BAB III METODOLOGI PENELITIAN
C. Prosedur Penelitian
Pada penelitian dengan subjek tunggal ini, prosedur perlakuan terdiri dari tahap awal, tahap perlakuan dan tahap akhir yang meliputi fase baseline-1 – fase perlakuan – fase baseline-2, dengan deskripsi kegiatan sebagai berikut: 1. Tahap Awal (Persiapan – Baseline-1)
Tahap pertama dalam melakukan perlakuan yaitu peneliti dengan dibantu oleh guru mempersiapkan segala alat dan bahan yang berkaitan dengan kegiatan penelitian. Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam tahap ini yaitu:
a. Tahap persiapan
1) Menentukkan subjek yang akan diberi perlakuan oleh peneliti, yaitu siswa Cerebral Palsy tipe spastik kelas III di SD di SLB Negeri 1 Bantul Yogyakarta.
2) Menyiapkan media gambar Upin Ipin.
3) Menyusun alat tes kemampuan konsep penjumlahan yang digunakan pada tahap baseline-I, intervensi dan baseline-IIserta menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu penggunaan media
58
gambar Upin Ipin terhadap kemampuan penjumlahan. RPP digunakan sebagai panduan dalam pelaksanaan eksperimen, menjalin kerjasama dengan guru kelas dalam mempersiapkan pelaksanaan perlakuan yaitu tentang waktu dan proses pelaksanaan perlakuan. b. Fase Baseline-I
Fase baseline-I yaitu pelaksanaan tes untuk mengetahui kemampuan konsep penjumlahan pada subjek sebelum menggunakan media gambar
Upin Ipin dalam pengajaran konsep penjumlahan. Fase baseline-I
dilaksanakan selama 1 minggu dengan 3 sesi pertemuan. Pada tahap ini, subjek diberikan petunjuk dalam mengerjakan soal yaitu soal dibacakan oleh peneliti dan subjek menjawab secara lisan dan tindakan. Tes tindakan dilakukan dengan menggunakan bantuan kartu bilangan. Kemudian hasil pekerjaan subjek dinilai sesuai dengan kriteria penilaian yang sudah ditentukan yaitu dengan memperhatikan persentase keberhasilan dalam menjawab 20 item soal penjumlahan . 2. Tahap Perlakuan (Fase Intervensi)
Tahap perlakuan dilakukan setelah tahap baseline I, yaitu setelah pre test mendapatkan data yang stabil. Tahap perlakuan atau fase intervensi bertujuan untuk mengumpulkan data-data saat perlakuan yaitu penggunaan media gambar Upin Ipin terhadap kemampuan penjumlahan pada anak Cerebral Palsy tipe spastik kelas III SD. Perlakuan dilaksanakan selama 2 minggu dalam 6 sesi pertemuan, dengan kegiatan sebagai berikut:
59
a. Pendahuluan
Kegiatan pendahuluan atau kegiatan awal yaitu dengan mempersiapkan segala alat dan bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan fase intervensi atau perlakuan kepada subjek. Adapun pendahuluan atau kegiatan awal meliputi:
1) Peneliti menyiapkan materi pokok yang akan digunakan pada proses intervensi.
2) Peneliti dibantu guru kelas menyiapkan kondisi subjek untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
3) Penelitimenyiapkan media gambar Upin Ipin yang digunakan dalam kegiatanin tervensi untuk menjelaskan konsep penjumlahan yang benar kepada subjek.
b. Inti perlakuan
Pada inti perlakuan terdapat 3 tahap yaitu sebagai berikut : 1) Tahap I : Konsep Bilangan
Materi pada tahap ini adalah mengenal konsep bilangan. Tujuan khusus dari pembelajaran ini tidak hanya agar subjek dapat menghitung hingga 20. Akan tetapi, agar subjek dapat memahami simbol angka dan jumlah benda yang mewakili angka tersebut. Penggunaan media gambar Upin Ipin sebagai alat bantu untuk memperjelas angka yang dimaksud. Misalkan angka 3 diletakkan di atas meja kemudian Peneliti meletakkan tiga gambar di bawah angka 3, sehingga subjek memahami simbol bilangan dan nilainya. Langkah-
60
langkah penggunaan media pada pembelajaran ini adalah sebagai berikut :
a) Peneliti menyiapkan gambar (gambar Upin Ipin dan gambar simbol bilangan )
b) Peneliti menjelaskan menghitung gambar hingga 20 c) Peneliti menulis penjelasan poin b di papan tulis d) Peneliti memberikan contoh menghitung gambar
e) Peneliti meminta subjek untuk menghitung gambar 1-20
f) Peneliti menyediakan gambar kemudian subjek mengambil angka sesuai dengan jumlah gambar dan diletakkan di bawah jumlah gambar.
g) Peneliti memberikan reward atau penguat atas keberhasilan subjek ketika bekerja.
h) Pengembangan variasi pada pembelajaran ini peneliti dapat meminta subjek mengambil gambar sesuai dengan yang diinginkan, misal subjek diminta memilih angka 6 kemudian subjek diminta mengambil 6 gambar, subjek diminta memilih angka 12 kemudian mengambil 12 gambar atau sebaliknya.
61
2) Tahap II : Konsep Penjumlahan
Pada tahap ini subjek belajar materi penjumlahan dipraktekkan menggunakan media gambar Upin Ipin dan kotak nilai tempat bilangan. Langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:
a) Peneliti mempersiapkan media gambar Upin Ipin
b) Peneliti menjelaskan cara operasi penjumlahan. c) Peneliti menulis penjelasan poin b di papan tulis.
d) Peneliti memberi contoh penjumlahan dengan praktek menggunakan media gambar Upin Ipin.
e) Peneliti meminta subjek untuk unjuk kerja operasi penjumlahan. Misal penjumlahan 13+5=?
f) Subjek menyebutkan angka 13+5= kemudian menjawabnya. Peneliti meminta subjek untuk unjuk kerja operasi penjumlahan. Misal penjumlahan 13+5=?
g) Subjek mengambil 13 gambar Upin . h) Subjek mengambil 5 gambar Upin.
i) Kemudian menghitung seluruh jumlah gambar Upin. j) Jadi hasil dari 13+5= 18.
k) Pengembangan variasi pada pembelajaran ini peneliti dapat meminta subjek mengambil gambar sesuai dengan yang diinginkan, misal subjek dapat menggunakan gambar Ipin namun tetap sesuai dengan soal yang diberikan.
62
c. Penutup
Kegiatan penutup pada tahap intervensi meliputi:
1) Peneliti dan subjek merapikan dan menyimpan kembali alat, media dan bahan yang digunakan dalam proses perlakuan.
2) Tanya jawab pengalaman subjek ketika mengikuti kegiatan perlakuan yaitu pembelajaran dengan menggunakan media gambar
Upin Ipin.
3) Anak dibimbing untuk membuat kesimpulan dari materi yang telah dipelajari.
3. Tahap Akhir (Fase Baseline-2)
Tahap akhir penelitian dengan subjek tunggal yaitu pada fase baseline-II. Fase baseline-II dilaksanakan dengan memberikan tes yang sama seperti fase
baseline-I dan fase intervensi. Tes dilakukan selama 1 minggu dengan 3 sesi pertemuan. Tes yang diberikan yaitu tes kemampuan penjumlahan untuk mengetahui kemampuan penjumlahan akhir subjek setelah mendapatkan perlakuan atau intervensi yaitu dengan menggunakan media gambar Upin Ipin. Dari hasil tahap baseline-II ini akan diketahui bahwa media gambar
Upin Ipin memiliki pengaruh positif apabila digunakan untuk membantu memperbaiki kemampuan penjumlahan anak Cerebral Palsy dengan menbandingkan hasil kegiatan pada tahap baseline-I, tahap intervensi dan tahap baseline-II.
63