METODOLOGI PENELITIAN
H. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian merupakan rangakaian tahapan penelitian dari awal sampai akhir penelitian. Setiap tindakan menunjukkan peningkatan indikator tersebut yang dirancang dalam satu unit sebagai satu siklus. Setiap siklus tediri dari empat tahap, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi untuk perencanaan siklus berikutnya. Dalam penelitian ini, direncanakan dalam tiga siklus.
Prosedur yang diterapkan dalam penelitian ini meliputi tahap-tahap sebagai berikut ini.
Slikus I
Siklus II
Gambar 2. Alur Penelitian Tindakan Kelas
(Suhardjono dalam Suharsisni Arikunto, Suhardjono dan Supardi, 2008: 74) Langkah-langkah penelitian sebagai berikut:
permasalahan Permasalahan baru hasil refleksi Apabila permasalahan belum terselesaikan Perencanaan tindakan I Pelaksanaan tindakan I Pengamatan/ pengumpulan data I Refleksi I Perencanaan tindakan II Pengamatan/ pengumpulan data I Pelaksanaan tindakan I Refleksi II Dilanjutkan ke siklus berikutnya
commit to user
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan tindakan, kali pertama peneliti meminta izin kepada kepala sekolah untuk melakukan penelitian, untuk melakukan tindakan kelas, kemudian menyiapkan indikator yang akan diteliti beserta tolok ukur keberhasilan penelitian yang dilaksanakan. Kemudian mencari guru yang akan dijadikan kolaborasi yang paham tentang mata pelajaran yang menjadi sumber PTK.
Pada penelitian ini yang dijadikan tolok ukur pelaksanaan media pembelajaran, yaitu mengarang dengan menggunakan media gambar seri, yaitu (a) siswa mampu membuat karangan dengan menggunakan media gambar seri, (b) Siswa mampu menyusun cerita gambar seri dengan tidak mengulang kata-kata lalu, (c) Siswa mampu membuat karangan sesuai dengan topik. Menurut Sudarsono dalam Kasbolah penetapan tindakan dalam peneliti didasarkan atas (a) kajian teori atau penelitian yang relavan, (b) kesanggupan guru yang akan diteliti, (c) kemampuan siswa, dan (d) fasilitas dan sarana prasarana yang tersedia atau yang memadai, (e) iklim suasana di kelas dan fasilitas di sekolah. Atas dasar kelima aspek di atas, penulis memilih media pembelajaran menulis narasi dengan menggunakan media gambar seri untuk menyelesaikan permasalahan tentang pembelajaran menulis narasi.
b.Pelaksanaan Tindakan
Pelaksaaan tindakan yang dilaksanakan dalam pembelajaran adalah kinerja guru dalam melaksanakan atau menerapkan media gambar seri dan aktivitas siswa selama dilaksanakan atau diterapkan media gambar seri. Guru memberikan mata pelajaran tentang menulis narasi dengan menggunakan media gmbar seri, dengan tahapan sebagai berikut:
Tahapan awal pembelajaran, guru menyampaikan materi pembelajaran tentang menulis narasi, lalu guru menerangkan cara menulis narasi dengan menggunakan media gambar seri .
Guru memperlihatkan materi pembelajaran menulis narasi dengan menggunakan media gambar seri. Guru memperlihatkan bahan yang akan diajarkan yaitu gambar seri. Tahapan inti pembelajaran adalah siswa membuat
commit to user
karangan dengan menggunakan gambar seri yang sudah disediakan di depan kelas. Siswa diberi keleluasaan untuk membuat karangan dengan gambar yang telah disediakan di depan kelas sehingga siswa akan berkreasi atau akan membuat karangan menurut pengamatan siswa tentang gambar yang dipampang di papan tulis. Guru mengumpulkan hasil kreasi siswa atau hasil membuat karangan, lalu guru bersama-sama siswa mengoreksi hasil tulisan yang dibuat siswa dengan media pembelajaran menggunakan media gambar seri. Sesudah mendapatkan hasilnya lalu guru mengulangi pelajaran yang sudah disampaikan tadi sehingga siswa akan lebih jelas tentang materi pelajaran yang diajarkan.
c. Observasi
Kegiatan observasi dilaksanakan pada waktu penelitian atau pada waktu pelaksanaan tindakan, penerapan media gambar seri dilaksanakan oleh guru kelas, peneliti sebagai observer yang akan mengobservasi tentang kinerja guru praktikan selama penerapan media gambar seri dan mengobservasi aktivitas siswa dalam pembelajaran berlangsung.
Dalam mengobservasi harus mendapatkan data yang sesungguhnya yang yata yang terdapat di lapangan, pada saat belajar di lapangan harus mencatat catatan hasil di lapangan. Pada tahapan ini, diharapkan dapat dikenali sedini mungkin apakah tindakan akan mengarah terhadap terjadinya perubahan positif dalam proses belajar sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu, juga digunakan untuk menilai apakah pelaksanaan pembelajaran telah sesuai dengan yang sudah direncanakan.
d. Refleksi
Refleksi merupakan bagian yang sangat penting untuk memahami dan memberikan makna terhadap proses dan hasil pembelajaran yang terjadi yang dilakukan dengan (a) pada saat memikirkan tindakan yang akan dilakukan (b) ketika tindakan sedang dilakukan, (c) setelah tindakan dilakukan, adapun kegiatan yang dilakukan pada saat merefleksi, melakukan analisis, dan mengevaluasi atau mendiskusikan data yang harus diperoleh, penyusunan rencana tindakan yang hasil diperoleh melalui kegiatan observasi.
commit to user
Data yang telah dikumpulkan dalam observasi harus secepatnya dianalisis atau diinterprestasikan (diberi makna) sehingga dapat segera diberi tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Jika setelah diinterprestasikan data tersebut belum mencapai tujuan yang diharapkan, maka peneliti dan observer melakukan langkah-langkah perbaikan untuk diterapkan pada siklus selanjutnya. Akan tetapi, jika pada pelaksanaan refleksi terhadap hal–hal dianggap baik, maka hal- hal yang baik tersebut harus terus digali.
I. Indikator Keberhasilan Penelitian
Untuk mengetahui ketercapaian tujuan penelitian di atas, dapat dilihat dari indikator keberhasilan penelitian berikut ini:
Tabel 4. Indikator Ketercapaian Tujuan Penelitian Aspek yang Diukur Prosentase
Target Capaian
Cara Mengukur
Keaktifan siswa, minat dan kemampuan siswa dalam pengembangan ide selama
pembelajaran menulis narasi.
70% Diamati saat pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi oleh peneliti dan dihitung dari jumlah siswa yang menampakkan keaktifan di saat pembelajaran dan hasil kerja siswa berupa karangan dan dihitung dari jumlah siswa yang mampu menulis narasi dengan baik.
Ketuntasan hasil belajar (keterampilan menulis narasi siswa dengan menyusun kalimat yang runtut, memperhatikan aspek menulis meliputi isi, organisasi, kosakata, penggunaan bahasa, mekanik)
75% Diamati dari hasil kerja siswa berupa karangan dan dihitung dari jumlah siswa yang memperoleh nilai menulis narasi mencapai standar ketuntasan belajar minimal 65 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia
commit to user
43 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN