Prosedur penelitian yang digunakan dapat dijelaskan melalui tahap-tahap sebagai berikut.
1. Tahap Persiapan
a. Kajian Teori dan Penelitian Pendahuluan
Sebelum dilakukan penelitian, terlebih dahulu semua variabel-variabel yang terlibat di dalam penelitian serta keterkaitan antar variabel dikaji secara teoritis. Selain itu dilakukan pula penelitian pendahuluan untuk mengetahui secara lengkap masalah yang ada di lapangan.
b. Ijin Penelitian
Peneliti mengurus Surat Ijin Penelitian dari Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia ditujukan kepada Perguruan Tinggi tempat dilakukannya penelitian.
Nuriana Rachmani Dewi, 2017
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS TINGKAT TINGGI DAN SELF-EFFICACY MAHASISWA MELALUI BRAIN-BASED LEARNING BERBANTUAN WEB
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
c. Penyusunan Instrumen Penelitian dan Perangkat Pembelajaran
Peneliti menyusun instrumen yang terdiri dari Tes Kemampuan Awal Matematis, Tes Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi, Skala Self-Efficacy, Lembar Observasi dan Pedoman Wawancara. Adapun perangkat pembelajaran yang disusun oleh peneliti yaitu Satuan Acara Perkuliahan dan Lembar Kerja Mahasiswa. Selain itu peneliti juga mengembangkan media website yang digunakan untuk mengunggah Lembar Kerja Mahasiswa dan soal-soal latihan, serta menu Forum Komunikasi yang digunakan mahasiswa untuk diskusi di luar jam perkuliahan.
d. Konsultasi dan Validasi Ahli
Instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran yang telah disusun selanjutnya dikonsultasikan kepada kepada dosen pembimbing. Setelah pembimbing menyetujui, instrumen dan perangkat pembelajaran tersebut divalidasi oleh para penimbang yang ahli di bidangnya. Peneliti melakukan revisi terhadap instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran berdasarkan masukan dari penimbang ahli tersebut.
e. Revisi Instrumen Penelitian dan Perangkat Pembelajaran berdasarkan Saran Penimbang Ahli
Peneliti melakukan revisi terhadap instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran berdasarkan masukan dari penimbang ahli tersebut.
f. Ujicoba dan Analisis Hasil Ujicoba
Hasil revisi Peneliti melakukan revisi terhadap instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran tersebut kemudian diujicobakan. Ujicoba ini meliputi ujicoba terbatas dan ujicoba kepada mahasiswa di luar sampel penelitian. Tes Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dianalisis berdasarkan hasil ujicoba untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan indeks kesukaran; sedangkan Skala Self-Efficacy dianalisis untuk mengetahui skor tiap butir pernyataan, validitas, dan reliabilitas. Sementara itu, perangkat pembelajaran dianalisis untuk mengetahui keterbacaan dan pemahaman dari isi Lembar Kerja Mahasiswa; alokasi waktu yang diberikan pada Satuan Acara Perkuliahan dan Lembar Kerja Mahasiswa; tingkat kesukaran dari Lembar Kerja Mahasiswa; serta
Nuriana Rachmani Dewi, 2017
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS TINGKAT TINGGI DAN SELF-EFFICACY MAHASISWA MELALUI BRAIN-BASED LEARNING BERBANTUAN WEB
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
keterlaksanaan dari Satuan Acara Perkuliahan, dan media dianalisis keefektivitasnya dalam pembelajaran.
g. Revisi Instrumen Penelitian dan Perangkat Pembelajaran berdasarkan Hasil Ujicoba
Instrumen dan perangkat pembelajaran direvisi sesuai hasil analisis ujicoba agar layak digunakan untuk penelitian.
h. Pemilihan Sampel Penelitian
Dalam penelitian ini, pemilihan sampel dilakukan menggunakan purposive sampling dan acak kelas.
2. Tahap Pelaksanaan Penelitian
a. Pemberian Tes Kemampuan Awal Matematis
Sebelum pelaksanaan pembelajaran, terlebih dahulu sampel penelitian diberikan Tes Kemampuan Awal Matematis. Tes ini digunakan untuk mengetahui kemampuan awal mahasiswa untuk kemudian dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu tinggi, sedang dan rendah.
b. Pemberian Pretes Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Skala Self-Efficacy (Awal)
Pada bagian ini, sampel penelitian diberikan Pretes Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Skala Self-Efficacy (Awal)
c. Pelaksanaan Pembelajaran dan Observasi
Untuk kelompok eksperimen, diimplementasikan Brain-Based Learning
Berbantuan Web, sedangkan kelompok kontrol diimplementasikan pembelajaran konvensional. Selama proses pembelajaran, dilakukan observasi oleh seorang observer. Hal ini dilakukan untuk mengamati aktivitas mahasiswa dan dosen selama proses pembelajaran berlangsung, serta memperoleh gambaran mengenai keterlaksanaan model pembelajaran yang digunakan.
d. Pemberian Postes Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Skala Self-Efficacy (Akhir)
Setelah proses pembelajaran, langkah selanjutnya adalah Postes Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Skala Self-Efficacy
Nuriana Rachmani Dewi, 2017
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS TINGKAT TINGGI DAN SELF-EFFICACY MAHASISWA MELALUI BRAIN-BASED LEARNING BERBANTUAN WEB
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
3. Tahap Akhir a. Pengolahan Data
Pengolahan data hasil penelitian dilakukan dengan bantuan software Software IBM SPSS Statistics 20 dan Microsoft Office Excel 2010.
b. Analisis Data
Analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, uji persyaratan analisis, dan pengujian hipotesis. Tujuan dari analisis data ini adalah untuk mengetahui pencapaian dan peningkatan Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Self-Efficacy mahasiswa yang memperoleh Brain-Based Learning Berbantuan Web dan pembelajaran konvensional, kontribusi/
Effect Size Brain-Based Learning Berbantuan Web terhadap pencapaian Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Self-Efficacy
mahasiswa berdasarkan Kemampuan Awal Matematis dan jenis program studi, interaksi antara pembelajaran dan Kemampuan Awal Matematis terhadap pencapaian dan peningkatan Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Self-Efficacy mahasiswa, interaksi antara pembelajaran dan jenis program studi terhadap pencapaian dan peningkatan Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Self-Efficacy mahasiswa serta asosiasi antara Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Self-Efficacy. Selain itu, dianalisis pula mengenai hasil pekerjaan mahasiswa terkait Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Self-Efficacy. c. Wawancara
Untuk mempertegas dan melengkapi data yang dirasakan kurang lengkap atau belum terjaring melalui tes, skala, dan observasi, maka dilakukan wawancara. Hal ini dilakukan untuk menggali informasi mengenai kesulitan yang dialami mahasiswa dalam penyelesaian soal tes, respon mahasiswa terkait pembelajaran yang diterapkan, serta hal-hal lain yang muncul selama penelitian.
d. Pembahasan
Pembahasan dilakukan berdasarkan hasil analisis data yang dihubungkan dengan teori-teori dan penelitian-penelitian yang relevan. Pembahasan ini
Nuriana Rachmani Dewi, 2017
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS TINGKAT TINGGI DAN SELF-EFFICACY MAHASISWA MELALUI BRAIN-BASED LEARNING BERBANTUAN WEB
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
meliputi Kemampuan Awal Matematis, pencapaian dan peningkatan Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Self-Efficacy
mahasiswa yang mendapatkan Brain-Based Learning Berbantuan Web dan pembelajaran konvensional, kontribusi Brain-Based Learning Berbantuan Web terhadap pencapaian Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Self-Efficacy mahasiswa, interaksi antara pembelajaran dan Kemampuan Awal Matematis terhadap pencapaian dan peningkatan Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Self-Efficacy mahasiswa, interaksi antara pembelajaran dan jenis program studi terhadap pencapaian dan peningkatan Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Self-Efficacy mahasiswa, asosiasi antara Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Self-Efficacy, gambaran kegitan mahasiswa dalam
Brain-Based Learning Berbantuan Web dan pembelajaran konvensional, pendapat mahasiswa tentang Brain-Based Learning Berbantuan Web, serta kesulitan yang dialami oleh mahasiswa dalam menyelesaikan soal Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi.
e. Kesimpulan, Implikasi, dan Rekomendasi
Setelah dilakukan pembahasan, langkah berikutnya adalah membuat kesimpulan serta memberikan implikasi dan rekomendasi.
Adapun prosedur pelaksanaan tersebut, jika dituangkan dalam bagan dapat dilihat pada Gambar 3.9.
Pembelajaran dengan Brain-Based Learning Berbantuan Web pada Kelompok Eksperimen, Observasi
Pembelajaran Konvensional pada Kelompok Kontrol, Observasi Obserasi Lapangan dan Pengkajian Teori Pengurusan Perijinan Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Instrumen Penelitian Validasi dan Pertimbangan dari Penimbang Ahli Revisi Perangkat Pembelajaran dan Instrumen Penelitian Ujicoba Perangkat Pembelajaran dan Instrumen Penelitian
Analisis Data Hasil Ujicoba
Penetapan Perangkat Pembelajaran dan Instrumen Penelitian
Tes Kemampuan Awal Matematis, Pretes Tes Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi dan Pemberian Skala Self-efficacy Awal
Postes Tes Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi, Pemberian Skala Self-efficacy Akhir
Wawancara
Data Pengolahan Data Data Analisis Data
Nuriana Rachmani Dewi, 2017
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS TINGKAT TINGGI DAN SELF-EFFICACY MAHASISWA MELALUI BRAIN-BASED LEARNING BERBANTUAN WEB
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu