• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL STUDI KELAYAKAN  APOTEK “SEHATI FARMA”

Dalam dokumen Studi Kelayakan Apotek (Halaman 28-55)

BAB I

PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang

Dalam era globalisasi saat ini, perkembangan dalam bidang

teknologi semakin pesat, semakin banyak pengetahuan yang dapat diraih

dengan mudahnya melalui bantuan teknologi. Seiring dengan

perkembangan teknologi, bidang kesehatan juga mengalami kemajuan,

banyak dijumpai obat-obatan baru hasil sintesis para ahli yang

memberikan kontribusi yang tidak sedikit bagi kemajuan di bidang

kesehatan.

Salah satu pemegang peranan penting dalam pendistribusian

obat-obat tersebut ke dalam lingkungan masyarakat adalah dengan penulisan

resep oleh tenaga medis yang kemudian akan diberikan pada bidang

farmasi untuk masalah penanganan pendistribusiannya (baik dalam

pengelolaan, analisis terhadap resep dan obat yang diresepkan sampai

pada penyampaian informasi kepada pasien yang membutuhkan obat

tersebut.

Apotek merupakan tempat pendistribusian obat dan alat-alat

kesehatan yang umum atau dapat pula dikatakan sebagai suatu jenis

terdiri dari perbekalan farmasi (obat dan bahan obat) dan perbekalan

kesehatan (alat kesehatan). Apotek merupakan perantara pendistribusian

obat dari supplier ke konsumen, dalam hal ini masyarakat luas.

Kemajuan di bidang kesehatan yang semakin pesat inilah yang

mendorong kita untuk menciptakan hal-hal baru dalam bidang

pendistribusian obat di apotek. Mulai dari dekorasi apotek yang

memenuhi standar yang telah ditetapkan sampai pada pemenuhan

keinginan masyarakat terhadap pelayanan di apotek (need and want )

yang mana masing-masing individu memliki perbedaan.

Apotek merupakan suatu institusi yang di dalam pelaksanaanya

mempunyai dua fungsi yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan ( patient

oriented ) dan unit bisnis ( profit oriented ). Dalam fungsinya sebagai unit

pelayanan kesehatan, fungsi apotik adalah menyediakan obat‐obatan

yang dibutuhkan masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang

optimal.Sedangkan fungsi apotek sebagai institusi bisnis, apotek

bertujuan untuk memperoleh keuntungan, dan hal ini dapat dimaklumi

mengingat investasi yang ditanam pada apotek dan operasionalnya juga

tidak sedikit.

Pada saat ini kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula hanya

berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan

yang berfokus pada pasien yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas

hidup pasien.Peran apoteker diharapkan dapat menyeimbangkan antara

Dengan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan studi

kelayakan (feasibility study) untuk menilai kelayakan dari bangunan

apotek tersebut dibangun dengan mempertimbangkan keseluruhan

aspek, yaitu analisis lingkungan eksternal dan analisis lingkungan

internal (analisis SWOT) yang akan lebih memudahkan kita untuk

mengetahui bagaimana kelangsungan hidup apotek yang akan kita

bangun di masa yang akan datang.

B. Maksud dan Tujuan

1. Maksud

Adapun maksud dari didirikannya apotek ini secara umum

adalah sebagai pemenuhan atas kebutuhan obat untuk masyarakat di

sekitar Apotek “Sehati Farma”. Di samping itu, keberadaan apotek “Sehati Farma” ini juga diharapkan mampu menjadi sumber informasi

yang diinginkan dari penggunaan obat bagi masyarakat sekitar. Baik

itu dari segi keaslian obat, penggunaan obat serta informasi lain yang

dibutuhkan oleh masyarakat sehingga mencegah timbulnya kesalahan

penggunaan obat (drug misuse) dan penyalahgunaan obat (drug

abuse). Yang nantinya diinginkan akan lebih meningkatkan kesadaran

masyarakat akan pentingnya peranan apotek dalam pemberian

informasi mengenai obat-obatan.

2. Tujuan

Tujuan umum didirikannya apotek “Sehati Farma” ini adalah

memberikan pelayanan yang prima, optimal dan bermutu terhadap

masyarakat dalam hal pemberian informasi mengenai obat dan

informasi lain mengenai kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat

di sekitar.

Tujuan Khusus :

1. Menjadi tempat pengabdian profesi apoteker yang telah

mengucapkan sumpah jabatan dan profesi lain yang menunjang

bagi pelayanan apotek yang prima, optimal dan bermutu.

2. Menjadi sarana farmasi yang menjadi tempat pelayanan obat

bermutu untuk masyarakat.

3. Meningkatkan kesehatan masyarakat di sekitar apotek “Sehati Farma” khususnya dan masyarakat pada umumnya.

4. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat

secara rasional dalam praktek pengobatan sendiri (swamedikasi).

5. Memberikan pelayanan yang cepat, aman, dan mudah bagi

pelanggan yang membutuhkan obat dengan segera (layanan drive

thru), serta jasa pelayanan pengantaran obat ke tempat, bagi

pasien yang tidak ingin menunggu.

C. Visi, Misi, dan Motto

Visi :

“Menjadi Apotek Terbaik dan Terkemuka di Indonesia”

1. Memberikan pelayanan kefarmasian yang tepat, cepat dan bermutu

2. Menjadi solusi jasa pelayanan kefarmasian bagi masyarakat dan jasa

layanan tenaga farmasi yang prima

3. Menjadi sarana pengembangan kompetensi, kualifikasi dan komitmen

SDM terhadap pelayanan apotek “Sehati Farma” guna peningkatan

tingkat kesehatan masyarakat, nilai perusahan dan sumber daya

karyawan

Motto :

“Melayani dengan Hati” yang artinya apotek kami memberikan pelayanan informasi terbaik yang dibutuhkan oleh masyarakat dan ikut

merasakan apa yang dirasakan pelanggan (empathy).

Nilai Dasar : “Kebersamaan, Kepercayaan dan Pengabdian” 

Kebersamaan : kebersamaan di sini berarti, apotek ini dijalankan dengan

penuh rasa kebersamaan (antar pegawai apotek dan pegawai dengan

masyarakat) untuk mencapai tujuan bersama yaitu pemberian layanan

kefarmasian yang prima

Kepercayaan :  kepercayaan di sini berarti, apotek ini dibangun atas

dasar kepercayaan antar anggota apotek dan kepercayaan masyarakat

terhadap apotek dalam memberikan pelayanan kefarmasian yang prima

dan bermutu

Pengabdian : pengabdian di sini berarti, pelayanan kefarmasian yang

diberikan oleh apotek ini merupakan bentuk pengabdian kepada

BAB II

 ANALISIS INVESTASI

Langkah awal yang akan dilakukan dari pendirian apotek “Sehati Farma”  ini adalah analisis terhadap lingkungan eksternal dan lingkunga internal dari pembangunan apotek ini sehingga dapat diketahui apa yang

akan dilakukan, apa yang menjadi tantangan, hambatan, keuntungan dan

kerugian yang akan terjadi pada apotek ini serta solusi dan langkah apa yang

seharusnya diambil untuk mengatasi masalah tersebut.

Analisis lingkungan eksternal dan lingkungan internal dilakukan

dengan mengadakan analisis SWOT (Strength/Kekuatan,

Weakness/Kelemahan, Oppurtunity/Peluang, dan Threat/Ancaman) langkah

apa yang harus dilakukan.

 Analisis Lingkungan Internal

Kekuatan :

Yang menjadi kekuatan dalam pembangunan apotek ini adalah

sebagai berikut :

1. SDM (Sumber Daya Manusia) dimana sumber daya manusia yang ada di

dalam apotek ini merupakan tenaga muda namun telah memiliki

pengalaman kerja di bidangnya, kreatif dan berinovasi tinggi, loyal dan

handal serta memiliki kompetensi dan kualifikasi di bidangnya

masing-masing.

2. Letak apotek di Jalan Perintis Kemerdekaan km 13, merupakan letak

kompleks perumahan, Rumah Sakit (RS Wahidin Sudirohusodo, RS

Pendidikan, RS Daya, dan RS Tajuddin Khalid) sehingga memberikan

keuntungan dalam hal pelayanan obat yang mungkin tidak tersedia di

rumah sakit tersebut. Berada dekat dengan beberapa sekolah kesehatan

dan universitas yang memberikan keuntungan dalam hal praktikum atau

laboratorium yang membutuhkan sediaan obat.

3. Apotek yang selalu siap 24 jam melayani pelayanan kefarmasian,

sehingga pasien/pelanggan dapat kapan saja mendapatkan obat yang

diperlukannya

4. Apotek yang juga memberikan pelayanan terbaru (drive thru) dan

pengantaran di tempat, memberikan nilai lebih terhadap pelayanan

kefarmasian bagi pelanggan yang menginginkan kecepatan dan

kemudahan dalam mendapatkan obat

Kelemahan :

Di samping kekuatan-kekuatan yang telah disebutkan di atas, terdapat

beberapa kelemahan dari pendirian apotek ini yaitu :

1. Merupakan apotek yang baru di buka, sehingga belum dikenal oleh

masyarakat luas

2. Memiliki pelayanan kefarmasian dengan sistem yang baru sehingga

masyarakat masih belum memahami keuntungan dan kemudahan yang

ditawarkan dari pelayanan di apotek ini

1. Memberikan tanda pengenal (billboard) yang mudah dilihat dengan

warna yang mencolok dan menarik perhatian (eye’s cat) pelanggan

2. Memberikan pemahaman dan pengertian tentang pelayanan baru

tersebut kepada pelanggan yang datang serta memasang iklan tentang

pelayanan baru tersebut di media periklanan

 Analisis Lingkungan Eksternal

Peluang

1. Dari segi ekonomi, karena apotek ini merupakan apotek swasta sehingga

akan lebih memudahkan dalam hal pengaturan kelengkapan dan

perlengkapan yang diperlukan oleh apotek tanpa memerlukan

persuratan yang memerlukan jalur birokrasi yang lebih rumit

2. Dari segi kebijakan, saat ini telah diberlakukan pelayanan kefarmasin

yang tidak hanya berorientasi pada ketersediaan obat tetapi juga

berorientasi pada pelanggan sehingga akan lebih mudah diterima di

masayarakat dengan pendekatan yang dapat diterima oleh berbagai

kalangan

3. Dari segi ketersediaan SDM, apotek ini berawal dari kerja sama profesi

yang menginginkan pelayanan prima untuk pasien sehingga akan lebih

mudah untuk mendapatkan rekan sesama profesi yang dikenal dan

berkompeten

4. Dari segi networking atau hubungan kerja sama, dengan adanya kerja

lain yang diperlukan serta memudahkan untuk menjalin kerja sama

dengan sesama tenaga kesehatan lainnya

5. Dari segi lingkungan masyarakat, masyarakat di sekitar apotek ada

beberapa type, untuk type masyarakat yang hanya ingin mendapatkan

obat saja kami menawarkan pelayanan dengan keramahan, untuk type

masayarakat yang berpendidikan tinggi kami menawarkan konseling

dalam apotek dan via telepon, untuk type masayarakat yang cenderung

sibuk, kami menawarkan pelayanan yang cepat tanpa keluar dari

kendaraan atau pengantaran obat ke tempat.

 Ancaman

1. Dari segi kondisi pesaing, yaitu dimana kita lihat telah banyak

apotek-apotek lain yang lebih dahulu mendirikan apotek-apotek di sekitar daerah

tersebut serta adanya apotek di rumah sakit-rumah sakit sekitar apotek

ini

Solusi yang ditawarkan :

1. Memberikan pelayanan yang memuaskan dan mendatangkan kesan

tersendiri kepada pelanggan sehingga ada minat balik dari konsumen

 A.  Analisis Tekhnik

1. Peta lokasi yang menjadi target pendirian

Lokasi yang dipilih adalah lokasi di jalan Perintis Kemerdekaan km

13 dengan alasan seperti pada analisis lingkungan internal di atas

mengenai lokasi pendirian apotek ini

Desain interior (dapat dilihat pada lampiran desain apotek)

- Ruangan berlantai keramik putih dengan kaca etalase

berbentuk huruf U ditambah dengan ornamen penyimpanan

permen dan obat-obat kecil OTC berputar kiri dan kanan

- Dinding berwarna putih bersih

- Warna kisi-kisi rak obat berwarna hijau yang diharapkan

memberikan efek psikis yang menenangkan

- Atap yang tinggi dan jendela di tempat penerimaan yang

memudahkan sirkulasi udara dan memberikan udara bersih

di ruang tunggu

- Adanya lorong yang menghubungkan tempat peracikan obat

langsung ke pinggir jalan untuk memudahkan pelayanan

drive thru

- Meja konseling yang diperuntukkan bagi pasien yang ingin

mengadakan konseling

- Kasir ada dua yang memudahkan pelanggan menerima obat

dengan cepat

- Adanya hiburan seperti televisi, surat kabar atau majalah

pada ruang tunggu apotek

Desain eksterior

- Bangunan dengan cat luar putih ditambah ornament hijau

- Bangunan berbentuk U sehingga memudahkan dalam

pelayanan drive thru

- Memiliki tempat parkir, dan bangunan ATM

- Billboard yang terpasang besar dan dengan warna yang

menarik perhatian

3. Produk

Jasa produk farmasi : Obat bebas, Obat wajib Apotek, kosmetik, alat

kesehatan (seperti masker, surgical gloves, spoit), kondom, test pack,

susu bayi dan ibu, OTC, serta menyediakan minuman dingin di

ruangan tunggu

Pelayanan Kefarmasian: Konsultasi, Informasi, dan Edukasi (KIE)

B.  Analisis Pasar/ Pemasaran

Berdasarkan analisis SWOT yang telah dilakukan di atas,

konsumen yang berada di sekitar apotek terdiri dari beberapa type yang

akan menguntungkan apotek. Sedangkan untuk laba/keuntungan yang

didapatkan akan menjadi berlipat apabila telah dikenal luas di

masyarakat.

Segmentation

Segmentasi dari pemasaran apotek ini adalah dari semua kalangan

dengan type masyarakat yang beragam dengan harga tidak melebih

standar penetapan penjualan harga di apotek. Apotek ini berada pada

daerah padat penduduk dan ramai lalu lintas.

Apotek ini melayani semua kalangan dengan berbagai type masyarakat

dan membuka konseling yang diinginkan oleh pelanggan.

Positioning

Apotek ini menstandarkan diri dan memposisikan diri menjadi apotek

yang memberikan pelayanan kefarmasian yang cepat, tepat dan

bermutu. Memberikan pelayanan konseling yang diinginkan oleh pasien

serta pengantaran ke tempat tujuan bagi pasien yang tidak ingin

mneunggu.

C.  Analisis Manajemen (Struktur Organisasi Terlampir)

Apotek “Sehati Farma”  adalah suatu usaha yang dimiliki oleh 10 orang. Apotek ini menaruh perhatian besar terhadap pelayanan

kefarmasian yang menyeluruh meliputi informasi, konsultasi, edukasi,

dan monitoring terhadap pasien.

Hal ini dilakukan dalam rangka menjamin penggunaan obat yang

rasional dan aman sehingga diharapkan Apotek Satu Farma ini dapat

menjadi apotek kepercayaan bagi semua kalangan masyarakat.

Untuk memenuhi tujuan tersebut, maka dalam pelaksanaannya

diperlukan:

• Keterlibatan langsung apoteker dalam pelayanan kefarmasian dari mulai pengadaan obat, pemberian informasi, konsultasi, edukasi

maupun monitoring penggunaan obat

• Pemberian informasi obat yang tepat dan jelas kepada pasien

• Monitoring penggunaan obat untuk kasus tertentu

• Mengadakan fasilitas data base pasien dan data pengggunaan obat

• Staf yang ramah dengan pelayanan berkualitas

• Ruangan dan suasana apotek yang nyaman

Apotek “Sehati Farma”  ini dibuka setiap hari selama 24 jam, kecuali hari libur. Dalam menjalankan usaha ini, diperlukan sejumlah

karyawan dengan spesifikasi sebagai berikut:

1. Apoteker penanggung jawab apotek (APA) : 1 orang

Memiliki kemampuan dalam hal manajemen perapotekan yang

mencakup manajemen personel, administrasi, keuangan, produk dan

penguasaan informasi obat

2. Apoteker pendamping : 3 orang

Pembagian tugas berdasarkan shift yang ditentukan shift 1 (06.00 –

14.00), shift 2 (14.00– 22.00), shift 3 (22.00 – 06.00). tugas apoteker pendamping di sini memastikan kerasionalan dalam pemberian obat

terhadap konsumen oleh asisten apoteker dan memutuskan

persoalan ketika APA sedang berhalangan sehingga apoteker

pendamping juga memiliki kualifikasi yang hamper sama dengan APA

3. Asisten apoteker : 6 orang yang merupakan lulusan SMF dan D3

dengan pengalaman minimal satu tahun dan memiliki kemampuan

teknis dalam penyiapan dan peracikan obat dengan shift sesuai

4. Tenaga administrasi : 3 orang yang merupakan lulusan minimal

Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat dan memiliki kemampuan

dalam bidang administrasi dan keuangan seperti menjadi kasir dan

shiftnya sesuai dengan pengaturan di atas, masing-masing shift 1

orang

5. Tenaga Cleaning Service : 2 orang yang merupakan lulusan SLTP

ataupun SMA yang bertugas menjaga kebesihan apotek selama 24

jam dengan terbagi 2 shift

Adapun job description dari masing-masing petugas adalah

sebagai berikut :

 A. Apoteker Pengelola Apotek

Tugas dan kewajiban pengelola apotek antara lain :

1. Memimpin seluruh kegiatan apotek

2. Berkewajiban serta bertanggungjawab penuh untuk

mengelolaapotek yang meliputi beberapa bidang antara lain :

a) Pelayanan Kefarmasian

b) Adsministrasi dan Keuangan

c) Ketenagaan atau Personalia

d) Bidang lainnya yang berkaitan dengan tugas dan fungsi apotek

3. Melakukan langkah‐langkah untuk mengembangkan hasil dan kualitas apotek

APA bertanggungjawab atas kelancaran segala bidang dalam

apotekserta bertanggungjawab terhadap kelancaran hidup apotek

yangdipimpinnya.

B.  Apoteker Pendamping

Tugas dan kewajiban :

Melaksanakan seluruh tugas dan kewajiban APA, bilamana APA

berhalangan selam jam kerja apotek.

Dlam melaksanakan segala tindakan, terutama dalam hal‐hal

penting yang mendasar dan strategis, harus mendapat

persetujuan dari APA.

Tanggung jawab dan wewenang :

Apoteker Pendamping bertanggungjawab penuh kepada APA

dna melaksanakan tugas dan fungsi sebagai apoteker pendamping

sesuai dengan petunjuk dan atau instruksi dari APA.

C.  Asisten Apoteker

Tugas dan kewajiban :

1) Melaksanakan pekerjaan yang seusai dengan profesinya sebagai

asisten apoteker, yaitu meliputi :

a. Pelayanan kefarmasian (pelayanan obat bebas san obat

dengan resep) sesuai petunjuk pimpinan apotek.

b. Mengerjakan pengubahan bentuk pembuatan sedían racikan

dan meracik.

d. Mencatat laporan penggunaan obat dan perbekalan farmasi

(narkotik, psikotropik, statistik resep dan OGB, OWA) dan

waktu kadaluarsa.

e. Mendata kebutuhan obat dalam defekta dan membantu

kelancaran kegiatan pembelian.

f. Menerima barang pesanan, memeriksa dan menandatangani

faktur, mencatat ke dalam buku pembelian (komputer) dan

menjaga agar daftar harga tetap up to date.

g. Memelihara kebersihan, kerapihan serta keteraturan ruang

pelayanan dan peracikan obat.

h. Mengelompokkan dan menata obat sesuai abjadnya.

2) Dalam keadaan tertentu dapat menggantikan tugas kasir, reseptir

dan lain sebagainya.

Tanggung jawab dan wewenang :

Bertanggung jawab kepada pimpinan apotek atas segala

kebenaran tugas yang diselesaikannya. Berwenag melaksanakan

pelayanan kefarmasian sesuai petunjuk dan atau instruksi pimpinan

apotek.

D. Pembantu Umum/ Cleaning service

Tugas dan kewajiban :

1. Menjamin kebersihan di seluruh lingkungan kerja apotek

2. Mengelola sampah apotek dengan penuh tanggungjawab

Bertanggung jawab langsung kapada pimpinan apotek dan

melaksanakan tugas sesuai instruksi dan petunjuk pimpinan apotek.

E. Tenaga Administrasi

Tugas dan kewajiban :

1. Menerima dan menegmbalikan uang pelanggan dengan cepat dan

tepat

2. Membuat laporan akumulasi pendapatan per hari yang diberikan

kepada apoteker penanggung jawab (APA) tau apoteker

pendamping

3. Membantu AA dalam pengadaan dan penyediaan obat

Tanggung jawab dan wewenang

Bertanggung jawab langsung kapada pimpinan apotek dan

melaksanakan tugas sesuai instruksi dan petunjuk pimpinan apotek.

Adapun standar operasional prosedur dari masing-masing

pelayanan adalah sebagai berikut : (Alur flowchart terlampir)

 A. SOP Pelayanan OTC

1) Pasien datang

2) Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien

obat apa yang dibutuhkan

3) Menanyakan lebih dahulu keluhan atau penyakit yang diderita

pasien, baru kemudian membantu pasien untuk mendapatkan

4) Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominal

harga

5) Bila sudah terjadi persetujuan, mengambilkan obat yang diminta

pasien sesuai dengan permintaan meliputi : nama obat dan

jumlah obat

6) Menyerahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi

tentang obat meliputi dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu

penggunaan obat, cara penggunaan dan efek samping obat yang

mungkin timbul setelah penggunaan obat, dan jika diperlukan

pertolongan pertama terhadap efek samping yang ditimbulkan

B. SOP Pelayanan OWA

1) Pasien datang

2) Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien

obat apa yang dibutuhkan

3) Menanyakan pada pasien apa keluhan yang dialaminya dan

gejala penyakitnya

4) Menanyakan pada pasien apakah sebelumnya pernah

menggunakan obat tertentu dan bagaimana hasilnya (kondisi

membaik atau bertambah parah)

5) Bila pasien telah menggunakan obat sebelumnya dan hasilnya

tidak memuaskan maka pilihkan obat lain yang sesuai dengan

kondisi pasien, begitu juga untuk pasien yang sama sekali belum

6) Menghitung harga dan minta persetujuan terhada nominal harga

7) Setelah pasien setuju dengan harga obat, ambilkan obat yang

diminta oleh pasien

8) Menyerahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi

tentang obat meliputi : dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu

penggunaan obat, cara penggunaan dan efek samping obat yang

mungkin timbul setelah penggunaan obat dan dan jika

diperlukan pertolongan pertama terhadap efek samping yang

ditimbulkan

9) Mencatat nama pasien, alamat, dan no telp pasien.

10) Membuat catatan khusus tentang pasien yang nantinya sebagai

 patien data record  untuk monitoring resep (medical record)

C. Sop Pelayanan Resep

1) Menerima resep pasien

2) Melakukan skrining resep meliputi administrasi, pharmaceutical

dan klinik

3) Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominal

harga

4) Memberikan pasien diberi no antrian

5) Menulis no struk (print out) pada resep dan satukan resep

dengan print out

6) Mencocokkan nama, jumlah dan kekuatan obat dalam resep

7) Menyiapkan obat sesuai dengan resep,

8) Jika obat racikan maka patuhi SOP meracik

9) Membuat etiket dan cocokkan dengan resep,

10) Meneliti kembali resep sebelum diserahkan pada pasien

termasuk salinan resep dan kwitansi (jika diminta oleh pasien)

11) Menyerahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi

tentang obat meliputi dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu

penggunaan obat, cara penggunaan dan efek samping obat yang

mungkin timbul setelah penggunaan obat dan jika diperlukan

pertolongan pertama terhadap efek samping yang ditimbulkan

12) Mencatat nama pasien, alamat dan no telp pasien

13) Membuat catatan khusus tentang pasien (medical record)

D. SOP Pelayanan Drive Thru

1) Pasien datang, parkir didepan tempat layanan drive thru

2) Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien

obat apa yang dibutuhkan

3) Menanyakan pada pasien apa keluhan yang dialaminya dan

gejala penyakitnya dengan cepat dan cermat

4) Menanyakan pada pasien apakah sebelumnya pernah

menggunakan obat tertentu dan bagaimana hasilnya (kondisi

membaik atau bertambah parah)

6) Setelah pasien setuju dengan harga obat, mengambilkan obat

yang diminta tersebut

7) Menyerahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi

tentang obat meliputi : dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu

penggunaan obat, cara penggunaan dan efek samping obat yang

mungkin timbul setelah penggunaan obat dan dan jika

diperlukan pertolongan pertama terhadap efek samping yang

ditimbulkan

8) Menatat nama pasien, alamat, dan no telp pasien

9) Membuat catatan khusus tentang pasien yang nantinya sebagai

 patien data record  (medical record)

G. SOP Konseling

(Mengadakan konseling apabila pasien yang meminta atau

menginginkan konseling atau ketika pemeriksaan klinik resep obat

ada yang perlu di konselingkan dengan APA atau apoteker

pendamping)

Jika melalui resep atau datang sendiri (membeli obat OTC dan OWA)

1) Pasien datang

2) Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien

obat apa yang dibutuhkan (untuk pasien dengan resep ambil

resepnya)

3) Menanyakan pada pasien apa keluhan yang dialaminya dan

4) Menanyakan pada pasien apakah sebelumnya pernah

menggunakan obat tertentu dan bagaimana hasilnya (kondisi

membaik atau bertambah parah)

5) Jika ternyata apoteker pendamping merasa perlu untuk di

konselingkan, maka menawarkan kepada pasien untuk

dikonselingkan dan berikan penjelasan yang jelas namun dapat

dimengerti bahwa penggunaan obat yang digunakan pasien

memerlukan pengetahuan tambahan

Dalam dokumen Studi Kelayakan Apotek (Halaman 28-55)

Dokumen terkait