• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

3.2 Prosedur Penelitian

3.2.1 Pembuatan Larutan Pereaksi 3.2.1.1 Pembuatan larutan H2SO4 1,25%

Dipipet 3,22 mL larutan Asam sulfat, kemudian dimasukkan ke dalam labu takar 250 mL, diencerkan dengan akuades sampai garis tanda.

Nurul Huda Effendi : Pengaruh Penambahan Variasi Massa Pati (Soluble Starch) Pada Pembuatan Nata De Coco Dalam Medium Fermentasi Bakteri Acetobacter xylinum, 2009.

3.2.1.2 Pembuatan Buffer Asetat pH 4

Ditimbang 2,429 g CH3COONa dan 10,232 gram CH3COOH glasial dan dimasukkan ke dalam labu takar 1000 mL dan dilarutkan dengan akuades sampai garis tanda.

3.2.1.3 Pembuatan Larutan NaOH 1,25%

Ditimbang 12,5 g NaOH dimasukkan ke dalam labu takar 1000 mL, dilarutkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan

3.2.1.4 Pembuatan Larutan K2SO4 10%

Sejumlah 10g K2SO4 dimasukkan ke dalam labu takar 100mL, dilarutkan dengan akuades sampai garis tanda lalu dihomogenkan.

3.3.2 Pembuatan Starter

Air kelapa 500 ml disaring dengan menggunakan kertas saring, dimasukkan ke dalam gelas beaker. Kemudian ditambahkan urea 2,5 g, gula 100 g, dan buffer asetat sampai larutan mempunyai pH 4. Lalu dipanaskan hingga mendidih sambil diaduk, setelah itu ditutup dan didinginkan sampai suhu kamar. Dimasukkan ke dalam gelas Erlenmeyer yang telah disterilkan. Diinokulasi dengan starter Acetobacter xylinum sebanyak 100 ml. Difermentasikan selama 1 minggu dalam ruangan tertutup pada suhu kamar hingga terbentuk lapisan nata putih di atasnya.

3.3.3 Pembuatan Nata de Coco

Air kelapa 50 ml disaring dengan menggunakan kertas saring, dimasukkan ke dalam gelas beaker. Kemudian ditambahkan urea 0,25 g, gula 5 g, dan buffer asetat sampai larutan mempunyai pH 4. Lalu dipanaskan hingga mendidih sambil diaduk, setelah itu ditutup dan didinginkan sampai suhu kamar. Diinokulasi dengan starter Acetobacter xylinum sebanyak 5 ml.

Nurul Huda Effendi : Pengaruh Penambahan Variasi Massa Pati (Soluble Starch) Pada Pembuatan Nata De Coco Dalam Medium Fermentasi Bakteri Acetobacter xylinum, 2009.

Difermentasikan selama 13 hari dalam ruangan tertutup pada suhu kamar. Hasil fermentasi selanjutnya dianalisa.

3.3.4 Pembuatan Nata de Coco dengan penambahan Pati (Soluble Starch)

Air kelapa 50 ml disaring dengan menggunakan kertas saring, dimasukkan ke dalam gelas beaker. Ditambahkan urea 0,25 g, gula 5 g, pati (soluble starch) dengan variasi massa 0,5%, 1,0%, 1,5%, 2,0%, 2,5%, dan 3,0%, dan buffer asetat sampai larutan mempunyai pH 4. Lalu dipanaskan hingga mendidih sambil diaduk dengan magnetik stirer, setelah itu ditutup dan didinginkan sampai suhu kamar. Diinokulasi dengan starter Acetobacter xylinum sebanyak 5 ml. Difermentasikan selama 13 hari dalam ruangan tertutup pada suhu kamar. Hasil fermentasi selanjutnya dianalisa.

3.3.5 Parameter yang Diamati

3.3.5.1 Pengukuran Ketebalan Nata de Coco

Dilakukan pengukuran ketebalan Nata de coco dengan menggunakan jangka sorong pada empat tempat yang berbeda kemudian dihitung ketebalan rata-rata nata.

3.3.5.2 Kadar Air

Nata de coco ditimbang sebanyak 5 g dalam cawan porselen yang telah diketahui beratnya. Dikeringkan dalam oven pada suhu 105oC selama 6 jam. Didinginkan dalam desikator selama 20 menit, kemudian ditimbang. Dihitung berat air yang menguap dengan rumus :

% 100 ker % x basah sampel berat ing sampel berat basah sampel berat air kadar = 3.3.5.3 Kadar Abu

Nata de coco ditimbang sebanyak 5 g dalam cawan crucible yang telah diketahui beratnya. Dibakar dalam tanur pengabuan pada suhu 500oC selama 6 jam sampai diperoleh abu berwarna putih abu-abu. Didinginkan dalam

Nurul Huda Effendi : Pengaruh Penambahan Variasi Massa Pati (Soluble Starch) Pada Pembuatan Nata De Coco Dalam Medium Fermentasi Bakteri Acetobacter xylinum, 2009.

desikator selama 20 menit kemudian ditimbang. Dihitung kadar abunya dengan rumus : % 100 % x sampel berat abu berat abu kadar =

3.3.5.4Penentuan kadar serat

Sebanyak 5 g Nata de coco yang telah dikeringkan pada suhu 110oC dihaluskan. Kemudian dilarutkan dalam 50ml alkohol 96% dan diuapkan, selanjutnya ditambahkan 50ml n-heksan kemudian direfluks selama 30 menit dan disaring. Dipindahkan nata de coco tersebut ke dalam erlenmeyer 600ml dan ditambahkan dengan 200ml H2SO41,25%. Gelas erlenmeyer dipasang pada pendingin liebig lalu didihkan selama 30 menit. Kemudian disaring dengan kertas saring, residunya dicuci dengan akuades panas. Dipindahkan residu secara ke dalam gelas elenmeyer, sisanya dicuci dengan 200ml NaOH 1,25% sampai semua residu masuk ke dalam erlenmeyer. Dididihkan selama 30 menit. Disaring dengan kertas saring yang telah diketahui beratnya. Dicuci residu dengan K2SO4 10%, lalu dicuci lagi dengan akuades panas kemudian dengan alkohol 96%. Kertas saring tersebut diletakkan dalam cawan crucible yang telah diketahui beratnya kemudian dikeringkan kertas saring dalam oven pada suhu 110oC, dan kemudian diabukan dalam tanur pada suhu 5000 selama 5 jam dan didinginkan di dalam desikator. Ditimbang sampai diperoleh berat yang konstan. Dihitung kadar seratnya dengan menggunakan rumus berikut :

% 100 % x sampel Berat serat Berat serat kadar =

3.3.5.5 Uji Organoleptis terhadap Nata de Coco dengan penambahan Pati (Soluble Starch)

Nata de coco dengan penambahan pati (soluble starch) hasil fermentasi, kemudian dipanen dan harus mengalami perlakuan sebelum dikonsumsi yaitu penghilangan asam dan pemasakan. Proses penghilangan asam bertujuan untuk menhilangkan asam asetat yang terjebak dalam tekstur selulosa yang dapat mempengaruhi rasa dan aroma selulosa bakteri menjadi asam.

Nurul Huda Effendi : Pengaruh Penambahan Variasi Massa Pati (Soluble Starch) Pada Pembuatan Nata De Coco Dalam Medium Fermentasi Bakteri Acetobacter xylinum, 2009.

Nata de coco dipotong-potong berbentuk kubus kemudian dicuci dengan air bersih. kemudian dilakukan pemasakan dalam larutan gula untuk memberi rasa manis pada nata de coco. Pengukuran nilai organoleptis dari nata de coco dilakukan dengan metode kesukaan memakai angka hedonik dan numerik dengan 15 orang panelis dengan kondisi yang baik, tidak merokok dan berasal dari lingkungan yang sama. Dalam penentuan organoleptis dilakukan dengan skala yang terdapat pada tabel berikut.

Tabel 3.1 Pengukuran Nilai Organoleptis Terhadap Nata de Coco dengan penambahan Pati (Soluble Starch)

Skala Hedonik Skala Numerik

Amat Sangat Suka 5

Sangat Suka 4

Suka 3

Agak Suka 2

Netral 1

Nurul Huda Effendi : Pengaruh Penambahan Variasi Massa Pati (Soluble Starch) Pada Pembuatan Nata De Coco Dalam Medium Fermentasi Bakteri Acetobacter xylinum, 2009.

Dokumen terkait