MS

Sekretaris Jurusan : dr. Bambang Prijadi MS

Anggota : Nia Novita Wirawan,STP,MSc

Nurul Muslihah,SP,M.Kes Sri Wahyuni,SAB

PS. Pendidikan Dokter Gigi

Ketua Program Studi : drg. M.Chair Effendi,SU,SpKGA Sekretaris Program Studi : drg. R. Setyohadi MS

Anggota : Dr. drg Nur Permatasari MS

drg. Yuli Nugraeni SpKG

drg Nita Margaretha SpPM

PS. Kebidanan

Ketua Program Studi : dr. M.Nooryanto SpOG Sekretaris Progaram Studi: dr Rita Rosita, MKes

Anggota : dr. Subandi,M.Kes,DAHK.,PA (K)

Dr.dr. Siti Chandra W,,SpOG Dr. Widjajanto Ngartjono,SpOG Dr. med. dr. Tommy Alfandy Nazwar

PS. Farmasi

Ketua Program Studi : Drs. Bambang Sidharta, Apt,MS Sekretaris Program Studi : Dr. Atikah,dra.,Apt,MSc

Anggota : Dr. Soebiantoro,Apt,MSc

Visi dan Misi Universitas Brawijaya

Visi

Menjadi Universitas Unggul yang berstandar internasional dan mampu berperan aktif

dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian

kepada masyarakat.

Misi

 Membangkitkan kekuatan moral dan kesadaran tentang keberadaan penciptaan

alam oleh Tuhan yang Maha Esa dan sadar bahwa setiap kehidupan mempunyai hak

untuk dihargai.

 Menyelenggarakan proses pendidikan agar peserta didik menjadi manusia yang

berkemampuan akademik dan/atau professional yang berkualitas serta

berkepribadian.

 Melakukan pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan teknologi,

humaniora dan seni, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan

taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Visi, Misi dan Nilai

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Visi

Menjadi institusi pendidikan kedokteran dan ilmu kesehatan yang terkemuka dan bertaraf

Internasional.

Misi

Merintis pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kedokteran dan

ilmu kesehatan terkini serta bermutu

Nilai

 Responsif

 Efektif dan Efisien

 Suportif

 Inovatif

 Komitmen

Visi dan Misi Program Studi Farmasi

Visi:

Menjadi institusi pendidikan yang terkemuka serta bertaraf internasional dan tanggap

terhadap berbagai masalah kermasyarakatan yang terkait dengan masalah kefarmasian

yang berorientasi kepada pasien serta memiliki jiwa kewirausahaan.

Misi:

 Merintis pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang kefarmasian

yang berorientasi kepada pasien dan masyarakat, yang terkini dan bermutu.

 Mengembangkan serta menyebar luaskan ilmu pengetahuan dan teknologi farmasi,

kewirausahaan serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf

kehidupan dan kesehatan masyarakat

KALENDER AKADEMIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

TAHUN AKADEMIK 2009/2010

I SEMESTER GANJIL TANGGAL

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

Lapor Terima & Daftar Ulang Mahasiswa Baru a. Daftar Ulang PSB

b. Daftar Ulang SPKS Non Ujian Tulis c. Daftar Ulang SPKS Ujian Tulis, SPKIns d. Daftar Ulang SNMPTN, SPMK, SAP, SPMD e. Daftar Ulang Magister dan Doktor

Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru : Pasca Sarjana, S1, D3 Pengenalan Kehidupan Kampus, Bagi Mahasiswa Baru Daftar Ulang Administrasi (Pembayaran SPP On-Line)

Daftar Ulang Akademik (Pengisian KRS) bagi Mahasiswa Lama KULIAH SEMESTER GANJIL 2009/2010

Batas Akhir Batal Tambah Mata Kuliah dan Batas Akhir Pembatalan Mata Kuliah Libur Lebaran

Ujian Tengah Semester (UTS)

Batas Akhir Pengumuman Jadwal Ujian Akhir Semester Ganjil 2009/2010

Pekan Sunyi

Ujian Akhir Semester (UAS) Semester Ganjil 2009/2010 Batas Akhir Pengumuman Nilai Ujian dan Pengisian KHS oleh Fakultas

Batas Akhir Evaluasi Keberhasilan Studi Mahasiswa Batas Akhir Semester Ganjil 2009/2010

11 – 15 Mei 2009 18 – 22 Mei 2009 25 – 29 Mei 2009 10 – 15 Agustus 2009 10 – 15 Agustus 2009 18 Agustus 2009 18 – 21 Agustus 2009 20 Juli – 7 Agustus 2009 27 Juli – 14 Agustus 2009 24 Agustus – 24 Desember 2009 Diserahkan kebijakan masing-masing Fakultas 14 – 25 September 2009 26 Oktober – 6 Nopember 2009 26 Nopember 2009 28 – 31 Desember 2009 4 – 15 Januari 2010 22 Januari 2010 5 Februari 2010 12 Februari 2010

II SEMESTER GENAP TANGGAL

1. 2.

Daftar Ulang Administrasi (Pembayaran SPP On-Line) Daftar Ulang Akademik (Pengisian KRS)

1 – 12 Februari 2010 1 – 12 Februari 2010

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

KULIAH SEMESTER GENAP 2009/2010 Batas Akhir Batal Tambah Mata Kuliah dan Batas Akhir Pembatalan Mata Kuliah Ujian Tengah Semester (UAS)

Batas Akhir Pengumuman Jadwal Ujian Akhir Semester Genap 2009/2010

Pekan Sunyi

Ujian Akhir Semester (UAS) Semester Genap 2009/2010 Pelaksanaan Semester Pendek

Batas Akhir Pengumuman Nilai Ujian dan Pengisian KHS oleh Fakultas

Batas Akhir Evaluasi Keberhasilan Studi Mahasiswa Batas Akhir Semester Genap 2009/2010

22 Februari – 11 Juni 2010 Diserahkan kebijakan masing-masing Fakultas 12 – 13 April 2010 30 April 2010 14 – 18 Juni 2010 21 Juni – 2 Juli 2010 5 Juli – 6 Agustus 2010 9 Juli 2010 6 Agustus 2010 13 Agustus 2010

III KEGIATAN UNIVERSITAS TANGGAL

1. 2. 3.

Kegiatan Peringatan Dies Natalis Ke – 47 Upacara Dies Natalis UB Ke 47 (Pidato Ilmiah) Wisuda

1 – 31 Desember 2009 5 Januari 2010

Tanggal akan ditentukan jika peserta sudah mencapai 1.000

IV KEGIATAN KEMAHASISWAAN TANGGAL

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Diklat Kepemimpinan Berwawasan 2009 Kebangsaan Program Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) MABA Gelar Prestasi Mahasiswa Baru (Open House UKM) Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menegah (LKMM-TM) Wilayah C

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bid.Penelitian, Teknologi, Pengab.Masy. dan Kewirausahaan :

a. Usulan Proposal ke Dikti

b. Presensi Tingkat Nasional (PIMNAS) Diklat Kewirausahaan

Pekan Olahraga Mahasiswa :

a. Pekan Olahraga Tingkat Universitas (Olympiade)

Oktober & Desember Agustus 2009 Oktober 2009 Agustus 2009 September 2009 Nopember 2009 Mei – Juni 2009

8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

b. Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) c. Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) Kontes Robot Cerdas Indonesia & Kontes Robot Indonesia (KRCI dan KRI)

a. Usulan Proposal ke Dikti b. KRCI dan KRI Tk.Wilayah C

c. Pelaksanaan KRCI dan KRI Nasional

Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM – GT) a. Usulan karya tulis ke dikti

b. Presensi Tingkat Nasional

Program Kretivitas Mahasiswa (PKM) Bid. Penulisan Ilmiah : a. Usulan Artikel Ilmiah PKM-I ke Dikti

b. Presentasi Tingkat Nasional (PIMNAS) Dialog Kebangsaan Wilayah C

Debat Bahasa Inggris : Tingkat Nasional (PIMNAS) Pemilwa Raya (Pemilu Mahasiswa)

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi : a. Tingkat Universitas

b. Tingkat Nasional

Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) Maba Angkatan 2008/2009

Olympiade Matematika :

a. Usulan karya tulis ke Dikti b. Tingkat Nasional

MTQ Mahsiswa TK.Nasional ke X Pelayaran Kebangsaan VII

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS)

Juli – Agustus 2009 Oktober 2009 Januari 2010 Mei 2010 Juni 2010 Januari 2010 Juli 2010 Maret 2010 Juli 2010 April 2010 Juli 2010 Oktober – Nopember 2009 Mei 2010 Agustus 2010 Januari/Februari 2010 Mei 2010 Juni 2010 Juli 2010 Juni 2010 Juni 2010 Rektor, Ttd Prof.Dr.Ir.Yogi Sugito NIP. 130 704 136

BAB I

LANDASAN HUKUM

DAN DASAR PENYELENGGARAAN

Penyelenggaraan Kurikulum Berbasis Kompetensi dimulai Tahun Akademik 2007-2008 di

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Program Studi farmasi, berlandaskan:

1. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI, Nomor 045/U/2002, tentang Kurikulum

Berbasis Kompetensi;

2. Keputusan Badan Pimpinan Pusat Ikatan sarjana Farmasi Indonesia Nomor

031008/BPPI/SK.016, tentang Pengesahan Standar Kompetensi Farmasis Indonesia,

tanggal 08 Oktober 2003;

3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1027/MENKES/SK/IX/2004,

tentang Pengesahan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, tanggal 15

September 2004;

4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1197/MENKES/SK/X/2004,

tentang Pengesahan Standar Pelayanan Farmasi di Rumah sakit, Oktober 2004;

5. Keputusan Rektor Universitas Brawijaya Nomor 168/SK/2008, tentang Pedoman

Pendidikan Universitas Brawijaya Tahun Akademik 2008/2009,tanggal 11 Juli 2008;

6. Keputusan Rektor Universitas Brawijaya, Nomor : 252/ SK/2009 tentang Pembukaan

Program Studi S-1 Farmasi pada Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Dengan Landasan itu, Pedoman Akademik disusun berdasarkan:

1. Pedoman Penyelenggaraan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

( Keputusan Dekan No. 080/SK/J10.1.17/KP/2007 tanggal 28 Desember 2007 )

2. Kebijakan Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

( KA.GJM-FK-UB.01 tanggal 27 Nopember 2007 Bab II.2.2. ttg. Pendidikan )

3. Peraturan Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

( PA.GJM-FK-UB-01 tanggal 27 Nopember 2007 Bab II, IV s/d VI )

4. Standar Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

( SA.GJM-FK-UB.01 tgl 27 Nopember 2007 Bab I 1.3. ttg. Tujuan Pendidikan dan Bab II

ttg Butir-2 Standar Akademik )

5. Manual Mutu Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

( MM.GJM-FK-UB.01 tgl 27 Nopember 2007 Bab I ttg. Kebijakan Mutu Akademik, Bab

III ttg Struktur Penjaminan Mutu Akademik ).

6. Manual Prosedur Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

( MP.GJM-FK-UB.01 tgl 27 Nopember 2007 )

BAB II

SISTEM PENDIDIKAN

A. Pengertian Dasar

1. Kompetensi

1.1. Batasan dan Elemen Kompetensi

a. Menurut SK Mendiknas No. 045/U/2002, Kompetensi adalah ‘seperangkat

tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat

dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu’

b. Elemen-elemen kompetensi terdiri dari :

1. Landasan kepribadian

2. Penguasaan Ilmu dan Keterampilan

3. Kemampuan Berkarya

4. Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan

ilmu dan keterampilan yang dikuasai

5. Pemahaman kaidah berkehidupan masyarakat sesuai dengan keahlian dalam

berkarya.

c. Epstein and Hundert (2002) memberikan definisi sebagai berikut : “Professional

competence is the habitual and judicious use ofcommunication, knowledge,

technical skills, clinical reasoning, emotions,values, and reflection in daily practice

to improve the health of the individual patient and community”.

d. Carraccio, et.al. (2002) menyimpulkan bahwa :

“Competency is a complex set of behavior built on the components of knowledge,

skills, attitude and competence as personal ability”.

e. Dari beberapa pengertian di atas, tampak bahwa pengertian kompetensi apoteker

dibagi menjadi tiga ranah pendidikan: pengetahuan, psikomotor dan afektif.

f. Dengan dikuasainya standar kompetensi oleh seorang profesi apoteker, maka yang

bersangkutan akan mampu : mengerjakan tugas atau pekerjaan profesinya,

mengorganisasikan tugasnya agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan, segera

tanggap dan tahu apa yang harus dilakukan bilamana terjadi sesuatu yang berbeda

dengan rencana semula, menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk

memecahkan masalah di bidang profesinya, serta melaksanakan tugas dengan

kondisi berbeda.

1.2. Standar Kompetensi

Standar Kompetensi adalah kualifikasi yang mencakup sikap, pengetahuan , dan

keterampilan (PP 19/2005)

1.3. Standar Kompetensi Apoteker

Standar Kompetensi Apoteker merupakan standar nasional yang harus dicapai

lulusan pendidikan S-1 Farmasi di seluruh Indonesia termasuk lulusan pendidikan

Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Standar Kompetensi Apoteker meliputi sejumlah area kompetensi dan masing-masing

area kompetensi memiliki komponen-komponen kompetensi, sebagai berikut :

(1) Area Kompetensi:

A. Komunikasi efektif

B. Keterampilan Klinis dan Komunitas

C. Landasan Ilmiah Ilmu Farmasi

D. Pengelolaan Masalah Kesehatan

E. Pengelolaan Informasi

F. Mawas Diri dan Pengembangan Diri

G. Etika, Moral, Medikolegal ,Profesionalisme serta Keselamatan pasien

(2) Komponen Kompetensi

A. Area Pengetahuan Dasar dan Pemahaman Ilmu Kefarmasian meliputi

komponen:

1. Mengidentifikasi, memeriksa kemurnian, dan menetapkan kadar obat dan

bahan obat

2. Menerapkan prinsip dasar dan terapan bidang pengembangan obat dann

bahan obat berbasis bahan alam dan sintesis

3. Menerapkan prinsip dasar dan terapan bidang ilmu kedokteran untuk

mendukung pelayanan kefarmasian

4. Memahami bidang ilmu sosial dasar untuk mendukung profesi pelayanan

kefarmasian

5. Memahami prinsip dasar dan teknologi pembuatan serta dapat

menjelaskan penggunaan dan pelayanan kelompok obat khusus

6. Kemampuan memahami prinsip dasar ilmu dan teknologi kefarmasian

khusus yang relevan dengan pengembangan produk obat, sampai pada

pemasaran.

7. Kemampuan memahami prinsip dasar ilmu dan teknologi kefarmasian

khusus yang relevan dengan pengembangan produk obat, sampai pada

pemasaran.

B. Area Keterampilan Analisis, meliputi komponen :

1.

Kemampuan menjelaskan prinsip dasar dan teknik pembuatan, serta

memahami hubungan struktur-aktivitas biologis kelompok obat.

2.

Kemampuan membuat sediaan obat dan obat tradisional yang

memenuhi persyaratan proses dan produk farmasi yang benar (CPOB).

3.

Kemampuan melakukan dan menerapkan prinsip dasar uji khasiat,

dinamika, dan kinetika bahan obat dan sediaan obat, secara in vitro dan in

vivo.

C. Area Ketrampilan Profesional, meliputi komponen :

1. Kemampuan melakukan pengadaan obat dan membuat sediaan obat,

dengan memahami dan menerapkan dasar ilmu tentang obat dari sifat

kimia-fisika, farmakologi, formulasi, dan teknologi.

2. Kemampuan menjelaskan arti ilmiah formulasi obat, macam komposisi,

khasiat, indikasi, kontra indikasi, efek samping dan interaksi, aturan

pemakaian, dan jalur pemberian obat

3. Kemampuan memilih obat terbaik atas dasar ilmu kefarmasian yang

terintegrasi, untuk tujuan efikasi, keamanan, dan penggunaan obat yang

rasional, serta berorientasi pada kepentingan penderita.

4. Kemampuan melakukan pengelolaan sarana dan pra-sarana yang terkait

dengan pekerjaan kefarmasian.

5. Kemampuan melaksanakan penelitian sebagai penerapan metode ilmiah

dan sikap ilmuwan serta mampu mengkomunikasikan dan

mempertanggung jawabkan hasil penelitian sesuai kaidah keilmuan.

6. Melalukan pengendalian mutu bahan obat dan sediaan obat, obat

tradisional, kosmetika , makanan dan minuman

7. Mengenali produk obat dan sediaan kefarmasian lainnya, serta

mengidentifikasi keabsahan dan mutu produk, dengan pendekatan

analisis yang sesuai

D. Area Pengelolaan Masalah Kesehatan, meliputi komponen :

1. Memberikan informasi dan melakukan komunikasi tentang obat dan

perbekalan kefarmasian lainnya, kepada penderita, masyarakat, dan

sesama profesi kesehatan, secara obyektif, ilmiah, dan bertanggung

jawab.

2. Menelaah dan menilai keabsahan/kebenaran ilmiah dari informasi obat,

serta berorientasi pada kepentingan penderita

3. Menerapkan secara benar dan konsisten perundangan dan peraturan

pemerintah tentang kefarmasian, serta kode etik profesi farmasi.

4. Menunjukkan sikap dan kinerja yang profesional, yaitu kompeten dalam

bidangnya, rasa memiliki dan mencintai profesi, berwawasan pada

perkembangan ilmu dan profesi kefarmasian.

5. Melakukan telaah publikasi ilmiah yang berkaitan dengan bidang

kefarmasian.

E. Area Pengelolaan Informasi, meliputi komponen :

1. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk memahami

perkembangan asuhan kefarmasian dalam masyarakat, dan dari aspek

sosial dan ekonomi.

2. Memahami manfaat dan keterbatasan teknologi informasi

3. Memanfaatkan informasi kesehatan

F. Area Mawas Diri dan Pengembangan Diri, meliputi komponen :

1. Menerapkan mawas diri

2. Mempraktikkan belajar sepanjang hayat untuk menyelesaikan problem

yang relevan dan nyata dalam praktek kefarmasian.

1.4. Dasar Pengukuran Kompetensi

Penguasaan Kompetensi diukur berdasarkan tingkat ketercapaiannya

dalam melaksanakan Good Pharmacy Practice menurut Educational

Outcomes of Pharm.D di USA yakni : pharmaceutic care; system

management dan public health serta Seven Star Pharmacist (WHO) yakni:

decision maker, care giver, communicator, manager, leader, researcher

dan teacher, longlife learner :

1. Kepedulian terhadap kesejahteraan pasien dalam segala situasi dan

kondisi

2. Kemampuan menyediakan obat, produk pelayanan kesehatan lain,

menjamin kualitas, informasi dan saran yang memadai kepada pasien

dan memonitor penggunaan obat yang digunakan pasien

3. Kemampuan memberikan kontribusi dalam peningkatan peresepan

yang rasional dan ekonomis, serta penggunaan obat yang tepat,

4. Kemampuan melaksanakan pelayanan Farmasi sesuai untuk setiap

individu, didefinisikan dengan jelas dan dikomunikasikan secara efektif

kepada semua pihak yang terkait.

1.5. Tingkat Kemampuan

Tingkat kemampuan yang diharapkan dicapai pada akhir pendidikan

apoteker adalah sebagai berikut :

Tingkat Kemampuan 1

Mempunyai kemampuan membuat keputusan profesi dalam

bertanggungjawab terhadap pekerjaan kefarmasian berdasar pada IPTEK,

standar praktek kefarmasian serta perundang-undangan yang ditetapkan

oleh pemerintah serta etika profesi

Tingkat Kemampuan 2

Mempunyai kemampuan untuk mengimplementasikan pharmaceutical

care sebagai tindakan nyata tanggungjawab profesi dalam menjamin

penggunaan obat secara benar dan baik oleh pasien untuk menghasilkan

pelayanan farmasi bermutu tinggi yang terintegrasi dengan system

pelayanan kesehatan secara berkesinambungan

Tingkat Kemampuan 3

Mempunyai kemampuan manajerial dalam pengelolaan sistem

kefarmasian disemua sektor yang berorientasi pada pelayanan

kefarmasian maupun produk kefarmasian dalam bidang

pengelolaan/manajemen bidang keuangan, perbekalan farmasi,

ketenagaan (SDM) serta informasi

Tingkat Kemampuan 4

Mempunyai kemampuan berperan memimpin semua jenis bisnis praktek

kefarmasian melalui pengalaman menyusun naskah perencanaan dan

pengembangan praktek profesi kefarmasian dalam rangka menciptakan

rencana bisnis yang unggul dan kompetitif

Tingkat Kemampuan 5

Mempunyai kemampuan melakukan upaya kefarmasian dalam rangka

meningkatkan dan melindungi kesehatan masyarakat, upaya pencegahan

terhadap penyakit dan memperpanjang usia harapan hidup masyarakat

serta melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang

kefarmasian

Tingkat Kemampuan 6

Mempunyai kemampuan melakukan studi, eksplorasi, pengkajian,

penelitian serta pengembangan terhadap situasi, kondisi dan potensi di

sekitar prakteknya atau di lingkungan masyarakat tertentu dalam rangka

proaktif memberikan kontribusi peningkatan mutu, citra profesi serta daya

saing bangsa

Tingkat Kemampuan 7

Mempunyai kemampuan belajar berkelanjutan dalam rangka

mengembangkan profesionalisme diri melalui pengalaman menyusun:

rencana belajar mencapai kompetensi, portofolio proses belajar dan

presentasi hasil belajar serta berdiskusi dalam forum –forum learning share

2. Kurikulum

2.1. Batasan Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat dokumen formal dan tertulis tentang

Tujuan Pendidikan dan Pedoman Proses Belajar Mengajar untuk mencapai

Tujuan yang dimaksud.

Mengacu pada Undang Undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas,

pasal 38 ayat (3), kurikulum dapat dikembangkan oleh perguruan tinggi

bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap

program studi.

Untuk memperjelas pengaturan kurikulum sebagai pedoman proses

belajar mengajar maka SK Mendiknas No. 232/U/2000 tanggal 30 Desember

2000, serta SK Dirjendikti Nomor 43/DIKTI/2006 dapat menjadi acuan berikutnya.

2.2. Kurikulum Berbasis Kompetensi

Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah Dokumen formal dan

terorganisasi terkait dengan penyelenggaraan Proses Belajar Mengajar yang

bertujuan menyiapkan kompetensi yang dibutuhkan lulusan untuk mampu

melaksanakan tugas profesi yang dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

2.3. Model Kurikulum

Kurikulum Berbasis Kompetensi dirancang dengan peningkatan

sain-teknologi kefarmasian yang kuat dan unggul serta pembekalan implementasi

pada konsep asuhan kefarmasian (Pharmaceutical Care) melalui pendekatan

terintegrasi baik horizontal maupun vertical pada kelompok sistem

asuhan/pelayanan kesehatan bersama dokter, dokter gigi, keperawatan,

kebidanan, gizi dan tenaga/profesi kesehatan lainnya yang lebih berorientasi

pada masalah farmasi klinis dan komunitas.

2.4. Isi Kurikulum

Isi Kurikulum dikelompokkan menjadi :

1. Prinsip-Prinsip Metode Ilmiah, terdiri dari disiplin ilmu metodologi penelitian,

filsafat kefarmasian dan metodologi belajar (Soft Skill), statistika, dan skripsi

2. Ilmu Ilmu Farmasi Dasar, terdiri dari disiplin ilmu kimia farmasi, fisika farmasi,

biologi farmasi, matematika-statistika, pengenalan kefarmasian, preskripsi I

(Padat), farmakognosi I, kimia farmasi II (Kimia Analisis,;Kimia Organik), ilmu

kesehatan masyarakat -I

3. Ilmu Medik, terdiri dari disiplin ilmu anatomi- histologi, biokimia- biologi

molekuler, farmakodinamik, ilmu kesehatan masyarakat-II, mikrobiologi,

parasitologi ,fisiologi- patofisiologi, imunologi, kimia klinik, toksikologi,

diagnostik klinik. Ilmu-ilmu medik dijadikan dasar ilmu farmasi klinik dan

komunitas sehingga mahasiswa mempunyai pengetahuan yang cukup untuk

memahami konsep dan praktik farmasi klinikdan komunitas.

4. Ilmu Farmasi, meliputi ilmu preskripsi II (cair), farmakognosi -II ,

biofarmasi-farmakokinetik, kimia farmasi III (kimia-instrumen), kimia fisik, K-sintesis –

elusidasi struktur, kimia bahan alam, preskripsi (III) (semisolid), manajemen

farmasi, formulasi sediaan solida, pengobatan sendiiri dan efek samping obat,

komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), kewirausahaan, pengenalan layanan

medis (RS dan Puskesmas), bioanalisis, farmakoterapi sistem organ-I,

formulasi sediaan semisolid, kimia medisinal, bioteknologi sediaan farmasi,

sitem penghantaran obat, stabilitas obat, biosintesis dan kultur jaringan,

farmakoterapi sistem organ-II, farmakoterapi infeksi dan tumor,

penyalahgunaan obat (drug abuse), kimia lingkungan, fitoterapi, formulasi

sediaan cair non steril, interaksi obat, farmakoterapi sistem organ-III, layanan

kefarmasian (PBL), sediaan steril, radio farmasi, toksikologi lingkungan, nutrisi,

kosmetikologi, bahan aditif, aromaterapi, standarisasi obat tradisional, terapi

nutrisi, epidemiologi, interaksi obat dengan nutrien, alat kesehatan .

5. Ilmu Humaniora meliputi ilmu agama, kewarganegaraan dan Pancasila,

hukum dan etika kefarmasian, Pengantar Kewirausahaan, bahasa (Indonesia

dan Inggris), perilaku manusia,

6. Ilmu Farmasi Komunitas dan Ilmu Farmasi Klinis yang disesuaikan dengan

Standar Kompetensi Apoteker, meliputi ilmu kesehatan masyarakat,I dan II,

manajemen farmasi, pengobatan Sendiiri dan efek samping obat, komunikasi

informasi edukasi, kewirausahaan pengenalan layanan medis (RS &

Puskesmas) farmakoterapi sistem organ –I, II dan III, farmakoterapi infeksi dan

tumor, fitoterapi, layanan kefarmasian, manajemen rumah sakit, terapi

nutrisi, epidemiologi, UU Kesehatan dan Etika farmasi, KIE (

Komunikasi-Informasi-Edukasi ), Farmasi klinis terapan, farmasetika terapan, manajemen

farmasi & akuntansi apotek), obat herbal, analisis makanan dan minuman,

alergen, toksikologi pangan, farmasi industrsi, pemasaran dan distribusi,

praktek kerja profesi di DINKES & BPOM, praktek kerja profesi di apotek dan

praktek kerja profesi di RS

Komponen penting dari kurikulum adalah tersedianya kesempatan bagi

mahasiswa untuk mengadakan kontak efektif secara personal dengan pasien

seawal mungkin. Selama kontak dimanfaatkan untuk mempelajari interaksi,

faktor fisik dan psikologis, keluarga, komunitas, sosial dan lingkungan yang

mempengaruhi perjalanan penyakit pasien.

2.5. Struktur, Durasi dan Komposisi Kurikulum

1) Struktur dan Durasi Kurikulum terdiri dari dua tahap, yaitu tahap sarjana farmasi

dan tahap profesi apoteker. Tahap sarjana farmasi dilakukan 8 semester dengan

beban studi sekurang-kurangnya 144 sks dan diakhiri dengan gelar Sarjana

Farmasi (S.farm). Semester I sampai dengan semester VIII mempunyai beban studi

146 sks (termasuk skripsi), masing-masing 16 -22 sks per semester, terdiri dari 140

sks mata ajaran wajib dan 6 sks mata ajaran pilihan.

2) Tahap Profesi Apoteker dilakukan pada Semester IX, dan X atau Pendidikan Profesi

selama 2 semester dengan beban studi 31 sks, terdiri dari minat farmasi lkinis dan

komunitas. Pada semester pertama mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti

pelajaran teori, sedangkan pada semester dua adalah prktek kerja profesi

apoteker, diakhiri dengan sebutan Apoteker (Apt).

3) Untuk menjalankan profesi apoteker, Apoteker sebagaimana disebutkan pada

butir 3, harus menjalani pendidikan magang atau pelaksanaan Praktek Kerja

Profesi (PKP), Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

telah bekerja-sama dengan: RSUD Dr. Saiful Anwar, Industri Farmasi BUMN,

Industri Farmasi Swasta serta Apotek- Apotek Kimia Farma di Jawa Timur, Dinas

Kesehatan (DINKES), Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dan Apotek

Swasta yang memenuhi persayaratan untuk PKP.

4) Komposisi kurikulum Program Studi Pendidikan Farmasi terdiri dari muatan yang

disusun berdasar Standar Kompetensi Apoteker yang disahkan oleh BPP-ISFI dan

muatan lokal. Beban muatan lokal maksimal 20% dari seluruh kurikulum. Muatan

lokal kurikulum fakultas dikembangkan oleh institusi sesuai dengan visi, misi dan

kondisi lokal, merupakan bahan ajaran pilihan.

2.6. Skema Struktur Kurikulum (lihat pada Tabel 1)

2.7. Kodifikasi Matakuliah, Bahan Ajar Matakuliah (Course Content)

Dalam rangka pengelompokan matakuliah dan bahan ajar matakuliah diperlukan

kodifikasi yang ditetapkan oleh Universitas sehingga mempermudah penelusuran

Dokumen terkait