• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Pemberian Kredit

Dalam dokumen ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA (Halaman 78-85)

BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN

4.2 Sistem Wewenang dan Prosedur Pencatatan yang

4.2.1 Prosedur Pemberian dan Pengembalian Kredit

4.2.1.1 Prosedur Pemberian Kredit

Sebelum membahas proses pemberian kredit pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Garut ada baiknya mengetahui tentang golongan kredit, uang pinjaman dan tarif sewa modal terlebih dahulu untuk menentukan suatu kredit termasuk dalam golongan kredit apa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.1

Daftar Uang Pinjaman, Tarif sewa Modal Berdasarkan Golongan Kredit

Sumber : PT. Pegadaian (Persero) Cabang Garut

Tabel 4.1 merupakan tabel pembiayaan Kredit Cepat Aman (KCA) pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Garut, terdiri dari golongan, uang pinjaman, tarif sewa modal dan lama pinjaman. Perhitungan bunga berdasarkan pada kelipatan 15

Pembiayaan KCA (Gadai Konvensional)

Golongan Uang Pinjaman (UP) Tarif Sewa Modal Lama Pinjaman

(Hari)

Min Max Emas Non-Emas

A 50.000 500.000 0,750%xUP 0,750%xUP 1 s/d 120 B1 500.001 1.000.000 1,150%xUP 1,150%xUP 1 s/d 120 B2 1.000.001 2.500.000 1,150%xUP 1,150%xUP 1 s/d 120 B3 2.500.001 5.000.000 1,150%xUP 1,150%xUP 1 s/d 120 C1 5.000.001 10.000.000 1,150%xUP 1,150%xUP 1 s/d 120 C2 10.000.001 15.000.000 1,150%xUP 1,150%xUP 1 s/d 120 C3 15.000.001 20.000.000 1,150%xUP 1,150%xUP 1 s/d 120 D 20.000.001 1.000.000.000 1,000%xUP 1,000%xUP 1 s/d 120

hari dan dalam pemberian tarif sewa modal nasabah juga dikenakan biaya administrasi yang dipotong langsung dari uang pinjaman.

Setelah mengetahui tentang golongan kredit, uang pinjaman dan tarif sewa modal maka selanjutnya adalah mengetahui pengelompokan dan spesifikasi barang jaminan berdasarkan jenis barang jaminan pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Garut. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.2

Pengelompokan dan Spesifikasi Barang Jaminan Berdasarkan Jenis Barang Jaminan

Sumber : PT. Pegadaian (Persero) Cabang Garut

Tabel 4.2 menjelaskan barang yang dapat diterima sebagai barang jaminan untuk memperoleh kredit. Untuk barang non-emas maka harus disertakan kelengkapan barang jaminannya seperti kardus, kwitansi, kartu garansi dan lain-Jenis Barang

Jaminan Pengelompokan Barang Jaminan Spesifikasi

Barang Gudang

Barang Elektronik

Televisi, DVD, VCD, LCD, tape, radio, video games, mesin fax, mesin

fotocopy, printer, receiver parabola, mesin hitung, dll

Komputer Laptop, notebook, personal komputer Motor

Sepeda motor, traktor, pompa air, mesin pemotong rumput, generator,

kompresor, gergaji mesin Kamera Kamera digital, tustel, handycam Telepon Handphone, pesawat telepon

Sepeda MTB, sepeda mini, sepeda balap, sepeda klasik, sepeda gunung Barang lain Gitar listrik, gitar akustik, gamelan Barang

Kantong

Perhiasan Perhiasan emas, perak, dll Batu Mulia Permata, intan, berlian, dll Barang

Mewah Barang-barang non perhiasan

Mobil keluaran terbaru, mobil klasik, motor besar, dll

lain. Untuk barang jaminan non emas, taksiran gadainya sekitar 50% dari harga

second barang tersebut.

Prosedur pemberian kredit pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Garut adalah sebagai berikut:

1. Prosedur permintaan kredit

a. Nasabah mengambil dan mengisi Formulir Permintaan Kredit (FPK). b. Nasabah menyerahkan FPK yang telah diisi dengan melampirkan Bukti

Pendukung (BP) yaitu fotocopy KTP/ identitas lainnya serta Barang Jaminan (BJ) yang akan dijaminkan.

2. Prosedur taksiran barang jaminan

a. Penaksir menerima FPK dengan lampiran fotocopy KTP/ identitas lainnya beserta Barang Jaminan (BJ) dari nasabah.

b. Penaksir memeriksa kelengkapan kebenaran pengisian FPK dan Barang Jaminan (BJ) yang dijaminkan.

c. Penaksir menandatangani FPK (pada badan dan kitirnya) sebagai tanda bukti penerimaan Barang Jaminan (BJ) dari nasabah.

d. Menyerahkan kitir FPK kepada nasabah.

e. Penaksir melakukan taksiran untuk menentukan nilai Barang Jaminan (BJ) sesuai dengan Buku Peraturan Menaksir (BPM) dan Surat Edaran (SE) yang berlaku.

f. Menentukan besarnya Uang Pinjaman (UP) yang dapat diberikan kepada nasabah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

g. Mencatat nilai taksiran dan uang pinjaman pada Buku Taksiran Kredit (BTK), menerbitkan Surat Bukti Kredit (SBK), dan menandatangani SBK rangkap dua sesuai dengan kewenangannya.

3. Prosedur pencairan kredit

a. Penaksir menyerahkan SBK asli dan SBK dwilipat kepada kasir. b. Kasir menerima SBK asli dan SBK dwilipat dari penaksir.

c. Kasir mencocokan SBK tersebut dengan kitir FPK yang diserahkan oleh nasabah.

d. Kasir menyiapkan dan melakukan pembayaran UP sesuai dengan jumlah yang tercantum pada SBK.

e. Kasir menyerahkan SBK asli beserta uang pinjaman kepada nasabah sedangkan SBK dwilipat diserahkan kepada bagian administrasi.

f. Membuat Laporan Rekening Koran (LRK) berdasarkan Buku Kredit (BK) dan mencocokannya dengan Buku Penerimaan Barang Jaminan (BPBJ) yang di buat penaksir

4. Prosedur pencatatan

a. Bagian Administrasi menerima badan SBK dwilipat, Laporan Rekening Koran (LRK) dan kitir FPK dari kasir.

b. Mencatat semua transaksi pemberian kredit semua golongan berdasarkan SBK dwilipat yang diterima dari kasir kedalam Kas Kredit (KK) rangkap dua, selanjutnya dicatat di dalam Buku Kredit dan Buku Kas rangkap dua.

c. Pada akhir jam kantor, petugas administrasi membuat rekapitulasi kredit berdasarkan badan SBK dwilipat dan Buku Kredit serta mencatatnya pada Ikhtisar Kredit dan Pelunasan (IKPL).

5. Prosedur penyimpanan barang jaminan

a. Penaksir memasukan barang jaminan ke dalam kantong dan menempelkan kitir dwilipat SBK. Setelah itu kantong barang jaminan di plombir.

b. Penaksir menyerahkan barang jaminan yang telah di plombir kepada penyimpan.

c. Penyimpan menerima dan menghitung Barang Jaminan (BJ) yang diserahkan oleh penaksir.

d. Pada akhir jam tutup kantor, penyimpan mencocokan Barang Jaminan (BJ) yang telah diterima dengan jumlah yang tertera pada buku penerimaan barang jaminan dan apabila telah cocok, petugas

membubuhkan tandatangan pada kolom “penerimaan” dan di catat di Buku Gudang (BG).

e. Barang Jaminan (BJ) yang di terima di simpan di gudang sesuai dengan golongan, rubik dan bulan kredit Barang Jaminan (BJ).

Adapun tahapan atau langkah-langkah pemberian kredit gadai pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Garut dapat dilihat pada gambar Flow Chart sebagai berikut:

BP BJ 2 2 BP 2 Rp BJ

Nasabah Penaksir Kasir Administrasi Penyimpan

Dicocokan

Keterangan:

FPK : Formulir Permintaan Kredit BJ : Barang Jaminan

BP : Bukti Pendukung SBK : Surat Bukti Kredit

BPBJ : Buku Penerimaan Barang Jaminan SP : Slip Penerimaan

LRK : Laporan Rekening Koran BK : Buku Kredit

IKPL : Ikhtisar Kredit dan Pelunasan BG : Buku Gudang

Rp : Uang Tunai

Gambar 4.1

Flow Chart Prosedur Pemberian Kredit Gadai

1 Diisi&dilengkapi bukti pendukung BP BJ 2 FPK Memeriksa kelengkapan & melaksanakan taksiran SP 1 catat BPBJ 3 FPK SBK 1 Pembayaran dan Pendistribusian 4 5 FPK T SBK 1 SBG 1 LRK BK T LRK SBK 2 catat IKPL T SBK 2 BG T N FPK FPK catat

Berdasarkan penelitian, prosedur pemberian kredit pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Garut telah dilaksanakan dengan memadai, hal ini dapat dilihat dengan adanya tahapan-tahapan pemberian kredit sebagai berikut:

1. Adanya prakarsa dan analisa permohonan kredit yaitu berupa formulir permintaan kredit (FPK) dari nasabah, hal ini dapat dilihat pada prosedur permintaan kredit.

2. Adanya tahap pemberian rekomendasi, apabila nilai barang jaminan yang telah ditaksir kurang dari nilai yang dibutuhkan oleh nasabah maka penaksir akan memberikan rekomendasi sesuai dengan taksiran barang jaminan. Hal ini dapat dilihat pada prosedur taksiran barang jaminan.

3. Adanya tahap pemberian putusan kredit yaitu pemberian kredit kepada nasabah yang telah memenuhi seluruh persyaratan sesuai dengan ketentuan perusahaan. Pemberian kredit dapat dilihat pada prosedur taksiran barang jaminan.

4. Adanya tahapan persetujuan pencairan kredit, persetujuan pencairan kredit ini telah disetujui dan diotorisasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam tahap persetujuan juga telah termasuk prosedur pemberian kredit, prosedur pencatatan dan prosedur penyimpanan barang jaminan.

Menurut Suhardjono (2003:195) “Prosedur kredit dibagi dalam empat tahap diantaranya: tahapan prakarsa dan analisa permohonan kredit, tahapan pemberian rekomendasi kredit, tahapan pemberian putusan dan tahapan persetujuan pencairan kredit”.

Dalam dokumen ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA (Halaman 78-85)

Dokumen terkait