MANAJEMEN KONFLIK ORGANISAS
C. Model Hipotetik Manajemen Konflik Organisas
5. Prosedur Implementasi Model Hipotetik Manajemen Konflik
Prosedur implementasi model hipotetik manajemen konflik dapat dilakukan sebagai berikut: (a) asumsi model, (b) langkah-langkah implementasi, dan (c) kriteria keberhasilan.
a. Asumsi Model
Organisasi yang dinamis membutuhkan konflik pada tingkat optimal yang ber- cirikan kritis (critical) terhadap permasalahan intern organisasi, terjadi kompetisi yang positif antar individu/ kelompok, kreatif dan cepat beradaptasi, mencari penye- lesaian masalah, dan tanggap terhadap perubahan. Pada kenyataan, konflik tidak se- lalu berdampak positif dan fungsional akan tetapi dapat mengarah pada perilaku dis- fungsional yaitu perilaku yang menghambat pencapaian tujuan, karena itu diperlukan
dapat meningkatkan kinerja anggota dan secara keseluruhan berdampak pada pening- katan produktivitas organisasi. Dengan demikian konflik dapat menguntungkan atau merugikan organisasi bergantung pada masalah dan pendekatan manajemen konflik yang dilakukan.
Organisasi pendidikan merupakan bentuk organisasi kerja, dimana individu- individu saling berinteraksi dalam pencapaian tujuan yang ditetapkan. Dalam menca- pai tujuan dimungkinkan terjadi perbedaan pendapat, pertentangan maupun perselisihan guna memanfaatkan sumberdaya yang terbatas, berkenaan dengan tujuan, ataupun perbedaan persepsi dan nilai-nilai pribadi. Konflik dapat berakibat negatif berupa tindakan agresif, malas bekerja, dan berakibat pada penurunan produktivitas organi- sasi. Karena itu, konflik harus dikelola secara baik agar kritis (critical) terhadap ber- bagai masalah yang muncul dan secara bersama-sama mencari solusi yang tepat guna mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Model hipotetik manajemen konflik merupakan model konseptual yang di- rumuskan dan dideskripsikan berdasarkan kondisi nyata institusi pendidikan dan pelatihan yang tidak terlepas dari persoalan konflik yang dapat mempengaruhi ki- nerja anggota dan produktivitas organisasi. Keberhasilan penerapan model hipotetik manajemen konflik bergantung pada ketepatan dalam mengidentifikasi sumber- sumber konflik dan pemilihan pendekatan manajemen konflik. Karena itu perlu diru- muskan tahapan implementasi agar dapat mencapai tujuan yang ditetapkan.
b. Langkah-langkah Implementasi
1). Identifikasi masalah
Tahap awal prosedur implementasi berupa identifikasi masalah yang muncul dengan cara melihat gejala-gejala yang mengikutinya. Pimpinan harus mampu memi- sahkan antara gejala konflik dengan masalah yang menjadi penyebab konflik. Gejala yang muncul dapat dilihat antara lain motivasi kerja rendah, sikap apatis, atau perila- ku menghambat pekerjaan, namun ketiga hal dimaksud bukan inti dari masalah. Masa- lah dapat bersumber dari peralatan yang terbatas, pimpinan yang tidak aspiratif, atau disain organisasi yang kurang mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.Untuk me- ngetahui masalah yang menimbulkan konflik dapat dilakukan dengan cara mendengar keluhan dari pihak-pihak yang sedang konflik, atau meminta keterangan dari orang- orang terdekat yang mengetahui proses terjadinya konflik. Selanjutnya didiskusikan pada tingkat pimpinan untuk mengidentifikasi masalah secara tepat.
2). Klasifikasi masalah
Konflik muncul disebabkan berbagai macam kegiatan, kepentingan dalam mengalokasikan sumberdaya organisasi yang terbatas atau dikarenakan perbedaan tu- juan, nilai, atau persepsi dalam menerjemahkan program-program organisasi. Karena itu untuk mempermudah dalam pengelolaannya, maka perlu dilakukan pengelompok- an/ pengklasifikasian sumber-sumber konflik. Dari berbagai macam sumber konflik, Fieldman dan Arnold (1983:513) membagi menjadi dua kelompok yaitu kurangnya koordinasi kerja antar kelompok dan kelemahan sistem kontrol organisasi. Kurang- nya koordinasi kerja antar kelompok berkenaan dengan saling ketergantungan peker- jaan, keraguan dalam menjalankan tugas karena tidak terstruktur dalam rincian tugas,
naan dengan kelemahan manajemen dalam merealisasikan sistem penilaian kinerja, kurang koordinasi antar unit atau bagian, aturan main tidak berjalan secara baik, dan terjadi persaingan yang tidak sehat dalam memperoleh penghargaan.
Selain pengelompokan jenis-jenis konflik dan sumber-sumber konflik juga perlu dilakukan klasifikasi masalah yang bersifat fungsional dan disfungsional, hal ini akan mempermudah dalam pemilihan pendekatan manajemen konflik yang akan diterapkan.
3). Analisis masalah
Setelah dilakukan pengelompokan masalah/penyebab terjadinya konflik, selan- jutnya dilakukan analisis terhadap masalah/sumber konflik yang muncul. Analisis dilakukan untuk mengetahui apakah termasuk kategori penting dan mendesak untuk diselesaikan atau dapat ditunda dengan memperhatikan kemampuan organisasi. Seba- gai contoh, banyak organisasi yang menunda untuk menambah sumberdaya organi-- sasi (peralatan kerja/mesin) karena memerlukan dana yang banyak dan waktu yang lama untuk mengembalikan modal “rate of return”. Demikian juga banyak organisasi kurang tertarik untuk melakukan restrukturisasi organisasi karena terikat dengan aturan/regulasi yang berlaku.
4). Penyelesaian masalah melalui pendekatan manajemen konflik
Pendekatan manajemen konflik merupakan tahapan lanjutan setelah dilaku- kan analisis masalah. Konflik yang terjadi dapat menguntungkan/fungsional dan me- rugikan atau menghambat pencapaian tujuan organisasi. Pendekatan manajemen kon- flik yang dipilih dan diterapkan bergantung pada masalah yang dihadapi dan dampak yang ditimbulkan.Apabila konflik terlalu tinggi dicirikan dengan perilaku agresif, ego
dicirikan motivasi kerja rendah, muncul sikap apatis, kurang tanggap terhadap masalah, maka lebih tepat memilih pendekatan stimulasi konflik dengan cara meningkatkan kompetisi, evaluasi kinerja secara terpadu, dan memotivasi karyawan untuk bekerja lebih giat. Demikian halnya apabila konflik berada pada tingkat yang optimal, ma- sing-masing pihak yang sedang konflik berorientasi pada tugas, berusaha mencari solusi, berusaha mengembangkan diri, dan berusaha mengevaluasi kinerja masing- masing, maka dapat dilakukan resolusi konflik dengan cara musyawarah, negosiasi, konfrontasi ataupun melakukan tawar menawar (bargaining)
c. Kriteria Keberhasilan
Berdasarkan asumsi model dan langkah-langkah implementasi, maka dapat dibuat kriteria keberhasilan dari model hipotetik manajemen konflik organisasi seba- gai berikut:
Pertama, Organisasi mampu menyesuaikan keadaan dan secara terus menerus
mengembangkan kemampuan guna mengantisipasi perubahan lingkungan yang dina- mis dan menjadikan organisasi sebagai “learning organization.”
Kedua, Setiap anggota organisasi menyadari perbedaan-perbedaan: pendapat,
kreativitas, tujuan, kepentingan, nilai atau perbedaan persepsi dalam melaksanakan program organisasi sebagai peristiwa yang tidak dapat dihindarkan. Setiap anggota organisasi menjadi semakin dewasa (mature) dalam menyikapi konflik yang terjadi dalam aktivitas pencapaian tujuan.
kedua belah pihak yang mengalami konflik.
Keempat, Setiap anggota organisasi kritis (critical) terhadap persoalan yang
mengganggu aktivitas pencapaian tujuan dan bertanggung jawab terhadap kemajuan organisasi.
Kelima, Pimpinan dan anggota organisasi bersikap positip terhadap peristiwa
konflik, konflik dipersepsi sebagai dinamika organisasi, pendorong organisasi, dapat menimbulkan kreativitas organisasi, dan dapat mengidentifikasi berbagai masalah yang merintangi pencapaian tujuan organisasi.
Keenam, Pendekatan manajemen konflik yang diterapkan berdampak positif
dan fungsional sehingga dapat meningkatkan pemahaman terhadap berbagai masalah, menumbuhkan saling pengertian yang lebih mendalam terhadap gagasan orang lain, saling bekerjasama untuk menyelesaikan masalah, komitmen terhadap tugas, dan meningkatkan kualitas pelatihan dan pelayanan.
Ketujuh, Dapat meningkatkan kinerja karyawan dan secara keseluruhan dapat
meningkatkan produktivitas organisasi.
320
Aldag, R.J. & Stearns, T.M. (1987). Management. Cincinnati: South-Western Pub- lishing Co.
Alisjahbana, S. T. (1986). Antropologi Baru. Jakarta: Penerbit PT Dian Rakyat
An wa r , M . I . ( 2 0 0 3 ) .
Ad m i n i st r a si P e n d
i d i k a n d a n M a n a j e m e n B i a y a P e n d i d i k
a n : T e -
o r i , K o n se p , d a n I su
. B a n d u n g : Al f a b e t a . Ar y , D. , J a c o b s, L . C. & R a z a v i e h , A. ( 1 9 8 5) .I n t r o d u c t i o n t o R e se a r c h
i n E d u c a t i o n .
Ne w Y o r k : Ho l t R e i n h a r t & Wi n st o n . Batubara (1992). Pengukuran Produktivitas dengan Metode Nilai Tambah. Jakarta:BP.PMT/GKM dan PT TELKOM
Bogdan, R.C., & Biklen, S.K. (1992). Qualitatif research for education: An introduc-
tion to theory and methods. Boston: Allyn and Bacon, Inc.
Bogdan, R.C., & Taylor, J.S. (1985). Pengantar Metoda Penelitian Kualitatif, Alih Bahasa: Arief Furchan, Surabaya: Usaha Nasional.
Bolton, R. (2000). People Skills: How to assert yourself linten to others, and resolve
confliccts. Australia: Simon & Schuster.
Campbell F.R., Corbally, E.J. & Nystrand, O.R. (1983). Introduction to educational
administration. (6th Ed.). Massachusetts: Allyn and Bacon., Inc.
Chang, W. (2001). Konflik Sosial. Jakarta: Harian Kompas (8 September 2001). Criblin, J. (1982). Leadership Strategies for Organizations Effectiveness. New York:
Amacom
Cummings, P. W. (1980). Open Management: Guides to Successful Practice. New York: Amacom
Davis & Newstrom. (1981). Human Behavior at Work: Organizational Behavior. New York: McGraw-Hill International Editions
De Roche, E. F. (1987). An Administrator’s Guide for Evaluating Programs and Per-
sonnal; An Effective School Approach. (2nd Edition). Massachusetts: Allyn
and Bacon, Inc.
De Roche, E. F, 1985. How School Administrators Solve Problems. New Jersey: Pren- tice Hall.
Dessler, G. (1986). Manajemen Personalia: Teknik & Konsep Modern. Alih Ba- hasa oleh: Agus Dharma. Jakarta: Penerbit Erlangga.
DuBrin, A.J. (1984). Foundations of Organizational Behavior An Applied Perspective. London: Prentice-Hall International, Inc.
Edelmann, R.J. (1993). Interpersonal Conflicts at Work. London: BPS (The British Psychological Society.
Fatah, N. (1996). Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Feldman, D.C. & Arnold, H.J. (1983). Managing Individual and Group Behavior in
Organizations. London: McGraw-Hill International Book Company
Flippo, E.B. (1990). Manajemen Personalia. Alih Bahasa: Moh Masud. Jakarta: Er- langga.
Gaffar, M.F. (1994). Visi: Suatu Inovasi dalam Proses Manajemen Strategik Perguru-
an Tinggi. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Ilmu Pendi-
dikan dengan Spesialisasi Manajemen dan Perencanaan Pendidikan pada Ju- rusan Administrasi Pendidikan FIP Ikip Bandung: Bandung: Depdikbud IKIP Bandung.
Gibson, J.L., Invancevich, J.M. dan Donnelly, Jr. J.H. (1996). Organisasi: Perilaku,
Struktur dan proses. (edisi kedelapan), Alih Bahasa: Nunuk Ardiani, Jakarta:
Binarupa Aksara.
Gibson, J.L., Invancevich, J.M. & Donnelly, Jr. J.H. (1996). Manajemen (Edisi Ke- sembilan). Terjemahan oleh Zarkasi & Agus Dharma. Jakarta: Erlangga Grove, A. S. (1983). Manajemen Output Tinggi. Alih bahasa: Rivai. Jakarta: Penerbit
Erlangga.
L i n c o l n , Y . S. , & Gu b a , E . G. ( 1 9 8
5) .
Na t u r a l i st i c i n q u i r y
. B e v e r l y Hi l l s , Ca l i f o r n i a :SAGE P u b l i c a t i o n s, I n c .
Handoko T H. (1992). Manajemen. Yogyakarta: Badan Penerbit Fa kulTas Ekonomi. Edisi ke 2.
Harris, O.J. (1984). Managing People at Work: Consep and Cases in Interpersonal
Behavior. New York: A Wiley/ Hamilton Publication; John Wiley Sons, Inc.
Hardjana, A.M. (1994). Konflik Di tempat Kerja. Yogyakarta: Kanisius
Hendricks, W. (1992). Bagaimana Mengelola Konflik. Diterjemahkan oleh: Arif San- toso. Jakarta: Bumi Aksara.
Herbert, Theodore. (1981). Dimensions of Organizational Behavior. London: Collier Macmillan Publishers.
Hersey, P. & Blanchard, K. (1986). Management of Organizational Behavior: Utili-
zing Human Resources ( 4th Edition). Englewood Cliffs, N. J.: Prentice-Hall, Inc.
Hodge, B.J. & Anthony, W.P. (1988). Organization Theory. (Third Edition). Boston: Allyn and Bacon, Inc.
Hoy, W. K. & Miskel, C. G. (1987). Educational Administration. (3 rd Ed.) New York: Random House
Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia
Koentjaraningrat. (1990). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta Koontz, S., O’ Donnel, C. & Weihrich, H. 1990. Essentials of Management. (5th Ed).
New York: Mc-Graw-Hill International Book Company.
Landy, J.F. & Farr, L.J. (1983). The Measurement of Work Performance: methods,
Theory, and Applications. San Diego: Academic Press, Inc.
Leavitt, H.J. (1986). Applied Organizational Change in Industry: Structure, Techno-
logical, and Humanistic. New York: Rand McNally and Co.
Lewin, K. (1971). Field Theory in Social Science. New York: Harper & Brother Inc. Lincoln, Y. S. & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. Beverly Hills, Lon- don, New Delhi: Sage Publications
Lipsey, R. G. & Steiner, P. O. (1986). Pengantar Ilmu Ekonomi. (edisi keenam). Alih bahasa: Anas Sidik. Jakarta: Penerbit PT Bina Aksara.
Luthans, F. (1985). Organizational Behavior. New York: McGraw-Hill Book Com- pany.
Marshal, C. & Rossman B. G. (1989). Designing Qualitatif Research. India: Sage Pu- blications, Inc.
Meredith, J.R. & Wantel, S.J. (1989). Project Management. New York: John Wiley & Sons
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1984). Analisis Data Kualitatif. Alih Bahasa oleh: Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: Penerbit: Universitas Indonesia (UI-Press). Mitchell, B., Setiawan. B. & Rahmi, D.H. (2000). Konflik Lingkungan dan Sumber
Daya. Jakarta: Harian Kompas (15 Maret 2000).
Moleong, L.J. (1995). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Ros- dakarya.
Muhadjir, N. (1996). Metodologi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Penerbit Rake Sarasin.
Munandir (1997). Tantangan Profesi Bimbingan dan Konseling dalam Abad XXI:
Prospek Pekerjaan Konselor Sekolah. Makalah Disiapkan untuk Sarasehan
dan Pertemuan Mahasiswa Jurusan PPB Se Jawa Timur Di IKIP Malang, Tanggal 8 November. Malang: IKIP Malang.
Nadler, L. (1982). Designing Training Programs: The Critical Event Model. Califor- nia: Addison-Wesley Publishing Company, Inc.
Nasution, S. (1996). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito Ni Putu. (1997). Penggunaan Teknik Pengendalian Konflik Organisasi oleh Kepala Se-
kolah dalam Hubungannya dengan Performansi Kerja Guru Sekolah Lanjut- an Tingkat Pertama Negeri Se-Kodya Denpasar. Tesis Tidak Dipublikasikan.
Malang: PPS IKIP Malang.
Nurtain. (1989). Supervisi Pengajaran. Jakarta: Depdikbud. Dirjen Dikti.P2LPTK Owens, R.G. (1991). Organization Behavior in Education. Boston: Allyn and Bacon Peursen, C.A. (1988). Strategi Kebudayaan. Diterjemahkan oleh: Dick Hartoko. Yog-
yakarta: Kanisius.
Polak, M. (1982). Sosiologi: Suatu Buku Pengantar Ringkas. Jakarta: P.T. Ichtiar Baru.
nesia.
Quigley, J.V. (1993). Vision: How Leaders Develop it, Share it, and Sustain it. Toronto: McGraw-Hill.Inc.
Putti, J.M. (1986). Understanding Productivity. (First Edition). Singapore: Federal Publication.
Rangkuti, F. (2002). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis: Reorientasi Kon-
sep Perencanaan Strategi untuk Menghadapi Abad 21. Jakarta: Gramedia Pus-
taka Utama.
Ravianto, J. (1985). Produktivitas dan Teknologi. Jakarta: Lembaga Sarana Informasi Usaha dan Produktivitas.
Robbins, S.P. (1990). Organization Theory: Structure, Design and Applications. Eng- lewood Cliffs: Prentice-Hall,Inc.
Robbins, S. (1990). Perilaku Organisasi (Terjemahan: Pujaatmaka Hadyana). Jakarta : PT. Prenhallindo.
Robbins, S.P. dan Coulter, M. (1999). Manajement. Sixth Editions. Englewood Cliffs: Prentice Hall, Inc.
Robert, M. (1982). Managing Conflict: From the Inside Out. San Diego Pfeiffer & Company
Samuelson, P.A. & Nordhaus, W.D. (1990) Ekonomi. (Edisi keduabelas). Alih Baha- sa: Jaka Wasana. Jakarta: Erlangga
Satori, Djam’an (2000). “Quality Assurance” dalam Desentralisasi Pendidikan”. Makalah disajikan pada Seminar Nasional Strategi Manajer Pendidikan di Da- erah dalam Menghadapi Kebijaksanaan Desentralisasi Pendidikan dalam Pe- ningkatan Mutu Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Bandung 17-18 Juli 2000.
Siagian, S. P. (1992), Fungsi-fungsi Manajerial. Jakarta: Bumi Aksara.
Sinungun, M. (1997). Produktivitas: Apa dan Bagaimana. Jakarta:Bumi Aksara Smith A.W. (1982). Management System Analysis and Aplication. Japan: Holt Saun-
nesia Press.
Sonhadji, A. K. H. (1994). Teknik Pengumpulan dan Analisis Data Penelitian Kuali-
tatif. Malang: Kalimasahada Press.
Sonhadji, A. K. H. (1996). Profesionalisme dalam Pengelolaan Pendidikan. Makalah disajikan pada Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia III di Ujung Pandang. Ujung Pandang 4-7 Maret 1996.
Steers, R.M. (1980). Organizational Effectiveness, A Behavioral View. Santa Moni- ca-California: Goodyear Publishing Company, Inc.
Stoner, J.A.F. & Wankel, C. (1993). Manajemen. Alih Bahasa: Wihelmus W. Bako- watun. Jakarta: Intermedia
Stoner. J.A.F. & Freeman, R.E. (1992). Management. Fifth Edition. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall A Division of Simon & Schuster, Inc.
Sutermeister, R.A. (1976). People and Productivity. New York: McGraw Hill Book. Spradly, J. P. (1980). Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston. Stoner, J. A. F. & Freeman, R. E. (1994). Manajemen. Alih Bahasa: Wihelmus W.
Bakowatun. Jakarta: Intermedia.
Sumarmi. (1992). Hubungan Antara Tingkat Pendidikan, Masa Kerja, Masa Menjabat,
Golongan Pangkat dengan Teknik Pengelolaan Konflik Organisasional Pejabat di Lingkungan IKIP Malang.. Tesis Tidak Dipublikasikan. Malang: PPS IKIP
Malang.
Suryadi, A. & Tilaar, H. A. R. (1994). Analisis Kebijakan Pendidik an: Suatu Peng-
antar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suyanto. (1995). Studi Persepsi Dosen dan Ketua Jurusan terhadap Teknik-teknik Pe-
ngendalian Konflik Organisasi di IKIP Surabaya Tesis Tidak Dipublikasikan.
Malang: PPS IKIP Malang.
Terry, G.R. (1986). Principles of Management. Illinois: Richard D. Irwin Inc. Thomas, A. (1976). The Productive School: A System Analysis Approach to Educat-
ional Adnibistration. Canada: John Wiley & Sons., Inc.
Tilaar, H.A.R. (1994). Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa
Wahyudi, A.S. (1996). Manajemen Strategik: Pengantar Proses Berfikir Strategik. Jakarta: Binarupa Aksara
Walton, R.E. (1987). Managing Conflict: Interpersonal Dialogue and Third-Party
Roles, (2nd Edition). Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company
Weiss, D.H. (1993). Conflict Resolution. New York: American Management As- sociation.
Wetik, J.L. (1986). Introduction Work Study. Revised Edition. Jenewa: ILO
Wexley, K.N. & Yukl, G.A. (1992). Perilaku Organisasi dan Psikologi Personalia. Diterjemahkan Oleh: Muh. Shobaruddin. Jakarta: Rineka Cipta.
Winardi. (1990). Asa-asas Manajemen. Bandung: Penerbit Mandar Maju
Yin, R.K. (1987). Case study research: Dessign and methods. Beverly Hill, California: SAGE Publications, Inc.