BAB III METODOLOGI PENELITIAN 15
H. Prosedur Penelitian 21
Prosedur penelitian merupakan tahapan-tahapan yang ditempuh dalam penelitian dari awal sampai akhir. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini mengikuti model prosedur penelitian yang dikembangkan oleh Burn (1999:33) dalam Suwarsih Madya (2007:67) berupa model penelitian spiral dengan terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, (4) analisis, dan (5) refleksi. Adapun sistem operasional kedua siklus tersebut dijelaskan sebagai berikut:
1. Siklus I a. Persiapan Penelitian
1) Permintaan izin kepada Kepala Sekolah dan Guru yang mengampu mata pelajaran Pekerjaan Dasar Konstruksi Batu (PDKB) serta wali kelas X TKB SMK Negeri 5 Surakarta.
2) Observasi pra tindakan terhadap kegiatan pembelajaran di kelas X TKB. Observasi dilakukan dengan mengikuti pembelajaran Pekerjaan Dasar Konstruksi Batu (PDKB).
b. Perencanaan Tindakan
Pada tahap ini dilakukan berbagai persiapan dan perencanaan yang meliputi: mempersiapkan bahan ajar sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), mempersiapkan metode mengajar dalam hal ini metode yang digunakan adalah metode Team Based Learning (TBL), mempersiapkan media pembelajaran dan mempersiapkan alat observasi.
c. Pelaksanaan Tindakan
Peneliti melakukan tindakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun yang akan dilakukan di kelas X TKB yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode Team Based Learning (TBL) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar mata pelajaran produktif PDKB. Pelaksanaan tindakan pada tahap ini adalah sebagai berikut: tes kemampuan awal siswa, pengarahan metode pembelajaran Team Based Learning (TBL), membagi siswa dalam beberapa kelompok masing-masing kelompok terdiri 5−7 anggota,
commit to user
22
pemberian materi pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi mata pelajaran produktif PDKB.
d. Observasi
Pada tahap ini peneliti mengamati jalannya proses pembelajaran dan mencatat hal-hal yang mungkin terjadi atau efektifitas siswa, ketika diterapkan pembelajaran TBL yaitu: (1) Perhatian siswa ketika menerima perintah guru dan peneliti, (2) Keaktifan siswa selama bekerja dalam kelompok, (3) Tingkat pemahaman materi atau hasil belajar siswa, (4) hal-hal lain yang berberpengaruh terhadap tindakan yang diberikan. Tahap observasi meliputi ranah afektif, psikomotorik, dan performance guru. Tahap observasi ranah afektif dan psikomotorik dilaksanakan oleh guru.
e. Evaluasi
Tahap evaluasi dalam penelitian yaitu memberikan besar presentase dari data observasi yang diperoleh. Evalusi penelitian ini meliputi besar range hasil observasi afektif, psikomotorik, dan performance guru. Evaluasi siklus I juga diterapkan pada hasil belajar kognitif.
f. Analisis
Data-data yang diperoleh melalui observasi dikumpulkan dan dianalisis dengan model analisis interaktif dalam tahap ini. Berdasarkan hasil evaluasi, peneliti dapat merefleksikan diri tentang kegiatan pembelajaran metode team
based learning yang telah dilakukan. Dengan demikian, dapat diketahui
peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PDKB, serta efektifitas team based learning yang telah dilakukan.
g. Refleksi
Berdasarkan hasil analisa dilakukan refleksi untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan sehingga dapat digunakan untuk menentukan tindakan kelas pada pertemuan berikut atau siklus selanjutnya.
commit to user
23
2. Siklus II
Pada siklus II perencanaan tindakan dengan hasil yang telah dicapai pada siklus II sebagai upaya perbaikan dari siklus tersebut dengan materi pembelajaran sesuai dengan silabus mata pelajaran PDKB, termasuk perwujudan tahap pelaksanaan, observasi, evaluasi, analisis dan refleksi yang juga mengacu pada siklus sebelumnya. Adapun tahap operasional siklus II adalah sebagai berikut:
a. Perencanaan Tindakan
Hasil analisis dan refleksi pada siklus I menjadi pedoman untuk perencanaan siklus II. Proses kegiatan belajar mengajar pada tahap ini tidak berbeda jauh dengan tahap perencanaan tindakan pada siklus I. Hanya saja pada siklus II peneliti menggunakan materi lanjutan siklus I disertakan instrumen: silabus, rencan pelaksanaan pembelajaran, lembar observasi, lembar soal tes, dan materi kelanjutan pertemuan yang lalu.
b. Pelaksanaan Tindakan
Adapun tahap pelaksanaan tindakan sesuai dengan tahap perencanaan tindakan yaitu: guru melanjutkan materi dari siklus I, pembelajaran menggunakan metode team based learning, siswa duduk sesuai dengan kelompoknya masing- masing, guru memberikan materi dan tugas, siswa mengerjakan berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing, guru dan peneliti melakukan observasi kepada siswa melalui lembar observasi yang meliputi aspek afektif dan psikomotorik. Pelaksanaan tindakan siklus II dengan mengembangkan materi dan jumlah soal bertambah banyak.
c. Observasi
Observasi siklus II tidak berbeda jauh dengan siklus I. Bahkan pelaksanaannya sama seperti siklus I. Observasi siklus II meliputi observasi afektif dan psikomotorik siswa dalam pembelajaran mata pelajaran pekerjaan dasar konstruksi batu dengan metode team based learning sesuai kelanjutan materi siklus I. Tahap observasi dilaksanakan untuk memperoleh data atau dokumen arsip segala keadaan pada pembelajaran sesuai penerapan team based
commit to user
24
learning. Tahap observasi performance guru didapat dari wawancara siswa dari adanya peningkatan hasil belajar dengan team based learning. Tahap observasi afektif dan psikomotorik siswa dilaksanakan oleh guru.
d. Evaluasi
Mengukur hasil observasi dari peningkatan hasil belajar dan efektifitas metode pembelajaran team based learning berdasarkan ketuntasan hasil belajar siswa atau KKM dalam kegiatan belajar mengajar mata pelajaran produktif PDKB. Evaluasi siklus II pelaksanaannya sama dengan evaluasi yang telah dilaksanakan di siklus I yaitu dengan presentase hasil data yang diperoleh.
e. Analisis dan Refleksi
Analisis merupakan telaah dari data yang diperoleh dalam penelitian. Analisis siklus II pelaksanaanya sama dengan analisis siklus I. Data yang telah dianalisis kemudian mendapatkan refleksi sesuai dengan analisis dan situasi pengamatan.
f. Tahap Tindak Lanjut
Merupakan tahap perbaikan pembelajaran secara continou, dimaksudkan mengembangkan strategi pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa berdasarkan metode pembelajaran di kelas.
commit to user
25
Gambar 4. Prasedur Penelitian Model Spiral Dua Siklus
(Sumber: Suwarsih Madya, 2007: 67)
Kondisi Awal
Hasil belajar siswa kelas X TKB masih rendah, ≤ 70% dibawah KKM
Alternatif Pemecahan Penggunaan model pembelajaran Team
Based Learning (TBL)
Perencanaan Tindakan Menyusun instrumen pembelajaran
Tidak dilanjutkan Observasi
Pengamatan proses pembelajaran
Refleksi Ulasan terhadap hasil
observasi proses pembelajaran
Terselesaikan Penguasaan konsep telah tuntas Evaluasi
Hasil belajar dievaluasi melalui tes kognitif
Belum Terselesaikan Penguasaan konsep belum sepenuhnya tuntas Pelaksanaan Tindakan Pembelajaran menggunakan metode TBL
Evaluasi
Hasil belajar dievaluasi melalui tes kognitif
Observasi
Pengamatan proses pembelajaran
Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan proses pembelajaran
Refleksi Ulasan terhadap hasil observasi Perencanaan Tindakan Rencana perbaikan pembelajaran selanjutnya Tindakan Lanjut Langkah-langkah penyempurnaan pembelajaran selanjutnya SIKLUS II SIKLUS I
commit to user
26