BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Prosedur Penelitian
Langkah-langkah yang dilakukan dalam membuat desain penelitian adalah sebagai berikut :
1. Melakukan kajian pustaka, dan studi yang terkait dengan variabel tingkat pelayanan angkutan umum khususnya bus kota.
2. Melakukan identifikasi variabel tingkat pelayanan pada bus kota.
Pada tahap ini, ditetapkan variabel yang akan dipakai dalam penelitian. Variabel-variabel yang dipakai diambil dari penelitian terdahulu yang dilakukan Ortuzar, dkk di Santiago.
3. Survai pendahuluan
a. Menyusun formulir survai pendahuluan.
Formulir survai pendahuluan dalam penelitian ini dikelompokkan dalam dua bentuk form, yaitu :
• Form survai karakteristik responden, berisi pertanyaan-pertanyaan data karakteristik responden, yakni antara lain : jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, kepemilikan kendaraan, maksud perjalanan, kepastian menggunakan bus kota, alasan menggunakan bus kota, dan jam perjalanan. Form ini dapat dilihat pada Lampiran A-1.
• Form survai rating, berisi sebelas pertanyaan yang memuat sikap responden terhadap faktor-faktor yang terjadi pada permasalahan pemilihan penggunaan bus kota. Responden berhak memberikan jawaban : sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Form tersebut secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran A-2.
b. Melakukan survai pendahuluan
Formulir survai pendahuluan yang telah dirancang diujikan pada responden acak terpilih. Tujuan survai pendahuluan ini adalah untuk mendapatkan atribut-atribut yang akan digunakan untuk survai Stated Preference.
Survai pendahuluan dilaksanakan hari Kamis, 5 Pebruari 2004, dengan mengambil lokasi di halte Panggung, Jebres.
c. Analisis data survai pendahuluan
Data hasil survai kemudian dianalisis menggunakan skala rating dengan interval jawaban sebagai berikut :
• Sangat setuju = 4
• Setuju = 3
• Tidak setuju = 2
• Sangat tidak setuju = 1
Data-data jawaban responden terhadap pertanyaan yang diberikan seperti tercantum dalam Lampiran A-2, dapat dilihat pada Tabel 3.1.
Tabel 3.1 Prosentase Jawaban Responden
Interval jawaban responden
Pertanyaan Sangat Setuju Tidak Sangat Tidak
Setuju Setuju Setuju
X1 35% 55% 10% 0% X2 30% 65% 5% 0% X3 35% 50% 15% 0% X4 10% 50% 30% 0% X5 25% 50% 20% 5% X6 15% 60% 25% 0% X7 40% 50% 10% 0% X8 15% 65% 20% 0% X9 10% 70% 15% 5% X10 0% 45% 50% 5% X11 15% 10% 60% 15%
Hasil analisis data yang diperoleh berupa urutan variabel tingkat pelayanan angkutan umum bus kota. Urutan variabel tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2 Urutan Variabel Tingkat Pelayanan Angkutan Umum Bus Kota
No Atribut Jumlah Skor Hasil
Urut Pengumpulan Data
1 Biaya 66
2 Kenyamanan 65
3 Okupansi bus 65
4 Lama perjalanan 64
5 Waktu tunggu bus 59
6 Mendapat tempat duduk 59
7 Perilaku operator bus 58
8 Resiko kecelakaan 57
9 Waktu berjalan kaki 52
10 Penggunaan waktu alternatif 48
11 Moda image 45
Sumber : hasil survai pendahuluan, 2004
Hasil analisis data survai pendahuluan secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran A-3.
4. Melakukan identifikasi awal atribut yang melekat pada moda.
Adapun atribut-atribut yang digunakan diambil dari hasil survai pendahuluan dengan mengambil 6 (enam) atribut yang mempunyai skor tertinggi. Digunakan 6 (enam) atribut saja dengan pertimbangan supaya kemungkinan alternatif situasi perjalanan tidak begitu banyak, sehingga skenario yang ditawarkan kepada responden memenuhi kriteria Kroes dan Sheldon (1998) yaitu sebanyak 9 sampai dengan 16 skenario. Atribut-atribut yang dimaksud yaitu:
• biaya
• kenyamanan kendaraan
• okupansi bus
• lama perjalanan
• waktu tunggu, dan
• mendapatkan tempat duduk
Data sebagian atribut-atribut tersebut diperoleh dengan melakukan observasi langsung ke ORGANDA ( Organisasi Angkutan Daerah ) Surakarta.
Data-data yang diperoleh dapat dilihat dalam Tabel 3.3 Tabel 3.3 Kondisi Pelayanan Bus Kota
Atribut
Kondisi Pelayanan Eksisting
Tarif Rp. 1,200
Lama Perjalanan 45 menit
( 1 rit )
Waktu tunggu 5 menit
5. Menyusun skenario pengembangan
Dengan melihat kondisi pelayanan saat ini dan kemungkinan pengembangan atribut-atribut yang melekat, maka disusun skenario pengembangan sebagai berikut :
• Tarif dibuat menjadi dua tingkatan yaitu tetap Rp.1.200 dan diturunkan menjadi Rp.1.000 dengan pertimbangan adanya tarif yang ditetapkan pada kelompok pengguna tertentu seperti mahasiswa atau pelajar.
• Lama perjalanan dibedakan menjadi dua tingkatan yaitu 45 menit sesuai dengan ketentuan dari ORGANDA dan diperlambat menjadi 60 menit dengan pertimbangan adanya kemungkinan jalur lalu lintas yang sibuk, kerusakan atau perbaikan yang seringkali mengakibatkan terjadinya keterlambatan.
• Waktu tunggu dibuat dua tingkatan yaitu 5 menit sesuai dengan ketentuan ORGANDA dan diperlambat menjadi 10 menit dengan pertimbangan adanya kemungkinan jalur lalu lintas yang sibuk.
• Tempat duduk dibuat dua tingkatan yaitu mendapatkan tempat duduk, dan tidak mendapatkan tempat duduk.
• Okupansi bus dibedakan menjadi dua tingkatan yaitu berdesakan dan tidak berdesakan.
• Kenyamanan kendaraan dibuat dua tingkatan, yaitu nyaman dan tidak nyaman. Kenyamanan kendaraan disini meliputi kualitas tempat duduk empuk atau keras, ada tidaknya tempat untuk berpegangan bagi penumpang yang berdiri, kebersihan bus, ada tidaknya tirai, dan kondisi mesin bus apakah masih bagus atau sudah jelek.
Pengembangan atribut-atribut dapat ditabelkan sebagai berikut : Tabel 3.4 Skenario Pengembangan Atribut
Atribut Tingkatan Tarif (Rp) 1.000 1.200 Lama perjalanan 45 (menit) 60 Waktu tunggu 5 (menit) 10
Tempat duduk dapat
Tidak dapat
Okupansi Tidak berdesakan
berdesakan
Kenyamanan Kendaraan nyaman
Tidak nyaman
Tabel 3.5 Perbedaan Level Atribut
Atribut Perbedaan level atribut
Rendah (-) Tinggi (+)
1. Tarif 0 -200
2. Lama perjalanan +15 menit 0
3. Waktu tunggu + 5 menit 0
4. Tempat duduk tidak dapat dapat
5. Okupansi bus berdesakan tidak berdesakan
6. Menyusun alternatif hipotesis
Alternatif pilihan situasi perjalanan hipotesis diperoleh dengan mengkombinasikan atribut tarif, lama perjalanan, waktu tunggu, tempat duduk, okupansi bus, dan kenyamanan kendaraan. Berdasar dari jumlah tingkatan atribut yaitu 2 tingkatan atribut tarif, 2 tingkatan atribut lama perjalanan, 2 tingkatan atribut waktu tunggu, 2 tingkatan atribut tempat duduk, 2 tingkatan atribut okupansi bus, dan 2 tingkatan atribut kenyamanan kendaraan, maka diperoleh :
21 x 21 x 21 x 21 x 21 x 21 x 21 = 64 kemungkinan kombinasi situasi perjalanan.
Agar jumlah pilihan tidak terlalu banyak, maka perlu dilakukan reduksi terhadap pilihan-pilihan yang mendominasi, yaitu yang jawabannya secara logika sudah dapat dipastikan. Kroes dan Sheldon (1998) menyatakan bahwa jumlah pilihan yang baik diberikan kepada responden berkisar antara 9 sampai dengan 16 pilihan. Seluruh kemungkinan situasi perjalanan sebelum direduksi dapat dilihat dalam Tabel 3.6 berikut :
Tabel 3.6 Kemungkinan Alternatif Situasi Perjalanan
No Tarif Lama Waktu Tempat Penumpang Kenyamanan (Rp) Perjalanan Tunggu Duduk Kendaraan
(menit) (menit)
1 1.200 45 5 dapat berdesakan nyaman
(-) (+) (+) (+) (-) (+) 2 1.200 45 5 dapat berdesakan tidak nyaman
(-) (+) (+) (+) (-) (-) 3 1.200 45 5 dapat tidak berdesakan nyaman
(-) (+) (+) (+) (+) (+) 4 1.200 45 5 dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(-) (+) (+) (+) (+) (-) 5 1.200 45 5 tidak dapat berdesakan nyaman
(-) (+) (+) (-) (-) (+) 6 1.200 45 5 tidak dapat berdesakan tidak nyaman
(-) (+) (+) (-) (-) (-) 7 1.200 45 5 tidak dapat tidak berdesakan nyaman
(-) (+) (+) (-) (+) (+) 8 1.200 45 5 tidak dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(-) (+) (+) (-) (+) (-)
9 1.200 45 10 dapat berdesakan nyaman
(-) (+) (-) (+) (-) (+) 10 1.200 45 10 dapat berdesakan tidak nyaman
(-) (+) (-) (+) (-) (-) 11 1.200 45 10 dapat tidak berdesakan nyaman
(-) (+) (-) (+) (+) (+) 12 1.200 45 10 dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(-) (+) (-) (+) (+) (-) 13 1.200 45 10 tidak dapat berdesakan nyaman
(-) (+) (-) (-) (-) (+) 14 1.200 45 10 tidak dapat berdesakan tidak nyaman
(-) (+) (-) (-) (-) (-) 15 1.200 45 10 tidak dapat tidak berdesakan nyaman
(-) (+) (-) (-) (+) (+) 16 1.200 45 10 tidak dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(-) (+) (-) (-) (+) (-)
17 1.200 60 5 dapat berdesakan nyaman
(-) (-) (+) (+) (-) (+) 18 1.200 60 5 dapat berdesakan tidak nyaman
(-) (-) (+) (+) (-) (-) 19 1.200 60 5 dapat tidak berdesakan nyaman
(-) (-) (+) (+) (+) (+) 20 1.200 60 5 dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(-) (-) (+) (+) (+) (-)
Lanjutan Tabel 3.6 Kemungkinan Alternatif Situasi Perjalanan
No Tarif Lama Waktu Tempat Penumpang Kenyamanan (Rp) Perjalanan Tunggu Duduk Kendaraan
(menit) (menit)
21 1.200 60 5 tidak dapat berdesakan nyaman
(-) (-) (+) (-) (-) (+) 22 1.200 60 5 tidak dapat berdesakan tidak nyaman
(-) (-) (+) (-) (-) (-) 23 1.200 60 5 tidak dapat tidak berdesakan nyaman
(-) (-) (+) (-) (+) (+) 24 1.200 60 5 tidak dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(-) (-) (+) (-) (+) (-) 25 1.200 60 10 dapat berdesakan nyaman
(-) (-) (-) (+) (-) (+) 26 1.200 60 10 dapat berdesakan tidak nyaman
(-) (-) (-) (+) (-) (-) 27 1.200 60 10 dapat tidak berdesakan nyaman
(-) (-) (-) (+) (+) (+) 28 1.200 60 10 dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(-) (-) (-) (+) (+) (-) 29 1.200 60 10 tidak dapat berdesakan nyaman
(-) (-) (-) (-) (-) (+) 30 1.200 60 10 tidak dapat berdesakan tidak nyaman
(-) (-) (-) (-) (-) (-) 31 1.200 60 10 tidak dapat tidak berdesakan nyaman
(-) (-) (-) (-) (+) (+) 32 1.200 60 10 tidak dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(-) (-) (-) (-) (+) (-) 33 1.000 45 5 dapat berdes akan nyaman
(+) (+) (+) (+) (-) (+) 34 1.000 45 5 dapat berdesakan tidak nyaman
(+) (+) (+) (+) (-) (-) 35 1.000 45 5 dapat tidak berdesakan nyaman
(+) (+) (+) (+) (+) (+) 36 1.000 45 5 dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(+) (+) (+) (+) (+) (-) 37 1.000 45 5 tidak dapat berdesakan nyaman
(+) (+) (+) (-) (-) (+) 38 1.000 45 5 tidak dapat berdesakan tidak nyaman
(+) (+) (+) (-) (-) (-) 39 1.000 45 5 tidak dapat tidak berdesakan nyaman
(+) (+) (+) (-) (+) (+) 40 1.000 45 5 tidak dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(+) (+) (+) (-) (+) (-)
Lanjutan Tabel 3.6 Kemungkinan Alternatif Situasi Perjalanan
No Tarif Lama Waktu Tempat Penumpang Kenyamanan (Rp) Perjalanan Tunggu Duduk Kendaraan
(menit) (menit)
41 1.000 45 10 dapat berdesakan nyaman
(+) (+) (-) (+) (-) (+) 42 1.000 45 10 dapat berdesakan tidak nyaman
(+) (+) (-) (+) (-) (-) 43 1.000 45 10 dapat tidak berdesakan nyaman
(+) (+) (-) (+) (+) (+) 44 1.000 45 10 dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(+) (+) (-) (+) (+) (-) 45 1.000 45 10 tidak dapat berdesakan nyaman
(+) (+) (-) (-) (-) (+) 46 1.000 45 10 tidak dapat berdesakan tidak nyaman
(+) (+) (-) (-) (-) (-) 47 1.000 45 10 tidak dapat tidak berdesakan nyaman
(+) (+) (-) (-) (+) (+) 48 1.000 45 10 tidak dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(+) (+) (-) (-) (+) (-)
49 1.000 60 5 dapat berdesakan nyaman
(+) (-) (+) (+) (-) (+) 50 1.000 60 5 dapat berdesakan tidak nyaman
(+) (-) (+) (+) (-) (-) 51 1.000 60 5 dapat tidak berdesakan nyaman
(+) (-) (+) (+) (+) (+) 52 1.000 60 5 dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(+) (-) (+) (+) (+) (-) 53 1.000 60 5 tidak dapat berdesakan nyaman
(+) (-) (+) (-) (-) (+) 54 1.000 60 5 tidak dapat berdesakan tidak nyaman
(+) (-) (+) (-) (-) (-) 55 1.000 60 5 tidak dapat tidak berdesakan nyaman
(+) (-) (+) (-) (+) (+) 56 1.000 60 5 tidak dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(+) (-) (+) (-) (+) (-) 57 1.000 60 10 dapat berdesakan nyaman
(+) (-) (-) (+) (-) (+) 58 1.000 60 10 dapat berdesakan tidak nyaman
(+) (-) (-) (+) (-) (-) 59 1.000 60 10 dapat tidak berdesakan nyaman
(+) (-) (-) (+) (+) (+) 60 1.000 60 10 dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(+) (-) (-) (+) (+) (-)
Lanjutan Tabel 3.6 Kemungkinan Alternatif Situasi Perjalanan
No Tarif Lama Waktu Tempat Penumpang Kenyamanan (Rp) Perjalanan Tunggu Duduk Kendaraan
(menit) (menit)
61 1.000 60 10 tidak dapat berdesakan nyaman
(+) (-) (-) (-) (-) (+) 62 1.000 60 10 tidak dapat berdesakan tidak nyaman
(+) (-) (-) (-) (-) (-) 63 1.000 60 10 tidak dapat tidak berdesakan nyaman
(+) (-) (-) (-) (+) (+) 64 1.000 60 10 tidak dapat tidak berdesakan tidak nyaman
(+) (-) (-) (-) (+) (-)
Keterangan :
: alternatif situasi perjalanan yang dominan (+) : level atribut yang tinggi
(-) : level atribut yang rendah
Hasil reduksi menunjukkan bahwa dari 64 situasi perjalanan terdapat 20 alternatif yang tidak dominan. Alternatif yang tidak dominan tersebut merupakan alternatif situasi perjalanan yang ditawarkan kepada penumpang. Alternatif tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.7 berikut :
Tabel 3.7 Skenario Yang Ditawarkan Kepada Responden
No Tarif Lama Waktu Tempat Penumpang Kenyamanan
(Rp) Perjalanan Tunggu Duduk Kendaraan
(menit) (menit)
1 1.200 45 5 dapat berdesakan tidak nyaman
2 1.200 45 5 tidak dapat berdesakan nyaman 3 1.200 45 5 tidak dapat tidak berdesakan tidak nyaman
4 1.200 45 10 dapat berdesakan nyaman
5 1.200 45 10 dapat tidak berdesakan tidak nyaman 6 1.200 45 10 tidak dapat tidak berdesakan nyaman
7 1.200 60 5 dapat berdesakan nyaman
8 1.200 60 5 dapat tidak berdesakan tidak nyaman 9 1.200 60 5 tidak dapat tidak berdesakan nyaman 10 1.200 60 10 dapat tidak berdesakan nyaman 11 1.000 45 5 tidak dapat berdesakan tidak nyaman 12 1.000 45 10 dapat berdesakan tidak nyaman 13 1.000 45 10 tidak dapat berdesakan nyaman 14 1.000 45 10 tidak dapat tidak berdesakan tidak nyaman
15 1.000 60 5 dapat berdesakan tidak nyaman
16 1.000 60 5 tidak dapat berdesakan nyaman 17 1.000 60 5 tidak dapat tidak berdesakan tidak nyaman
18 1.000 60 10 dapat berdesakan nyaman
19 1.000 60 10 dapat tidak berdesakan tidak nyaman 20 1.000 60 10 tidak dapat tidak berdesakan nyaman
7. Menyusun formulir survai
Pembuatan formulir survai dilakukan dengan memformulasikan alternatif situasi perjalanan terpilih ke dalam formulir yang mudah dipahami responden. Oleh karena itu pembuatan formulir harus didesain sedemikian rupa sehingga :
• Mempermudah responden dalam menjawab pertanyaan yang ada sehingga tidak menyita waktu terlalu lama.
• Menghindari terjadinya kebingungan responden dalam menjawab
Formulir survai dalam penelitian ini dapat dikelompokkan dalam dua bentuk form, yaitu :
• Form data karakteristik responden, berisi pertanyaan-pertanyaan data karakteristik responden, yakni antara lain : jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, kepemilikan kendaraan, maksud perjalanan, kepastian menggunakan bus kota, alasan menggunakan bus kota, dan jam perjalanan. Form tersebut dapat dilihat pada Lampiran B-1.
• Form data respon penumpang bus kota, berupa tanggapan terhadap
pilihan yang ditawarkan dengan berbagai situasi perjalanan hipotesis. Situasi perjalanan hipotesis terpilih dari variabel-variabel bebas yaitu : tarif, lama perjalanan, waktu tunggu, kesempatan mendapat tempat duduk, okupansi bus dan kenyamanan kendaraan. Situasi perjalanan hipotesis tersebut dibuat dengan melakukan perubahan atribut pelayanan yang ada. Form tersebut dapat dilihat pada Lampiran B-2.
Kuesioner berbentuk skala rating yang dibagi dalam 5 skala pilihan, yaitu : pasti naik bus kota, mungkin naik bus kota, ragu-ragu, mungkin tidak
naik bus kota, pasti tidak naik bus kota.
Secara umum studi analisis dalam penelitian ini terbagi dalam beberapa tahap, seperti terlihat dalam Gambar 3.1.
Mulai
Identifikasi masalah dan studi pustaka
Pengumpulan data sekunder
Survai pendahuluan
Identifikasi atribut pelayanan bus kota
Menyusun skenario dan alternatif hipotesis yang layak
Menyusun formulir survai
Pilot survey
Formulir sudah layak ?
Survai Stated Preference
Pengolahan data dan analisis data
• Analisis korelasi
• Analisis regresi
• Analisis elastisitas
• Uji statistik : uji t, uji F, r2
Belum
Sudah
Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian