• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSEDUR KETRAMPILAN Memulai KMC

Dalam dokumen PEMERIKSAAN FISIK PADA BAYI DAN ANAK (Halaman 58-65)

Perawatan BBLR dengan Metode Kanguru (Kangaroo Mother Care)

E. PROSEDUR KETRAMPILAN Memulai KMC

Sarankan pada ibu agar membersihkan badan, menggunakan pakaian yang ringan dan longgar sebelum prosedur dimulai. Gunakan ruangan yang cukup hangat untuk si bayi.

Anjurkan ibu untuk didampingi suami atau seorang teman untuk memberikan semangat dan rasa aman.

Pada saat ibu memegang bayinya, berikan penjelasan setiap langkah dari KMC, dan kemudian peragakan bagaimana caranya KMC selanjutnya biarkan ia melakukan semuanya sendiri. Selalu jelaskan manfaat dan kebaikan dari setiap posisi dan berikan alasan kenapa itu harus dilakukan.

1. Ukur suhu bayi dengan menggunakan termometer

Buku Panduan Praktikum Keperawatan Anak 58 2. Atur pakaian bayi (bayi hanya menggunakan popok/ celana/ diapers, kaos kaki dan

penutup kepala. Jika udara dingin bayi dapat mengenakan baju tanpa lengan dan bagian depan baju bayi di buka/ tidak dikancingkan)

3. Posisi kanguru

Letakkan bayi diantara payudara dengan posisi tegak, dada bayi menempel ke dada ibu (sebagaimana terlihat pada gambar)

Posisi bayi diamankan agar tidak ngeloyor dengan kain panjang atau pengikat lainnya.

Kepala bayi dipalingkan ke sisi kanan atau kiri, dan dengan posisi sedikit tengadah (ekstensi). Posisi kepala bayi seperti ini bertujuan untuk menjaga saluran nafas tetap terbuka dan memberi peluang agar terjadi kontak mata antar ibu dan bayi. Pangkal paha bayi haruslah dalam posisi fleksi dan melebar seperti dalam posisi “kodok”;

tangan pun harus dalam posisi fleksi (Lihat gambar)

Ikatkan kain dengan kuat agar saat ibu bangun dari duduk, bayi tidak tergelincir.

Pastikan juga bahwa ikatan yang kuat dari kain tersebut menutupi dada si bayi. Perut bayi jangan sampai tertekan dan sebaiknya berada di sekitar epigastrium ibu. Dengan cara ini bayi dapat melakukan pernafasan perut. Nafas ibu akan merangsang bayi.

4. Tunjukkan ibu bagaimana memasukkan dan mengeluarkan bayi dari ikatan (baju kanguru) (lihat gambar)

a. Pegang bayi dengan satu tangan diletakkan di belakang leher sampai punggung bayi.

b. Topang bagian bawah rahang dengan ibu jari dan jari-jari lainnya agar kepala bayi tidak tertekuk dan tidak menutupi saluran nafas ketika bayi berada pada posisi tegak.

c. Tempatkan tangan lainnya di bawah pantat bayi.

Setelah mengatur posisi bayi, biarkan ibu beristirahat bersama bayinya. Tetap bersama mereka dan periksalah posisi bayi. Jelaskan pula pada ibu bagaimana memantau si bayi, apa yang harus dicermati. Motivasi ibu untuk bergerak.

5. Merawat bayi dalam posisi kanguru

Memandikan bayi setiap hari tidaklah diperlukan dan disarankan. Jika kebiasaan setempat memerlukan mandi setiap hari dan hal itu tidak dapat dihindari maka sebaiknya dilakukan sebentar dan dengan air yang cukup hangat (sekitar 37oC). Bayi harus dikeringkan segera, lalu dibungkus dengan pakaian hangat, dan ditempatkan kembali pada posisi kanguru secepat mungkin.

Buku Panduan Praktikum Keperawatan Anak 59 Dalam KMC bayi tetap dapat memperoleh perawatan yang diperlukan, termasuk minum. Mereka mungkin perlu dijauhkan dari kontak kulit langsung hanya pada saat : mengganti popok, dibersihkan dan perawatan tali pusat; pemeriksaan klinis.

6. Lama dan jangka waktu penerapan KMC Jangka waktu

Kontak kulit langsung sebaiknya dimulai secara bertahap, perlahan-lahan dari perawatan konvensional ke KMC yang terus menerus. Kontak yang berlangsung kurang dari 60 menit sebaiknya dihindari, karena pergantian yang sering akan membuat bayi manjadi stres. Lamanya kontak kulit langsung ditingkatkan secara bertahap sampai kalau memungkinkan dilakukan terus menerus.

Ketika ibu harus meninggalkan bayinya, maka bayi tersebut harus dibungkus dengan baik dan ditempatkan di tempat yang hangat, jauh dari hembusan angin , diselimuti dengan selimut hangat, atau jika tersedia ditempatkan dalam alat penghangat (inkubator). Selama perpisahan ibu dan bayi, anggota keluarga yang lain (ayah, nenek dll) dapat juga menolong melakukan kontak langsung dengan bayi dengan posisi kanguru. (lihat gambar)

Lama kontak kulit

Selama ibu dan bayi merasa nyaman, kontak kulit langsung ibu – bayi dapat berlanjut selama mungkin. Biasanya diteruskan hingga mencapai waktu tertentu (sampai berat badan mencapai 2500 g). Setelah itu biasanya bayi sudah menunjukkan tanda-tanda kurang nyaman dalam posisi kanguru. Bayi akan mulai menggeliat untuk menunjukkan bahwa ia merasa kurang nyaman, menarik badannya keluar, menangis dan menjadi rewel tiap kali si ibu mencoba melakukan kontak kulit. Pada saat inilah secara berangsur-angsur bayi mulai dilepaskan dari KMC.

7. Mengawasi kondisi bayi Suhu

Pengukuran suhu tubuh bayi masih diperlukan, tetapi tidak sesering pada bayi yang dirawat dengan metode konvensional.

Ketika KMC dimulai, pengukuran suhu ketiak dilakukan setiap 6 jam sampai stabil, terus menerus sampai 3 hari. Selanjutnya pengukuran hanya dilakukan 2 kali sehari.

Jika suhu tubuh dibawah 36,5oC hangatkan kembali bayi tersebut dengan selimut dan pastikan ibu berada di tempat yang hangat. Ukur suhunya 1 jam kemudian dan lanjutkan penghangatan sampai suhu menjadi normal. Jika suhu tidak kembali normal dalam 3 jam, pantau kemungkinan bayi tersebut terinfeksi bakteri.

Pernafasan

Buku Panduan Praktikum Keperawatan Anak 60 Frekuensi pernafasan normal bayi prematur/BBLR berkisar antara 30 – 60 kali permenit, nafas kadang-kadang diselingi periode apnu (tidak bernafas).

Namun demikian ibu harus waspada akan resiko apnu, ia harus dapat mengenalinya, mencegahnya dengan segera dan meminta pertolongan jika merasa khawatir.

Yang harus dilakukan ibu bila terjadi apnu :

a. Ajari ibu untuk mengamati pola pernafasan bayi dan jelaskan variasi pernafasan normal.

b. Jalaskan apa itu apnu dan pengar uhnya terhadap bayi.

c. Demonstrasikan pengaruh apnu dengan cara meminta ibu untuk menahan nafas sebentar (kurang dari 20 detik) dan menahan nafas untuk jangka waktu yang agak lama (20 detik atau lebih)

d. Jelaskan bila bayi berhenti bernafas selama 20 detik atau lebih, atau bayi menjadi biru (pada wajah dan bibirnya), ini mungkin tanda penyakit serius.

e. Ajari ibu cara merangsang bayi dengan menggosok secara lembut punggung atau kepalanya, sampai bayi mulai bernafas kembali. Jika tetap tidak bernafas, ibu dapat memanggil petugas kesehatan.

8. Ajari ibu untuk mengenali tanda-tanda bahaya dan anjurkan padanya agar mencari pertolongan ketika dirasa mengkhawatirkan. Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai antara lain :

a. Kesulitan bernafas – dada tertarik ke dalam, merintih.

b. Bernafas sangat cepat dan sangat lambat.

c. Serangan apnu sering dan lama.

d. Bayi terasa dingin; suhu bayi di bawah normal walaupun telah dilakukan penghangatan.

e. Sulit minum; bayi tidak terbangun untuk minum, berhenti minum atau muntah-muntah.

f. Kejang g. Diare

h. Kulit menjadi kuning

Buku Panduan Praktikum Keperawatan Anak 61 Pakaian bayi jika suhu dingin

Buku Panduan Praktikum Keperawatan Anak 62 F. CHECK LIST PENILAIAN (TOOLS)

NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT SKORE

0 1 2 Tahap Pra Interaksi

1. Mengecek program terapi 1

2. Mencuci tangan 1

3. Mengidentifikasi pasien dengan benar 1 4. Menyiapkan dan mendekatkan alat ke pasien 1

Tahap Orientasi

1. Salam, sapa, perkenalkan diri 1

2. Melakukan kontrak 1

3. Menjelaskan tujuan 1

4. Menjelaskan prosedur 1

5. Menanyakan kesiapan dan kerjasama pasien 1 Tahap Kerja

1. Menjaga privacy 1

2. Mengajak pasien membaca Basmalah 1

3. Mengukur suhu 2

4. Mengatur pakaian bayi 3

5.

Meletakkan bayi diantara payudara dengan posisi tegak seperti katak, dada bayi menempel ke dada ibu

8

6. Memalingkan kepala bayi ke arah kanan ayau kiri 8

7.

Mengikat bayi pada ibu dengan kuat

menggunakan kain agar bayi tidak tergelincir.

Jaga agar perut bayi tidak tertekan

8

Tahap Terminasi

1. Menyampaikan evaluasi 1

2. Menyampaikan rencana tindak lanjut / RTL 1

3. Mengajak pasien membaca Hamdalah 1

4. Berpamitan dan menyampaikan kontrak yang

akan datang 1

5. Membereskan dan mengembalikan alat 1

Buku Panduan Praktikum Keperawatan Anak 63

6. Mencuci tangan 1

7. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan

keperawatan 1

Penampilan selama tindakan

1. Ketenangan 1

2. Menjaga keamanan dan kenyamanan pasien 1 3. Menggunakan tehnik komunikasi terapeutik 1

TOTAL SCORE

Buku Panduan Praktikum Keperawatan Anak 64

Dalam dokumen PEMERIKSAAN FISIK PADA BAYI DAN ANAK (Halaman 58-65)

Dokumen terkait