• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

3.9 Prosedur Penelitian

3.9.1 Pembuatan Ekstrak Buah Mengkudu.

Buah mengkudu yang mengkal dan daging buah masih keras, sebanyak 12 kg dicuci bersih. Buah ditiriskan dan dibuang pada bagian mata buah, kemudian dipotong tipis-tipis, dipisahkan antara daging buah dengan bijinya. Kemudian dimasukkan kedalam lemari pengering dengan suhu 40-50о C. Proses pengeringan terjadi sekitar lima hari dan kekeringan buah mengkudu ditandai dengan potongan buah mudah dipatahkan dengan tangan.

Gambar 17. Proses pengeringan buah mengkudu

Daging buah yang kering selanjutnya dibuat serbuk (simplisia) dengan cara dihancurkan dengan alat blender. Simplisia yang dihasilkan sebanyak 1,2 kg, lalu serbuk disimpan dalam kantong plastik untuk mencegah pengaruh lembab dan pengotoran lain.

Gambar 18. Simplisia (serbuk) buah mengkudu

Pembuatan ekstrak etanol dilakukan secara perkolasi yaitu proses penyarian bahan aktif yang terdapat pada serbuk simplisia dengan menggunakan pelarut etanol. Sebanyak 1,2 kg serbuk simplisia dimasukkan kedalam wadah tertutup, lalu dilarutkan dengan pelarut etanol 70% sampai seluruh permukaan simplisia menjadi basah. Massa tersebut disimpan dan kemudian dibiarkan sekurang-kurangnya selama 3 jam.

Gambar 19. Proses maserasi

Kemudian pindahkan massa sedikit demi sedikit kedalam perkolator (alat penyari) sambil diratakan dengan hati-hati. Tuangi cairan etanol 70% secukupnya sampai cairan mulai menetes dan diatas simplisia masih terdapat selapis cairan etanol, perkolator ditutup dan dibiarkan selama 24 jam cairan dibiarkan menetes dengan kecepatan 1 ml tiap menit, cairan ditambahkan berulang-ulang secukupnya hingga selalu terdapat selapis cairan etanol diatas simplisia. Penyarian dihentikan hingga diperoleh sebanyak 2.500 ml.

Selanjutnya hasil penyarian diuapkan dengan bantuan alat penguap rotary evaporator pada temperatur tidak lebih dari 40о C.

Gambar 21. Proses penguapan hasil dari penyarian

Lalu dikeringkan dengan alat penangas hingga diperoleh 120 ml ekstrak kental.22,23

(a) (b) Gambar 22. (a) Proses pengentalan ekstrak buah mengkudu (b) Ekstrak kental buah mengkudu

Untuk mendapatkan larutan ekstrak buah mengkudu 10% maka dilakukan pengenceran larutan ekstrak kental buah mengkudu dengan aquadest berdasarkan rumus pengenceran:24

Keterangan:

M1= konsentrasi larutan sebelum pengenceran M2= konsentrasi larutan setelah pengenceran V1= volume larutan sebelum pengenceran V2= volume larutan setelah pengenceran Berdasarkan rumus diatas, maka diperoleh: M1.V1=M2.V2

100% x 3ml = 10% x (3+V2)

V2= 27ml

Maka diperlukan 27ml aquadest untuk dilakukan pengenceran sehingga didapat larutan ekstrak buah mengkudu 10%. Pengenceran dilakukan setiap sebelum perendaman untuk masing-masing kelompok perlakuan.

3.9.3 Pembuatan Hasil Cetakan Alginat dan Perlakuan

a. Grup kontrol

Dibuat 8 cetakan untuk kelompok kontrol dengan cara :

1. Bahan cetak alginat dan air diaduk dengan rasio P/W (2,1 gr/ 5 ml) pada

rubber bowl dengan menggunakan spatula sampai homogen.

2. Bahan cetak dimasukkan kedalam ring yang sudah diberi tanda sebelumnya .

3. Lakukan pencetakan pada master die yang telah dipasang pada alat bantu pencetakan dimana posisi master die berada ditengah-tengah ring tube

dan biarkan selama lima menit sampai bahan cetak mengeras.

Gambar 23. Pencetakan alginat dengan alat bantu pencetakan 4. Setelah bahan cetak mengeras, master die dilepas.

Gambar 24. Hasil cetakan alginat

b. Grup perendaman selama 10 menit

Dibuat 8 cetakan untuk grup perendaman selama 10 menit dengan cara :

1. Bahan cetak alginat dan air diaduk dengan rasio P/W (2,1 gr/ 5 ml) pada

rubber bowl dengan menggunakan spatula sampai homogen.

2. Bahan cetak dimasukkan kedalam ring yang sudah diberi tanda sebelumnya .

3. Lakukan pencetakan pada master die yang telah dipasang pada alat bantu pencetakan dimana posisi master die berada ditengah-tengah ring tube

dan biarkan selama lima menit sampai bahan cetak mengeras. 4. Setelah cetakan mengeras, master die dilepas.

5. Sepuluh hasil cetakan alginat direndam dalam larutan ekstrak buah mengkudu 10% sebanyak 30ml tiap-tiap wadah selama 10 menit.

Gambar 25. Perendaman hasil cetakan alginat

c. Grup perendaman selama 15 menit

Dibuat 8 cetakan untuk grup perendaman selama 15 menit dengan cara :

1. Bahan cetak alginat dan air diaduk dengan rasio P/W (2,1 gr/ 5 ml) pada

rubber bowl dengan menggunakan spatula sampai homogen.

2. Bahan cetak dimasukkan kedalam ring yang sudah diberi tanda sebelumnya .

3. Lakukan pencetakan pada master die yang telah dipasang pada alat bantu pencetakan dimana posisi master die berada ditengah-tengah ring tube

dan biarkan selama lima menit sampai bahan cetak mengeras. 4. Setelah cetakan mengeras, master die dilepas.

5. Sepuluh hasil cetakan direndam dalam larutan ekstrak buah mengkudu 10% sebanyak 30ml tiap-tiap wadah selama 15 menit.

d. Grup perendaman selama 20 menit

Dibuat 8 cetakan untuk grup perendaman selama 20 menit dengan cara :

1. Bahan cetak alginat dan air diaduk dengan rasio P/W (2,1 gr/ 5 ml) pada

rubber bowl dengan menggunakan spatula sampai homogen.

2. Bahan cetak dimasukkan kedalam ring yang sudah diberi tanda sebelumnya .

3. Lakukan pencetakan pada master die yang telah dipasang pada alat bantu pencetakan dimana posisi master die berada ditengah-tengah ring tube

dan biarkan selama lima menit sampai bahan cetak mengeras. 4. Setelah cetakan mengeras, master die dilepas.

5. Sepuluh hasil cetakan direndam dalam larutan ekstrak buah mengkudu 10% sebanyak 30ml tiap-tiap wadah selama 20 menit.

e. Grup perendaman selama 25 menit

Dibuat 8 cetakan untuk grup perendaman selama 25 menit dengan cara :

1. Bahan cetak alginat dan air diaduk dengan rasio P/W (2,1 gr/ 5 ml) pada

rubber bowl dengan menggunakan spatula sampai homogen.

2. Bahan cetak dimasukkan kedalam ring yang sudah diberi tanda sebelumnya .

3. Lakukan pencetakan pada master die yang telah dipasang pada alat bantu pencetakan dimana posisi master die berada ditengah-tengah ring tube

dan biarkan selama lima menit sampai bahan cetak mengeras. 4. Setelah cetakan mengeras, master die dilepas.

5. Sepuluh hasil cetakan direndam dalam larutan ekstrak buah mengkudu 10% sebanyak 30ml tiap-tiap wadah selama 25 menit.

3.9.4 Pengisian Hasil Cetakan Alginat a. Grup kontrol

Untuk mendapatkan sample die stone 8 hasil cetakan langsung diisi dengan

dental stone tipe III yang telah diaduk hingga homogen dengan rasio P/W (5 gr/ 1,5 ml), setelah dental stone mengeras ± 30 menit lalu diberi tanda sebagai tempat pengukuran, setelah itu dikeluarkan serta diberi nomor sesuai dengan grup.

b. Grup perendaman selama 10 menit

Untuk mendapatkan sample die stone, 8 hasil cetakan alginat yang telah direndam dalam larutan ekstrak buah mengkudu 10% selama 10 menit langsung diisi dengan dental stone tipe III yang telah diaduk hingga homogen dengan rasio P/W (5 gr/ 1,5 ml), setelah dental stone mengeras ± 30 menit lalu diberi tanda sebagai tempat pengukuran, setelah itu dikeluarkan serta diberi nomor sesuai dengan grup.

c. Grup perendaman selama 15 menit

Untuk mendapatkan sample die stone, 8 hasil cetakan alginat yang telah direndam dalam larutan ekstrak buah mengkudu 10% selama 15 menit langsung diisi dengan dental stone tipe III yang telah diaduk hingga homogen dengan rasio P/W (5 gr/ 1,5 ml), setelah dental stone mengeras ± 30 menit lalu diberi tanda sebagai tempat pengukuran, setelah itu dikeluarkan serta diberi nomor sesuai dengan grup.

d. Grup perendaman selama 20 menit

Untuk mendapatkan sample die stone, 8 hasil cetakan alginat yang telah direndam dalam larutan ekstrak buah mengkudu 10% selama 20 menit langsung diisi dengan dental stone tipe III yang telah diaduk hingga homogen dengan rasio P/W (5 gr/ 1,5 ml), setelah dental stone mengeras ± 30 menit lalu diberi tanda sebagai tempat pengukuran, setelah itu dikeluarkan serta diberi nomor sesuai dengan grup.

Gambar 26. (a) Hasil cetakan diisi dengan dental stone

(b) Die stone yang diberi tanda pengukuran dan nomor sesuai grup

e. Grup perendaman selama 25 menit

Untuk mendapatkan sample die stone, 8 hasil cetakan alginat yang telah direndam dalam larutan ekstrak buah mengkudu 10% selama 25 menit langsung diisi dengan dental stone tipe III yang telah diaduk hingga homogen dengan rasio P/W (5 gr/ 1,5 ml), setelah dental stone mengeras ± 30 menit lalu diberi tanda sebagai tempat pengukuran, setelah itu dikeluarkan serta diberi nomor sesuai dengan grup.

3.9.5 Pengukuran Sampel

Setelah die stone diperoleh maka dilakukan pengukuran pada: 1. Pengukuran tinggi die stone yaitu jarak dari puncak ke alas die stone. 2. Diameter alas die stone.

Pengukuran dilakukan dengan menggunakan kaliper digital untuk mendapatkan data-data yang diperlukan.

3.9.6 Analisa Data

Untuk mengetahui apakah terjadi perubahan dimensi hasil cetakan bahan cetak alginat pada tinggi dan diameter alas die stone setelah direndam dalam larutan ekstrak buah mengkudu selama 10, 15, 20 dan 25 menit maka analisa data yang digunakan yaitu uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji lanjutan Mann-Whitney yang menggunakan nilai signifikansi p≤ 0,05 .25

                        Tinggi 10 mm Diameter alas 8,36 mm 

Dokumen terkait