• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab III. HASIL PRAKTIK KERJA LAPANG

A. Persiapan Bahan Baku

4. Prosedur Kerja

Kayu jati yang dipasok dari daerah Jawa sendiri, 16 KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) menjadi penyuplai kayu/log. Kayu jati/log diangkut ke pabrik menggunakan kendaraan besar atau truk. Setelah truk sampai dipabrik kayu/log dibawa ke TKP (Tempat Penumpukan Kayu) input. Kayu/log diturunkan dari truk dan disusun dengan rapi sesusai KPH (Kesatuan Pengeloaan Hutan) supplier. Khusus untuk AI (log berdiameter <19 cm) & AII (log berdiameter 20-29 cm) penurunan dan penyusunan secara manual, sedangkan untuk AIII(log berdiameter 30 up cm) dibantu menggunakan fork lift.

Untuk lebih jelasnya tentang gambaran alur penerimaan log di TPK (Tempat Penumpukan Kayu) Input dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

BBI/LOG yang diterima diKelompookan Pengiriman BBI/LOG

Ke Pabrik dengan

DK.304

Gambar 16. Flow Chart Penerimaan Bahan Baku BBI/di TPK Input

1. Penerimaan Bahan Baku Log di TPK Input.

a. Pada dasarnya semua kayu-kayu log AIII (Log berdiameter 30 up mm) dan AII (Log berdiameter 20-2 cm) dari TPK Supplier untuk kayu bersertifikat FSC (Forest Stewardship Council), mandor penerimaan hasus memastikan bahwa pada saat surat bukti FA-KB (Faktor Angkutan Kayu Bulat) atau DKB (Dokumen Kayu Bulat) harus mencantumkan kode sertifikat supplier serta kelompok produk FSCnya (Forest Stewardship

SELESAI PELAPORAN

BBI / LOG Dari TPK/KPH Suplier

PENERIMAAN BBI / LOG

PERSEDIAAN BBI / LOG

PABRIK / PGM Dok. supli 1. FA_KB ( DK.A.301 ) 2. DKB_FA 3. PERNI 51 Dok. supli er 1. Lembar penerimaan Angkutan Hasil hutan dari lain daerah 2. Berita acara Serah

Terima FA-KB

Council). Pada dasarnya semua kayu-kayu log di TPK (Tempat Penumpukan Kayu) Supplier sebelum dikirim ke KBM (Kesatuan Bisnis Mandiri) Industri Kayu Brumbung harus mengalami proses dipilih dahulu oleh tim pemilih BBI (Bahan Baku Industri) Log dari KBM (Kesatuan Bisnis Mandiri) Industri Kayu Brumbung yang hasilnya dituangkan dalam BAP (Biaya Angara Produksi) form Pemilihan Kayu BBI (Bahan Baku Industri). Untuk kayu yang bersetifikat FSC (Forest Stewardship Council), Mandor penerimaan harus memastikan bahwa pada surat bukti FAKB (Faktor Ankutan Kayu Bulat) atau DKB (Daftar Kayu Bulat) harus mencantumkan kode sertifikat supplier serta kelompok produk FSCnya (Forest Stewardship Council). Apa bila log-log yang berasal dari KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) yang bersertifikat dikirim ke KBM (Kesatuan Bisnis Mandiri) IK (Industri Kayu) Brumbung ternyata pada dokumen FAKBnya (Faktor Angkutan Kayu Bulat) tidak mencantumkan kode sertifikat kelompok produk, maka itu dianggap log-log yang uncontroll. Selanjutkan dibuatkan berita acara mangacu pada instruksi kerja.

b. Kayu log datang dari KBM (Kesatuan Bisnis Mnadiri) pemasaran, disertai surat bukti FAKB (Faktor Angkutan Kayu Bulat), DKB (Daftar Kayu Bulat) dan laporan managemen/HJD (Harga Jual Dasar), dan perni 51, kayu log dibongkar dilokasi TPK (Tempat Penumpukan Kayu) input. Diadakan perhitungan jumlah batang pada fisik kayu baik yang bersertifikat FSC(Forest Stewardship Council) dan COC (Chain Of Costody).

c. Selesai peghitungan, dibuat nota penerimaan.

Gambar 17. Penurunan bahan baku log di TPK Input/log yard

d. Kayu log yang dilasah, untuk memberi nomor urut kayu pada bontosnya menggunakan kapur lilin.

e. Sebelum mandor penerimaan melaksanakan penerimaan fisik kayu dilapangan terlebih dahulu mandor penerimaan memberikan nomor urut pada DKB (Daftar Kayu Bulat), sesuai dengan banyaknya kayu yang tertulis dari FAKB (Faktor Angkutan Kayu Bulat) tersebut. Kayu-kayu yang bersertifikat FSC (Forest Stewardship Council) dan COC (Chain Of Costody) atau pun kayu non FSC (Forest Stewardship Council) atau non sertifikat.

f. Kayu log yang datang berdasarkan lokasi, tidak dilakukan pemeriksaan ulang pada saat kayu datang, karena sebelum kayu-kayu dikirim sudah di uji terlebih dahulu oleh penguji kayu KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) supplier, ada pun kayu-kayu tersebut berasal dari kawasan hutan

perhutani tersendiri dan untuk kayu-kayu yang berasal dari luar perhutani dibuatkan instruksi kerja.

g. Identifikasi penerimaan Bahan Baku Industri (BBI) ; Untuk jenis kayu FSC berasal dari Mutu Hutan Lestari (MHL), penerimaan di KBM IK Brumbung di pilahkan dan diberi tanda sesuai dengan warna masing-masing ;

- BBI log AII dan AIII yang bersertifikat FSC pada penampang depan diberi tanda cat berwarna ( Merah untuk KPH Kendal, Putih untuk KPH Randublatung, Hijau untuk KPH Kebonharjo, Biru untuk KPH Cepu dan sesuai instruksi penggunaan warna identitas yang berlaku di KBM IK Brumbung diikuti pemberian nomor dengan kapur lilin.

Gambar 18. Penomoran nomor urut log menggunakan kapur lilin - BBI log AII dan AIII yang non sertifikat pada penampang tidak ada

pemberian tanda cat, dan langsung diberi nomor urut penerimaan KBM dengan menggunakan kapur lilin.

h. Kayu-kayu yang log sudah diterima di catat pada buku register penerimaan BBI untuk kayu yang bersertifikat FSC dibuat rekapitulasi penerimaan log

setiap bulan sebagai dasar pembuatan material balances dan dilaporkan di bagaian PPIC.

i. Kayu-kayu yang sudah diterima dicatat pada buku register penerimaan untuk kayu yang bersertifikat FSC dibuat rekapitulasi penerimaan log mingguan dengan form yang ada dan dilaporkan ke PPIC sebagai dasar pembuatan neraca FSC.

j. Untuk order-oder yang mensyaratkan sertifikat FSC maka semua dokumen yang terkait di stempel FSC-100%.

k. Kayu-kayu yang dikirim ke PGM dilakukan pencocokan antara fisik dengan pilihan PGM, dan harus tahu kayu-kayu tersebut untuk dibuatkan dokumen pengiriman oder siapa atau SPK (Surat Perintah Kerja) nomor berapa, kemudian dibuatkan dokumen pengiriman kayu ke PGM, untuk dokumen pengiriman kayu sertifikat FSC diberi stempel kayu ke PGM, untuk dokumen pengiriman kayu bersertifikat FSC diberi stempel FSC-100%, untuk order yang mensyaratkan sertifikat FSC maka semua dokumen yang terkait distempel FSC-100%.

l. Bila terjadi ketidak sesuaian fisik dengan dokumen penerimaan, petugas segera berkoordinasi dengan pihak pengirim, bila terjadi kesepakatan DKB (Dokumen Kayu Bulat) lansung disesuaikan fisik kayu, namun kalau terjadi ketidak sepakatan dibuatkan berita acara.

m. Untuk perlakuan cara perlindungan dari kerusakan terhadap kayu-kayu log yang khusus untuk bahan baku rimba untuk ditumpuk dibawah pohon pelindung.

2. Penyimpanan Bahan Baku Log di TPK Input.

a. Penyimpanan atau penumpukan BBI kayu bundar atau log ditempat yang teduh dan tidak becek dengan harapan kadar air tidak meningkat,

b. Mengatur jarak tempuh untuk memudahkan identifiaksi kayu dan pelayanan.

c. Pengelompokan tumpukan kayu dalam setiap blok, dipilahkan menurut kelas panjang dengan harapan memberikan kemudahan dalam pelayanan dan diupayakan pada tempat yang teduh dan jauh dari genangan air. Tabel 2. Daftar Ukuran Kelas Panjang

Sumber : Prosedur Kerja TPK Input (PK-SMPHT.05-005 Tahun 2013) d. Posisi log melajur berlawanan matahari dengan harapan menghindari

pada penampang log.

Gambar 19. Penumpukan kayu di TPK Input/log yard KELAS PANJANG

Ukuran Satuan

< 1.00 Meter

1.00-1.90 Meter

e. Setiap tumpukan kayu maksimal terdiri 8 (delapan) susun. Bahan baku log rimba, pada bontos kayu baik ujung maupun pangkalnya dilabur dengan paselin atau lem.

f. Kayu sertifikat FSC 100% di tempat terpisah dan di beri warna hijau pada bontos lognya.

3. Pengiriman/Penyerahan Bahan Baku Log

a. Pengiriman bahan baku undustri log atas dasar permintaan dan pemilihan PGM (Penggergajian Mesin) dari penggergajian yang bersangkutan.

b. Pengiriman bahan baku industri log ke PGM disertai surat bukti daftar pengangkutan sementara berupa kitir (F-SMPHT-05-005/004) untuk log AIII dan (F-SMPHT-05-005/005) untuk log AII dan diikuti DK. 304a.

c. Sebelum di kirim ke PGM log di bersihkan dari label KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) asal dan label di simpan.

d. Pengiriman bahan baku industri log menggunakan alat angkut fork klift.

4. Pemeriksaan Berkala

a. Untuk mencegah kerusakan atau pelapukan bahan baku dan produk yang belum terkirim, perlu diadakan pemeriksaan secara cermat dan teratur. b. Pemeriksaan persediaan BBI Log di TPK input dilaksanakan setiap 3 bulan

sekali.

c. Pemeriksaan Berkala meliputi : - Kondisi fisik dan mutu.

- Kelayakan metode penumpukan.

Dokumen terkait