• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

D. Prosedur Penelitian

Prosedur yang ditempuh dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Orientasi Lapangan (penelitian awal)

a. Observasi dan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran IPS selama ini.

b. Wawancara dengan pihak sekolah (wali kelas V). Hal ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang gambaran pelaksanaan pembelajaran dan kendala yang dihadapi dalam pembelajaran IPS.

c. Mengidentifikasi masalah-masalah pembelajaran yang terdapat di sekolah tempat penelitian.

2. Tahap Persiapan Pra-tindakan

a. Menetapkan pokok bahasan yang akan dipergunakan dalam penelitian. Hal ini dilakukan untuk mempermudah peneliti dalam menyusun instrumen penelitian.

Dadan Agung Muamar, 2014

Penerapan Teknik Tps(Think, Pair, And Share)Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Pembelajaran IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

b. Merancang dan menyusun instrumen pembelajaran yang akan dilakukan, yang terdiri dari RPP dan LKS. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) dilakukan agar proses pembelajaran dapat lebih terarah untuk mencapai tujuan dari pembelajaran.

c. Menyusun instrumen pengumpulan data. Instrumen pengumpulan data berfungsi untuk merekam semua kegiatan yang dilaksanakan. Oleh karena itu instrumen pengumpulan data harus disusun secara baik. Instrumen pengumpulan datayang dibuat oleh peneliti adalah tes dan lembar observasi. d. Konsultasi instrumen pembelajaran dan instrumenpengumpulan data kepada

dosen pembimbing. Hal ini dilakukan agar instrumen yang dibuat memiliki kualitas yang baik.

e. Merevisi instrumen jika diperlukan.

3. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Siklus I

a. Perencanaan

1) Menyusun instrumen pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe TPS (Think, Pair, and Share) 2) Menyusun instrumen pengumpulan data berupa tes dan lembar observasi

untuk mengukur keberhasilan siklus yaitu mengukur kemampuan kognitif siswa pada pembelajaran IPS materi “Perjuangan Melawan Penjajahan Belanda”

3) Konsultasi atau bimbingan kepada dosen pembimbing mengenai instrument penelitian yang telah dibuat.

4) Revisi instrumen jika diperlukan.

b. Pelaksanaan

Melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan Teknik Pembelajaran

langkah-37

Dadan Agung Muamar, 2014

Penerapan Teknik Tps(Think, Pair, And Share)Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Pembelajaran IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

langkah pada penerapan Teknik Pembelajaran Cooperative Learning tipe TPS

(Think, Pair, and Share)adalah sebagai berikut:

1) Guru memperlihatkan gambar tokoh para pejuang pada masa penjajahan Belanda.

Gambar 3.2

Tokoh Pejuang pada Masa Penjajahan Belanda

2) Siswa bersama guru melakukan tanya jawab mengenai gambar para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda, dengan pertanyaan sebagai berikut :  Sebutkan nama-nama tokoh pejuang pada gambar tersebut?

 Sebutkan asal daerah para tokoh tersebut?

 Bentuk perjuangan yang para tokoh tersebut lakukan?

 Diantara para tokoh di atas siapa yang kalian kagumi? Mengapa kamu mengagumi tokoh tersebut?

3) Guru meluruskan jawaban siswa dan mengajak siswa untuk mengetahui lebih jauh mengenai perlawanan para tokoh pejuang terhadap Belanda melalui LKS. 4) Guru membagi siswa ke dalam empat kelompok dengan anggota setiap

kelompoknya empat orang siswa.

5) Guru membagikan LKS kepda setiap siswa dalam kelompok. 6) Guru menjelaskan prosedur pengerjaan LKS.

Dadan Agung Muamar, 2014

Penerapan Teknik Tps(Think, Pair, And Share)Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Pembelajaran IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

8) Setelah siswa selesai mengerjakan LKS secara individu, guru meminta siswa untu duduk berpasangan dalam kelompoknya. Masing-masing dalam kelompok tersebut terdapat dua pasangan.

9) Setiap pasangan siswa mendiskusikan hasil dari pengerjaan LKS tersebut. 10)Setelah berdiskusi secara berpasangan, siswa diminta berdiskusi dengan

kelompoknya, kelompok awal yang terdiri dari empat orang siswa. Setiap kelompok ditugaskan untuk menuliskan kesimpulan jawaban hasil diskusi dengan semua anggota kelompok.

11)Setaip perwakilan anggota kelompok membacakan hasil diskusinya di depan kelas.

12)Guru meluruskan jawaban siswa dan melakukan penguatan.

c. Observasi

1) Observasi dilakukan oleh observer. Observer melakukan observasi menggunakan lembar observasi yang digunakan untuk mengetahui aktivitas guru maupun siswa selama pembelajaran dengan penerapan teknik TPS. 2) Melakukan tes untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif siswa.

Adapun tes yang dilakukan peneliti adalah berupa kuis, yang sesuai dengan tahapan pada model TPS.

d. Refleksi

Data yang diperoleh dianalisis sesegera mungkin berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Setelah dianalisis, kemudian direfleksikan sebagai bahan evaluasi dan koreksi untuk memperbaiki siklus berikutnya.

Siklus II

a. Perencanaan

1) Menyusun instrumen pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Lembar Kerja Siswa (LKS) sesuai teknik TPS (Think, Pair,

39

Dadan Agung Muamar, 2014

Penerapan Teknik Tps(Think, Pair, And Share)Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Pembelajaran IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2) Menyusun instrumen pengumpul data berupa lembar observasi guru dan siswa, dan tes evaluasi akhir pembelajaran untuk mengukur kemampuan kognitif siswa dalam pembelajaran IPS dengan materi “Perjuangan Melawan

Penjajahan Jepang.”

3) Konsultasi atau bimbingan kepada dosen pembimbing mengenai instrument penelitian yang telah dibuat.

4) Revisi instrumen jika diperlukan. b. Pelaksanaan

1) Guru memperlihatkan gambar tokoh para pejuang pada masa penjajahan Jepan

Gambar 3.3

Tokoh Pejuang Pada Masa Penjajahan Jepang

2) Siswa bersama guru melakukan tanya jawab mengenai gambar para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda, dengan pertanyaan sebagai berikut :  Sebutkan nama-nama tokoh pejuang pada gambar tersebut?

 Sebutkan asal daerah para tokoh tersebut?

 Bentuk perjuangan yang para tokoh tersebut lakukan?

 Diantara para tokoh di atas siapa yang kalian kagumi? Mengapa kamu mengagumi tokoh tersebut?

3) Guru meluruskan jawaban siswa dan mengajak siswa untuk mengetahui lebih jauh mengenai perlawanan para tokoh pejuang terhadap Jepang melalui LKS. 4) Guru membagi siswa ke dalam empat kelompok dengan anggota setiap

Dadan Agung Muamar, 2014

Penerapan Teknik Tps(Think, Pair, And Share)Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Pembelajaran IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

5) Guru membagikan LKS kepda setiap siswa dalam kelompok. 6) Guru menjelaskan prosedur pengerjaan LKS.

7) Setiap siswa mengerjakan LKS secara individu terlebih dahulu.

8) Setelah siswa selesai mengerjakan LKS secara individu, guru meminta siswa untu duduk berpasangan dalam kelompoknya. Masing-masing dalam kelompok tersebut terdapat dua pasangan.

9) Setiap pasangan siswa mendiskusikan hasil dari pengerjaan LKS tersebut. 10)Setelah berdiskusi secara berpasangan, siswa diminta berdiskusi dengan

kelompok nya, kelompok awal yang terdiri dari 4 orang siswa. Setiap kelompok ditugaskan untuk menuliskan kesimpulan jawaban hasil diskusi dengan semua anggota kelompok.

11) Setaip perwakilan anggota kelompok membacakan hasil diskusinya di depan kelas.

12) Guru meluruskan jawaban siswa dan melakukan penguatan.

13) Guru menjelaskan materi pembelajaran mengenai perjuangan melawan penjajahan Jepang.

c. Observasi

1) Observasi dilakukan oleh observer. Observer melakukan observasi menggunakan lembar observasi yang digunakan untuk mengetahui aktivitas guru maupun siswa selama pembelajaran dengan penerapan teknik TPS. 2) Melakukan tes untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif siswa.

Adapun tes yang dilakukan peneliti adalah berupa tes evaluasi di akhir pembelajaran, yang sesuai dengan tahapan pada model TPS.

d. Refleksi

Data yang diperoleh dianalisis sesegera mungkin berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Setelah dianalisis, kemudian direfleksikan sebagai bahan evaluasi dan koreksi untuk memperbaiki siklus berikutnya.

41

Dadan Agung Muamar, 2014

Penerapan Teknik Tps(Think, Pair, And Share)Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Pembelajaran IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Siklus III

a. Perencanaan

1) Menyusun instrumen pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe TPS (Think, Pair and Share). 2) Menyusun instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi dan lembar

tes untuk mengukur keberhasilan siklus yaitu mengukur kemampuan kognitif siswa pada pembelajaran IPS materi “Pergerakan Nasional dan Sumpah Pemuda”.

3) Konsultasi atau bimbingan kepada dosen pembimbing mengenai instrument penelitian yang telah dibuat.

4) Revisi instrumen jika diperlukan.

b. Pelaksanaan

1) Guru memperlihatkan gambar tokoh pergerakan nasional

Gambar 3.4

Tokoh Pergerakan Nasional

2) Siswa bersama guru melakukan tanya jawab mengenai gambar para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda, dengan pertanyaan sebagai berikut :  Sebutkan nama-nama tokoh pejuang pada gambar tersebut?

Dadan Agung Muamar, 2014

Penerapan Teknik Tps(Think, Pair, And Share)Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Pembelajaran IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

 Bentuk perjuangan yang para tokoh tersebut lakukan?

 Diantara para tokoh di atas siapa yang kalian kagumi? Mengapa kamu mengagumi tokoh tersebut?

3) Guru meluruskan jawaban siswa dan mengajak siswa untuk mengetahui lebih jauh mengenai perlawanan para tokoh pejuang terhadap Jepang melalui LKS. 4) Guru membagi siswa ke dalam empat kelompok dengan anggota setiap

kelompoknya empat orang siswa.

5) Guru membagikan LKS kepda setiap siswa dalam kelompok. 6) Guru menjelaskan prosedur pengerjaan LKS.

7) Setiap siswa mengerjakan LKS secara individu terlebih dahulu.

8) Setelah siswa selesai mengerjakan LKS secara individu, guru meminta siswa untu duduk berpasangan dalam kelompoknya. Masing-masing dalam kelompok tersebut terdapat dua pasangan.

9) Setiap pasangan siswa mendiskusikan hasil dari pengerjaan LKS tersebut. 10)Setelah berdiskusi secara berpasangan, siswa diminta berdiskusi dengan

kelompok nya, kelompok awal yang terdiri dari empat orang siswa. Setiap kelompok ditugaskan untuk menuliskan kesimpulan jawaban hasil diskusi dengan semua anggota kelompok.

11) Setaip perwakilan anggota kelompok membacakan hasil diskusinya di depan kelas

12) Guru meluruskan jawaban siswa dan melakukan penguatan

13) Guru menjelaskan materi pembelajaran mengenai pergerakan nasional dan sumpah pemuda.

c. Observasi

1) Observasi dilakukan oleh observer. Observer melakukan observasi menggunakan lembar observasi yang digunakan untuk mengetahui aktivitas guru maupun siswa selama pembelajaran dengan penerapan teknik TPS. 2) Melakukan tes untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif siswa.

43

Dadan Agung Muamar, 2014

Penerapan Teknik Tps(Think, Pair, And Share)Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Pembelajaran IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

yang sesuai dengan tahapan pada model TPS.

d. Refleksi

Data yang diperoleh dianalisis sesegera mungkin berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Setelah dianalisis, kemudian direfleksikan sebagai bahan evaluasi dan koreksi untuk memperbaiki siklus berikutnya.

Dokumen terkait