BAB 3 METODE PENELITIAN
3.4 Prosedur Penelitian
3.4.1 Penyiapan Serat Halus Tandan Kosong Kelapa Sawit
Tandan kosong kelapa sawit dipisah dari cangkang buahnya, dibersihkan dan dicuci dengan air. Pencucian tersebut dilakukan dengan menggunakan air yang mengalir sebanyak 3 kali. Dikeringkan dibawah sinar matahari. Dipotong kecil โ kecil menggunakan gunting hingga menjadi serat halus.
3.4.2 Isolasi ๐ถ- Selulosa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit
Ditimbang sebanyak 75 gram serbuk tandan kosong kelapa sawit dimasukkan ke dalam beaker glass, kemudian ditambahkan 2000 ml HNO3 3,5% dan 10 mg NaNO2 lalu dipanaskan pada suhu 90โ selama 2 jam sambil diaduk diatas hot plate.
Disaring dan dicuci residu hingga filtrat netral. Selanjutnya ditambahkan 375 ml NaOH 2% dan 375 ml Na2SO3 2%, dipanaskan pada suhu 50โ selama 1 jam sambil diaduk diatas hot plate kemudian disaring dan dicuci residu hingga filtrat netral.
selanjutnya diputihkan dengan 500 ml larutan NaOCl 1,75%, dipanaskan pada suhu 70โ selama 30 menit sambil diaduk diatas hot plate. Disaring dan dicuci residu hingga filtrat netral. Selanjutnya ditambahkan dengan 500 ml NaOH 17,5% lalu dipanaskan pada suhu 80โ selama 30 menit sambil diaduk diatas hot plate. Disaring dan dicuci residu hingga filtrat netral. Lalu ditambahkan dengan 250 ml H2O2 10%, dipanaskan pada suhu 60โ selama 15 menit sambil diaduk diatas hot plate. Disaring dan dicuci residu dengan aquadest hingga filtrat netral. Dikeringkan residu didalam oven pada suhu 60โ kemudian disimpan di dalam desikator (Ohwoavworhua, 2009).
24
3.4.3 Pembuatan Carboxymethyl Cellulose (CMC)
Ditimbang sebanyak 5 g ๐ผ- selulosa tandan kosong kelapa sawit, dimasukkan ke dalam beaker glass, kemudian ditambahkan 100 ml isopropanol sambil dilakukan pengadukan. Ditambahkan 20 ml NaOH 17,5% secara perlahanโlahan sambil diaduk selama 1 jam pada suhu 30โ. Selanjutnya ditambahkan 6 g Natrium monokloro asetat kedalam campuran tersebut dan diletakkan diatas water bath lalu dipanaskan pada suhu 50โ sambil dishaker selama 2 jam. Setelah itu campuran bubur tesebut di rendam dalam methanol selama 1 malam. Keesokan harinya dinetralkan dengan CH3COOH 90% hingga pH 6 โ 8, lalu disaring. Hasil akhir dicuci dengan etanol 70% sebanyak 5 kali, lalu disaring dan dikeringkan di dalam oven pada suhu 60โ
selama 24 jam. Disimpan dalam desikator (Bono, et al 2009).
3.4.4 Pemurnian Carboxymethyl Cellulose (CMC)
Sebanyak 5 g CMC dimasukkan ke dalam beaker glass, kemudian dilarutkan dengan 100 ml aquadest lalu dipanaskan di atas hot plate pada suhu 80โ selama 10 menit sambil diaduk. Kemudian disentrifugasi selama 1 menit dengan kecepatan 4000 rpm. Dipisahkan endapan dari larutan. Dilarutkan CMC hasil re-presipitasi dengan 100 ml aseton. Disaring CMC tersebut, dibungkus dengan aluminium foil serta dikeringkan di dalam oven pada suhu 60โ selama 4 jam. Kemudian disimpan di dalam desikator (Hong, 2013).
3.4.5 Analisa Gugus Fungsi dengan Spektroskopi FT-IR
Sampel dipreparasi dalam bentuk bubur (mull). Bubur diperiksa dalam sebuah film tipis yang diletakkan di antara lempengan โ lempengan garam yang datar. Pengujian dilakukan dengan menjepit film hasil campuran pada tempat sampel. Kemudian film diletakkan pada plat ke arah sinar infra merah. Hasilnya akan direkam kertas berkala berupa aliran kurva bilangan gelombang 4000-200 cm-1 terhadap intensitas.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
3.4.6 Analisa Kualitatif Carboxymethyl Cellulose (CMC)
Ditimbang sebanyak 0,5 g CMC dimasukkan ke dalam beaker glass, kemudian ditambahkan 50 ml aquadest. Dipanaskan pada suhu 60 โ 70โ selama 20 menit sambil diaduk sesekali untuk membuat larutan homogen. Didinginkan larutan dan digunakan sebagai larutan uji. Dibagi larutan ke dalam tiga tabung reaksi.
Tabung I:
- dimasukkan 5 ml larutan uji - ditambahkan 10 ml aseton - dikocok perlahan
- dicatat hasilnya (jika (+) dihasilkan endapan berwarna putih) Tabung II:
- dimasukkan 5 ml larutan uji
- ditambahkan 5 ml larutan CuSO4 1,2N - dikocok perlahan
- dicatat hasilnya (jika (+) dihasilkan endapan berwarna biru muda) Tabung III:
- dimasukkan 1 ml larutan uji - diencerkan dengan 1 ml aquadest - ditambahkan 5 tetes 1-naftol
- dimiringkan tabung sambil dialirkan 2 mL asam sulfat
- dicatat hasilnya (jika (+) dihasilkan permukaan berwarna merah keunguan) (COEI-1-CMC, 2009).
3.4.7 Penambahan Carboxymethyl Cellulose (CMC) pada Dehumidified Ditambahkan CMC dengan konsentrasi 0,01%, 0,02%, 0,03%, 0,04% dan 0,05% pada setiap 50 ml madu dehumidified. Dihitung lama waktu madu dehumidified kontrol (tanpa penambahan CMC) mulai berkristal, dihitung berat endapan madu dehumidified setelah melewati waktu mengendap dan analisa kualitas madu dehumidified.
26
3.4.8 Analisa Kualitas Madu
3.4.8.1 Uji Aktivitas Enzim Diastase
Ditimbang sebanyak 5 g madu kedalam beaker glass, kemudian ditambahkan 15 ml aquadest dan 1,5 ml larutan NaCl 0,1 M. Diaduk hingga larutan homogen.
Kemudian dimasukkan larutan kedalam labu ukur 25 ml dan diencerkan hingga garis batas. Dipipet sebanyak masing-masing 8 ml larutan kedalam dua tabung reaksi.
Dimasukkan dua tabung reaksi tersebut selama 10 menit kedalam penangas air bersuhu 40โ dengan waktu interval 5 menit untuk tabung reaksi pertama dan waktu interval 10 menit untuk tabung reaksi kedua. Ditambahkan 3 ml larutan pati 1% ke dalam masing-masing tabung reaksi secara perlahan melalu dinding. Setelah melewati interval waktu yang ditentukan, dipipet 1 ml larutan dan dimasukkan kedalam labu ukur 25 ml berisi 10 ml larutan iod 0,0007 N didalamnya. Diencerkan hingga garis batas. Diuji absorbansi larutan menggunakan alat spektrofotometer UV-Visible dengan panjang gelombang 600 nm. (SNI 3545-2013).
3.4.8.2 Uji Kadar Air
Pengujian kadar air pada madu menggunakan refraktometer dengan pembacaan nilai indeks bias madu pada suhu 20oC. Kadar kandungan air dalam madu disesuaikan dengan membandingkan nilai indeks bias dan air pada tabel yang terlampir (SNI 3545-2013).
3.4.8.3 Uji Bilangan asam
Ditimbang sebanyak 10 g madu. Dimasukkan kedalam labu erlenmeyer dan dilarutkan dengan 75 ml aquadest. Ditambahkan 4 - 5 tetes indikator phenoplhtalein.
Dititar dengan larutan NaOH 0,1 N sampai titik akhir yang tetap selama 10 detik.
Dicatat volume NaOH 0,1 N yang digunakan untuk titrasi. Hitung bilangan asam dalam madu dengan menggunakan rumus berikut (SNI 3545-2013).
Bilangan asam = ๐ . ๐
๐ x 1000 (ml N NaOH/kg)
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Keterangan:
a adalah volume NaOH 0,1 N yang digunakan dalam titrasi, ml.
b adalah normalitas NaOH 0,1 N.
c adalah bobot contoh, gram.
3.4.8.4 Viskositas
Dirangkai alat Viskometer Ostwald sedemikian rupa, kemudian dimasukkan 10 ml aquadest ke dalam alat Viskometer Ostwald dengan menggunakan bola karet, dihisap larutan aquadest tersebut sampai garis tanda yang ada, kemudian dihentikan hisapan. Diukur waktu yang diperlukan aquadest untuk turun dari batas atas sampai batas bawah. Kemudian dimasukkan 10 ml madu kontrol tanpa CMC, dengan tahap yang sama seperti di atas yang dilakukan berulang sebanyak 3 kali dan dilakukan hal yang sama untuk madu dengan variasi konsentrasi CMC 0,01%; 0,02%; 0,03%;
0,04%; 0,05% dan kontrol. Dihitung viskositasnya.
3.4.8.5 Organoleptik
Uji organoleptik pada madu berdasarkan Standar Nasional Indonesia 3545:2013 dalam kategori bau dan rasa. Panelis diberikan madu dehumidified yang diberi kode dan melakukan uji. Jika madu dehumidified memiliki bau dan rasa khas madu maka hasil dinyatakan โnormalโ dan jika tidak mendapatkan bau dan rasa khas madu maka hasil tidak dinyatakan โtidak normalโ.
28