• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

METODOLOGI PENELITIAN

E. Prosedur Penelitian

Untuk mengetahui proses kerja dan memudahkan evaluasi, maka diperlukan suatu prosedur penelitian. Secara garis besar kegiatan penelitian yang peneliti lakukan dibagi ke dalam beberapa tahapan yaitu:

1. Pengumpulan Data

Dalam sebuah penelitian selalu terjadi proses pengumpulan data. Menurut Moleong (2000: 308) tanpa mengikuti langkah pengumpulan data, peneliti tidak akan mendapat data yang valid dan memenuhi standar.

Kegiatan ini peneliti awali dengan menentukan sampel yang sumbernya diperoleh dari media internet. Agar tidak terjadi kekeliruan, peneliti kemudian memeriksa kebenaran dari objek yang hendak dikaji tersebut. Adapun dalam pelaksanaannya, aktivitas pengumpulan data telah menghasilkan catatan tertulis dari beragam arsip dan dokumen, serta transkrip wawancara mengenai percakapan berisi penggalan data yang jamak, baik yang diperoleh secara langsung ataupun melalui surat elektronik.

Gita Agustiani, 2013

Semiotika Visual Karya Fotografi Pemenang POS Indonesia Photo Contest 2010 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Penyajian data dilakukan untuk menghindari kesamaan tema dan pola yang berulang. Sajian data ini merupakan hasil rakitan kalimat yang disusun secara logis dan sistematis, sehingga memudahkan peneliti untuk memahami berbagai hal dalam bentuk yang kompak. Data yang peneliti sajikan berupa dokumen karya fotografi pemenang “Pos Indonesia Photo Contest 2010”.

3. Pengelompokan Data

Untuk membatasi dan membuat fokus alur penelitian, maka dilakukanlah suatu pengelompokan data. Caranya peneliti lakukan dengan memilih 13 karya fotografi dari sekian banyak jumlah karya peserta “Pos Indonesia Photo Contest” tahun 2010.

4. Pengolahan data

Agar sumber data tetap berada pada jalurnya, maka peneliti harus menguraikan beberapa pokok masalah. Secara umum peneliti merunut proses pengolahan data tersebut menjadi beberapa fase, yaitu dimulai dengan membaca dan mengamati berbagai karakteristik yang terdapat pada karya foto para pemenang lomba. Kemudian menafsirkan data yang ditunjang oleh hasil wawancara peneliti dengan narasumber, mengungkapkan data yang diperoleh secara jelas dan terperinci, serta menyusun hasil analisis secara menyeluruh. 5. Penganalisisan

Menganalisis data penelitian merupakan suatu langkah yang sangat kritis, karena pada tahapan ini peneliti mulai memproses dan mencari jawaban atas masalah yang telah dirumuskan. Aktivitas ini dimulai dengan menyebutkan kompenen-kompenen visual, kemudian dilanjutkan dengan mendeskripsikan

Gita Agustiani, 2013

Semiotika Visual Karya Fotografi Pemenang POS Indonesia Photo Contest 2010 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

setiap aspek tanda yang terdapat pada karya foto, dan terakhir adalah melakukan beberapa penafsiran atau interpretasi makna berdasarkan fakta yang telah didapat. Setelah meneliti sampel, peneliti membuat perbandingan antara foto yang satu dengan yang lain. Apabila terdapat data yang kurang lengkap sehingga hasil analisis penelitian masih terbilang sempit, maka peneliti melakukan pengumpulan data kembali sesuai kebutuhan.

6. Kesimpulan

Pada tahap ini peneliti menyimpulkan dan mengemukakan esensi hasil dari analisis data yang ditemukan saat penelitian, memberikan pemecahan masalah serta rekomendasi terhadap berbagai pihak yang terkait.

Gita Agustiani, 2013

Semiotika Visual Karya Fotografi Pemenang POS Indonesia Photo Contest 2010 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A.Kesimpulan

1. Keseluruhan karya foto pemenang “Pos Indonesia Photo Centest 2010” dapat dipastikan merupakan bagian dari foto jurnalistik/berita karena memiliki nilai informasi yang dapat dipublikasi pada khalayak umum. Dengan pendokumentasian yang tanpa rekayasa, Pos ingin menunjukkan pelayanan berkualitas yang dapat diberikan pada setiap pelanggan, atau secara halus Pos mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan jasa mereka tanpa ragu. Di tengah maraknya layanan substitusi berbasis teknologi seperti SMS atau e-mail, Pos hadir dengan keunggulan yang tidak dimiliki kompetitor lain. Sebagai foto berita yang berisi pesan dan memuat banyak Informasi, setiap foto pemenang tidak saja menyajikan keberadaan Pos tetapi juga menampilkan wajah Indonesia masa kini termasuk beberapa peristiwa yang kerap melanda negeri.

Hampir 90% fotografer pemenang kontes ini, menerapkan teknik dasar dalam pemotretan. Kecepatan menangkap moment terbaik lebih diprioritaskan

dari pada harus „bersusah payah‟ mengatur kamera untuk menciptakan

efek-efek tertentu. Adapun komposisi foto didominasi oleh komposisi asimetri untuk menciptakan kesan dinamis (tidak kaku). Fokus utama gambar ditempatkan lebih fleksibel tidak hanya berada di bagian tengah. Foto tersusun dari kumpulan garis, namun dengan penerapan posisi landskap yang memberi

Gita Agustiani, 2013

Semiotika Visual Karya Fotografi Pemenang POS Indonesia Photo Contest 2010 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kesan luas dan efek perspektif dari objek tertentu, garis horizontal dan diagonal menjadi lebih sering ditemukan pada foto-foto pemenang lomba.

2. Setiap foto pemenang “Pos Indonesia Photo Contest 2010” di dalamnya mengandung banyak sekali tanda seperti ikon, indeks dan simbol. Bahkan dalam satu subjek ada yang menampilkan tanda secara sempurna atau dengan kata lain memiliki ketiga tipe tanda tersebut. Misalnya subjek petugas Pos merupakan ikon Pos, indeks dari eksistensi Pos, serta menjadi simbol pelayan masyarakat yang penuh dedikasi, penjaga amanat, gigih, kerja keras, semangat, pantang menyerah, dan hal positif lain.

Ikon petugas Pos dengan menggunakan atribut lengkap semisal seragam berwarna oranye, helm dan motor berwarna serupa, menjadi point of interest atau fokus di setiap foto. Indeks biasanya hadir dengan penegasan arah tujuan, waktu, dan tempat penjelajahan Pos yang tanpa batas. Sementara itu, simbol-simbolnya merupakan pencerminan dari loyalitas, juga pengabdian dalam membantu segenap masyarakat Indonesia. Pos memperlihatkan kepedulian, terutama jika menyangkut kebermanfaatan bagi banyak orang.

3. Keberadaan tanda yang melimpah terutama yang berkaitan dengan Pos memberi makna mendalam. Tanda-tanda menggambarkan dengan jelas motto, visi dan misi PT. Pos Indonesia. Pos berusaha tampil sebagai salah satu layanan jasa yang mengutamakan pelanggan, memberikan iklim kerja yang aman, dan berkontribusi bagi masyarakat lokal maupun asing. Tujuan utama penyelenggaraan lomba foto sebagai media publikasi Pos, menurut peneliti dirasa berhasil karena setiap tanda dalam foto mudah dikenali. Setiap tanda

Gita Agustiani, 2013

Semiotika Visual Karya Fotografi Pemenang POS Indonesia Photo Contest 2010 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

mencerminkan aktivitas PT. Pos Indonesia di seluruh pelosok tanah air, dengan tiga aspek yang menjadi konsentrasi utama pelayanan Pos Indonesia seperti pelayanan surat menyurat (mail), pelayanan pengiriman logistik, serta pelayanan keuangan. Pos media pemersatu bangsa, karena mampu membuka keterisoliran daerah-daerah terpencil di Nusantara dan menjangkau segala lapisan masyarakat di negeri ini tanpa membedakan status sosial, suku, tempat, dan lain-lain.

B.Rekomendasi

1. Peneliti berharap pada setiap fotografer, untuk bisa menciptakan karya yang tidak hanya baik secara komposisi, namun juga mengandung pesan dan nilai-nilai positif. Karena setiap manusia memiliki kewajiban yang sama yaitu bermanfaat bagi manusia lainnya. Bila sebuah karya foto dapat menggugah banyak pihak untuk melakukan perbaikan dan berkontribusi besar pada kemajuan sesuatu, peneliti yakin karya tersebut akan abadi dan melampaui zamannya.

2. Konten dari penelitian ini dapat dijadikan contoh bagi instansi, lembaga, atau perseorangan yang hendak mempublikasikan karya, produk, jasa, dan hal lain. Penekanan pada aspek tanda yang khas namun mudah dicerna, juga brand

image yang kuat akan membantu memudahkan proses pemaknaan

pembacanya.

3. Hasil penelitian ini dapat mendukung pendidikan seni budaya di sekolah. Pengembangan model pembelajaran dengan menggunakan konsep semiotika,

Gita Agustiani, 2013

Semiotika Visual Karya Fotografi Pemenang POS Indonesia Photo Contest 2010 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

diharapkan siswa akan mampu mengungkapkan gagasan, dan belajar mengidentifikasi makna pada karya pribadi atau hasil karya secara umum. Siswa akhirnya dapat berpikir kreatif dan kritis, serta memahami realitas dari berbagai sudut pandang.

Gita Agustiani, 2013

Semiotika Visual Karya Fotografi Pemenang POS Indonesia Photo Contest 2010 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dokumen terkait