BAB III : HASIL PRAKTEK KERJA LAPANGAN
4. Prosedur Kerja
Kegiatan atau langkah dalam persiapan pembuatan vineer yang dikerjakan di PT. Sejahtera Usaha Bersama ialah sebagai berikut :
1) Log Yard
Log Yard ialah untuk tempat penampungan/ penumpukan log-log dari hutan yang berbentuk potongan-potongan sesuai ukuran dan tempat pengaturan log-log yang akan diproses sesuai kebutuhan dengan begitu
xxvi akan terbaca beberapa yang dihasilkan atau yang keluar menjadi produk serta tujuan dari central log yard yang paling nampak untuk mengurangi kadar air yang ada pada log guna mempermudah proses pembuatan viner
Kegiatan di log yard meliputi kegiatan
a) Pemeriksaan log mulai dari jumlah log yang datang disesuaikan dengan jumlah yang tertulis dalam dokumen, jika tidak sesuai maka akan dibuat berita acara.
b) Dilakukan pengukuran diameter, panjang, dan cacat log untuk mendapatkan volume bersihnya.
c) Pembuatan plat pada log yang berisi keterangan Tahun, nomor angkutan, dan nomor kayu.
d) Penimbunan bahan baku di log yard menggunakan sistem first
in – first out.
a. Kolam Penampungan dan pencucian
Log yang sudah terpotong-potong dari dilapangan penumpukan log yard diangkat dengan menggunakan grndong dimasukan kedalam Kolam perendaman bertujuan untuk mencegah turunnya kadar air secara drastis dan juga menghindar kekeringan setelah log dimasukan kedalam kolam log disusun berdasarkan jenis dan kebutuhan untuk dilakukan pemindahan berdasarkan kebutuhan pesanan.
Log yang sudah berada dalam kolam, sebelum dipindahkan kebagian-bagian kolam lainnya untuk dicuci terlebih dulu dipilih menurut
xxvii panjang log yang akan dikupas di rotary. Untuk memudahkan log disortir digunakan alat bantu berupa pancung agar log lebih mudah untuk ditarik kebagian-bagian kolam. Alat tersebut panjangnya 30 sampai 50 cm terbuat dari besi yang runcing sehingga memudahkan tertancap pada log.
Log yang sudah dipindahkan berdasarkan ukuran panjang log,kemudian dicuci yang hanya dilaksanakan secara manual, dengan memakai alat kain bekas untuk membersihkan atau Menghilangkan pasir-pasir atupun batu krikil yang melekat pada log, Kegiatan pembersihan ini bertujuan untuk efisiensi pemakaian pisau pada rotary, sehingga mendapatkan hasil kupasan veneer yang baik dan meningkatkan hasil produktifitas.
b. Pembersihan
Log yang sudah ditarik kepinggir kolam diangkat dengan hoist dengan kapasitas 2,5 ton. Untuk pembersihan log hanya dilaksanakan secara manual, dengan memakai alat tombak kampak serta pisau kupas yang gunanya untuk membersihkan log dari kotoran atau benda-benda tajam yang melekat pada batang log dan juga membersihkan kulit log yang masih tersisa pada log.
Kegiatan pembersihan ini bertujuan untuk efisiensi pemakaian pisau pada rotary, sehingga mendapatkan hasil kupasan veneer yang baik dan meningkatkan produk tifitas yang baik.
xxviii 2) Grain Veneer Section
Tujuan Grain Veneer Section Untuk menghasilkan lembaran-lembaran kayu tipis dengan ukuran ketebalan tertentu dengan cara disayat agar mudah dirakit menjadi plywood dengan arah serat yang berbeda-beda.
a. Persiapan
Persiapan adalah kegiatan persiapan log sebelum diproses di mesin rotary. Dan proses kerjanya sebagai berikut. :
a) Log yang telah dibersihkan atau dicuci diangkat dengan hoist kapasitas 2,5 ton untuk lotary stsndar 1,5 ton untuk lotary spindelees, dan menuju mesin lotary setandard alat ini hanya berfungsi merapihkan atau membuang sisa-sisa kulit agar silindris b) log dilanjutkan menuju chain conveyor. Hal yang perlu di perhatikan
adalah jenis kayu (block) harus memiliki jenis dan warna yang sama yang di urutkan 10 - 12 log.
c) Sebelum dilakukan centering log di ukur dan ditentukan untuk dijadikan veneer Short Core (S/C) / Long Core (L/C) atau Face/Back (F/B), kondisi log block dilihat dari bontosn jika baik maka dijadikan F/B, sedangkan jika dari bontos terlihat je lek maka dapat dijadikan L/C atau S/C terrgantung dari pemotongan awal sesuai dengan order.
xxix d) Jalan log dengan menggerakkan chain conveyor menuju v blok dan setelah log berada diatas v blok, naikkan log dengan cara menaikkan
e) v blok dengan penggerak hidrolik yang sebelumnya kedua ujung log diratakan dengan alat horizontal centering log.
f) Lalu atur posisi diameter log dengan menggunakan lampu proyektor. Guna alat ini adalah agar pada waktu pengupasan veneer didapat veneer yang panjang.
g) Untuk melihat posisi diameter ujung log satunya yaitu dengan menggunakan cermin yang terletak didepan v blok tujuannya agar operator mesin dapat melihat posisi diameter ujung log.
h) Jika semua itu sudah selesai maka log yang sudah di centering diangkat menuju rotary lathe dengan menggunakan trolly. Agar trolly dapat mengangkat log maka trolly ini dilengkapi deng log holding hooks pada kiri dan kanan trolly.
i) Kemudian log dibawa dengan trolly menuju spindles untuk dijepit.
b. Pengupasan veneer (log peeling)
Pengupasan (rotary peeling) adalah kegiatan mengkonversi kayu bulat pada mesin rotary lathe menjadi lembaran veneer dengan ketebalan sesuai yang di inginkan. Lebih dari 95% veneer dihasilkan dengan cara pengupasan melingkar (rotary-peeling). Rotary-peeling atau rotary-cutting merupakan basis utama industri kayu lapis modern.
xxx
Rotary-peeling bertujuan untuk memperoleh veneer panjang
(endless veneer) yang halus pada kedua permukaannya.
Mesin rotary mempunyai 3 jenis pisau yang mempunyai masing-masing fungsi, yaitu :
a) Pisau pengupas veneer
b) Pisau pada bagian pinggir yang berfungsi untuk meratakan bagian pinggir veneer
c) Pisau pada bagian tengah yang bisa diturunkan untuk membuat short core dan dinaikkan (tidak di fungsikan) untuk membuat long core atau face/back.
d) Prosedur KerjaLog Peeling adalah sebagai berikut :
e) Log yang sudah ditentukan titik pusat lingkaran kemudian dibawa dengan trolly menuju ke spindle.
f) Kemudian log yang berada di spindle di tekan atau menjepit log pada kedua ujungnya sampai gigi-gigi pada ujung spindle masuk seluruhnya dalam kayu.
g) Operator menyetel sudut kupas dari pisau kupas dan nosebar demikian pula spur knife sesuai dengan tebal veneer yang ada di papan permintaan.
h) Setelah samua alat selesai disetel, operator memutar spindle searah jarum jam dan operator memulai dengan pengupasan core kulit. Pengupasan core kulit ini fungsinya untuk membuat log yang
xxxi tadi bentuknya tidak bulat menjadi bulat agar veneer yang dihasilkan baik dan panjang.
i) Setelah itu mulai dilakukan pengupasan veneer. Pengupasan dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
? Pemotongan awal dibuat S/C
? Pemotongan pertengahan dibuat F/B / L/C
? Pemotongan akhir kembali di buat S/Cdapat dilihat pada gambar berikut ini:
3) Veneer Drying Section
Pengeringan veneer bertujuan untuk mengeringkan veneer hasil pengupasan rotary, mengurangi kadar air dari veneer, menambah kekuatan veneer, menstabilkan ukuran veneer, memudahkan dalam proses perekatan.
Continuous dryer adalah mesin untuk mengeringkan veneer yang
berasal dari gulungan (unreeling) veneer secara berkesinambungan, dimana pada mesin ini terdapat 3 dek yaitu dek 1 dan dek 2 untuk mengeringkan veneer face dan back sedangkan dek 3 untuk mengeringkan veneer core random. Pada dasarnya prinsip kerja dari
1. Short Core (S/C)
2. Long Core (L/C) atau Face/Back (F/B) 3. Short Core (S/C)
xxxii kelima mesin dryer ini sama saja, mulai dari tekanan steam 10 – 13 kg/cm2 (untuk semua mesin dryer), temperatur Continuous dryer 150 – 180 ºC.
Pada PT. Sejahtera Usaha Bersama terdapat 5 buah mesin dryer yang terdiri dari 3 buah jenis Continuous dryer (mesin nomor 2, 3, dan 4) dan 2 buah jenis roller dryer (mesin nomor 1 dan 5). Sedangkan untuk kadar air adalah sebagai berikut dengan alat MC Meter :
? MC F/B = 12 – 16% ? MC L/C = 8 – 10% ? MC S/C = 10 – 12%
Ada 3 jenis clipper pada continuous dryer :
a. Cliper gear yaitu pisau yang ukuran potongnya disesuaikan dengan ukuran gear.
b. Cliper Digital yaitu pisau yang ukuran potongnya dapat diatur secara digital.
c. Sensor cliper yaitu pisau yang ukuran potongnya dideteksi oleh 2 buah sensor, yaitu sensor 1 untuk mendeteksi ujung veneer yang masuk, jika ujung nya mencapai sensor ke 2 maka pisau akan memotong secara otomatis
Continuous dryer juga memiliki pisau untuk membuat short core,
pisau itu terdapat pada dek 2 mesin, pisau tersebut dapat di turunkan dan dinaikan jika tidak di perlukan.
xxxiii Bagian akhir dari dryer section adalah penyeleksian kualitas veneer. Khusus untuk veneer face/back di bagi menjadi 3 kualitas :
a. Veneer yang bagus dan tidak memiliki cacat akan dipilih menjadi veneer face dan langsung dibawa ke tempar perakitan untuk di setting.
b. Veneer yang tidak memiliki cacat atau cacatnya tidak melebihi toleransidan dari segi penampakannya kurang menarik atau lebih jelek dari veneer face maka akan dijadikan back.
c. Veneer yang memilki cacat akan masuk ke bagian repair untuk di perbaiki.
4) Veneer preparation
Dalam pembuatan kayu lapis multy-ply berukuran besar, papan lamina dan papan blok, lapisan paling luar tanpa kecuali terbentuk oleh penyambungan bersama beberapa veneer yang berukuran tidak begitu lebar. Sambungan yang baik tidak akan tercapai kecuali kalau venner yang akan disambung tepi-tepinya telah ddipotong dengan lurus sempurna bebas dari cacat semua. Pemotongan dilakukan di mesin
veneer jointer, salah satu dari mesin paling penting di pabrik veneer atau
kayu lapis.
a. Mesin penyambung veneer (veneer jointer)
Penyambungan veneer di pabarik lebih dikenal dengan nama veneer
xxxiv semacam meja yang besar dan kokoh yang dilengkapi dengan hubungan bermesin yang berkerja dengan teliti dan sebuah kereta yang bergerak pada suatu lintasan atau dipandu secara masinal menuju meja dan secara teratur membawa dua buah cutter satu untuk pemotongan kasar dan lainnya untuk pemotongan halus. Kereta harus dikunci menuju lintasan yang telah ditentukan sehingga pergerakkan lateral dan getaran tercegah, potongan yang halus sangat vital untuk pekerjaan yang belum sempurna ini. Setumpuk veneer 1 inchi atau yang lebih tebal lagi, diletakkan dengan cara di clamp dengan kuat sampai bagian tepi tumpukan veneer tersebut tertimpa seluruhnya oleh pisau.
Penyambungan veneer adalah bagian kerja yang melaksanakan penyambungan veneer yang memiliki ukuran tidak sempurna atau dengan ukuran veneer yang diinginkan. Kegiatan ini dilakukan setelah penyeleksian, khususnya untuk veneer face biasanya langsung ditempatkan kebagian setting.
Penyambungan veneer dilakukan menggunakan mesin Composser atau Veneer Jointer yang berfungsi untuk menyambung veneer menjadi satu dengan ukuran yang ditentukan. Mesin composser ada 2 jenis, yaitu :
a) Mesin Meinan yang digunakan untuk veneer dengan ketebalan 0.60 – 2.25 mm (untuk veneer F/B). Veneer F/B disambung menggunakan reeling tape dan glue thread.
xxxv b) Mesin Minami yang digunakan untuk veneer dengan ketebalan lebih dari 2,25 – 4.0 mm (untuk veneer core) disambung dengan perekat jenis hotmelt.
c) Selain untuk menyambung veneer, mesin ini juga berfungsi untuk mendeteksi ketebalan veneer, jika terdapat cacat atau ketebalan tidak sesusai dengan ketebalan yang di telah tentukan maka mesin akan memotong secara otomatis. Kemudian menyambung dengan bagian veneer yang lain menjadi satu, apabila sudah sampai pada ukuran tertentu sesuai setting, maka mesin akan memotong secara otomatis, dan veneer-veneer tersebut akan menjadi seragam dengan ukuran yang sama.
b. Penyusunan veneer (veneer setting)
Penyusunan veneer adalah kegiatan menyusun veneer sesuai dengan komposisi plywood yang diinginkan dengan tujuan untuk mempermudah proses assembly. Susunan veneer dapat dilihat pada gambar berikut : Plywood 3 ply Plywood 5 ply : B L/C F B SC L/C SC F
xxxvi Plywood 7 ply
Gambar 2.3 Susunan penyetingan veneer sebelum perekatan