• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Pelayanan Linen

Dalam dokumen Pedoman Linen Edith (Halaman 46-73)

9+& Perenanaan Linen 9+&+1+ Sentralisasi Linen

*entralisasi mer"pakan s"at" kehar"san yang di m"lai dari proses  peren<anaan, pemanta"an dan e=al"asi, di mana mer"pakan s"at" sikl"s  berp"tar.si;at linen adalah barang habis pakai. *"paya terpen"hi  persyaratan m"tlak yait"i kondisi yang selal" siap baik segi kalitas ma"p"n k"antitas, maka diperl"kan sistem penggandaan ata" pint" yang s"dah terprogram dengan baik. /nt"k it" di perl"kan kesepakatan# kasepakatan b"k" dan mer"pakan sat" kebiakan yang t"r"n dari pihak  *op Level Msnagement  yang kem"dian di aplikasikan menadi sat" standard yang har"s di alankan dan di laksanakan dengan prosed"r tetap @protapA dan pet"n"k teknis @"knisA yang selal" di e=al"asi.

9+&+2+ Standarisasi Linen

!inen adalah istilah "nt"k menyeb"tkan sel"r"h prod"k tekstil yang berada di r"mah sakit yang melip"ti linen di r"ang peraatan ma"p"n ba" bedah di r"ang operasi @-KA, sedangkan ba" peraat, as dokter ma"p"n ba" kera biasanya tidak di kelompokan pada kategori linen, tetapi di kategorikan sebagai seragam @niformA.

*e<ara ;"ngsional linen dig"nakan "nt"k ba", alas, pemb"ngk"s, lap dan sebagainya, sehingga dalam perkembangan manaemennya menadi tidak sederhana lagi, berh"b"ngan tiap bagian di r"mah sakit memp"nyai spesi;ikasi pekeraan, "mlah keb"t"han yang besar, ;rek"ensi <"<i yang tinggi, keterbatasan persediaan, pengg"naan yang maem"k dan  ,mage yang ingin di <apai. /nt"k it" diperl"kan standard linen, antara lainC

&. *tandard prod"k 

5erh"b"ngan sarana kesehatan bersi;at "ni=ersal, maka sebaiknya setiap r"mah sakit memp"nyai standar prod"k yang sama, agar bisa di  prod"ksi massal dan men<apai skala ekonomi. Prod"k dengan kalitas tinggi akan memberikan kenyamanan pada akt"  pemakaiannya dan memp"nyai akt" pengg"naan yang lebih lama, sehingga se<ara ekonomi lebih optim"m dibandingkan prod"k yang lebih m"rah.

$. *tandard desain

Pada dasarnya ba" r"mah sakit lebih mementingkan ;"ngsinya dari  pada estetikanya, maka desain yang sederhana, ergonomis dan "niseL mer"pakan pilihan yang ideal, ter"tama pada ba" bedah dan ba"  pasien. Sizing system dengan pembedaan arna, diaplikasikan pada  ba"#ba" tertent" "nt"k mengakomodasikan indi=id" pemakai. /nt"k 

kepentingan NpraktisO, beberapa r"mah sakit mengg"nakan sprei>laken  yang fitted  selain yang ;lat. 8ang tidak kalah pentingnya adalah pertimbangan pada akt" pemeliharaan, pengg"naan kan<ing dan sanb"ngan#samb"ngan ba" lebih baik dihindari.

3. *tandard material

Pemilihan material har"s dises"aikan dengan ;"ngsi, <ara  peraatan dan penampilan yang diharapkan. 5eberapa kain yang dig"nakan di r"mah sakit antara la"n <otton &%%, +%#%, T6#3, polyster&%% dengan anyaman plat ata" tili>drill, dengan proses akhir yang lebih spesi;ik, seperti C water repellent0 soil  release0 "cated0 dan sebagainya dan memp"nyai si;at dan  pengg"naan#pengg"naan tertent". Dengan adanya berbagai pilihan terseb"t mem"ngkinkan bagi kita "nt"k mendapatkan hasil terbaik  "nt"k setiap prod"k.

2arna pada kain>ba" "ga memberikan n"ansa tersendiri, sehingga se<ara psikologis memp"nyai pengar"h terhadap lingk"ngannya. -leh karena it", pemeliharaan arna sangat penting. )lternati; dari kain arna yang polos adalah kain dengan <orak moti;, trend ini memberikan n"ansa lebih santai dan modern.

4. *tandard "k"ran

/k"ran linen sebaiknya dipertimbangkan tidak hanya dari sisi  pengg"naan, tetapi "ga dari biaya pengadaan dan biaya operasional yang timb"l. Makin l"as dan berat, makin mahal biaya pengadaan dan  pengoperasiannya.

Dengan adanya "k"ran tempat tid"r yang standar, misalnya C :%L$%% <m, maka "k"ran linen distandarkan menadi C

# !aken &6%L$7 <m # *teek laken 7L&6% <m # eil 7%L&&% <m # *ar"ng bantal %L7% <m . *tandard J"mlah

Idealnya "mlah stok linen  par @kapasitasA dengan posisi 3 par   berp"tar di r"agan C stok & par terpakai,stok & pr di<"<i, stok & par  <adangan dan $ par mengendap dilogistik C & par s"dah terahit dan &  par ber"pa lembaran kain.

/nt"k "mlah linen yang dig"nakan dir"ang raat dan operasi  perhit"ngan sebagai berik"t C

# !inen kamar  

Penggantioan linen kamar di r"mah sakit sangat ber=ariati; dari &L& hari sampai &L3 hari. )pa bila rata#rata &L$ hari sedangkan  "mlah tempat tid"r 3%% dan 5-R 9% dengan lama pen<"<ian &

hari, serta ren<ana par stok  maka keb"t"han linennya adalah C # !inen -K  

Persediaan linen -K yang ideal sangat kr"sial, mengingat standard  prosed"r di r"ang -K sangat keras.

)pa bila r"mah sakit dengan  r"ang -K dan ;rek"ensi operasi  kali>sehari, yang masing#masing ditangani oleh 7 operator, lama <"<i linen & hari dan par stok 3, maka keb"t"han linennya adalah C  0am"n ada r"mah sakit tertent" yang menambah  swafety stock 

menadi 4 par, mengingat sering teradinya keadaan di l"ar ren<ana sehari#hari.

6. *tandard pengg"naan

!inen yang baik sehar"snya tahan <"<i sampai 3% kali dengan  prosed"r normal. *ebaiknya setiap r"mah sakit menent"kan standard kelaikan seb"ah linen, apakah dengan "m"r linen, kondisi ;isik ata" dengan ;rek"ensi <"<i. /nt"k it" sebaiknya linen diberi identitas sebagai berik"t C

In;ormasi yang ditampilkan C

# !ogo r"mah sakit dan nama r"mah sakit @in;ormasi elasA # Tanggal beredar misalnya 7 sept.$%%$ @in;ormasi elasA # Item "k"ran C laken &6%L$7 @in;ormasi elasA

# 0o.ID C %%#&$ adalah no. Identitas dari laken yang beredar  se"mlah &$ dan laken terseb"t bernomor %%.

# R/ C M!T adalah R/ C r"angan CM!T C melati adalah penegasan  baha linen yang beredar hanya di r"ang melati.

9+&+3+ Mesin -ui

Persyaratan mesin <"<i C

&. Mesin <"<i dengan kapasitas besar @diatas &%% kgA yang disarankan memiliki $ @d"aA kompartemen @pint"A yang membedakan antara

memas"kan linen kotor in;eksi"s>non dengan hasil pen<"<ian linen  bersih. )ntara $ koportemen dibatasi oleh partisi yang kedap air.maks"d dari pemisahan terseb"t adalah menghindari kontaminasi dari linen kotor dengan linen bersih baik dari lantai, alat, ma"p"n "dara.

$. Mesin <"<i "k"ran sedang dan ke<il @$#&%% kgA tanpa penyekat seperti pada point & dapat dig"nakan dengan memperhatikan batas r"ang kotor dan bersih dengan elas.

3. Pipa pemb"angan limbah <air hasil pen<"<ian @pemanasan#desin;eksiA lans"ng dialirkan ke dalam sistem pemb"angan tang terpendam dalam tanah men"" pipa IP)!.

4. Peralatan pend"k"ng yang m"tlak dig"nakan "nt"k membant" proses  pemanasan#desin;eksi.

# Pen<atat s"h" @termometerA pada mesin <"<i.

# Termostaat "nt"k membant" meningkatkans"h" pada mesin <"<i. # #lass1 ka<a "nt"k melihat le=el air.

#  +low meter  pada inlet air bersih ke mesin <"<i "nt"k meng"k"r   "mlah air yang dib"t"hkan pada saat pengen<eran bahan kimia

ter"tama pada saat desin;eksi. 9+&+4+ ena,a Laudry

/nt"k men<egah in;eksi yang teradi di dalam pelaksanaan kera terhadap tenaga pen<"<i maka perl" ada pen<egahan dengan C

# Pemeriksaan kesehatan sebel"m kera, pemeriksaan berkala. # Pemberian im"nisasi poliomyelitis, tetan"s, 51 dan heptitis

# Pekera yang memiliki permasalahan dengan k"lit C l"ka#l"ka, r"am, kondisi k"lit eks;oliati; tidak boleh melak"kan pen<"<ian.

9+(+ Penatalaksanaan Linen

Penatalaksanaan linen di bedakan men"r"t lokasi dan kem"ngkinan transmisi organisme berpindah C

# Di r"angan#r"angan

# Peralanan transportasi linen kotor  # Pen<"<ian di landry

# Penyimpanan linen bersih # Distrib"si linen bersih

!inen kotor yang dapat di<"<i li la"ndy dikategorikanC

# !inen kotor in;eksi"s C linen yang terkontaminasi dengan darah, <aira t"b"h dan ;eses ter"tama yang berasal dari in;eksi T5 par", in;eksi Salmonella dan Shigella  @sekresi dan ekskresiA, '5+ dan

'I+ @ika terdapat noda darahA dan in;eksi lainnya yang spesi;ik  @*)R*A dimas"kkan kedalam kant"ng dengan segel yang dapat terlar"t di air dan kembali dit"t"p dengan kant"ng l"ar berarna k"ning bert"liskan terin;eksi.

# !inen kotor tidak terin;eksiC linen yang tidak terkontaminasi darah, <airan t"b"h dan ;eses yang berasal dari pasien lainnya se<ara r"tin s"ngg"hp"n linen yang diklasi;ikasikan dari sel"r"h pasien#pasien yang berasal dari s"mber r"ang isolasi yang terin;eksi.

!inen ata" pakaian pasien yang terin;eksi bahan kh"s"s seperti  Lassa fever ata" antraL sebaiknya dilak"kan a"tokla; sebel"m dikirim ke  Landry @pen<"<ianA ata" kons"ltasikan dengan bagian yang menangani in;eksi.

/nt"k lebih terperin<i penanganan linen dibedakan dengan lokasi sebagai berik"tC

a. Pengelolaan linen dir"angan

*eperti yang diseb"tkan diatas yang dimaks"d dengan linen yang in;eksi"s dan non in;eksi"s yang se<ara spesi;ik  diperlak"kan se<ara kh"s"s dengan kant"ng linen yang berbeda. Persyaratan kant"ng linen di r"angan#r"anganC

&A Kant"ng linen in;eksi"s @dapat dis"kai "langA

Kant"ng linen in;eksi"s terdiri dari d"a kant"ng yang memiliki kriteriaC

Kant"ng dalam

# Terb"at dari bahan plastik tahan panas hingga &%%% dan tahan bo<or 

# 5ent"k segi empat dengan bagian yang terb"ka mer"pakan panang kant"ng

# 2arna bening

# /k"ran ke<il hingga sedang

Kant"ng l"ar 

# Terb"at dari bahan plastik tahan panas hingga &%%% dan tahan bo<or 

# 5ent"k segi empat

# 2arna k"ning bert"liskan linen in;eksi"s # /k"ran sedang hingga besar 

$A Kat"ng linen non in;eksi"s

# Terb"at dari bahan plastik tahan panas hingga &%%% dan tahan bo<or 

# 5ent"k segi empat

# /k"ran sedang hingga besar 

Penanganan linen dim"lai dari proses ver!eden @penggantian linenA. Pelaksanaan ver!eden  dilak"kan oleh  peraat dimana sebel"m dilak"kan penggantian linen  bersih har"s melepaskan linen kotor dengan demikian  peraat terseb"t akan kontak dengan linen kotor baik it"

linen kotor in;eksi"s ma"p"n tidak terin;eksi. Prosed"r "nt"k linen kotor in;eksi"sC

&. 5iasakan men<"<i tangan hygienis dengan sab"n paling tidak &%#& detik sebel"m dan ses"dah melak"kan  pekeraan.

$. 1"nakan )PDC sar"ng tangan, masker dan apron.

3. Persiapkan alat dan bahanC sikap, spayer, ember dengan t"lisan linen in;eksi"s, kant"ng dalam linen in;eksi"s, kant"ng l"ar in;eksi"s, lem arna merah "nt"k t"t"p dan sebagai segel.

4. !ipat bagian yang terin;eksi dibagian dalam lal" ma"kan linen kotor in;eksi"s kedalam ember tert"t"p dan baa ke spoel hock .

. 0oda darah ata" ;eses dib"ang kedalam baskom,  basahan dengan air alam spayer dan mas"kkan kedalam kant"ng transparan dengan pemisah antar linen arna dan linen p"tih @kant"ng kh"s"s linen kotor in;eksi"sA. *ampah ter<amp"r seperti ar"ng s"ntik tempatnya diadah penamp"ng ar"m s"ntik.

6. !ak"kan pen"t"pan kant"ng dengan bahan lem k"at yang berarna merah @masih dapat lepas pada s"h"  pemanasan#sesin;eksiA yang "ga ber;"ngsi sebagai

segel.

7. 5eberapa kant"ng linen kotor in;eksi"s yang s"dh tert"t"p>segel dimas"kkan kembali kedalam kant"ng l"ar berarna @ses"ai dengan standarA

:. K"mp"lkan ke troli linen kotor siap dibaa ke landry dalam keadaan tert"t"p.

Prosed"r "nt"k linen kotor tidak terin;eksiC

&. 5iasakan men<"<i tangan hygieni< dengan sab"n paling tidak &%#& detik sebel"m dan ses"dah melak"kan  pekeraan.

$. 1"nakan )PDC sar"ng tangan, masker dan apron

3. Persiapkan alat dan bahanC sikat, spayer,ember dengan t"lisan linen tidak terin;eksi, kant"ng linen tidak  terin;eksi.

4. !ipat bagian yang terkena noda dibagian dalam lal" mas"kkan linen kotor kedalam ember tert"t"p dan  baa ke spoel hock$

. *iapkan troli linen kotor dekat r"ang spoel hook$

6. 5eberapa kant"ng linen kotor yang s"dah tert"t"p siap dimas"kkan dan dik"mp"lkan ke troli linen kotor "nt"k  dibaa ke landry.

 b. Transportasi

Transportasi dapat mer"pakan bahaya potensial dalam menyebarkan organisme, ika linen kotor tidak tert"t"p dan  bahan troli tidak m"dah di bersihkan.

Persyaratan alat transportasi linen C

# Dipisahkan antara tr"li linen kotor dengan linen  bersih ,ika tidak ,maka adah penamp"ng yang

terpisah.

# 5ahan terb"at dari stainless stell @baa anti karatA. # Jika mengg"nakan adah dan arna yang berbeda. # 2adah mamp" menamp"ng beban linen.

# 2adah m"dah terlepas dan setiap saat habis di;"ngsikan selal" di<"<i @siapkan <adanganA demikian  p"la dengan troli selal" dibersihkan.

# M"atan>loading linen kotor>bersih tidak berlebihan. # 2adah memiliki t"t"p.

<. !a"ndry

Tahapan kera di landry C

&. Penerimaan linen kotor dengan prosed"r pen<atatan $. Pemilahan dan penimbangan linen kotor 

3. Pen<"<ian 4. Pemerasan . Pengeringan 6. Penyetrikaan

7. Pelipatan 9. Penyimpanan :. Pendistrib"sian

&%. Penggantian linen r"sak 

Pada saat proses penerimaan#penyetrikaan mer"pakan  proses yang kr"sialdimana kem"ngkinan organisme masih

hid"p ,maka pet"gas diaibkan mengg"nakan )PD. )lat pelind"ng diri yang dig"nakan pet"gas landry C

# Pakaian kera dari bahan yang menyerap keringat

# )pron

# *ar"ng tangan

# *epat" boot dig"nakan pada area yang basah

# Masker diginakan pada proses pemilahan dan sortir *ebel"m dan ses"dah melak"kan pekeraan biasakan men<"<i tangan ,sebagai "paya pertahanan diri.

Penelasan lebih lan"t tahapan perkeraan di  Landry sebagai berik"t C

)d.&. Penerimaan linen kotor dan peninbangan prosed"r   pen<atatan

!inen kotor diterima yang bersasal dari r"angan di<atatat berat timbangan sedangkan "mlah sat"an  berasal dari in;ormasi r"angan dengan ;orm"lin yang s"dah distandarkan.Tidak dilak"kan  pembongkaran m"atan "nt"k men<egah penyebaran

organisme.

)d.$. Pemilahan dan penimbangan linen kotor 

&. !ak"kan pemilahan berdasarkan beberapa kriteria C # !inen in;eksi"s berarna

# !inen in;eksi"s p"tih

# !inen tidak terin;eksi berarna # !inen tidak terin;eksi

# !inen asal -K @disediakan aringA karena terdiri  pakaian dengan banyak tali

# !inen berkerah dan bertali disediakan aring "nt"k proses pen<"<ian

$. /paya tidak melak"kan pensortiran.Persortiran "nt"k  linen in;eksi"s sangat tidak dian"rkan,pengg"naan kant"ng seak dari r"angan adalah salah sat" "paya menghindari sortir.

3. Penimbangan ses"ai dengan kapasitas dan kriteria dari point dimaks"dkan "nt"k menghit"ng keb"t"han  bahan#bahan kimia dalam tahapan pen<"<ian

4. Kel"arkan linen in;eksi"sdari kant"bg l"ar dan mas"kan kant"ng l"ar tanpa memb"ka segel.

)d.3. Pen<"<ian

Pen<"<ian memp"nyai t""an selain menghilangkan noda @bersihA,aet @tidak <epat rap"hA,nam"n memen"hi persyaratan sehat @bebas dari mikroorganisme patogenA.*ebel"m melak"kan  pen<"<ian setiap harinya lak"kan pemanasan 

desin;eksi "nt"k memb"n"h sel"r"h mikroorganismeyang m"ngkin t"mb"h dalam semalam di mesin#mesin <"<i. /nt"k dapat men<apai t""an pen<"<ian,har"s mengik"ti  persyaratan teknis pen<"<ian C

&. 2akt"

2akt" mer"pakan bagian yang tidak terpisahkan dengan temperat"r dan bahan kimia g"na men<apai hasil <"<ian yang bersih, sehat. Jika akt" tidak ter<apai ses"ai dengan yang dipersyaratkan, maka kera bahan kimia tidak   berhasil dan yang terpenting mikroorganisme dan  enis pests seperti k"t" dan t"nga" tidak mati. $. *"h"

*"h" yang direkomendasikan "nt"k tekstil C kat"n Q :%%E polykat"n Q 9%%E polyester Q 7%E ool dan silk Q 3%%. *edangkan s"h" terkait dengan  pen<amp"ran bahan kimia dan prosesC

# Proses pra <"<i dengan tanpa>bahan kimia dengan s"h" normal

# Proses <"<i dengan bahan kimia alkali dan detergent "nt"k linen arna p"tih 4#%%, "nt"k linen arna 6%#9%%.

# Proses !leaching  ata" dilak"kan desin;eksi 6% ata" 7&%.

# Proses bilas I dan II dengan s"h" normal # Proses penetralan dengan s"h" normal

# Proses pelemb"t>pengkaian dengan s"h" normal

3. 5ahan kimia

5ahan kimia yang dig"nakan terdiri dari C alkali, em"lsi;ier, detergent, !leach 3 <horine !leach dan

oksigen !leachA,  sor0 softener dan

 starch$masing#masing memp"nyai ;"ngsi sendiri. Penanganan linen in;eksi"s dipersyaratkan mengg"nakan bahan kimia hlorine ;orm"lasi & ata" &%.%%% ppm a=.I$ @"nt"k =ir"s 'I+'5+A./nt"k hlorine yang dipasangkan "nt"k  Landry  biasanya memiliki bahan akti;  &% ata" &%%.%%% ppm a=.I$

4. Me<hani<al a<tion

Me<hani<al a<tion adalah p"taran mesin pada saat  proses pen<"<ian . ;aktor#;aktor yang

mempengar"hi me<hani<al a<tion adalah C

• !oading>m"atan tidak nses"ai dengan kapasitas mesin.Mesin har"s dikosongkan $dari kapasitas mesin.sebagai <ontoh Ckapasitas mesin % kg,maka loading>beban yang dimas"kan tidak boleh lebih dari 37, kg.

• !e=el air yang tidak tepat

!e=el air adalah "mlah air yang diperl"kan sebagai pengen<er bahan kimia yang terdiri dari le=el CTI011I F % dari kapasitas dr"m E*(D)01 F3$ dari kapasitas dr"m dan ER(0D)' F&6,6 dari kapasitas dr"m.

• Motor penggerak yang tidak stabil

Motor penggerak yang tidak stabil dapat disebabkanproses yang tidak simetris lagi dan atomatic reverse yang tidak   bekera.Pemeliharaan yang kontin" tidak 

akan membiarkan kondisi ini teradi,karna hasil <"<ian tidak maksimal, "ga dapat merembet ker"sakan pada komponen lainnya.

•  Takaran deteren yang berlebihan

Takaran deteren yang berlebihan mengakibatkan meli<inkan linen dan b"sa yang berlebihan akan mengakibatkan sedikit gesekan.

• 5ahan kimia

5ahan kimia akan ber;"ngsi dengan baik  apabila 3 ;aktor terseb"t diatas ber;"ngsi dengan baik.mengg"nakan bahan kimia  berlebihan tidak akan memb"at hasil lebih  baik,begit" "ga apabila teradi kek"rangan. Persyaratan pemanasan#dein;eksi "nt"k   pen<"<ian adalah 6o selama &% menit ata"

7%odengan bahan kimia hlorine & @&%.%%% ppm a= I$A.

/nt"k lebih elasnya tahapan yang mer"pakan sat" kesat"an pada proses operasional ,s"h",akt",p' dan le=el air dapat di standarkan sebagai berik"tC

M(T-D( T(K0I* M(0/I !I0(0 DI R/M)' *)KIT T' P -P(R)*I-0)! 5)')0 KIMI) */'/ @%A 2)KT/ @M(0IT A D-*I * @g>!A  p' )IR  !(+(!

& Pra <"<i 0on> 0ormal (m"lsi;ier  3# ...g &%#&& Tiggi $ 5"ang # # # # # # 3 "<i )lkaline Detergen 4%#%@A 6%#9%@A $ 9 ...g ...g &$#&3 &&#&$ Rendah 4 5"ang # # # # # #  Bleaching  @men<emerlangkan A hlorine@p A -Lygen@A 6 7& &% 3 ...g 9#: Rendah 6 5"ang # # # # # #

7 5ilas& )ir 0ormal 3# # # #

9 5"ang # # # # # #

: 5ilas II )ir 0ormal 3# # # Tinggi

&% 5"ang # # # # # #

&& Penetralan Sor   0ormal 3# ....g 4# Rendah

&$ 5"ang % # # # # # &3 Pelemb"t> Pengkanian Sorch1Sof   0ormal ...g # Rendah &4 5"ang % # # # # # & Pemerasan % # #9 # # # KeteranganC

# 2 F !inen 2arna C -Lygen 5lea<h F "nt"k linen arna # P F !inen P"tih C hlorine 5lea<h F "nt"k linen p"tih

# -perasional 5lea<hing C aib dilak"kan pada linen kotor in;eksi"s dimana ;"ngsi hlorine>-Lygen sebagai desin;eksi @ ;orm"lasi ses"ai dengan  persyaratanA dan s"h" dan akt" mer"pakan sat" kesat"an.

# -perasional 5lea<hing C aib dilak"kan pada linen kotor in;eksi"s dan tidak  terin;eksi sebagai desin;eksi. "ngsi hlorine yang lain sebagai  pen<emerlang.

# Dosisi dises"aikan dengan tingkat noda @ringan, sedang dan beratA )d. 4. Pemerasan

Pemerasan mer"pakan proses peng"rangan kadar air  setelah tahap pen<"<ian selesai. Pemerasan dilak"kan dengan mesin <"<i yang "ga memiliki ;"ngsi

 pemerasan>eLtra<tor, nam"n ika mesin e<tra<tor  terpisah, maka diperl"kan troli "nt"k memindahkan hasil

Dalam dokumen Pedoman Linen Edith (Halaman 46-73)

Dokumen terkait